SIAPKAH KITA MEMASUKI MIHWAR DAULI?

Refleksi Pasca Pemilu 2014 bagi Kader PKS

Muttaqien Khalilulloh

Penyusun : Muttaqien Khalilulloh Editor : Rifqah Sajidah Cover : Muhammad ‘Ibadurrahman Penerbit : Nurulloh Jalan Tabrani Ahmad Kompleks Graha Bumi Khatulistiwa III Blok F. 10 Pontianak Kalimantan Barat 78115 Telp. 0561 777 698 Cetakan I, April 2014
! 2

PENGANTAR
Buku ini ditulis sebagai sebuah refleksi pasca Pemilu 2014 yang baru saja kita lalui, sebuah refleksi, renungan, kegundahan seorang kader yang dibesarkan, tumbuh dari rahim dakwah ini, karena kecintaannya kepada citacita, mengantarkan rakyat di negeri ini menuju Adil, Makmur, Sejahtera. Di dalam buku ini, saya mencantumkan beberapa persoalan yang dirasakan oleh mayoritas kader dakwah termasuk saya sendiri yang telah bergabung bersama tarbiyah ini sejak tahun 1991. Apa yang dirasakan ini tidaklah mesti didiamkan, namun mesti disalurkan, agar energi yang ada dalam jiwa ini terus mengalir. Kepada Alloh hamba memohon taufiq dan hidayah. Salam tegur sapa perbaikan sangatlah dinanti bagi hamba yang tak luput salah dan khilaf ini. ! Bumi Khatulistiwa, 19 April 2014
! 3

DAFTAR ISI
Pengantar - 3 Daftar Isi - 4 Siapkah kita memasuki mihwar dauli? 6 Berdiri di atas semua golongan - 19 Menerima perbedaan sebagai sebuah keindahan - 25 Mengantarkan Rakyat Indonesia menuju Adil Makmur dalam 2 tahun 33 Waktu Antara Qiyamul Lail dan Sholat Shubuh - 50 Biodata Penulis - 54 Daftar Bacaan -55

!

4

!

5

SIAPKAH KITA MEMASUKI MIHWAR DAULI?
Pertanyaan ini sering sekali saya sampaikan dalam hati ini, apakh kita benar-benar siap memasuki Mihwar Dauli, karena pada kenyataannya, Mihwar Dauli kini hanya sebatas keyakinan dalam format konsep, belum masuk kepada tataran praktek. Kita membutuhkan orang-orang di dalam partai ini yang mengantarkan sekian juta kader PKS untuk meyakini bahwa kita benarbenar siap untu mengurus negara ini, lahir dan batin. Jika kita percaya bahwa kita bisa, maka kita pasti bisa melakukannya. Ini yang dikatakan oleh Guru Besar Psikologi DR DJ ! 6

Schwartz. Keyakinan bahwa kita bisa adalah modal terbesar yang mesti tertanam dalam benak fikiran, hati, tulang, darah, otot dan sumsum kader dakwah hari ini. Tanpa keyakinan itu, maka mustahil 250 juta rakyat ini mempercayakan urusan negara ini kepada kita, karena kita sendiri tidak percaya diri. Kita minder Kita malu Kita tidak punya gigi Tak punya nyali Pengecut Takut Dan beribu alasan lain yang membuat kita menyerah kalah sebelum berjuang. KRISIS PERCAYA DIRI KADER Setelah kekalahan di Pemilu 2014 ini, dimana suara PKS yang ditargetkan masuk dalam 3 besar ternyata gagal total, kepercayaan diri kader, perlahan namun pasti mulai menurun. Nyaris setiap wajah yang kita saksikan, adalah wajah-wajah lesu. Mirip dengan wajah tatkala para sahabat mendengar kematian Nabi Muhammad Saw saat Perang Uhud. Abu Bakar dan Umar tertunduk lesu. Apalagi yang mesti dikerjakan? Toh Nabi sudah wafat kata mereka, namun Anas bin Nadhir ra justru kebalikannya. Berita kematian Nabi Muhammad Saw justru membuat dirinya semakin bersemangat. ! 7

Bersemangat untuk apa? Untuk menepati janjinya. Bai’atnya kepada Nabi Muhammad Saw, untuk membelanya sampai titik darah penghabisan. Inilah pula yang pernah dilakukan oleh para tentara I Gusti Ngurah Rai di Bali yang melakukan Puputan (Perang Habis-habisan) saat berhadapan dengan Belanda yang memiliki jumlah lebih banyak, tak seimbang dengan pasukan I Gusti Ngurah Rai. Inilah profil para pahlawan, para panglima, para komandan, para kader yang istiqomah dengan janjinya sampai akhir hayat. Tidak kenal takut. Mengapa harus takut? Toh kematian adalah tangga menuju Arsy Alloh, Alloh dan Rosul-Nya telah menunggu disana, disambut oleh penghormatan yang belum ada taranya di kolong langit ini. Krisis kepercayaan dalam diri kader harus dilemparkan ke dasar bumi terdalam, dan keberanian mesti dijunjung sampai langit yang tertinggi. Hingga ia tertanam dalam diri, otot, tulang, sumsum, raga, otak, hati dan fikiran kita doa yang kita ulang-ulang pagi dan sore saat membaca al-Ma’tsurat

!

8

“Aku berlindung kepada Engkau ya Alloh dari sifat pengecut….” MEMOMPA SEMANGAT KADER Hasan al Banna sudah menjelaskan sedemikian gamblang, bahwa Ruhiyah adalah salah satu baterai berharga dalam diri kita, disamping baterai ilmu dan fisik. Bagaimanapun, kelemahan kita hari ini tidak lepas dari kelemahan kehidupan spiritual kader. Dari level yang tertinggi hingga level yang paling bawah. Kita semua wajib untuk berbenah, karena Agama ini adalah Nasehat. Bagi siapa? Bagi para pemimpin dan yang dipimpin. Qiyadah dan Jundiyah. Qiyadah juga manusia biasa, kadang salah kadang benar, sebagaimana Jundiyah juga sama, namun yang menjadi persoalan bukanlah siapa yang benar dan siapa yang salah, namun yang menjadi titik fokus bersama adalah, agama ini mesti dibangun dengan semangat watawashowbil haq watawashowbis-shabr. Disinilah sikap yang menjauhkan kita dari kerugian dalam perjalanan waktu yang ada hari ini. Titik fokus untuk memajukan ummat ini ke tempatnya yang lebih mulia mesti diawali dari basis Iman, keyakinan, amal dan kerja, bukan ! 9

sekedar hanya bisa memberi nasehat, namun tidak ada keyakinan bahwa kesalahan di masa lalu hanya akan bisa diperbaiki dengan amal, dan modal keyakinan kepada Dzat Yang maha Mengatur segala urusan, bahwa urusan ummat ini, mesti dikembalikan kepada jalur yang haq. Jalur yang dicantumkan dalam alQuran dan Sunnah. Kekalahan kita hari ini tidak lepas dari pelanggaran kita kepada perintah Tuhan. Abu bakar Shiddiq ra pernah berkata saat hendak melepas pasukan perangnya, beliau memberi wejangan abadi yang direkam hingga hari ini, “Ingatlah bahwa jumlah kita ini sedikit, dan kita mendapatkan kemenangan bukan karena jumlah kita yang banyak, namun dari ketaatan kita kepada Alloh, secuil kemaksiatan yang dilakukan oleh kader, memang terlihat kecil, namun jika kemaksiatan itu dilakukan oleh orang yang tahu dan faham bahwa itu salah, dan ia tetap melabraknya, bukankah sama saja dia mendatangkan murka Alloh, bukan mengundang turunnya pertolongan Alloh berupa para malaikat dan ketenangan (sakinah) dalam hati.

“Wahai orang-orang Mukmin. Mengapa kamu
! 10

mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Amat besar kebencian di sisi Alloh, kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan”. (QS. Ash Shoff : 2-3)
Maka memompa semangat kader mesti diawali dari janji kita sebagai muslim di hadapan Alloh yang dibaca berulang-ulang sebanyak 5 kali sehari semalam dalam sholat. Inna Sholati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi Robbil ‘Alamin. Sesungguhnya Sholatku Ibadahku Hidupku Dan Matiku Adalah Karena Robb Tuhan Semesta Alam Benarkah kita telah menjadikan sholat ini karena Alloh? Ataukah karena takut rapor Amal Yaumi terlihat merah di hadapan Murobbi?

!

11

Benarkah kita tilawah 1 juz karena Alloh? Ataukah karena malu dengan teman-teman ODOJ-ERS yang selalu meng-SMS kita? Benarkah kita Qiyamul Lail, Sedekah, Hadir dalam Majelis Tastqif, Mabit, Dauroh, Mukhayyam, serta Agenda-agenda Dakwah lainnya hanya karena Alloh? Ataukah kita hadir hanya untuk sekadar absen, setor wajah, takut dengan Murobbi kita? Pembersihan janji hanya semata-mata karena Alloh mesti kita kokohkan kembali hingga sampai pada sebuah Maqom dimana kita tidak menghiraukan omongan manusia tentang diri kita saat ini saat hendak beramal, sebagaimana sebuah ungkapan “Beramal bukan karena Alloh adalah Syirik, meninggalkan Amal karena manusia juga Syirik”. PINTU-PINTU KEMENANGAN SUDAH DI HADAPAN MATA Bagaimanapun, tak ada tujuan yang mulia, melainkan pasti di dalamnya selalu ada kesulitan yang tak terbilang banyaknya, mirip seperti kisah Nabiyulloh Ibrahim as. Beliau yang cintanya dan komitmennya kepada perintah Alloh swt tak perlu diragukan lagi, walau ujian menuju Mardhotillah itu tidak ! 12

gampang, kita pasti akan diuji lewat 3 pintu gerbang, dan setiap pintu Gerbang sudah menanti Iblis berikut pasukannya disana. Apakah pintu menanjak (Aqobah) menuju Mardhotillah itu? 1. ISTRI. Saat Ibrahim asa mendapat perintah menyembelih Ismail as, istri lah yang digempur oleh Iblis terlebih dahulu. Laksana Bom Atom terdengar di telinga Siti hajar, seorang Ayah akan menyembelih anaknya. Setega itukah? Namun Siti Hajar memiliki sensor parabola langit yang peka. Hatinya sudah kenyang dengan ujian seperti ini. Ini hanya pembuktian semata, bahwa cinta kepada Alloh adalah laksana Mahkota di Puncak Gunung, yang mesti dicapai dengan pengorbanan, keikhlasan, kesabaran dan keteguhan. Belum panjang lebar Iblis menguraikan niat sang suami, Siti Hajar sudah melempar Iblis dengan batu, berkali-kali, bukan hanya sekali, setiap kali Iblis nekad mendekati sang Istri, maka Siti hajar lebih geram lagi untuk melempar. Keimanan, keyakinan akan janji Alloh di dunia dan akhirat jika sudah menembus lubuk hati terdalam, takkan pernah bisa digoyahkan. Siti Hajar lulus. Kini apa yang dia kerjakan, menjadi ritual wajib ! 13

jamaah Haji. Sayang jamaah Haji kita banyak yang tidak menyadari pelajaran di dalamnya. Haji seolah sudah menjadi ritual Bisnis, Shopping, Temu Kangen, padahal ada pengorbanan seorang ibu yang tiada tara disana. Ikhlas dan sabar membiarkan sang suami mengeksekusi anak yang dia lahirkan. Adakah ibud di dunia ini yang setegar dan sesabar Siti Hajar? Adakah ibu yang tegar saat menyaksikan anaknya pergi ke medan jihad seperti yang dialami oleh Khansa yang melepas kematian 3 anaknya dengan tabah? Inilah pintu kemenangan dakwah pertama. Peran seorang Ibu. 2. ANAK. Ibu sudah melesaikan tugasnya dengan baik. Sempurna, namun disana ada sosok anak yang masih bisa dipermainkan, dibodohi, ditipu, ditakut-takuti, apalagi jika berbau kematian, tentu ini senjata empuk. Demikian kata Iblis, namun Iblis lupa, Ismail dididik oleh seorang Ibu yang setegar batu karang, ketabahannya saat Ismail masih bayi, kehausan, dia berlari antara Bukit Shafa dan Marwa sebanyak 7 kali, bukanlah sembarang Ibu yang mendidik anaknya. Jika ibunya saja sekeras itu, maka apakah ! 14

mungkin anaknya selembek itu. Anak Singa, walaupun dia hanya anak, namun dia tetaplah Singa. Raja Hutan yang ditakuti semua binatang. Iblis salah perhitungan. Anak Singa didatangi. Makin kokohlah kemenangan itu datang. Makin kuatlah ia tertancap dalam diri. Dan kini Iblis mesti merasakan lontaran dari orang yang kedua. Ismail as. Manusia yang kata-katanya dicatat oleh Alloh swt, kata-kata yang keluar sebagai bentuk kepasrahan cinta seorang hamba untuk menjalankan perintah Alloh, kata-kata yang selalu diulang-ulang oleh para Khatib Idul Adha di seluruh dunia. “Satajiduni Insya Alloh Minash Shobirin - Insya Alloh engkau (wahai ayah dan bunda) akan menemukan aku dalam keadaan sabar menghadapi kematian ini. Dan Ismail as sudah tahu, bahwa dia akan menemui kematian, itulah yang pasti akan terjadi, namun ini tidak akan terjadi, jika kunci terakhir yang ada pada Nabi Ibrahim as bisa digagalkan oleh Iblis. Inilah episode kedua kemenangan dakwah ini. Peran anak. Inilah pesan terberat bagi seorang Ibu dan Ayah. Anak, namun cinta kepada Allo telah membuat segalanya menjadi mudah, ! 15

toh jika anak itu mati karena menjalankan perintah Alloh, niscaya dialah yang menyambut di pintu Syurga, kedua orang tuanya, sebelum yang lain-lain menyambutnya dengan suka cita. 3. AYAH. Inilah kunci terakhir kemenangan. Peran ayah sangat penting disini. Jika Ayah dikatakan kunci, maka inilah yang dikatakan oleh Ayah Imam Syafi’i saat ditanya orang banyak, bagaimana cara mendidik Imam Syafi’i hingga bisa seperti itu, ternyata jawaban ayahnya sederhana, “Aku didik Ibunya”. Maka jangan sampai momen Tahajjud bareng antara Suami Istri di Malam hari kering dari dialog, diskusi, obrolan kecil, menanyakan kabar dan kondisi hari itu seraya memompa semangat istri, agar selalu segar menghadapi esok pagi. Tipu daya iblis menemui kegagalan saat Ibrahim as hendak digoda, jangankan menyelesaikan hasutannya kepada Ibrahim as, belum sempat usai kalimat rayuan Iblis kepada Ibrahim as, batu-batu telah melayang menghampiri Iblis. Inilah 3 pilar kemenangan dakwah, segalanya mesti berawal dari rumah. Jika rumah-rumah ! 16

kader dakwah laksana Madrasah Tauhid, Madrasah Iman, Madrasah Quran, Madrasah Qiyamul Lail, Madrasah Sedekah Fi Sabilillah, Madrasah Sabar, Madrasah tsabat, maka tak satupun kekuatan yang mampu membendungnya. Dan semoga kita semua siap untuk memasuki Mihwar Dauli, mengisi posisi apapun di Pemerintahan ini, sebagai Polisi, Tentara, Jaksa, Hakim, Presiden, Menteri, KPK, Departemen, BPK, Intelijen, BUMN, Gubernur, Walikota, Bupati, Depala Desa, Lurah, Camat, RW dan RT, Organisasi Pemuda, Ormas, Yayasan, semua peran-peran kita di pos-pos tersebut, mesti dijaga, mesti ada, karena saat rakyat di negeri ini kebingungan, siapa yang akan memimpin negeri ini, dan kitapun telah siap untuk memimpin mereka, lalu mereka pun melihat kesungguhan dan keyakinan kita untuk mengantarkan rakyat ini ke gerbang Adil dan Sejahtera. Saat itulah. Tongkat Komando Pemerintahan ini, Alloh serahkan kepada kita. Amin. ! Muttaqien Kholilulloh, 15 April 2014, pukul 15.15 WIB

!

17

!

18

BERDIRI DI ATAS SEMUA GOLONGAN
Kesiapan kader untuk memasuki Mihwar Dauli mestilah ditandai dengan kesiapan dirinya untuk berdiri di atas semua golongan. Golongan ini bermakna semua agama yang ada di negeri ini. Kita mesti bisa diterima di ummat Kristiani, Ummat Budha, Ummat Hindu, dan Ummat Konghucu. Termasuk apabila di dalamnya ada Ummat Yahudi sekalipun, sebab kita adalah pengayom bagi semua makhluk di muka bumi ini. Menjadi Rahmatan Lil ‘Alamin. Untuk bisa berdiri di atas semua golongan ini, syukurnya para pendiri negeri ini telah mempersiapkan falsafah negeri ini, yakni Pancasila, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Inilah perekat bagi Indonesia yang terpisah-pisah oleh 17.000 pulau, 360 suku bangsa dan bahasa. Perbedaan di negeri ini mesti menjadi penyatu, ibarat Lem, di ! 19

dalam lem ada banyak sekali unsur kimia, inilah kekuatan yang ada di Lem. Perbedaan. KEMUNDURAN BANGSA Kemunduran sebuah bangsa adalah tatkala ada sekelompok manusia yang tidak mau mengakui adanya perbedaan. Kelompok manusia ini memaksa orang lain, mesti sama dengan dirinya. Model pemikiran pemaksaan agar semua orang sama dengan dirinya ini kini mulai banyak muncul di Indonesia. Jika ada sekumpulan manusia yang berbeda sholatnya, berbeda takbiratul ihramnya, maka kelompok ini mulai melakukan pemaksaan, agar orang lain sama persis dengan apa yang telah ia pelajari. Jika orang tersebut menentang, atau tidak setuju, keluarlah dari lidahnya vonis, “Bid’ah, Sesat, Neraka Jahannam!” Enteng sekali lisannya mengeluarkan kata-kata tersebut. Padahal yang dipersoalkan oleh kelompok tersebut hanyalah masalah khilafiah dalam fiqh. Namun ia mencoba untuk membawa masalah ini kepada masalah pokok berupa aqidah, yang bisa membatalkan keislaman seseorang. Jika orang-orang seperti ini menduduki posisiposisi strategis di negeri ini, maka bangsa ini akan mengalami kemunduran drastis. FIGUR YANG BIJAK

!

20

Bangsa ini membutuhkan figur manusia yang bijak, yang mampu menjadi lem bagi semua golongan, untuk bahu-membahu membangun bangsa yang porak-poranda ini. Membangun tentu saja tidak lah segampang merusak. Kita mesti sadar, jika ada 1000 pembangun di negeri ini, cukuplah 1 orang perusak untuk membuatnya kembali ke Nol. Figur pemimpin yang bijak adalah figur yang paling pas saat ini untuk menyatukan semua kelompok dan golongan yang ada di Indonesia ini. Suatu hari Hasan al Banna didatangi oleh sekumpulan orang yang hendak berkelahi hanya gara-gara Tarawih. Yang satu ingin tarawih 11 rakaat, yang satu lagi 23 rakaat. Kedua kelompok ini nyaris saja berkelahi hebat, namun beliau yang ditanya persoalan ini justru malah balik bertanya kepada mereka yang bertanya kepada beliau. “Apakah hukumnya persatuan ummat ini?” Mereka semua menjawab, “Wajib”. Lalu beliau bertanya untuk kedua kalinya, “Apakah hukum sholat tarawih?” Tak ada satupun dari mereka yang membantah bahwa hukumnya adalah Sunnat. Dan beliau dengan entengnya meninggalkan kerumunan orang ramai itu dengan berkata, “Apakah sesuatu yang wajib mesti ditinggalkan hanya karena perkara yang sunnat?”

!

21

Orang banyakpun tersadar akan ucapan beliau, mereka lalu saling bermaaf-maafan dan memperbaiki hubungan sesama mereka. KEMIRIPAN HARI INI DAN KEMARIN Alangkah miripnya hari ini dan kemarin, kita masih berdebat tentang masalah Qunut, Sholawat apakah memakai Sayyidina atau tidak, Yasinan, Ziarah Kubur dan persoalan yang di masyarakat kita sendiri begitu banyak perbedaan. Jika kita melayani semua persoalan ini, duduk berdebat tentang masalah ini, maka kapan tugas kita membawa Indonesia ini menjadi makmur bisa dimulai? Alangkah miripnya kita dengan kemarin, padahal kita berada di hari ini. Israel sudah mengembangkan teknologi canggih berupa PLTH (Pembangkit Listrik Tenaga Hidrogen), mereka cukup memisahkan air (H2O) dan menarik Hidrogen sebagai bahan bakar, mereka tidak perlu lagi tergantung dengan minyak Arab Saudi, sementara Negeri-negeri Islam di sekitarnya tak berhenti berkelahi dan ribut, hanya garagara Usholli, cara meletakkan tangan waktu sholat, dan persoalan-persoalan yang menjadi warisan khilafiah selama ribuan tahun. RAKYAT SUDAH LAMA MENUNGGU ! 22

Rakyat ini sudah muak dengan segala cerita perkelahian yang menguras energi sia-sia, rakyat juga sudah muak dengan cerita keributan masalah perbedaan baju partai, perbedaan agama dan perbedaan kelompok golongan. Rakyat sudah lama menunggu figur yang akan menjadi perekat bangsa yang porak poranda diterjang badai Tsunami perpecahan ini. Mesti ada, dan harus ada, figur yang sanggup menjadi perekat. Berdiri di atas semua golongan. Tidak malu untuk mengakui, bahwa dirinya adalah keturunan Adam. Dan Adam adalah Bapak kita semua. Jika kita semuanya adalah dari satu ayah. Lalu mengapa kita mesti berkelahi? Bukankah ayah kita hanya satu. Adam. Jika seluruh negeri ini sadar siapakah ayahnya yang sesungguhnya, dan alangkah sedihnya sang ayah menyaksikan anak-anaknya berkelahi satu sama lain, niscaya dia akan berkata, “Ayah, maafkan anak-anakmu ini, karena kami sesungguhnya saling bersaudara, ayah, pertemukan kami semuanya, dalam cinta, kekeluargaan, kasih sayang dan kerinduan untuk bersaudara”. Bhinneka Tunggal Ika. ! Muttaqien Kholilulloh, 16 April 2014 pukul. 01.00

!

23

!

24

MENERIMA PERBEDAAN SEBAGAI SEBUAH KEINDAHAN
Jika pelangi hanya memiliki satu warna, maka namanya bukan pelangi, melainkan hanya sawarna. Ia disebut pelangi karena ia memiliki banyak warna, dan disitulah keindahannya. Perbedaan. Perbedaan lah yang membuat manusia melakukan travelling keliling dunia. Mengapa manusia bepergian ke Himalaya, ke Kepulauan Maladewa. Jawabannya karena manusia punya sifat bosan jika hanya melihat itu-itu saja. Inilah tabiat manusia yang memang sudah dari sejak lahirnya. Manusia itu sesungguhnya adalah manusia KREATIF. ! 25

Ada ungkapan yang sering diucapkan oleh mereka yang hobby jalan-jalan. “Waktu di rumah, kami rindu untuk jalan-jalan, tapi sewaktu pulang dari jalan-jalan menuju rumah, dia berkata, alangkah rindunya dengan rumah”. Perbedaan juga yang telah membuat adanya mazhab dalam fiqih. Imam Syafi’i sendiri memiliki 2 Qaul. Qaul Qadim (Ucapan Terdahulu) dan Qaul Jadid (Ucapan Terbaru). Mengapa sampai terjadi demikian? Jawabannya sederhana saja. Karena beliau baru saja berpindah dari Iraq ke Mesir. Jika seorang Imam saja bisa sedemikian faham akan sebuah kondisi teritorial dimana dia berada, dan bisa melahirkan dua ucapan yang sama sekali berbeda, maka bagaimana kita bisa menyalahkan perbedaan, dan mengatakan itu sebuah bencana, sedangkan Imam Syafi’i sendiri melakukannya? Jika perbedaan Mazhab difahami oleh ummat Islam dengan sikap yang penuh cinta, kasih sayang dan kerinduan akan sebuah persatuan ummat, maka semua masalah negara ini bisa kita selesaikan dalam satu hari, namun perbedaan justru telah dirusak dengan pemaksaan mesti satu warna, satu ideologi dan satu partai. Jika demikian, hilanglah ! 26

indahnya perbedaan, inilah yang dialami oleh rakyat Korea Utara. Sebuah negara dengan ideologi tunggal. Komunis. ANTARA SAKURA DI JEPANG DAN TULIP DI ISTAMBUL Ada kerinduan yang ditunggu warga Jepang tahun 2014 ini. Munculnya Bunga Sakura. Bagaimana tidak, kerinduan ini langsung menyedot turis dari seluruh dunia, mereka berbondong-bondong datang, untuk menyaksikan puncak mekarnya Sakura, 9 April 2014. Festival Sakura ini diagendakan Pemerintah Jepang selama 3 minggu, dan selama itu, para turis berebut untuk berfoto dengan latar belakang bunga sakura yang tentu saja asli, bukan hasil editan Photoshop. Sementara itu di Istambul Turki, Festival Bunga Tulip diadakan. Padahal dunia hanya mengenal Tulip berasal dari Belanda, namun Pemerintah Turki telah berhasil mengembangkan Bunga Tulip sejak tahun 2005. Hasil pengembangan itu kini berbuah manis. Turis dari seluruh dunia mendatangi Turki dalam jumlah Massif. Hanya gara-gara sekuntum Bunga. Bunga Sakura dan Bunga Tulip. Inilah kekuatan Perbedaan.

!

27

ANTARA MINGGU PALMA DI VATIKAN DAN PENEMUAN ISTANA HERODES DI ISRAEL Paus berpesan di dalam khutbahnya di hadapan ummat Kristiani saat Minggu Palma agar melakukan introspeksi hati. Pesan yang juga selalu disampaikan oleh semua Nabi dan para pembaharu. Lakukanlah perenungan ke dalam, berhenti sejenak, dan benahilah hatimu, bersihkan hatimu dari segala bentuk penyakit hati. Penemuan Istana Herodes yang diyakini sebagai tempat persidangan Yesus oleh Arkeolog Yahudi dan Kristen baru-baru ini telah mengukuhkan kepada dunia, bahwa perbedaan tidak menghalangi sebuah kerjasama penelitian. Sikap ini telah ditunjukkan oleh para ilmuwan. Mereka bekerja dengan penuh profesional di bidangnya masing-masing untuk menemukan sejarah mereka sendiri. Mengapa mereka bisa melupakan segala perbedaan dan dendam di masa lalu? Jawabannya adalah karena hati mereka yang sudah membaca dengan nyata, bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang mesti diratapi, dibenci, melainkan disyukuri untuk kemajuan bersama.

!

28

ANTARA PAMERAN TELUR PASKAH DI RUSIA DAN FESTIVAL SONGKRANG DI THAILAND Pameran 50 Butir telur Paskah di Rusia yang dibalut dengan porselen telah menyedot turis manca negara ke negeri Beruang Putih tersebut, mereka berbondong-bondong ingin melihat langsung pameran telur Paskah tersebut dari dekat. Padahal Pemerintah Rusia sedang bersiap untuk menyerang Ukraina. Sebuah festival sanggup menyatukan sebuah negara yang sedang bersiap untuk perang. Rakyat sudah bosan dengan kampanye Perang yang dijual Media. Sementara di Thailand, festival air yang dikenal dengan nama Songkrang telah menghilangkan barang sejenak, dendam dan konflik antara rakyat dan Pemerintah. Padahal Thailand baru saja mengalami krisis politik yang parah. Festival tersebut dipadati para turis yang saling siram dengan pistol air masing-masing. ANTARA PIALA DUNIA DI BRAZIL DAN CARNIVAL DI RIO Gegap gempita Piala Dunia 2014 telah menyebar ke seantero Brazil, nyaris semuanya telah siap menyambut kedatangan tamu para pemain sepakbola dari seluruh dunia, hingar bingar piala dunia seolah tenggelam oleh keributan antara pemerintah dan rakyat Brazil

!

29

dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu Carnival yang menjadi tradisi tahunan di Rio de Jainero telah mendatangkan jutaan turis dari seluruh dunia untuk menyaksikannya. Pesta telah dimulai. Dan merekapun mabuk kepayang hingga larut malam. PESTA MIRAS DI PALEMBANG BERUJUNG MAUT Saat Jepang sedang sibuk dengan Bunga Sakura-nya, Turki sibuk dengan Festival bunga Tulip-nya, Vatikan sedang Khusyuk dengan Minggu Palma-nya, Israel sedang serius dengan penemuan Istana Herodes-nya, Rusia sedang menikmati pameran 50 telur paskah-nya yang terbuat dari porselen, Thailand sedang berpesta Songkrang-nya dengan saling menyiram air, Brazil sedang bersiap dengan pesta menyambut Piala Dunia 2014-nya, dan Rio de Jainero sedang berjoget semalam suntuk bersama Carnival-nya, di sebuah sudut IGD (Instalasi Gawat Darurat) di satu Rumah Sakit di Sumatera Selatan, terbaring 2 mayat yang tewas akibat Pesta Miras Oplosan. Pesta yang digelar oleh 5 orang pemuda itu mesti berujung maut. Mengenaskan memang. PERBEDAAN ITU SEBUAH KENISCAYAAN Jika dunia ini hanyalah Indonesia, maka tentu manusia akan menjadikannya dalam sebuah ! 30

keragaman yang luar biasa di dalamnya, jika perbedaan di dunia ini adalah rahmat yang tak terkira, maka biarlah rahmat itu selalu mengalir dalam dada setiap jiwa. Jika perbedaan itu adalah sesuatu yang tidak terhindarkan, maka biarlah saat berhadapan dengan Tuhan, semua perbedaan itu pun hilang, bertukar dengan sebuah MAQOM yang hanya dikenal oleh Alloh saja. Wahai ummat Manusia, sesungguhnya Kami telah menjadikan kalian dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan mengadakan untukmu bangsa-bangsa serta suku-suku, supaya kalian saling kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Alloh derajatnya, adalah yang paling bertaqwa di antara kalian. (QS. Al Hujurat 13) Jika perbedaan disikapi dengan lapang dada, penuh kekeluargaan, semangat untuk saling mengenal, maka semua persoalan negara ini bisa selesai dalam 1 hari. ! Muttaqien Kholilulloh, 16 April 2014 pukul 02.00

!

31

!

32

MENGANTAR KAN RAKYAT INDONESIA MENUJU ADIL MAKMUR DALAM 2 TAHUN

!

33

PENGANTAR Pembangunan di Indonesia mestilah dilakukan bertahap. Step by step. Tidak dapat dilakukan sekaligus. Dan ini sudah dibuktikan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra yang telah sukses membangun rakyatnya menuju adil makmur hanya dalam 2 tahun saja. Rencana mengantarkan Indonesia Makmur ini bukan main-main, ini adalah program serius, sangat serius, bahkan sangat-sangat serius sekali. Ini bukan khayalan, mimpi di siang bolong apalagi sebuah dongeng. Ini nyata. Realita. Serius. Sekali lagi ini serius bukan main-main. Maka yang terlibat dalam rencana ini adalah orang-orang yang serius, bukan yang hobby bermain-main, bukan pula pemalas, bukan pula yang hanya bisa mengkhayal, namun mereka yang benar-benar ingin bekerja, tidak mengharapkan tanda jasa, pujian apalagi sanjungan. Maka buku panduan ini saya susun untuk dilaksanakan, sebagai frame dalam bekerja, bingkai untuk membawa negeri ini adil dan makmur. Hanya Alloh lah yang membalas kebaikan semua yang terlibat dalam pekerjaan ini. Kita tidak berbicara lagi dari mana latar belakang mereka, agama mereka, ! 34

kelompok mereka, ideologi mereka, target kita jelas sejelas siang bolong. Seterang cahaya matahari di tengah siang hari. Rakyat sudah bosan dengan segala pembicaraan politik, rakyat ingin makmur. Sejahtera. Adil dalam naungan ridho Ilahi. MERDEKA!!! DARI MANA KITA MEMULAINYA? Tentu saja langkah awal yang mesti kita lakukan adalah melakukan mobilisasi kekuatan elemen bangsa ini, dari mana saja, siapa saja yang mau bekerja, ikhlas dan tulus, siang dan malam, tanpa kenal istrirahat, tanpa kenal lelah, terus menerus berjuang, tanpa meminta bekal kepada penguasa, melainkan hanya kepada Tuhan Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Yang Perbendaharaan Tuhan itu tak terbatas jumlahnya (UNLIMITED). Kalau negara ini masih terbatas, namun kekayaan APBT (Anggaran Pendapatan Belanja Tuhan) tidak ada ujungnya, tak terbatas. Berapapun yang diminta, akan datang, dan terus datang, tanpa kenal henti. Inilah keyakinan awal yang mesti ditanamkan terlebih dahulu oleh tim yang menjalankan tugas mulia ini. KITA MESTI MENEMUKAN USMAN BIN ! 35

AFFAN DAN ABDURRAHMAN BIN AUF Dua manusia yang sudah bosan dengan uang, Usman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf mesti kita temukan dalam lautan 245 juta rakyat Indonesia hari ini. Apakah masih ada manusia di Indonesia ini yang ‘KEMARUK’ untuk bersedekah? Jawabannya ada! Dan tentu saja ada. Alloh tentu selalu menyediakan obat dari penyakit, dan selalu menyediakan solusi dari setiap masalah. Jika kita bisa menemukan 20 orang seperti Usman bin Affan dan 20 orang seperti Abdurrahman bin Auf di negeri ini, maka persoalan bangsa ini dari awal sudah selesai. Ya, langkah awal mengantarkan rakyat di negeri ini makmur sudah selesai. Sebagai persiapan awal 40 Trilyun dari 40 orang itu sudah mencukupi, toh nanti Alloh akan menambah jumlah itu dengan sendirinya. Dan jumlah 40 Trilyun itu adalah jumlah perdana untuk tim ini bergerak secepat kilat di seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke. Seluruh Indonesia sudah mesti mendengarkan gaung yang kita kumandangkan. Tak boleh ada satupun yang terlewatkan, tak boleh ada satu desa pun yang terlewatkan. Tidak boleh ada!

!

36

Karena siapapun yang ada di dalam negara ini adalah rakyat Indonesia yang berhak untuk memperoleh kehidupan yang makmur sejahtera. Dan itu dimulai dari Tim yang merintis ini. Kita mesti cabut ‘KONTRAK MISKIN’ dalam diri para Tim yang terlibat di dalam rencana ini. Bagaimana kita bisa mengajak Indonesia ini makmur, sedangkan orang yang menyampaikannya saja miskin, melarat, compang-camping. ZAKAT SUDAH MENJAWAB PERMASALAHAN KITA Alloh telah memberikan kepada kita berkah yang tak terhingga, tak terhitung. Dan berjah itu ada di dalam zakat. Zakat lah yang telah mengantarkan negeri-negeri di zaman Rasulullah saw hingga Khulafaur-Rasyidin dan Umar bin Abdul Azis ra berlimpah penuh makmur. Mengapa kita buta akan sejarah? Soekarno sudah mengatakan berkali-kali, “JASMERAH!!” Jangan sekali-kali kalian melupakan sejarah!!!” Lupakah kita, bahwa Umar bin Abdul Azis ra, yang pemerintahannya hanya 2 tahun saja, namun rakyat sudah menolak untuk menerima zakat. Mengapa mereka menolak ! 37

zakat? Jawabannya karena sudah makmur. Ya Jelas dong! Masak ada rakyat menolak uang emas? Rakyat seperti apa itu kalau bukan rakyat yang sudah makmur? Sejahtera. Adil. Sehat lahir dan batin. Di dalam zakat ada hak untuk Amil zakat. Kitalah sang Amil. Petugas yang membagikan zakat. Darimanakah uang zakat itu? Dari ummat. Kembali ke ummat lagi. Kita akan kosongkan saldo lembaga zakat yang kita urus. Setiap ada uang masuk, kita kosongkan. Untuk apa uang zakat ummat disimpansimpan? Toh Alloh pasti akan menggantinya, karena Alloh punya perbendaharaan UNLIMITED. Tak ada batas. Karena jika penduduk negeri Indonesia ini beriman, yakin kepada janji Tuhan dan bertaqwa, bertaubat, bersedeqah, menahan amarah, saling memaafkan dan berbuat baik, pasti Alloh kucurkan dari langit dan bumi pintu-pintu keberkahan. Bayangkan saja pintu langit ukurannya seperti apa. Tentu saja yang ada di bumi ini pasti kewalahan menerimanya, saking terlalu banyak.

Jikalau sekiranya penduduk
! 38

negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’raaf (7): 96)
BAGAIMANA SISTEM INI BEKERJA DAN BERJALAN DENGAN SEMPURNA TANPA CACAT? Pasti banyak orang bertanya kepada saya, bagaimana persoalan sosial yang besar menimpa bangsa ini dapat selesai dalam 2 tahun? Apakah Anda gila? Saya justru balik bertanya, yang gila itu Anda atau saya? Saya hanya berpegang kepada janji Tuhan. Apakah Anda meragukan janji Sang Maha

!

39

Raja di Raja di kaki langit ini? Jika Anda meragukan kemampuan Tuhan, meragukan janji Tuhan, maka Anda sebaiknya jangan percaya kepada Tuhan yang selalu Anda sembah. Anda fikir Tuhan itu lemah? Anda fikir Tuhan itu tidak mendengar? Anda fikir Tuhan itu buta dengan masalah yang kita alami? Sesungguhnya bukan Tuhan tidak melihat apa yang kita perbuat, namun kita lah yang buta akan apa yang Tuhan bisa perbuat! Saya melihat ketololan manusia yang mengaku pintar hari ini, mereka mencari solusi diluar wahyu. Apakah otak Anda sudah demikian hebat daripada wahyu? Tidakkkah Anda tahu siapakah yang mengantarkan wahyu dan siapakah yang menerima wahyu tersebut. Tentu saja yang menerima dan mengantarkan wahyu sudah tahu akan solusi dari segala permasalahan dimana wahyu itu diturunkan. Tidak mungkin Tuhan salah alamat. Salah memberi petunjuk. Salah memberikan kepada yang akan menerima wahyu ini. ! 40

Itu tidak mungkin! Mustahil! Lalu dimana solusi persoalan sosial yang sudah laksana benang kusut ini? Jawabannya semua sudah ada, didalam alokasi zakat itu sendiri. Mengapa kita mesti capek-capek memikirkan siapa yang akan menerima zakat ini, semuanya sudah disiapkan oleh Alloh, sudah diatur alokasinya, kita tinggal jalan koq. Tinggal jalan koq malah repot? Yang repot kalau kita tidak percaya dengan janji Tuhan yang sudah ada dalam ayat-ayat-Nya.

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orangorang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang
! 41

berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah (9):60)
Inilah benang kusut masalah sosial yang mendesak untuk memperoleh prioritas penyakuran zakat : 1. FAKIR 2. MISKIN 3. PENGURUS ZAKAT 4. PARA MU’ALLAF YANG DIBUJUK HATINYA 5. UNTUK MEMERDEKAKAN BUDAK 6. ORANG YANG BERHUTANG 7. MEREKA YANG BERJUANG DI JALAN ALLOH 8. DALAM PERJALANAN

!

42

Adakah solusi yang lebih indah dan sempurna tanpa cacat dalam menyelesaikan masalah sosial di masyarakat kita hari ini selain zakat. Inilah resep yang dipakai oleh Umar bin Abdul Azis, Khulafaur Rasyidin, Nabi Muhammad saw, sehingga rakyat di zaman beliau berada dalam kondisi adil, makmur, aman dan sejahtera. Jika semua orang lapar sudah kenyang, masih adakah yang mencuri? Jika semua yang miskin sudah dicukupi kebutuhannya, masih adakah pengemis? Jika semua kepala keluarga bekerja untuk mengumpulkan dan membagikan zakat, masih adakah pengangguran? Jika semua TKI di luar negeri yang terjerat trafickking ditebus dengan zakat, masih adakah perbudakan manusia sesama manusia? Jika mereka yang berhutang kita selamatkan dari jeratan hutang, masih adakah manusia yang stress takut keluar rumah karena diuber penagih hutang? Jika mereka yang bekerja menjadi da’i, Imam, Bilal, Fardhu Kifayah, Guru-guru sekolah, dosen, dan siapa saja yang mengajar manusia, mencerdaskan orang lain, memberikan pelayanan kesehatan kepada orang banyak, mengurusi kepentingan untuk keselamatan orang banyak, kita bantu dengan zakat diluar ! 43

gaji mereka, masih adakah manusia yang kekurangan penghasilan dalam hidup ini? Jika mereka yang bepergian kemanapun di muka bumi ini, untuk menuntut ilmu, untuk bertemu sanak famili, untuk sebuah tugas yang mulia bagi kepentingan bangsa ini ditanggung dari zakat, masih adalah manusia yang memang berprestasi yang tidak bisa mencapai cita-citanya? Alloh telah memberikan jawabannya. Jawaban dari semua persoalan sosial kita. Kita saja yang masih ragu dan menganggap apa yang diberikan Tuhan masih penuh kekurangan. Inilah salah satu bentuk ketololan kita yang tidak pandai, tidak jeli dalam membaca tanda-tanda, ayat-ayat, rambu-rambu, petunjuk-petunjuk yang telah diberikan oleh Alloh swt. Dan ada satu lagi penyakit kita, tidak cermat membaca bahwa apa yang disediakan di alam ini tidak ada yang sia-sia. Semuanya memiliki manfaat. Ditambah lagi kebiasaan kita yang enggan meminta kepada Tuhan. Lengkap lah sudah kemunduran kehidupan ! 44

kita.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orangorang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci
! 45

Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (QS. Ali Imran (3) : 190-191)
SAYA BERHARAP ANDA MENGIKUTI SAYA SELEPAS MEMBACA TULISAN INI Tidak ada yang satupun yang saya tunggu melainkan datangnya orang-orang yang membaca tulisan saya ini, lalu mereka menyatakan dirinya siap untuk berada bersama kami untuk menjalankan program ini dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Saya menuliskan ini semua dengan serius, sangat serius, Ini bukan khayalan, igauan di siang bolong apalagi cuma mimpi-mimpi indah belaka. Semua ini adalah amanah yang mesti ditunaikan. Amanah untuk menjadikan bumi ini makmur-semakmur-makmurnya. Hanya mereka yang mengatakan ini hanya isapan jempol belaka yang tidak mau bergabung dengan urusan ini.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang
! 46

beriman di antara kamu dan mengerjakan amalamal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka
! 47

tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orangorang yang fasik. (QS. An Nuur (24):55)
Kita tidak akan meragukan janji Alloh kepada kita, bahwa kita pasti akan memimpin dunia ini untuk kesekian kalinya, karena sesuai dengan janji Rasulullah saw, bahwa inilah era dimana, ummatku akan memasuki fase terakhir, Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah. Kita harus bersiap-siap menjadi Ustadziyatul A’lam, Guru bagi seluruh manusia di dunia ini. ! Muttaqien Khalilulloh, 18 April 2014 pukul 17.20
! 48

!

49

WAKTU ANTARA QIYAMUL LAIL DAN SHOLAT SHUBUH
Ada waktu-waktu emas di dalam kehidupan ini, waktu-waktu dimana doa tidak ditolak, waktu-waktu yang sangat berat, sehingga bersedekah di waktu itu terbilang sangatlah berat, apalagi menegakkan sholat malam dan sholat shubuh berjamaah di masjid. Waktuwaktu emas ini sudah banyak ditinggalkan oleh kader dakwah. Malam-malam mereka ‘bolong’, polos, kosong. Padahal di saat-saat penghujung malam menjelang shubuh inilah,

!

50

Alloh swt turun, para malaikat tentu saja turun dalam jumlah yang tak terhitung, sebab Alloh swt saja sampai mesti turun, hanya untuk mendengar dan menyaksikan, siapakah hamba-hamba-Ku yang cintanya sedemikian kuat kepada-Ku, yang cintanya sanggup menggeser empuknya kasur-bantal, hangatnya selimut, sejuknya AC dan dinginnya udara malam yang menusuk tulang. Sanggupkah hamba-hamba-Ku yang katanya telah mengikat janji kepada-Ku itu bangun? Dimanakah generasi Muzammil dan Muddatssir itu kini berada, dimanakah tangan-tangan murid Rahmat Abdullah yang bersedekah sembunyi-sembunyi di Shubuh hari itu, sehingga manusia pun tak sadar siapa yang mengantarkan sedekah ke pintu rumah para kader? Ataukah mereka lebih menikmati SMS bersama kekasih gelap, atau ber-SMS ria bersama akhwat yang katanya akan menjadi calon istrinya, padahal belum tentu itu terjadi, sebab kematian bisa saja mengintainya esok hari, ataukah ia ber-update ria bersama facebook dan twitter-nya, sementara dia lalai meng update bacaan Quran-nya, meng update Qiyamul Lail nya, meng update Sholat Shubuhnya. Lihatlah acara mabit kader hari ini, sepi peminat dan pengunjung, hanya absen dan setor wajah semata. Wadah di hati telah ! 51

mengering, dosa telah menumpuk, air mata enggan mengucur, ingatan akan maut demikian minim, ziarah kubur sudah dibenci, mengingat akhirat, melakukan muhasabah diri sudah tak masuk agenda inti. Bukankah Umar bin Abdul Azis setiap malam mengumpulkan para ulama untuk mengingat maut, mereka menangis dalam majelis yang digelar khalifah tiap malam. Berubah lah pembicaraan rakyat, yang tadinya persoalan dunia, selama dipimpin oleh Sulaiman bin Abdul Malik, menjadi, trending topic : Sudah berapa rakaat Qiyamul Lail mu? Sudahkah engkau tilawah? Sudahkah engkau bersedekah? Sebuah negeri yang berubah dalam waktu singkat, makmur dalam 2 tahun. Hingga saat kematian beliau, Paus di Roma pun berkomentar, “Aku tidak heran dengan manusia yang menahan dirinya dari dunia, sedangkan dunia jauh darinya. Namun aku heran dengan manusia yang dunia ada di kakinya, dan dia bersabar dengannya. Itulah Umar bin Abdul Azis. Sungguh kitalah yang lebih pantas untuk memimpin dunia ini. Mengurus kepentingan rakyat di dunia ini, karena kita memiliki sejarah emas yang ditulis dengan tinta emas. Sebuah sejarah gemilang, sejarah kejayaan Islam, yang dibangun hanya dalam 2 tahun, mengantarkan dunia Islam, rakyat dan siapa yang ada di dalamnya, aman, adil, sejahtera, ! 52

terlindungi, aman. Itulah takdir yang pasti terjadi di penghujung zaman ini. Sebuah janji dari Rasulullah saw, bahwa ummatku, akan memasuki kembali Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah. Dari Hudzaifah bin Al Yaman RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : “Adalah
Kenabian (nubuwwah) itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang menempuh jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Kekuasaan yang menggigit (Mulkan ‘Aadhdhon), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Kekuasaan yang memaksa (diktator) (Mulkan Jabariyah), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam.” (Musnad Ahmad, Juz IV, hlm, 273, nomor hadits 18.430. Hadits ini dinilai hasan oleh Nashiruddin Al Albani, Silsilah Al Ahadits Al Shahihah, 1/8; dinilai hasan pula oleh Syaikh Syu’aib Al Arna’uth, dalam Musnad Ahmad bi Hukm Al Arna’uth, Juz 4 no hadits 18.430; dan dinilai shahih oleh Al Hafizh Al ‘Iraqi dalam Mahajjah Al Qurab fi Mahabbah Al ‘Arab, 2/17). ! Muttaqien Khalilulloh, 19 April 2014 Pukul 10.40 WIB

!

53

BIODATA PENULIS
Penulis dengan nama pena Muttaqien Khalilulloh ini lahir di Bumi Khatulistiwa, 10 Januari 1972, dari orang tua Hj. Habibah Ismail dan H. Anwar Manaf. Darah keislaman yang kental mengalir dari kakek beliau yang juga seorang Ulama, Abdul Manaf (Guru Manaf) Pendiri Perguruan Islamiyah, Kampung Bangka, Pontianak, sekaligus orang pertama yang mendapatkan percikan dakwah Muhammadiyah yang dibawa oleh para muballigh dari Sumatera Barat. Pria yang asli kedua orang tuanya dari Minangkabau ini, Ayah dari Painan, Ibu dari Matur, Bukittinggi ini memiliki perhatian yang tinggi akan persoalan rakyat Indonesia hari ini, disamping menulis buku, beliau juga adalah muballigh, penceramah, khatib yang sudah berkeliling di 4 Provinsi, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Jogjakarta dan Kalimantan Barat. Amanah yang diemban hari ini adalah sebagai Ketua JPRMI (Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Wilayah Kalimantan Barat, Bidang Pembinaan Ummat, Dewan Pengurus Wilayah Kalimantan Barat. Untuk menghubungi beliau dapat melalui e-mail. gunturkoe1972@gmail.com

!

54

BAHAN BACAAN
BUKU Al-Quranul Karim Biografi BJ Habibie, A. Makmur Makka Biografi Khulafaur-Rasyidin Delivering Happiness, Tony Hsieh Fiqhus Zakat, Yusuf al-Qaradhawy If You Think You Can, You Can, DR. DJ Schwartz Manhaj Haroki, Syaikh Munir Muhammad Al Gadban Revolusi 13, Sarli Rahman Revolusi Belum Selesai, Asvi Warman Risalah Pergerakan, Hasan al-Banna Sejarah Islam, Qasim A. Ibrahim Shahih Bukhari dan Muslim Sirah Nabawiyah, Al Mubarakfuri Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam Tazkiyatun Nafs, Said Hawwa Transportasi Pro Rakyat, Edie Haryoto MAJALAH Hidayatullah National Geographic Sabili SWA Tempo Waqfah

!

55

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful