You are on page 1of 12

Analisis Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi ASEAN Economic Community 2015

Sebagai salah satu dari tiga pilar utama ASEAN community 2015, ASEAN Economic Community yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu bersaing dengan Negara-negara yang perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi Negara ASEAN saat ini. Selain itu juga dengan terwujudnya ASEAN Community yang dimana di dalamnya terdapat AEC, dapat menjadikan posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah Internasional, kami mengharapkan dengan dengan

terwujudnya komunitas masyarakat ekonomi ASEAN ini dapat membuka mata semua pihak, sehingga terjadi suatu dialog antar sektor yang dimana nantinya juga saling melengkapi diantara para stakeholder sektor ekonomi di Negara-negara ASEAN ini sangat penting. Misalnya untuk infrastruktur, jika kita berbicara tentang infrastruktur mungkin Indonesia masih sangat membutuhkan , baik itu berupa jalan raya, bandara, pelabuhan, dan lain sebagainya. Dalam hal ini kita dapat memperoleh manfaat dari saling tukar pengalaman dengan anggota ASEAN lainnya. Jika dilihat dari sisi demografi Sumber Daya Manusia-nya, Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community ini sebenarnya merupakan salah satu Negara yang produktif. Jika dilihat dari faktor usia, sebagian besar penduduk Indonesia atau sekitar 70% nya merupakan usia produktif. Jika kita lihat pada sisi ketenaga kerjaan kita memiliki 110 juta tenaga kerja (data BPS, tahun 2007) , namun apakah sekarang ini kita utilize dengan tenaga kerja kita yang berjumlah sekitar 110 juta itu. Untuk itu kita harus mampu meningkatkan kepercayaan diri bahwa sebetulnya apabila kita memiliki kekuatan untuk bisa bangkit dan terus menjaga kesinambungan stabilitas ekonomi kita yang sejak awal pemerintahan Presiden Soesilo Bamabang Yudhoyono ini terus meningkat, angka kemiskinan dapat ditekan seminim mungkin, dan progres dalam bidang ekonomi lainnya pun mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Dengan hal tersebut banyak sekali yang bisa kita wujudkan terutama dengan merealisasikan ASEAN Community 2015 nanti. Menurut kami stabilitas ekonomi Indonesia yang kondusif ini merupakan sebuah opportunity dimana Indonesia akan menjadi sebuah kekuatan tersendiri, apalagi dengan sumber daya alam yang begitu besar, maka akan sangat tidak masuk akal apabila kita tidak bisa berbuat sesuatu dengan hal tersebut.

perdamaian dan kemakmuran bersama di kawasan. misalnya. pengangguran kecil tingkat kemiskinan berkurang melalui upaya penanggulangan kemiskinan yang kongkrit. Kami menyimpulkan bahwa mengenai Kesiapan Indonesia dalam menyongsong ASEAN Economic Community. jasa. memberlakukan liberalisasi tenaga kerja profesional papan atas. posisi Indonesia sebagai Chair dalam ASEAN pada tahun 2011 ini berdampak sangat baik untuk menyongsong terealisasinya Asean Economic Community. ASEAN Security Community. Berkaca pada salah satu statement ASEAN Community bahwa “Masyarakat ASEAN 2015 adalah Warga ASEAN yang cukup sandang pangan. ASEAN Socio-Cultural Community dengan tujuan terciptanya stabilitas. insinyur. Integrasi ekonomi regional memang suatu kecenderungan dan keharusan di era global saat ini. seperti dokter. ASEAN Economic Community (AEC) sebenarnya merupakan bentuk integrasi ekonomi yang sangat potensial di kawasan maupun dunia. bisa dikatakan siap. modal dan investasi akan bergerak bebas di kawasan ini. akuntan dsb.Melihat kondisi ekonomi Indonesia yang stabil dan mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Dari dalam negeri sendiri Indonesia telah berusaha untuk mengurangi kesenjangan ekonomi Kesenjangan antara Pemerintah Pusat dengan daerah lalu mengurangi kesenjangan antara pengusaha besar dengan UKM dan peningkatan dalam beberapa sektor yang mungkin masih harus didorong untuk meningkatkan daya saing. ASEAN pada awalnya hanyalah sebuah organisasi regional yang bentuk kerjasamanya loose atau tidak longgar. Pada awalnya ASEAN Community ini akan diwujudkan pada tahun 2020. cukup lapangan pekerjaan. ASEAN Economic Community. Selain itu. Skema AEC 2015 tentang ketenagakerjaan. namun dengan adanya ASEAN Charter maka Negara-negara ASEAN ini membentuk suatu masyarakat ASEAN yang mempunyai tiga pilar utama yaitu. Hal ini menyiratkan aspek persaingan yang menyodorkan peluang sekaligus tantangan bagi semua negara.” Pemerintah Indonesia sampai dengan pada saat ini terus berusaha untuk mewujudkan Masyarakat Indonesia itu sendiri Makmur dan berkecukupan sebelum memasuki AEC kelak. dapat dilihat dari keseriusan pemerintah dalam menangani berbagai masalah pada bidang ekonomi baik itu masalah dalam negeri ataupun luar negeri. Celakanya tenaga kerja kasar yang merupakan “kekuatan” Indonesia tidak . namun di percepat menjadi tahun 2015 yang mana tinggal 5 tahun lagi. Barang.

di samping jumlah penduduknya terbesar yang dapat menyediakan tenaga kerja murah. Malaysia dan Thailand. Hal tersebut karena buruknya infrastruktur ekonomi. Namun kekayaan sumber alam Indonesia yang tidak ada duanya di kawasan. Masyarakat bisnis Indonesia diharapkan mengikuti gerak. . Singapura. Pilipina) cukup besar yaitu 13.termasuk dalam program liberalisasi ini. irama kegiatan diplomasi dan memanfaatkan peluang yang sudah terbentuk ini. kalau tidak segera dimanfaatkan. masih berdampak rendahnya pertumbuhan investasi baru (khususnya arus Foreign Direct Investment) atau semakin merosotnya kepercayaan dunia usaha. Tantangan Indonesia kedepan adalah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan keseharian masyarakatnya. Pertama. Semoga seluruh masyarakat Indonesia kita ini bisa membantu untuk mewujudkan kehidupan ekonomi dan sosial yang layak agar kita bisa segera mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN. merupakan local-advantage yang tetap menjadi daya tarik kuat. Percepatan investasi di Indonesia tertinggal bila dibanding dengan negara ASEAN lainnya. cenderung dibatasi pergerakannya di era AEC 2015. ekonomi biaya tinggi dan lain-lain. pangsa ekspor Indonesia ke negara-negara utama ASEAN (Malaysia. jika tidak ingin menjadi sekedar pelengkap di AEC 2015. Diplomasi Indonesia tidak mungkin harus menunggu kesiapan di dalam negeri. instabilitas makro-ekonomi. Peluang yang sudah terbuka ini. Menuju tahun 2015 tidaklah lama. Keberhasilan tersebut harus didukung oleh komponen-komponen lain di dalam negeri. yang pada gilirannya menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. ketidakpastian hukum dan kebijakan. Sisa krisis ekonomi 1998 yang belum juga hilang dari bumi pertiwi.9% (2005) dari total ekspor. Kita harus segera berbenah diri untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang kompetitif dan berkulitas global. Pemerintah tidak bisa menunda lagi untuk segera berbenah diri. Sudah siapkah kita akan Tantangan dan peluang bagi kalangan profesional muda kita untuk tidak terbengong-bengong menyaksikan lalu-lalang tenaga asing di wilayah kita?. Ada tiga indikator untuk meraba posisi Indonesia dalam AEC 2015. Thailand. Dua indikator lainnya bisa menjadi penghambatyaitu menurut penilaian beberapa institusi keuangan internasional .daya saing ekonomi Indonesia jauh lebih rendah ketimbang Singapura. kita akan tertinggal. Justru tenaga kerja informal yang selama ini merupakan sumber devisa non-migas yang cukup potensional bagi Indonesia. karena proses ini juga diikuti gerak negara lain dan hal itu terus bergulir.

dan apabila Indonesia tidak mampu menyelesaikan berbagai permasalahan ini maka dipastikan CAFTA tidak akan memberikan manfaat signifikan bagi Indonesia. walaupun prosesnya berbeda : dulu sangat lambat sedangkan sekarang ini sangat pesat dan di masa depan akan . Singapura. atau pada tingkat regional seperti NAFTA. EU. Laos. ACP-EU. terutama berhubungan dengan liberalisasi ekonomi dunia. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Pesatnya teknologi informasi telah mendorong globalisasi dunia dalam berbagai hal. CAFTA (China ASEAN Fee Trade Agreement) merupakan kesepakatan perdagagangan regional antara RRT dan Negara-negara ASEAN (Indonesia. dan terakhir kesiapan masyarakat Indonesia dalam menghadapi CAFTA. kedua. Malayasia. Kamboja. Philipina. DR-AFTA. ketiga ketersediaan komoditas Indonesia yang masuk dalam konsensus CAFTA. dan Januari 2015 untuk ASEAN 4. Vietnam. sekalipun CAFTA ini merupakan langkah maju pemerintah untuk menghadapi perdagangan bebas dunia. Perdagangan global-regional ini menjadi keharusan bagi setiap negara untuk eksis di masa mendatang atau setidak-tidaknya untuk menghindari kejamnya perputaran baling-baling globalisasi. ketersediaan suprastruktur dan infrastruktur yang menjadi kewajiban pemerintah. maka sudah dipastikan negara tersebut pada akhirnya akan hancur dan terisolir. AFTA dan yang terakhir CAFTA. Myanmar. Namun demikian. kesiapan para entrpreneurship Indonesia menghadapi CAFTA. Bisa dibayangkan. Thailand. dan tidak mempersiapkan diri. terdapat berbagai permasalahan sehubungan dengan kondisi Indonesia saat ini. RUMUSAN MASALAH Permasalahan Indonesia dalam perdagangan bebas CAFTA ini antara lain : pertama. II. MERCOSUR.PELUANG DAN TANTANGAN INDONESIA DALAM CHINA-ASEAN FREE TRADE AGREEMENT (CAFTA) I. bila Indonesia atau salah satu negara di dunia ada yang tidak masuk dalam organisasi perdagangan global. Konsepsi Perdagangan Bebas Yang Tak Terelakkan Proses globalisasi telah terjadi sejak dahulu kala secara alamiah dan akan terus berlangsung. Globalisasi dunia telah mendorong lahirnya konsensus-konsesus baru dalam perekonomian global yang mendorong percepatan liberalisasi ekonomian dunia dalam konteks WTA. dan Brunei Darussalam) yang ditandatangani pada Juni 2004 dan berlaku penuh sejak Januari 2010 untuk ASEAN 6.

3. dan WT. 1. Sejumlah perusahaan dari negara ASEAN melakukan investasi di Indonesia untuk memanfaatkan skim CAFTA . Perbedaan ini disebabkan terutama oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghasilkan alat-alat komunikasi dan transportasi yang semakin canggih. namun informasi akan muncul sebagai penggerak pendulum. aman dan murah. Akibat globalisasi ini. A. WO. kelemahan. ANALISIS SWOT UNTUK IMPEMENTASI CAFTA DI INDONESIA Untuk memahami lebih jauh mengenai kesiapan dan apa yang harus dilakukan Indonesia dalam menghadapi CAFTA ini. 1. Selama periode 1999-2009 pertumbuhan ekspor produk industri mencapai 17. 2. Pada analisis ini didahului dengan identifikasi kekuatan. diantaranya Alvin Toffler (1980). Revolusi informasi yang sarat dengan teknologi akan membawa perubahan-perubahan di dalam kehidupan sehari-hari yang jauh lebih radikal daripada revolusi industri yang memerlukan waktu. Perkembangan teknologi transportasi dapat dengan mudah mengakomodir proses distribusi produk suatu negara ke negara lain hanya dalam waktu relatif singkat. Peranan China dan India sebagai negara tujuan utama ekspor semakin meningkat. Peluang. kami akan memaparkankannya melalui analisis SWOT. Kekuatan (strengths) Selama periode 1999-2007 Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan China. ST. akan terjadi kejutan-kejutan masa depan yang melahirkan revolusi baru. Kehidupan atau kegiatan ekonomi tidak lagi dipimpin oleh industri. III. Hal-hal tersebut yang kemudian mempermudah dan memperlancar proses terciptanya suatu sistem perdagangan internasional. Menurutnya akibat progres teknologi. Jadi dapat dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pendorong atau kekuatan utama proses globalisasi ekonomi. dan pasar yang sangat besar. Identifikasi Kekuatan. Informasi akan variasi produksi yang menjadi ciri khas suatu wilayah atau negara dapat dengan mudahnya tersampaikan kepada masyarakat wilayah atau negara lainnya. dan Ancaman. kemudian dilanjutkan dengan menetapkan kemungkinan-kemungkan strategi yang bisa diterapkan melalui analisis SO. Perkembangan teknologi dan teknologi informatika yang begitu pesat telah membawa dunia perdagangan kepada level yang lebih lanjut. perdagangan bebas menjadi mutlak yang mau tidak mau atau suka tidak suka harus dijalankan oleh negara-negara di dunia. peluang dan ancaman.3% per tahun.7% per tahun dan pertambangan 72. lahan.jauh sangat pesat lagi. dan pada akhirnya akan membawa dunia dalam wajah baru : masyarakat global lantaran kaburnya batas-batas wilayah dan negara. Peran dan kemajuan teknologi terhadap proses globalisasi seperti sekarang ini sebenarnya sudah diprediksi oleh sejumlah ahli sebelumnya. Kelemahan. biaya.

Peluang a. . 2.6% 2. Impor barang modal dan bahan baku penolong dari China meningkat pesat dengan pertumbuhan rata-rata tahunan masing-masing sebesar 49. pertumbuhan impor barang modal dari China sejak tahun 1999 – 2008 meningkat pesat dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 52. .3 miliar merupakan pasar besar yang sangat potensial.Dengan bahan baku penolong dan barang modal dari China yang lebih murah akan meningkatkan efisiensi dan daya saing produk yang diolah di Indonesia.4.Ekspor sejumlah produk asal Indonesia ke China mengalami peningkatan / penguatan seperti produk buah-buahan (56%). ex : sejak tahun 2005 terdapat berbagai relokasi basis produksi sepatu olahraga tujuan ekspor ke Indonesia. . contoh yang dibutuhkan saat ini adalah Crude Palm Oil (CPO). Peluang untuk relokasi basis produksi bagi perusahaan yang ingin keluar dari China. atau menjadikan Indonesia sebagai bagian dari RPN. Investasi RRT di Indonesia belakangan ini menyebar ke sektor infrastruktur dan manufaktur. yang memungkinkan Indonesia menjadi RBP. Terbukanya akses untuk mendapatkan bahan baku penolong yang lebih murah. sepatu (63%) dan pakaian (28%) untuk periode 2004 – 2008. Terbukanya akses untuk mendapatkan mesin-mesin produksi (barang modal) yang lebih murah. terutama faktor kenaikan upah buruh.2 %.4%. 3. Saat ini China mengalami tekanan kenaikan ongkos produksi. . pertumbuhan impor bahan baku penolong dari China sejak tahun 1999 – 2008 meningkat pesat dengan pertumbuhan ratarata tahunan sebesar 27. c. . Perluasan pasar ekspor bagi produk industri dalam negeri di Asean dan China.8% dan 24. d. Kelemahan Peran Impor dari China meningkat pesat. b.Jumlah penduduk China sebesar 1. sementara impor dari ASEAN cenderung stabil.Bahan baku penolong dan barang modal ini diolah oleh industri dalam negeri untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. Rata-rata harga produk dalam negeri tinggi dibanding China. investor akan melihat Indonesia sebagai salah satu tujuan relokasi basis produksi (salah satu alasannya dikarenakan Indonesia turut serta dalam CAFTA). keterbatasan China dalam memenuhi kebutuhan penduduknya merupakan peluang yang dapat diisi oleh produk dari Indonesia. 1.

sinkronisasi dan perbaikan peraturan. Pembenahan infrastruktur dan energi. Peningkatan kenaikan pendapatan indonesia mencapai sebesar US$ 6. 2.e. f. 2. 3. Peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) ke indonesia. (studi Asian Development Bank). Apabila industri dalam negeri tidak mampu bersaing.9 miliar. Pemacu percepatan perbaikan / peningkatan iklim usaha yang kondusif (perbaikan pelayanan publik. Perluasan akses pembiayaan dan pengurangan biaya bunga ( KUR. akan memberikan peluang kepada Indonesia sebagai host bagi investasi perusahaan-perusahaan tersebut. h. Apabila indonesia keluar dari CAFTA. 4. 5. Perusahaan di luar CAFTA yang bermaksud untuk mengekspor ke China. maka Indonesia tidak akan mendapatkan kenaikan pendapatan. perbaikan / peningkatan infrastruktur dan energi). g. Strategi 1 (SO) Penataan lahan dan kawasan industri 1. Ancaman Pasar domestik akan dibanjiri produk impor khususnya dari China (legal maupun illegal). Membangun kawasan ekonomi khusus (KEK). dapat menambah laju deindustrialisasi yang berakibat pada PHK 4. Peningkatan penerimaan PPN impor sebagai akibat penurunan Bea Masuk (BM). Akan memacu perubahan strategi pengusaha dari produsen (industri) menjadi pedagang. Kredit Ketahanan Pangan dan . namun demikian konsumen juga berkemungkinan untuk mendapatkan produk dengan kualitas tidak seperti yang diharapkan (rendah kualitasnya) – apabila standar dan pengawasan barang beredar tidak ditingkatkan. 1. Konsumen bisa memperoleh produk-produk murah. namun justru pendapatan Indonesia berkemungkinan menjadi negatif karena akan terkena diskriminasi tarif dari China. namun terbentur oleh tingginya bea masuk yang dikenakan. 4. Pemberian insentif (pajak maupun non pajak lainnya) 3. Sejumlah sektor khawatir menghadapi dampak negatif FTA (3% dari total tariff line) sehingga pemerintah dan bisnis membentuk tim bersama untuk mengkoordinasikan langkah-langkah secara komprehensif meningkatkan daya saing dan membicarakan ulang pelaksanaan CAFTA untuk beberapa sektor tersebut Strategi-strategi alternatif 1. Produk industri dalam negeri tidak akan mampu bersaing dengan produk China yang terkenal murah.

Pengetatan pengawasan penggunaan Surat Keterangan Asal barang (SKA) dari Negara Negara mitra FTA. lingkungan.Penerapan instrumen perdagangan yang diperbolehkan WTO (safeguard measures) terhadap industry yang mengalami kerugian yang serius (seriously injury) akibat tekanan impor (import surges) . Ingridien. kesehatan. 6.Kewajiban penggunaan label dan manual berbahasa Indonesia c.Meningkatkan pengawasan ketentuan impor dan ekspor dalam pelaksanaan FTA. 5. Penyederhanaan peraturan 8.dsb).Mengawasi efektifitas promosi penggunaan produksi dalam negeri (Inpres No 2 tahun 2009) .Mengalakkan program 100% Cinta Indonesia dan Industri Kreatif.Menerapkan Early Warning System untuk pemantauan dini terhadapkemungkinan terjadinya lonjakan impor. .Penerapan instrumen anti dumping dan countervailing duties atas importasi yang unfair b.Pengawasan awal terhadap kepatuhan SNI. Peningkatan kapasitas ketenagakerjaan 2.Energi. Perbaikan pelayanan publik (NSW. Peredaran barang di pasar Lokal . modal ventura. . Promosi penggunaan produksi dalam negeri . Pengawasan di Border . . Pembenahan sistem logistik. . security dsb. kadaluarsa. Label. Strategi 3 (ST) a. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. 3. PTSP/SPIPISE dsb) 7. Mengoptimalkan peluang pasar RRT dan ASEAN .Task Force pengawasan peredaran barang yang tidak sesuai dengan ketentuan perlindungan konsumen dan industri . keuangan syariah. Strategi 2 (WO) a.

Peranan China dan India sebagai negara tujuan utama ekspor semakin meningkat. Peran Impor dari China meningkat pesat. Penguatan peran perwakilan luar negeri (ATDAG/TPC) 2. Penanggulangan masalah dan kasus ekspor. Peningkatan peran LPEI dalam mendukung pembiayaan ekspor 4.7% per tahun dan pertambangan 72. Promosi Pariwisata. 1. Penguatan daya saing global 2. Strategi 4 (WT) Penggunaan Produk Dalam Negeri 1. Penguatan Ekspor 3. 2. Selama periode 1999-2007 Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan China. Promosi Pariwisata. 4. Impor barang modal dan bahan baku penolong dari China meningkat pesat dengan pertumbuhan rata-rata tahunan masing-masing sebesar 49.1. 3.6% 3. Tabel 1 : Analisis SWOT CAFTA SWOT ANALYSIS Strengths Weaknesses 1. Pengawasan SKA Indonesia 5. 4. sementara impor dari ASEAN cenderung stabil. Investasi RRT di Indonesia belakangan ini menyebar ke sektor infrastruktur dan manufaktur. yang memungkinkan Indonesia menjadi RBP. . Selama periode 1999-2009 pertumbuhan ekspor produk industri mencapai 17. Rata-rata harga produk dalam negeri tinggi dibanding China. perdagangan dan Investasi (TTI) 3. atau menjadikan Indonesia sebagai bagian dari RPN.3% per tahun.8% dan 24. Perdagangan dan Investasi. 2. Sejumlah perusahaan dari negara ASEAN melakukan investasi di Indonesia untuk memanfaatkan skim CAFTA 5.

7. 5. akan memberikan peluang kepada Indonesia sebagai host bagi investasi perusahaan-perusahaan tersebut. Kredit Ketahanan Pangan dan Energi. Peningkatan penerimaan PPN impor sebagai akibat penurunan Bea Masuk (BM).19. Pemberian insentif (pajak maupun non pajak lainnya) 4. Perusahaan di luar CAFTA yang bermaksud untuk mengekspor ke China. 3. 5.dsb). Terbukanya akses untuk mendapatkan bahan baku penolong yang lebih murah. sinkronisasi dan perbaikan peraturan. keuangan syariah. 6. Pembenahan sistem logistik. Terbukanya akses untuk mendapatkan mesin-mesin produksi (barang modal) yang lebih murah.90% Opportunities Strategi 1 (SO) Strategi 2 (WO) 1. 2. Peluang untuk relokasi basis produksi bagi perusahaan yang ingin keluar dari china. Pemacu percepatan perbaikan / peningkatan iklim usaha yang kondusif (perbaikan pelayanan publik. namun terbentur oleh tingginya bea masuk yang dikenakan. modal ventura. Perbaikan pelayanan publik (NSW. 3. 7. perbaikan/peningkatan infrastruktur dan energi).26% China 7. Membangun kawasan ekonomi khusus (KEK). Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Pembenahan infrastruktur dan energi. Peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) ke indonesia. Peningkatan kenaikan pendapatan indonesia mencapai sebesar US$ 6. Perluasan pasar ekspor bagi produk industri dalam negeri di Asean dan China. 4. Perluasan akses pembiayaan dan pengurangan biaya bunga ( KUR. 6. 8. Penataan lahan dan kawasan industri 2. Penyederhanaan peraturan . PTSP/SPIPISE dsb) 8. 1.9 miliar.

sisi lain ada kekhawatiran melahirkan pengangguran atau .Pengawasan di Border . Akan memacu perubahan strategi pengusaha dari produsen (industri) menjadi pedagang. KESIMPULAN Kebijakan CAFTA melahirkan 2 pandangan yang berlawanan. Pasar domestik akan dibanjiri produk impor khususnya dari China (legal maupun illegal). 4. Apabila industri dalam negeri tidak mampu bersaing. 3. Peningkatan kapasitas ketenagakerjaan . Konsumen bisa memperoleh produk-produk murah. dapat menambah laju deindustrialisasi yang berakibat pada PHK 5. Penguatan Ekspor 4. Penanggulangan masalah dan kasus ekspor. Pengawasan SKA Indonesia 6.9. 2. 6. Produk industri dalam negeri tidak akan mampu bersaing dengan produk China yang terkenal murah. satu sisi menyebutkan sebagai peluang bagi masyarakat Indonesia untuk lebih maju. 1. Penggunaan Produk Dalam Negeri 2. IV. perdagangan dan Investasi (TTI) 4. Promosi Pariwisata. Peningkatan peran LPEI dalam mendukung pembiayaan ekspor 1. 5. Mengoptimalkan peluang pasar RRT dan ASEAN 2. Perdagangan dan Investasi. Penguatan peran perwakilan luar negeri (ATDAG/TPC) 3. Promosi Pariwisata.Promosi penggunaan produksi dalam negeri Threats Strategi 3 (ST) Strategi 4 (WT) 1. Penguatan daya saing global 3. Sejumlah sektor khawatir menghadapi dampak negatif .Peredaran barang di pasar Lokal .

2. karena hal ini akan berdampak baik bagi perekonomian Indonesia. Kalangan dunia usaha harus lebih inovatif menciptakan produk-produk baru yang lebih marketable dan berdaya saing tinggi.menjadi buruh para pengusaha asing. Pemerintah melalui berbagai kebijakan harus melindungi dan memberikan insentif bagi dunia usaha agar mampu bersaing di pasaran dunia khususnya CAFTA.wordpress. Dalam tulisan ini kami mencoba melihat dari perspektif analisis SWOT. 3. Sumber : kemassmmumj. 4. CAFTA adalah langkah positif pemerintah sebagai antisipasi menghadapi perdagangan bebas asia pasifik dan dunia. Masyarakat Indonesia harus belajar untuk mencintai produk dalam negeri. dan secara garis besar kami menyimpulkan sebagai berikut : 1. Kedua pandangan tersebut masing-masing memiliki argument yang berbeda.com .