You are on page 1of 6

Abstrak Traumatic transdiaphragmatic intercostals hernia, didefinisikan sebagai hernia konten perut melalui otot intercostals yang terganggu

, adalah entitas yang jarang dilaporkan. Kami mempresentasikan kasus yang dilaporkan pertama dari sebuah traumatic transdiaphragmatic intercostals hernia yang dipersulit oleh strangulasi konten visceral menderita hernia. Setelah blunt trauma, pria tua usia 61 tahun mengembangkan sebuah traumatic diaphragmatic intercostals hernia dipersulit oleh strangulasi segmen liver V . Karena persoalan respirasi yang ada dan adanya beberapa luka yang lain !laserasi ginjal grade dan memar paru"paru# hernia dikelola secara non operasi selama $ minggu pertama. Segmen liver strangulasi pada akhirnya mengalami ischemic necrosis. %nam minggu kemudian menghasilkan abses subkutan yang membutuhkan drainase bedah. Sembilan bulan pasca luka, symptomatic intercostals hernia besar diobati dengan perbaikan laparoscopic mesh. &ua belas bulan setelah trauma a'al, rekurensi kecil hernia membutuhkan re"fiksasi laparoskopik dari mesh ini. (aper ini menguraikan langkah penting dalma mengelola entitas post traumatic langka. )eduksi liver a'al dan perbaikan hernia adalah ideal. (endekatan konservatif yang diadopsi menyebabkan liver necrosis dan membutuhkan prosedur bertahap untuk mencapai hasil yang baik. Kata kunci* Strangulasi, intercostals hernia, mesh repair Pendahuluan Traumatic transdiaphragmatic intercostals hernia !TT +# adalah sebuah patologi langka dengan hanya kasus sporadic yang dipublikasikan dalam literatur. TT + didefinisikan sebagai herniasi dari konten perut melalui otot herniasi liver, blunt trauma, laparoscopic

hipertensi.travastasi kontras. tidak ada kasus yang dipublikasikan yang menggambarkan TT + yang komplikasi dengan strangulasi konten visceral hernia. pasien menunjukkan tanda"tanda vital normal dan mengeluh sakit di 'ilayah thoracoabdominal kanan. Sejarah medis dimasukkan* kegemukan.okal didapatkan. +aemopneumothora. Tomografi komputer !0T# dengan kontras intravena menunjukkan* contusion paru"paru kanan. Setelah 0T !56 jam pasca luka# menunjukkan tidak ada peningkatan kontras yang menunjukan strangulasi dari liver hernia !gambar 1#. Kami melaporkan kasus TT + dengan strangulasi terkait dan nekrosis segmen V dari liver. laseraasi liver grade dan laserasi grade dari ginjal kanan tanpa e. dimana tanda kulit luka serius dan membengkak adalah jelas. Akut (ria usia 61 tahun diterimia di (usat trauma . kanan diidentifikasi dengan . fraktur rusuk ke 1 sampai 1$ dengan herniasi segmen V dari liver ini melalui cacat yang didapatkan pada ruang intercostals ke"1"12."ray dada dan dira'at dengan -$ /r chst tube.evel 1. Laporan kasus Tahap 1. dan obstructive sleep apnoea yang membutuhkan alat tekanan saluran udara positif di malam hari.m di atas trestle stand !kuda"kuda#. Transaminase dan uji fungsi liver hanya meningkat sedikit. 3anajemen konservatif sukses dan pasien dilepaskan setelah 1$ hari setelah luka. Sampai saat ini. . (ada saat datang. (asien membutuhkan admisi +igh &ependency 4nit untuk ventilasi non ivasif.intercostals. peringanan rasa sakit dan pisioterapi dada. Kondisi ini pada umumnya terjadi setelah gangguan otot intercostals dan diafragma sebagia se buah konsek'ensi blunt trauma atau penetrasi trauma. setelah jatuh dari scaffolding . 3anajemen a'al luka ini adalah konservatif. Statemen persetujuan oleh Komite %tika .

Ketika sac ini dan lehernya jelas ditunjukkan. (erbaikan cacat ini direncanakan dalam $ bulan untuk memungkinkan recovery penuh dari luka dan optimisasi bobot tubuh. TT + yang bisa direduksi dengan mudah 9ambar 5. (erbaikan definitive TT + dihentikan lebih lanjut karena resiko infeksi prosthetic mesh. 9ambar $. Setelah orientasi a'al. $ub akut (ada 57 hari setelah pasien menunjukkan !82. /le. (andangan 0T coronal. .ture hepatic. Sekitar 72 ml . &ron s (ada follo' up 8 bulan. (engirisan dan drainase koleksi ba'ah kulit yang berisi necrotic liver. pasien menunjukkan TT + besar yang bisa direduksi !gambar -#. Karena kedekatan dari diafragma terhadap defect ini. Kultur intra operasi tidak menunjukkan pertumbuhan. fle. digunakan untuk perbaikan.17.ard < 0omposi.agian caudal dari mesh ini diamankan koleksi besar dan menyakitkan ni diobati dengan pengirisan dan drainase. 9ambar -.12 mm dan sact ini berisi hepatic fle. Tahap %. ini diputuskan untuk menggunakan kombinasi penjahitan intracorporal dan endoscopic tacks. satu 17 mm port dan tua port 7 mm dalam posisi e:uidistant subcostal.ure colon dan bagian dari margin liver !gambar 5#. 4S#. < . cacat ini diukur 1$2.Gamba 1.tur ekolonik hepatic dan beberapa jaringan liver dimasukkan dalam sac T +. &engan 0T. dengan pasien dalam posis lateral decubitus kiri. CT pada 48 jam setelah luka: segemen VI hern a dar l !er tanpa pen ngkatan konktras" menunjukkan strangulas Tahap #. (enempatan port laparoscopic melibatkan port umbilik 12 mm.1 cm dan polytetrafluoriethylene !e(T/%# double mesh prosthesis !. (erbaikan bedah definitive dilakukan di ba'ah anestesi umum. necrotic liver dihilangkan !gambar $#. profil polypropylene ba'ah $1.67 mm#.=( 3esh. omentum dan liver margin diiris dari sac ini.2.

. 4S#. tidak ada bukti kejadian berulang. (ada eksplorasi laparoscopic. >da cacat $. &ia merevie' 12 kasus dan menyimpulkan bah'a @kejadian berulang dari herniae ini tidak langka sebagaimana beberapa komunikasiyang dipublikasikan pada subyek ini akan membuat orang percayaA.$ cm diantara dinding perut dan bagian ba'ah mesh !karena kegagalan dari fiksasi endotack#. (ada 1$ bulan follo' up setelah prosedur rekonstruksi kedua. pasien dilepaskan 56 jam setelah prosedur ini dengan ketidaknyamanan minimal. dengan pelepasan rumah sakit pada hari keempat pasca operasi. Pembahasan TT + adalah s:ualae luka yang jarang. 4S#. )angkaian pasca operasi tidak banyak peristi'a. >spek cranial dari mesh ini dijahit ke diafragma dengan 1 braided polyester !0T"1 %thibond <.terhadap dinding abdominal dengan helical tacks !7 mm (rotack < >utosuture < Tyco< 4S#. TT + mungkin berisi omentum. &iagnosis TT + secara historis sulit dibuat. dan atau usus besar. hernia intercostals disalahkan karena lipma atau . TT + umumnya merupakan hasil dari luka penetrasi. ruang intercostals di"reaproksimasi secara parsial dengan tiga figure delapan barided polyester stiches !0T"%thibond <. dengan diagnosis tunda sampai beberapa tahun. atau energi tinggi dan blunt strike yang fokus. 4ntuk meningkatkan kekuatan perbaikan. ?mentum berkurang dalam abdomen dan mesh dijahit ke diding perut dengan laparoscopic. mesh nampak tertanam dengan baik dan ter" peritonealisasi. (ada 1111 9erseter sudah menentang konsep ini. (ada eksaminasi klinis a'al. pasien menunjukkan ketidaknyamanan dan fitur yang menunukan henia berulang.eblih sering dilihat pada sisi kiri. melalui pengirisan 7 cm. (ada dua belas bulan follo' up setelah perbaikan hernia. colon. perut. 0T menunjukan diagnosis ni dan mengidentifikasi adanya omentum dalam sac. limpa kecil.

Kami mendukung pendekatan bebas tensi laparoscopic dan penggunaan mesh non absorbable dual layer. 3anajemen konservatif dari TT + dilaporkan. (endekatan operasi yang lebih agresif bisa mencegah readmisi yang dicegah tetapi juga menghasilkan komplikasi yang parah seperti pendarahan. tetapi contoh kami menyoroti apa yang bisa diharapkan dengan pendekatan konservatif. >pakah ini bisa diaplikasikan pada pasien pada 'aktu tertentu yang membutuhkan penilaian yang baik dari ahli bedah yang menangani. dan perbikank laparoscopic absorbable mesh bebas tensi. Ketebalan diafragma diukur dengan ultrasonic serendah $ mm. gagal nafas dan infeksi luka. &alam kasus ini. Bang paling dekat. perbikank open transthoracic mesh. Sebagai faktanya. luka fatal dari jantung dilaporkan selama perbaikan hiatus hernia dengan helical tack. kasus yang dilaporkan adalah TT + kiri karena batuk dengan omentum ter"infarcsi ditemukakn di perbaikan elektif dan pasien dengan sindeom 0hilaiditi yang membutuhkan pengirisan ileocecal berulang selama perbaikan hernia incisomal intercostals non traumatic. yang meng"kontraindikasikan helical tacks untuk penggunaan adlam jaringan kurang dari 5 mm tebalnya.eberapa teknik perbaikan telah dibayar* perbaikan jaringan endogen. . Keputusan untuk memilih pendekatan non intervensi disamping strangulasi liver dipandu oleh komorbiditas pasien. (aling sering pasien menunjukkan sakit dan peningkatan ukuran dan perbaikan diperlukan. luka organ solid perut yang dikelola non operasi dengan baik !ginjal. kontusi paru yang parah. meski berbeda. . (ilihan jahitan untuk fiksasi mesh pada diafragma didasarkan pada peringatan pabrikan.hematoma. &ilema ini bisa diatasi dengan studi kasus luka langka ini. prosthetic mesh yang dikuatkan dengan cable banding sekitar rusik. Kita tahu tidak ada laporan dalam literatur dimana TT + dikaitkan dengan strangulasi. ini tidak sampai sebuah 0T dimana diagnosis herniasi intercostals ditegaskan. liver# ketebalan parsial necrosis kulit dan kurangnya fungsi liver ini.

(erbaikan bebas tensi laparoscopic dengan prosthetic mesh permanent dan penggunaan jahitan untuk fiksasi ke diafragma adalah kunci hasil yang sukses. menghasilkan liver necrosis dan memandatkan sebuah manajemen operasi bertahap TT +. Strangulasi liver. jika tidak diperbaiki dengan cepat. .&es mpulan TT + jaring ditemui dan sulit didiagnosa dan diobati tanpa imaging dan pre" operatif planning yang penting.