You are on page 1of 7

TES ANALISA AYAKAN

12:34 Mekanika Tanah No comments

1. Tujuan Daftar dari urutan nomor ayakan berdasarkan U.S standart dan ukuran lubang dari tiap-tiap ayakan yang dipakai dalam tes analisa ayakan diberikan pada tabel 3.1. perlu diperhatikan bahwa kalau nomor dari ayakan bertambah besar, maka ukuran lubang ayakan bertambah kecil; karena nomor ayakan adalah jumlah lubang dalam 1 inchi (misalnya untuk ayakan nomor 4 berarti dalam 1 inchi terdapat 4 lubang ayakan, atau dalam 1 inchi kuadrat terdapat 16 lubang ayakan).

AYAKAN TANAH 2. Alat-alat yang diperlukan: 1. Ayakan tidak berlubang (lengser) yang diletakan pada urutan paling bawah dari susunan ayakan, tutup ayakan dan sejumlah ayakan dari ayakan no 4 (paling besar) sampai ayakan no 200 (paling kecil) 2. Timbangan dengan ketelitian 0,1 gram 3. Mangkok keramik yang tebal

4. Penumbuk yang mempunyai ujung dari karet. 5. Oven 6. Mesin pengguncang ayakan. 3. Urutan pelaksanaan test : 1. Mengeringkan contoh tanah yang akan ditest di dalam oven. Apabila tanah tersebut mempunyai ukuran butir terbesar = 4,75 mm (ayakan no 4), berat contoh tanah yang ditest harus sebanyak 500 gram; sedangkan apabila ukuran butir terbesarnya adalah lebih 2. besar dari 4,75 mm, berta contoh tanah yang ditest harus lebih dari 500 gram Tabel 3.1. Ukuran Lubang Ayakan (U.S standart) Yang Dipakai Dalam Test Analisa Ayakan. No ayakan 4 6 8 10 12 16 20 30 40 50 60 80 Diameter lubang ayakan (mm) 4,750 3,350 2,360 2,000 1,680 1,180 0,850 0,600 0,425 0,300 0,250 0,180

100 140 200

0,150 0,106 0,075

3. Memecahkan gumpalan tanah dengan menggunakan penumbuk berujung karet hingga butirbutir tanah terpisah satu sama lain. Perlu diperhatikan disini bahwa butir-butir tanah tidak boleh pecah selama penumbukan (diameter butiran tanah tidak boleh bertambah kecil). 4. Menentukan berat tanah yang akan ditest, (W1) 5. Menyusun rangkaian ayakan-ayakan yang diperlukan berdasarkan urutan nomornya. Ayakan dengan ukuran lubang besar diletakan diatas ayakan dengan ukuran lubang lebih kecil. Ayakan nomor 200 diletakan paling bawah; lengser (pan) diletakan di bawah ayakan no 200. untuk standart analisa ayakan; ayakan-ayakan yang digunakan adalah no 4, 10, 20, 40, 60, 140, dan 200, kalau ayakan dengan no lain ingin di tambahkan ayakan tersebut dapat disisipkan diantara ayakan-ayakan yang telah disusun berdasarkan no urutnya. 6. Meletakan semua contoh tanah yang telah disisipkan pada langkah no 3 didalam ayakan yang diletakan paling atas dari susunan ayakan yang telah disisipkan pada langkah no 4. 7. Menutup ayakan yang telah diisi dengan contoh tanah (pada langkah no 5). 8. Dengan menggunakan mesin pengguncang, guncang susunan ayakan berdasarkan contoh tanahnya selama 10 menit sampai dengan 15 menit. 9. Menghentikan mesin pengguncang dan ambil susunan ayakan beserta contoh tanah yang diayak dari mesin pengguncang.

10. Menentukan berat dari contoh tanah yang tertahan pada masing-masing ayakan dan pada lengser. 11. Kalau contoh tanah yang tertahan pada ayakan no 200 cukup banyak, maka tanah yang tertahan pada ayakan tersebut harus dicuci dengan air. Pencucian dari tanah tersebut bisa dilakukan dengan mengalirkan air kran kedalam ayakan no 200 tersebut. Kalau air yang melalui ayakan (air bekas ayakan) sudah cukup bening atau bersih, pencucian contoh tanah yang tertahan diatas ayakan kedalam mangkok dengan cara mengalirkan air melalui bagian bawah dari ayakan. Contoh tanah yang telah ditaruh didalam mangkok kemudian dikeringkan kedalam oven. Tentukan berat tanah yang telah dikeringkan didalam oven; perbedaan berat antar tanah yang sudah dioven dan tanah yang tertahan diatas ayakan no 200 sebelum dicuci adalah berat tanah lolos lewat ayakan no 200. ..............................................................................................................................

TEST ANALISA HIDROMETER
12:39 Mekanika Tanah No comments 1. Tujuan Test analisa hidrometer diperlukan kalau 90 % atau lebih dari contoh yang ditest lolos ayakan no 200; atau untuk manentukan harga activity tanah (apabila dari cotoh tanah yang lolos ayakan no 200 kurang dari 90 %). Pada analisa hidrometer, contoh tanah yang ditest dilarutkan dalam air; dalam keadaan dispersed butir-butir tanah akan turun mengendap dengan bebas ke dasar bejana. Kecepatan menngendap butir-butir tanah berbedabeda tergantung dari ukuran-ukuran butir tanah tersebut. Butiran tanah yang terbesar akan mengendap lebih dahulu dengan kecepatan mengandap yang lebih besar.

Gelas Silinder dan Alat ukur Hidrometer

Pada metode ini butiran tanah dianggap berbentuk spheres (buleeat), dan teori yang digunakan untuk menentukan kecepatan turun (mengendap) dari butiran-butiran tanah didalam air adalah berdasarkan pada hukum stroke yang persamaannya adalah :

dimana : v = kecepatan turun butir-butir tanah (cm/detik) γs = berat volume butir-butir tanah (gram/cm3) γw = berat volume air (gram/cm3) = viscosity / kekentalan air (garm/cm2) D = garis tengah betiran tanah

Kalau alat ukur didiamkan didalam larutan air + tanah dimana butiran-butiran tanahnya dalam keadaan dispersed (Gambar 3.3), alat ukur hydrometer akan mengukur specific garavity dari larutan tersebut sampai dengan keadaan kedalaman L; kedalaman Ldinamakan kedalaman efektif ( effective depth). Pada saat t = t mr=enit dihitung dari saat test dimulai, butir-butir tanah yang akan mengendap diluardaerah pengukuran (yaitu diluar effective depth, L) akan mempunyai garis tengah yang bisa dihitung dangan perumusan sebagai berikut :

………….………..…...(1)

…………………….(2)

………………..…..(3) 2. Peralatan yang perlukan: 1. Alat ukur hydrometer type ASTM 152-H 2. Mesin pengaduk (mixer) 3. Dua gelas silinder yang masing-masing mempunyai volume 1000 cc. 4. Termometer 5. Bak/kolam air yang mempunyai temperatur tetap. 6. Deflocculating agent (larutan kimia yang digunakan untuk memisahkan butir-butir tanah antara satu dengan lainya); biasanya digunakan calgon atau sodium hexametaphos phate. 7. Pisau spatula 8. Beaker (kincir pengaduk / pencampur) 9. Timbangan dengan ketelitian 0,1 gram 10. Botol plastic 11. Air suling 12. Gelas ukur 13. Karet penutup (mempunyai diameter sama dengan diameter gelas silinder) 3. Urutan pelaksanaan test : 1. Mengambil 50 gram tanah yang sudah dikeringkan dan ditumbuk, kemudian masukan kedalam gelas ukur. 2. Menyiapkan bahan kimia yang dapat digunakan untuk mencegah butir-butir tanah untuk berflocculasi (bahan kimia yang biasa digunakan untuk tujuan ini adalah 4 % larutan calgon atau sodium hexametaphos phate). Larutan ini dapat dibuat dengan cara mencampur 40 gram calgon dengan 1000 cc air suling. 3. Mengambil 125 cc dari larutan yang telah disiapkan pada langkah no 2. tambahkan larutan tersebut kedalam gelas ukur yang telah disiapkan pada langkah no 1. biarkan campuran tanah dan larutan tersebut kira-kira 8 s/d 12 jam. 4. Mengambil gelas silinder yang mempunyai volume 1000 cc dan mengisi dengan larutan yang telah disiapkan pada langkah no 2; kemudian menambahkan air suling sebanyak kira-kira 875 cc. mencampur atau mengaduk larutan tersebut hingga betul-betul merata. 5. Gelas silinder beserta isinya yang telah disiapkan pada langkah no 4 ditaruh didalam bak air yang mempunyai temperatur tetap. Mengukur temperatur air di bak tersebut (=T˚C). 6. Meletakkan alat hydrometer didalam silinder yang berisi larutan yang telah disiapkan pada langkah no 5, dan mencatat pembacaan dari alat hydrometer tersebut (dalam hal ini yang harus dibaca adalah batas atas dari meniscus air). Langkah no 6 ini digunakan untuk menentukan zero correction (Fz) yang harganya bisa positif atau negatif, dan untuk menentukan harga koreksi meniscus (Fm). 7. Dengan mgnggunakan pisau spatula, mencampur tanah yang telah disiapkan pada langkah no 3 sampai benarbenar merata. Memindahkan campuran tersebut kedalam gelas pengaduk (mixer-cup). Perlu diperhatikan disini bahwa selama proses pengadukan, sebagian tanah yang diaduk mungkin akan menempel pada sisi-sisi beaker

(kincir pengaduk); dengan menggunakan botol plastik yang diisi air suling, bersihkan semua tanah yang menempel pada beaker tersebut. 8. Menambahkan air suling kedalam mixer-cup (gelas pengaduk) sampai kira-kira 2/3 volume gelas. Dengan menggunakan mesin pengaduk, aduk campuran tersebut kira-kira 2 menit. 9. Memindahkan campuran tanah yang sudah dicampur (pada langkah no 8) kedalam gelas silinder yang mempunyai volume 1000 cc (tidak boleh ada tanah yang tertinggal didalam gelas pengaduk). Menambahkan air suling kedalam gelas silinder tersebut sampai volume larutan mencapai 1000 cc. 10. Menutup gelas silinder yang telah disiapkan pada langkah no 9 dengan karet penutup, dan mengocok campuran tanah + air tersebut dengan cara menbolak-balik silinder. 11. Meletakan silinder yang telah disiapkan pada langkah no 10 di dalam bak air yang mempunyai temperatur tetap, disamping silinder yang telah disiapkan pada langkah no 5. mencatat waktu testnya dengan segera (pada saat permulaan test, komulatif waktu t = 0) dan kemudian memasukan alat ukur hydrometer kedalam silinder yang berisi larutan + air secara perlahan-lahan. 12. Mencatat pembacaan alat hydrometer pada waktu t = 0,25; 0,50; 1 dan 2 menit. 13. Setelah pengambilan bacaan pada saat t = 2 menit selesai, alat ukur hydrometer diambil dan dimasukan kedalam silinder yang telah disiapkan pada langkah no 5. perlu diperhatikan bahwa pengambilan alat ukur hydrometer dari silinder yang berisi larutan air + tanah, harus dilakukan secara hati-hati supaya tidak mengacaukan larutan yang sudah mulai mengendap tersebut. 14. Pengambilan bacaan selanjutnya dilakukan pada saat t = 4, 8, 15, 30 menit, 1,2 , 4, 8, 24, dan 48 jam. Setiap pengambilan pembacaan selama test, alat ukur hydrometer harus dimasukan kedalam gelas silinder yang berisi campuran tanah + air selama kira-kira 30 detik sebelum pengambilan bacaan. Setelah pengambilan bacaan selesai, alat ukur hydrometer diambill lagi dan dalam campuran tanah + air tersebut dan dimasukan kembali kedalam gelas silinder yang disiapkan pada langkah no 5