P. 1
laporan kasus Dengue Shock Syndrome

laporan kasus Dengue Shock Syndrome

|Views: 91|Likes:
Published by Resty Evasari
dss
dss

More info:

Published by: Resty Evasari on Apr 14, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2014

pdf

text

original

DENGUE SHOCK SYNDROME

Oleh dr. Meiresty Evasari

PENDAHULUAN Kasus ini merupakan kasus asli Alasan mengapa kasus ini diajukan  Merupakan kasus emergency terutama pada anak yang memerlukan penanganan cepat dan tepat  Keterlambatan dalam penegakan diagnosis dan penanganan dapat menimbulkan kematian

Yang menarik dari kasus ini: Kasus ini merupakan komplikasi berat dari penyakit yang sering terjadi sehari-hari dan sering terlambat dalam diagnosis karena gejala yang muncul dianggap sebagai perbaikan dari penyakit tersebut. .

  Masalah pada kasus ini Merupakan salah satu kasus emergency yang memerlukan ketajaman dalam menegakkan diagnosis dan kecepatan dalam penanganan Tujuan presentasi Mampu menegakkan diagnosis dan mengetahui langkah penanganan yang tepat pada pasien dengue shock syndrome .

Jakarta: Media Aesculapius FK UI. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. dkk. 1999 . TH. Dalam : Nelson Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Vol. Dalam : Penyakit Infeksi Tropik Pada Anak Edisi 2. Tatalaksana Demam Dengue / Demam Berdarah Dengue.hal 128-47. Jakarta: Penerbitan Buku Kedokteran EGC.hal 99-108. Demam Berdarah Dengue. Suprohaita. 2008. Dalam : Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I. Hadinegoro S.DAFTAR PUSTAKA      Behrman. 2004. 2000. Mansjoer A. 2. Demam Berdarah Dengue dan Sindrom Syok Dengue. Demam Berdarah Dengue. 2000. Wardhani WI. dkk. Arvin. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. Dalam : Kapita Selekta Kedokteran. Demam Berdarah Dengue. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Rampengan. Kliegman.hal 419-27.

Kes  Tempat Presentasi: Ruang Komite Medik RSUD Lubuk Basung  Objektif Presentasi : Keilmuan. Meiresty Evasari  Nama Wahana : RSUD Lubuk Basung  Topik : Kasus Emergency  Tanggal (Kasus) : 1 Oktober 2013  Nama Pasien :A No. Diagnostik. RM : 134844  Tanggal Presentasi : 11 Oktober 2013  Nama Pendamping : dr.Portofolio Nama Peserta : dr. M. Anak  Tujuan : Menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan Dengue Shock Syndrome  Bahan Bahasan : Kasus  Cara Membahas : Presentasi dan diskusi  . Jun Almandri Y.

tidak menggigil. dengan : Gambaran Klinis :  Demam sejak 5 hari SMRS. .KASUS  Seorang perempuan. datang ke IGD RSUD Lubuk Basung pada tanggal 1 Oktober 2013. dan BAB warna kehitaman disangkal. demam tinggi. pasien tampak lemah dan terlihat mengantuk  Muntah tidak ada  Nyeri di ulu hati tidak ada  Gusi berdarah. mimisan. tidak berkeringat. naik turun. dan tidak disertai kejang  Sejak 1 hari SMRS. 3 tahun. keadaan umum pasien terlihat menurun.

Karena demam masih turun naik dan kondisi pasien terlihat semakin lemah.  Buang air kecil terakhir 6 jam yang lalu. jumlah sedikit dan warna pekat.  Buang air besar jumlah dan warnanya biasa. Sesak nafas tidak ada  Nafsu makan menurun sejak sakit dan pasien sulit disuruh minum dalam jumlah banyak. Demam turun hanya setelah minum obat. pasien di rujuk ke RSUD Lubuk Basung .  Pasien sudah berobat ke puskesmas Bawan dan diberi obat paracetamol sirup.

 . Riwayat Kesehatan / Penyakit : tidak pernah menderita sakit seperti ini sebelumnya Riwayat Keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini.

cepat dan halus Frekuensi nafas: 40x /menit Suhu : 36. pucat (-).PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : tampak lemah Kesadaran : apatis Nadi : frekuensi 130 x/menit. ikterik (-)  .3° C Berat badan : 11 kg Sianosis (-).

tidak sianosis. petekie (+) di lengan dan tungkai  Kepala : dalam batas normal. rambut hitam tidak mudah dicabut  Mata : Konjungtiva tidak anemis. sklera tidak ikterik.PEMERIKSAAN FISIK  Kulit : Teraba dingin. tidak pucat. refleks cahaya +/+ normal  THT : tidak ditemukan kelainan  Leher : tidak ada pembesaran KGB . pupil isokor. ɸ 3 mm / 3 mm. tidak ikterik.

wheezing (-)  . bising (-)  Paru I : simetris kiri = kanan Pa: fremitus kiri = kanan  Pk: sonor  A: vesikuler normal. ronki(-). Thoraks : Jantung I : iktus tak terlihat Pa: iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V  Pk: batas jantung normal  A: irama murni. teratur.

nyeri lepas (-). nyeri tekan (-). refilling kapiler lambat . defans muscular (-). hepar dan lien tidak teraba.Abdomen : I : tidak tampak membuncit  Pa : distensi (-). turgor kulit kembali agak lambat  Pe : timpani  Au : BU (+) normal  Ekstremitas (RCT > 2 detik) : akral dingin.

00) :  Hb : 14.6 gr/dl  Leukosit : 14.Pemeriksaan Penunjang Laboratorium Saat masuk (tanggal 1/10/2013 pukul 10.090/mm3  Trombosit : 245.000/mm3  Ht : 42% .

leukosit. trombosit) per 6 jam .PENATALAKSANAAN  IVFD RL 220 cc guyur secepatnya  Bila tekanan darah dan nadi membaik. ulangi guyur RL 220 cc  Paracetamol sirup 3 x cth I (bila demam)  Awasi keadaan umum dan vital sign  Cek laboratorium ( Hb. tetesan dilanjutkan 110 tetes/menit mikro selama 4 jam. Ht. Setelah itu lanjutkan 80 tetes/menit mikro  Bila tekanan darah dan nadi tidak membaik.

Follow Up 1 Oktober 2013 pukul 10.30 WIB  Tekanan darah : 90/60 mmHg  Nadi : frekuensi 122 kali/menit. Setelah itu dilanjutkan 80 tetes/menit mikro  Awasi keadaan umum daan vital sign  Anjurkan banyak minum  Cek Hb. Ht. trombosit / 6 jam . pengisian adekuat  Ekstremitas : RCT baik (< 2 detik) Kesan : syok teratasi Sikap :  IVFD RL 110 cc/jam = 110 tetes/menit mikro selama 4 jam.

900/mm3  Trombosit : 30.Hasil Laboratorium pukul 24.000/mm3  Ht : 30% .9 gr/dl  Leukosit : 14.00 WIB  Hb : 9.

00 WIB S/  Sesak nafas (+)  Demam (+) hari ke 6  mual dan muntah tidak ada  mimisan (-). gusi berdarah (-)  Pasien mulai banyak minum  BAK (+)  BAB warna hitam (-) .2 Oktober 2013 pukul 08.

refilling kapiler baik O/  .Kulit : sianosis (-)  Mata : konjungtiva anemis ( KU : tampak sakit ).  Kesadaran : bising (-) sadar  Paru : simetris kiri dan kanan saat statis dan  Tekanan darah: dinamis. 90/60 mmHg vesikuler . BU(+) normal 64 x/menit  Suhu : 37. adekuat  Abdomen : distensi tidak  Frekuensi nafas : ada.  Frekuensi nadi : 108 wheezing -/x/menit. retraksi (-). hepar dan lien tidak teraba. sklera ikterik (-) sedang  Jantung : irama teratur.2 ˚C  Ekstremitas : akral hangat. ronkhi -/-.

00 WIB  Hb : 10.5 gr/dl  Leukosit : 16.Hasil Laboratorium pukul 06.800/mm3  Trombosit : 16.000/mm3  Ht : 29% .

Sikap :  O2 1 liter/menit  Turunkan tetesan infus  IVFD RL 50 tetes/menit mikro  Cek Hb. Ht. trombosit / 6 jam  Anjurkan banyak minum  Paracetamol syr 3 x cth 1  Awasi keadaan umum dan vital sign  Diet ML .

9 gr/dl  Leukosit : 18.000/mm3  Ht : 31% .00 WIB  Hb : 10.Hasil Laboratorium pukul 12.600/mm3  Trombosit : 41.

3 Oktober 2013 pukul 08. BAB biasa  Keluarga pasien menolak dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium .00 WIB S/  Demam (-)  Sesak nafas berkurang  mual dan muntah tidak ada  pasien banyak minum  BAK (+).

ronkhi 90/60 mmHg -/-.Kulit : sianosis (-)  Mata : konjungtiva anemis ( KU : tampak sakit ). BU(+) normal 40 x/menit  Ekstremitas : akral hangat. wheezing -/ Frekuensi nadi : 100  Abdomen : distensi tidak x/menit. adekuat ada. sklera ikterik (-) sedang  Jantung : irama teratur. hepar dan lien tidak  Frekuensi nafas : teraba. vesikuler . refilling kapiler baik  Suhu : 37 ˚C O/   Kesan : Perbaikan .  Kesadaran : bising (-) sadar  Paru : simetris kiri dan kanan saat statis dan dinamis.  Tekanan darah: retraksi (-).

trombosit / 6 jam  Anjurkan banyak minum  Paracetamol syr 3 x cth 1 (bila demam)  Awasi keadaan umum dan vital sign .Sikap :  Turunkan tetesan infus  IVFD RL 30 tetes/menit mikro  Cek Hb. Ht.

BAB biasa .4 Oktober 2013 pukul 08.00 WIB S/  Demam (-)  Sesak nafas (-)  mual dan muntah tidak ada  pasien banyak minum  BAK (+).

sklera ikterik (-)  Jantung : irama teratur. bising (-)  Paru : simetris kiri dan kanan saat statis dan dinamis. wheezing -/ Abdomen : distensi tidak ada. vesikuler . BU(+) normal  Ekstremitas : akral hangat. adekuat  Frekuensi nafas : 28 x/menit  Suhu : 36. refilling kapiler baik   Kesan : Perbaikan .6 ˚C Kulit : sianosis (-)  Mata : konjungtiva anemis (). ronkhi -/-. hepar dan lien tidak teraba.O/  KU : tampak sakit sedang  Kesadaran : sadar  Tekanan darah: 90/60 mmHg  Frekuensi nadi : 96 x/menit. retraksi (-).

Sikap :  Pasien boleh pulang .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->