BAB I TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi

Batuk dalam bahasa latin disebut tussis adalah refleks yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan sering berulang-ulang yang bertujuan untuk membantu membersihkan saluran pernapasan dari lendir besar, iritasi, partikel asing dan mikroba. Batuk dapat terjadi secara disengaja maupun tanpa disengaja.

B. Mekanisme Terjadinya Batuk Batuk dimulai dari suatu rangsangan pada reseptor batuk. Reseptor ini berupa serabut saraf non mielin halus yang terletak baik di dalam maupun di luar rongga toraks. Yang terletak di dalam rongga toraks antara lain terdapat di laring, trakea, bronkus, dan di pleura. Jumlah reseptor akan semakin berkurang pada cabang-cabang bronkus yang kecil, dan sejumlah besar reseptor di dapat di laring, trakea, karina dan daerah percabangan bronkus. Reseptor bahkan juga ditemui di saluran telinga, lambung, hilus, sinus paranasalis, perikardial, dan diafragma. Serabut afferen terpenting ada pada cabang nervus vagus yang mengalirkan rangsang dari laring, trakea, bronkus, pleura, lambung, dan juga rangsangan dari telinga melalui cabang rnold dari nervus vagus. !ervus trigeminus menyalurkan rangsang dari sinus paranasalis, nervus glosofaringeus, menyalurkan rangsang dari faring dan nervus frenikus menyalurkan rangsang dari perikardium dan diafragma. "leh serabut afferen rangsang ini diba#a ke pusat batuk yang terletak di medula, di dekat pusat pernafasan dan pusat muntah. $emudian dari sini oleh serabut-serabut afferen nervus vagus, nervus frenikus, nervus interkostalis dan lumbar, nervus trigeminus, nervus fasialis, nervus hipoglosus, dan lain-lain menuju ke efektor. %fektor ini berdiri dari otot-otot laring, trakea, bronkus, diafragma,otot-otot interkostal, dan lain-

lain. &i daerah efektor ini mekanisme batuk kemudian terjadi.

Gambar 1. Reseptor batuk.

'ada dasarnya mekanisme batuk dapat dibagi menjadi empat fase yaitu ( ). *ase iritasi +ritasi dari salah satu saraf sensoris nervus vagus di laring, trakea, bronkus besar, atau serat afferen cabang faring dari nervus glosofaringeus dapat menimbulkan batuk. Batuk juga timbul bila reseptor batuk di lapisan faring dan esofagus, rongga pleura dan saluran telinga luar dirangsang. ,. *ase inspirasi 'ada fase inspirasi glotis secara refleks terbuka lebar akibat kontraksi otot abduktor

kartilago aritenoidea.+nspirasi terjadi secara dalam dan cepat, sehingga udara dengan cepat dan dalam jumlah banyak masuk ke dalam paru. -al ini disertai terfiksirnya iga ba#ah akibat kontraksi otot toraks, perut dan diafragma, sehingga dimensi lateral dada membesar mengakibatkan peningkatan volume paru. .asuknya udara ke dalam paru dengan jumlah banyak memberikan keuntungan yaitu akan memperkuat fase ekspirasi sehingga lebih cepat dan kuat serta memperkecil rongga udara yang tertutup sehingga menghasilkan mekanisme pembersihan yang potensial. /olume udara yang diinspirasi sangat bervariasi jumlahnya, berkisar antara ,00 sampai 1200 ml di atas kapasitas residu fungsional. 'enelitian lain menyebutkan jumlah udara yang dihisap berkisar antara 203 dari tidal volume sampai 203 dari kapasitas vital. da dua manfaat utama dihisapnya sejumlah besar volume ini. 'ertama, volume yang besar akan memperkuat fase ekspirasi nantinya dan dapat menghasilkan ekspirasi yang lebih cepat dan lebih kuat. .anfaat kedua, volume yang besar akan memperkecil rongga udara yang tertutup sehingga pengeluaran sekret akan lebih mudah. 1. *ase kompresi *ase ini dimulai dengan tertutupnya glotis akibat kontraksi otot adduktor kartilago aritenoidea, glotis tertutup selama 0,, detik.'ada fase ini tekanan intratoraks meninggi sampai 100 cm-," agar terjadi batuk yang efektif. 4ekanan pleura tetap meninggi selama 0,2 detik setelah glotis terbuka .Batuk dapat terjadi tanpa penutupan glotis karena otot-otot ekspirasi mampu meningkatkan tekanan intratoraks #alaupun glotis tetap terbuka. 5. *ase ekspirasi6ekspulsi 'ada fase ini glotis terbuka secara tiba-tiba akibat kontraksi aktif otot ekspirasi, sehingga terjadilah pengeluaran udara dalam jumlah besar dengan kecepatan yang tinggi disertai dengan pengeluaran benda-benda asing dan bahan-bahan lain. 7erakan glotis, otot-otot pernafasan dan cabang-cabang bronkus merupakan hal yang penting dalam fase mekanisme batuk dan disinilah terjadi fase batuk yang sebenarnya.Suara batuk sangat bervariasi akibat getaran sekret yang ada dalam saluran nafas atau getaran pita suara.

yang dapat disebabkan baik oleh bakteri. terutama. . penyakit infeksi saluran napas ba#ah menempati urutan ke-. pneumonia8.. .Gambar . 1.1 Definisi 'neumoni adalah inflamasi yang mengenai parenkim paru8)9.<3 kematian balita di +ndonesia disebabkan oleh penyakit sistem respiratori. sebagian besar terjadi di frika dan sia 4enggara8)9..enurut survei kesehatan nasional 8S$!9 .. -asil Survei $esehatan Rumah 4angga &epkes tahun . Bronkopneumonia atau pneumonia lobularis merupakan bagian dari pneumonia. 2< 3 diantara penderita ra#at jalan adalah kasus infeksi dan .19. meniggal setiap tahunnya akibat pneumonia.00).00).3 kematian bayi dan .:.9. juta anak balita. 'neumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia di ba#ah lima tahun. #$idemi%&%'i 'neumonia hingga saat ini masih merupakan masalah kesehatan utama pada anak di negara berkembang.00). sebagai penyebab kematian di +ndonesia. *ase batuk B!"NK"PN#UM"NIA 1.* 'aru RS=' 'ersahabatan tahun . jamur maupun benda asing lainnya 8seperti aspirasi98.. yang merupakan suatu infeksi saluran pernafasan bagian ba#ah yang mengenai parenkim paru. &i S. lebih kurang . &iperkirakan hampir seperlima kematian anak diseluruh dunia. virus.

.3. dan strategi pengobatan. 3 diantaranya infeksi nontuberkulosis. &i negara maju. #hinovirus. /irkki dkk. %tiologi pneumonia pada neonatus dan bayi kecil meliputi Streptococcus grup B dan bakteri 7ram negatif seperti E. umumya pneumoia bakteri sulit dibedakan dengan pneumonia virus. dan virus Parain luen!a. dikenal dua bentuk pneumonia. =sia %tiologi yang sering Bakteri  E. Haemophillus in luen!ae tipe B. 'ada bayi yang lebih beeasr dan anak balita. 1.. campuran bakteri dan virus 103.19. tahun. pada penderita ra#at inap 2<. $elompok anak usia . sering juga ditemukan infeksi "ycoplasma pneumoniae. pneumonia sering disebabkan oleh infeksi Streptococus pneumoniae. yaitu( pneumonia masyarakat 8community-acquired pneumonia9 dan pneumonia rumah sakit 8hospital-acquired pneumonia98. pneumonia pada anak terutama disebabkan oleh virus...<. melakukan penelitian pada pneumonia anak dan menemukan etiologi virus saja sebanyak 1. Colli.3. gambaran klinis. &emikian juga dengan pemeriksaan radiologis dan laboratorium. terutama dalam spektrum etiologi. disamping bakteri. Spektrum mikroorganisme penyebab pada neonatus dan bayi kecil berbeda dengan anak yang lebih besar.colli  Sreptococcus group B  'isteria "onocytogenes %tiologi yang jarang Bakteri  Bakteri anaerob  Streptococcus group (  Haemophillus in luen!a  Streptococcus pneumoniae  )reaplasma urealyticum -irus dam . 3 diantaranya kasus nontuberkulosis.59. sedangkan pada anak yang lebih besar dan remaja. *ari . dan Staphylococcus aureus. dan bakteri saja . Berdasarkan tempat terjadinya infeksi. &i RS=' -.alik . /irus yang terbanyak ditemukan adalah #espiratory Syncytical $irus %#S$&. Secara klinis.edan 21. tahun ke atas mempunyai etiologi infeksi bakteri yang lebih banyak daripada anak berusia di ba#ah . atau Klebsiella sp81. 3 diantaranya kasus nontuberkulosis.. Pseudomonas sp.)).< 3 kasus infeksi dan )5.( #ti%&%'i =sia pasien merupakan faktor yang memegang peranan penting pada perbedaan dan kekhasan pneumonia anak. biasanya tidak dapat menentukan etiologi8)9. atau campuran bakteri dan virus. infeksi dan . selain bakteri tersebut.< 3 kasus )a*ir + .

bu&an / 0 ta*un -irus  /irus adeno  /irus influen>a  /irus parainfluen>a  /irus rino  #epiratory Syncytial virus Bakteri  Chlamydia trachomatis  "ycoplasma pneumoniae  Streptococcus pneumoniae Bakteri  Hamophillus in luen!a tipe B  "ora*ella catharallis  +eisseria meningitidis  Staphylococcus aureus -irus  /irus varisella >oster 0 ta*un + remaja Bakteri  Hamophillus in luen!a tipe B  'egionella sp  Staphylococcus aureus -irus  /irus adeno  /irus %pstein Barr  /irus influen>a  /irus parainfluen>a  /irus rino  #epiratory Syncytial virus  /irus varisella >oster 1. Pat%&%'i dan $at%'enesis =mumnya mikroorganime penyebab terhisap ke paru bagian perifer melalui saluran respiratori.. . eritrosit.. .( min''u + ( bu&an Bakteri -irus  /irus deno  /irus +nfluen>a  /irus 'arainfluen>a ).ula ? mula terjadi edema akibat reaksi jaringan yang mempermudah proliferasi dan penyebaran kuman ke jaringan sekitarnya. fibrin. cairan edema. Bagian paru yang terkena mengalami konsolidasi.!..1  #epiratory Syncytial virus  /irus Sitomegalo  /irus -erpes simpleks Bakteri  Bordetella pertussis  Hamophillus in luen!a tipe B  "ora*ella catharallis  Staphylococcus aureus  )reaplasma urealyticum -irus  $irus Sitomegalo Bakteri  Chlamydia trachomatis  "ycoplasma pneumoniae  Streptococcus pneumoniae . yaitu terjadi serbukan sel '. dan ditemukannya kuman di alveoli8)9.

. fibrin menipis. gelisah. sel akan mengalami degenerasi. sakit kepala. beberapa neutrofil dan makrofag di dalam alveolus. menjadi padat dan tidak mengandung udara. 'roses fagositosis berlangsung cepat. 7ambaran klinis pneumonia pada bayi dan anak bergantung pada berat ringannya infeksi. penurunan nafsu makan. kapiler sudah tidak lagi mengalami kongesti. stadium ini berlangsung singkat. keluhan gastrointestinal seperti mutah atau diare@ kadang ? kadang ditemukan gejala infeksi ekstrapulmoner. mikroorganisme penyebab yang luas. -anya sebagian kecil yang berat. bakteri dalam jumlah yang banyak.!. malaise. Beberapa faktor yang mempengaruhi gambaran klinis pneumonia pada anak adalah imaturitas anatomik dan imunologik. cairan edema. sehingga dapat berobat jalan saja.Selanjutnya proses peradangan yang terjadi pada paru ? paru mengikuti empat stadium berikut ini829( ). terbatasnya penggunaan prosedur diagnostik invasif. eritrosit. alveolus terisi fibrin dan leukosit '.!. fibrin. kuman dan debris menghilang. #arnanya berubah menjadi merah. Stadium *e$atisasi mera*1 dimana lobus dan lobulus yang terkena mengalami konsolidasi. dan pada perabaan menjadi seperti perabaan hepar.0 Manifestasi K&inis Sebagian besar gambaran klinis pneumonia pada anak berkisar antara ringan hingga sedang. serta mulai terdapatnya eksudat jernih. dan mungkin terdapat komplikasi sehingga memerlukan pera#atan di RS8)9.. merupakan stadium dimana eksudat mulai berkurang. mengancam kehidupan. namun dalam alveolus makrofag bertambah. Stadium k%n'esti1 dimana mulai terjadi pelebaran dan kongesti kapiler. 1. gejala klinik yang kadang ? kadang tidak khas terutama pada bayi. Selain itu di dalam alveolus banyak di dapatkan serbukan sel '. 5. 1. . tetapi secara umum adalah sebagai berikut8)9(  Geja&a infeksi umum. etiologi non infeksi yang relatif lebih sering. dan kuman. dan faktor patogenesis. yaitu demam. Stadium res%&usi. Stadium *e$atisasi ke&abu1 dimana lobus paru masih tetap padat namun #arna merah berubah menjadi pucat kelabu. permukaan pleura menjadi suram karena diliputi oleh fibrin.

Reactive Protein 34!P5 DR' adalah suatu protein fase akut yang disisntesis oleh hepatosit.0006mm19 dengan prdominan '. . retraksi dada. . 'ada infeksi Chlamydia ditemukan eosinofilia8. (. dan ronki.9.9. terutama +A-. produksi DR' secara cepat distimulasi oleh sitokin. 1. $adang ? kadang terdapat anemia ringan dan A%& yang meningkat 8. dan glukosa relatif lebih rendah daripada glukosa darah. infeki virus dan bakteri. takipnea. air hunger. atau infeksi superfisialis atau profunda. yaitu batuk. $adar DR' biasanya lebih rendah pada infeksi virus atau infeksi superfisialis daripada profunda. Uji Ser%&%'is =ji serologik untuk mendateksi antigen dan antibodi pada infeksi bakteri tipik mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang rendah8)9. C. protein C . nafas cuping hidung. +A-). suara nafas melemah. kan tetapi pada neonatus dan bayi kecil.0006mm1.!.eskipun fungsi pastinya belum diketahui. Aeukopenia 8B 20006mm19 menunjukkan prognosis yang buruk. Secara umum hasil peneriksaan darah perifer lengkap tidak dapat membedakan antara infeksi virus dan bakteri secara pasti8)9. 'ada perkusi dan auskultasi paru umumnya tidak ditemukan kelainan.2 Pemeriksaan Penunjan' 1.000 ? 50. sesak nafas. merintih. gejala dan tanda pneumonia lebih beragam dan tidak selalu jelas terlihat.2 g6dl.! pada cairan eksudat berkisar 100-)00. Sebagai respon infeksi atau inflamasi jaringan. 'ada efusi pleura didapatkan sel '. Geja&a 'an''uan res$irat%ri. 'ada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda klinis seperti pekak perkusi. Dara* Perifer )en'ka$ 'ada pneumonia virus dan juga mikoplasma umumnya ditemukan leukosit dalam batas normal atau sedikit meningkat.9.. dan sianosis. kan tetapi pada pneumonia bakteri didapatkan kadang ? kadang leukositosis 8)2. dan 4!*. Streptokokus grup kan tetapi. Secara klinis DR' digunakan sebagai alat diagnostik untuk membedakan antara faktor infeksi dan noninfeksi.. DR' sangat mungkin berperan dalam opsonisasi mikroorganisme atau sel rusak8. diagnosis infeksi dapat dikonfimasi dengan peningkatan titer antibodi seperti .

Pemeriksaan mikr%bi%&%'is =ntuk pemeriksaan mikrobiologik. merupakan konsolidasi paru dengan air bronchogram. darah. ronki dan suara nafas melemah8)9. dan hiperaerasi  +nfiltrat alveoler. disertai dengan peningkatan corakan peribronkial. strepto>im. 0. retraksi. Pemeriksaan r%nt'en T%raks Secara umum gambaran foto toraks terdiri dari8). 1. . pungsi pleura. atau aspirasi paru8)9. &iagnosis dikatakan definitif apabila kuman ditemukan dari darah. $onsolidasi dapat mengenai satu lobus 8pneumonia lobaris9. atau aspirasi paru. sianosis. nafas cuping hidung. spesimen dapat diambil dari usap tenggorok.6 Dia'n%sis &iagnosis etiologik berdasarkan pemeriksaan mikrobiologis dan6atau serologis merupakan dasar terapi yang optimal8:9.antistreptolisin ". dikenal sebagai round pneumonia. dan menyerupai lesi tumor paru. berupa bercak ? bercak infiltrat yang meluas hingga ke daerah perifer paru. batuk. uji serologis tidak terlalu bermanfaat dalam mendiagnosis infeksi bakteri tipik. ditandai dengan gambaran difus merata pada kedua paru. atau terlihat sebagai lesi tunggal yang biasanya cukup besar. ditandai dengan peningkatan corakan bronkovaskuler.. berbentuk sferis.ikoplasma dan $lamidia tampak peningkatan anibodi +g.:9(  +nfiltrat interstisial. peribronchial cu ing. dan +g7. bilasan bronkus. yang dapat mengkonfirmasi diagnosis. dan lebih dari satu gejala respiratori sebagai berikut( takipnea. namun bakteri atipik sepert . . cairan pleura. sekret nasofaring. batas tidak terlalu tegas.  Bronkopneumonia. Secara umum. atau anti&nase B. 'rediktor paling kuat adanya pneumonia adalah demam. kan tetapi penemuan bakteri penyebab tidak selalu mudah karena memerlukan pemeriksaan penunjang yang memadai.

bulan ? ) tahun C 50 F 6 menit untuk anak usia C)-2 tahun 4idak perlu dira#at. +ndikasi pera#atan terutama berdasarkan berat . hanya diberikan pengobatan simptomatis seperti penurun panas.  Bayi berusia diba7a* bu&an o 'neumonia   Bila ada nafas cepat 8C . cukup diberikan pengobatan simptomatis 1.ringannya penyakit.  Bayi dan anak berusia o 'neumonia berat   Bila ada sesak nafas -arus dira#at dan diberikan antibiotik bu&an + 0 ta*un o 'neumonia   Bila tidak ada sesak nafas da nafas cepat dengan laju nafas • •  C 20 F 6 menit untuk anak usia .0 F 6 menit9 atau sesak nafas -arus dira#at dan diberikan antibiotik o Bukan pneumonia   4idak ada nafas cepat atau sesak nafas 4idak perlu dira#at. distres pernafasan. maka dalam upaya peanggulangannya E-" mengembangkan pedoman diagnosis dan tatalaksana pneumonia yang sederhana.8 Penata&aksanaan Sebagian besar pneumonia pada anak tidak perlu dira#at inap. diberikan antibiotik oral o Bukan pneumonia   Bila tidak ada nafas cepat dan sesak nafas 4idak perlu dira#at dan tidak perlu antibiotik.kibat tingginya angka morbiditas dan mortalitas pneumonia pada balita. tidak mau . misalnya toksis. Berikut adalah klasifikasi pneumonia berdasarkan pedoman tersebut8)9.

akrolid. >itromisin dapat diberikan satu kali sehari selama 1 . diberikan setiap ..0 mg6kgBB sulfametoksa>ol8)9. 4erapi antibiotik harus segera diberikan pada anak dengan pneumonia yang diduga disebabkan oleh bakteri  Pneum%nia !a7at Ja&an 'ada pneumonia ra#at jalan dapat diberikan antibiotik lini pertama secara oral. 'enggunaan antibiotik yang tepat merupakan kunci utama keberhasilan pengobatan. elektrolit. oksigen. atau amoksisislin. . sedangkan kotrimoksa>ol adalah 5 mg6kgBB 4. baik eritromisin maupun makrolid baru. atau ada penyakit dasar yang lain.makan atau minum.:9. dan terutama mempertimbangkan usia pasien8)9.. pneumonia dan bakteri atipik. jam9 harus dipantau dalam . &osis amoksisilin yang diberikan adalah . 'engobatan suportif meliputi pemeberin cairan intravena.9. &asar tatalaksana pneumonia ra#at inap adalah pengobatan kausal dengan antibiotik yang sesuai.' .5 jam selama :. Bila memberikan respons yang baik maka diberikan selama 2 hari. =ntuk nyeri dan demam dapat diberikan analgetik6antipiretik. dan gula darah 8).20 mg6kgBB6hari. )0 mg6kgBB pada hari pertama. !eonarus dan bayi kecil dengan kemungkinan klinis pneumonia harus dira#at inap8:9. . misalnya amoksisilin atau kotrimoksa>ol8:9.)5 hari 8)9. setiap . dapat digunakan sebagai terapi alternatif beta . $laritromisin dan roksitromisin diberikan dua kali sehari dengan dosis )2 mg6kgBB untuk klaritromisin dan 2 ..laktam.. dengan pertimbangan adanya aktivitas ganda terhadap S. jam selama )0 . koreksi terhadap gangguan asam-basa.20 mg6kgBB6kali +/ atau +.  Pneum%nia !a7at Ina$ 'ada pneumonia ra#at inap antibiotik yang dapat diberikan adalah golongan beta . yang dapat dikombinasikan dengan kloramfenikol.2 hari. jam pertama 859. Selanjutnya terapi dilanjutkan di rumah atau di rumah sakit dengan amoksisilin oral 8)2 mg6kgBB6kali tiga kali sehari9 untuk 2 hari berikutnya859.2 mg6kgBB. 'emberian ampisilin6amoksisilin 8.laktam untuk pengobatan inisial pneumonia. serta tindakan suportif. &osis eritromisin 10 .)0 mg6kgBB untuk roksitromisin. komplikasi. dilanjutka dengan dosis 2 mg6kgBB untuk hari berikutnya 8). ampisilin.2 . Suplementasi vitamin tidak terbukti efektif.

segera berikan oksigen dan pengobatan kombinasi ampisilin-kloramfenikol atau ampisilin-gentamisin. Sebagai alternatif. letargis atau tidak sadar. +nfeksi primer oleh bakteri penyebab belum dilaporkan. Bila pasien datang dalam keadaan klinis yang berat. perikarditis purulenta.)00 mg6kgBB +.:9. dapat diberikan seftriakson 8<0 . distres pernafasan berat9 maka ditambahkan kloramfenikol 8. sianosis. atau +/ setiap < jam9859.-5. B!"NKI")ITIS Defenisi Bronkiolitis diartikan sebagai penyakit obstruktif akibat inflamasi akut pada saluran nafas kecil 8bronkioli9 yang sering terjadi pada anak di ba#ah .: Pat%fisi%&%'i Secara harfiah pernafasan berarti pergerakan oksigen dari atmosfir menuju ke sel-sel dan keluarnya karbondioksida dari sel-sel ke udara bebas.2 mg6kgBB6kali +. kejang.)-5 #ti%&%'i Respiratory Syncytial /irus merupakan agen penyebab pada 20 ? G0 3 kasus. %mpiema torasis merupakan komplikasi tersering yang terjadi pada pneumonia bakteri85. mikoplasma.Bila keadaan klinis memburuk sebelum 5< jam. atau memuntahkan semuanya.-< bulan.9 K%m$&ikasi $omplikasi pneumonia pada anak meliputi empiema torasis. adenovirus dan virus lainnya. atau infeksi ekstrapulmoner seperti meningitis purulenta 8)9. 1. atau terdapat keadaan yang berat 8tidak dapat menyusu atau minum6makan. tahun dengan insiden tertinggi umur . atau +/ sekali sehari9859. pneumotoraks.). Jika hal ini diuraikan lagi akan terbagi menjadi pernafasan eksternal 8difusi oksigen dan kabondioksida melalui mambran kapiler alveoli9 dan pernafasan internal 8rekasi-reaksi kimia intraseluler dimana oksigen dipakai dan karbondioksida dihasilkan se#aktu sel memetabolismekan karbohidrat dan substansi lain untuk membangkitkan 4' dan pelepasan energi9.< . sisanya oleh virus para influen>a.

=mumnya hiperkapnia tidak terjadi kecuali pada penyakit yang sangat berat. Infeksi virus dari saluran pernafasan bagian menyebabkan ventilasi berkurang dan hipoksemia. maka terdapat mekanisme klep hingga udara akan terperangkap dan menimbulkan hiperinflasi dada. sel plasma dan makrofag.GKerusakan epitel Skema ). 4etapi karena radius saluran napas kecil selama fase ekspirasi. udara didistribusikan kedalam paru melalui trakea. Satu masalah yang paling penting pada semua jalan pernafasan adalah memelihara agar tetap terbuka. 'roses patologik ini mengganggu pertukaran udara di paru. bronkus dan bronkioli. Jaringan peribronkial mengalami infiltrasi lekosit. dan sebagian limfosit bermigrasi diantara sel epitel sehingga timbul udem. akumulasi mukus dan debris seluler hingga terjadi obstruksi lumen bronkiolus.G Resistensi aliran udara meningkat pada fase inspirasi maupun fase ekspirasi.Setelah mele#ati hidung dan faring. 'atofisiologi HipersekresiBronkiolitis Obstruksi saluran nafas kecil Atelektasisdan hiperinflasi Penurunan kompliansi paru Peningkatan kerja pernafasan Kelelahan otot pernafasan Hiperkarbi Apneu Asidosis Hipoksemi S ok . dapun bronkiolus dindingnya hanya terbentuk oleh otot polos dan diameternya sangat kecil yaitu ) ? ). sehingga mudah terjadi obstruksi baik oleh proses inflamasi maupun spasme otot itu sendiri. Regenerasi lapisan basal mulai hari bawah ke 1 ? 5 dan regenerasi silia terjadi setelah )2 hari. sehingga aliran udara keluar masuk alveoli berjalan lancar. Sebagai kompensasi frekuensi napas akan meningkat. Udem 'enyembuhan terjadi secara bertahap. Dincin kartilago pada trakea dan bronkus berfungsi untuk mempertahankan rigiditas dan menjaga terjadinya kolap. Rusaknya sel epitel bersilia menyebabkan gangguan mekanisme pertahanan lokal.2 mm. menyebabkan nekrosis epitel yang kemudian berproliferasi membentuk sel yang kuboid atau gepeng tanpa silia. telektasis dapat terjadi bila obstruksi total dan udara diserap.< 'atofisiologi bronkiolitis bera#al dari invasi virus pada percabangan bronkus kecil.

"verinflasi paru dapat mengakibatkan hati dan limpa teraba di ba#ah tepi kosta. nak mulai mengalami sesak napas.2 3 kasus. 'ada perkusi terdengar suara hipersonor. makin lama makin hebat. sianosis sekitar hidung dan mulut. pernapasan dangkal dan cepat dan disertai dengan serangan batuk. biasanya tanpa kenaikan suhu atau hanya subfebril.Pemeri-saan . area konsolidasi pada . anak nampak gelisah. napas cepat dan dalam 8. napas cuping hidung. sesak napas.oto thora* 'emeriksaan H-foto thoraF mungkin masih normal atau menunjukkan adanya hiperinflasi paru 8hiperaerasi9 dengan diafragma datar dan kenaikan diameter anteroposterior pada foto lateral. Ronki basah halus dapat terdengar pada akhir inspirasi dan a#al ekspirasi.)-5 b. retraksi otot pernapasan akibat penggunaan otot-otot asesoris pernafasan karena paru terus-menerus terdistensi oleh udara yang terperangkap. 'ada penyakit yang lebih berat gejala-gejala dapat berkembang dalam beberapa jam dan perjalanan penyakit menjadi berlarut-larut.)-2 c.Pemeri-saan isi'ada pemeriksaan fisik.0<0F6menit9. atau ditemukan bercak-bercak .Dasar Dia'n%sis a... Bayi mula-mula menderita penyakit infeksi ringan pada saluran pernafasan disertai batuk pilek untuk beberapa hari. !ampak penebalan peribronkial pada 20 3 kasus. suara pernafasan hampir tidak dapat didengar bila obstruksi bronkiolus hampir total. dan area kolaps segmen atau lobar pada )0 3. 'ada sebagian besar kasus berat. 'ada kasus ringan gejala menghilang dalam ) ? 1 hari. *ase ekspirasi pernafasan diperpanjang dan mengi6#hee>ing dapat terdengar.namnesis 'ada bayi dengan bronkiolitis biasanya mempunyai ri#ayat terpajan pada anak yang lebih tua atau orang de#asa yang mempunyai penyakit pernafasan ringan pada minggu sebelum mulainya penyakit.

tetapi tidak tampak sianosis dan ada ri#ayat mengi. Eujud lain yang dapat dirancukan dengan bronkiolitis adalah gagal jantung kongestif. penyakit.5 &iagnosis banding yang paling la>im dari bronkiolitis adalah asma bronkiale dan bronkopneumoni yang disertai dengan overinflasi paru. .)-. 'ada auskultasi paru terdapat #hee>ing. mulainya mendadak tanpa infeksi yang sma juga jarang terjadi pada umur kurang mendahului. diperagakan pada sekresi nasofaring dengan deteksi antigen 8misalnya %A+S 9 atau dengan D. kistik fibrosis. Setelah 5 ? 2 hari fungsi paru membaik dan setelah )0 hari tahanan paru dan compliance kembali normal. =ji faal paru menunjukan peningkatan *unctional Residual Dapacity. tidak berhubungan dengan beratnya Biakan nasofaring menunjukkan flora bakteri yang normal. rendah sedangkan 'aD". sesak. 'ada pemeriksaan laboratorium terdapat trombositosis. 'ada penderita ini data-data yang mendukung diagnosis bronkiolitis adalah ri#ayat batuk yang makin lama makin berat. 'emeriksaan fisik didapatkan dispenu dengan frekuensi pernafasan 22F 6menit. terdapat retraksi epigastrial.Pemeri-saan Penun/ang 'ainnya Aekosit dan hitung jenis biasanya dalam batas normal. serangan6episode sesak yang berulang-ulang. d. -al ini kurang sesuai untuk bronkiolitis yang ditandai dengan hiperaerasi paru dan peningkatan diameter anteroposterior pada foto lateral serta diafragma lebih rendah.pemadatan akibat atelektasis sekunder tehadap obstruksi atau inflamasi alveolus.1 &iagnosis banding asma bronkiale dapat disingkirkan atas dasar bah#a pada penderita ini tidak dijumpai keadaan yang mendukung asma berupa ( ri#ayat atopy pada keluarga . ada panas subfibril. dapun hasil pemeriksaan H-foto thoraF memberikan gambaran corakan bronkovaskuler yang meningkat. lekosit dan hitung jenis terdapat kesan limfosit teraktivasi dan gambaran infeksi virus. &erajat peningkatan 'aD". 'neumonia bakteri secara dini tidak dapat disingkirkan dengan hanya pemeriksaan radiologik saja. benda asing di trakea dan keracunan organofosfat. hantaran.)-. dan tampak bercak perihiller dan parakordial kanan. eksperium memanjang. /irus dapat normal atau meningkat. bertambahnya tahanan paru dan turunnya compliance. Aimfopenia yang sering ditemukan pada penyakit virus lain jarang ditemukan pada bronkiolitis.1. biakan. ekspirasi yang sangat memanjang. suhu 1: o nalisis gas darah menunjukan 'a". pertusis.

kecepatan aliran ) ? . menghilangkan kecemasan dan kegelisahan. P#NG#)")AAN 7una mencapai hasil pengobatan yang optimal.1.)2 • "ksigen yang dilembabkan. nalisa gas darah 8B7 9 tidak dilakukan dengan alasan sudah terjadi perbaikan klinis setelah pemberian nebuli>er . 1. Aspek Medikamentosa a.dari satu tahun dan memberikan respon yang baik terhadap suntikan adrenalin atau albuterol aerosol. &emikian pula screening tuberkulosis dengan ''& 2 4= atau BD7 tes tidak dilakukan karena anamnesis maupun pemeriksaan fisik tidak mendukung. !amun pada umumnya.5 Sedangkan diagnosis banding bronkopneumoni memang cukup sulit. 4erapi bronkiolitis dapat bersifat simtomatis6suportif maupun kausatif. yaitu pada bonkopneumoni panasnya tinggi. bertujuan untuk mengatasi hipoksemia. dari auskultasi paru didapatkan ronki basah halus nyaring. oksigen sebaiknya diberikan dengan konsentrasi 50 3 menggunakan head boF yang dipantau dengan pulse oFimetri. namun keadaan klinis dan laboratoris tidak mendukung ke arah bronkopneumoni. dan kemudian konsentrasi oksigen diturunkan sesuai perbaikan saturasinya. mengurangi dispnu. maka pengelolaan terhadap penderita haruslah bersifat menyeluruh. 'enderita ini tidak terdapat sesak nafas .1 'emeriksaan penunjang lain pada penderita ini belum diperlukan. &eteksi agen penyebab dengan serologi masih jarang dilakukan. dapun trombositosis tidak dilakukan pengelolaan khusus karena diperkirakan hal ini akibat dari infeksi akut bronkiolitis sehingga penanganannya dengan mengobati penyebabnya. jarang atau tidak dijumpai #hee>ing maupun eksperium memanjang. Jika keadaannya lebih berat. B. medikamentosa. &erajat sesaknya juga sesuai dengan temuan klinis 8banyaknya infiltrat paru9. apalagi didukung dengan gambaran H-foto thoraF. meliputi aspek kepera#atan. liter6menit atau konsentrasi .)1. Suportif 6 Simtomatis ( ). mengurangi kehilangan air insensibel akibat takipnu.5. dietetik. Bronkopneumoni tidak berespon terhadap pemberian kortikosteroid. dan edukatif. sedangkan penderita ini terjadi sesak tanpa sianosis. 'embahasan di ba#ah ini dimaksudkan untuk pengelolaan bronkiolits.< 3 . terapinya bersifat suportif.1.

? .0 jam6hari selama 1 ? 2 hari. tetapi karena sulit dibedakan dengan pneumonia bakteri. antibiotika tetap diberikan secara empris. $arenanya. =mumnya diberikan pada kasus yang ga#at 6 kritis. • 'emberian kortikosteroid sampai saat ini masih kontroversial. !amun dalam suatu penelitian melaporkan bah#a pemberian ribavirin tidak begitu menurunkan lama ra#at inap di 'engaruh jangka lama masih belum diketahui. sehingga diberikan oksigen . rumah sakit dan angka mortalitas.2 mg6$gBB. 'enderita ini selama sakit makan dan minumnya berkurang. atau immunodefisiensi berat. suatu nukleotida sintetis. 'enderita ini tidak diberikan. dilanjutkan 0. 'emberiannya secara inhalasi terus-menerus ). telah digunakan di luar negeri sebagai terapi spesifik. cukup efektif mengurangi gejala bronkiolitis jika diberikan sedini mungkin 8pada a#al perjalanan infeksi9. "bat yang dipilih adalah deksametason inisial 0. berguna dalam meningkatkan sekresi mukus dan mengurangi viskositas6kekentalannya serta memperbaiki transport mukosilier.4itik tangkap kortikosteroid adalah sebagai anti inflamasi sehingga dapat meringankan obstruksi pada bronkioli. ? < jam sampai klinis membaik. penggunaannya hanya terindikasi pada bayi yang amat sakit atau pada bayi berisiko tinggi. mbroksol adalah suatu ben>ylamin derivat vasicine. maka diberikan kortikosteroid nebuli>er pulmicort I respul. atau hidrokortison 2 ? )0 mg6$gBB6hari tiap . terutama pada I ! 5<06. tidak sampai sianosis. seperti bayi dengan penyakit jantung kongenital sianotik. tetes mikro6menit. $ausatif ( 1.062 . b.)5. 'enderita ini datang dengan distres respirasi. 'enderita ini diberi ambroksol 1 F 5 mg. sehingga diberi cairan parenteral berupa infus . • • ntipiretik diberikan bila suhu J 1< 0 Delcius "bat mukolitik dipertimbangkan pemberiannya dalam kaitannya dengan adanya hipersekresi mukus. displasia bronkopulmoner berat.yang hebat.enjamin hidrasi yang adekuat melalui cairan parenteral maupun enteral untuk mengimbangi pengaruh dehidrasi akibat takipnu.5.)2 • "bat anti virus Ribavirin 8vira>ol9.2 mg6$gBB6hari dibagi 1 ? 5 dosis.<3 dengan masker atau nasal canul. • ntibiotika sebenarnya tidak mempunyai nilai terapeutis. • .

5 jam.keadaan umum yang kurang membaik dan kecurigaan adanya infeksi sekunder. dalam 5 dosis atau eritromisin 20 mg6kgBB6. .5 jan dalam 5 dosis. Biasanya diberikan ampisilin )00 mg6kgBB6. 'ada penderita ini tidak diberikan.

1 Tanda tan'an< ID#NTITAS PASI#N !ama ( n. . >ida'd%1 S$. )1 lamat ( Jl.0). Nama Ma*asis7a NIM < Santri D7i=am=ami Pembimbin' < Pr%f.ATAN ANAK !SUD BUD. 'albatu +++ !o.I ASI. E =mur ( 12 tahun =mur ( 12 tahun lamat ( Jl.enteng dalam.8...(. !I>A@AT P#N@AKIT A. 4ebet 'endidikan ("ran' tua ? >a&i Aya* < Ibu < !ama ( 4n.BAB II )AP"!AN KASUS 1 STATUS PASI#N K#PANIT#!AAN :K T!ISAKTI BAGIAN I)MU K#S#. gama ( +slam lamat ( Jl.60)). 'albatu +++ !o. Jenis $elamin ( 'erempuan =mur ( )) bulan Suku Bangsa ( Beta#i 4empat 6 tanggal lahir ( Jakarta. )1 0).A < . pril . ). A !ama ( !y. ANAMN#SIS . 'albatu +++ !o. )1 'ekerjaan ( $arya#an s#asta 'ekerjaan ( +bu rumah tangga 'endidikan ( SA4 'endidikan ( SA4 Suku bangsa ( Beta#i Suku bangsa ( Beta#i gama ( +slam gama ( +slam -ubungan dengan orang tua ( pasien merupakan anak kandung I.

dan menjadi kurang berespon saat dia dipanggil. bintikbintik merah pada tubuh. mual. keluhan yang dialami oleh pasien tidak banyak mengalami perbaikan. pilek. E 8ibu kandung pasien9 Aokasi ( Bangsal lantai /+ 4imur. pasien diba#a lagi ke puskesmas dan oleh puskesmas pasien langsung dirujuk ke RS=& Budhi tampak lemas. keadaan pasien menjadi lebih berat. karena keadaan pasien tidak membaik. pasien diba#a berobat ke puskesmas 2 hari kemudian 8#abu. dari hidung pasien keluar ingus ber#arna bening. "leh ibu pasien diberi obat penurun panas yang dibelinya di apotek. dan tampak sesak nafas. nafsu makan pasien menjadi menurun. 15 "aret 12349 dan oleh puskesmas diberi obat puyer dan obat batuk pilek. !I>A@AT P#N@AKIT S#KA!ANG ( 'asien datang ke +7& RS=& Budhi sih dihantar oleh ibunya dengan keluhan batuk sejak G hari 80umat. 11 "aret 12349 sebelum masuk rumah sakit. 'ada saat itu. batuk. 'asien tampak lemas. !amun. pada hari yang sama. Selain demam. nafsu makan menurun A. dengan dahak ber#arna putih yang susah untuk dibatukkan keluar. B. &emam mulai timbul pada pagi hari. Selama sakit ini. $ejang. mimisan. kamar . menjadi kurang aktif dibandingkan dengan keadaan sebelum sakit. &emam tinggi dirasakan dengan perabaan tangan oleh ibu pasien. menggigil. Selama pengobatan tersebut. 'asien juga demam sejak G hari S.)0 4anggal 6 #aktu ( 2 pril . 4idak terdapat keluhan pada buang air kecil maupun buang air besar.RS.52 4anggal masuk ( 1) . dan pilek. letargis. pasien juga mengalami pilek yang mulai muncul saat malam hari. pasien masih . Aalu.aret . 43 "aret 12349. gusi berdarah. sesak nafas. DID#!ITA Penyakit lergi Umur 3/5 Penyakit &ifteria Umur 3/5 Penyakit 'enyakit jantung Umur 3/5 sih. G hari sejak demam muncul 8"inggu. mendadak dan terus menerus. 16 "aret 12349. Batuk dirasakan semakin berat dan sering muncul pada malam hari. tidur terus menerus. lemas. 'asien masih demam. dan muntah disangkal.0)1 $eluhan utama ( Batuk sejak G hari sebelum masuk rumah sakit $eluhan tambahan ( &emam. !I>A@AT P#N@AKIT @ANG P#!NA. : hari sejak demam muncul 80umat. )2.&ilakukan secara alloanamnesis dengan !y.0)1 pk. Batuk dirasakan berdahak.

bulan 8!ormal( . bulan9 'erkembangan pubertas Rambut pubis ( belum 'ayudara ( belum .Dacingan &B& "titis 'arotitis 3/5 3/5 3/5 3/5 &iare $ejang .-G bulan9 Berdiri ( =mur G bulan 8!ormal( G-). bulan 8!ormal( G-).AMI)AN ? K#)A. kali 'uskesmas &okter =mum Spontan 'enyulit ( G bulan.orbili "perasi 3/5 3/5 3/5 3/5 'enyakit ginjal Radang paru 4BD Aain-lain 3/5 3/5 3/5 3/5 Kesim$u&an !i7ayat Penyakit yan' $erna* diderita < $asien be&um $erna* menderita ke&u*an se$erti sekaran' mau$un men'ida$ $enyakit &ain.AMI)AN .I!AN $eadaan bayi 4idak ada Rutin kontrol ke 'uskesmas ) bulan sekali dan sudah mendapat imunisasi vaksin 44 . !I>A@AT P#!K#MBANGAN 'ertumbuhan gigi + ( =mur : bulan 8!ormal( 2-G bulan9 7angguan perkembangan mental ( 4idak ada 'sikomotor 4engkurap ( =mur 1 bulan 8!ormal( 1-5 bulan9 &uduk ( =mur . 4.enarche ( belum Kesim$u&an ri7ayat $ertumbu*an dan $erkemban'an < baik 3sesuai usia5 .asa gestasi K#)A. 1 minggu Berat lahir ( 1000 gr 'anjang lahir ( 20 cm Aingkar kepala ( 8tidak tahu9 Aangsung menangis 8K9 $emerahan 8K9 !ilai '7 R ( 8tidak tahu9 $elainan ba#aan ( tidak ada < Baik 3Ne%natus 4uku$ Bu&an / Sesuai Kesim$u&an ri7ayat ke*ami&an ? ke&a*iran Masa Ke*ami&an5 D.orbiditas kehamilan 'era#atan antenatal 4empat persalinan 'enolong persalinan Dara persalinan .I!AN K#. bulan9 Berjalan ( =mur )0 bulan 8!ormal( )1 bulan9 Bicara ( =mur ). !I>A@AT K#.

#. !I>A@AT IMUNISASI -aksin Dasar 3 umur 5 BD7 ) bulan &'4 6 '4 . roti.?< < ? )0 )0 -). pril . dan nasi tim.idu$ K K )a*ir mati Ab%rtus Mati 3sebab5 Keteran'an kese*atan Sehat 'asien . Sebagai pengganti S+. !I>A@AT MAKANAN Umur ASI?PASI 3bu&an5 0?. Imunisasi u&an'an be&um di&akukan. tidak sulit makan 'asien tidak mendapatkan S+ eksklusif karena produksi S+ yang sedikit. G.?5 5?. pasien diberikan susu formula oleh ibunya. bulan 5 bulan 'olio Dampak -epatitis B 0 bulan 0 bulan . S+ S+ K ' S+ S+ K ' S+ ' S+ ' S+ ' S+ Bua* ? Biskuit K 8Biskuit9 K K Bubur Susu K K K K Nasi Tim K K $esulitan makan ( menurut pengakuan ibu. 4%rak !e$r%duksi N% ). bulan ) bulan U&an'an 3 umur 5 .. . . Tan''a& &a*ir 3umur5 )G . . Saat ini pasien sudah mengkonsumsi bubur nasi.00< ). Kesim$u&an ri7ayat makanan < $asien tidak su&it1 asu$an Auku$ baik :.aret . bulan Kesim$u&an ri7ayat imunisasi < imunisasi dasar sesuai jad7a&1 namun tidak &en'ka$. !I>A@AT K#)UA!GA a. bulan 5 bulan .0). Jenis ke&amin 'erempuan 'erempuan . biscuit.

. Kesim$u&an !i7ayat Ke&uar'a < $asien anak kedua dari bersaudara. letargis $esadaran ( Somnolen $esan 7i>i ( baik $eadaan lain ( anemis 8K9. Kesim$u&an Keadaan )in'kun'an < 4uku$ baik I.6bulan. Status Genera&is Keadaan Umum $esan Sakit ( tampak sakit berat. Tidak ada an''%ta ke&uar'a yan' men'a&ami ke&u*an sama den'an "S. pembengkakan jantung dan kencing manis. ventilasi baik. . berdinding tembok. >IB5 A.b. Kesim$u&an s%sia& ek%n%mi< 4uku$ baik II.) tahun SA4 +slam Beta#i Sehat - a. satu kamar mandi.. Sehari-hari pasien diasuh oleh ibunya.000. !I>A@AT )INGKUNGAN P#!UMA. ikterik 8-9. !i7ayat Penyakit Ke&uar'a 4idak ada anggota keluarga yang pernah mengalami seperti ini sebelumnya. berlantai keramik.AN 'asien tinggal bersama ayah. dan kakaknya di sebuah rumah tinggal di perumahan dengan dua kamar tidur.1( jam 10. E ) . dapur. !i7ayat Pernika*an Nama Perka7inan ke/ Umur saat menika* Pendidikan terak*ir A'ama Suku ban'sa Keadaan kese*atan K%san'uinitas Penyakit1 bi&a ada Aya* ? >a&i 4n.: kg Aingkar $epala ( 55 cm . beratap genteng.5.. A ) . ibu.. !I>A@AT S"SIA) DAN #K"N"MI yah pasien bekerja sebagai karya#an s#asta dengan penghasilan Rp. dyspnoe 8K9 Data Antr%$%metri Berat Badan sekarang ( . $eadaan rumah cukup luas.2 tahun SA4 +slam Beta#i Sehat Ibu ? >a&i !y. pencahayaan baik..enurut ibu pasien penghasilan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. ir limbah rumah tangga disalurkan dengan baik dan pembuangan sampah setiap harinya diangkut oleh petugas kebersihan.000.. +bu dan ayah tidak menderita penyakit hipertensi. Sedangkan ibu pasien merupakan ibu rumah tangga. P#M#!IKSAAN :ISIK 3Tan''a& (1 Maret .. Sumber air bersih dari air ' . sianosis 8-9.

.<.: 6 <..IDUNG < Bentuk ( simetris !apas cuping hidung (K6K Sekret ( K6K . cukup tebal >AJA. bening &eviasi septum (.: 6 G. isokor Refleks cahaya ( langsung K6K .) 6 :. < #ajah simetris. ubun-ubun besar belum menutup !AMBUT < Rambut hitam. kuat.ukosa hiperemis ( -6BIBI! < Simetris saat diam.) 3 A$ 6 = L 55 cm M -.) kg @ ). regular 4ekanan &arah ( . sianosis 8-9 . tipe abdomino-torakal.mm-g !afas ( 1.. tidak langsung K6K T#)INGA < Bentuk ( normotia 4uli ( -6!yeri tarik aurikula ( -6!yeri tekan tragus ( -6Aiang telinga ( lapang . kering 8-9..BB 6 = L . isi cukup. 3 87i>i kurang9 $ehilangan BB L )." D.2 3 84inggi normal9 BB 6 4B L . distribusi merata dan tidak mudah dicabut. ekual kanan dan kiri.< kg 4inggi Badan ( :0 cm Aingkar Aengan tas ( )) cm Status Gi=i . luka atau jaringan parut MATA < /isus ( tidak dinilai 'tosis ( -6Sklera ikterik ( -6Aagofthalmus ( -6$onjunctiva anemis ( K6K Dekung ( -6%Fophthalmus ( -6$ornea jernih ( K6K Strabismus ( -6Aensa jernih ( K6K !istagmus ( -6'upil ( bulat..Berat Badan sebelum sakit ( :..2 F )00 3 L :<.2 F )00 3 L G. aFilla 8diukur dengan termometer air raksa9 K#PA)A < !ormocephali.. tidak ada pembengkakan. S& s6d K) S& 8!ormocephaly9 Tanda -ita& !adi ( )05 F 6 menit. mukosa ber#arna merah muda.< F )00 3 L )5. F )00 3 L :.embran timpani ( sulit dinilai Serumen ( -6Refleks cahaya ( sulit dinilai Dairan ( -6. inspirasi ( ekspirasi L ) ( . Suhu ( 1G.6 . F 6 menit.< 3 87i>i kurang9 4B 6 = L :0 6 :.

gigi caries 8-9. frekuensi 5 F 6 menit AN"G#NITA)IA < jenis kelamin perempuan. hiperemis 8-9 massa 8-9 T#NGG"!"KAN ( tonsil 4)-4) tidak hiperemis. lidah ( normoglosia. kulit keriput 8-9 gerakan peristaltik 8-9 • • • 'alpasi (lemas dan tidak teraba adanya massa maupun pembesaran organ 1 nyeri tekan 8-9. fissura ani 8-9 KGB < 'reaurikuler ( tidak teraba membesar 'ostaurikuler ( tidak teraba membesar Submandibula ( tidak teraba membesar Supraclavicula ( tidak teraba membesar Filla ( tidak teraba membesar +nguinal ( tidak teraba membesar . sekret 8-9. reguler. ulkus 8-9. ulkus 8-9.#! < Bentuk tidak tampak kelainan.. tanda radang 8-9. faring tidak hiperemis. tidak tampak pembesaran tiroid maupun $7B. kripta tidak melebar. #hee>ing K6K1 bunyi jantung +-++ reguler. tidak tampak deviasi trakea1 tidak teraba pembesaran tiroid maupun $7B. tidak ditemukan efloresensi pada kulit dinding dada1 ictus cordis terlihat pada +DS / linea midclavicularis kiri. pulsasi abnormal 8-9 • 'alpasi ( tidak terdapat nyeri tekan dan benjolan1 gerak napas simetris kanan dan kiri1 vocal fremitus sama kuat kanan dan kiri1 teraba ictus cordis pada +DS / linea midclavicularis kiri. ronchi K6K. halitosis 8-9. punctum maksimum pada +DS / ) cm linea midclavicularis kiri. trakea teraba di tengah T.MU)UT < "ral higiene baik."!AKS < • +nspeksi ( Bentuk thoraks simetris pada saat statis dan dinamis. ulkus 8-9 massa 8-9 )#. pernafasan abdomino-torakal1 pada sela iga terlihat adanya retraksi 1 pembesaran $7B aksila -6. mukosa gusi dan pipi ( merah muda. hiperemis 8-9. ulkus 8-9. murmur 8-9. jantung dalam batas normal uskultasi ( suara napas vesikuler. turgor kulit baik 'erkusi ( timpani pada seluruh lapang perut1 nyeri ketok abdomen 8-9 uskultasi ( bising usus 8K9. detritus 8-9. tidak ada pernafasan yang tertinggal. gallop 8-9 ABD"M#N < • +nspeksi ( perut rata1 tidak dijumpai adanya efloresensi pada kulit perut maupun benjolan. trismus 8-9. denyut kuat • • 'erkusi ( sonor di kedua lapang paru.

tidak terdapat deviasi.1 3 4rombosit 550 ribu6 OA A%& ))0 mm6jam Basofil )3 %osinofil 03 !etrofil batang 03 Ni&ai N%rma& 2. tidak sianosis. tidak ikterik. petechie 8-9 TU)ANG B#)AKANG ( bentuk normal.1( Jenis Pemeriksaan . . turgor kulit baik.0 g6dA -ematokrit . )ab%rat%rium Tan''a& (1 Maret . P#M#!IKSAAN P#NUNJANG /.2 )0.asi& HE".<-).< 12-51 .78'89: #)7:+ Aeukosit :.2-)2.2 ribu6OA -emoglobin :. benjolan 8-9. ruam 8-9 TANDA !ANGSANG M#NING#A) < $aku kuduk 8-9 Brud>inski + 8-9 8-9 Brud>inski ++ 8-9 8-9 AaseN 8-9 8-9 $erniN 8-9 8-9 III... lembab.ANGG"TA G#!AK < %kstremitas 4angan 4onus otot Sendi Refleks fisiologis Refleks patologis Aain-lain $aki 4onus otot Sendi Refleks fisiologis Refleks patologis Aain-lain ( akral hangat KK6KK $anan normotonus aktif 8K9 8-9 oedem 8-9 $anan normotonus aktif 8K9 8-9 oedem 8-9 $iri normotonus aktif 8K9 8-9 oedem 8-9 $iri normotonus aktif 8K9 8-9 oedem 8-9 KU)IT < #arna sa#o matang merata. pucat 8-9.G-221 0-)0 0-) )-2 1-. pengisian kapiler B 1 detik.

.: G2-)00 -.1( Jenis Pemeriksaan K:":.. p".:..-)5 .-2. m%N6A $ontrol )1..-5) <0-)00 .0-).#.0-50 . RouleauF K) -. mmol6A )01 mmol6A :.orfologi ( normal 4rombosit Jumlah ( cukup .12 .2 .1-. -D"1 4otal D".H 7ula &arah Se#aktu E'EK7#8':7 !atrium $alium $lorida .1 detik $ontrol 11.2 G<-)0G :.0 detik 'asien 1G.. (.< ..S (.0 .2 .% '4 '44 .5 detik 'asien )5.)-.2-20 )-.#.1 detik 11 Pg6dA ):< Pg6dA Ni&ai N%rma& 20-<0 )12-)22 1.asi& :2 mg6dA )1.. Sediaan a$us dara* te$i 3SADT5 Tan''a& 1 A$ri& .2 ).H ppD". B.50-500 Serum *e 4+BD /. mm-g ).2-.+. nisositosis K) -... mm-g ): mmol6A )< mmol6A G<3 -5.ikrositik hipokrom -.asi& %ritrosit . .!etrofil segmen Aimfosit . Saturasi ". mmol6A 1.52 . 'oikilositosis K) -.0 .1( Jenis Pemeriksaan .5 3 1) 3 53 .':S. Sel pensil K) Aeukosit Jumlah ( cukup Berinti ( 06)00 leukosit ... 9.onosit Tan''a& (1 Maret .

!#SUM# . !adi%&%'i :%t% !%nt'ent T*%raB AP/) C Kesan< Br%nk%$neum%nia I-..orfologi ( normal Kesan < Anemia mikr%sitik *i$%kr%m 1 Anemia defisiensi besi /.

Batuk dirasakan semakin berat dan sering timbul malam hari.m%N6A. $onjunctiva anemis 8K6K9. p-( :. liter6menit 2. sering tidur. A%&( ))0mm6jam. Serum *e( 11Pg6dA... uskultasi paru ronki 8K6K9 dan #hee>ing 'ada pemeriksaan laboratorium didapatkan -b( : g6dA. '44( )5. dan nafsu makan yang menurun. !afas cuping hidung 8K9. timbul mendadak dan terus menerus.( .'asien anak perempuan usia )) bulan datang ke +7& RS=& Budhi sih dengan keluhan batuk sejak G hari sebelum masuk rumah sakit. pD". DIAGN"SIS BANDING Bronkiolitis dengan anemia e.-ematologi rutin ulang *aal -emostasis ulang -II.c defisiensi besi -I. -. &emam tinggi dirasakan dengan perabaan tangan oleh ibu pasien. nafas 1. '4( 1G. Aeukosit( :. lemas.1 detik. G hari pasca demam pasien menjadi letargis dan tampak sesak. retraksi sela iga 8K9.mm-g. pasien diba#a ke puskesma 2 hari pasca demam dan beri obat puyer. Rontgent toraks '( Bronkopneumonia.QD.20 . -t( . 'asang !74 . pasien menjadi kurang aktif. dan pilek oleh ibunya yang dibeli di apotek. $arena tidak ada perbaikan.c defisiensi besi sma dengan anemia e.c defisiensi besi -II.F6menit. -D"1( ):mmol6A.. 'asien juga demam. 4ampak anemis dan sesak. P#M#!IKSAAN ANJU!AN .. 'emeriksaan S &4( anemia mikrositik hipokrom. lalu diba#a ke puskesmas yang sama dan olehnya segera dirujuk ke RS=& Budhi sih. 4irah baring 1.%( -5. 'asien juga mengalami pilek.13. Batuk berdahak dengan lendir ber#arna putih yang susah untuk dikeluarkan..2 ribu6PA. $omunikasi-+nformasi-%dukasi kepada orang tua pasien mengenai keadaan pasien .1 detik. 'asien diminumi obat penurun panas. "bservasi tanda ? tanda vital 5. B. anemia defisiensi besi. 'ada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital( nadi )05F6menit. letargis. $esadaran somnolen. : hari pasca demam keadaan pasien menjadi memberat.. dan suhu 1G. DIAGN"SIS K#!JA Bronkopneumonia dengan anemia e. $esan sakit berat. dan 4+BD( ):<Pg6dA. 4erapi oksigen( ) . dari hidungnya keluar ingus ber#arna bening. batuk. P#NATA)AKSANAAN N%n Medikament%sa ).

0cc -III. Salbutamol 0. 'aracetamol 1 F :0 mg 1. +/*& $a %n +B 1 cc6kgBB6jam .Medikament%sa ).1 mg :. 2. mpicilin 5 F ):2 mg mbroksol 1 F 1 mg 5. P!"GN"SIS d /itam d Sanationam d *ungtionam ( ad bonam ( dubia ad bonam ( dubia ad bonam . 4ransfusi 'RD )... 7entamycin ) F 10 mg .

F ) 8!aDl )0cc /entolin I amp9 +nj. sekret 8-9 Aeher ( $7B ttm 4ho ( retraksi sela iga 8-9.:"))"> UP T'& S .2cc Dryo . rh K6K. R L <0F6m. #h K6K.<0D $epala ( normosefali .0)1 'era#atan hari . F ).5 jam besi +/*& $a %n +B 1cc6kgBB6jam **' .:kg 1656... g 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit A P Bronkopneumonia +/*& minofusin nemia defisiensi )00cc6.:kg &emam 8-9 'ilek 8K9 " $= ( 4ampak sakit berat $S ( Somnolen 4/ ( ! L)05F6m. sekret 8-9 Aeher ( $7B ttm 4ho ( retraksi sela iga 8-9.ata ( D K6K. S+ -64-4 ( dbn.F6m. S! vesikuler. tidak adekuat 4/ ( ! L)00F6m. rh K6K. BB L .20mg +nj. F :0cc Bronkopneumonia nemia defisiensi besi &engan perbaikan +/*& minofusin )00cc6. m 8-9.5 jam +/*& $a %n +B 1cc6kgBB6jam **' . g 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat K K6KK $= ( 4ampak sakit sedang $S ( D. BJ +++ reguler. #h K6K.0D $epala ( normosefali . R L .2cc Dryo . F ). Dolsan 5 F ).. F :0cc +nhalasi . mpicilin 5 F .. S L 12.ata ( D K6K..656)1 &emam 8-9 'era#atan 'ilek 8K9 hari ) BB L . m 8-9. BJ +++ reguler. S L 1. S+ -64-4 ( dbn.2mg Doba air putih oral . S! vesikuler.

S L 1.2 ribu6PA.20mg 4/ ( ! L)00F6m. BJ +++ reguler. sekret 8-9 +nj.ata ( D -6-.2 D +nj.g1 4/ ( ! LG0F6m. minum. m 8-9. rh K6K. R L &engan perbaikan 1cc6kgBB6jam 10F6m. . mpicilin 5 F . S L 1. besi +nj.<F6m. besi +/*& $a %n . -t( 253. F ) 8!aDl )0cc ringan nemia defisiensi /entolin I amp9 $S ( D.ata ( D K6K. S+ -64-4 ( dbn. $= ( 4ampak sakit Bronkopneumonia +/*& minofusin ringan nemia defisiensi )00cc6. '44( 1G detik $= ( 4ampak sakit Bronkopneumonia +nhalasi . detik. BJ +-++ reguler. Sudah minum susu.. R &engan perbaikan +nj. mpicilin 5 F . Dolsan 5 F ). A( G. S! vesikuler.2mg $epala ( normosefali Susu < F G0cc .2mg Aeher ( $7B ttm +nj.. m 8-9. 4r( 1)5 ribu6PA '4( )2. #h K6K. g 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat K K6KK Aaboratorium( -b( ): g6dA.1kg &emam 8-9 'ilek 8K9 kurang. Dolsan 5 F ). S! vesikuler.5 jam $S ( D. g 8-9 bd ( B= 8K9 2656)1 'era#atan hari5 BB L :. #h -6-. aminofusin stop9 rh K6K. sekret 8-9 Aeher ( $7B ttm 4ho ( retraksi sela iga 8-9.20mg 4-4 ( dbn. &eFa 1 F ).2mg 4ho ( retraksi sela Susu .)0D +nhalasi .2mg 0 L . Sudah bisa minum air putih. F 10cc 8bila mau iga 8-9. S+ -6+nj.%Ft ( akral hangat K K6KK 5656)1 'era#atan hari1 BB L :kg &emam 8-9 'ilek 8K9 Aendir kurang.. F ) 8!aDl )0cc $epala ( normosefali /entolin I amp9 . &eFa 1 F ).

+ ( +slam ( Jl.aret .0). ANAMN#SIS . Suku Bangsa ( Beta#i Suku Bangsa ( Beta#i -ubungan dengan orang tua ( pasien merupakan anak kandung. $ober kecil ( +bu rumah tangga (( n. Eidagdo Sp.5F6menit %Ft ( akral hangat K K6KK )AP"!AN KASUS STATUS PASI#N K#PANIT#!AAN :K T!ISAKTI BAGIAN I)MU K#S#. $ober kecil. !ama . ( Santri &#i>am>ami *! ( 010.).0<. II. : . Jati !egara 4empat 6 tanggal lahir ( Jakarta.. $ober kecil. D ( +slam ( Jl. R$ ( 'erempuan ( ) tahun ) bulan ( +slam ( Beta#i ( Jl. Ra#a Bunga.I ASI.ID#NTITAS PASI#N !ama 'asien Jenis kelamin =mur gama Suku bangsa lamat "ran' Tua ? >a&i Aya* !ama gama lamat 'ekerjaan 'enghasilan < ( 4n. 'embimbing ( 'rof. Jati !egara ( '!S ( Rp 1 juta6bln Ibu !ama gama lamat 'ekerjaan 'enghasilan < ( !y.ahasis#a !+. 4anda 4angan ( I.ATAN ANAK !SUD BUD.

namun keluhan tidak juga membaik. ) hari S.)0 ( )1 pril .0)1 ( )) pril .RS pasien mulai sesak napas dan terlihat semakin berat saat ini. kamar . 'asien juga demam semejak . )0 hari S. minggu sebelum masuk Rumah Sakit. !i7ayat Penyakit da*u&u .RS. 'asien sudah sempat berobat ke poli anak. minggu S. Ke&u*an Utama< Batuk sejak .RS pasien mulai pilek. !i7ayat Penyakit Sekaran' 'asien datang ke +7& RS=& Budi sih diantar oleh orang tuanya mangeluh batuk sejak . Batuk berdahak namun sulit untuk dikeluarkan. minggu sebelum masuk Rumah Sakit b. demam tidak terlalu tinggi dan terus menerus.asuk ( Bangsal lantai .&ilakukan secara lloanamnesis dengan !y Aokasi 4anggal 6 #aktu 4anggal . Ke&u*an Tamba*an < Sesak napas. A.0)1 a. 4imur. ingus a#alnya encer kemudian menjadi kental ber#arna bening.

Penyakit lergi Dacingan &emam Berdarah &emam 4hypoid "titis 'arotitis Umur - Penyakit &ifteria &iare $ejang Umur K - Penyakit Jantung 7injal &arah Umur - - $ecelakaan . pilek K Kesan < 'asien pernah menderita diare dan keluhan seperti saat ini sebelumnya. e.00 gram 'anjang badan ( 5< cm Aangsung menangis 8K9 . !i7ayat Penyakit Ke&uar'a +bu pasien penderita asma semenjak kecil dan sering bersin pada pagi hari.orbili "perasi - Radang paru 4uberkulosis Batuk.asa gestasi $eadaan bayi 4idak ada +bu kontrol pada bidan.. d. !i7ayat Ke*ami&an dan Ke&a*iran K#.orbiditas kehamilan 'era#atan antenatal K#)A. Ri#ayat darah tinggi dan diabetes disangkal.AMI)AN . sebulan sekali. 'uskesmas Bidan !ormal Dukup bulan 8G bulan ) mgg9 Berat lahir ( .I!AN 4empat kelahiran 'enolong persalinan Dara persalinan .

bulan9 8!ormal( )1 bulan9 8!ormal( G-).$ulit kemerahan 8K9 Kesan <Ri#ayat kehamilan dan persalinan normal f. !i7ayat Pertumbu*an dan Perkemban'an < 'ertumbuhan gigi + 'sikomotor 4engkurap &uduk Berdiri Berjalan Bicara 'erkembangan pubertas Rambut pubis 'ayudara . bulan ( =mur 5 bulan ( =mur G bulan ( =mur ). bulan9 ( =mur : bulan 8!ormal( 2-G bulan9 7angguan perkembangan mental6emosi ( tidak ada Kesan < Ri#ayat perkembangan baik !i7ayat Makanan < Umur 3bu&an 5 ASI?PASI Bua* ? Biskuit Bubur Susu Nasi Tim .-G bulan9 8!ormal( G-). bulan 8!ormal( 1-5 bulan9 8!ormal( . bulan ( =mur ).enarche (((( =mur .

). . ) porsi )F6minggu )F6minggu. . .0?.akanan !asi6'engganti Sayur &aging 4elur +kan 4ahu 4empe Susu 8merk6takaran9 Aain-lain *rekuensi dan Jumlah 1F6hari. setiap hari Susu formulaK S+ - Kesan<Ri#ayat makanan cukup baik. 2F6minggu .F6minggu ) potong. 1 + ++ + + + ++ 5 . !i7ayat Imunisasi < +munisasi =mur #aktu pemberian Bulan 0 ) . )potong6kali 1butir. G )2 )< -epatitis B +++ BD7 &'4 ++ +++ 'olio +++ +/ Dampak H Kesan< Ri#ayat imunisasi dasar pasien lengkap dan belum melakukan imunisai ulangan 4ahun .?< <-skrg S+ S+ S+ S+ K ' S+ S+ K ' S+ K K K K K K K K K Umur Diatas 1 Ta*un Jenis . setiap hari ) potong.?5 5?. .

kamar tidur. + Satu 11 4ahun S) +slam Beta#i Baik +bu !y. dapur. +slam Beta#i Baik !ama 'erka#inan ke=mur saat menikah 'endidikan terakhir gama Suku bangsa $eadaan kesehatan !i7ayat Peruma*an dan Sanitasi 'asien tinggal bersama ayah dan ibu di sebuah rumah tinggal milik sendiri dengan .P#M#!IKSAAN :ISIK &ilakukan pada tanggal )1 pril . ) kamar mandi. D Satu .ati bortus . petugas kebersihan.ati 8sebab9 $eterangan kesehatan b.0)1 $eadaan =mum $esadaran Sikap ( 4ampak sakit sedang ( Dompos mentis ( $urang $ooperatif ir limbah rumah tangga disalurkan dengan baik dan pembuangan sampah setiap harinya diangkut oleh . berlantai keramik. Ri#ayat 'ernikahan yah 4n. III. Dorak reproduksi !o 4anggal lahir 8umur9 ). $edua orang tua pasien tidak merokok.G tahun S. berdinding tembok. $eadaan rumah sempit. ventilasi cukup. beratap genteng. Sumber air bersih dari air ' . !i7ayat Ke&uar'a 3A%rak re$r%duksi5 a. Jenis kelamin -idup Aahir . pencahayaan cukup.. Kesan ( $esehatan lingkungan tempat tinggal pasien cukup baik.'.

nafas cuping hidung K6K. tidak mudah dicabut . kelembaban normal. turgor normal.G1 3 gi>i baik L :06:2. ikterik 8-9. sklera ikterik -6-. rambut #arna hitam.5. septum deviasi 8-9. refleks cahaya tidak langsung K6K.:) 3 baik L G. cm Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bah#a status 'i=i baik Tanda -ita& 4ekanan &arah !adi Suhu 'ernapasan $ulit ( ))06:0 mm-g ( ))0 F6menit.mata cekung -6-idung ( Bentuk normal. reguler.Data Antr%$%metri • Berat Badan • 4inggi Badan • Aingkar kepala Status Gi=i • • • BB6= 4B6= BB64B L G.26<. refleks cahaya langsung K6K. tidak ada efloresensi yang bermakna Ke$a&a dan )e*er $epala ( !ormosefali. sianosis 8-9.26G.< F )00 3 L G.. isi cukup.ata ( 'upil bulat isokor. 3 over#eight ( G.. eNual kanan dan kiri ( 1:. distribusi merata.2 kg ( :0 cm ( 5. F )003 L ))0. sekret K6K .)SD ( 10 F6menit..2 F )003 L G. konjungtiva anemis -6-. ubun ubun datar. teratur ( Sa#o matang.

kripta 8-9 ( *aring tidak hiperemis ( $7B tidak teraba membesar. tidak kering. detritus 8-9. #hee>ing K6K. tipe abdominothorakal. sekret -6( Bibir merah muda. simetris. tremor 8-9 ( Daries 8-9 ( Aetak di tengah ( 4)64). tepi hiperemis. pulsasi abnormal8-9. basah. efloresensi primer6sekunder dinding dada 8-9. retraksi sela iga8K9 'alpasi 'erkusi uskultasi Jantung +nspeksi 'alpasi 'erkusi ( +ctus cordis tidak tampak ( +ctus cordis teraba. vocal fremitus simetris ( Sonor di semua lapang paru ( Suara napas vesikuler. sianosis 8-9. trakea letak normal T*%raB 'aru +nspeksi ( Bentuk dada normal. irama teratur. thrill 8-9 ( Redup ( 7erak napas simetris. tidak hiperemis.embran timpani intak. halitosis 8-9 Aidah 7igi geligi =vula 4onsil 4enggorokan Aeher ( !ormoglossia. . trismus 8-9 .ulut ( .4elinga . gerak pernapasan simetris. kelenjar tiroid tidak teraba membesar. ronkhi -6-.

gallop 8-9 ( Bentuk datar ( Bising usus 8K9 normal.nyeri tekan 8-9 ( kral hangat.uskultasi Abd%men +nspeksi uskultasi 'alpasi ( S+S++ reguler. paralisis 8-9.lecet di daerah anus 8-9. detik Refleks Bisep 4risep 'atella Refleks patologis Schaeffer Dhaddok $aku kuduk Brud>insky + Brud>insky ++ $erniN AaseN $anan K K K T T T T T T T $iri K K K T T T T T T T Rangsang meningeal . nyeri tekan 8-9. murmur 8-9. ascites 8-9. hepar dan lien tidak teraba membesar. parese 8-9. sianosis 8-9. DR* B . spastisitas 8-9. 7enitalia nus %kstremitas ( Rambut pubis 8-9 ( 'rolaps ani 8-9. ( Supel. 'erkusi ( 4impani di semua kuadran abdomen. turgor kulit baik.

onosit KIMIA K)INIK 7lukosa &arah Se#aktu #)#KT!")IT !atrium $alium $lorida )1G mmol6A 5..2-.. NI)AI N"!MA) 912 '?d) (..I-.0 .ASI) P#M#!IKSAAN -ematologi -emoglobin -ematokrit Aekosit %ritrosit 4rombosit A%& . D 181 rb ?u) 5..< juta6ul )20-500 rb6uA 0-)0 mm6jam . -2.2-20 )-. P#M#!IKSAAN )AB"!AT"!IUM &ilakukan pemeriksaan laboratorium pertama kali pada tanggal )) pril .-G< 1D .2 mmol6A G<-)0G mmol6A 189 m'?d& 2.1 mmol6A )05 mmol6A )12-)22 mmol6A 1.D )3 50 3 5G 3 G3 0-) )-2 1-.0)1 J#NIS P#M#!IKSAAN .<-).-2.itun' Jenis Basofil %osinofil !etrofil batang !etrofil Segmen Aimfosit .< g6dA 50 ? 5< 3 2-)0 rb6ul 1. . juta6ul 6 9 rb?u) (. mm?jam )0.

T#!API !on medikamentosa • • • • • 4irah baring .-. DIAGN"SIS K#!JA • Bronkiolitis -III.edikamentosa +/*& $a%n )B 1cc6$gBB6jam mpicilin 5 F . !INGKASAN Seorang pasien -I. P#M#!IKSAAN ANJU!AN • Rontgen 4horaF IE.2 mg K ambroFol 2 mg  1 F ) 'aracetamol 5 F G0 mg .20 mg 7entamisin ) F 20 mg Salbutamol 0. • • Bronkiolitis sma Bronkiale -II. DIAGN"SIS BANDING.

2 mg +nhalasi teofilin 0. F 1.:2 mg E.• • &eFametason . P!"GN"SIS d vitam d functionam d sanasionam ( d bonam ( d bonam ( &ubia ad bonam .

8K9 .:"))"> UP T'& ). BJ +-++ reguler. m 8-9. g 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat K K6KK Tinja *aeces Rutin Earna ( coklat $onsistensi ( Aunak )endir < $%sitif &arah ( !egatif )euk%sit < P%sitif %ritrosit ( !egatif moeba Doli ( !egatif moeba -istolitica ( !egatif 4elur cacing ( !egatif Aemak ( !egatif millum ( !egatif A Bronkiolitis P +/*& $a%n )B 1cc6$gBB6jam mpicilin 5 F .2 mg +nhalasi teofilin 0. S! vesikuler.ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 Aeher ( $7B ttm 4ho ( retraksi sela iga 8K9 dan 'roc.:2 mg . S+ -6-idung ( sekret8K9. R L 22F6m. F 1.20 mg 7entamisin ) F 20 mg Salbutamol 0. 4/ ( ! L)5<F6m.0D $epala ( normosefali . #h K6K. rh -6-..2 mg K ambroFol 2 mg  1 F ) 'aracetamol 5 F G0 mg &eFametason . Hyphoideus 8K9.656)1 'era#atan hari ) S Batuk 8K9 'ilek 8K9 &emam 8K9 Sesak 8K9 'ucat 8K9 " $= ( 4SS $S ( D. S L 1<. !D.ata ( D -6-.

)1656,0)1 'era#atan hari ,

&emam 8-9 'ilek 8K9 Batuk 8K9 Sesak 8K9

Serat ( !egatif Se& !a'i < P%sitif $= ( 4SS $S ( D. 4/ ( ! L)1;F6m, R L 12F6m, S L 1:,,0D $epala ( normosefali .ata ( D -6-, S+ -6hangat KK6KK -idung ( sekret8K9, !D- 8K9 .ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 Aeher ( $7B ttm 4ho ( retraksi sela iga 8K9 dan 'roc. Hyphoideus 8K9, S! vesikuler, rh -6-, #h K6K, BJ +-++ reguler, m 8-9, g 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat K K6KK

Bronkiolitis

+/*&

$a%n

)B

1cc6$gBB6jam mpicilin 5 F ,20 mg 7entamisin ) F 20 mg Salbutamol 0,2 mg K ambroFol 2 mg  1 F ) 'aracetamol 5 F G0 mg &eFametason , F 1,2 mg +nhalasi teofilin 0,:2 mg

)AP"!AN KASUS III STATUS PASI#N K#PANIT#!AAN :K T!ISAKTI BAGIAN I)MU K#S#;ATAN ANAK !SUD BUD;I ASI; !ama .ahasis#a !+. ( Santri &#i>am>ami *! ( 010.0<.,); 'embimbing ( 'rof. Eidagdo Sp. 4anda 4angan (

I.ID#NTITAS PASI#N !ama 'asien Jenis kelamin =mur gama Suku lamat ( n. . ( Aaki - laki ( 1 bulan ( +slam ( Beta#i ( Jl. 'andan , $ramat 'ela, $ebayoran Baru

4empat 6 tanggal lahir ( Jakarta , 10 &esember ,0),

"ran' Tua ? >a&i Aya* !ama gama lamat 'ekerjaan 'enghasilan < ( 4n. . ( +slam ( Jl. 'andan, $ramat 'ela ( 'edagang ( ,.000.0006bln Ibu !ama gama lamat 'ekerjaan 'enghasilan < ( !y. R ( +slam ( Jl. 'andan, $ramat 'ela ( +bu Rumah 4angga (-

Suku Bangsa ( Beta#i

Suku Bangsa ( Beta#i

-ubungan dengan orang tua ( pasien merupakan anak kandung. II. ANAMN#SIS &ilakukan secara lloanamnesis dengan !y. + 8ibu kandung pasien9 Aokasi 4anggal 6 #aktu ( Bangsal lantai 2 4imur, kamar 2)5 ( ): pril ,0)1

4anggal .asuk

( ); pril ,0)1

a.

Ke&u*an Utama< Batuk sejak , minggu S.RS.

b.

Ke&u*an Tamba*an < Sesak napas, demam.

A.

!i7ayat Penyakit Sekaran' 'asien datang ke =7& RS=& Budi sih diantar oleh ibunya dengan

keluhan batuk sejak , minggu S.RS. Batuk berdahak, dahak sulit dikeluarkan. Batu semakin lama semakin sering. 'asien juga sesak napas yang mulai sesak napas semenjak ), hari S.RS. Sesak napas juga semakin lama semakin berat. ) bulan S.RS pasien mulai demam. &emam naik turun, naik saat malam hari. +bu pasien tidak mengukur dengan thermometer, hanya dengan perabaan tangan, suhu pasien dirasa tinggi. 'asien sudah dikompres di rumah, namun demam tidak turun juga. +bu pasien sudah memba#a pasien ke puskesmas, poli anak RS *atma#ati, bidan, RS ''4+, diberi obat batuk dan demam, namun keluhan tidak membaik. &emam turun sesaat setelah diberikan obat, namun akan kembali tinggi. Sejak usia , minggu, terdapat benjolan di pusar pasien. Benjolan tersebut membesar saat pasien menangis dan akan mengecil jika tidak menangis. 'asien menyangkal adanya menggigil, kejang, mencret, mual, dan muntah. Semenjak sakit pasien menjadi lebih sedikit menyusu. d. !i7ayat Penyakit da*u&u

asma.Penyakit lergi Dacingan &emam Berdarah &emam 4hypoid "titis 'arotitis Umur - Penyakit &ifteria &iare $ejang Umur - Penyakit Jantung 7injal &arah Umur - - $ecelakaan .orbili "perasi - Radang paru 4uberkulosis Batuk. diabetes. e.I!AN 4empat kelahiran 'enolong persalinan Dara persalinan . Rumah 7una#arman Bidan !ormal Dukup bulan 8 1< minggu9 Berat lahir ( 1000 gram 'anjang badan ( 5G cm Aangsung menangis 8K9 Bersalin puskesmas. pilek - Kesan < 'asien tidak pernah sakit apapun sebelumnya.asa gestasi $eadaan bayi . 4BD dalam keluarga. f. !i7ayat Penyakit Ke&uar'a 4idak ada ri#ayat hipertensi.AMI)AN . setiap K#)A. !i7ayat Ke*ami&an dan Ke&a*iran K#.orbiditas kehamilan 'era#atan antenatal 4idak ada 'eriksa bulan.

). !i7ayat Makanan < Umur 3bu&an 5 0?.-G bulan9 'erkembangan pubertas Rambut pubis (- 7angguan perkembangan mental6emosi ( tidak ada Kesan < Ri#ayat perkembangan baik *. . !i7ayat Imunisasi < =mur #aktu pemberian Bulan 0 ) . 1 +munisasi 5 . !i7ayat Pertumbu*an dan Perkemban'an < 'ertumbuhan gigi + ( Belum tumbuh gigi 'sikomotor 4engkurap &uduk ( =mur . .$ulit kemerahan 8K9 Kesan <Ri#ayat kehamilan dan persalinan normal.?5 S+ S+ ASI?PASI Bua* ? Biskuit Bubur Susu Nasi Tim i. G )2 )< 4ahun . bulan ( Belum bisa 8!ormal( 2-G bulan9 8!ormal( 1-5 bulan9 8!ormal( . '. .

. 4ahun 'erempuan Aaki ? laki Aaki ? laki K K K Aahir Jenis $elamin -idup Aahir . 1.' +slam Beta#i Baik !ama 'erka#inan ke=mur saat menikah 'endidikan terakhir gama Suku bangsa $eadaan kesehatan k. berdinding tembok. kamar mandi. pencahayaan baik. berlantai semen. .-epatitis B + H BD7 + &'4 H 'olio H H Dampak Kesan< !i7ayat imunisasi $asien tidak &en'ka$. j. rumah pribadi..ati bortus $eterangan $esehatan Sehat Sehat Sehat b. dengan 1 kamar tidur. !i7ayat Peruma*an dan Sanitasi 'asien tinggal bersama ayah. /entilasi kurang. $eadaan rumah agak sempit.e$atitis. S Satu .. 4ahun S. dapur. ir limbah rumah tangga disalurkan dengan baik dan pembuangan sampah setiap harinya diangkut oleh petugas kebersihan. . . Ri#ayat 'ernikahan yah 4n.anya B4G dan . +slam Beta#i 4BD +bu !y. . !i7ayat Ke&uar'a 3A%rak re$r%duksi5 a. beratap genteng. ibu. . 4ahun )G 4ahun ). Dorak reproduksi !o 4gl 8=mur9 ). Sumber air bersih dari air sumur. Satu ). 4ahun S. dan kedua kakaknya di sebuah rumah tinggal.

2SD ( 1. eNual kanan dan kiri ( 1<.. Tanda -ita& !adi Suhu 'ernapasan $ulit ( )1.. III.P#M#!IKSAAN :ISIK &ilakukan pada tanggal ): pril . F )003 L )0< 3 8gi>i baik9 4B6= L .6. sianosis 8-9.26..2 kg ( . kelembaban normal. cm ( 1G cm ( )2 cm ( 4ampak sakit berat ( Dompos mentis ( $ooperatif Status Gi=i • • • BB6= L . reguler.) F )003 L )0)3 8 baik 9 BB64B L ..Kesan ( $esehatan lingkungan tempat tinggal pasien baik.26. turgor normal. F6menit. tidak teratur ( Sa#o matang.... F )003 L )053 8gi>i baik9 Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bah#a status 'i=i baik. .0)1 $eadaan =mum $esadaran Sikap Data Antr%$%metri • Berat Badan • 4inggi Badan • Aingkar $epala • Aingkar Aengan tas ( . ikterik 8-9.isi cukup.F6menit.

refleks cahaya langsung K6K. tidak hiperemis.embran timpani intak. sklera ikterik -6-. tepi hiperemis. refleks cahaya tidak langsung K6K. trismus 8-9 .ongoloid. tremor 8-9 ( belum tumbuh ( Aetak di tengah ( 4)64). Eajah . sekret -64elinga . pulsasi abnormal8-9. konjungtiva anemis -6-. sianosis 8-9.kripta 8-9 ( *aring tidak hiperemis ( $7B tidak teraba membesar. ( 'upil bulat isokor. detritus 8-9. primer6sekunder dinding dada 8-9. efloresensi ( . sekret -6( Bibir kering 8K9. halitosis 8-9. simetris. mata cekung -6-idung ( Bentuk normal. gerak pernapasan simetris. ( !ormoglossia. rambut #arna hitam. basah. irama tidak teratur. septum deviasi 8-9. ubun ubun belum menutup. retraksi sela iga8K9 .Ke$a&a dan )e*er $epala ( !ormosefali.ata ( Eajah . tipe abdomino-thorakal.ulut Aidah 7igi geligi =vula 4onsil 4enggorokan Aeher T*%raB 'aru +nspeksi ( Bentuk dada normal. nafas cuping hidung 8K9.

'erkusi 7enitalia ( 4impani di semua kuadran abdomen.parafimosis8-9. uskultasi 'alpasi ( Bising usus 8K9 normal. gallop 8-9 .lecet di daerah anus 8-9. ronchi kedua lapang paru. murmur 8-9.rambut pubis 8-9 nus ( 'rolaps ani 8-9. turgor kulit baik. tampak benjolan pada umbilicus bila menangis. thrill 8-9 ( Redup. (fimosis8-9.nyeri tekan 8-9 ( S+S++ reguler. ( Supel. Aien tidak teraba membesar. batas kiri jantung didapatkan U ) cm disebelah garis midklavikularis kiri.skrotu m8K6K9. hepar teraba 5 cm diba#ah processus Fipoideus dan 1 cm diba#ah arcus costae.hipospadia8-9.epispadia8-9. uskultasi Abd%men +nspeksi ( Bentuk datar. ascites 8-9. nyeri tekan 8-9. nyeri tekan 8-9. 8-6-91 #hee>ing K6K di Jantung +nspeksi ( +ctus cordis tampak pada +DS /+ garis midklavikularis kiri 'alpasi 'erkusi ( +ctus cordis teraba.'alpasi 'erkusi uskultasi ( 7erak napas simetris. testis 8K6K9. ( Sonor di semua lapang paru ( Suara napas vesikuler.

paralisis 8-9. =dem 8-6-9 Refleks Bisep 4risep 'atella Refleks patologis Schaeffer Dhaddok $aku kuduk Brud>insky + Brud>insky ++ $erniN AaseN $anan K K K T T T T T T T $iri K K K T T T T T T T Rangsang meningeal . sianosis 8-9. DR4 1 detik.%kstremitas ( simian line K6K. parese 8-9. akral dingin di keempat ekstremitas. spastisitas 8-9.

)-5.. g6dA 1.-).. pril .0 .0)1 J#NIS P#M#!IKSAAN .I-.G g6dA 11 3 .):-5G: rb6uA 0-)0 mm6jam .: juta6ul .. .. rb 6uA 1.-):.ASI) P#M#!IKSAAN NI)AI N"!MA) -ematologi -emoglobin -ematokrit Aekosit %ritrosit 4rombosit A%& . P#M#!IKSAAN )AB"!AT"!IUM &ilakukan pemeriksaan laboratorium darah.2 rb6ul 1.onosit 03 )3 . pertama kali pada tanggal ).3 15 3 25 3 G3 0-) )-2 0-< ):-.0-:0 )-)) )0.itun' Jenis Basofil %osinofil !etrofil batang !etrofil Segmen Aimfosit ..: juta6ul 221 rb6uA < mm6jam G.55 3 .

F6menit. benjolan pada umbilicus. 'ada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan hasil dalam batas normal. 4erdapat benjolan di pusar saat menangis dan akan mengecil jika tidak menangis. -I.F6menit. #ajah . !INGKASAN Seorang nayi laki ? laki. laju napas 1. 'ada pemeriksaan fisik didapatkan nadi )1. teraba tinggi. datang diantar orang tuanya dengan keluhan batuk yang semakin berat semenjak . retraksi sela iga 8K9. &emam sejak ) bulan. akral dingin. hari setelah batuk dan semakin berat. simian line K6K. • • Bronkiolitis Bronkopneumonia . dan DR4 1V.ongoloid. berusia 1. napas cuping hidung 8K9. Sesak napas juga muncul .2 bulan. Batuk berdahak namun sulit dikeluarkan.RS. Sudah berobat namun keluhan tidak membaik. suhu 1<o D.-. Ehee>ing K pada kedua lapang paru. DIAGN"SIS BANDING. minggu S.

4S- IE.• • • Sindroma &o#n -ernia =mbilikalis -ipotiroid $ongenital -II. . DIAGN"SIS K#!JA • • • Bronkiolitis Sindroma &o#n -ernia =mbilikalis -III.edikamentosa • • • • • ". T#!API !on medikamentosa 4irah baring +nformasi dan edukasi pada ibu tentang kondisi anaknya yang menderita Sindroma &o#n. selama 2 hari. &eFametason +nj. ) A +/*& $a%n )B 1cc6$gBB6jam 'aracetamol )0 mg DefotaFime +nj ). 1F6hari. . 1 mg.2mg6$gBB6hari. P#M#!IKSAAN ANJU!AN • • • Rontgen 4horaF Dek 7& *41. *45.

• +nhalasi !aDl K /entolin I tube. E. P!"GN"SIS d vitam d functionam d sanasionam ( dubia ad bonam ( dubia ad bonam ( dubia ad bonam .

• &eFametason +nj. DR4 1V AGD $.2mg6$gBB6hari.0D &o#n $epala ( normosefali.6 $4" < ( p". 7 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral dingin KK6KK Simian line K6K. • Dek *45. S+ -6-idung ( sekret8-9.ulut ( $ering 8K9 sianosis 8K9 Aeher ( $7B 44. . 1F6hari. selama 2 hari. !D. • +nhalasi !aDl K /entolin I tube. 8-9. rh -6-.8K9 . )A • +/*& $a%n )B 1cc6$gBB6jam • 'aracetamol )0 mg • DefotaFime ). 4ho ( retraksi sela iga 8K9.18 P • ". #h K6K.ata ( D -6-. ( GG . 1 F ). 4/ ( ! L)50F6m. ( G< B# < / . 4S• 'asang !74 +nj . S! vesikuler..:"))"> UP T'& ):656)1 'era#atan hari ) S Batuk 8K9 Sesak 8K9 &emam 8K9 " A $= ( 4SB • Bronkiolitis $S ( D. BJ +-++ reguler. R L • Sindroma 50F6m. < 61.4"( < 16 T%ta& 4" < 18 Sa ". S L 50. ==B belum menutup • -ernia Eajah ( #ajah mongoloid =mbilikalis .2 mg.

!ama . $erungu Dondet 4empat 6 tanggal lahir ( Jakarta . R ( Aaki .ID#NTITAS PASI#N !ama 'asien Jenis kelamin =mur gama Suku lamat ( n. ( +slam ( Jl. + 8ibu kandung pasien9 .ATAN ANAK !SUD BUD. ANAMN#SIS &ilakukan secara lloanamnesis dengan !y. Eidagdo Sp. S ( +slam ( Jl. "ran' Tua ? >a&i Aya* !ama gama lamat 'ekerjaan 'enghasilan < ( 4n. $erungu condet ( +bu Rumah 4angga (- Suku Bangsa ( Beta#i Suku Bangsa ( Beta#i -ubungan dengan orang tua ( pasien merupakan anak kandung.)AP"!AN KASUS ISTATUS PASI#N K#PANIT#!AAN :K T!ISAKTI BAGIAN I)MU K#S#. $erungu condet ( 4ukang "jeg ( <00rb6bln Ibu !ama gama lamat 'ekerjaan 'enghasilan < ( !y. bulan ( +slam ( Beta#i ( Jl. ( Santri &#i>am>ami *! ( 010. II.I ASI.). 4anda 4angan ( I. 'embimbing ( 'rof.ahasis#a !+.laki ( .0). .< September ..0<.

Batuk lebih sering pada malam hari. teraba tidak terlalu tinggi.0)1 ( ) pril . +bu pasien menyangkal adanya pilek.Aokasi 4anggal 6 #aktu 4anggal . pril . d. Ke&u*an Utama< Batuk berdahak sejak . mencret A. keringat malam.0)1 a. !i7ayat Penyakit da*u&u . mual. minggu ini.RS. kamar 2)1 ( ). Beberapa hari setelah batuk pasien juga demam. 'asien menjadi tidak nafsu makan semenjak sakit. b. &emam terus menerus. minggu S.RS. Batuk berdahak. Ke&u*an Tamba*an < Sesak naapas. muntah. demam. dahak sulit dikeluarkan. minggu S. +bu pasien memba#a pasien ke puskesmas. diberi obat batuk dan demam. !i7ayat Penyakit Sekaran' 'asien datang ke 'oli nak RS=& Budi sih diantar oleh ibunya dengan keluhan utama Batuk sejak . namun keluhan tidak membaik. dan terasa semakin berat selama .asuk ( Bangsal lantai 2 4imur. terlihat lemas dan terlihat kurus.

500 gram 'anjang badan ( 5< cm $eadaan bayi Aangsung menangis 8K9 $ulit kemerahan 8K9 puskesmas.Penyakit lergi Dacingan &emam Berdarah &emam 4hypoid "titis 'arotitis Umur - Penyakit &ifteria &iare $ejang Umur - Penyakit Jantung 7injal &arah Umur - - $ecelakaan .AMI)AN . &okter kandungan SD a6i Dukup bulan 81:minggu9 Berat lahir ( . !i7ayat Penyakit Ke&uar'a yah pasien menderita 4BD dan sedang dalam pengobatan sudah 1 bulan. f. setiap .asa gestasi 4idak ada 'eriksa bulan. RSD. e.orbili "perasi - Radang paru 4uberkulosis Batuk.I!AN 4empat kelahiran 'enolong persalinan Dara persalinan . !i7ayat Ke*ami&an dan Ke&a*iran K#.orbiditas kehamilan 'era#atan antenatal K#)A. pilek - Kesan < 'asien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya.

9 K ASI?PASI Bua* ? Biskuit Bubur Susu Nasi Tim i. '. !i7ayat Pertumbu*an dan Perkemban'an < 'ertumbuhan gigi + ( Belum tumbuh gigi 'sikomotor 4engkurap &uduk 'erkembangan pubertas Rambut pubis (( =mur 5 bulan ( Belum bisa 8!ormal( 1-5 bulan9 8!ormal( .9 Susu 5?.-G bulan9 8!ormal( 2-G bulan9 7angguan perkembangan mental6emosi ( tidak ada Kesan < Ri#ayat perkembangan baik *.?5 *ormula 8S7. !i7ayat Makanan < Umur 3bu&an 5 0?. *ormula 8S7. S+ Susu . !i7ayat Imunisasi < +munisasi =mur #aktu pemberian .Kesan <Ri#ayat kehamilan dan persalinan normal.

tahun S. bulan Aaki laki K - Bulan 0 ) + ++ + . kamar tidur.-epatitis B BD7 &'4 + ++ +++ 'olio + ++ +++ +/ Dampak Kesan< !i7ayat imunisasi dasar $asien &en'ka$.' +slam Beta#i Baik !ama 'erka#inan ke=mur saat menikah 'endidikan terakhir gama Suku bangsa $eadaan kesehatan k. . ) kamar mandi. !i7ayat Ke&uar'a 3A%rak re$r%duksi5 a. tante. $eadaan rumah sempit. j. berlantai semen. b. Satu . ). +++ G )2 )< 4ahun . beratap genteng. ir limbah rumah tangga disalurkan dengan baik dan pembuangan sampah setiap harinya diangkut oleh petugas kebersihan. dan nenek di sebuah rumah tinggal kontrak dengan .ati bortus $eterangan $esehatan ). 1 5 . Sumber air bersih dari air sumur.1 4ahun S. Ri#ayat 'ernikahan yah 4n. +slam Beta#i 4BD +bu !y. dapur. .. Dorak reproduksi !o 4gl Aahir 8=mur9 Jenis $elamin -idup Aahir . ventilasi kurang. !i7ayat Peruma*an dan Sanitasi 'asien tinggal bersama ayah. ibu. berdinding tembok. S Satu . . pencahayaan kurang.

F6menit. F )003 L . reguler.0)1 $eadaan =mum $esadaran Sikap Data Antr%$%metri • Berat Badan • 4inggi Badan ( 5 kg ( . eNual kanan dan kiri ( 1:.F6menit.2SD ( 1.. turgor normal. teratur ( Sa#o matang. 3 8gi>i buruk9 Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bah#a status 'i=i buruk Tanda -ita& !adi Suhu 'ernapasan $ulit ( )).isi cukup.: F )003 L G)3 baik BB64B L 56.)6.P#M#!IKSAAN :ISIK &ilakukan pada tanggal ) pril . sianosis 8-9. ikterik 8-9.) cm ( 4ampak sakit sedang ( Dompos mentis ( $ooperatif Status Gi=i • • • BB6= L 56< F )003 L20 3 8gi>i buruk9 4B6= L . III.Kesan ( $esehatan lingkungan tempat tinggal pasien kurang baik. Ke$a&a dan )e*er . kelembaban normal.

tipe abdominothorakal.embran timpani intak. kering 8K9. sklera ikterik -6-. refleks cahaya langsung K6K. tidak mudah dicabut . simetris. mata cekung -6- -idung ( Bentuk normal. distribusi merata. sekret -6- 4elinga . rambut #arna hitam. efloresensi primer6sekunder dinding dada 8-9. halitosis 8-9. trismus 8-9 . gerak pernapasan simetris. tremor 8-9 ( belum tumbuh ( Aetak di tengah ( 4)64). basah. vocal fremitus simetris ( Sonor di semua lapang paru .ulut ( . detritus 8-9. retraksi sela iga8-9 'alpasi 'erkusi ( 7erak napas simetris. tidak hiperemis. konjungtiva anemis K6K. refleks cahaya tidak langsung K6K.kripta 8-9 ( *aring tidak hiperemis ( $7B tidak teraba membesar. irama teratur. septum deviasi 8-9. ubun ubun belum menutup.ata ( 'upil bulat isokor. tepi hiperemis. pulsasi abnormal8-9. nafas cuping hidung -6-. sianosis 8-9. ( Bentuk dada normal. Aidah 7igi geligi =vula 4onsil 4enggorokan Aeher T*%raB 'aru +nspeksi ( !ormoglossia. sekret -6( Bibir merah muda.$epala ( !ormosefali.

uskultasi Abd%men +nspeksi uskultasi 'alpasi ( Bentuk datar ( Bising usus 8K9 normal.skrotu m8K6K9. batas kiri jantung didapatkan U ) cm disebelah garis midklavikularis kiri. thrill 8-9 ( Redup. DR* B . (fimosis8-9. ascites 8-9. spastisitas 8-9. hepar teraba cm diba#ah processus Fipoideus dan : cm diba#ah arcus costae. 'erkusi 7enitalia ( 4impani di semua kuadran abdomen. paralisis 8-9. nyeri tekan 8-9. parese 8-9. =dem 8-6-9 ( S+S++ reguler. detik.nyeri tekan 8-9 ( kral hangat. ronchi basah 8K9 di kedua lapang paru ba#ah1 #hee>ing -6- Jantung +nspeksi ( +ctus cordis tampak pada +DS /+ garis midklavikularis kiri 'alpasi 'erkusi ( +ctus cordis teraba. nyeri tekan 8-9. sianosis 8-9.hipospadia8-9.rambut pubis 8-9 nus %kstremitas ( 'rolaps ani 8-9. gallop 8-9 Refleks Bisep $anan K $iri K . murmur 8-9. testis 8K6K9. turgor kulit baik.lecet di daerah anus 8-9. ( Supel.uskultasi ( Suara napas vesikuler. Aien tidak teraba membesar.epispadia8-9.parafimosis8-9.

P#M#!IKSAAN )AB"!AT"!IUM &ilakukan pemeriksaan laboratorium darah.4risep 'atella Refleks patologis Schaeffer Dhaddok $aku kuduk Brud>insky + Brud>insky ++ $erniN AaseN K K T T T T T T T K K T T T T T T T Rangsang meningeal I-. pertama kali pada tanggal ) pril .0)1 .

5 juta6ul .onosit )3 )3 03 5G 3 1G 3 )0 3 0-) )-2 0-< ):-.J#NIS P#M#!IKSAAN ..)-5. .):-5G: rb6uA 0-)0 mm6jam .itun' Jenis Basofil %osinofil !etrofil batang !etrofil Segmen Aimfosit ... rb 6uA 1.-):.0-:0 )-)) 612 '?d) (D )5.0 .: juta6ul .2G rb6uA 60 mm?jam G.ASI) P#M#!IKSAAN NI)AI N"!MA) -ematologi -emoglobin -ematokrit Aekosit %ritrosit 4rombosit A%& .-)..55 3 . g6dA 1.2 rb6ul 1.

< 612?(1. DIAGN"SIS K#!JA • Bronkopneumoni .. B 1. • • • • $' Bronkopneumonia nemia defisiensi 7i>i buruk -II. DIAGN"SIS BANDING. F (( -. B 1. F M4.4 < 612? ( B 1. F 26 M4.< (?(1. !INGKASAN -I.M4.

4+BD IE.2 mg +nj.• • nemia defisiensi 7i>i buruk -III. mpisilin 5 F ). T#!API !on medikamentosa • • • • 4irah baring .edikamentosa +/*& $a%n )B 1cc6$gBB6jam +nj. P!"GN"SIS d vitam d functionam d sanasionam ( ad bonam ( ad bonam ( ad bonam . 7entamisin ) F .G3 K Bisolvon K Birotek9 E. P#M#!IKSAAN ANJU!AN • • • =ji tuberkulin Rontgen thoraF S+.0 mg +nhalasi 8 !aDl 0.

.

Bronkopneu moni nemia defisiensi besi . . ==B belum menutup . BJ +-++ reguler. $a%n )B 1cc6$gBB6jam mpisilin 5 F ).20D $epala ( normosefali. !D8-9 .ata ( D K6K. #h -6-. mg $a%n )B 1cc6$gBB6jam mpisilin 5 F ). S L 1:. 4ho ( retraksi sela iga 8-9. . S+ -6-idung ( sekret8-9. S+ -6-idung ( sekret8-9. D&5.G3 K Bisolvon K Birotek9 • 'RD • Dek -.G3 K Bisolvon K Birotek9 • $onsul gi>i • S+. S! vesikuler. rh K6K.0 mg • +nhalasi 8 !aDl 0. 8-9.0 mg • +nhalasi 8 !aDl 0. 7 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat KK6KK )ab A . S! vesikuler.7i>i buruk P • +/*& • +nj. elektrolit nti -+/.2 1656. 4ho ( retraksi sela iga 8-9.:0D $epala ( normosefali..:"))"> UP T'& .7i>i buruk • +/*& • +nj. R L 50F6m. 7entamisin ) F . 4/ ( ! L)).ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 Aeher ( $7B 44. ==B belum menutup . . 4/ ( ! L)). D& total. &emam 8-9 'ilek 8K9 Batuk 8K9 .ata ( D K6K.-+/ . #h -6-.4A. 4+BD. 8-9. 7entamisin ) F . !D8-9 .Bronkopneu moni nemia defisiensi besi .F6m.656)1 'era#atan hari ) S Batuk 8K9 Sesak 8K9 &emam 8K9 " $= ( 4SS $S ( D. R L 1.F6m. 7 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat KK6KK $= ( 4SS $S ( D. S L 1. mg • +nj.2 • +nj. rh K6K.0)1 'era#atan hari .F6m. BJ +-++ reguler.ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 Aeher ( $7B 44.

S+ -6-idung ( sekret8-9. rh K6K.Bronkopneu moni nemia defisiensi besi .2 mg mpisilin 5 F ).2 • +nj. S L 1.-+/ . S L 1:. 4/ ( ! L)). . !D8-9 . 4ho ( retraksi sela iga 8-9.20D $epala ( normosefali.$' nemia defisiensi besi . ==B belum menutup .ata ( D -6-.F6m.0 mg • 4eofiin :. mg • +nj.. 7entamisin ) F .0D $epala ( normosefali.. 8-9. 7 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat KK6KK $= ( 4SS $S ( D.7i>i buruk • +/*& • $a%n )B 1cc6$gBB6jam minofusin :cc6$gBB6jam • +nj.ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 Aeher ( $7B 44. mg $a%n )B 1cc6$gBB6jam mpisilin 5 F ).0F6m. S! vesikuler. BJ +-++ reguler. R L 1.ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 Aeher ( $7B 44. 4/ ( ! L).5656. .0)1 Ra#at hari ke 1 &emam 8-9 Batuk 8K9 sesak 8K9 berkurang *e ( G 4+BD ( )<) 7&S ( G: #&ektr%&it !a ( ). 4ho ( retraksi sela iga 8-9. 7entamisin ) F .-+/ .2 mg • Ro 4horaF <656.F6m. #h -6-.: $ ( 5. S+ -6-idung ( sekret8-9. ==B belum menutup .0)1 Ra#at hari ke : &emam 8-9 Batuk 8K9 sesak8K9 berkurang mencret C 2F . R L 50F6m.0 mg • 4eofiin :.< Dl ( )05 Imun%ser%&%'i nti -+/ ( reaktif $= ( 4SS $S ( D. !D8-9 .2 .ata ( D -6-.7i>i buruk • +/*& • +nj.

ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 jamur 8K9 Aeher ( $7B 44. S+ -6-idung ( sekret8-9. F .)0D $epala ( normosefali.F6m.2 • DotrimoFa>ole )F.-+/ .5mg • Aamivudin .2mg • +!. F <G mg • !evirapine ) F .$' nemia defisiensi besi . S L 1<. 8-9.2 mg • Salbutamol 0.0)1 &emam 8K9 Batuk 8K9 berkurang .1 mg • mbroFol 1 mg mpisilin 5 F ). #h -6-.encret 8K9 1F 'utih. 7 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat KK6KK Ro( infiltrate 8K9 perselubungan paru kanan atas 8K9 • Salbutamol 0.5mg • Aamivudin .)F50mg .Dandidiasis oral • +/*& • $a%n )B 1cc6$gBB6jam minofusin :cc6$gBB6jam • +nj.7i>i buruk . 8-9. rh K6K. mg • +nj. . 7 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat KK6KK .S! vesikuler. di mulut 8K9 $= ( 4SS $S ( D.ata ( D -6-.0 mg • 4eofiin :. S! vesikuler. 4ho ( retraksi sela iga 8-9. BJ +-++ reguler.0 mg • Ridovudin . rh K6K.F20 mg • Aacto B ))656. F . #h -6-.0 mg • Ridovudin .)F50mg • Rif )F20 mg • '>a . 7entamisin ) F . R L 2. ==B belum menutup .<F6m.2mg • +!. 4/ ( ! L). F <G mg • !evirapine ) F . . !D8-9 .1 mg • mbroFol 1 mg • DotrimoFa>ole )F. BJ +-++ reguler.

0)1 • Dandistin 5F)6.F20 mg • Aacto B ) F ) • 'aracetamol 20 mg )1656. cc • Boleh pulang .• Rif )F20 mg • '>a .

asuk ( Bangsal lantai .ATAN ANAK !SUD BUD. Busak ++ kramat jati ( +bu Rumah 4angga (( n. $ ( +slam ( Jl.2jt6bln Ibu !ama gama lamat 'ekerjaan 'enghasilan < ( !y.0)1 Suku Bangsa ( Beta#i Suku Bangsa ( Beta#i -ubungan dengan orang tua ( pasien merupakan anak kandung.). 4anda 4angan ( I. II. kamar .ID#NTITAS PASI#N !ama 'asien Jenis kelamin =mur gama Suku bangsa lamat "ran' Tua ? >a&i Aya* !ama gama lamat 'ekerjaan 'enghasilan < ( 4n. !ama . $ ( Aaki .0)1 ( )) pril . )) Januari .. 'embimbing ( 'rof.)) ( )) pril .0)1 . ! 8ibu kandung pasien9 Aokasi 4anggal 6 #aktu 4anggal . 4imur.0<.I ASI.laki ( 5 bulan ( +slam ( Beta#i ( Jl. Busak ++ kramat jati ca#ang 4empat 6 tanggal lahir ( Jakarta. ! ( +slam ( Jl. ANAMN#SIS &ilakukan secara lloanamnesis dengan !y. ( Santri &#i>am>ami *! ( 010. Eidagdo Sp.ahasis#a !+.)AP"!AN KASUS STATUS PASI#N K#PANIT#!AAN :K T!ISAKTI BAGIAN I)MU K#S#. Busak ++ kramat jati ( 'edagang ( ).

'ilek 8K9 sejak 1 hari setelah batuk dan demam muncul. dan muntah. Semenjak sakit pasien menjadi lebih malas untuk menyusu.a. Ke&u*an Utama< Batuk sejak . !i7ayat Penyakit da*u&u Penyakit lergi Dacingan &emam Berdarah &emam 4hypoid "titis 'arotitis Umur Penyakit &ifteria &iare $ejang Umur Penyakit Jantung 7injal &arah Umur - - $ecelakaan . minggu S. &emam terus menerus.RS.2 kg sebelum sakit menjadi 2. 'asien menyangkal adanya sesak napas. diare. ingus ber#arna puith kental. e.RS. !i7ayat Penyakit Ke&uar'a . Batuk berdahak ber#arna putih kental. mual.orbili "perasi - Radang paru 4uberkulosis Batuk. Ke&u*an Tamba*an < A.RS b. dahak tidak terlalu banyak. Berat badan pasien menurun dari . minggu S. turun apabila diberi obat penurun demam kemudian akan naik kembali. pilek - Kesan < 'asien belum pernah sakit seperti ini ataupun sakit lainnya sebelumnya. !i7ayat Penyakit Sekaran' 'asien datang ke RS=& Budhi sih besama kedua orangtuanya mengeluh batuk semenjak .. d. minggu S. 'asien juga demam sejak .G kg saat ini.

!i7ayat Pertumbu*an dan Perkemban'an < 'ertumbuhan gigi + ( belum tumbuh 'sikomotor 4engkurap &uduk Berdiri Berjalan Bicara ( =mur 1 bulan ( Belum bisa ( Belum bisa ( Belum bisa ( Belum bisa 8!ormal( 1-5 bulan9 8!ormal( .AMI)AN . bulan9 8!ormal( )1 bulan9 8!ormal( G-).$edua orangtua pasien tidak ada ri#ayat darah tinggi dan diabetes.asa gestasi 4idak ada 'eriksa di puskesmas. !i7ayat Ke*ami&an dan Ke&a*iran K#. +bu pasien memiliki ri#ayat asma. f.-G bulan9 8!ormal( G-). &okter kandungan S.orbiditas kehamilan 'era#atan antenatal K#)A. sebulan sekali.D a6i letak lintang Dukup bulan 81G minggu9 Berat lahir ( 1500 gram 'anjang badan ( 5G cm $eadaan bayi Aangsung menangis 8K9 $ulit kemerahan 8K9 Kesan <Ri#ayat kehamilan dan persalinan normal '.I!AN 4empat kelahiran 'enolong persalinan Dara persalinan . bulan9 8!ormal( 2-G bulan9 . RSD.

G )2 )< 4ahun . . .ati bortus $eterangan =mur #aktu pemberian Bulan 0 ) . thn !i7ayat Imunisasi < +munisasi -epatitis B BD7 &'4 'olio Dampak Kesan< Ri#ayat imunisasi sampai umur pasien tidak lengkap 8&'49 *.?5 5?.?< S+ S+ ASI?PASI Bua* ? Biskuit Bubur Susu Nasi Tim <?. ). . Dorak reproduksi !o 4gl Aahir 8=mur9 Jenis $elamin -idup Aahir . !i7ayat Ke&uar'a 3A%rak re$r%duksi5 a. 1 + ++ + H + ++ +++ 5 .Baca dan 4ulis 'erkembangan pubertas Rambut pubis ( Belum bisa (- 7angguan perkembangan mental6emosi ( tidak ada Kesan <Ri#ayat perkembangan baik !i7ayat Makanan < Umur 3bu&an 5 0?. .

berlantai keramik. Sumber air bersih dari air ' .P#M#!IKSAAN :ISIK &ilakukan pada tanggal )) pril .G kg ( 4ampak sakit sedang ( Dompos mentis ( $ooperatif . ibu. +slam Beta#i Baik +bu !y.. III. $eadaan rumah sempit. beratap genteng. Ri#ayat 'ernikahan yah 4n. berdinding tembok.G 4ahun S. pencahayaan baik ventilasi baik. Kesan ( $esehatan lingkungan tempat tinggal pasien cukup baik. dapur. dan neneknya di sebuah rumah tinggal milik sendiri dengan . 5 bulan Aaki ? laki K B' b.0)1 $eadaan =mum $esadaran Sikap Data Antr%$%metri • Berat Badan ( 2. $ Satu . ! Satu . ir limbah rumah tangga disalurkan dengan baik dan pembuangan sampah setiap harinya diangkut oleh petugas kebersihan.2 tahun S.$esehatan ). kamar tidur.' +slam Beta#i Baik !ama 'erka#inan ke=mur saat menikah 'endidikan terakhir gama Suku bangsa $eadaan kesehatan !i7ayat Peruma*an dan Sanitasi 'asien tinggal bersama ayah. ) kamar mandi.

nafas cuping hidung 8K9 . tidak ada efloresensi yang bermakna Ke$a&a dan )e*er $epala ( !ormosefali..1 3 8gi>i baik9 4B6= L . distribusi merata. reguler. rambut #arna hitam.ubun belum menutup.. F )003 L <G..G6:. refleks cahaya langsung K6K. ikterik 8-9. refleks cahaya tidak langsung K6K. 3 8gi>i baik9 Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bah#a status 'i=i baik Tanda -ita& !adi Suhu 'ernapasan $ulit ( )50F6menit. kelembaban normal. isi cukup. sekret -6- . tidak mudah dicabut .. ubun .6.1 F )003 L )05. septum deviasi 8-9.G6.: 3 baik BB64B L 2. konjungtiva anemis -6-. teratur ( Sa#o matang. cm ( 5). sklera ikterik -6-. F )003 L <.• 4inggi Badan • Aingkar $epala • AA Status Gi=i • • • ( .1SD ( 10 F6menit. eNual kanan dan kiri ( 1:. sekret K6K 4elinga ( .2 cm ( BB6= L 2. turgor normal.mata cekung -6-idung ( Bentuk normal.ata ( 'upil bulat isokor. sianosis 8-9.embran timpani intak.

ulut ( Bibir merah muda. simetris. irama teratur.. detritus 8-9. tipe abdominothorakal. tidak hiperemis. thrill 8-9 . efloresensi primer6sekunder dinding dada 8-9. ronchi basah halus di paru kanan ba#ah +DS 1 #hee>ing -6Jantung +nspeksi ( +ctus cordis tampak pada +DS /+ garis midklavikularis kiri 'alpasi ( +ctus cordis teraba. retraksi sela iga8-9 'alpasi 'erkusi uskultasi ( 7erak napas simetris. tepi hiperemis. halitosis 8-9 Aidah 7igi geligi =vula 4onsil 4enggorokan Aeher T*%raB 'aru +nspeksi ( !ormoglossia. tidak kering. tremor 8-9 ( Daries 8-9 ( Aetak di tengah ( 4)64). pulsasi abnormal8-9. vocal fremitus simetris ( Sonor di semua lapang paru ( Suara napas vesikuler. sianosis 8-9. gerak pernapasan simetris. trismus 8-9 . basah.kripta 8-9 ( *aring tidak hiperemis ( $7B teraba membesar. di samping kanan kiri ( Bentuk dada normal.

paralisis 8-9.'erkusi ( Redup. =dem 8-6-9 Refleks Bisep 4risep 'atella Refleks patologis Schaeffer Dhaddok $aku kuduk Brud>insky + Brud>insky ++ $anan K K K T T T T T $iri K K K T T T T T Rangsang meningeal . nyeri tekan 8-9. 'erkusi 7enitalia ( 4impani di semua kuadran abdomen.skrotu m8K6K9.rambut pubis 8-9 nus %kstremitas ( 'rolaps ani 8-9. ( Supel. (fimosis8-9. parese 8-9.hipospadia8-9. spastisitas 8-9. murmur 8-9. gallop 8-9 ( Bentuk datar ( Bising usus 8K9 normal. testis 8K6K9. ascites 8-9.epispadia8-9. detik. sianosis 8-9. hepar teraba 5 cm di ba#ah arcus costae. Aien tidak teraba membesar. turgor kulit baik.nyeri tekan 8-9 ( kral hangat. batas kiri jantung didapatkan U ) cm disebelah garis midklavikularis kiri. uskultasi Abd%men +nspeksi uskultasi 'alpasi ( S+S++ reguler.parafimosis8-9.lecet di daerah anus 8-9. DR* B . nyeri tekan 8-9.

-):.0-:0 )-)) NI)AI N"!MA) )0.0)1 J#NIS P#M#!IKSAAN .ASI) P#M#!IKSAAN -ematologi -emoglobin -ematokrit Aekosit %ritrosit 4rombosit A%& .< 3 )0 3 0-) )-2 0-< ):-.onosit 03 )3 .2 rb6ul 1.)-5...3 )G 3 .2 rb 6uA 5. P#M#!IKSAAN )AB"!AT"!IUM &ilakukan pemeriksaan laboratorium darah.):-5G: rb6uA 0-)0 mm6jam . . g6dA 1.55 3 .-).. pertama kali pada tanggal )) pril .) juta6ul .: juta6ul .2 g6dA (1 D )0.0 .<G rb6uA < mm6jam G.itun' Jenis Basofil %osinofil !etrofil batang !etrofil Segmen Aimfosit .- $erniN AaseN T T T T I-.

T#!API !on medikamentosa . DIAGN"SIS BANDING. !INGKASAN -I.-ipereaktivitas Bronkus Batuk $ronik Berulang Bronkopneumonia -II. P#M#!IKSAAN ANJU!AN • Rontgen 4horaF IE. • • • +S' . DIAGN"SIS K#!JA • • +S' ? -ipereaktivitas Bronkus Batuk $ronik Berulang -III.-.

52 mg K4erbutalin 0.0 mg mbroFol 1 mg K D4.. 0.edikamentosa +/*& $a%n )B 1cc6$gBB6jam +nj. P!"GN"SIS d vitam d functionam d sanasionam ( ad bonam ( ad bonam ( ad bonam .• • • • 4irah baring . mpisilin 5 F )20 mg 'aracetamol 5 F . mg  1 F ) bks E.

8-9 .ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 Aeher ( $7B 44. .10D $epala ( normosefali.52 mg K4erbutalin 0.656)1 'era#atan hari ) S Batuk 8K9 'ilek 8K9 &emam 8K9 " $= ( 4SS $S ( D. #h -6-.0)1 'era#atan hari .ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 Aeher ( $7B 44.0D $epala ( normosefali. 8-9. S! vesikuler. !D.0 mg • mbroFol 1 mg K D4. $ronik mg $a%n )B 1cc6$gBB6jam mpisilin 5 F )20 • 'aracetamol 5 F . .4A dan 0. 4/ ( ! L). ==B belum menutup . R L 10F6m. S! vesikuler. 8-9. #h -6-.+S' -ipereaktivitas Bronkus . ==B belum menutup .. S L 1. &emam 8-9 'ilek 8K9 Batuk 8K9 .:"))"> UP T'& ).0F6m. rh -6-.Batuk Berulang ? • +/*& • +nj. 4/ ( ! L)10F6m.. 7 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat K K6KK $= ( 4SS $S ( D. BJ +-++ reguler. 1 F ) bks • +nhalasi !aDl 0. S L 1:..G3 K Bisolvon K Berotec 0. S+ -6-idung ( sekret8K9.G3 K Bisolvon K Berotec • Dek -. mg  )1656. mg • 'aracetamol 5 F .Batuk Berulang $ronik P ? • +/*& • +nj. 4ho ( retraksi sela iga 8-9. 7 8-9 A ..52 mg $a%n )B 1cc6$gBB6jam mpisilin 5 F )20 K4erbutalin 0. rh -6-.8-9 .ata ( D -6-. R L 10F6m.+S' -ipereaktivitas Bronkus . 4ho ( retraksi sela iga 8-9. BJ +-++ reguler. 1 F ) bks • +nhalasi !aDl 0. mg  .ata ( D -6-.0 mg • mbroFol 1 mg K D4. S+ -6-idung ( sekret8K9. !D.

. 8-9. BJ +-++ reguler.F6m.8-9 . S+ -6-idung ( sekret8K9. 7 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat K K6KK )ab< -b( )).0)1 Ra#at hari ke . 1 F ) bks +nhalasi !aDl 0. &emam 8K9 Batuk 8-9 'ilek 8K9 .3 Aeu ( ).000 #&ektr%&it < !a ( )51 $ ( 2. R Bronkus L 1. rh -6-. S L 1<0D $epala ( normosefali.2 -t( 1.000 4rom ( 1<:. R L 1.Batuk ? Boleh pulang $ronik .ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 Aeher ( $7B 44.656. 4/ ( ! L)).G3 K Bisolvon K Berotec 0. .ata ( D -6-. 4ho ( retraksi sela iga 8-9.0F6m. mg  ). ==B Berulang belum menutup . S L 1:0D $epala ( . ==B elektrolit • +/*& • +nj.) Dl ( ))0 $= ( 4SS $S ( D..+S' ? $S ( D.)2656.F6m.+S' -ipereaktivitas Bronkus . mg $a%n )B 1cc6$gBB6jam mpisilin 5 F )20 • 'aracetamol 5 F . !D.52 mg K4erbutalin 0. #h -6-. S! vesikuler.0 mg • mbroFol 1 mg K D4.Batuk $ronik normosefali.0)1 Ra#at hari ke 2 &emam 8-9 Batuk 8-9 'ilek 8K9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat K K6KK $= ( 4SS . -ipereaktivitas 4/ ( ! L).F6m.

'asien datang ke 'oli nak RS=& Budi sih diantar oleh ibunya dengan keluhan utama Batuk sejak . minggu S. 'asien datang ke =7& RS=& Budi sih diantar oleh ibunya dengan keluhan batuk sejak . dahak .RS Batuk sejak G hari 80umat. 4ho ( retraksi sela iga 8-9. Batuk berdahak ber#arna putih kental. 8-9.RS.RS 'asien datang ke RS=& Budhi sih besama kedua orangtuanya mengeluh batuk semenjak . minggu S. !D. 7 8-9 bd ( B= 8K9 5F6menit %Ft ( akral hangat K K6KK BAB III ANA)IS KASUS 'asien =sia $= R'S ) . dahak sulit 2 5 bulan Batuk sejak .8-9 .RS.ulut ( $ering 8-9 sianosis 8-9 Aeher ( $7B 44.RS. BJ +-++ reguler.ata ( D -6-.RS. 5 . . minggu sebelum masuk Rumah Sakit. Batuk dirasakan berdahak.denga n dahak ber#arna putih yang susah untuk 'asien datang ke +7& RS=& Budi sih diantar oleh orang tuanya mangeluh batuk sejak .belum menutup Berulang . minggu S. minggu S.RS minggu S. Batuk berdahak namun sulit untuk 1 1 bulan Batuk sejak . hari S. #h -6-. S! vesikuler. 11 "aret 12349 sebelum masuk rumah sakit. rh -6-.RS. S+ -6-idung ( sekret8K9. )) bulan ) tahun ) bulan Batuk sejak G Batuk sejak . minggu S. minggu S. Batuk berdahak. Batuk berdahak. dahak sulit dikeluarkan. bulan Batuk sejak .

diberi obat batuk dan demam.RS pasien mulai demam. tidak terlalu banyak. namun demam tidak turun juga.RS. terlihat lemas dan terlihat kurus. bidan. dan muntah. &emam 8K9 mendadak dan terus menerus. namun keluhan tidak membaik. 'ilek 8K9 sejak 1 hari setelah batuk dan demam muncul. &emam terus menerus. Batuk dirasakan semakin berat dan sering muncul pada malam hari. ) hari S. Batu semakin lama semakin sering. minggu S.. dari hidung pasien keluar ingus ber#arna bening. Beberapa hari setelah batuk pasien juga demam. 'asien juga demam sejak G hari S. 'asien sudah dikompres di rumah. +bu pasien sudah memba#a pasien ke puskesmas. keringat malam. poli anak RS *atma#ati.G kg saat ini. !amun. Batuk lebih sering pada malam hari. 'asien juga demam sejak . +bu pasien tidak mengukur dengan thermometer.RS pasien mulai sesak napas dan terlihat semakin berat saat ini. &emam turun sesaat setelah dikeluarkan. 'asien menjadi tidak nafsu makan semenjak sakit. diberi obat batuk dan demam.RS. 'asien menyangkal adanya sesak napas. 15 "aret 12349 dan oleh puskesmas diberi obat dikeluarkan. . +bu pasien menyangkal adanya pilek. minggu S. ) bulan S. 'asien juga sesak napas yang mulai sesak napas semenjak ). )0 hari S. namun keluhan tidak membaik. pasien diba#a berobat ke puskesmas 2 hari kemudian 8#abu. &emam terus menerus. RS ''4+. diare. dan terasa semakin berat selama . Semenjak sakit pasien menjadi lebih malas untuk menyusu. demam tidak terlalu tinggi dan terus menerus. 'asien sudah sempat berobat ke poli anak.2 kg sebelum sakit menjadi 2. minggu ini. hanya dengan perabaan tangan. naik saat malam hari. 'asien juga demam semejak . 'ilek yang mulai muncul saat malam hari.RS. namun keluhan tidak juga membaik. mual. teraba tidak terlalu tinggi. &emam tinggi dirasakan dengan perabaan tangan oleh ibu pasien.dibatukkan keluar. "leh ibu pasien diberi obat penurun panas yang dibelinya di apotek.RS pasien mulai pilek. ingus ber#arna puith kental. &emam naik turun. muntah. ingus a#alnya encer kemudian menjadi kental ber#arna bening. Sesak napas juga semakin lama semakin berat. Berat badan pasien menurun dari . +bu pasien memba#a pasien ke puskesmas. suhu pasien dirasa tinggi. karena keadaan pasien tidak membaik. pada hari yang sama. hari S. mual.RS. turun apabila diberi obat penurun demam kemudian akan naik kembali.

diberikan obat. dan menjadi kurang berespon saat dia dipanggil. kejang. . Benjolan tersebut membesar saat pasien menangis dan akan mengecil jika tidak menangis. mual. 'ada saat itu. pasien masih tampak lemas. : hari sejak demam muncul 80umat. Selama pengobatan tersebut. pasien diba#a lagi ke puskesmas dan oleh puskesmas pasien langsung dirujuk ke RS=& Budhi sih.menjad i kurang aktif dibandingkan dengan keadaan sebelum sakit. dan muntah. Aalu. 'asien tampak lemas. namun akan kembali tinggi. tidur terus menerus. keluhan yang dialami oleh pasien tidak banyak mengalami perbaikan. 16 "aret 12349. mencret. Semenjak sakit pasien menjadi lebih sedikit menyusu. letargis. 'asien masih demam. batuk. Sejak usia .puyer dan obat batuk pilek. G hari sejak demam muncul. 'asien menyangkal adanya menggigil. terdapat benjolan di pusar pasien. keadaan pasien menjadi lebih berat. dan pilek. minggu.

dan tampak sesak nafas. Selama sakit ini, nafsu makan pasien menjadi menurun. 4idak terdapat keluhan pada buang air kecil maupun buang air besar. $ejang, menggigil, mimisan, gusi berdarah, bintik-bintik merah pada tubuh, mual, dan muntah disangkal. Ri# kehamilan dan persalinan Ri# 'erkembang an Ri# .akanan +munisasi dasar Ri# $eluarga Baik Baik Baik SD a6i SD a6+ lintang Baik Baik +munisasi dasar kurang &'4. +bu pasien asma K letak

Baik Baik +munisasi dasar tidak lengkap. 4idak ada yg seperti pasien maupun penyakit lainnya. 'adat penduduk

Baik Baik +munisasi dasar pasien lengkap. +bu pasien asma K, rhinitis alergi K 'adat penduduk

Baik Baik -anya BD7 dan -epatitis 4idak ada yg seperti pasien maupun penyakit lainnya. 'adat penduduk

Baik Baik +munisasi dasar pasien lengkap. yah pasien menderita 4B.

Ri# Aingkungan Ri# 'enyakit &ahulu '* $eadaan umum6kesa

'adat penduduk

'adat penduduk

Belum pernah Batuk, sakit diare. sebelumnya 4SB6Somnolen 4SS6D.

pilek, Belum pernah Belum pernah Belum pernah sakit sakit sakit sebelumnya sebelumnya sebelumnya 4SB6D. 4SS6D. 4SS6D.

daran Status 7i>i 4anda vital

Status 7eneralis yang bermakna

7i>i kurang !adi( )05F6m !afas ( 1,F6m Suhu( 1G,;" D • $ulit pucat. • D K6K. • !afas cuping hidung 8K9 • Retraksi sela iga 8K9. • uskultasi paru ronkiK6K, #hee>ing K6K

7i>i baik !adi ( ))0F6m !afas ( 10F6m Suhu ( 1:,)o D

7i>i baik !adi ( )1,F6m !afas ( 1;F6m Suhu ( 1<,2oD

7i>i buruk !adi ( )),F6m !afas ( 1,F6m Suhu ( 1:,2oD

7i>i baik !adi ( )50F6m !afas ( 10F6m Suhu ( 1:,1oD

Aab

-b ( : -t ( ,1 A%& ( ))0 Serum *e ( 11 4+BD ( ):<

• !afas cuping • Eajah .ongoloid, hidung 8K9 • Retraksi sela • !D- 8K9, • Retraksi sela iga 8K9. iga 8K9. • Ehee>ing K6K • Ehee>ing K • Benjolan pada umbilicus, • Simian line K6 K • kral dingin • DR4 1V. -b ( G,; !ormal -t ( 10 Aeu ( )<,, A%& ( 10

• D K6K • !afas cuping • Rhonki basah hidung 8K9 K6K • Sekret hidung 8K9

-b ( :,; -t ( ,1 A%& ( :2 .D/ ( )0 .D- ( ,, .D-D (11 *e ( G 4+BD ( )<) nti -+/ Reaktif

!ormal

(

'em penunjang &iagnosis $erja

Ro ( Bronkopneumo ni • Bronkopneum Bronkiolitis onia • nemia defisiensi besi

• Bronkiolitis • Sindroma do#n • -ernia =mbilikalis

• 4B • -+/ • 7i>i Buruk • nemia defisiensi besi

+S'

Ana&isa kasus 'ada keempat penyakit ini ditemukan keluhan yang sama yaitu demam, tetapi karakter demam dari setiap penyakit berbeda. 'enyakit pertama keluhan demam sejak 5 hari sebelum masuk Rumah Sakit. &emam panas tinggi tiba ? tiba terus menerus selama 5 hari. $eluhan demam yang

kedua sejak < hari sebelum masuk Rumah Sakit, demam naik saaat malam dan turun saat pagi hari #alaupun tidak sampai normal. Yang ketiga demam sejak 2 hari S.RS. &emam naik turun dan sempat mencapai normal. Yang keempat demam sejak 1 hari S.RS. &emam tinggi kadang ? kadang turun. $eluhan tambahan pada anak pertama adalah .engeluh nyeri ulu hati sejak , hari S.RS sakit perut. &an juga terdapat penyebaran dari orang ? orang sekitar yaitu di lingkungan rumah dan di sekolah ada , orang yang terkena demam berdarah. nak ketiga terdapat keluhan tambahan muntah ? muntah dan terdapat kontak juga dari teman sekelasnya ada yang menderita penyakit serupa. 'ada anak ketiga terdapat kontak dari teman sekolah ada yang menderita penyakit serupa dan keluhan tambahan bercak ?bercak pada muka. 'ada penyakit kedua tidak terdapat penyebaran dari orang sekitarnya. 'ada pemeriksaan fisik didapatkan kesamaan suhu yang meningkat rata ? rata diatas 1<SD. 'ada status generalis yang bermakna ditemukan kelainan ? kelainan yang berbeda dari 5 penyakit ini dimana anak pertama ditemukan !yeri tekan pada ulu hati dan =ji bendung positif. nak kedua ditemukan coated tongue. $etiga ditemukan pembengkakan kelenjar ludah. &an yang keempat terdapat bercak ? bercak di muka kepala. 'ada pemeriksaan laboratorium di dapatkan penurunan trombosit pada anak pertama dan keempat. &an anak ketiga dan keempat terdapat peningkatan leukosit.

DA:TA! PUSTAKA ). Soegijanto, Soegeng. &emam Berdarah &engue. %disi ,. Surabaya. (%7D@,00;. 'g. <2-G0 ,. 'udjialdi -, dkk. 'edoman 'elayanan .edis +katan &okter nak +ndonesia. Jilid

). Jakarta ( +& +@ ,0)0. pg. 11-15. 5:-20. )5)-)5G.
1. !AUS"S O# #"$"% &' (A'O !)I*I! A$AI)A&)" A+

http,--www.ma oclinic.com-health-fever-/S00011-/S"!+IO*2causes

Meas&es Immuni=ati%n and #ffeAtiGe -aAAine 4%Gera'e aGai&ab&e at< *i'*7ire.& available at( http(66emedicine.ncbi.htm 2.com6article6.5.2..2.medicinenet. * D'@ Dhief %ditor( Burke Dunha.edu?A'i?meas&es :. .gov6pubmedWtermLdengue3.#ho. 4yphoid *ever diagnostic available at( http.0fever .searo.htm . Mum$s disease aGai&ab&e at< http(66###.1))12overvie# G. vailable from http(66###. .anagement of &*6&-*.nlm. Dlinical .--www.nih. /iral infection of dengue hemorhage fever available at( http(66###.medicinenet. 4yphoid *ever. Eorld -ealth "rgani>ation. uthor( John A Brusch.int6%!6Section)06Section11. Regional 7uidelines on &engue6&-* 'revention and Dontrol.com6mumps6article.&.stanf%rd.htm <.6Section225T.com-t phoid3fever-article.medscape.0hemorhage3. &engue6&-*.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful