Burns – dr.

Danny
Penyebab:        Api Sinar matahari Udara panas Air panas Bom Listrik Kimia

Gunawan Ali

Yang berbahaya:   Listrik  karena kerusakan sesungguhnya lebih parah daripada yang terlihat Api di ruang tertutup  inhalation injury?

Fisiologi kulit  Lapisan: o Epidermis  st. korneum  st. lusidum  st. granulosum  st. spinosum  st. germinativum/basalis o Dermis  pars papilaris  pars folikularis Patofisiologi  zona2 luka bakar: zona nekrosis, koagulasi, hiperemis   kapiler rusak  permeabilitas meningkat  cairan keluar dari pembuluh darah  shock terjadi pada burn luas >25%, tidak bergantung lokasi

Fase luka bakar dan penanganannya  fase akut / fase shock / fase awal o inhalasi, trauma jalan napas o edema, nekrosis, eksudasi fibrin  ARDS

nilai luas luka bakar (usahakan steril) Anamnesis: penilaian apakah burn disertai trauma. ETT bila perlu buka seluruh pakaian. pigmentasi Derajat luka bakar  kedalaman o I o IIa: sampai pars papilaris o IIb: sampai pars folikularis o III American Burn Association o ringan o sedang  . fraktur timbang berat badan (utk keperluan perhitungan cairan) NGT. kateter pain management: morfin manajement tetanus (ATS 1500 U?)   eskarektomi subakut setelah lewat 1 – 2 hari inflamasi karena kehilangan barrier kulit keadaan hipermetabolisme lanjut komplikasi: kontraktur.o gangguan bernapas apabila terdapat eschar yang o o o o o o o mengelilingi toraks (mengganggu pengembangan dada) gangguan sirkulasi ensefalopati  gejala agitasi dll acute tubular necrosis. acute renal failure stress ulcer saluran cerna gangguan sirkulasi perifer iskemi otot sepsis penanganan:  ABC         Fase o o o Fase o berikan O2. hypertrophic scar. keloid. inhalation injury.

diameter > 5 cm: o gunting dasar bulla.o berat Penilaian luas  rule of nine  rule of thumb (1 telapak tangan = 1%) Tanda inhalation injury?  terbakar di ruang tertutup  perioral burn  sputum bercampur karbon (arang) Penanganan sirkulasi fase akut:  formula Baxter (Parkland) o hari pertama RL (4 cc) x (kg berat badan) x (% luas)  50% volume diberikan dalam 8 jam pertama  sisanya dalam 16 jam berikutnya  karena peningkatan permeabilitas kapiler kembali normal dalam 24 jam o hari kedua    Evans D5 + RL. biarkan kulit di atasnya o dressing dengan sofra-tulle o dst Hyperbaric chamber MEBO (moist environment burn ointment) silver nitrate: hanya untuk luka bakar derajat III. dosis maintenance Resusistasi  shock terjadi saat kehilangan > 25% cairan  resusitasi dengan pemberian 3x volume cairan hilang  perkiraan: 1 kg berat badan ekuivalen dengan 70 cc cairan Penanganan luka bakar  bullae kecil  biarkan intak  bullae besar. Pada derajat I dan II malah memperlambat reepitelisasi    .

. otak lobus frontalis memanjang sampai di bawah os parietal Fisiologi  Monro-Kellie law: o tengkorak rigid.Trauma Kapitis – dr. o lobus dominan: hemisfer kiri pada individu right-handed o ada “overlaping”. darah... Yosi Lapisan – lapisan kepala: S C A L P      Skin Connective tissue (galea) Aponeurotica Loose areolar connective tissue Periosteum Gunawan Ali Anatomi  cranium o basis cranii  fossa anterior  fossa media  fossa posterior o calvaria  os frontalis  . dengan isi jaringan otak. harus ada yang dikompensasi o Tekanan Intra Kranial. LCS o volume darah arteri + volume darah vena + jaringan otak + LCS + massa = konstan  bila ada peningkatan salah satunya. Jaringan otak o lobus frontalis o .. normal 10 mmHg Pemeriksaan neurologis pada pasien trauma:  GCS  Pupil  Lateralisasi Klasifikasi  GCS  .

sulkus dan girus tidak terlihat  concussion  DAI Pembuluh darah penting?  arteri meningea media  EDH   diploic vein  EDH bridging vein Brain dead:  GCS 3  pupil non-reaktif  refleks-refleks batang otak (-)  respirasi non-spontan  EEG tidak ada aktivitas .o ringan: 13 – 15 o sedang: 9 – 12 o berat: 3 . luka tusuk “luka tembak yang menyilang 2 hemisfer  hampir pasti meninggal”  lesi o focal  EDH  SDH  intracerebral hemorrhage o diffuse  ciri di CT: edema. luka tembak.8 Mekanisme o tumpul  fraktur depresi: tabula eksterna tulang yg impresi melewati tabula interna tulang sekitar  fraktur basis kranii o penetrasi    mis.

sungkup non-rebreather kristaloid dosis maintenance PaCO2 dijaga 35 mmHg atau kurang Manitol 20%. 1g/kgBB IV bolus lain-lain: antibiotik. analgetik.Tatalaksana awal trauma kapitis:       ABC O2. antikonvulsan .

epifisis  dislokasi? di distal. Local examination  format untuk ekstremitas: o Look  skin   o Feel   o Move shape – deformity? position soft tissue bone – krepitasi?   active – ROM terbatas? false movement?  passive  power (0 – 5) format untuk batang badan atau sejenisnya: o inspeksi o palpasi o perkusi o auskultasi G. diafisis. kompresi  lokasi? metafisis. atau 2 mayor  sepanjang 2 baris C. Physical exam  mencakup general exam (st. spiral. Pemeriksaan tambahan  radiologi o fraktur  konfigurasi? simple. generalis)  untuk bagian yg injury. harus mencakup tanda/gejala fraktur 1 mayor 2 minor. History D. SGPT  . Keluhan utama  “pembaca harus tahu diagnosis hanya dari KU”  apabila kasus fraktur. cukup diisi “lihat st. Data (identitas) Gunawan Ali B. proksimal Lab o darah lengkap o faal pembekuan (CT.Status ortopedi – dr. Bagyo A. BT) o SGOT. lokalis” E.

. karena . Prognosis  “Baik.. harus sudah disingkirkan di anamnesis dll J.. Pengobatan  Umum: misal injeksi.. Diagnosis Banding  usahakan tulis “tidak ada”.. Cr. diet. analgetik... dll  Lokal  tambahan K.. asam urat o kolesterol.o GDS o BUN..”  “Buruk. HDL.” . MRI o tulis saran pemeriksaan dengan “MRI tidak dikerjakan” H. Komplikasi  early  late  usahakan tulis “tidak ada” L. CT. LDL  pemeriksaan lain o misalnya USG. Diagnosis I.. karena telah dikerjakan..

pengendara motor Galleazi o fraktur radius 1/3 distal atau 1/3 tengah o diikuti dislokasi sendi radioulnaris distal o gejala: tidak bisa pronasi-supinasi Montegia o fraktur ulna 1/3 proksimal atau 1/3 tengah o diikuti dislokasi sendi radioulnaris proksimal    Pengobatan  konservatif o general narcose o reposisi o circular gips operatif o .  catatan kaki ...Fraktur daerah antebrachii – dr.. maksimal 1 inci dari radiocarpal joint o fragmen distal deviasi ke arah volar o biasa pada orang muda. ulna berguna di elbow Gunawan Ali Klasifikasi:  lokasi: o 1/3 distal o 1/3 tengah o 1/3 proksimal  Colles: o fraktur radius 1/3 distal. Bagyo Anatomi:   terbentuk dari dua tulang: radius dan ulna radius berguna di wrist. maksimal 1 inci dari radiocarpal joint o fragmen distal deviasi ke dorsal o biasa diikuti fraktur prosesus styloideus ulna o biasa pada orang tua Smith: o fraktur radius 1/3 distal..

screw 4.7 mm.5 mm o klavikula. taper 3.5 mm . taper 4. fibula distal: reconstruction plate: bor 2.   ORIF: open reduction internal fixation DCP: dynamic compression plate operatif fraktur2: o Montegia: semitubular plate: bor 3.2 mm.5 mm.2 mm. screw 3. screw 4.5 mm.5 atau 2. taper 4.5 mm o femur: broad plate DCP: bor 3.5 mm.

Fraktur pada anak – dr. Bagyo 90% fraktur pada anak dekat sendi Gunawan Ali pada anak terdapat epiphyseal plate:  pressure epiphyseal plate: di ujung. pertumbuhan melebar  zona-zona tulang:  epifisis  resting  proliferating    maturing calcifying metafisis Klasifikasi fraktur anak bdk Salter-Harris  I o o o o  II o epifisis dan metafisis lepas sebagian o epiphyseal plate intak o chip fracture o periosteum robek  III o o o o  IV o fraktur memanjang sampai metafisis o tersering di capitulum radii os humeri fraktur intraartikuler epifisis dan metafisis lepas sebagian periosteum intak harus dioperasi epifisis dan metafisis lepas epiphyseal plate melekat pada epifisis tidak ada ruptur periosteum robek . pertumbuhan memanjang  traction epiphyseal (apophysis) plate: dekat ujung.

ROM normal Diagnosis fraktur pada anak sama dengan fraktur pada dewasa. namun pada foto radiologi harus bandingkan ekstremitas yang curiga fraktur dengan yang sehat catatan kaki:  varus = deviasi segmen distal ke medial .o harus dioperasi  V o kerusakan sebagian epiphyseal plate karena trauma vertikal (kompresi) o indikasi operasi: usia > 18 th.

..  valgus = deviasi segmen distal ke lateral Hip dislocation: o posterior dislocation  tungkai dalam posisi endorotasi..?  organ yang bahaya terkena: . adduksi  organ yang bahaya terkena: sciatic nerve? o anterior dislocation  tungkai dalam posisis eksorotasi.... fleksi hip dan knee.? o central dislocation  tidak menentu  biasanya karena dashboard injury o penanganan:  konservatif  Hippocrates  Elis-Bugellow  Stimson operatif  ...

osteoklas. namun tidak berpotongan    .Ortopedi – dr. trauma. komposisi tulang? mineral. tumor.  IIIb: tissue loss. osteoblas. tulang tidak bisa tertutup kembali  IIIc: terdapat kerusakan vaskular o tertutup complete/incomplete? o complete o incomplete  greenstick  torus displace/nondisplace? o nondisplace o displace  memendek  dislocatio ad axin  menjauh garis fraktur? o simpel: 1 garis o segmental: beberapa garis. matriks. kerja. radial. metabolik Jenis-jenis tulang:  bentuk o tulang panjang o tulang pendek o tulang pipih o tulang ireguler  penyusun o compact Gunawan Ali o cancellous  osteoporosis melibatkan tulang cancellous. fraktur di vertebra. osteosit Deskripsi fraktur  terbuka/tertutup? o terbuka – Ramon-Gustillo  I:  II:  IIIa: tidak ada jaringan yang hilang. luka tembak. Arie Cakupan ortopedi: kongenital. collum humerus.

berpotongan  lain-lain: o patologis: fraktur di tulang patologis  infeksi  tumor  metabolik (osteoporosis)? o fraktur pada anak – Salter-Harris Tanda fraktur  tenderness       swelling. angulasi krepitasi exposed fragment false motion: pergerakan di tulang panjang di mana sebenarnya tidak ada sendi functio lesae . ecchymosis deformitas.o comminuted: garis > 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful