You are on page 1of 17

BAB.

I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Belakangan ini banyak kita lihat terjadinya tawuran antar pelajar yang biasanya disebabkan karena hal sepele seperti saling mengejek dan kesalahpahaman. Hal ini diperparah lagi dengan adanya provokator-provokator yang menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi pelajar. Pelajar seolah-olah sudah tidak memiliki hati nurani dan moral serta tidak bisa menjaga predikatnya sebagai pelaajar lagi disebabkan perilaku mereka yang layaknya preman berseragam dan selalu beranggapan masalah bisa diselesaikan melalui kekerasan. Yang terparah adalah tawuran yang terjadi antara SMA 6 dan SMA 70, yang menyebabkan korban tewas seorang pelajar yang semestinya tak terjadi. Sungguh ironis memang apa yang terjadi di dunia pelajar saat ini, pelajar seharusnya belajar dan mencari ilmu sebanyak banyaknya demi kemajuan mereka dan bangsa dimasa mendatang.

1.2.Rumusan Masalah a. Apa pengertian tawuran antar pelajar ? b. Apakah nilai pancasila yang dilanggar pada tawuran antar pelajar? c. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya tawuran antar pelajar ? d. Apa dampak tawuran antar pelajar ? e. Bagaimana solusi tawuran antar pelajar ?

1.3.Tujuan Makalah ini disusun dengan maksud untuk memberikan tambahan pengetahuan terhadap pembaca tentang tawuran antar pelajar, nilai pancasila yang dilanggar, faktor-faktor penyebab, dampak, dan cara mengatasi tawuran antar pelajar.

1

Tawuran antar pelajar ini termasuk ke dalam jenis penyimpangan kolektif (group deviation) dimana pelajar yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan.Tawuran antar pelajar dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut tindak kenakalan tersebut. Anak-anak yang terbiasa dengan pendidikan kaku dan dengan disiplin ketat di keluarga menyebabkan masa remajanya juga kaku dalam bergaul. Faktor Penyebab Terjadinya Tawuran Antar Pelajar Faktor penyebab tawuran antar pelajar adalah : 1. Faktor yang ada di dalam diri pelajar sendiri Lemahnya Pertahanan Diri Adalah faktor yang ada dalam diri untuk mengontrol dan mempertahankan diri terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari lingkungan. bujukan negatif seperti pecandu dan pengedar narkoba. Jika ada pengaruh negatif berupa tontonan negatif.1.BAB. namun ironisnya mereka menganggap itu semua sebagai cara mereka untuk mempertahankan kelompok atau sekolah mereka masing-masing. sering tidak bisa menghindar dan mudah terpengaruh. Banyak ditemukan pelajar yang kurang pergaulan. 2. Akibatnya pelajar itu terlibat ke dalam kegiatan-kegiatan negatif yang membahayakan dirinya dan masyarakat. para 2 . Contohnya adalah tawuran b.2.dengan mempunyai daya pilih teman bergaul yang membantu pembentukan perilaku positif. Pengertian Tawuran Antar Pelajar Tawuran antar pelajar adalah pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka ditempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban. ajakan-ajakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan negatif. Yang terjadi adalah sebaliknya yaitu. ketidak nyamanan serta tindak kriminalitas lainnya. a. Kurangnya Kemampuan Dalam Menyesuaikan Diri Keadaan ini amat terasa di dunia pelajar. dan tidak pandai memilih teman yang bisa membuat dia berkelakuan baik. II PEMBAHASAN 2. Padahal merekapun sadar bahwa dengan mereka ikut serta dalam tawuran antar pelajar tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan masyarakat. ketidak amanan. Inti persoalannya adalah ketidak mampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial.

Pd dalam bukunya Remaja dan masalahnya mengemukakan beberapa faktor keluarga yang sangat mempengaruhi terhadap kenakalan remaja yaitu : ” a. Kurangnya Dasar-dasar Keimanan di Dalam Diri Pelajar Masalah agama merupakan suatu yang sangat krusial bagi seorang pelajar. Karena itu sering terjadi pertengkaran diantara istri dan suami karena masalah ekonomi keluarga. 2. Sofyan S. ayah dengan ibu dan hubungan anak dengan anggota keluarga lai yang tinggal bersama-sama. Karena mendapat penghargaan di kelompok geng nakal.pelajar salah bergaul. mantap. 3 . Keadaan keluarga yang besar jumlah anggotanya berbeda dengan keluarga kecil. tentu bagi keluarga besar dengan penghasilan yang sedikit akan repot. c. Sekolah dan orang tua harus bekerja sama bagaimana memberikan pendidikan agama secara baik. baik mengenai akhlak. karena membiayai kehidupan yang pokok-pokok saja agak sulit apalagi untuk biaya sekolah dan berbagai kebutuhan lain. Kalau kita berbicara keadaan ekonomi. Hal ini bisa terjadi karena teman-temannya menghargainya. Disamping itu perhatian orang tua terhadap masing-masing anak lebih mudah diberikan. demikian juga menanamkan disiplin terhadap masing-masing anak. pergaulan dan sebagainya. dan sesuai dengan kondiri pelajar saat ini. Karena agama merupakan benteng diri pelajar dalam menghadapi berbagai cobaan yang datang padanya sekarang dan masa yang akan datang. Faktor yang berasal dari luar Faktor Keluarga Keluarga merupakan sumber utama atau lingkungan yang utama penyebab kenakalan remaja salah satunya yaitu perkelahian antar pelajar ini. Wilis. Anak kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian orang tua . pelajar itupun akan ikut nakal. pendidikan di sekolah. DR. a. M. Berlainan dengan keluarga kecil. yang menyebabkan kehidupan keluarga menjadi tidak harmonis lagi dan pada gilirannya mempengaruhi tingkah laku anak kearah negatif. Bagi keluarga besar pengawasan agak sukar dilaksanakan dengan baik. Lemahnya keadaan ekonomi orang tua . c. Kehidupan keluarga yang tidak harmonis ” Bertitik tolak dari uraian tersebut di atas bahwa keadaan keluarga sangatlah memegang peranan penting dalam pembantukan kepribadian si anak dalam bertingkah laku. b. Hal ini disebabkan karena anak itu hidup dan berkembang permulaan sekali dari pergaulan keluarga yaitu hubungan antara orang tua dengan anak. pengawasan dan disiplin dapat dengan mudah dilaksanakan.

Bahwa lingkungan pertama merupakan kelompok pertama yang dihadapi oelh anak. Apabila ini tidak dapat dipenuhi maka kemungkinan besar seorang anak akan menjadi nakal. Ada tiga alasan timbulnya kejahatan atau kenakalan remaja yang diarahkan kepada lingkungan keluarga yaitu : ” 1. karena itu ia menerima pengaruh emosional dari lingkungan itu. mulai dibina dalam lingkungan itu dan akan bersifat menentukan untuk masa-masa mendatang ” Dalam masalah kenakalan remaja khususnya mengenai perkelahian antar pelajar. mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dikerjakan. Cava. dan tidak pula dapat menyatakan penghargaan atas prestasi yag diperoleh anak di sekolah. 3. disiplin dan tujuan hidup yang dicita-citakan oleh orang tua untuk anaknya 5. Bahwa lingkungan keluarga adalah suatu kelompok masyarkat yang pertama-tama dihadapi oleh setiap anak-anak. diantara pengaruh itu termasuk kondisi keluarga seperti antara lain : 1. tetapi juga perhatian orang tua yang berlebihan di dalam keluarga juga mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap 4 . tidak sempat menanamkan kasih sayang. Kurangnya kemanan jiwa disebabkan orang tua yang terus bertengkar Tidak terdapt persesuaian pendidikan. rumah tangga menjadi sorotan utama. pengaruh-pengaruh buruk dalam lingkungan keluarga dapat menodorong anak remaja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. rasa cinta dan benci akan mempengaruhi watak anak. 2.Menurut Ruth S. Kemiskinan dan jumlah anggota yang besar Rumah tangga yang berantakan karena kematian salah satu dari orang tua. 2. perceraian atau karena melarikan diri dari rumah 3. perpisahan ibu dan ayah. karena orang tualah yang memberikan dasar yang fundamnetal terhadap pendidikan anak. 4. Tidak adanya orang tua yang membimbing anak atau orang tua yang mengabaikan pendidikan anak yang mengakibatkan anak tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Dari pernyataan di atas dapat dimengerti betapa pentingnya peranan orang tua terhadap pendidikan anaknya. Kepuasan atau kekecewaan. oleh karena itu maka lingkungan tersebut memegang peranan utama sebagai permulaan pengalaman untuk menghadapi masyarakat yang lebih luas lagi. Orang tua tidak menaruh perhatian terhadap anak. Bahwa lingkungan keluarga merupakan suatu lembaga yang bertugas menyiapkan kepentingan sehari-hari lagipula melakukan pengawasan terhadap anak-anak. Tidak hanya kurangnya perhatian orang tua dan keadaan keluarga yang tidak harmonis saja yang menjadi faktor penyebab kenakalan remaja.

Kenakalan pada remaja dimana dalam hal ini mereka sangat terpengaruh oleh keadaan sosial yang buruk sehingga si anak menjadi nakal. lingkungan yang ada kalanya dihuni oleh orang dewasa serta anakanak muda kriminil dan anti sosial yang bisa merangsang timbulnya reaksi emosional buruk bagi anak-anak remaja atau pelajar yang masih labil jiwanya. Sebagai akibatnya adakalanya anak melakukan identifikasi total terhadap kelompoknya dan tidak sadar melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang mana akibatnya tudak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga mengganggu ketertiban dan keamanan umum seperti suka berkelahi. Milieau atau lingkungan sekitar tidak selalu baik. Khusus mengenai tugar kurikuler. b. Dengan begitu anak-anak remaja ini mudah terjangkit oleh pola tingkah laku kriminal. bimbang dan ragu. Kepercayaan diri menjadi hilang tanpa bisa menemukan motivasi yang kuat untuk hidup. c. Faktor Lingkungan Yang Tidak Kondusif Pengaruh sosial dan kultur memegang peranan yang besar dalam menentukan perkembangan seorang anak dalam bertingkah laku. Karena itu ia cukup berperan dalam membina anak untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.perkembangan anak dalam pembentukan kepribadian dan bertingkah laku. Bila orang tua terlalu banyak melindungi dan memanjakan serta menghindarkan mereka dari berbagai kesulitan atau ujian hidup yang kecil. Pengaruh lingkungan pergaulan yan buruk ditambah kontrol sosial dan kontrol diri yang semakin lemah maka dapat mempercepat pertumbuhan kelompok-kelompok anak nakal yang suka melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan hukum sepert beramairamai atau secara massal. dan menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan anak. ia menjadi nakal dan melakukan perbuatan-perbuatan yang asusila. a susila dan anti sosial. anak-anak menjadi rapauh dan mereka selalu bergantung pada bantuan orang tua serta merasa cemas. Faktor Lingkungan Sekolah Sekolah merupakan tempat pendidikan kedua setelah rumah tangga. seperti sering membuat keributan dan senang berkelahi. maka sekolah berusaha memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didiknya sebagai bekal untuk kelak jika anak telah dewasa dan terjun ke 5 . Kelompok orang dewasa yang kriminil dan a susila tersebut itu sangat berpengaruh terhadap anak remaja khususnya pelajar yang berada di lingkungan tersebut untuk berbuat dan bertingkah laku seperti meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang dewasa yang anti soial dan kriminal.

Berlainan dengan guru yang tanpa dedikasi. mudah tersinggung.Hal ini mungkin bersumber dari guru. kadang-kadang seklah juga penyebab dari timbulnya kenalan remaja . kelas menjadi kacau. tidak berminat meningkatkan pengetahuan keguruannya. Kehidupan sekolah telah pula direkayasa untuk mengejar ketinggalannya dalam perkembangan ilmu dan teknologi. maka para murid akan tertular oleh sifat dan perilaku guru tersebut. and lack of social grace and will produce slovenly work “. dapat dipastikan akan menular kepada anak didik. crossness. kekompakan guru dan suasana interaksi antara guru dan murid perlu menjadin perhatian serius. Akibatnya ia mengajar adalah karena terpaksa dengan motif mencari uang. Guru yang seperti ini mengajarnya asal saja. if he is tense. Melainkan dengan penuh keyakinan diatasinya semua kesulitan tersebut. a) Faktor Guru Dedikasi guru merupakan pokok terpenting dalam tugas mengajar. murid-murd berbuat seenaknya saja di dalam kelas dan hal seperti inilah yang merupakan sumber kenakalan. fasilitas pendidikan. norma-norma tingkah laku. Jelas sekali bahwa perilaku guru yang buruk seperti tegang. Jika kepribadian guru buruk. ia tidak mudah mengeluh dan mengalah. menguasai murid. Dalam hal ini peranan guru sangat diperlukan sekali. Mengenai hal ini. Hal ini dikatakan oleh ahli psiko higenis yaitu Bernard ( 1961.113 ) sebagai berikut : ” Teacher personality is contagious. the pupil will show the evidence of tension. Kenyataannya. Pertama. irritable. sebab tidak ada lagi pekerjaan lain yang mampu dikerjakannya. dominating or careless. Akibatnya murid-murid yang menjadi korban. marah. sering bolos. Mc. Akan tetapi tugas kurikuler saja tidaklah cukup untuk membina anak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.masyarakat. Donald mengemukakan sebagai berikut : “ Sekolah adalah lingkungan yang khusus untuk mengubah tingkah laku secara menetap dalam hubungannya dengan seluruh perkembangan pribadinya sebagai anggota masyarakat “ Dalam rangka pembinaan anak didik kearah kedewasaan itu. kurikulum dirombak sedemikian rupa dengan tujuan agar tercapai para lulusan sekolah yang berkualitas. Ada bebapa factor yang berhubungan dengan lingkungan sekolah yang tidak menyenangkan seorang anak pelajar. Bila terjadi kesulitasn di dalam tugasnya. Ia bertugas karena terpaksa. pengertian kualitas itu adalah tingginya tingkat intelektual atau kecerdasan yang diukur dengan hasil belajar 6 . Karena itu sekolah bertanggung jawab pula dalam kepribadian anak didik. Guru yang penuh dedikasi berarti guru yang ikhlas dalam mengerjakan tugasnya. sebab guru tidak memberikan perhatian yang penuh kepada tugasnya.

serta kemampuan berkomunikasi atau keterampilan konseling. konflik dan stress berkecamuk pada diri mereka.maka jalan keluar adalah : semua guru harus berperan sebagai pembimbing. di mall dan sebagainya yang mungkin akan berakibat buruk terhadap anak. b) Guru Pembimbing/BK Peran guru sebagai pembimbing merupakan dambaan dari setiap siswa. besar kemungkinan kenakalan dapat dikurangi. Kebanyakan mereka beranggapan bahwa BK itu adalah urusan guru yang dikhususkan dibidang tersebut. dan penyalurannya adalah kenakalan. dan sedikit ilmu tentag pribadi siswa. Bakat dan keinginan yang tidak tersalur pada masa sekolah . Sebagai pembimbing. tanggap dalam mencari solusi terhadap permasalahan siswa tersebut serta membuat suatu program kerja secara kontinyu dalam pembinaan siswa agar kondisi anak terpantau. bagian keamanan dan piket guru. di pasar. Rasa keterasingan. Guru BK juga harus menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pembimbing yang profesional dalam menghadapai berbagai kemelut yang terjadi pada setiap pribadi siswa. guru harus memnuhi syarat kepribadian.dalam bidang seni. Misalnya bermain di jalanan umum. Guru terperangkap dalam sistem birokrasi sekolah sehingga mengajarnya cenderung mekanistik yang mementingkan tercapainya target kurikulum. alat kesenian dan olagraga. Kenakalan remaja bersumber pada hilangnya makna keberadaan diri siswa ditengah galau pembangunan di segala bidang. mungkin akan mencari penyaluran kepada kegiatan-kegiatan yang negatif. siswa perlu dikontrol dengan memperketat terlaksananya aturan sekolah. alat-alat praktik. 7 . Para siswa direkayasa agar belajar keras untuk mengejar target kurikulum. Suasana belajar menjadi sangat intelektualistis yaitu lebih menghargai anak yang pandai. Untuk mencapai tujuan itu. juga dapat merupakan sumber gangguan pendidikan yang juga mengakibatkan terjadinya berbagai tingkah laku negatif pada anak didik. Kekurangan fasilitas pendidikan yang lain seperti alat-alat pelajaran. Jika guru pembimbing/BK mampu melaksanakan harapan siswa yakni mengutamakan membimbing daripada mengajar. Mengenai kemampuan guru dibidang bimbingan dan konseling ( BK ) masih memprihatinkan. yaitu guru BK. Berhubung guru BK amat terbatas jumlahnya. dan dibantu oleh bagian keamanan dari siswa. bahkan meningkatkan sistem keamanan sekolah dengan adanya Satpam. frustasi. Bukan hanya sekedar menjalankan tugas saja namun keberadaannya sama sekali tidak dirasakan oleh para pelajar tersebut. c) Fasilitas Pendidikan Kurangnya fasilitas pendidikan menyababkan penyaluran bakat dan keinginan pelajar terhalang.

8 .2. Akibat bagi keluarga Dengan turut serta anak-anak terlibat langsung dalam perkelahian antar pelajar yang kemudian ternyata mendapatkan tindakan dari pihak kepolisian. Dampak Tawuran Antar Pelajar a.3. Nilai sila ke Dua Pancasila 3. Melihat dari benda atau alat yang digunakan dalam perkelahian itu maka sudah dapat diduha akibat yang ditimbulkan dari perkelahian itu antara lain luka yang dialami salah satu pelajar yang ikut serta dalam perkelahian antar pelajar tersebut. Sehubungan dengan akibat yang ditimbulkan dari perkelahian antar pelajar menurut pasal 351 KUHP : (1) Penganiayaan dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya empat ribu lima ratus rupiah (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun (3) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya orang. Nilai sila ke Tiga Pancasila 2. Perkelahian yang dilakukan secara massal dari kedua belah pihak yang berlainan sekolah atau kelas dan dalam perkelahian itu tidak hanya menggunakan tangan kosong tetapi juga menggunakan senjata tajam dan benda keras.4. Nilai Pancasila yang Dilanggar pada Tawuran Antar Pelajar 1. maka akibatnya akan menimbulkan problema bagi keluarga atau orang tuanya berupa : teguran dari pihak pimpinan sekolah dan warga masyarakat sekitarnya serta peringatan dari pihak kepolisian. pimpinan sekolah atau dari masyarakat sekitarnya. Nilai sila ke Pertama Pancasila 2. maka yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun (4) Dengan penganiayaan disamakan merusak kesehatan orang dengan sengaja (5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dapat dipidana ”[7] b. Akibat Bagi Pelajar Tawuran dikalangan pelajar merupakan suatu tingkah laku yang tidak pantas bagi seorang pelajar dan tingkah laku itu merupakan penyimpangan dari tingkah laku seorang pelajar.

karena jika kenakalan itu sudah meluas. untuk menjaga agar kenakalan itu tidak timbul. keteladanan akhlak mulia. Orang tua menciptakan kehidupan rumah tangga yang beragama Artinya membuat suasana rumag tangga atau keluarga menjadi kehidupan yang bertaqwa dan taat kepada Allah di dalam kegiatan sehari-hari. Akibat bagi sekolah Jika perkelahian antar pelajar itu ternyata akan membawa nama sekolah bahkan terjadi di lingkungan sekolah maka akan membawa dampak negatif bagi sekolah tersebut berupa : 1. Berbagai upaya preventif dapat dilakukan . Hal ini dapat dilakukan dengan sholat berjamaah. Kerugian yang menyangkut nama baik sekolah dalam masyarakat maupun aparat keamanan. sedang hasilnya tidak seberapa. 9 . yakni timbulnya kesan sekolah urakan dan menjadi pengawasan dari pihak yang berwajib. ucapa-ucapan serta do’a-do’a tertentu misalnya mengucapkan salam ketika akan masuk rumah dan pergi. 2. Akibat bagi masyarakat Akibat yang langsung dialami oleh masyarakat dari perkelahian antar pelajar itu adalah terganggunya ketertiban dan keamanan di lingkungan sekitarnya.c. amat sulit menanggulanginya. berencana. Upaya preventif lebih besar manfaatnya daripada upaya kuratif. Kemudian apabila frekuensi kenakalan remaja dan perkelahian antar pelajar demikian tinggi maka tidak mustahil kindisi dan situasi lingkungan masyarakat yang rawan yang memungkinkan timbulnya bibit baru remaja yang nakal. dan terarah. Banyak bahayanya kepada masyarakat. 2. Solusi Tawuran Antar Pelajar Sebagai upaya untuk menanggulangi perkelahian antar pelajar tersbut ada beberapa tindakan yangdapat dilakukan yaitu : 1.5. pengajian Al-Qur’an. d. mengamburkan biaya. Di lingkungan keluarga 1. tenaga dan waktu. Upaya Preventif Yang dimaksud dengan upaya preventif adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis. tetapi garis besarnya dapat dikelompokkan atas tiga bagian yaitu : a. Kerugian materiil yang mungkin timbul seperti rusaknya gedung sekolah maupun peralatan lain akibat dari pelemparan benda dari pihak lain.

akan tetapi dalam bentuk hubugan psikologis dimana orang tia dapat memahami perasaan anaknya dan mampu mengantisipasinya dengan cara-cara eduaktif. Di lingkungan sekolah 1) Guru hendaknya memahami aspek-aspek psikis murid Untuk memahami aspek-aspek psikis murid. Mengenai teman bergaul banyak hubungannya dengan berhasil tidaknya upaya orang tua mendidik anak. serta ilmu mengajar ( didaktik – metodik ). Memberikan pengawasan secara wajar terhadap pergaulan anak remaja di lingkungan masyarakat Hal-hal yang perlu diawasi ialah teman-teman bergaulnya. Sikap kepenurutan yang wajar itu akan menimbulkan kata hati pengganti dalam diri anak. Ibu dan anak tidak terdapat percekcokan atau pertentangan.2. 4. Di waktu makan bersama itu sering keluar ucapan-ucapan dan keluhan-keluhan anak secara spontan. sebaliknya jika teman bergaulnya adalah anak-anak yang nakal. b. Menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis Dimana hubungan antara Ayah. guru sebaiknya memiliki ilmu-ilmu tertentu antara lain : psikologi perkembangan. Sebab jika teman bergaul anak adalah orang yang baik maka upaya mendidik akan berhasil baik. 3. Kata hati pengganti adalah hasil didikan yang berwibawa pada diri anak. dispilin waktu. Memberikan kasih sayang secara wajar kepada anak-anak Kasih sayang yang wajar bukan lah dalam rupa materi berlebihan. Dengan adanya ilmu-ilmu tersebut maka teknik 10 . Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan waktu terluang untuk berkumpul bersama anak-anak misalnya diwaktu makan bersama. dimana anak akan melakukan hal-hal yang diinginkan orang tua jika berpisah jauh dengan orang tua maka anak akan ingat selalu upaya yang diajarkan dan dipesankan oleh orang tua mereka. bimbingan dan konseling. 5. Spontanitas itu amat penting bagi orang tua sebagai bahan pertimbangan untuk memahami diri anak-anaknya. Memberikan perhatian yang memadai terhadap kebutuhan anak-anak Memberikan perhatian kepada anak berarti menumbuhkan kewibawaan pada orang tua dan kewibawaan akan menimbulkan sikap kepenurutan yang wajar pada anak didik. pemaikaian uang dan ketaatan melakkan ibadah kepada Tuhan. maka upaya kita mendidik anak akan gagal karena pergaulan yang kurang sehat akan merusak upaya pendidikan.

Anggapan ini timbul karena kesalahan guru BK sendiri. apalagi jika sekilah umum itu adalah sekolah yang agak baik dalam fasilitas dan mutu. dan sekaligus memperkecil timbulnya kenakalan.pemahaman individu murid akan lebih objektif sehingga memudahkan guru memberikan bantuan kepada murid-muridnya. 5) Melengkapi fasilitas pendidikan Yaitu seperti gedung. dan sebagainya. melainkan sembarang guru yang mau duduk di bidang itu. seperti berdagang. Jika guru agama bermutu dan memiliki keterampilan maka pelajaran agama akan efektif dan efesien dalam rangka membantu tercapainya tujuan pendidikan. kurang memahami peranan agama bagi pembinaan manusia. Kebanyakan guru BK bukan dari sarjana atau sarjana muda yang dididik di jurusan BK. bahkan guru BK sering mengancam dan memahami murid. mesjid. alat-alat pelajaran. besar kemungkinan ia mencari tambahan di luar sekolah. alat-alat ketrampilan. 3) Mengintensifikasikan bagian Bimbingan Konseling di sekolah dengan cara mengadakan Tenaga ahli atau menatar guru-guru untuk mengelola bagian ini Hal ini dimaksudkan agar jangan lagi terjadi adanya guru pembimbing ( guru BK ) di sekolah dianggap oleh murid-murid sebagao polisi sekolah yang kerjanya hanya mengawasi dan membuntuti segala kelakuan murid-murid. Apalagi jika anggapan sepele itu terjadi pada kepala sekolah dan guru-guru lainnya. Di samping itu dapat pula menembangkan bakat murid-murid dalam rangka menuju hidup berwiraswasta danberdikari nantinya setelah mereka terjun ke masyarakat. Dengan lengkapnya fasilitas tersebut akan dapat digunakan untuk mengisi waktu terluang misalnya selama libur sekolah. Rasa rendah diri itu disebabkan berbagai hal antara lain : pendidikan yang kurang. pergaulan yang tidak luas. Hal ini terjadi karena bidang BK dianggap sama seperti pekerjaan mengajar mata-mata pelajaran lainnya. Dan bahkan lebih mudah dari pekerjaan lainnya. karena ada sebagain guru agama yang merasa rendah diri jika ia mengajar di sekolah umum. menghonor di sekolah-sekolah lain atau bolos untuk mengurus keperluan di 11 . alat-alat olah raga dan kesenian. laboratorium. Adanya kekompakan itu akan menimbulkan kewibawaan guru di mata murid-murid. 2) Mengintensifikasikan pelajaran agama dan mengadakan tenaga guru agama yang ahli dan berwibawa serta mampu bergaul secara harmonis dengan guru-guru umum lainnya Hal ini perlu diperhatikan. 4) Adanya kesamaan norma-norma yang dipegang oleh guru-guru Hal ini akan menimbulkan kekompakan dalam membimbing murid-murid. 6) Perbaikan ekonomi guru Jika gaji guru kecil.

Khususnya mengenai mengisi waktu terluang bagi anak remaja setelah mereka lepas sekolah dan di masa libur .perlu dipikirkan. Karena apalah artinya yang diberikan di sekolah dan di rumah jika di masyarakat terdapat pengaruh-pengaruh negatif yang merusak tujuan pendidikan itu. Ketiganya haruslah mempunyai keseragaman dalam mengarahkan anak untuk tercapainya tujuan pendidikan.karena banyak orang berpendapat bahwa jika anak telah disekolahkan berarti semuanya sudah beres dan gurulah yang memegang segala tanggung jawab soal pendidikan.rumah.Apabila salah satu pincang maka yang lain akan turut pincang pula.telah banyak konsep tentang pengisian waktu terluang ini dikemukakan oleh berbagai ahli. Karena itu pula perlu ada sinkronisasi diantara ketiga tempat pendidikan itu. SH (1977) sebagai berikut : 1) Yang bersifat hobi : a) Kesenian (seni tari. antara lain dikemukakan oleh Drs. Jika gaji guru cukup dan mempunyai pula rumah yang layak. camping dan sebagainya ) f) Photography g) Home decoration h) home industry 2) Yang bersifat ketermpilan berorganisasi : a) Organisasi taruna karya b) Organisasi remaja yang independent 12 . Pendapat seperti ini perlu dikoreksi. Di lingkungan masyarakat Masyarakat adalah tempat pendidikan ketiga setelah rumah dan sekolah. seni suara ) b) Elektronika c) Philatelis d) Botani dan biologi e) Mencintai alam (mendaki gunung.pendidikan di masyarakat biasanya diabaikan orang. c. Kegiatan-kegiatan yang membantu kearah tercapainya tujuan pendidikan. berlangganan koran dan mengikuti kursus-kursus.orang tua dan pimpinan masyarakat lainnya. seni drama. Berarti diperlukan upaya bimbingan waktu terluang(leisure time guidance)oleh guru. Dengan jalan demikian mutu guru tentu akan meningkat dan sekaligus pembinaan anak didik akan terjamin. Safiyuddin Sastrawijaya.seni lukis. tentu ia mempunyai waktu untuk memikirkan tugasnya sebagai seorang guru dan akan mempunyai kesempatan untuk membina diri sendiri seperti memiliki buku-buku.

penipuan. Akan tetapi untuk mendirikan Gelanggang Remaja hingga ke desa-desa. Barangkali itu merupakan suatu kenyataan bahwa mesjid dapat digunakan sebagai pusat kegiatan dan pembinaan remaja. bagi remaja mesjid dijadikan pula untuk tempat kegiatan dakwah dan pengembangan ilmu agama khususnya. karena dangan cara demikian akan membantu pembinaan moral remaja. Sebab jika terjadi kenakalan remaja bearti sudah terjadi suatu pelanggaran hukum yang dapat merugikan diri mereka dan masyarakat. Gelangga Remaja itu bemaksud untuk menampung semua kegiatan remaja. perampokan. Disamping kegiatan-kegiatan tersebut diatas. Karena yang melakukan kejahatan itu anak-anak dibawah umur 16 tahun maka kemungkinan tindakan negara terhadapnya adalah : 1) 2) 3) Anak itu dikembalikan kepada orang tua atau walinya. pelanggaran susila. Karena itu hendaklah dicarikan suatu cara yang efisien untuk menampung kegiatan-kegiatan remaja. 13 . Upaya kuratif sacara formal dilakukan oleh Polri dan Kejaksaan Negri. penganiayaan.BKU ) c) Pamadam Kebakaran remaja Pemerintah sudah mendirikan beberapa Gelanggang Remaja di berbagai kota besar di Indonesai ini. dan kejahatan lain. Upaya Kuratif Yang dimaksud dengan upaya kuratif dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja adalah upaya antisipasi terhadap gejala-gejala kenakalan tesebut. pengrusakan.c) Organisasi olahraga d) Pramuka 3) Yang bersifat kegiatan sosial : a) Palang merah remaja (PMR) dan Dinas Ambulance Remaja b) Badan keamanan remaja (Hansip/karma Remaja. pembunuhan. perkelahian. 2. supaya kenakalan itu tidak meluas dan merugikan masyarakat.hanya dikurangi sepertiganya. Kelalulintasan dan Keamanan Umum (BKLL.Salah satu ialah menjadikan mesjid sebagai pusat remaja.mungkin diperlukan biaya yang amat besar. Di kota-kota besar saat ini sedang berkembang organisasi-organisasi Remaja islam di Mesjid-mesjid. Anak itu dijadikan anak negara. Dijatuhi hukuman seperti biasa . penyalahgunaan narkotika. Berbagai jenis kenakalan yang telah dijelaskan dalam Bakolak Inpres 6/1971 yaitu : pencurian.

sehingga ia berwibawa di masyarakat. dengan tiga karakteristik : 1. artinya jangan mentolerir perbuatan jahat yang dilakukan orang lain dan kita jangan ikut. berarti mereka secara tidak sengaja merusak lingkungan masyarakat itu sendiri. pidato.atau memerintahkan supaya si tersalah diserahkan kepada perintah denga tidak dikenakan sesuatu hukuman. maka cegahlah dengan hati. Sebab jika tidak ada kekompakkan atau berbeda pendapat tentang suatu cara mengatasi kenakalan/kejahatan di lingkungannya.” Upaya masyarakat untuk mengantisipasi suatu kenakalan remaja sebaiknya dengan berorganisasi secara baik. jika tidak sanggup juga karena lemah. bahkan sebaliknya kenakalan dan kejahatan itu akan merajalela karena ada pihak yang melarang dan ada pula yang membiarkan atau ikut serta. Ini tentu ada kaitannya dengan dakwah agama yang disampaikan ulama-ulama ini. Upaya Pembinaan Mengenai upaya pembinaan remaja dimaksudkan ialah : 14 . Gunanya untuk mencapai suatu tingkat kekompakan dalam menanggulangi masalah tersebut. ulama dan orang tua amat diperlukan dalam mengatasi kenakalan remaja. Kerjasama antara pemerintah. jika yang berkuasa membasmi kejahatan itu dengan tangannya ( kekuasaannya ) 2.Hal-hal tersebut di atas (No 1 s/d 3) sesuai denga ketentuan dalam KUHP 45 yang berbunyi sebagai berikut : ”jika seorang belum dewasa dituntut karena perbuatan yang dikerjakannya ketika umurnya belum enam belas tahun.. Sofyan Willis tentunya dengan jalan berorganisasi.atau menghukum anak bersalah itu ”. Sebab jika mereka membiarkan saja kenakalan terjadi disekitarnya. dalam hal ini polisi dan kehakiman. khotbah. hakim bolh : memerintahkan si tersalah itu dikembalikan kepada orang tuanya. Upaya untuk membasmi kenakalan menurut Dr... Akan tetapi anggota masyarakat juga bertanggung jawab mengupayakan pembasmian kenakalan di lingkungan mereka di RT. jika tidak sanggup karena tidak berkuasa maka cegahlah dengan lisan ( ucapan. berarti tidak akan terdapat penyelesaian. Upaya kuratif secara formal memang sudah jelas tugas yang berwajib. ceramah dan diskusi-diskusi ) 3. Dan pelihara diri serta keluarga dari perbuatan tersebut. Khusus mengenai tugas ulama biasanya cukup ampuh terhadap orang tua anak-anak tersebut karena adanya pengaruh khusus ulama. walinya atau pemeliharaanya dengan tidak dikenakan suatu hukumanan. yaitu RT dan RW. RW dan Desa. 3.

Khusus mengenai ke dua. Pembinaan ilmu pengetahuan 5. upaya ini terutama ditujukan untuk memasyarakatkan kembali anak-anak yang telah melakukan kejahatan. dan masyarakat. agar mereka kembali menjadi manusia yang wajar. agar menjadi warganegara yang baik 3. sekolah. Pembinaan seperti ini yelah diungkapkan pada upaya preventif yaitu upaya menjaga jangan sampai terjadi kenakalan remaja. Pembinaan kepribadiaan yang wajar untu mencapai pribadi yang stabil dan sehat 4. b. Pembinaan terhadap remaja yang telah mengalami tingkah laku kenaklan atau yang telah menjalani sesuatu hukuman karena kenakalannya. Willis diarahkan dalam beberapa aspek yaitu : ” 1.a. dilaksanakan di rumah. Pembinaan terhadap remaja yang tidak melakukan kenakalan. Pembinaan mental ideologi negara yakni Pancasila. Hal ini perlu dibina agar mereka tidak mengulangi lagi kenakalannya. Pengembangan bakat-bakat khusus. Pembinaan keterampilan khusus 6. Pembinaan mental dan kepribadian beragama 2. Sofyan S. Pembinaan ini menurut Dr. ” 15 .

Dan pelajar harus berpikir matang atas apa yang akan dilakukannya 3. Hendaknya semua pihak dapat mengontrol dan mengawasi para pelajar agar tidak terjadi tawuran lagi 16 . Tawuran antar pelajar juga menimbulkan banyak kerugian baik bagi pelajar itu sendiri. Hendaknya orang tua mengawasi tingkah laku anaknya. maupun masyarakat 3.Dimana diantara dua kelompok pelajar sering menimbulkan keributan. sekolah.2 Saran 1. Hendaknya pelajar lebih mampu mengendalikan diri untuk menghindari hal-hal buruk.Maka. Tawuran antar pelajar bertentangan dengan ajaran yang terkandung dalam Pancasila. Pada dasarnya tawuran antar pelajar terjadi bukan karena factor internal (dalam diri) saja. 2. melainkan factor eksternal (masyarakat) juga dan bukan hanya berdampak pada diri sendiri melainkan masyarakat juga.1Kesimpulan Tawuran antar pelajar merupakan bentuk penyimpangan kelompok (group deviation). pelajar – pelajar yang melakukan tawuran telah melupakan nilai – nilai Pancasila. keluarga. III PENUTUP 3.BAB.

com/doc/79448169/pancasila. (diunduh tanggal 17 Desember 2012 pukul 14.00) http://www. 2005.00) 17 . (diunduh tanggal 17 Desember 2012 pukul 14. Bandung: Alfabeta http://www.co.DAFTAR PUSTAKA S.htm.com/tentang kenakalan remaja. Idafazz.scribd. Willis. Remaja dan Permasalahannya. (diunduh tanggal 17 Desember 2012 pukul 14. Sofyan.00) http://www.cc/2009/06/perilaku-penyimpangan-sosial_22.akalgi.