You are on page 1of 24

MODUL 2.

GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN

BAB I PENDAHULUAN

I.1 TUJUAN PERCOBAAN Praktikum berjudul “ Gerak Lurus Berubah Beraturan " ini disusun dengan tujuan untuk :  Menentukan besarnya percepatan yang terjadi dari suatu gerak lurus berubah beraturan  Menentukan besarnya kecepatan dari suatu gerak jatuh bebas I.2 PERALATAN         Rel presisi Kereta dinamika Balok bertingkat Perekam waktu Catu daya Beban Pita meteran Stopwatch

1

BAB II TEORI PENDAHULUAN

II.1 TEORI DASAR Gerak lurus berubah beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda yang mempuyai lintasan berupa garis lurus dan perubahan kecepatan setiap saatnya tetap. Dengan kata lain, besar penambahan kecepatan rata-ratanya sama besar dalam selang waktu yang sama besar pula. Adapun set persamaan yang menggambarkan gerak lurus berubah beraturan adalah sebagai berikut : V = Vo + at S = Vot + ½ at2 V2= Vo2 + 2as (1) (2) (3)

Persamaan (1) dapat ditafsirkan sebagai berikut : Percepatan a adalah perubahan kecepatan rata-rata, atau perubahan perubahan kecepatan persatuan waktu. Suku v adalah kecepatan akhir suatu benda bila mengalami perubahan kecepatan per satuan waktu a selama selang waktu t dari kecptan awal Vo. Sementara itu, perubahan posisi yang dialami benda selama pergerakan tersebut dinyatakan oleh s, yaitu selisih jarak antara posisi akhir dan posisi awal benda yang bersangkutan. Contoh gerak lurus berubah beraturan adalah gerak jatuh bebas. Percepatan yang dialami benda ini adalah sebesar percepatan gravitasi bumi g. Persamaan gerak jatuh bebas sama dengan persamaan gerak lurus berubah beraturan (3), dimana jarak s digantikan oleh tinggi h, dan percepatan a digantikan oleh percepatan gravitasi g. h = ½ gt2 (2)

II.2 TEORI TAMBAHAN I.Gerak Lurus Beruban Beraturan Suatu benda dikatakan bergerak jika kedudukannya berubah terhadap suatu acuan tertentu. Misal seseorang duduk di dalam kereta api yang bergerak meninggalkan stasiun. Jika stasiun ditetapkan sebagai acuan, maka orang itu dan kereta dikatakan bergerak terhadap stasiun karena kedudukan orang tersebut dan kereta berubah terhadap stasiun. Tetapi jika kereta ditetapkan sebagai acuan, maka orang tersebut dikatakan diam terhadap kereta. Besaran-besaran yang berhubungan dengan gerak adalah sebagai berikut: a. Jarak dan Perpindahan Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda,sedangkan perpindahan adalah perubahan posisi suatu benda dihitung dari posisi awal (acuan). 2

Kecepatan dan Kelajuan Kecepatan merupakan besaran vector sedang kelajuan merupakan besaran scalar. Kelajuan rata-rata dan Kecepatan rata-rata Kelajuan rata-rata didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh tiap satuan waktu.-3 D   -1 C 0 O 2 A 6 B Jarak OA (lintasan OA) = 2 satuan Jarak OA (lintasan OCDCOA) = OC + CD + DC + CO + OA = 1 + 2 + 2+ 1+ 2 = 8 satuan  Perpindahan B A =2–6=-4 b. 1.2) === Dengan v x2 – x1 t2 – t1 3 .1) Kecepatan rata-rata didefinisikan sebagai perbandingan antara pergeseran/perpindahan dengan selang waktu yang digunakan. x2 – x1 t2 – t1 = kelajuan rata-rata (m/s) = perpindahan posisi 1 ke 2 (m) = selang waktu (s) v = (persamaan 2. v= Dengan v s t s t = kelajuan rata-rata (m/s) = jarak = waktu (persamaan 2.

Jika kecepatan merupakan fungsi waktu. v = f(t). (persamaan 2.Grafik kecepatan rata-rata suatu partikel sebagai slope x fungsi t 2.4) setelah ditulis menjadi dx = v dt. (persamaan 2. 1 1 2 2 Jadi : (persamaan 2. Dalam bahasa matematika disebut harga limit perbandingan Δx dengan Δt apabi la Δt mendekati nol. Kecepatan sesaat Kelajuan sesaat didefinisikan sebagai limit kelajuan rata-rata untuk selang waktu yang sangat kecil. posisi x suatu partikel dapat ditentukan dengan mengintegralkan Persamaan (2. (persamaan 2.6) 4 .5) Dengan x adalah harga x ketika waktunya t dan x adalah harga x ketika waktunya t .3) Merupakan turunan dari pergeseran (perpindahan) x terhadap waktu atau derivatif x terhadap t.4) Kecepatan suatu benda dapat ditentukan dengan menggukur selang waktu Δt pada dua titik yang sangat berdekatan di lintasan yang dilalui benda tersebut.

maka selisih kecepatan itu dibanding dengan selang waktunya disebut percepatan rata-rata antara posisi A dengan posisi B. diperoleh : (persamaan 2.10).9) atau (persamaan 2. dv = a dt diintegralkan.7) dengan a vo v t Apabila kecepatan partikel A disebut v dan kecepatan di B adalah v .3. Apabila selang waktu atau interval Δt sangat kecil sehingga mendekati nol. maka limit kecepatan rata-rata disebut percepatan sesaat atau percepatan.11) Dengan v adalah kecepatan pada t dan v adalah kecepatan pada t . (persamaan 2.10). Selanjutnya. Percepatan Percepatan didefinisikan sebagai perubahan kecepatan terhadap waktu a= v – vo t = percepatan benda (m/s2) = kecepatan awal benda (m/s) = kecepatan akhir benda (m/s) = interval waktu (s) 1 2 (persamaan 2.10) Jadi. kecepatan dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan Persamaan (2. Dari persamaan (2.8) Jadi.12) 5 . Jika percepatan diketahui. 1 1 2 2 apabila : (persamaan 2. percepatan rata-rata selama selang waktu tertentu adalah perubahan dalam kecepatan per satuan waktu selama selang waktu tersebut. percepatan merupakan turunan atau derivatif kecepatan terhadap waktu. (persamaan 2.

sedangkan kata perlambatan digunakan ketika arah kecepatan dan percepatan berlawanan. percepatan benda tetap atau konstan. Dengan demikian.maka (persamaan 2. di mana selisih antara percepatan awal dan akhir sama dengan nol. maka bisa dikatakan bahwa percepatan sesaat dan percepatan rata-ratanya sama. Penurunan Rumus Gerak Lurus Berubah Beraturan Dalam GLBB. Apabila percepatan benda tersebut tetap sejak awal benda tersebut bergerak. persamaan diatas berubah menjadi : (persamaan 2. A.13) Karena kecepatan v merupakan turunan dari pergeseran x terhadap waktu. kadang kita menyebutnya sebagai perlambatan konstan.16) 6 . kata percepatan digunakan ketika arah kecepatan = arah percepatan. maka percepatan a merupakan turunan kedua dari pergeseran x terhadap waktu t.Besar percepatan konstan bisa berarti kelajuan bertambah secara konstan atau kelajuan berkurang secara konstan. Untuk gerakan satu dimensi (gerakan pada lintasan lurus).14) Arah percepatan konstan = arah kecepatan konstan = arah gerakan benda konstan = arah gerakan benda tidak berubah = benda bergerak lurus. (persamaan 2.15) Perubahan besar kecepatan (∆v) merupakan selisih besar kecepatan akhir (vt) dengan besar kecepatan awal (v0). Persamaan atau rumus percepatan rata-rata: (persamaan 2. Percepatan rata-rata sama dengan percepatan sesaat karena baik percepatan awal maupun percepatan akhirnya sama. Jika percepatan benda tersebut tetap setiap saat. dengan demikian percepatan sesaatnya tetap. Ketika kelajuan benda berkurang secara konstan.

Untuk menentukan kecepatan benda pada waktu tertentu apabila percepatannya diketahui. persamaan percepatan yang diturunkan di atas dapat digunakan untuk menyatakan persamaan yang menghubungkan kecepatan pada waktu tertentu (vt). persamaan di atas dikembangkan (persamaan I GLBB) untuk mencari persamaan yang digunakan untuk menghitung posisi benda setelah waktu t ketika benda tersebut mengalami percepatan tetap. jika diketahui percepatannya.17) Satu masalah umum dalam GLBB adalah menentukan kecepatan sebuah benda pada waktu tertentu. Jika dibalik akan menjadi : Ini adalah salah satu persamaan penting dalam GLBB. Karena pada saat t0 benda belum bergerak maka kita bisa mengatakan t0 (waktu awal) = 0. Selanjutnya. Persamaan berubah menjadi : (persamaan 2.t0 adalah waktu awal ketika benda hendak bergerak. kecepatan awal (v0) dan percepatan (a). persamaan diatas ditulis ulang menjadi: Karena pada GLBB kecepatan rata-rata bertambah secara beraturan.18) Untuk mencari nilai x. t adalah waktu akhir. maka kecepatan rata-rata akan berada di tengah-tengah antara kecepatan awal dan kecepatan akhir : 7 . Untuk itu. Persamaan kecepatan rata-rata diturunkan: (persamaan 2.

Persamaan a ditulis kembali: Persamaan ini digunakan untuk menentukan posisi suatu benda yang bergerak dengan percepatan tetap.Persamaan ini berlaku untuk percepatan konstan dan tidak berlaku untuk gerak yang percepatannya tidak konstan. maka persamaan 2 dapat ditulis menjadi x = vot + ½ at2 (persamaan 2. Jika benda mulai bergerak pada titik acuan = 0 (atau x0 = 0).19) Selanjutnya diturunkan persamaan yang dapat digunakan apabila t (waktu) tidak diketahui. Persamaan a ditulis kembali : 8 .

percepatan dan waktu. Grafik GLBB  Grafik percepatan terhadap waktu Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus dengan percepatan tetap. jika percepatan (a) konstan. kecepatan. grafik percepatan terhadap waktu (a-t) berbentuk garis lurus horizontal. Seperti grafik a – t di bawah ini. antara lain : Persamaan di atas tidak berlaku jika percepatan tidak konstan.Terdapat empat persamaan yang menghubungkan posisi. seperti 9 . B.0). Pertama. grafiknya berbentuk garis lurus miring ke atas melalui titik acuan O(0. dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. Oleh karena itu. yang sejajar dengan sumbuh t.  Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk Percepatan Positif Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t).

Grafik ini berlaku apabila kecepatan awal (v0) = 0. jika kecepatan awal (v0) tidak nol. grafik dimulai dari v0. Kemiringan grafik (gradien) yaitu tangen sudut terhadap sumbu x positif sama dengan nilai m dalam persamaan y = n + m x. lihat gambar di bawah Persamaan matematis y = mx + n menghasilkan grafik y terhadap x ( y sumbu tegak dan x sumbu datar) seperti pada gambar di bawah.pada gambar di bawah ini. Kedua. 10 . tetapi untuk t = 0. atau dengan kata lain benda bergerak dari keadaan diam. grafik v-t tetap berbentuk garis lurus miring ke atas.

grafik x – t berbentuk parabola. Untuk nilai percepatan positif (a > 0).  Grafik Kedudukan Terhadap Waktu (x-t) Persamaan kedudukan suatu benda pada GLBB yang telah diturunkan : x = xo + vot + ½ at2 Kedudukan (x) merupakan fungsi kuadrat dalam t. dengan demikian.  Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk Perlambatan Contoh grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk perlambatan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. sebagaimana tampak pada gambar di bawah ini. maka didapat bahwa kemiringan grafik v-t sama dengan a. 11 . Berdasarkan kemiripan ini. jika kemiringan grafik y – x sama dengan m. grafik x – t berbentuk parabola terbuka ke atas.Persamaan y = n + mx mirip dengan persamaan kecepatan GLBB v = v0 + at. Jadi kemiringan pada grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) menyatakan nilai percepatan (a).

Persamaan Gerak Jatuh Bebas Dalam gerak jatuh bebas. persamaan gerak jatuh bebas tampak seperti pada kolom tabel di bawah.Apabila percepatan bernilai negatif (a < 0). semakin lama waktu yang dibutuhkan benda untuk jatuh. Dengan demikian. II.Gerak Jatuh Bebas A. Pada persamaan GLBB x atau s digantikan dengan y. semakin cepat gerak benda ketika hendak mencium tanah. Dipilih kerangka acuan yang diam terhadap bumi. gerak jatuh bebas bahwa massa benda tidak mempengaruhi laju jatuh benda. Juga bisa menggunakan h. Demikian pula. Percepatan yang dialami benda ketika jatuh bebas adalah percepatan gravitasi. Pembuktian Matematis Persamaan Gerak Jatuh Bebas Secara matematis. karena benda bergerak vertikal. di mana benda mengalami perlambatan. Kedudukan awal benda kita tetapkan y0 = 0 untuk t = 0. sehingga digantikan a dengan g. Di samping itu. B. setiap benda yang jatuh bebas mengalami percepatan tetap. semakin cepat gerak benda ketika hendak mencium batu dan debu. 12 . digunakan persamaan GLBB. semakin tinggi kedudukan benda dari permukaan tanah. menggantikan x atau s. grafik x – t akan berbentuk parabola terbuka ke bawah.

 Pembuktian Pertama vy = vyo + gt —— Persamaan 1 Misalnya kita meninjau gerak buah mangga yang jatuh dari tangkai pohon mangga.8 m/s 2). persamaan 1 berubah menjadi : vy = gt Melalui persamaan ini. Karena g bernilai tetap (9. semakin besar t atau semakin lamanya buah mangga berada di udara maka nilai v y juga semakin besar. dapat diketahui bahwa kecepatan jatuh buah mangga sangat dipengaruhi oleh percepatan gravitasi (g) dan waktu (t). ditulis kembali vy = vyo + gt —— Persamaan 1 y = vyot + ½ gt2 —— Persamaan 2 vy2 = vyo2 + 2gh —— Persamaan 3  Pembuktian Nol Dalam rumus di atas. Alasan ini yang menyebabkan Gerak Jatuh Bangun termasuk GLBB. tidak terdapat massa (m). di mana pertambahan kecepatan alias percepatan bernilai tetap. Dapat disimpulkan massa tidak ikut disertakan dalam gerak jatuh bebas. Kecepatan buah mangga tersebut selalu berubah terhadap waktu atau dengan kata lain setiap satuan waktu kecepatan gerak buah mangga bertambah. maka pada persamaan di atas tampak bahwa nilai kecepatan jatuh benda ditentukan oleh waktu (t). Percepatan gravitasi yang bekerja pada buah mangga bernilai tetap (9.Rumus-rumus gerak jatuh gebas yang telah diturunkan diatas. tetapi setiap satuan waktu terjadi pertambahan kecepatan. Kecepatan awal Gerak Jatuh Bebas buah mangga (vy0) = 0 Dengan demikian.8 m/s2).  Pembuktian Kedua Meninjau hubungan antara jarak atau ketinggian dengan kecepatan jatuh benda 13 .

seperti buah mangga yang jatuh dengan sendirinya tanpa diberi kecepatan awal. Karena vy0 = 0. Jika dilepaskan maka kecepatan awal alias v 0 = 0. Karena gravitasi bernilai tetap. di mana batu tersebut dilepaskan (bukan dilempar ke bawah). maka nilai kecepatan sangat ditentukan oleh ketinggian (h). maka persamaan 3 berubah menjadi : vy2 = 2gh Dari persamaan ini tampak bahwa besar/nilai kecepatan dipengaruhi oleh jarak atau ketinggian (h) dan percepatan gravitasi (g). Percepatan gravitasi bernilai sama (9. Jika batu tersebut dilempar. semakin besar kecepatan benda ketika hendak menyentuh tanah. setiap satuan jarak/tinggi terjadi pertambahan kecepatan saat benda mendekati tanah.vy2 = vyo2 + 2gh —— Persamaan 3 Misalnya kita meninjau batu yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu. 14 . di mana nilai pertambahan kecepatan alias percepatannya tetap.8 m/s2). maka terdapat kecepatan awal. semakin tinggi kedudukan benda ketika jatuh.

Dihubungkan kabel perekam waktu catu daya. 6. perekam waktu dimatikan. Dirapatkan posisi pada perekam waktu. Dipasang perekam waktu pada ujung kiri rel presisi dan dipasang katrol rel pada ujung kanan rel. Diukur pula lama pergerakan dengan menggunakan stopwatch. kemudian diangkat ujung kiri rel presisi untuk diletakkan pada tangga pertama balok bertingkat. 5. 2. 5. Pada saat kereta menyentuh tumpukan berpenjepit/berhenti. Dipasang kereta dinamika yang dilengkapi beban di sebelah kanan perekam waktu. kereta dilepaskan agar bergerak. Kereta tetap dipegang agar tidak meluncur. Diulangi langkah 1-4 dengan terlebih dahulu meletakan ujung kiri rel posisi pada tangga balok bertingkat. 3. 2. 15 . Dihubungkan catu daya ke sumber listrik (PLN) dan dipilih tegangan pada catu daya 12 volt DC. Dikeluarkan kertas perekam dan amati jarak titik-titk data. 3. pegan kereta. Bersamaan dengan menghidupkan perekam waktu. Bila jaraknya semakin menjauh/dekat berarti kereta tidak bergerak lurus beraturan. Disambung rel presisi dengan penyambung rel dan dipasang pula kaki rel pada kedua ujung rel. Dipasang kertas perekam waktu dan ujung kertas dijepit pada kertas dinamika. 4.  Langkah Percobaan 1.1 Gerak Lurus Berubah Beraturan  Persiapan Percobaan 1.BAB III PROSEDUR PERCOBAAN III. 4. Diletakkan balok bertingkat di dekat ujung kiri rel presisi.

Bersamaan dengan menghidupkan perekam waktu. 7. Kemudian dimiringkan rel presisi hampir vertikal. Kemudian. Dimatikan perekam waktu pada saat beban berhenti. dilepaskan pegangan dari kertas perekam.6. Potongan-potongan kertas perekam disusun dalam diagram hasil pengamatan. Kertas perekam waktu dipotong-potong sepanjang 2 titik data. 6. III. Diukur pula lama pergerakan dengan stopwatch. dan dibiarkan benda jatuh bebas. Dipegang kertas perekam yang dijepit dengan klip. 8. 16 . 5.2 Gerak Jatuh Bebas 1. Diulangi langkah 1-8 dengan mengubah jarak ketinggian beban. Potongan kertas perekam disusun secara sejajar vertikal pada hasil pengamatan. Beban diikat dengan tali (15 cm) dan ujung tali yang lain diikatkan pada klip kertas. 2. 3. dan dibiarkan beban bebas tergantung. dihubungkan klip kertas dengan perekam waktu. Dikeluarkan kertas perekam dan amati jarak-jarak titik-titik data. 4.

845m a = 0 x 3.906 m 0.845m/3.BAB IV DATA PENGAMATAN DAN ANALISA DATA IV.1759 m/s2 Kecepatan (Vt) : Vt = 0.742 m 0.125 s2 = 0.845m a = 0 x 2.1s + ½ a (3.1s)2 = 0.2.2.845 m 0.1s = 0.5 s t3 = 2.2704 m/s2 17 .1.1759m/s2 x 3.5s)2 = 0.1.967 m IV.5453 m/s  Percobaan II Percepatan (a) : 0.0 s Jarak 0.845 m Gerak Jatuh Bebas Kondisi Posisi 1 Posisi 2 Posisi 3 Waktu (t) t1 = 0.845m/4.5s + ½ a (2.DATA PENGAMATAN  Gerak Lurus Berubah Beraturan Kondisi Posisi 1 Posisi 2 Posisi 3  Waktu (t) t1 = 3.1 s t2 = 2.845 m 0.25 s t2 = 0.805 s2 = 0.ANALISA PERCOBAAN GLBB IV.ANALISA MATEMATIS  Hitunglah besarnya percepatan dari tiap-tiap percobaan GLBB! S Vt  = Vot + ½ a t2 = Vo + at Percobaan I Percepatan (a) : 0.50 s Jarak 0.40 s t3 = 0.

2 0 0 1 2 waktu (s) 3 4 IV. semakin tinggi kedudukan benda maka semakin cepat gerak benda ketika hendak mencapai tujuan dan semakin cepat pula waktu yang dibutuhkan.8 0.4 0.0s+ ½ a (2.4225 m/s2 Kecepatan (Vt) : Vt = 0.845 cm Percepatan (a) 0.4225m/s2 x 2.0 s2 = 0.1 s t2 = 2.845 m/2.4225 m/s2 Kecepatan (Vt) 0.0s = 0.6 0. 18 .845m a = 0 x 2.5s = 0.Kecepatan (Vt) : Vt = 0.845m/s  Buatlah grafik hubungan antara kecepatan dan waktu dari tiap percobaan GLBB! Grafik hubungan antara kecepatan (v) terhadap waktu (t) 1 kecerpatan (m/s) 0.0 s Jarak (s) 0.2.0s)2 = 0.6760m/s 0.5453m/s 0.845 m/s Kondisi Rendah Sedang Tinggi Waktu (t) t1 = 3.845 cm 0.676 m/s  Percobaan III 0.1759 m/s2 0.ANALISA TEORITIS Dari hasil yang diperoleh.2704 m/s2 0.2.5 s t3 = 2.845 cm 0.2704m/s2x 2.

arah kemiringan bernilai positive sehingga kurva naik menurut waktu. dengan demikian. di mana benda mengalami perlambatan. sebagaimana tampak pada gambar di bawah ini.Persamaan kedudukan suatu benda pada GLBB yang telah diturunkan : x = xo + vot + ½ at2 Kedudukan (x) merupakan fungsi kuadrat dalam t. Apabila percepatan bernilai negatif (a < 0). Pada umumnya untuk kasus GLBB dipercepat akan mempunyai nilai percepatan yang positive yaitu berati di percepat. grafik x – t berbentuk parabola terbuka ke atas. Untuk nilai percepatan positif (a > 0). 19 . Kasus percobaan di atas merupakan GLBB dipercepat . grafik x – t akan berbentuk parabola terbuka ke bawah. grafik x – t berbentuk parabola.

50 s Kecepatan akhir (Vt) 3.1 0 3.742 m 0.8136m/s2 4.3535m/s2  Buatlah grafik hubungan antara kecepatan dan waktu dari tiap percobaan gerak jatuh bebas! Grafik hubungan antara kecepatan (v) terhadap waktu (t) 0.2 0.ANALISA PERCOBAAN GJB IV.3 0.9 4 4.3.IV.906 m 0.2140 m/s  Percobaan III Kecepatan (Vt) : Vt =√ = 4.2140m/s2 4.7 3.3535 m/s Ketinggian (h) 0.3 4.4 0.3.1.6 0.4 20 .25 s t2 = 0.2 4.967 m Waktu (t) t1 = 0.5 kecepatan (m/s) 0.8 3.40 s t3 = 0.1 waktu (s) 4.ANALISA MATEMATIS  Hitunglah besarnya kecepatan akhir dari tiap-tiap percobaan gerak jatuh bebas! Vt2  =2gh Percobaan I Kecepatan (Vt) : Vt =√ = 3.8136 m/s  Percobaan II Kecepatan (Vt) : Vt =√ = 4.

setiap satuan jarak/tinggi terjadi pertambahan kecepatan saat benda mendekati tanah. Jika dilepaskan maka kecepatan awal alias v 0 = 0. 21 .IV. semakin besar kecepatan benda ketika hendak menyentuh tanah.ANALISA TEORITIS Meninjau hubungan antara jarak atau ketinggian dengan kecepatan jatuh benda vy2 = vyo2 + 2gh Benda yang dijatuhkan pada saat percobaan dari ketinggian tertentu.8 m/s2). Percepatan gravitasi bernilai sama (9. Karena gravitasi bernilai tetap. maka nilai kecepatan sangat ditentukan oleh ketinggian (h).2. Karena vy0 = 0. di mana benda tersebut dilepaskan (bukan dilempar ke bawah). semakin tinggi kedudukan benda ketika jatuh.3. maka persamaan berubah menjadi : vy2 = 2gh Dari persamaan ini tampak bahwa besar/nilai kecepatan dipengaruhi oleh jarak atau ketinggian (h) dan percepatan gravitasi (g). di mana nilai pertambahan kecepatan alias percepatannya tetap.

6760m/s 0. semakin tinggi kedudukan benda maka semakin cepat gerak benda ketika hendak mencapai tujuan dan semakin cepat pula waktu yang dibutuhkan. 4.845 cm Percepatan (a) 0.40 s t3 = 0. Jarak antar titik-titik pada kertas perekam berbeda 3.5453m/s 0.845 cm 0. Gerak lurus berubah beraturan dengan lintasan yang lurus maka percepatannya konstan / tetap 2.906 m 0.1759 m/s2 0.742 m 0.8136m/s2 4.5 s t3 = 2.2704 m/s 2 Kecepatan (Vt) 0.25 s t2 = 0.BAB V KESIMPULAN Dari hasil praktikum yang telah di lakukan dengan topik percobaan “Gerak Lurus Berubah Beraturan” maka dapat kami simpulkan sebagai berikut : 1.4225 m/s2 6. Dari hasil yang diperoleh praktikum GLBB dan GJB. Semakin cepat laju kereta presisi maka jarak titik-titik pada kertas perekam semakin jauh sedangkan waktu yang diperlukan semakin sedikit. 5.1 s t2 = 2. Hasil GLBB Kondisi Rendah Sedang Tinggi Waktu (t) t1 = 3.845m/s 0.2140m/s2 4.3535m/s2 22 .967 m Waktu (t) t1 = 0.50 s Kecepatan akhir (Vt) 3. Hasil GJB Ketinggian (h) 0.0 s Jarak (s) 0.845 cm 0.

Seribu Pena Fisika SMU Kelas 3. Ssoedarjana. Jakarta: Erlangga Sears. Erlangga Kanginan. Seri Fisika Dasar. 1993. Bandung: Armico Sutrisno. Klaten: Intan Pariwara 23 . PR Fisika. Gie. 2000. Fisika 3 SMK Teknologi dan Industri.M.DAFTAR PUSTAKA Gudang Ilmu Fisika Gratis Halliday. Silaban dan Sucipto. Fisika. Resnick. Binacipta Suratman. Fisiska untuk Universitas.M. Zemansky.Penertbit ITB Tim Penyusun PT Intan Pariwara.

24 .