You are on page 1of 5

ANDIKA WULANSARI / 12206244011 PENDIDIKAN SENI RUPA - L

KRIYA KERAMIK Seni Keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya seni dari yang bersifat tradisional sampai kontemporer. Selain itu dibedakan pula kegiatan kriya keramik berdasarkan prinsip fungsionalitas dan produksinya. Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. (Yusuf, 1998:2). Umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan elemennya. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard, ball clay, kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh. Secara umum strukturnya sangat rumit dengan sedikit elektronelektron bebas. Kurangnya beberapa elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan keramik secara kelistrikan bukan merupakan konduktor dan juga menjadi konduktor panas yang jelek. Di samping itu keramik mempunyai sifat rapuh, keras, dan kaku. Keramik secara umum mempunyai kekuatan tekan lebih baik dibanding kekuatan tariknya. Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory). Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, techical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti: oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO,dll). Penggunaannya: elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis. (Joelianingsih, 2004) Sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis tradisional seperti barang pecah belah, gelas, kendi, gerabah dan sebagainya, coba jatuhkan piring yang terbuat dari keramik bandingkan dengan piring dari logam, pasti keramik mudah pecah, walaupun sifat

Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. dengan cara manual ataupun masinal. Pengolahan bahan Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering. Kekuatan tekan tinggi merupakan sifat yang membuat penelitian tentang keramik terus berkembang. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Pengulian dimaksudkan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak. Pengadukan dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal dengan blunger maupun mixer. Proses ini dapat dilakukan dengan diangin-anginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress.ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu. dan pengurangan kadar air. Tahap-tahap membuat keramik Ada beberapa tahapan proses yang harus dilakukan untuk membuat suatu produk keramik. pengadukan (mixing). penyaringan. keramik hasil rekayasa seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu 2000 C. terutama jenis keramik hasil sintering. Pencampuran dan pengadukan bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang homogen/seragam. dan teknik cetak (casting). yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air yang terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis. teknik putar (throwing). Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. dan campuran sintering antara keramik dengan logam. pencampuran. kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir. Pembentukan Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. dan feldspar tahan sampai dengan suhu 1200 C. dimana hasil campuran bahan yang berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan. 2. sebagai contoh keramik tradisional yang terdiri dari tanah liat. Pembetukan tangan langsung . Tahap terakhir adalah pengulian. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding). Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh. sifat lainya adalah tahan suhu tinggi. yaitu: 1. Massa badan keramik yang telah diuli. disimpan dalam wadah tertutup. Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah. flint.

Proses yang terlalu cepat akan mengakibatkan keretakkan dikarenakan hilangnya air secara tiba-tiba tanpa diimbangi penataan partikel tanah liat secara sempurna. Keunggulan dari teknik cetak ini adalah benda yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis. refining the contour (merapikan). Keramik dibentuk diatas sebuah meja dengan kepala putaran yang berputar. Pembentukan dengan teknik cetak Dalam keteknikan ini. . teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang paling tinggi. Dibandingkan dengan keteknikan yang lain. 3. sehingga keteknikan ini menjadi semacam icon dalam bidang keramik. Pengeringan Setelah benda keramik selesai dibentuk. Teknik cetak dapat dilakukan dengan 2 cara: cetak padat dan cetak tuang (slip). rising (membuat ketinggian benda). Pembentukan dengan teknik putar Pembentukan dengan teknik putar adalah keteknikan yang paling mendasar dan merupakan kekhasan dalam kerajinan keramik. ada beberapa metode yang dikenal selama ini: teknik pijit (pinching). Berbeda dengan teknik putar atau pembentukan langsung. coning (pengerucutan). maka tahap selanjutnya adalah pengeringan. Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melatih jari-jari agar terbentuk ’feeling’ dalam membentuk sebuah benda keramik. guci dan lain-lain.Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan langsung. 1975/1976). produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan. Seseorang tidak begitu saja langsung bisa membuat benda keramik begitu mencobanya. Meja putar dapat berupa alat putar manual mapupun alat putar masinal yang digerakkan dengan listrik. mangkok. menguap. forming (pembentukan). Alat utama yang digunakan adalah alat putar (meja putar). Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut. tetapi menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan. Benda yang dapat dibuat dengan keteknikan ini adalah benda-benda yang berbentuk dasar silinder: misalnya piring. vas. Secara singkat tahap-tahap pembentukan dalam teknik putar adalah: centering (pemusatan). Karena kekhasannya tersebut. yang mengakibatkan penyusutan mendadak. teknik pilin (coiling). dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang. Tahaptahap ini menerangkan mengapa harus dilakukan proses pengeringan secara lambat untuk menghindari retak/cracking terlebih pada tahap 1 (Norton. dan teknik lempeng (slabbing). Pada teknik cetak padat bahan baku yang digunakan adalah badan tanah liat plastis sedangkan pada teknik cetak tuang bahan yang digunakan berupa badan tanah liat slip/lumpur. sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti.

1982). keras. atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat (Magetti. disemprot. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan. 5. Oleh karena itu kecermatan dalam melakukan tahapan demi tahapan sangat diperlukan untuk menghasilkan produk yang memuaskan. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup. dan hilang berat (weight loss). atau dikuas. pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering/matang. pada tahap awal benda keramik diangin-anginkan pada suhu kamar. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat. CONTOH GAMBAR : . untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. kedap air. hilang/muncul fase-fase mineral. Pembakaran biscuit Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. dan kuat. dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan. Pengglasiran Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. 4. Kesemua proses dalam pembuatan keramik akan menentukan produk yang dihasilkan. Selama pembakaran. badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting. dituang. supaya lebih kedap air. Setelah tidak terjadi penyusutan. Secara umum tahap-tahap pembakaran maupun kondisi api furnace dapat dirinci dalam tabel. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang. keras. pengeringan dengan sinar matahari langsung atau mesin pengering dapat dilakukan. Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi.Untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat. Untuk bendabenda keramik berglasir. Pembakaran Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat.

wordpress.wikipedia.com/2008/09/26/proses-pembuatan-keramik/ .org/wiki/Seni_keramik http://id.org/wiki/Seni_keramik http://mazgun.DAFTAR PUSTAKA : http://id.wikipedia.