You are on page 1of 13

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Instruksional Khusus
Pokok bahasan ini akan membahas logam dan paduannya baja serta proses pembuatan besi. Setelah selesai mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan mampu untuk : a. Mengklasifikasikan bahan logam b. Menjelaskan jenis-jenis logam dan paduannya c. Menjelaskan jenis-jenis baja dan paduannya d. Menjelaskan proses pembuatan besi

BAB II LOGAM BESI


2.1 PENGERTIAN
Dalam kimia, sebuah logam (bahasa Yunani: Metallon) adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation) dan memiliki ikatan logam, dan kadangkala dikatakan bahwa ia mirip dengan kation di awan elektron. Logam adalah unsur yang jumlahnya paling banyak di bumi ini. Jenis-jenis logam logam memiliki sifat dan kegunaanya masing-masing. Sampai saat ini, terdapat 65 logam yang terbentuk secara alami di bumi, namun hanya sedikit yang bisa dimanfaatkan dengan cara yang benar. Logam-logam yang dapat dimanfaatkan ini hanya mencapai 20 buah, baik yang berdiri sendiri maupun sebagai bagian dari aloi( campuran dari dua buah logam atau lebih dan zat lainnya). Aloi ini dibuat untuk membuat logam yang memiliki sifat berbeda dari sebelumnya, agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Jika sobat semakin penasaran dengan macam-macam logam dan kegunaanya, mari simak yang

satu ini, yang akan membahas tentang ke-20 logam yang dapat dimanfaatkan tadi dan ditambah dengan 5 jenis aloi yang paling sering kita jumpai.

2.2 JENIS LOGAM


Secara umum logam bisa dibedakan atas dua yaitu : 2.2.1 Logam- logam besi (ferous) Sesuai dengan namanya logam-logam besi adalah logam atau paduan yang mengandung besi sebagai unsur utamanya. Yang termasuk logam dan paduan besi terdiri atas: - Besi tuang (cast iron) - Baja karbon (carbon steel) - Baja paduan (alloy steel) - Baja spesial (specialty steel)

2.2.2

Logam-logam bukan besi (non feorus). logam-logam bukan besi adalah logam yang tidak atau sedikit sekali

mengandung besi. Yang termasuk logam-logam non-besi, yaitu: logam dan paduan dari aluminium (Al), tembaga (Cu logam-logam mulia seperti emas (Au), perak (Ag) dan platina (Pt) Magnesium (Mg) Seng (Zn) Timah (Sn) Logam-logam tahan panas seperti wolfram Paduan ssuper (super-alloys) dll

Keempat kelompok besi diatas terbagi lagi atas pengelompokan yang lebih kecil yang diperlihatkan pada tabel 1. No. 1. Paduan besi dan Baja Besi tuang Komposisi kimia (dalam %) 2-4 %C, 1-3 %Si, 0,80 %Mn (maks) 0,10 %P (maks), 0,05% S (maks) Besi tuang kelabu

Besi tuang putih Besi tuang noduler

Disamping terdapat perbedaan yang kecil dari segi komposisi, perbedaan sifat-sifat besi tuang ditentukan oleh struktur mikro karena proses pembuatan atau karena proses perlakuan panas.

Besi tuang paduan

Unsur-unsur pemadu : Cr, Ni, Mo, Al atau logam-logam lainnya.

2.

Baja karbon Baja karbon rendah Baja karbon sedang Baja karbon tinggi 0,08-0,35 %C | 0,25-1,50 %Mn

0,35-0,50 %C plus | 0,25-0,30 %Si 0,55-1,7 %C | 0,04 %P (maks) | 0,05 %S (maks)

3.

Baja paduan Baja paduan rendah Seperti pada baja karbon rendah + unsur-unsur pemadu kurang dari 4 % seperti : Cr, Ni, Mo, Cu, Al, Ti, V, Nb, B, W dll. Baja paduan medium Seperti pada baja paduan rendah tetapi jumlah unsurunsur pemadu diatas 4%. 4. Baja Spesial

4.

Baja Spesial Baja stainless a. Feritik (12-30 %Cr dan kadar karbon rendah) b. Martensitik (12-17 %Cr dan 0,1-1,0 % C) c. Austenitik (17-25 %Cr dan 8-20% Ni) d. Duplek (23-30 %Cr, 2,5-7 %Ni, plus unsur Ti dan Baja perkakas Mo) e. Presipitasi (seperti pada austenitik, plu elemen pemadu seperti : Cu, Ti, Al, Mo, Nb atau N) High speed steels (0,85-1,25 %C, 1,50-20%W, 4-9,5 %Mo, 3-4,5 %Cr, 1-4 %V, 5-12 %Co)

2.2.4

Jenis Baja Paduan (Alloy-Steel)

Berdasarkan unsur-unsur campuran dan sifat dari baja maka baja paduan dapat digolongkan menjadi 4 sifat, yaitu: a. Baja dengan kekuatan tarik yang tinggi Baja ini mengandung mangan, nikel, kromium dan sering juga mengandung vanadium dan dapat digolongkan menjadi seperti berikut: Baja mangan Baja ini mengandung 0,35%C dan 1,5%Mn dan baja ini termasuk baja murah tetapi kekuatannya baik. Baja ini dapat didinginkan dengan minyak karena mengandung unsur mangan sehingga temperatur pengerasannya rendah dan menambah kekuatan struktur feritnya. Baja nikel Baja ini mengandung 0,3%C, 3%Ni dan 0,6%Mn serta mempunyai kekuatan dan kekerasan yang baik, dapat didinginkan dengan minyak karena mengandung unsur nikel yang membuat temperatur pengerasnya rendah. Baja ini digunakan untuk poros engkol, batang penggerak, dan penggunaan lainnya yang hampir sama. Baja nikel kromium Baja ini mempunyai sifat yang keras berhubungan dengan campuran unsur kromium dan sifat yang liat berhubungan dengan campuran unsur nikel. Baja yang mengandung 0,3%C, 3%Ni, 0,8%Cr dan 0,6%Mn dapat didinginkan dengan minyak, hasilnya mempunyai kekuatan dan keliatan yang baik dan baja ini digunakan untuk barang penggerak dan pemakaina yang hampir sama. Baja yang mengandung 0,3%C, 4,35%Ni, 1,25%Cr, dan 0,5%Mn (mengandung nikel dan kromium yang tinggi), mempunyai kecepatan pendinginan yang rendah sehingga pendinginan dapat dilakukan dalam hembusan udara dan distorsi diperkecil. Apabila unsur krom dicampur sendiri kedalam baja akan menyebabkan kecepatan pendinginan kritis yang amat rendah , tetapi bila dicampur bersama nikel akan diperoleh baja yang bersifat liat. Jenis baja tersebut digunakan untuk poros engkol dan batang penggerak. Baja nikel kromium menjadi rapuh apabila distemper atau disepuh pada temperatur 250-4000C, juga kerapuhannya tergantung pada komposisinya, proses ini dikenal dengan nama menemper kerapuhan dan baja ini d apat diperiksa dengan penyelidikan pukul takik. Penambahan sekitar 0,3% molibden akan mencegah kerapuhan karena distemper, juga akan mengurangi pengaruh yang menyeluruh terhadap baja karena molibden adalah unsur berbentuk karbid. Baja kromium vanadium Jika baja ini ditambahkan sekitar 0,5% vanadium sehingga dapat memperbaiki ketahanan baja kromium terhadap guncangan atau getaran dan membuatnya dapat ditempa dan ditumbuk dengan mudah, apabila vanadium menggantikan

nikel maka baja lebih cenderung mempengaruhi sifat-sifatnya secara menyeluruh b. Baja tahan pakai Berdasarkan unsur-unsur campuran yang larut didalamnya, baja terdiri dari 2 macam, yaitu: Baja mangan yang berlapis austenite Baja ini pada dasarnya mengandung 1,2%C, 12,5%Mn, dan 0,75%Si. Selain itu juga mengandung unsur-unsur berbentuk karbit seperti kromium atau vanadium yang kekuatannya lebih baik. Baja kromium Jenis ini mengandung 1%C, 1,4%C dan 0,45%Mn. Apabila baja ini mengandung unsur karbon tinggi yang bercampur bersama-sama dengan kromium akan menghasilkan kekerasan yang tinggi sebagai hasil dari pendinginan dengan minyak. Baja ini digunakan untuk peluru-peluru bulat dan peralatan penggiling padi.

c. Baja tahan karat Sifat-sifat baja tahan karat, antara lain: Memiliki daya tahan yang baik terhadap panas, karat dan goresan/gesekan Tahan temperature rendah maupun tinggi Memiliki kekuatan besar dengan massa yang kecil Keras, liat, densitasnya besar dan permukaannya tahan aus Tahan terhadap oksidasi Kuat dan dapat ditempa Mudah dibersihkan Mengkilat dan tampak menarik Baja tahan karat (stainlees steel) mempunyai seratus lebih jenis yang berbedabeda. Akan tetapi seluruh baja mempunyai satu sifat karena mengandung kromium yang dapat membuatnya tahan terhadap karat. Baj tahan karat umumnya mengandung unsusr Chrom lebih dari 12%, dimana pada kondisi seperti itu baja akan bersifat pasif terhadap proses oksidasi. Baja tahan karat ini dapat dibagi kedalam tiga kelompok dasar, yakni: Baja tahan karat berlapis ferit Terdiri dari sejumlah besar unsur pemadu (Cr, W atau Si) tetapi karbonnya rendah. Tidak dapat dikeraskan. Mengandung chrom 16%, sesuai

untuk lingkungan korosif terutama terhadap bahan kimia asam nitrat, serta biasanya digunakan untuk komponen komponen dalam industri kimia.

Baja tahan karat berlapis austenite Terdiri dari 10 30% unsur pemadu tertentu (Ni, Mn atau CO) Misalnya : Baja tahan karat (Stainless steel), nonmagnetic dan baja tahan panas (heat resistant steel). Mengandung chrom-nikel 18%, dimana sifat tahan karatnya didapat melalui pemanasan pada suhu 1000 - 11000 lalu didinginkan dengan direndam kedalam air, sesuai untuk lingkungan yang mengandung garam, serta biasanya digunakan untuk baling baling kapal.

Baja tahan karat berlapis mertensite Unsur pemadunya lebih dari 5 %, sangat keras dan sukar dimesin, mengandung chrom 13% kuat leleh dan tariknya diperoleh dari proses pendinginan pada kondisi udara luar, sesuai untuk lingkungan korosif ringan, serta biasanya digunakan untuk saluran danrumah rumah turbin.

d. Baja tahan panas Biasanya dinamakan untuk baja yang tahan pada suhu 6500, dimana sifat itu didapat pada kodisi kadar chrom dan nikel yang cukup tinggi. Berbeda dengan baja tahan karat adalah umunya kandungankarbonnya lebih tinggi. Umumnya digunakan pada ketel uap, boiler, tungku dan lain lain.

Baja paduan yang dapat digunakan pada temperatur rendah, yaitu: a. Baja pegas b. Baja katup mesin motor

2.3 UNSUR LOGAM


Logam adalah unsur yang memiliki sifat mengkilap dan umumnya merupakan penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. Unsur-unsur logam umumnya berwujud padat pada suhu dan tekanan normal, kecuali raksa yang berwujud cair. Pada umumnya unsur logam dapat ditempa sehingga dapat dibentuk menjadi bendabenda lainnya.

Tabel Unsur-unsur logam

Nama Indonesia Aluminium Barium Besi Emas Kalium Kalsium Kromium Magnesium Mangan Natrium Nikel

Nama Latin aluminium Barium Ferrum Aurum Kalium calsium chromium magnesium manganium natrium nickelium

Lambang Unsur Al Ba Fe Au K Ca Cr Mg Mn Na Ni

Bentuk Fisik padat, putih keperakan padat, putih keperakan padat, putih keperakan padat, berwarna kuning padat, putih keperakan padat, putih keperakan padat, putih keperakan padat, putih keperakan padat, putih abu-abu padat, putih keperakan padat, putih keperakan

1. Alumunium Alumunium adalah logam dengan warna putih keperak-perakan yang memiliki sifat sangat ringan dan tahan terhadap korosi (karat). Logam ini berasal dari bijihnya, bauksit, dengan proses elektrolisis. Alumunium digunakan dalam kabel-kabel listrik lintas udara, pesawat terbang, kapal, mobil, kaleng minuman, dan foil dapur (pembungkus makanan).

2. Baja Baja merupakan aloi besi dan karbon yang merupakan satu dari sedikit bahan terpenting dalam industri, seperti yang kita ketahui, bidang industri ini mempengaruhi dunia secara global. Baja memiliki sifat tahan karat, dan kegunaanya yang sangat penting adalah untuk bidang industri ruang angkasa.

3. Besi Besi merupakan logam yang memiliki warna abu-abu keputih-putihan. Logam ini dihasilkan terutama dari peleburan biji hematit dalam tanur sembur. Kegunaanya

adalah diapakai untuk bangunan dan bidang teknik, juga dapat dimanfaatkan untuk membuat aloi baja.

4. Emas Unsur logam emas memiliki sifat yang lunak, dan memiliki warna kuning terang yang digunakan untuk perhiasan dan alat-alat elektronik. Tentunya emas tidak mudah didapat di pasaran, karena memiliki harga yang sangat tinggi dan terus meningkat.

5. Kalium Kalium adalah logam ringan dengan warna keperakan, juga memiliki sifat sangat reaktif. Senyawa-senyawa kalium digunakan dalam pupuk kimia dan untuk pembuatan kaca.

6. Kalsium Logam ini memiliki putih keperak-perakan, sifatnya yang mudah dibentuk sesuai dengan tempat ditemukannya, yaitu di dalam batu kapur dan kapur. Dalam makhluk hidup juga terdapat logam yang satu ini, salah satunya di tulang gigi hewan. Pemanfaatan logam ini biasanya untuk membuat semen dan baja kualitas tinggi.

7. Kuningan Kuningan merupakan sebuah aloi yang terbuat dari tembaga dan seng. Pemanfaatanya sangat banyak terjadi di bumi ini, yaitu untuk, barang-barang hiasan, sekrup, alat-alat musik, dan paku-paku kecil.

8. Kupronikel Merupakan aloi yang terbuat dari tembaga dan nikel yang digunakan untuk membuat uang logam berwarna perak.

9. Kromium Kromium adalah logam yang memiliki warna abu-abu, dan mempunyai sifat yang keras. Sering digunakan untuk membuat baja tahan karat dan melapisi logamlogam lain untuk melindunginya dan memberi penampikan mengkilap yang memantul.

10. Magnesium Logam yang ringan berwarna perak keputih-putihan yang bila terbakar menghasilkan nyala api putih terang, logam ini digunakan dalam suar penyelamatan dan kembang api dalam aloi-aloi ringan.

11. Natrium Natrium merupakan sebuah logam yang sangat reaktif. Memiliki sifat lunak dan berwarna putih keperakan logam ini terdapat dalam garam dapur dan digunakan untuk lampu jalanan dan dalam industri kimia.

12. Perak Perak adalah suatu logam yang mudah dibentuk, berwarna putih abu-abu yang merupakan konduktor panas dan listrik yang sangat baik. Logam ini digunakan untuk membuat perhiasan, peralatan perak ,dan film fotografi.

13. Perunggu Merupakan sebuah aloi dari tembaga dan timah yang dikenal sejak jaman kuno. Aloi ini memilii sifat tahan korosi dan mudah dibentuk. Dibanyak negara perunggu dimanfaatkan untuk membuat uang logam yang bernilai rendah.

14. Platina Logam berwarna putih keperakan, yang mudah dibentuk, digunakan untuk membuat perhiasan, barang elektronik, dan sebagai katalisator.

15. Plutonium Logam radioaktif yang dihasilkan dengan cara membombardir uranium dalam reaktor nuklir dan digunakan dalam senjata nuklir.

16. Raksa Raksa merupakan logam berbentuk cairan yang berat. Logam cair ini memiliki warna putih keperakan , dan juga beracun. Digunakan dalam termometer, tapal gigi dan digunakan dalam beberapa bahan peledak.

17. Seng Suatu logam putih kebiruan yang diambil dari mineral seng blende (sfarelit). Logam ini digunakan untuk melapisi besi agar tidak berkarat (disebut galvanisasi). Logam ini juga digunakan di baterai-baterai listrik tertentu dan dalam aloi-aloi seperti kuningan.

18. Solder Suatu aloi dari timah dan timbal yang memiliki titik lebur yang rendah dan digunakan untuk menyambungkan kabel-kabel dalam barang-barang elektronik.

19. Tembaga Logam yang mudah dibentuk, berwarna kemerah-merahan yang digunakan untuk membuat kabel listrik, tangki air panas, dan aloi kuningan, perunggu, dan kupronikel.

20. Timah Suatu logam yang lunak, mudah dibentuk, berwarna putih keperakan. Logam ini digunakan untuk menyepuh baja, guna menghentikan korosi dan dalam aloi perunggu, pewter (logam campuran timah dan timbal), dan solder.

21. Timbal Logam berat berwarna biru keputih-putihan ,mudah dibentuk dan beracaun, diambil dari mineral galena dan digunakan dalam baterai, atap, dan perisai radiasi dari sinar X.

22. Titanium Suatu logam yang kuat, berwarna putih, dan mudah dibentuk. Logam ini sangat tahan terhadap korosi dan digunakan untuk aloi-aloi dalam pesawat luar angkasa, pesawat terbang, dan kerangka sepeda.

23. Uranium Suatu logam putih keperakan, radioaktif yang digunakan sebagai sumber tenaga nuklir dan juga senjata nuklir.

24. Vanadium Suatu logam yang keras, putih beracun, yang digunakan untuk meningkatkan kekerasan aloi-aloi baja. Sebuah senyawa vanadium digunakan sebagai katalisator untuk pembuatan asam sulfat.

25. Wolfram Suatu logam yang keras, berwarna abu-abu keputihan. Logam ini digunakan dalam filamen lampu, dalam barang-barang elektronik, dan dalam aloi-aloi baja untuk membuat alat-alat pemotong bertepi tajam.

2.4 PROSES PEMBUATAN BESI


2.4.1 Pembuatan Besi Kasar Bahan utama besi dan paduannya adalah besi kasar,yang dihasilkan dalam tanur tinggi,. Bijih besi yang dicampur dengan kokas atau batu gampang (batu kapur) dilebur dalam tanur ini. Komposisi kimia besi yang dihasilkan tergantung pada jenis bijih yang digunakan. Jenis bijih besi lazim digunakan adalah hematite, magnetit, siderite, dan himosit. Hematite (Fe2O3) adalah bijih besi yang paling banyak dimanfaatkan karena kadar besinya tinggi, sedangkan kadar kotorannya relatif rendah. Meskipun pirit (FeS2) banyak ditemukan, jenis bijih ini tidak digunakan dikarenakan kadar sulfur (belerangnya) tinggi sehingga diperlukan tahap pemurnian tambahan. Tanur Tinggi Besi kasar diasilkan dalam tanur tinggi. Diameter tanur tinggi sekitar 8 m dan tingginya mencapai 60 m. Kapasitas per hari dari tanur tinggi berkisar antara 700-1600 Mg besi kasar. Bahan baku yang terdiri dari campuran bijih, kokas, dan batu kapur, dinaikkan kepuncak tanur dengan pemuat otomatis, kemudaian dimasukkan dalam hopper. Untuk menghasilkan 1000 Mg besi kasar diperlukan sekitar 2000 Mg bijih besi, 800 Mg kokas, 500 Mg batu kapur dan 4000 Mg udara panas. Bahan baku tersebut disusun secara berlapislapis. Udara paas dihembuskan melalui tuyer sehingga memungkinkan kokas terbakar secara efektif dan untuk mendorong terbentuknya karbon monoksida

(CO) yang bereaksi dengan bijih besi dan kemudian menghasilkan besi dan gas karbon dioksida (CO2). Dengan digunakannya udara panas dapat dihemat penggunaan kokas sebesar 30% lebih. Udara dipanaskan dalam pemanas mula yang berbentuk menara silindris sampai sekitar 500oC kalor yang diperlukan berasal dari reaksi pembakaran gas karbon monoksida yang keluar dari tanur. Udara panas tersebut memasuki tanur melalui tuyer yang terletak tepat diatas pusat pengumpulan besi cair. Batu kapur digunakan sebagai fluks yang mengikat kotoran-kotoran yang terdapat dalam bijih-bijih dan membentuk terak cair. Terak cair ini yang lebih ringan dari besi cair yang terapung diatasnya dan secara berkala disadap. Besi cair yang telah bebas dari kotoran-kotoran dialirkan kedalam cetakan setiap 5 atau 6 jam. Disamping setiap 6 Mg besi dihasilkan pula 0,5 Mg terak dan 6 Mg gas panas. Terak dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan (campuran beton) atau sebagai bahan isolasi panas. Gas panas dibersihkan dan digunakan untuk pemanas mula udara, untuk membangkitkan energi atau sebagai media pembakar dapur-dapur lainnya. Komposisi besi kasar dapat dikendalikan melalui pengaturan kondisi operasi dan pemilihan susunan campuran bahan baku.

Reduksi Langsung Pada proses reduksi langsung bijih besi bereaksi dengan gas atau bahan padat reduksi membentuk besi spons. Proses ini diterapkan di PT Krakatau Steel, Cilegon. Disini bijih besi pellet direaksikan dengan gas alam dalam dua unit pembuat besi spons, yang masing-masing berkapasitas 1.000.000 ton per tahun. Besi spons yang dihasilkan mempunyai komposisi kimia sebagai berikut : Fe C SiO2 = 88-91 = 1,5-2,5 = 1,25-3,34

Al2O3 = 0,61-1,63 CaO = 0,2-2,1

MgO = 0,31-1,62 P Cu = 0,014-0,027 = 0,001-0,004

Kotoran (oksida-oksida lainnya) = 0,1-0,5 (dalam %) Besi spons yang berbentuk butiran kemudian diolah lebih lanjut dalam dapur listrik. Disini besi spons bersama-sama besi tua (scrap) 2.4.2 Pengolahan Besi Kasar

2.5 REAKSI 2.6 APLIKASI

BAB III PENUTUP


2.7 KESIMPULAN 2.8 SARAN

DAFTAR PUSTAKA http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_teknologi_baja/bab2_baja_dan_sifat_sifatn ya.pdf https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&uact=8&ved=0CF 4QFjAG&url=http%3A%2F%2Fmagenta45ipb.files.wordpress.com%2F2010%2F01%2Fbaja-paduankelompok3.doc&ei=j9sdU-H4GqmM1AG11YCgBw&usg=AFQjCNFzAahQEV_74LZIiRAbr4AuNpVeg&sig2=4T1PxEH9x2N3fIpO37du6A&bvm=bv.62578216,d.dmQ http://steelindonesia.com/article/01-komposisi_kimia_baja.htm http://softilmu.blogspot.com/2013/04/jenis-dan-kegunaan-logam.html