You are on page 1of 7

2.

7 Manifestasi Klinis Meningitis mempunyai karakteristik yakni onset yang mendadak dari demam, sakit kepala dan kaku leher (stiff neck). Biasanya juga disertai beberapa gejala lain, seperti :
   

Mual Muntah Fotofobia (sensitif terhadap cahaya) Perubahan atau penurunan kesadaran

Meningitis Bakterial Tidak ada satupun gambaran klinis yang patognomonik untuk meningitis bakterial. Tanda dan manifestasi klinis meningitis bakterial begitu luas sehingga sering didapatkan pada anak-anak baik yang terkena meningitis ataupun tidak. Tanda dan gambaran klinis sangat bervariasi tergantung umur pasien, lama sakit di rumah sebelum diagnosis dan respon tubuh terhadap infeksi. Meningitis pada bayi baru lahir dan prematur sangat sulit didiagnosis, gambaran klinis sangat kabur dan tidak khas. Demam pada meningitis bayi baru lahir hanya terjadi pada ½ dari jumlah kasus. Biasanya pasien tampak lemas dan malas, tidak mau makan, muntah-muntah, kesadaran menurun, ubun-ubun besar tegang dan membonjol, leher lemas, respirasi tidak teratur, kadang-kadang disertai ikterus kalau sepsis. Secara umum apabila didapatkan sepsis pada bayi baru lahir kita harus mencurigai adanya meningitis. Bayi berumur 3 bulan – 2 tahun jarang memberi gambaran klasik meningitis. Biasanya manifestasi yang timbul hanya berupa demam, muntah, gelisah, kejang berulang, kadang-kadang didapatkan pula high pitch cry (pada bayi). Tanda fisik yang tampak jelas adalah ubun-ubun tegang dan membonjol, sedangkan tanda Kernig dan Brudzinsky sulit di evaluasi. Oleh karena insidens meningitis pada umur ini sangat tinggi, maka adanya infeksi susuan saraf pusat perlu dicurigai pada anak dengan demam terus menerus yang tidak dapat diterangkan penyebabnya. Pada anak besar dan dewasa meningitis kadang-kadang memberikan gambaran klasik. Gejala biasanya dimulai dengan demam, menggigil, muntah dan nyeri kepala. Kadang-kadang gejala pertama adalah kejang, gelisah, gangguan tingkah laku. Penurunan kesadaran seperti delirium, stupor, koma dapat juga terjadi. Tanda klinis yang biasa didapatkan adalah kaku kuduk, tanda Brudzinski dan Kernig. Nyeri kepala timbul akibat inflamasi pembuluh darah meningen,

Pada anak besar sebelum gejala di atas terjadi. Gejala infeksi akut. kaku kuduk disertai rigiditas spinal disebabkan karena iritasi meningen serta radiks spinalis. Gejala ransangan meningeal. Strabismus. a.1 Manifestasi Klinis yang dapat timbul adalah:9 1. Bulging fontanel /ubun-ubun besar yang menonjol dan tegang. dan IV adalah yang paling sering terkena. Kernig. c. Lethargy. f. c. Vaskulitis serebral menyebabkan kejang dan hemiparesis. 2. a. . Penurunan kesadaran. b. b. Sakit kepala (pada anak yang lebih besar). e. Tanda serebri fokal biasanya sekunder karena nekrosis kortikal atau vaskulitis oklusif. Demam ringan. Petechia dan Herpes Labialis (untuk infeksi Pneumococcus). Pernafasan Cheyne Stokes. Muntah. e. dari apatis sampai koma. mis. Saraf – saraf kranial VI. d. h. Irritabilitas. 3. sering terdapat keluhan sakit di daerah leher dan punggung. g. f. Anoreksia. fokal atau twitching.sering disertai fotofobia dan hiperestesi. optikus (pada anak yang lebih besar). Crack pot sign. b. Kejang. Gejala kelainan serebral yang lain. Gejala tekanan intrakranial yang meninggi. Moaning cry /Tangisan merintih (pada neonatus) d. Nyeri kepala (pada anak yang lebih besar). dapat terjadi secara umum. j. Kelainan saraf otak disebabkan oleh inflamasi lokal pada perineurium. Paralisis. VII. paling sering karena trombosis vena kortikal. Muntah. Hipertensi dan Choked disc papila N. a. Hemiparesis. Kaku kuduk positif. i. juga karena terganggunya suplai vaskular ke saraf. g. Brudzinsky I dan II positif.

gejala meningeal tidak dapat diandalkan sebagai diagnosis. perlu dilakukan pungsi lumbal untuk mendapatkan cairan serebrospinal (CSS). Tanda Brudzinski Gambar 7. Bila terdapat gejala-gejala tersebut diatas. Gambar 6.Pada anak dengan usia kurang dari 1 tahun. Tanda Kernig .

Manifestasi klinis pada anak dan dewasa . Manifestasi klinis pada bayi / neonatus Gambar 9.Gambar 8.

Opisthotonus dan Blank starring pada M. mual dan muntah juga sering ditemukan. Kejang. . Meningitis biasanya mulai perlahan-lahan tanpa panas atau hanya terdapat kenaikan suhu ringan. Stadium transisi Stadium prodromal disusul dengan stadium transisi dengan adanya kejang. Hal demikian terdapat apda tuberlukosis miliaris sehingga pada penyebaran miliar sebaiknya dilakukan pungsi lumbal walaupun gejala meningitis belum tampak.10 Secara klinis kadang-kadang belum terdapat gejala meningitis nyata walaupun selaput otak sudah terkena. snoreksia. Belum tampak manifestasi kelainan neurologis. paresis nervus kranial dan gerakan involunter (tremor. 1. hemibalismus). Refleks tendon menjadi lebih tinggi. obstipasi. Suhu tubuh menjadi lebih tinggi dan kesadaran lebih menurun hingga timbul stupor. Gejala diatas menjadi lebih berat dan muncul gejala meningeal. ubun-ubun menonjol dan umumnya juga terdapat kelumpuhan urat saraf mata sehingga timbul gejala strabismus dan nistagmus. Malaise. kaku kuduk dimana seluruh tubuh mulai menjadi kaku dan opistotonus. 2. koreoatetosis. jarang terjadi akut dengan panas tinggi. Anak besar dapat mengeluh nyeri kepala. Sering tuberkel terdapat di koroid.Meningococcus Meningitis Tuberkulosis 9.Gambar 10. defisit neurologis fokal. Sering di jumpai anak mudah terangsang (iritabel) atau anak menjadi apatis dan tidurnya sering terganggu. Stadium prodromal Gejala biasanya didahului oleh stadium prodromal berupa iritasi selaput otal.

nyeri pada kuduk dan punggung. Umumnya permulaan penyakit berlangsung mendadak. Gejala yang ditemukan pada anak besar ialah panas dan nyeri kepala mendadak yang disertai dengan kaku kuduk. penurunan kesadaran. fotophobia. parestesia. Bayi mudah terangsang dan menjadi gelisah. pupil melebar dan tidak bereaksi sama sekali. Bila penyebabnya Echovirus atau Coxsackie. Tabel 5. walaupun kadang-kadang didahului dengan panas selama beberapa hari. Gejala pada bayi tidak khas. kadang-kadang menjadi pernafasan Cheyne-Stokes (cepat dan dalam). Hiperpireksia timbul dan anak meninggal tanpa kesadarannya pulih kembali Tiga stadium diatas biasanya tidak mempunyai batas yang jelas antara satu dengan yang lainnya. Stadium terminal Stadium terminal berupa kelumpuhan kelumpuhan. myalgia. Mual dan muntah sering dijumpai tetapi gejala kejang jarang didapati. maka dapat disertai ruam dengan panas yang akan . Gejala lain yang dapat timbul ialah nyeri tenggorok. Nadi dan pernafasan menjadi tidak teratur. nausea. Stadium Klinis Penderita dengan Meningitis TB Meningitis Viral 5.9 Biasanya gejala dari meningitis viral tidak seberat meningitis dan dapat sembuh alami tanpa pengobatan yang spesifik. koma menjadi lebih dalam.3. muntah. namun jika tidak diobati umumnya berlangsung 3 minggu sebelum anak meninggal.

limfadenopati dan splenomegali mengarah ke infeksi EBV Immunodefisiensi dan pneumonia. rash. seperti erupsi zoster dari VZV. Sebagai tambahan dari gejala klasik meningitis seperti sakit kepala. Variasi lain dari infeksi viral dapat membantu diagnosis. demam.5 . halusinasi dan perubahan personaliti. seperti :   Gastroenteritis. tanda Kernig dan Brudzinski kadang-kadang positif. CMV atau HIV Parotitis dan orchitis ke arah virus Mumps Meningitis Jamur Gejala klinis dari meningitis jamur sama seperti meningitis jenis lainnya.menghilang setelah 4-5 hari. mengarah ke infeksi adenovirus. makulopapular rash dari campak dan enterovirus. mual dan kekakuan leher. perubahan status mental. faringitis dan pleurodynia pada infeksi enterovirus Manifestasi kulit. orang dengan meningitis jamur juga mengalami fotofobia. gejalanya sering timbul bertahap. namun. Pada pemeriksaan ditemukan kaku kuduk. erupsi vesikular dari herpes simpleks dan herpangina dari infeksi coxsackie virus A    Faringitis.