You are on page 1of 6

JURNAL

KIMIA FISIK II
Sel Elektrolisis: Pengaruh Suhu terhadap ∆G, ∆H, dan ∆S 5 April 2014

Disusun Oleh: Nama : Dini Wulandari NIM : 1112016200004

Kelompok 4 1. Aisah 2. Ahmad Yandi

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1434 H/2014 M

ABSTRACT AND KEYWORDS Elektrokimia menghubungkan reaksi kimia oksidasi-reduksi dengan muatan aliran fisika. Hal tersebut dapat membuka kesempatan peggunaan energy bebas yang tersedia dalam reaksi kimia untuk menghasilkan reaksi yang tidak mungkin dengan jalan lain. Prinsip-prinsip termodinamika yang ada pada elektrokimia bertujuan untuk membantu mengarahkan suatu penelitian dibidang teknologi elektrokimia yang baru. Kespontanan suatu reaksi kimia dapat terjadi jika ada energi yamg bekerja dalam sistem. Berdasarkan hasil perhitungan, pada suhu
15℃, ∆ = 19291618.28, ∆ = 5.7262, ∆ = 66984.7657 , 4818868.26 , ∆ = 5.5267, ∆ = 15903.8374.

sedangkan pada suhu 30℃, ∆ =

Kata kunci: elektrokimia, ∆, ∆ , ∆, energi bebas Gibbs.

INTRODUCTION Sel elektrolisis merupakan sebuah sel pada potensial luar yang berlawanan menyebabkan suatu reaksi dapat berlangsung dalam arah berlawanan secara tidak spontan (Oxtoby, dkk,1999: 379) . Dalam sel elektrolisis terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia. Hubungan kuantitatif antara jumlah muatan listrik yang digunakan dan jumlah zat yang terlibat dalam reaksi telah dirumuskan oleh Faraday. Hal ini dapat terjadi karena melibatkan reaksi reduksi-oksidasi yang mengandalkan peran partikel bermuatan sebagai penghantar muatan listrik (Isana: 2007) Dalam hal ini ada dua hal tentang proses nonspontan. Pertama, proses nonspontan dibutuhkan kerja; dan yang lainnya, bahwa untuk prose semacam ini, ∆ > 0. Sebaliknya untuk proses yang spontan , ∆ < 0. Hal yang perlu diketahui, proses spontan dapat melakukan kerja dan −∆ merupakan jumlah kerja maksimum yang dapat dilaksanakan (Pertucci, Ralph, 1985: 17). Clausius menyatakan hukum kedua termodinamika sebagai berikut, “Tidak mungkin memindahkan kalor dari benda yang bersuhu dingin ke benda yang bersuhu lebih panas tanpa melakukan suatu kerja terhadapnya”. Setiap proses yang berlangsung dalam sistem tersekat ∆ ≥ 0. Hukum ini tidak berlaku bagi reaksi kimia, jika reaksi kimia dilangsungkan dalam system tidak tersekat. Pada umumnya reaksi kimia berlangsung pada suhu dan volum atau tekanan tetap. Olehkarena itu, perlu dicari fungsi lain untuk menentukan berlangsungnya tidaknya suatu reaksi (Ijang dan Sri, :107)

Termodinamika menunjukkan sebuah hubungan penting antara perubahan energi bebas dari suatu reaksi kimia spontan pada suhu dan tekanan konstan, serta kerja listrik maksimum. Keadaan standar dari suatu zat berarti tekanan 1 atm dan suhu tertentu. Sementara itu, keadaan standar dari suatu zat terlarut adalah pada saat konsentrasina dalam larutan ideal adalah 1M2 (Oxtoby, dkk, 1999: 382-383) MATERIAL AND METHODE Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini ialah power supply, gelas kimia 100mL, thermometer, statif dan klem, kaki tiga dan kawat kasa, pembakar spiritus, multimeter, kabel, stopwatch, neraca ohaus, kkorek api, amplas, larutan CuSO4 1M, elektroda C dan Cu, es batu. Cara kerja dalam percobaan ini yaitu: 1. Bersihkan masing-masing elektroda dengan mengamplas dan mencelupkannya atau membilasanya dengan akuades, kemudian keringkan dan timbang 2. Masukkan larutan CuSO4 1M sebanyak 50mL ke dalam gelas kimia 100mL 3. Angkai alat percobaan seperti pada gambar dan atur power supply pada tegangan 3 Volt 4. Pasang elektroda C pada anoda dan Cu pada katoda lalu masukkan ke dalam larutan CuSO4 1M 5. Panaskan larutan CuSO4 1M sampai suhu 15℃ serta melakukan elektrolisis selama 2 menit dan menjaga suhu tetap konstan, amati perubahannya 6. Catat kuat arus dan tegangan listrik pada suhu tersebut 7. Matikan power supply, cuci elektroda tersebut dengan air, timbang , catat. 8. Lakukan langkah diatas dengan suhu larutan CuSO4 30℃

Gambar 1.1 Elektrolisis pada Suhu 30℃

Gambar 1.2 Elektrolisis pada Suhu 15℃

RESULT AND DISCUSSION Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Kuat Arus (I) 0.13 0.14 Massa Cu di Katoda Tegangan (V) 3 3 Waktu (t) 120 (s) 120 (s) Sebelum Elektrolisis 1.68 (g) 1.5 (g) Setelah Elektrolisis 1.75(g) 1.7(g) 0.013% 0.038% Efisiensi Arus ()

No

Suhu (T ) 15℃ 30℃

1 2

Katoda: Anoda:

2Cu2+(aq) + 2H2O(l) 2Cu2+(aq) +

4e-

→ → → 4H+(aq) Cu2(s) + +

Cu2(s) O2(g) 4H+(aq) + + 4eO2(g)

E° = +0.337 V E° =-(+0.17V) E°sel =+0.167 V

2H2O(aq)

Perhitungan: Wlistrik = −∆° ∆° = Wlistrik ∆H = − − = − ((2 − 1 )2 − (2 − 1 )2 ) ° = ° ∆ = ∆° + ∆ = ∆ + ∆ ∆ − ∆ ∆ =

=

= ℃ Wlistrik = −. . 167 = −2.6052 ∆° = −2.6052 = . . 167

= ℃ Wlistrik= −0.141200.167 = −2.8056 ∆° = −2.8056 = 8.314303 0.167 296485

= . 21 ∆ = −2.6052 + . . 21 = 5.7262
∆ = −((. 167 − ) − − ) = 91618.26

= 1.0022 ∆ = −2.8056 + 8.3141.0022 = 5.5267
∆303 = −296485((0.167 − 0)2 − 303 − 298)2 = 4818868.26

∆ =

91618.26 − 5.7262 = 984.7657

∆ =

4818868.26 − 5.5267 = 15903.8374 303

Berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan, ketika elektrolisis berlangsung, pada elektroda karbon (anoda) terjadi proses oksidasi air (H2O) menghasilkan gas oksigen (O2) sedangkan pada katoda diharapkan hanya terjadi reduksi kation Cu2+ menghasilkan lapisan padat Cu. Reaksi tersebut dapat berlangsung, jika nilai energi bebas Gibbs negatif. Oleh sebab itu diperlukan potensial luar untuk menghasilkan E°sel positif. Pengaruh dari potensial Ohmik akan menaikkan potensial yang dibutuhkan karenanya dilakukan penentuan potensial dekomposisi dengan variasi elektrode sel elektrolisis pada pengendapan Cu. Dalam sebuah sel elektrolisis, jumlah perubahan kimia yang terjadi sebanding dengan jumlah listrik yang mengalir. Namun demikian sering kali dari sekian banyak perubahan kimia yang terjadi hanya satu yang diperlukan, yaitu jumlah endapan logam pada permukaan katoda sehingga arus yang digunakan untuk perubahan kimia yang lain, misalnya pembentukan gas, dianggap sebagai pemborosan (pengurangan efisiensi). Dekomposisi air menjadi hidrogen dan oksigen pada tekanan dan temperatur standar secara termodinamik tidak berlangsung spontan, hal ini ditunjukkan oleh harga potensial reaksi standard yang berharga negatif dan energi bebas Gibbs yang positif. Selain itu, proses tersebut “mustahil” dapat berlangsung tanpa penambahan suatu elektrolit dalam larutan dan sejumlah energi listrik. Sebagaimana yang telah kita ketahui, elektrolisis air murni berlangsung sangat lambat. Sehingga, untuk mempercepat terjadinya reaksi pada percobaan ini, larutan yang digunakan ialah CuSO4 1M. Dalam hal ini, elektrolit akan terurai menjadi kation dan anion. Anion akan bergerak ke arah anoda dan menetralkan muatan positif H+ sedangkan kation akan bergerak ke arah katoda dan menetralkan muatan negatif -OH. Hal ini menyebabkan arus listrik dapat mengalir lebih lanjut. Selain itu, elektrolisis pada larutan dengan temperatur tinggi 30℃ dan temperatur rendah
15℃. Elektrolisis pada larutan dengan temperatur tinggi ternyata lebih efisien dibandingkan

elektrolisis tradisional pada temperatur kamar sebab sebagian energi disediakan dalam bentuk panas, yang lebih mudah dibandingkan energi listrik, dan reaksi elektrolisis menjadi lebih efisien pada temperatur yang lebih tinggi dengan efisiensi sekitar 0.038% dan pada temperature rendah memiliki efisiensi sekitar 0.013%

CONCLUSSION 1. Berdasarkan sel elektrosis dengan suhu ang berbeda, termodinamik tidak berlangsung spontan, hal ini ditunjukkan oleh harga potensial reaksi standar yang berharga negatif dan energi bebas Gibbs yang positif 2. Elektrolisis dengan temperatur yang tinggi lebih tinggi efisiensi arusnya dari pada temperatur yang rendah.

REFERENCE LIST Haris, Abdul., Suberta, Melani., dan Widodo, Didik Setiyo. …. Jurnal: Pengaruh BAhan Elktrode pada pengambilan Cu dan Cd secara Elektrokimia (The Effect of Electrod materials on Cu and Cd Uptake by Electrochemicalm Method). Universitas Diponegoro Oxtoby., Gillis., Nachtrieb. 1999. Prinsip-prinsip Kimia Modern Edisi Keempat Jilid 1(Penerjemah: Suminar). Jakarta: Erlangga Ralph H, Petrucci. 1985. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Keempat Jilid 3 (Penerjemah: Suminar Achmadi, Ph.D). Jakarta: Erlangga Rohman, Ijang dan Mulyani, Sri. …. Kimia Fisika I Common Textbook (Edisi Revisi). Universitas Pendidikan Indonesia SYL, Isana. 2007. Jurnal: Variasi Suhu (Temperatur) dan Waktu Sel Elektrolisis berbagai Merk Minuman dengan Elektroda Karbon. Universitas Negeri Yogyakarta