You are on page 1of 13

Fisiologi Tumbuhan

Disusun Oleh : ERNIANTI ROSDIANA JUNAID SUHAEMA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) MUHAMMADIYAH BONE 2012

Pengertian Akar
Akar adalah bagian pokok tumbuhan disamping batang dan daun. Asal akar dari lembaga (radix), pada dikotil, akar lembaga terus tumbuhan sehingga membentuk akar tunggang dan pada monokotil akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuhan akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar baru.Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar (kaliptra) yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah.

Fungsi Akar
Adapun fungsi akar adalah: Untuk mmelekatkan tumbuhan pada media (tanah) karena akar memiliki kemampuan untukn menerobos lapisan tanah. Menyerap garam, mineral, dan air, melalui bulu-bulu akar, air masuk ke dalam tubuh tumbuhan. Pada beberapa tanaman, akar digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, contohnya: pada ubi, kentang, wortel, dan lain-lain. Pada tanaman tertentu seperti bakau berperan untuk pernafasan. pada pangkal batang akan tumbuhan akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar baru.Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar (kaliptra) yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah.

Sifat Akar
Adapun sifat akar adalah: Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh p[usat bumi (geotrop) atau menuju ke air(hidrotop), meninggalkan udara dan cahaya. Tidak berbuku-buku, tidak beruas dan tidak mendukumg daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Tumbuh terus pada ujungnya. Bentuk ujungnya sering kali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.

Macam-Macam Akar

Akar Tunggang
Akar tungang adalah akar primer atau akar lembaga yang terus tumbuh membesar dan memanjang. Akar ini akan menjadi akar pokok yang menopang tegaknya tumbuhan dan dalam perkembangannya membentuk cabang-cabang akat yang lebih kecil.

Akar Serabut
Akar serabut adalah akar yang timbul dari pangkal batang sebagai pengganti akar primer atau akar lembaga yang mati.Sistem akar tunggang maupun serabut, masing-masing akar dapat bercabang-cabang untuk memperluas bidang penyerapan dan untuk memperkuat berdirinya tumbuhan.

Struktur Umum Akar

lan

Struktur Umum Akar

Epidermis terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat.

Dinding selnya tipis sehingga mudah ditembus air.

Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapislapis,

dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas.

Endodermis terletak di sebelah dalam korteks.

Endodermis berupa satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel.

Stele (silinder pusat) terletak di sebelah dalam endodermis.

Berkas pengangkutan terdapat di antara stele.

Struktur Umum Akar


Jaringan penyusun anatomi akar secara umum : Struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Dikotil dan akar tumbuhan Monokotil yang diamati secara melintang. Terdiri dari berbagai macam jaringan : Persikel/Perikambium Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar. Berkas Pembuluh Angkut/Vasis Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium. Empulur Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.

Akar Primer Pertumbuhan apikal disebut juga dengan pertumbuhan primer (ke atas: pucuk dan ke bawah: akar), Pertumbuhan akar primer disebabkan oleh meristem apikal yang terdapat pada pucuk dan ujung akar. Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung akar. Akar Sekunder Pertumbuhan lateral disebut juga pertumbuhan sekunder (ke samping atau menjadi lebih besar). Pertumbuhan akar sekunder disebabkan oleh aktivitas meristem lateral yang dalam hal ini adalah sel-sel kambium. Oleh sebab itulah kenapa pada tumbuhan dikotil selain menjadi tinggi, batangnya juga menjadi besar karena aktivitas meristem lateral (kambium) tersebut

Akar Primer dan Akar Sekunder

Hubungan Antara Struktur Akar dan Fungsinya

Proses Pengangkutan Ekstravaskular


Pengangkutan ekstravaskular adalah pengangkutan di luar berkas pembuluh. Pengangkutan ini bergerak dari permukaan akar menuju ke bagian-bagian yang letaknya lebih dalam dan menuju ke berkas pembuluh

Proses Pengangkutan Intravaskular


Pengangkutan intravaskular adalah pengangkutan melalui berkas pembuluh (xilem) dari akar menuju bagian atas tumbuhan. Pengangkutan air dan mineral dimulai dari xilem akar ke xilem batang menuju xilem tangkai daun dan ke xilem tulang daun.

Hubungan Antara Struktur Akar dan Fungsinya

Struktur Akar Penyimpan Pada akar yang biasa dengan penebalan sekunder, senyawa cadangan disimpan dalam batang, Akar Penyokong Tumbuhan adanya akar, tumbuhan dapat menetap disuatu tempat dan tidak berpindah. Akar Udara Pada tumbuhan tropika seperti ficus, Rhizopora, Epifittropis Araceae dan Orchidaceae menghasilkan akar dari cabang atau batang yang terdapat bebas di udara. Akar Sebagai Organ Aeresi System akar dari pohon yang tumbuh didaerah pantai berwal,yanglainnya selalu tergenang air dan kekurangan oksigen,menunjukan berbagai adaptasi terhadap habitat mereka. Akar Papan atau Banir Batangnya melingkar lebar dan menjulang tinggi, cabang dan rantingnya melebar luas dan daunnya menutup rapat langit serta akarnya menonjol di tanah Haustorium

Adaptasi Akar Pada Kondisi Kering

Pada kondisi kering akar beradaptasi dengan membentuk kulit yang tebal, sklerefikasi sel korteks dan isolasi silinder pembuluh peridem atau nikrosis parenkim korteks. Xylem berkembang dengan baik sehingga dapat membantu pengangkut air dengan cepat. Sejumlah lapisan korteks akar primer tumbuhan gurun pasir berkurang sehingga jarak antara tanah dengan stele semakin pendek. Pita kapsari lebih lebar dibandingkan tumbuhan mesofit Hubungan antara sistem pembuluh akar dan batang System pembulu primer akar dan batang berbeda struktur dan arah perkembangan menjarinya. Protoxilem pada akar bersifat eksark sedangkan pada batang bersifat endark. Pada pertemuan system pembulu akar dan batang terjadi adaptasi satu dengan yang lainnya. Daerah ini disebut daerah peralihan atau leher akar