You are on page 1of 6

Ketidaksempurnaan dalam Kristal (CRYSTAL DEFFECT

)
Cacat pada material selalu ada, secara khusus cacat pada kristal. Padatan selalu mengandung diskontinuitas struktural dan daerah tertentu yang tidak teratur. Heterogenitas ini terdapat pada skala mikroskopik dan makroskopik, dengan cacat atau

ketidaksempurnaan, mulai dari atom yang hilang atau salah tempat, hingga cacat yang kasat mata. Kebanyakan material yang digunakan untuk komponen rekayasa dan struktur terbuat dari sejumlah besar butir atau kristal. Oleh karena itu wajar apabila permukaan batas butir dari agregat polikristalin seperti itu dianggap sebagai ketidaksempurnaan. Cacat lain yang relatif besar seperti pori penyusutan, gelembung gas, inklusi material asing, dan retak ditemukan tersebar didalam butir suatu material logam atau keramik.Cacat ini biasanya dipegaruhi oleh pemrosesan material dan bukan merupakan sifat dasar material.. Kecacatan ini biasanya diakibatkan adanya : 1. Efek vibrasi yang ada pada atom, sehingga atom mudah berpindah 2. Inklusi atau adanya atom asing 3. Gaya-gaya dari luar yang memungkinkan atom-atom berpindah tempat, contoh: beban termal, dan beban mekanik akibat adanya ketidaksempurnaan susunan atom , maka kekuatan menjadi turun. Adapun jenis-jenis ketidaksempurnaan atau jenis-jenis cacat adalah

a. Cacat Titik (Point Defect) Cacat titik atau point defect terdiri dari kekosongan, penggantian atom (substitusi), dan penyisipan atom (interstisi). Substitusi atau interstisi ditentukan oleh ukuran atau diameter atom asingnya. Intertisi jika atom yang nyisip lebih kecil dengan perbedaan diameter atom lebih besar dari 15%. Sedangkan substitusi jika diameter atom hampir sama atau perbedaan diameter atom lebih kecil. a.1. Kekosongan Cacat titik yang paling sederhana adalah kekosongan (vacancy) disini ada atom yang hilang dalam kristal. Cacat titik ini merupakan hasil dari penumpukan yang salah sewaktu kristalisasi atau juga dapat terjadi pada suhu yang tinggi oleh karena energi thermal meningkat. Bila energi thermal tinggi, ada kemungkinan bagi atom-atom untuk melompat meninggalkan tempatnya (dimana energi terendah akan ikut naik pula). Maka

yakni cacat yang diakibatkan satu atom diganti oleh atom lain yang diameternya hampir sama atau lebih besar.5. Yaitu adanya atom “asing” yang menggantikan tempat yang seharusnya diisi oleh atom. Kekosongan memudahkan atom untruk berpindah tempat. Impuritas adalah atom asing yang hadir pada material. . Proses pemindahan atom dari suatu tempat ke tempat lain disebut DIFUSI a. Dan bila terdapat kekosongan ada 2 (dua) maka dapat disebut sebagai kekosongan ganda. Impuritas bisa menyebabkan cacat titik pada kristal. nyisip di rongga. Penggantian (Substitusi) Cacat titik Substitusi. yaitu cacat yang diakibatkan satu atom hilang dan tempatnya kosong tidak terisi. Logam murni yang hanya terdiri dari satu jenis atom adalah tidak mungkin.akan terdapat kekosongan tunggal saat kristalisasi. Sedangkan bila kekosongan berpasangan dengan sisipan di dalam kristal membentuk cacat Frenkel.2. Penyisipan (Interstisi) Cacat titik interstisi. Cacat Schottky adalah berupa kekosongan pada suatu titik kisi bersama-sama dengan cacat sisipan di permukaan. a. a. Cacat Schottky dan Frenkel Cacat ini banyak dijumpai pada kristal ionik. Cacat titik kekosongan.3. Impurity (ketidakmurnian).4. a. Ada paduan dimana atom impuritas sengaja ditambahkan untuk mendapatkan karakteristik tertentu pada material seperti untuk meningkatkan kekuatan mekanik atau ketahanan korosi. yakni cacat yang diakibatkan satu atom asing yang lebih kecil.

b. Pola tersebut terjadi saat pengerjaan logam mengalami pendinginan.b. Nilainya ditentukan oleh struktur kristal karena sewaktu terjadi slip perlu dipertahankan struktur kisi identik baik sebelum maupun sesudah dislokasi terjadi. Dibawah pengaruh tegangan (dimana tegangan > σy material tersebut). b. Yang menghambat suatu dislokasi biasanya dislokasi lain atau bisa juga penyebab yang lain (misalnya :pelarut) . yakni dislokasi garis (edge dislocation). Vektor burger menentukan pergeseran atomik ketika dislokasi bergerak melalui bidang slip. disebut STRAIN HARDENING (jka beban >σy). dan dislokasi ulir (screw dislocation). bidang geser akan menyebabkan terkuncinya terletak pada dislokasi (CESSILE DISLOCATION). dislokasi. jika kedua dislokasi ketahanan terhadap DEFORMASI PLASTIS mengalami deformasi. Maka tinggi logam makin keras.maka akan terjadi DEFORMASI. sehingga kedua dislokasi akan bertemu.1 Dislokasi Garis Dislokasi sisi terjadi jika garis dislokasinya tegak lurus dengan vector BURGER yaitu arah pergerakan slip. • bergerak terus jika tegangan lebih maka vector bergeser tidak • • • Dislokasi akan besar dari σy. . Mudah tidaknya dislokasi digerakkan erat kaitannya dengan kekuatan logam atau Gerakan yang mencapai permukaan logam menandakan logam tersebut telah Agar logam kuat maka dislokasinya dibuat tidak/sukar bergerak. Dislokasi terbagi dua.2. Dislokasi Ulir Dislokasi Ulir terjadi jika : • • Garis dislokasinya sejajar dengan vector BURGER. bertemu maka dislokasinya akan sempurna (dislokasi makin banyak). Cacat Garis (Line Defect) Cacat garis disebut juga dislokasi atau dislocation. Jika dislokasinya diteruskan sampai permukaan. maka dislokasi dapat bergerak (hanya yang terletak pada bidang geser). Gerak dislokasi garis atau sisi dibatasi pada stu bidang saja. Perbedaan penting antara gerak dislokasi ulir dan gerak dislokasi garis terjdi karena dislokasi ulir memiliki simetri silindris terhadap sumbunya dan vektor burger sejajar dengan sumbu ini.

Tiap butir berkembang terus mengikuti orientasinya sampai bertemu atau berpotongan dengan orientasi butir lain. Tiap butir berkembang terus mengikuti orientasi butir masing-masing. d. sebagaimana terlihat pada gambar a. sejalan dengan berkurangnya temperatur.1. sebagaimana terlihat pada gambar c. sebagaimana terlihat pada gambar b. dan rongga.Garis Kembar Garis kembar (Twin) adalah dua garis sejajar yang terjadi akibat slip. Garis kembar terjadi karena butir-butir saling berdesakan dislokasi.c. Batas Butir ( Grain Boundary) Batas butir merupakan garis batas yang terjadi dari pertemuaan orientasi butir yang berbeda. Cacat yang menempati volume dalam kristal berbentuk void.2. Cacat Volume Cacat ruang adalah cacat apabila satu ruangan atom hilang. dimana satu bidang atom mengalami cacat. iradiasi . gelembung gas. Cacat ini bisa dikenali juga sebagai porositas. Berikut gambar batas butir yang diamati dengan mikroskop. Awalnya ketika terjadi pembekuan. atau deformasi dan sebagian . yakni material yang memiliki sel satuan FCC. Cacat bidang terbagi jadi dua. Pada logam besi cor. pembekuan dimulai dari dari satu titik pengintian dengan orientasi butir yang berbeda dari tiap titik pengintian padat. dan ini terjadi pada material yang memiliki banyak bidang slip atau bidang geser. Garis tertemuan atau perpotongan tiap butir disebut batas butir. Cacat ini dapat terjadi akibat perlakuan panas. yakni: batas butir (Grain boundary). Cacat Bidang Cacat bidang adalah cacat pada atom. porositas ini bisa terjadi akibat udara yang terjebak saat pengecoran. c. sebagaimana terlihat pada gambar d. c. dan garis kembar (Twin).

kerana hanya diperlukan beberapa atom gas untuk nukleasi void dan setelah itu void tumbuh dengan adsorpsi kekosongan. . Pada alumunium dan magnesium pembentukan void dipicu oleh kuens dari lingkungan lembab. dan kerapatan void bertambah apabila terdapat gas dalam lartan padat ( misal hidrogen dalam tembaga dan hidrogen atau oksigen dalam perak). Void bukanlah gelembung gas konvensional. maka kekuatan menjadi turun dan lain sebagainya. diantaranya yaitu : • Impuritas bisa menyebabkan cacat titik pada kristal. Pada void. pembentukan void dipicu oleh laju kuens rendah dan temperatur penuaan tinggi. Akibat dari adanya cacat pada suatu material. • akibat adanya ketidaksempurnaan susunan atom. Ada paduan dimana atom impuritas sengaja ditambahkan untuk mendapatkan karakteristik tertentu pada material seperti untuk meningkatkan kekuatan mekanik atau ketahanan korosi. yang mungkin disebabkan oleh reaksi oksida yang menghasilkan hidrogen.besar energinya berasal dari energi permukaan (1-3 J/m2).