PEMBELAJARAN IPA SD

Drs. Yusuf Ibrahim, M.Pd., M.P.

IPA / SAINS
• Sains berasal dari kata Scientia yang berarti saya tahu. Istilah sains (yang dalam bahasa inggris :science) mula-mula diartikan sebagai pengetahuan dan kemudian berkembang menjadi natural science (IPA atau ilmu kealaman). Dengan demikian kata science diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah IPA atau sains.

• Natural science is a systematic and formulated knowledge dealing with material phenomena and based mainly on observation and induction

• IPA ADALAH DASAR ILMU PENGETAHUAN BAGI LAHIRNYA TEKNOLOGI .

sejak zaman Yunani kuno hingga abad yang lalu disebut pula natural philosophy.• Ditinjau dari sejarah. Pada masa tersebut istilah science digunakan sebagai sinonim dari philosophy. disamping itu natural science dikenal pula sebagai moral science atau moral philosophy yang biasanya disebut philosophy saja . ilmu pengetahuan alam atau natural science.

astronomi. dan meteorologi) dengan segala macam cabangnya atau perpaduannya .• IPA sendiri lebih diarahkan pada pengetahuan alam berupa “natural science” seperti fisika. dan ilmu pengetahuan bumi dan antariksa (mencakup geologi. kimia. biologi.

tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. konsep. . sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta.• IPA atau sains sebagai ilmu berkaitan dengan mencari tahu tentang alam secara sistematis. atau prinsip saja.

Benda/materi. Energi dan perubahannya meliputi: gaya. bumi. tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan. padat dan gas 3. bunyi. serta kesehatan 2. hewan. panas. Makhluk hidup dan proses kehidupan. 1. tata surya. magnet. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah. yaitu manusia.Ruang Lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut. cahaya dan pesawat sederhana 4. . dan benda-benda langit lainnya. listrik. sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair.

mengembangkan. dimana yang satu tidak dapat dipisahkan dari yang lainnya.HAKIKAT SAINS Hakikat IPA adalah menyangkut tiga aspek pokok. maksudnya melalui IPA mampu membangun sikap-sikap ilmiah siswa. yaitu : 1. 2. IPA sebagai pengembangan sikap ilmiah. merumuskan. IPA sebagai produk/hasil yang berupa konsepkonsep. dan mempublikasikan konsep-konsep. dan hukum-hukum IPA. prinsip-prinsip. dan hukum-hukum IPA. . memecahkan. IPA sebagai proses yang berupa cara-cara bagaimana memperoleh. prinsip-prinsip. 3.

menyusun hipotesis. mengumpulkan data-data yang sesuai dengan masalah. menguji hipotesis dengan melakukan eksperimen.Proses sains digambarkan sebagai langkah-langkah penyelidikan yang meliputi menetapkan dan merumuskan masalah. dan menarik kesimpulan. .

teori-teori. dan hukum-hukum sains yang dapat kita temukan di buku-buku sains.• Produk sains dapat berupa konsep-konsep sains. . prinsipprinsip sains.

tidak tergesa-gesa dalam menyimpulkan. tekun.bersedia mengkomunikasikan hasil penemuannya.• Sikap ilmiah adalah sikap-sikap yang harus dimiliki oleh ilmuwan dalam melakukan penelitian ilmiah seperti objektif. sabar. berhati terbuka (bersedia mempertimbangkan pendapat orang lain). . bersikap tidak memihak terhadap suatu pendapat tertentu tanpa alasan yang berdasarkan atas fakta. jujur. dapat bekerja sama. selalu ingin tahu. tidak mendasarkan kesimpulan atas prasangka. tidak percaya pada takhayul. teliti. dapat membedakan antara fakta dan pendapat.

• Hakikat IPA ini harus berimplikasi pada proses pembelajaran sehari-hari baik pada tahap perencanaan. tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. .

. maka produk yang ingin dibangun pada otak siswa diantaranya adalah tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. fotosintesis menghasilkan oksigen.• Sebagai contoh apabila kita melakukan kegiatan praktikum tentang fotosintesis. cahaya merah dan biru diperlukan untuk fotosintesis.dan sebagainya. fotosintesis memerlukan air dan CO2.

. mengenal variabel. Praktikum. siswa membuat hipotesis. siswa membuat rumusan masalah. dan sebagainya. siswa memprediksi.• Aspek proses IPA yang ingin dilaksanakan oleh siswa diantaranya adalah siswa melakukan observasi.

siswa bersikap tekun dan sabar. dan sebagainya. siswa dapat menyampaikan pendapat/ide. . siswa dapat menerima pendapat orang lain. siswa dapat bekerja sama.• Aspek sikap ilmiah yang ingin ditumbuhkan pada diri siswa diantaranya adalah siswa bersikap obyektif.

dapat terjawab dengan sendirinya. maka pertanyaan tentang proses pembelajaran IPA yang bagaimanakah yang diharapkan mampu membantu para siswa untuk menguasai konsep-konsep IPA.• Para guru IPA apabila dalam melakukan proses pembelajaran selalu memperhatikan hakikat IPA ini. .

. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup.PEMBELAJARAN IPA DI SD Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir.

INKUIRI  Suchman (dalam Joice and Weil. • Model Pembelajaran Inkuiri ini mengkondisikan situasi bagi siswa untuk melakukan kegiatan penyelidikan sendiri untuk menjawab pertanyaan yang diajukan sendiri. 1992) mengembangkan model pembelajaran dengan pendekatan inquiri. sehingga siswa mempunyai pengalaman langsung dalam melakukan penyelidikan ilmiah . serta membandingkan hasil temuannya dengan temuan orang lain (saintis). Model pembelajaran ini mengajak siswa untuk melakukan hal yang serupa seperti para ilmuwan dalam bekerja ilmiah .

.• Pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa sehingga siswa terdorong untuk belajar lebih mendalam lagi tentang konsep yang sedang dipelajari.

yaitu: o Tahap pertama adalah penyajian masalah atau menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Siswa mengumpulkan data/ informasi tentang peristiwa yang mereka lihat atau alami. o Tahap kedua adalah pengumpulan dan verifikasi data.Hilda Karli (2002) dalam Setiawan. .A (2010) menyatakan bahwa pendekatan belajar dengan model inkuiri terdiri atas lima tahapan.

.o Tahap ketiga adalah eksperimen. o Tahap keempat adalah mengorganisir data dan merumuskan penjelasan. Kemungkinan besar akan ditemukan siswa yang mendapatkan kesulitan dalam mengemukakan informasi yang diperoleh menjadi uraian penjelasan. Pada tahap ini guru mengajak siswa merumuskan penjelasan. Siswa-siswa yang demikian didorong untuk dapat memberi penjelasan yang tidak begitu mendetail.

pertanyaan yang produktif atau tipe informasi yang dibutuhkan dan tidak diperoleh. Mereka boleh menentukan pertanyaan yang lebih efektif.o Tahap kelima adalah mengadakan analisis terhadap proses inkuiri. Pada tahap ini siswa diminta untuk menganalisis pola-pola penemuan mereka. Konflik yang dialami siswa saat melihat suatu kejadian yang menurut pandangannya tidak umum dapat menuntun partisipasi aktif dalam penyelidikan secara ilmiah. . Tahap ini akan menjadi penting apabila dilaksanakan pendekatan model inkuiri dan dicoba memperbaiki secara sistematis dan idependen.

Performance Evaluation (penampilan produk siswa) 5. yaitu : 1. Cooperative Interaction (interaksi/kerjasama) 4. Student Engangement (melibatkan siswa) 3. Variety of Resources (sumber belajar yang bervariasi) .Pembelajaran dengan metode inkuiri memiliki lima komponen yang umum (Ida Kaniawati). Question (pertanyaan) 2.

Siswa membangun pengetahuaannya dengan menguji ide-ide dan pendekatan–. Ng Kim Choy (1999) menyebutkan bahwa pembelajaran merupakan hasil usaha siswa. Implikasi pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan pengetahuan siswa. karena banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir dan bertanya.PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME • Pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme merupakan pembelajaran yang berdasarkan pada partisipasi aktif siswa dalam memecahkan masalah dan berpikir kritis.pendekatan berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya. .

melalui kegiatan dan atau pengalaman-pengalaman seperti layaknya seorang ilmuwan (Kurniati 2001: 11) Keterampilan proses adalah keterampilan yang diperoleh dari latihan kemampuan-kemampuan mental.KETERAMPILAN PROSES SAINS Sebuah pendekatan (dalam belajar sains) yang memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat menemukan fakta. membangun konsep-konsep. fisik dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuankemampuan yang lebih tinggi. Kemampuan-kemampuan mendasar yang telah dikembangkan dan telah terlatih lama kelamaan akan menjadi suatu keterampilan .

Jika hanya mengajarkan produk sains pada siswa tanpa mengajarkan prosesnya maka yang diajarkan bukan sains. maka sains itu sendiri akan berhenti berkembang. .Dahar (1985) menyatakan bahwa bila seorang anak selama belajar sains hanya diberi informasi tentang sains yang sudah ada dengan mendengarkan guru berbicara di muka kelas. Hubungan antara produk dengan proses sains sebagai satu kesatuan.

pendengar . . Melakukan pengamatan (observasi) Menggunakan indera penglihatan. pengecap. dan peraba pada waktu mengamati ciri-ciri semut.Jenis-jenis Keterampilan Proses Sains dan Karakteristiknya 1. pembau. kupu-kupu dan hewan lain yang termasuk serangga merupakan kegiatan yang sangat dituntut dalam belajar IPA. capung. Menggunakan fakta yang relevan dan memadai dari hasil pengamatan juga termasuk keterampilan proses mengamati.

. Begitu pula jika siswa menemukan pola atau keteraturan dari satu seri pengamatan tentang jenis-jenis makanan berbagai burung. misalnya semuanya bergizi tinggi.2. Menghubung-hubungkan hasil pengamatan tentang bentuk alat-alat gerak dengan habitatnya menunjukkan bahwa siswa melakukan interpretasi. Menafsirkan pengamatan (interpretasi) Mencatat setiap hasil pengamatan tentang fermentasi secara terpisah antara hasil utama dan hasil sampingan termasuk menafsirkan atau interpretasi. dan menyimpulkan bahwa makanan bergizi diperlukan oleh burung.

4. . Memperkirakan bahwa besok matahari akan terbit pada jam tertentu di sebelah timur merupakan contoh prediksi. mencari kesamaan. membandingkan. Mengelompokkan (klasifikasi) Penggolongan mahluk hidup dilakukan setelah siswa mengenali ciri-cirinya. mengontraskan ciri-ciri. Meramalkan (prediksi) Keterampilan meramalkan atau prediksi mencakup : keterampilan mengajukan perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi berdasarkan suatu kecenderungan atau pola vang sudah ada. Dengan demikian dalam proses mengelompokkan tercakup beberapa kegiatan seperti mencari perbedaan.3. dan mencari dasar penggolongan.

Menggambarkan data empiris dengan grafik.5. misalnya memerikan tahap-tahap perkembangan daun. Selain itu termasuk ke dalam berkomunikasi juga adalah menjelaskan hasil percobaan. termasuk menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis dan jelas. tabel. . Berkomunikasi Membaca grafik. atau diagram dari hasil percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan atau pernafasan termasuk berkomunikasi dalam pembelajaran IPA. tabel atau diagram juga termasuk berkomunikasi.

"Jika diberikan pupuk NPK.6. . serta mengandung cara untuk mengujinya (diberi pupuk NPK). karena dalam rumusan hipotesis biasanya terkandung cara untuk mengujinya. Apabila ingin diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan tumbuh. Dalam hipotesis tersebut terdapat dua variable (faktor pupuk dan cepat tumbuh). Dengan berhipotesisi diungkapkan cara melakukan pemecahan masalah. dapat dibuat hipotesis. Berhipotesis Hipotesis menyatakan hubungan antara dua variabel atau mengajukan perkiraan penyebab sesuatu terjadi. maka tumbuhan akan lebih cepat tumbuh". ada perkiraan penyebabnya (meningkatkan).

7. berarti siswa diminta merencanakan dengan cara menentukan alat dan bahan untuk penyelidikan tersebut. . Merencanakan percobaan atau penyelidikan Beberapa kegiatan menggunakan pikiran termasuk ke dalam keterampilan proses merencanakan penyelidikan. tetapi tersirat dalam masalah yang dikemukakan. Apabila dalam lembar kegiatan siswa tidak dituliskan alat dan bahan secara khusus. Menentukan variabel atau peubah yang terlibat dalam suatu percobaan tentang pengaruh pupuk terhadap laju pertumbuhan tanaman juga termasuk kegiatan merancang penyelidikan.

8. Menerapkan konsep atau prinsip Apabila seseorang siswa mampu menjelaskan peristiwa baru (misal banjir) dengan menggunakan konsep yang telah dimiliki. .

menunjukkan si penanya berpikir. Pertanyaan tentang mengapa dan bagaimana keseimbangan ekosistem dapat dipelihara.9. Pertanyaan yang meminta penjelasan tentang pembahasan ekosistem menunjukkan bahwa siswa ingin mengetahui dengan jelas tentang hal itu. . Mengajukan pertanyaan Pertanyaan yang diajukan dapat meminta penjelasan tentang apa. mengapa. bagaimana ataupun menanyakan latar belakang hipotesis.

berkomunikasi dan mengajukan pertanyaan. menggunakan alat dan bahan.Menurut Dahar ( 1990 : 1) indikator keterampilan proses sains yang penting dan memiliki kemungkinan untuk dapat dikembangkan di sekolah-sekolah meliputi delapan macam keterampilan. merencanakan penelitian. menafsirkan pengamatan. . meramalkan. yaitu : mengamati. menerapkan konsep.

– Prediksi Harus jelas pola/kecenderungan untuk dapat mengajukan dugaan/ ramalan – Berkomunikasi Harus ada satu bentuk penyajian tertentu untuk diubah ke penyajian lainnya. atau diberikan kriteria tertentu untuk melakukan pengelompokkan. atau ditentukan jumlah kelompok yang harus terbentuk. misalnya bentuk uraian ke bentuk bagan atau bentuk tabel ke bentuk grafik • • • • • .Karakteristik Pokok Uji Keterampilan Proses Sains – Observasi Harus dari objek atau peristiwa sesungguhnya – Interpretasi Harus menyajikan sejumlah data untuk memperlihatkan pola – Klasifikasi Harus ada kesempatan mencari/menemukan persamaan dan perbedaan.

mustahil. . menentukan peubah (variabel). tidak biasa atau kontradiktif agar responden atau siswa termotivasi untuk bertanya. urutan prosedur yang harus ditempuh. atau menguji pemyataan yang ada dan mengandung hubungan dua variable atau lebih. – Mengajukan pertanyaan Harus memunculkan sesuatu yang mengherankan.• • • • – Berhipotesis Dapat merumuskan dugaan atau jawaban sementara. biasanya mengandung cara kerja untuk menguji atau membuktikan – Merencanakan percobaan atau penyelidikan Harus memberi kesempatan untuk mengusulkan gagasan berkenaan dengan alat/bahan yang akan digunakan. mengendalikan peubah. – Menerapkan konsep atau prinsip Harus memuat konsep/prinsip yang akan diterapkan tanpa menyebutkan nama konsepnya.

tetapi siswa dapat memahami fenomena/gejala/peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari (Daily life).Hands-On. . Minds-On dan Daily Life  Pada proses pembelajaran IPA selain Pikiran (mind) siswa yang bekerja (on) juga tangannya (hand) harus bekerja (on) bahkan harus melibatkan banyak indra siswa. sehingga setelah belajar IPA siswa tidak hanya sekedar menghapalkan konsep-konsep.

membaui. Misalnya ketika mempelajari konsep ikan. meraba. maka siswa akan menggunakan banyak indra untuk mempelajari ikan tersebut (hands-on). misalnya melihat. menyentuh. . dan media ikannya dihadirkan. sehingga secara otomatis pikirannya pun akan jalan (mindson).

Pertanyaan produktif adalah pertanyaan yang jawabannya ditemukan melalui kegiatan atau pengamatan. .PERTANYAN PRODUKTIF DAN PERTANYAAN NON PRODUKTIF • Jelly dalam Widodo (2006) mengklasifikasikan pertanyaan menjadi pertanyaan produktif dan pertanyaan nonproduktif. sedangkan pertanyaan nonproduktif adalah pertanyaan yang jawabannya didasarkan pada buku atau sumber kedua lainnya.

. Pertanyaan siswa menggambarkan rasa ingin tahu dan pengetahuan awal yang dimiliki oleh siswa itu sendiri terkait dengan materi atau topik yang akan diajarkan. Guru sebaiknya mengkondisikan agar siswanya mau dan mampu mengajukan pertanyaan dalam setiap pembelajaran IPA.

LITERASI SAINS • Science Literacy berarti memahami sains dan mengaplikasikannya bagi kebutuhan masyarakat. .

termasuk perkembangan sosial dan ekonomi.• National Science Teacher Assosiation (1971) mengemukakan bahwa seseorang yang memiliki Literasi sains adalah orang yang menggunakan konsep sains. teknologi dan masyarakat. mempunyai keterampilan proses sains untuk menilai. membuat keputusan sehari-hari kalau ia berhubungan dengan orang lain. lingkungannya. . serta memahami interaksi antara sains.

MATERI PELAJARAN DALAM IPA • Materi pelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang perlu diperhatikan karena materi pelajaran merupakan dasar pijakan bagi pencapaian tujuantujuan dalam pembelajaran .

• Materi pelajaran terdiri atas : faktafakta. . prinsip-prinsip. dan teori-teori. konsep-konsep. dan hukum-hukum .

Contoh Fakta • Dalam sebuah akuarium terdapat enam ekor ikan dan tiga batang tumbuhan air. semua ikan mati. Inilah faktanya(Rustaman. 1989). . tanpa kipas pengatur sirkulasi udara. hal ini karena oksigen yang dihasilkan tanaman tidak cukup untuk kebutuhan bernapas keenam ekor ikan tersebut. Setelah satu minggu.

tumbuhan air berperan sebagai produsen. tumbuhan air.• Di dalam fakta tersebut terdapat konsep akuarium.Untuk kehidupan ikan di dalam akuarium. harus selalu tersedia oksigen. dan ikan berperan sebagai konsumen dalam ekosistem akuarium tersebut. • Fakta itu memuat prinsip bahwa oksigen yang terlarut dalam air akuarium diperlukan untuk bernapas ikan dan tumbuhan. konsep populasi. • Fakta itu mengandung teori bahwa setiap makhluk hidup harus bernapas. dll. konsep ikan. .

terdapat konsep-konsep. dan teori-teori. . hukum-hukum.Dengan demikian dalam suatu fakta. prinsipprinsip.

• Jadi atribut adalah suatu tanda/ciri/sifat dari suatu konsep yang membedakannya dari konsep yang lain. Contoh konsep kursi memiliki atribut ada kakinya. dll. ada bidang datarnya untuk duduk. dll. • Konsep serangga memiliki atribut adanya rangka luar.KONSEP • Konsep memiliki sejumlah atribut (tanda) tertentu. jumlah kakinya tiga pasang atau enam pasang. .

oksigen yang terlarut dalam air digunakan untuk bernapas ikan. .PRINSIP • Suatu pernyataan hubungan antara konsep yang satu dengan konsep yang lain yang membentuk satu pengertian. dll. Contoh : serangga merupakan hama tanaman.

HUKUM DAN TEORI • Hubungan antara variabel-variabel yang begitu tinggi dan mendekati suatu kebenaran empiris yang mutlak. Berdasarkan aturan/hukum inilah lahir suatu teori. • Fenomena alam yang memiliki kemiripan dengan hubungan variabel-variabel dalam suatu hukum dapat digunakan untuk memprediksi tentang hal-hal yang terjadi selanjutnya. .

TABULA RASA VERSUS KONSTRUKTIVISME • Ada dua kutub belajar dalam pendidikan. yaitu Tabularasa dan konstruktivisme. .

Sehingga pembelajaran dalam IPA selalu berpusat pada guru . siswa diibaratkan sebagai kertas putih yang dapat ditulisi apa saja oleh gurunya atau ibarat wadah kosong yang dapat diisi apa saja oleh gurunya. Dengan pendapat ini seakan-akan siswa pasif dan memiliki keterbatasan dalam belajar.TABULA RASA • Menurut tabula rasa.

setiap orang yang belajar sesungguhnya membangun pengetahuannya sendiri. namun secara aktif dibangun oleh siswa melalui pengalaman nyata. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke siswa. .KONSTRUKTIVISME • Menurut konstruktivisme.

tetapi juga pada pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa.• Menurut pandangan konstruktivisme. keberhasilan belajar bergantung bukan hanya pada lingkungan atau kondisi belajar saja. .

ayam bertelur. ikan hidup di air. melainkan dari luar sekolah sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.• Siswa mengenal garam itu asin.dll bukan dari bangku sekolah. kucing berkaki empat. . kursi gunanya untuk duduk.

• Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak. pengalaman dan lingkungannya. tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh . fenomena. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek. Menurut aliran ini. pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia.

• Model belajar konstruktivisme bermula dari teori perkembangan intelektual Piaget. . • Konflik timbul pada saat terjadi ketidak selarasan antara informasi yang diterima siswa dengan struktur kognitif yang dimilikinya. yang memandang belajar sebagai proses pengaturan sendiri (self Regulation) yang dilakukan seseorang untuk mengatasi konflik kognitif.

Sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif untuk mencapai keseimbangan.• Konflik kognitif muncul pada saat terjadi interaksi antara pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa dengan fenomena baru yang tidak dapat dipadukan. .

• Masuknya informasi ke dalam struktur kognitif menurut Piaget melalui dua mekanisme. . Pada proses asimilasi seseorang menggunakan struktur kognitif dan kemampuan yang sudah ada untuk beradaptasi dengan masalah atau informasi baru yang dihadapi seseorang mengandung kesamaan dengan struktur mental yang sudah ada. yaitu asimilasi dan akomodasi.

• Sementara pada akomodasi melibatkan modifikasi struktur pengetahuan agar lebih sesuai atau mengakomodasi struktur kognitif. .

HAL BARU Hasil interaksi dengan lingkungannya (belajar) SKEMATA Dibandingkan dengan konsepsi awal TIDAK COCOK KETIDAKSEIMBANGAN COCOK AKOMODASI JALAN BUNTU (TAK MENGERTI ) ALTERNATIF STRATEGI LAIN COCOK KESEIMBANGAN MENGERTI ASIMILASI • SKEMA PEROLEHAN PENGETAHUAN .

Seseorang yang berminat dalam suatu mata pelajaran diharapkan akan mencapai hasil pembelajaran yang optimal. . Oleh karena itu semua pendidik harus mampu membangkitkan minat semua peserta didik untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Orang yang tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu sulit untuk mencapai keberhasilan belajar secara optimal. ranah afektif menentukan keberhasilan belajar seseorang.PERANAN RANAH AFEKTIF PADA SISWA Menurut Popham (1995).

Peserta didik kita memiliki kemampuan yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. tapi memiliki perilaku baik. namun memiliki keterampilan yang tinggi dan perilaku amat baik. Ada peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir tinggi dan perilaku amat baik. namun keterampilannya rendah. . Demikian sebaliknya ada peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir rendah. Ada pula peserta didik yang kemampuan berpikir dan keterampilannya sedang/biasa.

dan perilaku kurang baik. . keterampilan rendah. karena tidak memiliki potensi untuk hidup di masyarakat.Apabila ada peserta didik kita yang kemampuan berpikirnya rendah. Tugas guru adalah menyiapkan peserta didik untuk dapat hidup bermasyarakat dengan baik. Peserta didik seperti itu akan mengalami kesulitan bersosialisasi dengan masyarakat.

Kemampuan afektif berhubungan dengan minat dan sikap yang dapat berbentuk tanggung jawab. komitmen. dan sebagainya. . disiplin. percaya diri. yaitu keterampilan yang berkaitan dengan gerak. kerjasama. memahami. dan mengevaluasi. melompat. yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran yang tepat. menerapkan. mensintesis. menari. melukis. dan kemampuan mengendalikan diri. Kemampuan psikomotor. berbicara. jujur. menghargai pendapat orang lain. menganalisis. menggunakan otot seperti lari. Semua kemampuan ini harus menjadi bagian dari tujuan pembelajaran di sekolah.• Kemampuan berpikir merupakan ranah kognitif yang meliputi kemampuan menghapal. membongkar dan memasang peralatan.

Walaupun para pendidik sadar akan hal ini. Oleh karena itu untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Peserta didik yang memiliki minat belajar dan sikap positif terhadap pelajaran akan merasa senang mempelajari mata pelajaran tertentu.Keberhasilan pembelajaran pada ranah kognitif dan psikomotor dipengaruhi oleh kondisi afektif peserta didik. pendidik harus memperhatikan karakteristik afektif peserta didik. sehingga dapat mencapai hasil pembelajaran yang optimal. namun belum banyak tindakan yang dilakukan pendidik secara sistematik untuk meningkatkan minat peserta didik. . dalam merancang program pembelajaran dan kegiatan pembelajaran bagi peserta didik.

. Levine & Burgess. 2005. 1997). 1998. Kemudian mereka diminta untuk mengingat dua merek produk yang telah ditampilkan dalam iklan dan menyebutkan segala sesuatu yang bisa mereka ingat tentang iklan tersebut. 2005. 2003. Gunter et al. Hasil penelitian menunjukkan recall yang lebih baik untuk iklan yang muncul dalam film tanpa kekerasan. baik klip dengan kekerasan atau klip film tanpa kekerasan.HUBUNGAN KEKERASAN DENGAN MEMORI • Mahasiswa menonton kedua klip film. Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa kemarahan dan kekerasan dapat mengurangi akurasi memori (Bushman.

Suasana pembelajaran harus diciptakan senyaman mungkin bagi siswanya. Bagi pendidikan . Pengiklan seharusnya menghindari film-film tentang kekerasan.IMPLIKASINYA Para pengiklan kalau ingin pemirsa mengingat nama produk serta informasi tentang produk mereka. guru harus menghindari kekerasan pada waktu melakukan pembelajaran kepada siswanya. .

memori/kenangan yang menyenangkan bertahan lebih lama dibanding yang tidak menyenangkan. .Dari waktu ke waktu .

mengundang orang (siswa dan pengangguran) untuk datang ke laboratorium mereka dan menulis selama 15 sampai 20 menit sehari. . Para partisipan dalam kelompok eksperimen diminta menuliskan pengalaman traumatis yang pernah dialami.• Dalam serangkaian penelitian yang dilakukan oleh Pennebaker dan rekannya (2003). Sebaliknya. partisipan dalam kelompok kontrol hanya menulis tentang topik sepele/ringan untuk jumlah waktu yang sama. tiga sampai empat hari berturut-turut.

.• Pennebaker dan rekannya (2003) menemukan bahwa para siswa dalam kondisi kelompok eksperimen mulai mendapatkan nilai lebih baik dibandingkan dengan siswa dalam kondisi kelompok kontrol. Selanjutnya. orang dewasa pengangguran dalam kondisi eksperimen memiliki kemungkinan lebih besar dalam mencari pekerjaan.

• Para peneliti juga menemukan bahwa partisipan dalam kondisi eksperimen memiliki kecenderungan lebih besar dibandingkan dengan kondisi kontrol dalam menunjukkan perbaikan fungsi kekebalan tubuh. dan indeks kesehatan fisik yang baik lainnya. . ukuran stres.

• Implikasi dalam pembelajaran. jangan dibatasi pada kegembiraan saja. . ketika guru menyuruh menulis pengalaman siswa selama liburan. tapi juga harus mencakup pada pengalamanpengalaman yang pahit dan menyakitkan yang pernah dialami oleh siswa.

yakni konstruktivisme.PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannnya dalam kehidupan mereka seharihari. bertanya. pemodelan dan penilaian sebenarnya . masyarakat belajar. menemukan. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif.

.

.

penggaris. Sebaiknya diberikan reinforcement/penghargaan bagi kelompok yang memperoleh hasil terbaik (baik dari segi kelengkapan temuan maupun dari segi kualitas laporan dan presentasi) . Siswa menyajikan hasil pengamatan di kertas karton. bagan atau verbal. f. Sains) a. dan kertas manila masingmasing 1 buah. dan kertas quarto sesuai yang dibutuhkan c. Sharing pendapat berkenaan dengan temuan/hasil pengamatan kelompok g. e. Selama empat puluh menit. Juga siswa diharapkan mampu membedakan antara data kuantitatif dengan data kualitatif yang mereka temukan. perilaku ikan. termometer. kelompok siswa mengamati ikan yang ada dalam toples.• Contoh Skenario Pembelajaran Kontekstual (dalam mp. Kelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil a 4-5 orang b. d. Setiap kelompok mempresentasikan/menyajikan hasil kelompok mereka. warna. Siswa diminta mmengamati ikan tersebut. Kreativitas dalam menyajikan hasil pengamatan sangat dihargai : boleh dengan gambar. perkiraan beratnya. mencatat semua aspek yang mereka amati : ukuran. Masing-masing kelompok menghadap meja yang diatasnya telah tersedia 1 toples berisi air dan ikan. dsb.

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

• Terdapat sejumlah model pembelajaran efektif berbasis kontekstual yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di SD, diantaranya yaitu pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran kooperatif dengan berbagai tipenya, (seperti Student-Teams Achievement Divisions/STAD (Tim Siswa Kelompok Prestasi), JIGSAW (Model Tim Ahli) dan GI (Group Investigation), thinkpair and share, numbered head together, picture and picture, examples non examples, pengajaran berbasis inkuiri, pengajaran berbasis tugas/proyek (Project based learning), demonstration, role playing, pemodelan (modelling), dsb.

Pembelajaran Berbasis Masalah
• Pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.

• Peranan guru dalam pembelajaran berbasis masalah adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.

.

.COOPERATIVE LEARNING • pembelajaran kooperatif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antarsiswa dalam kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran.

.• Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan menemukan dan memahami konsep yang sulit apabila mereka saling berinteraksi dan berdiskusi dengan temannya.

dan menjadikan proses berpikir siswa lain terbuka untuk seluruh siswa. Pembelajaran kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang bekerja sama dalam belajar dan bertanggung jawab terhadap teman satu timnya mampu membuat mereka belajar sama baiknya (Slavin. 2008).• Metode belajar teman sejawat ini menjadikan hasil belajar terbuka untuk seluruh siswa. .

Tujuan dibentuknya kelompok adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan belajar. jenis kelamin. dilihat dari kemampuan. .• Pembelajaran kooperatif dilaksanakan dengan cara siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri 3 sampai 5 orang siswa yang sederajat tetapi heterogen. suku/ras dan satu sama lain saling membantu.

baik melalui penyajian verbal maupun tertulis.Model Student Teams Achievement Division • Model Student Teams Achievement Division (Tim Siswa Kelompok Prestasi) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif. . Para guru menggunakan pembelajaran STAD untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu. Metode ini merupakan metode yang paling sederhana dalam pembelajaran kooperatif. Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan kawannya.

ras. etnik.• Para siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok atau tim masingmasing terdiri atas 4 atau 5 orang anggota kelompok yang bersifat heterogen (baik jenis kelamin. Tiap anggota kelompok menggunakan lembar kerja akademik dan kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui Tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota kelompok . maupun potensi akademik/kemampuannya).

. Setiap siswa atau tim diberi skor atas penguasaannya terhadap bahan ajar. dan kepada siswa secara individual atau tim yang meraih prestasi tinggi atau memperoleh skor sempurna diberi reinforcement/penghargaan.• Secara periodik Dilakukan evaluasi oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan mereka (baik individual maupun kelompok) terhadap bahan akademik yang telah dipelajari.

• Secara singkat langkah-langkah pembelajaran model STAD terdiri atas: • a. Membentuk kelompok heterogen a 4-5 orang anggotanya. .

Penjelasan materi dan tugas kelompok Guru memberikan informasi kepada siswa berkenaan dengan kegiatan yang akan dilakukan siswa.• b. selanjutnya siswa melakukan diskusi sesuai arahan guru berdasarkan LKS atau tugas lainnya (tugas kelompok). Guru memberi kuis/evaluasi yang harus dikerjakan oleh siswa secara individu. • c. .

• d. Pemberian penghargaan Kelompok yang rata-rata nilai setiap anggotanya paling bagus pantas di beri penghargaan. Hasil tes ini dapat digunakan sebagai dasar pembentukan kelompok baru untuk topik selanjutnya. .

• Perolehan skor kelompok pada kuis diperoleh dengan cara menjumlahkan seluruh skor anggota kelompok dibagi jumlah anggota kelompok (skor rata-rata). .

Great teams. . dan jenis penghargaannya dapat berupa kartu ucapan atau hadiah atau yang lainnya tergantung kreativitas guru.• Penghargaan diberikan dengan kriteria : Super teams. dan Good teams.

B. C. D .• TUJUAN PEMBELAJARAN DALAM RPP HARUS MENGANDUNG FAKTOR A.

dapat mendeskripsikan. yaitu prilaku yang diharapkan dari siswa. dll.A = Audience. (contoh: dapat menyebutkan. yaitu peserta didik (siswa) B = Behavior.) . dapat menjelaskan.

• C = Condition, yaitu pengalaman belajar siswa (contoh: setelah melakukan praktikum tentang sel, setelah melakukan diskusi tentang ekosistem, dll). • D = Degree, yaitu tingkatan kemampuan yang diharapkan (contoh: menyebutkan lima dari sepuluh ciri-ciri makhluk hidup)

• CONTOH :

• Setelah mendiskusikan tentang ciri-ciri makhluk hidup, siswa dapat menyebutkan lima dari sepuluh ciri-ciri makhluk hidup
• • • • Merah = Condition Biru = Audience Hijau = Behavior Ungu = Degree

• Contoh :

• Setelah mendengarkan ceramah dan diskusi tim tentang gambar sistem reproduksi laki-laki, siswa dapat mengidentifikasi struktur sistem reproduksi laki-laki. • Merah = Condition • Biru = Audience • Hijau = Behavior

LATIHAN Tentukan A.D nya ! 1. . Setelah melakukan tanya jawab siswa mampu menjelaskan tahap-tahap pembelahan mitosis.B. 2.Setelah melakukan diskusi siswa dapat membedakan tahap-tahap pembelahan mitosis dengan meiosis.Setelah melakukan diskusi tentang ciri-ciri monokotil siswa dapat menyebutkan empat dari sepuluh ciri-ciri monokotil.C. 3.

siswa dapat membuat salah satu contoh rantai makanan dari ekosistem di lingkungan sekolah.4. 5. Setelah melakukan observasi dan mempelajari tentang ekosistem. Setelah melakukan observasi dan mempelajari tentang ekosistem. peserta didik dapat membuat jaringjaring makanan dari beberapa rantai makanan .

Model Jigsaw (Model Tim Ahli) • Model Jigsaw dikembangkan oleh Eliot Aronson dan kawan-kawannya dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawan-kawannya. kelas dibagi menjadi beberapa kelompok/tim a 4-5 orang anggotanya yang bersifat heterogen. . pada model Jigsawpun. Seperti halnya pada model STAD.

. • Siswa dibagi dalam beberapa kelompok asal.Pada model jigsaw ini terdapat 2 macam kelompok. yaitu kelompok asal/dasar dan kelompok ahli. Setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa. Secara skematik langkah-langkah pembelajaran dapat dilihat pada gambar di atas. pertanyaan atau dalam bentuk LKS • Masing-masing siswa dalam kelompok asal yang sama mempelajari materi yang berbeda satu sama lain pada kelompok ahli. tiap siswa diberi nomor • Guru memberikan suatu permasalahan.

Anggota kelompok ahli dengan masingmasing materi yang dikuasai memberikan penjelasan kepada teman sekelompoknya • Masing-masing kelompok melakukan presentasi. mereka membahas materi yang sama • Setelah selesai berdiskusi. .• Siswa dari kelompok asal yang mempelajari materi yang sama. Dalam kelompok ahli. selanjutnya berkumpul dengan anggota kelompok lain guna membentuk kelompok gabungan (kelompok ahli). setiap anggota dari kelompok ahli harus kembali ke kelompok asalnya.

A A A A A B B B B B C C C C C D D D D D E E E E E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E • • • • • • KELOMPOK ASAL DAN KELOMPOK AHLI MERAH : MATERI AKAR HIJAU : MATERI DAUN UNGU : MATERI BATANG HITAM : MATERI BUNGA COKLAT : MATERI BUAH .

• Bahan akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks dan tiap siswa diberi tanggung jawab untuk mempelajari satu bagian dari bahan akademik tersebut. Sesudah kelompok pakar berdiskusi dan menyelesaikan tugas. Para anggota dari berbagai kelompok/tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari satu bagian bahan akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bahan tersebut. maka anggota dari kelompok pakar ini kembali ke kelompok semula (home teams) untuk mengajar (membuat mengerti) anggota lain dalam kelompok semula tersebut. Kelompok siswa yang dimaksud disebut ”kelompok pakar (expert group)”. .

Guru memberi evaluasi g. Anggota dari tim tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka d. Tiap kelompok/tim ahli mempresentasikan hasil diskusi f. Jika kelompok ahli selesai mendiskusikan tugasnya. Tim anggota dalam kelompok/tim diberi bagian materi yang berbeda c. Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok heterogen a 4-5 orang b. Kesimpulan/penutup . maka anggota kelompok kembali ke kelompok asal/semula (home teams) untuk mengajar anggota lainnya dalam kelompok semula e.Secara singkat. langkah-langkah pembelajaran Jigsaw terdiri atas : a.

dan norma pro-akademik memiliki pengaruh yang amat penting bagi pencapaian siswa.Kelebihan dan Kekurangan Cooperative Learning Tipe Jigsaw 1.Di dalam kelas yang kooperatif murid yang berusaha keras.C. Kelebihan : Beberapa kajian telah menemukan bahwa ketika para siswa bekerja bersama-sama untuk meraih sebuah tujuan kelompok. akan dipuji dan didukung oleh teman satu timnya.2010). (Slavin.Thomas 1957). membuat mereka mengekspresikan normanorma yang baik dalam melakukan apapun yang diperlukan untuk keberhasilan kelompok (Deutsch.1949. .Jadi pembelajaran kooperatif menciptakan norma-norma yang pro-akademik diantara para siswa. pembelajaran menjadi sebuah aktivitas yang membuat para siswa lebih unggul diantara teman-teman sebayanya. selalu hadir di kelas dan membantu yang lainnya belajar.Dalam kelompok ini.

Kelebihan lainnya : 1. Penerapan teknik jigsaw tidak mengeluarkan biaya apapun . Kebanyakan guru sempat menikmati penerapan teknik jigsaw dalam KBM 3. Kebanyakan guru menemukan bahwa jigsaw dalam KBM mudah 2. Teknik jigsaw dapat diterapkan sekalipun hanya satu jam sehari 5. Teknik jigsaw dapat digunakan bersama strategi belajar mengajar yang lain 4.

e) Aplikasi metode ini pada kelas yang besar (lebih dari 40 siswa). tapi bisa diatasi dengan model “Team Teaching”. karena perbedaan persepsi dalam memahami suatu konsep yang akan didiskusikan bersama dengan siswa lain. sangatlah sulit.2. Kekurangan Beberapa hal yang mungkin bisa menjadi pengganjal aplikasi metode ini di lapangan menurut Roy Killen. d) Awal [penggunaan metode ini biasanya sulit dikendalikan. 1996 dalam Abdul Kholid dkk. b) Dirasa sulit meyakinkan siswa untuk mampu berdiskusi menyampaikan materi pada teman.jika siswa tersebut kurang memiliki rasa percaya diri.perhatian siswa harus sudah dimiliki oleh pendidik dan ini biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengenali tipe-tipe siswa dalam kelas tersebut. butuh waktu yang cukup dan persiapan yang matang sebelum model pembelajaran ini bisa berjalan dengan baik. (2009) adalah : a) Prinsip utama pola pembelajaran ini adalah peer teaching. Hal ini akan menjadi kendala. Dalam hal ini pengawasan guru mutlak diperlukan agar jangan terjadi miskonsepsi. . kepribadian. c) Rekod siswa tentang nilai.

sehingga siswa belajar secara .PEMBELAJARAN LUAR KELAS • Pembelajaran luar kelas merupakan strategi dalam pembelajaran yang mengutamakan pemanfaatan lahan di sekitar sekolah .

seperti .• Pada topik-topik tertentu dalam IPA dapat diimplementasikan strategi pembelajaran di luar kelas ini.

• Misalnya untuk mempelajari kamuflase dan proteksi diri pada makhluk hidup kita bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut : • 1. coklat. Siapkan batang korek api yang diberi warna hijau. merah. . dan kuning masingmasing 50 batang.

Batang korek api tersebut sebarkan di atas rumput secara acak. . • 2. Siswa per kelompok berjalan secara normal (kecepatan berjalan biasa) untuk mengambil batang korek api yang terlihat.• 3.

Hitung batang korek api yang di dapat berdasarkan warnanya. 6. Siswa mencatat hasil pengamatan secara rapi untuk dilaporkan. Siswa kembali ke dalam kelas dan masing-masing kelompok mengkomunikasikan hasil pengamatannya. 5. .4.

Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengamatannya serta relevansinya dengan materi yang sedang di bahas. 8. siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Dengan bimbingan guru. .7.

2. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan keadaan alam nyata sehingga seluruh indera yang dimilikinya akan difungsikan. Siswa belajar dalam kondisi yang menyenangkan.Keuntungan 1. .

Permainan (Games) dalam pembelajaran IPA Pembelajaran IPA tidak harus selalu diajarkan secara serius, tetapi bisa juga diajar secara menyenangkan dalam artian suasana tidak terlalu tegang dan siswa tidak merasa tertekan tetapi tetap dalam kedisiplinan dan keteraturan.

Bermain Peran dan Simulasi

• Dalam strategi bermain peran, siswa harus memahami karakter perannya dan memainkan peran tersebut dalam simulasi bersama temannya.

Bermain peran pada sistem peredaran darah • Beberapa siswa memainkan peran yang berbeda, ada yang berperan sebagai jantung, paru-paru, jaringan tubuh, dll. • Kemudian mereka melakukan simulasi di dalam kelas.

.• Guru memberikan penjelasan dan penguatan terhadap simulasi yang dilakukan dikaitkan dengan konsep-konsep yang relevan yang sedang dibahas.

Bermain Kartu • Kartu bergambar atau bertuliskan nama tertentu dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan pembelajaran IPA. .

tikus. dll. . padi. Lalu siswa disuruh menyusun kartu tersebut sesuai dengan urutan rantai makanan yang tepat. burung.• Misalnya untuk pembelajaran IPA dengan materi rantai makanan. bisa menggunakan kartu yang bergambar ular.

ke atas.BERMAIN KATA BERSUSUN • Sejumlah kata bermakna yang disusun ke kanan. atau miring diantara beberapa kata acak yang tidak bermakna dapat dijadikan permainan kata agar siswa dapat memahami konsep yang telah direncanakan guru. .

yang relevan dengan materi yang dipelajari .LANGKAH PEMBELAJARAN • Siswa diarahkan untuk mempelajari topik tertentu terlebih dahulu di rumah atau di sekolah • Siswa diinstruksikan untuk menemukan istilah dalam kata bersusun yang telah dibuat.

Informasi makna kata dapat digali sebanyakbanyaknya dari siswa • Guru memberikan penegasan makna kata berdasarkan penjelaskan siswa.• Siswa diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan tentang kata yang ditemukannya. . dapat juga divariasikan dengan pertanyaan guru kepada seluruh siswa .

M S I L A G C F B S T S A T K U R I D E K O L B A T I U F O T U T I S E N O M E M T A A R M I I H I S L I A G I L O Y A U T P K I J L R U O K A S I S O H R O E U H L K M S A O S H P E P S I N U A U A M L K I U A F R I K A D I J G L M R G M L A N I V E E N G N T E O Z O R I M I U D R M S I N G P O L U S U O T C O M O E N S A N A G S U S N E G O K I L G S N S I J O A S M L A P I S A G I U S A T E L A K I N C A O D E P D O L E L A O M I I S A T I C .

.TUGAS 1 • Rancanglah suatu kegiatan pembelajaran IPA di luar kelas pada topik bebas dan tuliskan langkah-langkahnya.

ke atas.TUGAS 2 • Buat lima kata bermakna yang disusun ke kanan. atau miring diantara beberapa kata acak yang tidak bermakna (materi bebas). .

.TUGAS 3 • Buatlah kartu bergambar/kartu bertulisan untuk materi benda dan sifatnya.