BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Sejak Muhammdiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan hingga periode sejarahnya yang paling mutakhir, melalui pergantian nasib pasang surut sejarah dan hilang-bergantiannya pimpinan, nampak nyata bahwa sejarah Muhammadiyah dari waktu ke waktu telah melahirkan putra-putranya yang penuh pengabdian dan keikhlasan. Dari pusat pimpinan persyarikatan hingga pimpimnan cabang dan ranting menunjukan prestasi yang masing-masing memiliki kelebihan sendiri-sendiri Untuk menggambarkan bagaimana dan berkembangnya Muhammadiyah dari waktu ke waktu, di sini akan diwakili oleh pimpinan-pimpinan Muhammadiyah yang berkesempatan tampil sebagai pucuk pimpinan gerakan, serta ciri-ciri yang menonjol pada saat mereka memimpin. 1.2. Rumusan Masalah Rumusan masalahnya adalah Periodisasi Kepemimpinan Muhammadiyah

1.3. Tujuan Penulisan Tujuannya penulisan makalah ini adalah Mengetahui perkembangan Periodisasi Kepemimpinan Muhammadiyah.

1.4. Metode Penulisan Dalam pembuatan makalah ini penulis menggunakan metode kepustakaan, yaitu dengan mencari bahan-bahan yang diperlukan dan sesuai dengan judul makalah ini melalui buku Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam oleh Drs. H. Mustafa Kamal Pasha, B.Ed dan Drs. H. Ahmad Adaby Darban, SU (hal 138-152).

1

berpidato serta mengorganisasi dalam perkumpulan Aisyiyah Persatuan Umat Islam Indonesia dengan mengadakan silaturahmi dengan para pemimpin Islam dan Lain-lain Membentuk persyarikatan Muhammadiyah Mendirikan kepanduan „Hizbul Wathan‟ (WH) 2 . a. Kegiatan Nasranisasi sangat menonjol. pemahaman agama sempit. Madrasah Muallimin. umat Islam menjadi umat kelas bawah. ekonomi pada masa itu: Kehidupan keberagaman memprihatinkan. Ahmad Dahlan (1912-1923) Pada saat ini merupakan masa-masa perintisan. sehingga gerakan Islam di Indonesia yang berfaham modern. Kondisi sosial.BAB II PEMBAHASAN 1. Usaha-usaha KHA Dahlan Peningkatan kualitas keislaman bangsa Indonesia dengan menyelenggarakan berbagai pengajian untuk pemuda. dalam beribadat banyak tercampur bid‟ah. Pendidikan terbelakang. kegiatan dakwah sangat lemah. Muallimat. dalam kepercayaan tercampur khurafat. calon-calon guru dan sebagainya Peningkatan kualitas pendidikan dengan mendirikan berbagai macam sekolah seperti SD (Standardschool). anak-anak yang dapat memasuki sekolah hanyalah anakanak para bangsawan dan orang-orang berpangkat Anak-anak muda kurang diperhatikan Perekonomian lemah. politik. wanita. bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terjajah. Periode KH. b. kursus-kursus ketrampilan. pembentukan jiwa dan amal usaha serta organisasi. pola pikirnya taklid. sekolah guru (Normal School) dan sebagainya Peningkatan martabat kaum wanita dengan mengadakan berbagai macam pengajian seperti pengajian Wal’Asri.

Orang-orang Muhammadiyah yang menjadi anggota SI dikeluarkan. 2. Muhammadiyah wajib mengadakan Majlis Tarjih. Menyebarluaskan Muhammadiyah ke luar Jawa. isinya: 1. Kongres ke XV di Surabaya 1926. Mengadakan Badan Perbaikan Perkawinan untuk menjodohkan putri-putri Muhammadiyah. Mengadakan khitanan masal 1925. Beberapa kegiatan yang menonjol antara lain. terutama dalam menyelenggarakan pesta perkawinan (Walimatul „ursy). Persoalan politik muncul dalam kongres XVI di Pekalongan tahun 1927. yang bertujuan membiayai sekolah anakanak miskin. dan dalam periode ini pula angkatan muda memperoleh bentuk organisasi yang nyata. dimana pada tahun 1931 Nasyiatul „Aisyah berdiri dan menyusul satu tahun kemudian Pemuda Muhammadiyah. notulen. a. f.H. Pemakaian tahun Islam dalam catat mencatat (maksudnya surat-menyurat.- Menerbitkan majalah Sworo Muhammdiyah untuk menyebarluaskan cita-cita dan gagasan Muhammdiyah Menggerakan tabligh Islam. 2. antara lain diputuskan: 1. Muhammadiyah tidak melarang orang yang akan berpolitik (Catatan: pada saat itu Serikat Islam mengadakan disiplin partai. e. Tahun 1924 mengadakan “Fonds-Dachlan‟. 2. Tanfidz dan Taftisyi Muhammadiyah tidak bergerak di bidang politik. b. d. c. meningkatkan harkat dan martabat umat islam Membantu fakir miskin dengan memelihara dan menyantuni mereka Menganjurkan hidup sederhana. Periode K. dan lain-lain). Shalat hari raya di tanah lapang dimana ada ranting Muhammadiyah. Selain itu terbentuk pula Majlis Tarjih yang menghimpun para ulama Muhammadiyah untuk mengadakan penelitian dan pengembangan hokum-hukum agama. Ibrahim (1923-1932) Dalam masa ini Muhammadiyah semakin berkembang meluas sampai ke daerah-daerah luar Jawa. tapi memperbaikai budi pekerti/akhlak. Sebab pokoknya karena SI 3 . 3.

i. Normalschool.) ke seluruh pelosok tanah air. k. Konggres ke XXIII 1934 antara lain memutuskan penggantian nama-nama Belanda menjadi nama-nama Indonesia. Dahlan. Periode K. Muhammadiyah mendirikan Uitgeefster My. Diantara mereka yang dikirim adalah. Kongres XXI di Makasar 1932 antara lain memutuskan supaya Muhammadiyah menerbitkan surat kabar harian (Dagblad). Kongres ke XIX di Minangkabau 1930 muncul istilah „Consul Hofd Bestuur Muhammadiyah‟ (sekarang ketua PWM). karena pada saat itu ada gejala mengkultuskan beliau. 4 . Fakhrudin 1935 ke Talang Balai Tanjung Raja Palembang. Fanani tahun 1929 ke Pagar Alam Sumatera Selatan. sedang Muhammadiyah pada waktu itu berssedia menerima subsidi untuk sekolahsekolahnya). Hisyam (1932-1936) Usaha-usaha dalam bidang pendidikan mendapatkan perhatian yang mantap. karena dengan pendidikan bisa lebih banyak diharapkan tumbuhnya kader-kader umat dan bangsa yang akan meneruskan amal usaha Muhammadiyah. Muallimat. Mulai tahun 1928 mengirim putra-putri lulusan sekolah Muhammadiyah (Muallimin. Kongres XX memakai makromah (sekarang semacam jilbab).H. Kongres ke XVIII di Solo 1929. yang berada di bawah Majlis Taman Pustaka. yaitu badan usaha Penerbit buku-buku sekolah Muhammadiyah. yang kemudian dikenal dengan „anak panah‟ Muhammadiyah. AR.Z. Hamka kira-kira tahun 1928 ke Makasar.menganut politik non cooperasi terhadap pemerintah colonial Belanda. untuk pertama kalinya diadakan pemilihan pemilihan Hoofd Bestuur Muhammadiyah. a. untuk pelaksanannya diserahkan pada Muhammadiyah cabang Solo. R. Harian ini dinamakan „Adil‟ dan sekarang berubah menjadi tabloid mingguan Adil. Djarnawi Hadikusumo 1939 ke Merbau. Badilah Zuber 1930 ke Bengkulu. Misalnya Kweekschool menjadi Madrasah Muallimin. l. Kweekschool Istri menjadi sekolah guru dan sebagainya. Juga dalam periode ini diadakan penertiban dan pemantapan administrasi organisasi sehingga Muhammadiyah lebih kuat dan lincah gerakannya. 3. Tablighschool. h. j. Medan. g. Pada waktu itu terjadi penurunan gambar KHA. Kongres ke XVII 1928 (Konggres Agung).

c. j. b. i. Mas Mansyur (1936-1942) Sering dikatakan bahwa tokoh KH Mas Mansyur adalah salah seorang pemimpin Muhammadiyah yang ikut membentuk dan mengisi jiwa gerakan Muhammadiyah. Selain itu untuk menggerakkan kembali Muhammadiyah agar lebih dinamis dan berbobot. mulai tidak stabil karena pengaruh Perang dunia ke II. Menguatkan majelis tanwir. Menguatkan keadilan. Memperdalam masuknya iman. Mempermusyarahkan gerakan luar. c. sedang langkah kedelapan disebut langkah amali. Memperluas faham agama. yaitu perumusan mengenai: Dunia. sehingga mampu merumuskan “Masalah Lima”. Konggres XXIV 1935 antara lain memutuskan membentuk Majlis Pimpinan Perekonomian untuk memperbaiki ekonomi anggota. seperti dengan pengokohan kembali hidup beragama serta penegasan faham agama dalam Muhammadiyah. Mengadakan konferensi bagian. agama. e. Periode K. Mengakkan persatuan. Keputusan-keputusan dan langkah penting yang diambil pada masa jabatan beliau adalah: 5 . Konggres seperempat abad di Jakarta tahun 1936. f. antara lain:   Memutuskan berdirinya sekolah tinggi.b. Qiyas. disusun pula langkah sepuluh yaitu: a. Berdirinya Majlis Pertolongan dan Kesehatan Muhammadiyah (MPKPM) untuk memperhatikan pertolongan dan kesehatan pada seluruh cabang dan ranting. Langkah pertama sampai ketujuh disebut langkah ilmiyah karena memerlukan beberapa keterangan. Memperluas budi pekerti.H. d. Wujudnya berupa pengaktifan Majlis Tarjih. Menuntun amal intiqad (mawas diri). 4. h. Menegakkan keadilan. Kondisi sosial politik pada masa itu. sehingga lebih berisi dan mantap. yakni langkah yang ditinggal dilaksanakan karena sudah jelas dan nyata. g. Sabilillah dan ibadah.

Pengurus besar (PB) Muhammadiyah memutuskan:    A. Membentuk komisi perjalanan haji yang terdiri dari HM. h.a. menentang ordonansi sidang. dan dalam periodenya tersusun Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. Konggres XXVI di Yogyakarta 1937 antara lain memutuskan agar Muhammadiyah aktif memperbaiki perekonomian bumi putra dengan membentuk bank Muhammadiyah. Suja‟ H. Konggres XXVII di Malang 1938. Konggres XXVIII di Medan 1939. 5. Konggress XXIX di Purwokerto 1941 gagal karena keadaan darurat (SOB). f. g. Muntu untuk wilayah Sulawesi. i. Sutomo. d. Indonesia dikuasai Jepang. Menentang ordonansi pencatatan perkawinan oleh pemerintah kolonial Belanda. Kondisi sosial politik pada masa jabatan Ki Bagus Hadikusumo dalam suasana transisi dari penjajah Belanda. Abdul Kahar Muzakir dan R. mengganti istilah Hindia Belanda dengan Indonesia. sementara di tingkat bawah hampir seluruh angkatan muda Muhammadiyah terjun dalam kancah revolusi dalam 6 . GM. D. Dalam Muqaddimah tersebut terumuskan secara singkat dan padat gagasan dan pokok-pokok pikiran KH. b. Pada maja jabatan KH Mas Mansur juga ditetapkan Khittah yang dikenal dengan langkah dua belas. Sutan Mansur coordinator Konsul Muhammadiyah untuk wilayah Sumatra. menentang ordonansi guru. Tahun 1941 terjadi perang Pasifik (PD II). usaha-usaha Pemerintah Koloni Belanda untuk menjajah Indonesia kembali dan revolusi kemerdekaan. Pada masa itu para pemimpin Muhammadiyah banyak terlibat dalam perjuangan. c. e. Meskipun dalam masa sulit pada masa itu sempat dikeluarkan “Frenco Amal” dengan tujuan penghimpunan dana untuk kaum dhu‟afa. Ahmad Dahlan yang akhirnya melahirkan Muhammadiyah. Hasan Tjorong untuk wilayah Kalimantan. Periode Ki Bagus Hadikusumo (1942-1953) Tokoh dan pemimpin Muhammadiyah lain juga banyak mengisi dan membentuk jiwa gerakan Muhammadiyah adalah Ki Bsgus Hadikusumo. Dengan tersusunnya Muqaddimah tersebut Muhammadiyah memiliki dasar berpijak yang kuat dalam melancarkan amal usaha dan perjuangannya.R. Pada masa ini kehidupan Muhammadiyah cukup berat.

Keduanya memiliki jiwa tauhid yang kokoh. Tahun 1950 mengadakan siding Tanwir perwakilan. Tahun 1944 mengadakan muktamar darurat di Yogyakarta. Kalau merugikan perjuangan Islam ditarik. f.berbagai lascar kerakyatan. e. Langkah perjuangan ini kemudian dikenal dengan nama Khittah Palembang. antara lain memutuskan: (1). Tahun 1951. Oleh karena itu tidak mengherankan bila periode ini “Ruh tauhid” ditanamkan kembali. Tahun 1953. Mempertahankan keangotaan istimewa dalam partai Masyumi. Sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah. Mempertinggi mutu anggota dan membentuk kader. Anggota Muhammadiyah boleh masuk partai politik yang tidak berideologi Islam. Anggota Muhammadiyah diperbolehkan memasuki DPR atas nama Muhammadiyah. siding Tanwir di Yogyakarta. b. Mengutuhkan organisasi dan merapikan administrasi. ibadah. siding Tanwir di Solo antara lain memutuskan: Muhammadiyah hanya boleh memasuki partai yang berdasarkan Islam. Taun 1946 mengadakan silaturahmi cabang-cabang se Jawa. tak lain Sutan Mansur.R. Perlu ada peremajaan Muhammadiyah. Sutan Mansyur (1952-1959) Secara kebetulan. siding Tanwir di Bandung antara lain memutuskan: (1). antara lain memutuskan: (1). akhlak dan ilmu pengetahuan. asal tidak merugikan perjuangan Islam. 7 . (2). Meskipun demikian Muhammadiyah masih dapat melaksanakan berbagai kegiatan keorganisasian antara lain: a. Menetapkan batas-batas otonomi Aisyiyah. bahwa Muhammadiyah memiliki dua pemimpin yang sama-sama hebat ialah Mansur di timur yaitu Mas Mansur dan Mansur di Barat. b. d. c. 6. (2). Memperbanyak dan mempertinggi mutu amal. c. Menjiwai pribadi anggota dengan iman. (2). e. Melaksanakan uswatun khasanah (contoh teladan yang baik). yang memuat: a. yaitu 1956-1959. Tahun 1952. Periode A. Selain itu disusun suatu langkah perjuangan yang dibatasi dalam waktu tertentu. Muhammadiyah tidak akan berubah menjadi partai politik. d.

3.812). KH Mas Mansyur dipilih sebagai ketua pada Muktamar Muhammadiyah ke 32 di Purwokerto. siding Tanwir di Pekajangan antara lain membicarakan pokok-pokok konsepsi Negara Islam. Beberapa keputusan penting yang diambil pada masa jabatan beliau antara lain: a. Syamsudin (6. 2. Menuntun penghidupan anggota. A. Dr.f. Muhammadiyah tetap Muhammadiyah. Disepakati bersama oleh PP Muhammadiyah dengan DPP Masyumi. HM. Tahun 1955. Kesembilan orang terpilih adalah HM. Kahar Muzakir (5. Badawi (9. Yunus anies (10. Anggota-anggota Muhammadiyah yang akan aktif di bidang politik dianjurkan supaya masuk partai politik Islam. Sebenarnya beliau tidak termasuk 9 terpilih.038). Muhammadiyah begerak dalam bidang kemasyarakatan. b. Perlu dibina hubungan baik antara Muhammadiyah dengan Masyumi.568). Faried Ma‟ruf (10. Pada Muktamar Muhammadiyah ke XXXII di Palembang 1956 ini juga diputuskan khittah Palembang. KHA. 4. g. akan tetapi karena 9 orang terpilih itu sepakat untuk menunjuk beliau sebagai ketua PB Muhammadiyah.900). bahwa kenggotaan istimewa tidak wajar dan secara perlahan dan tidak menggoncangkan dihapus. 8 . siding tanwir di Yogyakarta antara lain memutuskan: 1.798) dan Muljadi Djojomartono (5.654). Tahun 1956. Kasman Singodimedjo (8. 5.945). Mempererat ukhuwah antara sesame kaum muslimin. Masalah-masalah politik diserahkan kepada partai Masyumi. Hamka (10. KH Fakih Usman (9.011).057).

yang pada akhirnya diusul dengan kup Komunis pada tahun 1965. Allah masih melindungi Muhammadiyah. Periode K. Dan dengan prestasi yang ditunjukan oleh Muhammadiyah mendapat pengakuan sebagai organisasi sosial yang mempunyai fungsi politik riil. Sebagaimana diketahui pada masa itu kehidupan politik Indonesia didominasi oleh PKI dan Bung Karno. Pada saat itu seluruh barisan Orde Baru. ikut tampil memberantas komunis beserta segenap kekuatannya. Artinya Muhammadiyah secara resmi memasuki lembagalembaga polirik kenegaraan. akhirnya mampu merumuskan suatu pedoman penting berupa kepribadian Muhammadiyah bisa menempatkan kembali kedudukannya sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar dalam bidang kemasyarakatan. termasuk didalamnya Muhammadiyah. terutama disebabkan oleh kegiatan PKI yang semakin keras dan berani. Di mana-mana seluruh kekuatan rakyat Indonesia sibuk mengikuti gerak-revolusi yang tidak menentu di bawah kekuasaan tunggal Soekarno. sehingga di beberapa tempat Muhammadiyah mengalami kesulitan.7. sehingga langsung atau tidak langsung mempengaruhi gerak perjuangan Muhammadiyah. 8. Beliau dipilih dalam Muktamar ke 35 di Jakarta tahun 1962 dan muktamar ke 36 di Bandung tahun 1965 sebagai formatur tunggal. Pada masa jabatan beliau ini Muhammadiyah mengalami ujian berat karena Muhammadiyah harus berjuang keras mempertahankan eksistensinya agar tidak dibubarkan. Periode H. Presiden RI I banyak memberi angin kepada PKI. Pada masa itu PKI seluruh ormas mentelnya berusaha menekan partai-partai Islam khususnya mAsyumi den kebetulan Muhammadiyah termasuk salah satu pendukung Masyumi. Ahmad Badawi berfatwa :”Membubarkan PKI adalah ibadah”. Dengan tandas KH. Ahmad Badawi (1962-1968) Kesulitan yang dihadapi Muhammadiyah belum habis. 9 . Yunus Anis (1959-1968) Dalam periode ini kebetulan negara Indonesia sedang berada dalam kegoncangan sosial dan politik. Dalam rangka mengatasi berbagai kesulitan. Namun demikian berkat usaha keras beliau bersama pemimpin Muhammadiyah.H. Karena itu eksistensi Muhammadiyah juga ikut terancam. baik dalam lembaga legislatif maupun eksekutif.M.

maupun dalam bidang organisasi dan usaha perjuangannya dengan menyusun ”Khittah Perhuangan dan bidang-bidang lainnya” Adapun Khittah Perjuangan yang disahkan dalam sidang Tanwir di Ponorogo pada tahun 1989 adalah sebagai berikut: KHITTAH PERJUANGAN MUHAMMADIYAH I. Abdurazak Fakhrudin.9. Periode K. dibuat alatnya masinh-masing yang berupa organisasi : Untuk bidang politik kenegaraan harus dengan organisasi politik Untuk bidang masyarakat dengan organisasi non partai  Muhammadiyah sebagai organisasi memilih dan menempatkan diri sebagai ” GERAKAN ISLAM AMAR MARUF NAHI MUNKAR DALAM BIDANG MASYARAKAT”. Fakih Usman/H.AR. Baik pembaharuan dalam bidang ideologinya. Pola Dasar Perjuangan   Muhammadiyah berjuang untuk mencapai/mewujudkan suatu cita-cita dan Keyakinan hidup. Fakhrudin (1968-1971) Tidak beberapa lama setelah Muktamar 37 di Yogyakarta mengkukuhkan KH. Pada periode ini lebih menonjol usaha ”Muhammadiyahkan kembali Muhammadiyah”. Kemudian H.H. beliau dipanggil kembali ke hadirat Allah SWT. 10 . yaitu usaha untuk mengadakan pembaharuan pada diri dan dalam Muhammadiyah sendiri. yang dalam susunan PP Muhammadiyah (1968-1971) duduk sebagi Ketua I oleh sidang Tanwir ditetapkan sebagai pengganti beliau. yang bersumber pada ajaran Islam Dakwah Islam dan amar makruf nahi munkar dalam arti dan proporsi yang sebenarbenarnya sebagaimana yang dituntunkan oleh Muhammad Rasulullah SAW adalah satu-satunya jalan untuk mencapai cita-cita dan keyakinan hidup tersebut  Dakwah Islam dan Amar Maakrufnahi munkar seperti yang dimaksud harus melalui dua bidang secara stimultan :  Saluran politik kenegaraan (politik praktis) Saluran Masyarakat Untuk melaksanakan perjuangan dakwah Islam dan amar maruf nahi munkar seperti yang dimaksud diatas. dengan merumuskan ”Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah”. Fakih Usman sebagai Ketua PP Muhammadiyah.

bahwa ajaran Islam mampu mengatur masyarakat dalam negara Republik Indnesia yang ber-Pancasila dan UUD 1945 menjadi masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera. Peningkatan kualitas organisasi meliputi tadjid di bidang keyakinan dan Cita-cita Hidup serta Khittah dan tadjid organisasi. Abdur Razak Fakhrudin (1971-1990) Pada periode ini usaha untuk meningkatkan kualitas persyarikatan selalu diusahakan. baik kualitas organisasi maupun kualitas operasionalnya.Sedang dalam alat perjuangan dalam bidang kenegaraan (politik praktis). Antara Muhammadiyah dan partai tidak ada hubungan organisator tetapi tetap mempunyai hubungan kemasyarakatan Masing – masing berdiri dan berjalan sendiri-sendiri menurut caranya sendiri-sendiri Pada prinsipnya tidak dibenarkan ada perangkapan jabatan. Muhammadiyah harus dapat membuktikan secara teoritis konsepsional. Beliau dipilih sebagai ketua dalam Muktamar ke 38 tahun 1971 di Ujungpandang (Makassar). terutama jabatan pimpinan antara keduanya demi tertibnya pembagian pekerjaan (spesialisasi) II. ke ke 40 tahun 1978 di Surabaya dan ke 41 tahun 1985 di Surakarta. secara operasional dan konkret riel. bahagia material dan spiritual yang diridhai Allah Subhanahhu wa ta‟ala. Program Dasar Perjuangan Dengan dakwah Islam dan amar maruf nahi munkar dalam arti dan proporsi yang sebenar-benarnya. Pada masa jabatan beliau juga terjadi peristiwa penting yaitu 11 . Pada masa jabatan beliau ada masa krisis yaitu keharusan untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya azas. Muhammadiyah harus menyerahkan kepada partai politik di luar organisasi Muhammadiyah     Muhammadiyah harus menyadari bahwa partai tersebut adalah merupakan sasaran amar makruf nahi munkar. Periode KH. Sedang peningkatan kualitas operasionalnya meliputi itensifikasi pelaksanaan prgram jama‟ah dan dakwah jamaah serta permurnian amal usaha Muhammadiyah Beliau ditetapkan sebagai pejabat dalam tanwir ponorogo tahun 1969. 10.

b. Perubahan AD Muhammadiyah dengan menetapkan Pancasila sebagai asas organisasi e. Terkonslidasinya berbagai majlis-majlis yang lain. Tersusunnya berbagai pedoman pendidikan oleh Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah. Melakukan pendekatan dengan pemerintah Soeharto (atas saran Jendral Srabini) c. yang isinya bahwa Indonesia adalah negara yang penduduknya sudah beragama Islam jadi jangan menjadikan rakyat sebagai obyek kristenisasi Pada masa jabatan beliau ada beberapa keputusan penting yang diambil dan hasil-hasil penting dalam penataan organisasi antara lain : a. Khittah Muhammadiyah. meliputi : a. Konsolidasi Organisasi b. Periode KH. 11. Azhar Basyir. Peningkatan Hubungan dan Kerjasama 12 . Program Muhammadiyah (1990-1995) 1). Bimbingan Keagamaan d.kunjungan Pasu Yohanes Paulus II dan sebagai reaksi terhadap kunjungan itu beliau mengeluarkan buku „Mangayubagya Sugeng Rawuh lan Sugeng Kondur‟. MA telah dirumuskan : A). Program Persyarikatan Muhammadiyah jangka panjang (25 tahun) yang meliputi : 1. Tersusunnya konsep kaderisasi dan pedoman praktisnya oleh Badan Pendidikan Kader (BPK) g. Bidang Konsolidasi Gerakan 2. h. Ikutu andil dalam pembentukan Partai Muslim Indonesia. A. MA (1990-1995) Pada Periode KH. yang dikenal dengan Khittah Ponorogo yang kemudian dikuatkan dan disempurnakan dalam Muktamar ke 40 di Surabaya. A. d. Bidang Pengkajian dan Pengembangan 3. Kaderisasi dan Pembinaan AMM c. Bidang kemasyarakatan B). Azhar Basyir. Bidang Konsolidasi Gerakan. Tersusunnya konsep-konsep dakwah oleh PPM Majlis Tabligh beserta beberapa tuntunan praktisnya f.

2). DR. Kebudayaan f.Amien Rais/Prof. Lingkungan Hidup l. Penelitian dan Pengembangan c. dengan mengacu kepada : a) Masalah global b) Masalah dunia Islam c) Permasalahan Muhammadiyah d) Masalah nasional e) Pengembangan Pemikiran. Bidang Pengkajian dan Pengembangan. Pendidikan dan Pembinaan kesejahteraan Umat. Ekonomi dan Kewiraswastaan h.H. Amien Rais. Pembinaan Keluarga j. Keyakinan Islam b. Pendidikan c. Periode Prof. Pusat Informasi.A. Pengkajian dan Pengembangan Pemikiran Islam b. meliputi : a. yang terdiri atas :    Pemikiran keagamaan Ilmu dan Teknologi Pengembangan basis ekonomi 13 .Syafii Maarif (1995-2000) Pada periode Prof. Sosial dan Pengembangan Masyarakat e. Partisipasi g. Penengembangan Peranan Wanita k. meliputi : a. Bidang Dakwah.M. telah dirumuskan program Muhammadiyah tahun 1995-2000.H. Kesehatan d. Dr. Peningkatan Kualitas SDM 12.DR. Pengembangan Generasi Muda i. H.M. Kepustakaan dan Penerbitan 3).

Tujuan Program Peningkatan konsolidasi pergerakan dan peningkatan kualitas gerakan dakwah dalam era industrialisasi dan globalisasi dengan memperluas sarana dakwah 2.M. telah dirumuskan program Muhammadiyah tahun 1995-2000 sebagai : 1. Pergantian ini bermula adanya 14 .Dr. Arah Program Program Muhammadiyah periode 1995-2000 diarahkan pada empat hal sebagai berikut :     Pengembangan pemikiran dan wawasan Peningkatan kualitas SDM Peningkatan kualitas dan pengembangan amal usaha sebagai sarana dakwah Perluasan sasaran dakwah 3. program Muhammadiyah periode 1995-2000 disusun menurut empat bidang utama sebagai berikut :     Pengembangan manajemen Muhammadiyah Pendidikan.H. Syafii Maarif. perkaderan dan pengembangan SDM Dakwah pengembangan masyarakat.Dr. Amien Rais kepada Prof. Jenis Program Dengan merujuk pada berbagai pokok pikiran yang disampaikan dalam muktamar Muhammadiyah ke 43.A.H. pembinaan kesejahteraan sosial dan ekonomi Peningkatan dana Muhammadiyah Pada periode ini terjadi pergantian ketua pimpian pusat Muhammadiyah dar Prof.  Gerakan sosial kemasyarakatan PTM sebagai basis gerakan keilmuan/pemikiran Berdasarkan hal-hal tersebut di atas.

beberapa saat sebelum PP Muhammadiyah melakukan ijtihad. antara lain di samping telah dikembalikannya lagi Islam sebagai asas Muhammadiyah.HM.DR. DR. Muhammadiyah melakukan ijtihad politik Dalam perkembangannya yang sangat cepat. Dan untuk pertama kalinya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PAN dijabat oleh DR. 15 . Partai ini terbuka bagi siapapun tanpa memandang agama yang dipeluknya.keputusan Sidang Tanwir Muhammadiyah di Semarang pada tahun 1998 agar PP. yang berarti bahwa Semua agama yang diakui oleh negara dapat diterima menjadi anggota. dan demikiaan untuk berkonsentrasi pada partai yang baru saja didirikannya.DR.HA. Pengunduran DR.DR.Syafii Maarif (2000-2005) Dalam periode ini telah dirumuskan beberapa keputusan Muktamar. serta agar tidak menimbulkan pandangan bahwa PAN adalah identik dengan Muhammadiyah maka akhirnya Prof. yang diberi nama Partai Amanat Nasional (PAN). Periode Prof.Syafii Maarif yang sebelumnya telah menjadi salah satu dari ketua PP Muhammadiyah ditetapkan sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1995-2000 13. Muhammadiyah. Muhammadiyah maka Prof. Dengan diangkatnya DR Amien Rais Menjadi Ketua Umum DPP PAN. Amien Rais dari jabatan Ketua Umum PP.. Amien Rais melepaskan jabatannya selaku Ketua PP. Amien Rais bersama dengan beberapa temannya melakukan langkah membentuk sebuah Partai yang bersifat terbuka (inklusif). Amien Rais. juga telah dirumuskan Khitah Perjuangan Muhammadiyah.HM.

dan dari waktu ke waktu telah melahirkan putra-putranya yang penuh pengabdian dan ikhlas. Prof. H.1. Sutan Mansyur (1952-1959).HA. KH. Abdur Razak Fakhrudin (1971-1990).H. Kesimpulan Muhammadiyah dari sejak didirikan oleh K. Dimana telah terjadi pergantian 13 kali periodisasi hingga tahun 2005. MA (1990-1995).Syafii Maarif (1995-2000). K. KH.DR.H. Hisyam (1932-1936). Ahmad Dahlan sampai sekarang mengalami pergantian kepemimpinan.H.AR. Ahmad Dahlan (1912-1923). karena penulis menyadari tulisan ini jauh dari kesempurnaan . A.H. Ahmad Badawi (1962-1968).H.BAB III PENUTUP 3. Pada pergantian periodisasi ini mengalami pasang surut sejarah. Yunus Anis (1959-1968). K.H. 16 .DR. penulis memohon maaf apabila terdapat kekurangan.M.Syafii Maarif (2000-2005). K.R.Amien Rais/Prof. Fakih Usman/H.A. A. Dimana kepemimpinan dimulai dari periode KH. 3.H. Saran Semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat. Fakhrudin (1968-1971). Prof. Ki Bagus Hadikusumo (1942-1953). Ibrahim (1923-1932). Azhar Basyir. K. dan sebagai bahan pemikiran untuk pengembangan penulisan lain yang lebih baik lagi.2. DR.M. Mas Mansyur (1936-1942). Untuk itu saran yang membangun sangat kami harapkan.

Related Interests