You are on page 1of 33

SRI SUCIATI PGRI

 Segala bentuk kekerasan berbasis jender yang berakibat atau mungkin berakibat. (Deklarasi PBB tentang anti kekerasan terhadap perempuan pasal 1. menyakiti secara fisik. pemaksaan atau perampasan semena-mena kebebasan. mental atau penderitaan terhadap perempuan . 1983). termasuk ancaman dari tindakan tsb. baik yang terjadi dilingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan pribadi. . seksual.

agama. Siapa saja perempuan korban kekerasan?  Setiap perempuan tanpa memandang usia. maupun pendidikannya .

NORMA. DAN INSTITUSI SOSIAL BERI LAMPU HIJAU BAGI TERJADINYA KEKERASAN THD PEREMPUAN .   KETIDAKADILAN AKIBAT KULTUR MASYARAKAT BERAKIBAT TERJADINYA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN. DI LINGKUP DOMESTIK MAUPUN PUBLIK DI HAMPIR SEMUA KEBUDAYAAN.

Lingkup Domestik Lingkup Publik .

atau tujuan tertentu . dll. rasa tidak berdaya. hilangnya rasa percaya diri. Kekerasan seksual.   Kekerasan fisik Kekerasan psikis. hilangnya kemampuan untuk bertindak. baik untuk suami maupun untuk orang lain untuk tujuan komersial. yang berupa pemaksaan seksual dengan cara tidak wajar. yang mengakibatkan rasa ketakutan.

sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut. Penelantaran rumah tangga membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah. .

menantu. isteri.   Suami. termasuk anak angkat dan anak tiri Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan suami. isteri yang tinggal menetap dalam rumah tangga. dan besan Orang yang bekerja membantu di rumah tangga dan menetap tinggal dalam rumah tangga tersebut. dan anak. . seperti : mertua. ipar. seperti PRT.

.

4 % dari 217 juta pendd indonesia atau 24 juta perempuan terutama di pedesaan mengaku pernah mengalami kekerasan. tapi yakin banyak kasus yang tak terlaporkan .  11. terutama KDRT Menjadi fenomena gunung es: pengaduan kekerasan thd perempuan terus meningkat.

(vide pasal 15 UU PKDRT).Kewajiban masyarakat  mencegah KDRT  Memberikan perlindungan kepada korban  Memberikan pertolongan darurat  Mengajukan proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan . .

pasal 26 ayat 1 UU 23 tahun 2004 tentang PKDRT). maka yang berlaku adalah delik aduan. Maksudnya adalah korban sendiri yang melaporkan KDRT yang dialaminya kepada pihak kepolisian. ( vide. Namun untuk kejahatan kekerasan psikis dan fisik ringan serta kekerasan seksual yang terjadi di dalam relasi antar suami-isteri. .

   Budaya patriarkhis yg mendudukkan laki-laki sebagai makhluk superior dan perempuan inferior Pemahaman yg keliru terhadap ajaran agama dg anggapan laki-laki boleh menguasai perempuan Peniruan anak yang hidup dengan ortu yang gemar melakukan kekerasan .

.

.

lembaga pendidikan Sedikit yang terlaporkan .   TERJADI DI LUAR HUBUNGAN KELUARGA/ HUB PERSONAL LAIN LOKASI: DI TEMPAT KERJA. TEMPAT UMUM (bus. kendaraan umum). pasar. restoran.

Membujuk akan menaikkan posisi perempuan atau sebaliknya mengancam akan merugikan posisi perempuan bila menolak permintaan.  Tipikal: dilakukan laki-laki dalam posisi otoritas tertentu pada perempuan yang berada pada posisi di bawahnya. Banyak contoh .

    Pemecatan karena hamil Hambat promosi perempuan krn dianggap merepotkan Pemberian upah/gaji yang lebih kecil dengan volume kerja yang sama Memindah ke bagian lain setelah cuti hamil .

         Ditatap penuh nafsu Disenyumi nakal Disiuli Diajak bicara cabul Ditelepon seks Diintip dengan maksud seksual Dicolek. dicubit Diraba bagian tubuh Dipaksa memegang bagian tubuh pelaku .

     Dicuri cium/peluk Dipertontoni alat kelamin Dipertontoni foto/benda porno Diserang untuk diperkosa diperkosa .

         Diremehkan. dicemarkan nama baik Diancam. dicemooh. dicopet dll . ditodong. disindir. dirampas Dieksploitasi dalam pekerjaan Pengabaian hak/diskriminasi di tempat kerja Diperdagangkan sbg pekerja seks Dianiaya secara fisik Dipaksa serahkan barang. dibentak Ditipu Difitnah.

membuka aib keluarga Tergantung secara ekonomi Percaya tidak terulang lagi Takut dipecat.     Malu. tidak dipromosikan Mitos bahwa kekerasan terjadi karena kesalahan perempuan .

YG “MENGUNDANG” PR MENGAKU DIPERKOSA UNTUK DAPAT SANTUNAN DAN BALAS DENDAM . MUDA.    KORBAN “MEMPROVOKASI” ATAU MENGUNDANG KEKERASAN SEKSUAL ITU (pr baik2 tidak akan alami itu) PEREMPUAN DAPAT MENGHINDARI TERJADINYA KEKERASAN HANYA PEREMPUAN TTT YG AKAN DIPERKOSA:YG CANTIK. MURAHAN.

    Konferensi perempuan sedunia di Nairobi (1985) Konferensi sedunia tentang hak azasi manusia di Wina (1993) Konferensi perempuan sedunia di Beijing (1995) Tekan PBB untuk adopsi Deklarasi Penghapusan Semua bentuk kekerasan terhadap perempuan (CEDAW) Convention of The elimination of all Forms od Discrimination Against Women .

  Pengutukan thd segala bentuk diskriminasi thd perempuan dan upaya tegakkan azas persamaan hak dan kewajiban antara laki-laki & perempuan Kewajibab negara untuk buat peraturan penghapusan diskriminasi thd perempuan di bidang politik dan khdpan kemasyarakatannya .

  Konvensi ini (cedaw) telah diratifikasi oleh pemerintah indonesia melalui UU No. 7 tahun 1984 tentang pengesahan konvensi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan Kekerasan terhadap perempuan berbasis gender termasuk salah satu bentuk diskriminasi terhadap perempuan .

Sumsel. Bali. Sulteng. dan papua . Maluku. Jambi.  KAMPANYE ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN MAKSIMALKAN WOMEN CRISIS CENTER. Jateng. Sulsel. sumut. Lampung. DKI Jkt. Jabar. Kalteng. Yogya. sumbar. Bengkulu. Kalbar. NTB. Sulut. Riau. Jatim. NTT. 26 PROVINSI DI IND: Aceh. Banten. Kalsel.

     FASILITAS HOTLINE MEMB KONSELING BG PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN PASCA TRAUMA SEDIAKAN RUMAH SINGGAH PENDAMPINGAN HUKUM JIKA DIPERLUKAN RUJUKAN BANTUAN MEDIS DAN HUKUM .

   Bbrp kantor polisi membuka ruang pelayanan khusus. ditangani polisi wanita Lembaga agama seperti pesantren Pusat krisis terpadu di rumah sakit umum .