You are on page 1of 4

JENIS JENIS TANAH

HTTP://INDOAGROW.WORDPRESS.COM/2012/02/10/JENIS-JENIS-TANAH/ FEBRUARI 10, 2012 4 KOMENTAR

JENIS JENIS TANAH Indonesia adalah negara kepulauan dengan daratan yang luas dengan jenis tanah yang berbeda-beda. Berikut ini adalah macam-macam / jenis-jenis tanah yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1. Tanah Humus Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. Tanah humus berwarna kecoklatan dan cocok untuk tanaman kelapa, nanas, dan padi. Tanah jenis ini banyak terdapat di P. Sumatra, Sulawesi, Jawa Barat, Kalimantan, dan Papua.

2.

Tanah Pasir

Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.

3.

Tanah Alluvial / Tanah Endapan / Tanah Aluvium

Merupakan jenis tanah yang umumnya terdapat di sepanjang aliran sungai, sifat tanah ini sangat dipengaruhi oleh material yang dikandung oleh sungai yang melaluinya. Tanah aluvium adalah tanah hasil erosi yang diendapkan di dataran rendah. Ciri-ciri tanah aluvium adalah berwarna kelabu dan subur. Tanah ini cocok untuk tanaman padi, palawija, tebu, kelapa, tembakau, dan buah-buahan. Tanah jenis ini banyak terdapat di Sumatra bagian Timur, Jawa bagian utara, Kalimantan bagian barat dan selatan, serta Papua utara dan selatan.

4.

Tanah Podzolit

Tanah podzolit adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin.

Tanah ini terbentuk akibat pengaruh curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podzol bercirikan miskin unsur hara, tidak subur, dan berwarna merah sampai kuning. Tanah ini baik untuk tanaman kelapa dan jambu mete. Tanah podzol banyak dijumpai di daerah pegunungan tinggi Sumatra, Jabar, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.

5.

Tanah Vulkanik / Tanah Gunung Berapi/Andosol

Tanah vulkanis adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur mengandung zat hara yang tinggi. Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi.

6.

Tanah Laterit

Tanah laterit adala tanah hasil pencucian sehingga kurang subur, kehilangan unsur hara, dan tandus. Tanah ini awalnya subur namun karena zat haranya dilarutkan oleh air maka menjadi tidak subur. Warna tanah ini kekuningan sampai merah. Tanah ini baik untuk kelapa dan jambu mete. Tanah jenis ini banyak terdapat di Jawa Tengah, Lampung, Jabar, Kal-Bar, dan Sulawesi Tenggara.

7.

Tanah Gambut / Tanah Organosol

Adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan makhluk hidup yang umumnya terdapat di rawa, tanah ini kurang subur karena memiliki kadar keasaman yang rendah serta rendahnya jumlah unsur hara yang dikandungnya, selain itu tingkat drainase dari tanah ini sangat rendah sehinggga tanah ini kurang cocok digunakan untuk pertanian Contoh : rawa Kalimantan, Papua dan Sumatera.

8.

Tanah Grumusol

Merupakan jenis tanah berwarna kelabu hingga hitam yang mempunyai sifat liat, kadar keasaman yang dimilikinya umumnya basa sampai dengan netral, pada musim kemarau tanah ini akan tampak seperti tanah pecah akibat penyinaran matahari.

9. Tanah Litosol Merupakan jenis tanah yang masih muda yang terdapat di daerah dangkal (sekitar 45 cm) dibawah permukaan tanah, seperti namnya jenis tanah ini umumnya berbentuk seperti batuan padat Tanah litosol adalah tanah hasil pelapukan batuan beku dan batuan sedimen yang baru terbentuk sehingga butirannya besar. Ciri-ciri tanah ini yaitu miskin unsur hara dan mineralnya masih terikat pada butiran yang besar. Tanah litosol kurang subur sehingga hanya cocok bagi tanaman-tanaman besar di hutan. Tanah litosol banya terdapat di P. Sumatra, Jawa Tengah dan Timur, Nusa Tenggara, Maluku selatan, dan Papua.

10. Tanah Regosol Merupakan jenis tanah yang berasal dari erupsi gunung berapi, tanah ini memiliki butiran yang agak kasar, berwarna keabuan, dan bersifat subur, karena karakteristik yang dimilikinya, tanah ini cocok digunakan untuk pertanian tanaman palawija (seperti jagung), tembakau, dan buah-buahan. Jenis tanah ini banyak terdapat di P. Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara.

11. Tanah Latosol Merupakan jenis tanah yang berwarna merah yang umumnya terdapat pada lapisan dalam, jenis tanah ini sangat baik dalam menyerap air. Tanah ini cocok untuk tanaman palawija, padi, kelapa, karet, kopi, dll. Jenis tanah ini banyak terdapat di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bali, Jawa, Minahasa, dan Papua.

12. Tanah Kapur Renzina Tanah ini merupakan hasil pelapukan batuan kapur di daerah dengan curah hujan tinggi. Ciri tanah ini yaitu berwarna hitam dan miskin zat hara. Tanah renzina banyak terdapat di daerah berkapur seperti Gunung Kidul (Yogyakarta).

14. Tanah Kapur Mediteran Merupakan hasil pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen. Warna tanah ini kemerahan sampai coklat. Terdapat di daerah : Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tanah jenis ini meski kurang subur namun cocok untuk tanaman palawija, jati, tembakau, dan jambu mete.

sumber: http://www.facebook.com/groups/asosiasipepayaindonesia/doc/232110093525327/