You are on page 1of 35

Makalah

VITAMIN DAN MINERAL PADA PASIEN TUA (GERIATRI)
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Farmakologi Sosial dan Pengelolaan Obat DisusunOleh: Kelompok 5 Kelas D 1. Rifka Fatimatuz . !. %srori ain $. Sri &landari #. %kbarrio 5. %prilia )esi %. '. Fadillah %kbar F. (. *mam Shof+an ,. Fadhlullah -. .. %/u 0ulandari 1". %hmad -alif M. 1!!11"1"11#$ 1!!11"1"11## 1!!11"1"11#' 1!!11"1"11#( 1!!11"1"115# 1!!11"1"1155 1!!11"1"115, 1!!11"1"11'' 1!!11"1"11', 1!!11"1"11(5

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS JEM ER !"#$

2

KATA PENGANTAR
Pu1i s/ukur penulis u2apkan kehadirat %llah S03 atas rahmat dan hida/ah45/a6 sehingga penulis dapat men/elesaikan makalah /ang ber1udul 7VITAMIN DAN MINERAL PADA PASIEN TUA (GERIATRI) 8 Penulisanmakalah ini merupakan salah satu tugas dan pers/aratan untuk men/elesaikantugas mata kuliah Farmakologi Sosial dan Pengelolaan Obat. Dalam penulisan makalah ini6 penulis men/ampaikan u2apan terima kasih kepada pihak4pihak /ang membantu6 khususn/a kepada 9 1. Dosen Mata Kuliah Farmakologi Sosial dan Pengelolaan Obat !. 3eman4temankelompok5 mata kuliah Farmakologi Sosial dan Pengelolaan Obat6 Fakultas Kesehatan Mas/arakat &ni:ersitas ;ember $. 3eman4teman /ang menempuh Mata Kuliah Farmakologi Sosial dan Pengelolaan Obat6 Fakultas Kesehatan Mas/arakat &ni:ersitas ;ember #. Semua pihak /ang tidak dapat disebutkan satu persatu. Kritik dan saran dari semua pihak sangat dibutuhkan demi pen/empurnaan pembuatan makalah selan1utn/a.Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita. ;ember6 15 Maret !"1#

Pen/usun

i

........................................................................1.2..... 2...... 21 2........1.........................................De(ini i 2'e ita ...............1.....2% 2.......12 te&-&r& i Ter"a)a...................................1............................Penurunan K&gniti(ter"a)a...De(ini i 2 te&-&r& i ...................1 2.......................................................................1Penuaan...............1................................................2 1..............#Ke'utu"an 0itamin )an !ineral Pa)a Lan ia......1# 2............ 2...../Penurunan K&gniti( ter"a)a............ 2 BAB II PE!BAHASAN....................................................................................................................................................................................1 1..........2........!ekani me 2'e ita terkait )engan !ineral........................................................................................................1Latar Belakang.....................i DAFTAR ISI...................................................Pr& e menua 'er i(at in)i*i)ual+.....11 2.....................................................................................................1.............................2/ BAB III PENUTUP...2.2% 2......................./ 2..................... ii BAB I PENDAHULUAN...................................!ekani me Peru'a"an K&gniti(...........................Ke'utu"an 0itamin )an !ineral...........24 2..............2Rumu an !a ala"...............#.......................#Tu$uan..........................akit.........11 2...........13 2...............................................................................................1 1......................................../.....................Ke'utu"an 0itamin )an !ineral...........#........................................../.%An&rek ia Ter"a)a... 2..................De(ini i Fung i K&gniti( -a)a Lan ia..............DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..% 2..............1.............................................................Peru'a"an Fi i&l&gi -a)a Penuaan............Ke'utu"an 0itamin )an !ineral...................1..........Keterkaitan 2 te&-&r& i )engan K&n um i 0itamin5!ineral............!ekani me 2'e ita terkait )engan 0itamin.......1......................2Hu'ungan U ia)engan Pen.13 2..23 ii ..2........Ke'utu"an 0itamin )an !ineral -a)a Lan ia.........Ge$ala5Ge$ala 2 te&-&r& i ................................Ke im-ulan.....#............2'e ita Ter"a)a......................................./..................% 2...................1# 2.................1.........................................................................................................................21 #.11 2..............2.............Ke'utu"an 0itamin )an !ineral.....................................

....................#.......2...................#4 iii ............Saran..........................................................................................................26 DAFTAR PUSTAKA....................................

-asil penelitian men/impulkan bah+a umumn/a lansia kurang mengkonsumsi :itamin %6 <16 <!6 <'6 niasin6 asam folat6 :itamin A6 D6 dan B umumn/a kekurangan ini terutama disebabkan dibatasin/a konsumsi makanan6 khususn/a buah4buahan dan sa/uran.1 =atar <elakang >itamin dan mineral memegang peranan sangat penting dalam kesehatan usia lan1ut. %supan :itamin dan mineral /ang sangat diperlukan bagi usia lan1ut sehat untuk mempertahankan kualitas hidupn/a.<%< * PENDAHULUAN 1. Sementara untuk usia lan1ut /ang sakit6 asupan :itamin dan mineral diperlukan untuk proses pen/embuhan dan men2egah agar tidak ter1adi komplikasi lebih lan1ut dari pen/akit /ang dideritan/a. 3erdapat beberapa masalah kesehatan /ang dialami oleh lansia karena kekurangan :itamin dan mineral. Selain masalah kekurangan :itamin dan mineral6 masalah obesitas ?kegemukan@ 1uga sering dialami oleh usia lan1ut6 /ang dapat timbul karena akti:itas pada kelompok ini sudah berkurang sementara asupan makanan tidak dikurangi atau bahkan berlebihan. Kekurangan mineral /ang paling ban/ak diderita lansia adalah 1 . Obesitas pada usia lan1ut berdampak pada peningkatan risiko pen/akit kardio:askuler6 diabetes melitus6 hipertensi6 dan penurunan fungsi tubuh. Masalah kekurangan :itamin dan mineral sering dialami oleh usia lan1ut sebagai akibat dari menurunn/a nafsu makan karena pen/akit /ang dideritan/a6 kesulitan menelan karena berkurangn/a air liur6 2ara makan /ang lambat karena pen/akit pada gigi6 gigi /ang berkurang6 dan mual karena masalah depresi.

Kebutuhan :itamin dan mineral bagi lansia men1adi penting untuk membantu metabolisme zat4zat :itamin dan mineral /ang lain. %pakah definisi dan mekanisme perubahan kognitif C Dan adakah hubungan kebutuhuan :itamin dan mineral sehingga dapat mempengaruhi perubahan kognitif C (. &ntuk mengetahui pengertian dari penuaan. #. %pa /ang dimaksud dengan osteoporosis dan bagaimana mekanisme ter1adin/a terkait :itamin dan mineral C #%( Tu)u'n 1. %pa /ang dimaksud dengan obesitas dan bagaimana mekanisme ter1adin/a terkait :itamin dan mineral C '. <agaimanakah kebutuhan :itamin dan mineral pada lansiaC #. #%! Ru&us'n M's'l'h 1. &ntuk mengetahui hubungan anoreksia terhadap kebutuhan :itamin dan mineral. &ntuk mengetahui kebutuhan :itamin dan mineral pada lansia. 2 . Sa/uran dan buah hendakn/a dikonsumsi se2ara teratur sebagai sumber :itamin6 mineral dan serat. $. !. &ntuk mengetahui hubungan antara usia dengan pen/akit.kurang mineral kalsium /ang men/ebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi men/ebabkan anemia. <agaimana hubungan antara usia dengan pen/akitC $. %pakah pengertian penuaanC !. <agaimana hubungan anoreksia terhadap kebutuhan :itamin dan mineralC 5.

(. &ntuk mengetahui pengertian perubahan kognitif dan mekanisme ter1adin/a terkait :itamin dan mineral.5. &ntuk mengetahui pengertian obesitas dan mekanisme ter1adin/a terkait :itamin dan mineral. # . &ntuk mengetahui pengertian osteoporosis dan mekanisme ter1adin/a terkait :itamin dan mineral. '.

@.A II PEM AHASAN !%# Penu''n Menurut Aonstantinindes6 proses penurunan kemampuan 1aringan untuk memperbaiki diri D mengganti diri6 mempertahankan struktur dan fungsi normal se2ara perlahan6 sehingga tidak dapat bertahan terhadap 1e1as ?termasuk infeksi@ dan tidak dapat memperbaiki kerusakan /ang diderita disebut penuaan ? Darmo1o6 !"".epang. Proses penuaan perlu dipahami6 sebagian karena proporsi indi:idu berumur 55 tahun ke atas terus meningkat6 diprediksikan sebesar $1E di %merika Serikat pada tahun !"$" ? )aar6 !""$ @6 dengan pergeseran demografi serupa diprediksikan untuk Bropa dan . Persentase orang berusia '" tahun ke atas akan meningkat dua atau tiga kali lipat pada !"5". % . Penuaan adalah merupakan suatu proses /ang men/ebabkan atresi dan perburukan selular seiring usia /ang pada akhirn/a berakhir pada penurunan :iabilitas dan kematian6 dipengaruhi baik oleh suatu program genetik mau pun 1uga oleh peristi+a lingkungan dan endogen kumulatif /ang berlangsung di sepan1ang rentang usia organisme. Ketika harapan hidup meningkat6 /ang memaksa indi:idu tua untuk menunda pensiun mereka danDatau meren2anakan pensiun pan1ang6 kaum manula men2ari modalitas inter:ensi untuk memperbaiki penampilan mereka dan mengembalikan tanda penuaan.

2. b. Setiap lan1ut usia mempun/ai kebiasaan /ang berbeda. in/i0i/u'l: a.Oleh karena itu6 1umlah kun1ungan ke dokter estetik6 dokter kulit dan dokter bedah plastik diperkirakan meningkat pesat di masa mendatang. !%#%#% P*+ses &enu' . 3idak ada suatu faktor pun /ang ditemukan dapat men2egah proses menua. . &ntuk menangani pen/akit kulit pada manula se2ara efektif dan untuk menggunakan modalitas intre:ensi /ang tepat untuk membalikkan penuaan kulit6 penting bagi kita untuk mengerti dengan perubahan klinis dan histologis /ang men/ertai penuaan kulit. 3ahap proses menua ter1adi pada orang dengan usia berbeda.'h'n Fisi+l+1is 2'/' Penu''n Perubahan Terkait Usia(Nutrisi) .e*si-'. 3eori <iologis Fenetika 3ingkat Perubahan Fen /ang di+ariskan dan dampak lingkungan Dipakai dan rusak ?+ear and Kerusakan oleh radikal bebas tear@ =ingkungan *munitas 5euroendokrin 3eori Psikologis Kepribadian 3ugas perkembangan Disengagement?pemutusan@ %kti:itas Kontinuitas Ketidakseimbangan sistem Meningkatn/a pa1anan terhadap hal4hal /ang berbaha/a *ntegritas s/stem tubuh untuk mela+an kembali Kelebihan atau kurangn/a produksi hormone 3ingkat proses *ntro:ert la+an ekstro:ert Maturasi sepan1ang rentang kehidupan %ntisipasi menarik diri Membantu mengembangkan usaha Pengembangan indi:udualitas Kompensasi melalui pengorganisasian diri sendiri !%#%!% Pe*u.

&mur sebagai salah satu sifat karakteristik tentang orang /ang dalam studi epidemiologi merupakan :ariable /ang 2ukup penting karena 2ukup ban/ak pen/akit ditemukan dengan berbagai :ariasi frekuensi /ang disebabkan oleh umur6 peranan umur men1adi 2ukup penting antara lain karena 9Pertama6 studi tentang hubungan :ariasi suatu pen/akit dengan umur dapat memberikan gambaran tentang fa2tor pen/ebab pen/akit tersebut. Kebutuhan protein6 :itamin dan mineral biasan/a tidak berubah b. Kedua. Kehilangan kalsium dan nitrogen ?pada pasien /ang tidak dapat ambulasi d. %dapun hubungan antara ke1adian frekuensi pen/akit dengan umur biasan/a din/atakan dalma bentuk age spe2ifi2 in2iden2e maupun pre:alen2e ? angka ke1adian umur khusus @ /akni 1umlah ke1adian pen/akit terhadap kelompok umur tertentu6 hubungan lain antara umur dengan ter1adin/a suatu pen/akit adalah umur mempun/ai hubungan dengan besarn/a risiko terhadap pen/akit tertentu dan sifat resistensi pada berbagai kelompok umur tertentu6 selain itu umur 1uga mempun/ai hubungan erat dengan berbagai sifat karakterisitik tentang orang lainn/a seperti peker1aan6 status perka+inan6 dan reproduksi6 dan berbagai / . Kebutuhan energi kemungkinan menurun sekitar !"" kal D hari karena penurunan akti:itas 2.a. umur dapat merupakan fa2tor sekunder /ang harus diperhitungkan dalam mengamati atau meneliti perbedaan frekuensi pen/akit terhadap :ariable lainn/a. Penurunan absorpsi kalsium dan :itamin <1 dan <! akibat penurunan sekresi pepsin dan asam hidroklorat !%! Hu.un1'n Usi'/en1'n Pen3'4i.

Dengan demikian6 maka dapat dimengerti bah+a adan/a perbedaan pengalaman tergadap pen/akit menurut umur sangat mempun/ai pengaruh /ang berhubungan dengan adan/a perbedaan tingkat keterpaparan dan kerentanan menurut umur6 adan/a perbedaan dalam proses ke1adian pathogenesis6 maupun adan/a perbedaan pengalaman terhadap pen/akit tertentu.'&in /'n Mine*'l P'/' L'nsi' Kebutuhan nutrisi /ang sehat dan seimbang sangat penting artin/a untuk pertumbuhan sekaligus untuk meningkatkan kualitas kesehatan kita. Fizi /ang sehat 1uga membantu dalam pengobatan serta dapat emmper2epat pen/embuhan dari suatu pen/akit.u. Misaln/a6 semakin muda umur seseorang maka semakin tinggi risiko kerentanann/a terhadap paparan suatu pen/akit6 dalam hal ini bisa di2ontohkan ba/i6 ba/i sangat rentan terhadap paparan suatu pen/akit karena s/stem imunn/a /ang masih belum siap untuk melindungi dirin/a dari serangan suatu agent pen/akit.kebiasaan lainn/a. <egitu 1uga semakin bertambah tua umur seseorang 1uga akan meninggikan risiko dirin/a untuk terpapar suatu pen/akit6 misaln/a lansia6 mengapa demikianC Karena dengan bertambahn/a umur seseorang maka ada penurunan fungsi tubuhn/a6 /ang sebelumn/a dapat berfungsi optimal dalam melindungi dirin/a terhadap serangan suatu pen/akit dengan bertambahn/a umur maka fungsi tubuh tersebut semakin berkurang dan melemah. Pilihan makanan sehat seiring dengan perubahan ga/a hidup dapat mengurangi indi:idu kemungkinan menderita pen/akit terkait penuaan seperti osteoporosis6 diabetes6 dan pen/akit 1antung. !%( Ke.uh'n Vi. Mengkonsumsi makanan /ang bergizi serta men/ehatkan dengan melibatkan berbagai 1enis makanan /ang mengandung sumber energi6 :itamin6 protein6 serat6 1 .

-al ini disebabkan oleh penurunan massa otot dan penurunan akti:itas fisik /ang ter1adi padaindi:idu /ang berusia tua. Kalsium Kalsium merupakan mineral /ang sangat dibutuhkan tubuh pada segala usia utaman/a bagi para orang telah berumur. Sebenarn/a 1enis kebutuhan nutrisi untuk usia rema1a maupun orang tua adalah sama han/a /ang men1adi perbedaan disini han/alah masalah 1umlah dan proporsin/a sa1a.mineral6 dan 2airan /ang kita butuhkan untuk meningkatkan kesekatan kita. Dan untuk lebih 1elasn/a6 berikut adalah beberapa elemen penting /ang dibutuhkan tubuh untuk menun1ang kesehatan bagi manusia. Bsophagus atau kerongkongan mengalami pelebaran. a. Pen/erapan makanan di usus menurun. Peren2anaan menu /ang baik dapat di2apai dengan memilih makanan /ang tinggi serat serta rendah lemak seperti sereal dan roti /ang dibuat dari bi1i4 bi1ian6 sa/uran dan buha4buahan6 bersama dengan lemak dan min/ak sehat lainn/a. Sementara makanan /ang tinggi kalori seperti lemak dan gula /ang dapat larut dalam darah kadang4 kadang dibatasi untuk dikonsumsi. <erkurangn/a indera penge2apan mengakibatkan penurunan terhadap 2ita rasa manis6 asin6 asam6 dan pahit. Kalsium ini sangat penting untuk men2egah osteoporosis dan membangun tulang /ang kuat. Ras alapar menurun6 asam lambung menurun. <eberapa faktor /ang mempengaruhi kabutuhan gizi pada lansia /aitu6 berkurangn/a kemampuan men2erna makanan akibat kerusakan gigi atau ompong.Selain itu6 mengkonsumsi makannan /ang berportein tinggi seperti telur6 ikan6 unggas6 daging6 ka2ang4ka2angan. Ferakan usus atau gerka peristaltik lemah dan biasan/a menimbulkan konstipasi. Oleh karena itu bagi 3 .

mereka /ang ingin meningkatkan kepadatan tulang dan gigi6 men2egah osteoporosis dimasa /ang akan datang sangat dian1urkan untuk ban/ak mengkonsumsi mineral ini.5"" mg kalsium dalam sehari. 5amun6 karena 1umlah ini mungkin sulit untuk mengkonsumsi melaui makanan sa1a6 mungkin dian1urkan bagi beberapa orang untuk mengambil suplemen kalsium6 setelah berkonsultasi dengan dokter. Keban/akan makanan 6 . 2. Kalium Fungsi kalium pada tubuh /aitu untuk membantu dan mempertahnakan kestabian tekanan darah dan meningkatkan fungsi otot dan s/araf.!""41. <eberapa sumber terbaik dari :itamin A adalah buah 1eruk6 tomat6 melon6 buah6 paprika hi1au6 dan sebagain/a. b.3api 1ika hendak mengambil suplemen kalsium6 harus dikonsumsi setelah beberapa 1am setelah makan karena kalsium dapat mengganggu pen/erapan zat besi dari makanan lain. Menurut ahli gizi6 mereka /ang telah berusia '5 tahun ke atas membutuhkan 1. >itamin A Fungsi :itamin A ini untuk membantu pen/erapan zat besi dari sumber makanan /ang berasaln dari tanaman.Sumber kalsium /ang baik adalah ke1u6 /ogurt6 sus rendah lemak6 sa/uran berdaun hi1au6 tahu /ang dibuat dengan menambah kalsium sulfat6 dan suus kedelai /ang diperka/a dengan kalsium. Rendahn/a tingkat :itamin A ini dapat men/ebabkan kekurangan zat besi6 luka lambat sembuh dan gusi berdarah.

e.<eberapa sumber terbaik :itamin % seperti labu6 ba/am6 +ortel6 dan ubi 1alar. >itamin <1! Fungsi :itamin <1! berperan dalam pembentukan sel darah merah sehingga indi:idu /ang defisiensi :itamin <1! ini dapat men/ebabkan anemia.Sumber makanan :itamin <1! ini sendiri dapat ditemukan pada hati unggas6 daging kambing6 daging sapi6 daging a/am6 daging babi6 telur utuh6 ikan6 /oghurt6 ke1u dan susu. 14 . >itamin % Manfaat :itamin % sangat penting untuk mempertahankan fungsi mata6 perutmbuhan 1aringan dan untuk meningkatkan s/stem imun. d. f. g. Magnesium Magnesium merupakan mineral /ang berperan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh dan tulang.Selain dari sinar matahari pagi6 beberapa sumber :itamin D ini adaah sereal dan susu. >itamin D Manfaat :itamin D /aitu membantu dalam pen/erapan kalsium dan men2egah pen/akit /ang dikaitkan dengan gangguan pada tulang.Manfaat magnesium lainn/a dalam meningkatkan fungsi saraf6 otot6 dan hati.Sumber utama dari magnesium ini seperti ikan6 buah4buahan ?pisang@6 sa/uran seperti ba/am6 tomat dll.ban/ak mengandung kalium6 namun karena mereka tidak 2ukup mengkonsumsi sa/uran dan buah4buahan maka mereka bisa defisiensi kalium.

Fiber ?serat@ Serat 1uga sangat penting untuk orang tua untuk memperlan2ar kiner1a usus dari beberapa gangguan usus. %noreksia erat 11 .uh'n Vi.u.%supan serat 1uga diduga membnatu dalam melindungi terhadap beberapa 1enis kanker6 diabetes6 dan pen/akit 1antung.<eberapa sumber terbaik :itamin ini adaah almond6 bi1i bungan matahari6 selai ka2ang6 dan saus tomat.($@ 7penge1aran tanpa lelah kekurusan tubuh dengan men2iptakan kelaparan diri sendiri bahkan sampai pada kematian8 Seseorang /ang menderita anoreGia disebut sebagai anoreksik atau ?lebih tidak umum@ anorektik. >itamin B >itamin B merupakan antioksidan /ang sangat baik dalam membantu melindungi sel dari kerusakan.h. Menurut <ru2h ?1. Keban/akan sa/uran6 buah4buahan dan ka2ang tinggi serat. Pada lan1ut usia6 sering timbul suatu kondisi berkurangn/a bahkan hilangn/a selera makan atau disebut 1uga anoreksia. i.'&in /'n Mine*'l %noreksia ?anorexia@ berasal dari bahasa )unani an-6 /ang artin/a 7tanpa8 dan orexis artin/a 7hasrat untuk8.%noreksia memiliki arti 7tidak memiliki hasrat untuk ?makan@86 /ang sesungguhn/a keliru6 karena kehilangan nafsu makan diatara penderita anoreksia 1arang ter1adi. !%$ An+*e4si' Te*h'/'2 Ke.*stilah ini sering kali namun tidak benar disingkat men1adi anoreGia6 /ang berarti ge1ala medis kehilangan nafsu makan.

Mekanisme ter1adin/a anoreksia pada lansia adalah adan/a motilitas lambung dan pengosongan lambung menurun seiring dengan meningkatn/a usia. Pada manusia lan1ut usia6 reseptor pada esofagus kurang sensitif dengan adan/a makanan. <erat total usus halus ?di atas usia #" tahun@ berkurang6 namun pen/erapan zat gizi pada umumn/a masih dalam batas normal6 ke2uali kalsium dan zat besi ?di atas usia '" tahun@. Di usus halus 1uga ditemukan adan/a kolonisasi bakteri pada lansia dengan gastritis atrofi /ang dapat menghambat pen/erapan :itamin <.Bsofagus terutama berfungsi untuk men/alurkan makan dari faring ke lambung6 dan gerakann/a diatur se2ara khusus untuk fungsi tersebut. Faktor lain /ang 1uga turut mempengaruhi penurunan asupan gizi pada lan1ut usia adalah sikap tidak peduli6 hidup /ang tidak teratur6 da/a ingat /ang melemah6 kemampuan kognitif /ang berkurang6 timbuln/a pen/akit tertentu seperti kelainan 1antung6 kanker 1uga ikut mempengaruhi kuantitas asupan gizi sehingga menimbulkan anoreksia atau selera makan berkurang. -al ini men/ebabkan kemampuan peristaltik esofagus mendorong makanan ke lambung menurun sehingga pengosongan esofagus terlambat.Salah satun/a adalah karena kelainan fisik6 depresi karena sedih dan terisolasi. Selain itu6 motilititas usus halus dan usus besar terganggu sehingga men/ebabkan konstipasi sering ter1adi pada lansia ?Setiati6!"""@. Di atas usia '" tahun6 sekresi -A= dan pepsin berkurang. 12 . Se2ara alamiah6 berkurangn/a selera makan karena prose penuaan /ang ter1adi se2ara alamiah. =apisan lambung lansia menipis. %kibatn/a pen/erapan :itamin dan zat besi berkurang. -al ini berpengaruh dan menurunn/a status gizi mereka serta penurunan berat badan lan1ut usia.kaitann/a dengan penurunan berat badan dan pen/ebabn/a ban/ak ?bersifat multi@.

%kibat /ang mun2ul adalah anoreksia.'s Te*h'/'2 Ke. Selain itu sekresi ludah 1uga menurun hingga ter1adi gangguan pengun/ahan dan penelanan.u. Menghindari kopi dan minuman dietH #.Pen/akit periodonsia dan gigi palsu /ang tidak tepat akan makin memberikan rasa sakit dan tak n/aman saat mengun/ah.esi. Selain itu ter1adi penurunan motilitas usus6 hiungga ter1adi konstipasi.3er1adi perubahan4perubahan pada kemampuan disgesti dan absorbsi /ang ter1adi sebagai akibat hilangn/a opioid endogen dan efek berlebihan dari kolesistokin.'&in /'n Mine*'l !%5%#% De-inisi O. <an/ak mengkonsumsi makanan /ang bergiziH !.'s Obesitas adalah kelebihan lemak dalam tubuh6 /ang umumn/a ditimbun dalam 1aringan subkutan ?ba+ah kulit@6 sekitar organ tubuh dan kadang ter1adi perluasan ke dalam 1aringan organn/a ?Misnadierl/6 !""(@. Aara pen2egahann/a adalah sebagai berikut 9 1.uh'n Vi. Minum :itamin dan suplemenH $. 3er1adi pula o:ergro+th bakteri /ang akan menurunkan bioa:ailabilit/ <1!6 malabsorbsi lemak6 fungsi asam empedu /ang menurun dan diare. 1# . Menghindari obat4obat diuretik dan laGati:e. -ilangn/a nafsu makan atau /ang biasa disebut anoreksia pada lansia bisa di2egah dengan beberapa 2ara. -ipoklorhidria /ang ter1adi oleh karena berkurangn/a sel4sel parietal mukosa lambung akan mengakibatkan penurunan absorpsi kalsium dan non4hem4iron. !%5 O.esi.

3er1adin/a obesitas lebih ditentukan oleh terlalu ban/akn/a makan6 terlalu sedikitn/a akti:itas atau latihan fisik6 maupun keduan/a ?Misnadierl/6 !""(@. Se2ara ilmiah6 obesitas ter1adi akibat mengkonsumsi kalori lebih ban/ak dari /ang diperlukan oleh tubuh.@.Sedangkan pada pria biasan/a lemak menimbun di sekitar perut6 sehingga memberikan gambaran seperti buah apel.Pola pen/ebaran lemak tubuh pada pria dan +anita 2enderung berbeda.Pen/ebab ter1adin/a ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum 1elas. Perhatian tidak han/a ditu1ukan kepada 1umlah lemak /ang ditimbun6 tetapi 1uga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh.Obesitas dalam tubuh merupakan sehingga keadaan kelebihan /ang berat menun1ukkan badan /ang ketidakseimbangan antara tinggi dan berat badan akibat 1aringan lemak ter1adi melampaui ukuran ideal ?Sumanto6 !"".0anita 2enderung menimbun lemakn/a di pinggul dan bokong6 sehingga memberikan gambaran seperti buah pir. Dengan demikian tiap orang perlu memperhatikan ban/akn/a masukan makanan ?disesuaikan dengan kebutuhan tenaga sehari4hari@ dan akti:itas fisik /ang dilakukan.3etapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu /ang mutlakH kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa +anita tampak seperti buah apel6 terutama setelah masa menopause. 3er1adin/a obesitas melibatkan beberapa faktor9 1% . Perhatian lebih besar mengenai kedua hal ini terutama diperlukan bagi mereka /ang kebetulan berasal dari keluarga obesitas6 ber1enis kelamin +anita6 peker1aan ban/ak duduk6 tidak senang melakukan olahraga6 serta emosionaln/a labil.

Seringkali sulit untuk memisahkan faktor ga/a hidup dengan faktor genetik. =ingkungan ini termasuk perilakuDpola ga/a hidup ?misaln/a apa /ang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana akti:itasn/a@.Fangguan ini merupakan masalah /ang serius pada ban/ak +anita muda /ang menderita obesitas6 dan bisa menimbulkan kesadaran /ang berlebihan tentang kegemukann/a serta rasa tidak n/aman dalam pergaulan sosial.%da dua pola makan abnormal /ang bisa men1adi pen/ebab obesitas /aitu makan dalam 1umlah sangat ban/ak ?binge@ dan makan di malam hari ?sindroma makan pada malam hari@. pikiran seseorang orang diri bisa /ang yang mempengaruhi bentuk kebiasaan <an/ak memberikan reaksi terhadap emosin/a dengan makan. Seseorang tentu sa1a tidak dapat mengubah pola genetikn/a6 tetapi dia dapat mengubah pola makan dan akti:itasn/a. Faktor genetik. Penelitian terbaru menun1ukkan bah+a rata4rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar $$E terhadap berat badan seseorang. 3etapi anggota keluarga tidak han/a berbagi gen6 tetapi 1uga makanan dan kebiasaan ga/a hidup6 /ang bisa mendorong ter1adin/a obesitas. 7. .a. Faktor lingkungan Fen merupakan faktor /ang penting dalam berbagai kasus obesitas6 tetapi lingkungan seseorang 1uga memegang peranan /ang 2ukup berarti. '.Salah satu gangguan emosi adalah persepsi negatif. Obesitas 2enderung diturunkan6 sehingga diduga memiliki pen/ebab genetik. Faktor psikis %pa /ang ada di dalam makann/a.Kedua pola makan ini biasan/a dipi2u oleh stres 1.

dan keke2e+aan. Faktor perkembangan Penambahan ukuran atau 1umlah sel4sel lemak ?atau keduan/a@ men/ebabkan bertambahn/a 1umlah lemak /ang disimpan dalam tubuh. Pada sindroma makan pada malam hari6 adalah berkurangn/a nafsu makan di pagi hari dan diikuti dengan makan /ang berlebihan6agitasi dan insomnia pada malam hari. (.umlah sel4sel lemak tidak dapat dikurangi6 karena itu 1/ . ). Obat4obatan Obat4obat tertentu ?misaln/a steroid dan beberapa anti4 depresi@ bisa men/ebabkan penambahan berat badan. e.Sebagai akibatn/a kalori /ang dikonsumsi sangat ban/ak.<inge mirip dengan bulimia nervosa6 dimana seseorang makan dalam 1umlah sangat ban/ak6 bedan/a pada binge hal ini tidak diikuti dengan memuntahkan kembali apa /ang telah dimakan. Faktor kesehatan <eberapa pen/akit bisa men/ebabkan obesitas6 diantaran/a9 • • • • -ipotiroidisme Sindroma Aushing Sindroma Prader40illi <eberapa kelainan saraf /ang bisa men/ebabkan seseorang ban/ak makan.Penderita obesitas6 terutama /ang men1adi gemuk pada masa kanak4kanak6 bisa memiliki sel lemak sampak 5 kali lebih ban/ak dibandingkan dengan orang /ang berat badann/a normal. .

penurunan berat badan han/a dapat dilakukan dengan 2ara mengurangi 1umlah lemak di dalam setiap sel. 3imbunan tersebut berhubungan dengan menurunn/a kepadatan mineral tulang /ang diukur dengan DI% atau pKA3. Setelah dilakukan riset6 hasiln/a /aitu penderita asma /ang melakukan pengobatan dengan obat hirup mengalami menimbunan obat hirup seban/ak 51( miligram. &ntuk membuktikann/a dilakukan pemeriksaan /aitu berupa pengukuran bone mineral densit/ ?<MD@ dengan dual4energ/ G4ra/ absorptiometr/ ?DI%@ dan peripheral Juatitati:e 2omputed tomograph/ ?pKA3@. 3erutama pada anak penderita asma /ang semasa ke2iln/a menggunakan obat hirup 2orti2osteroid. >itamin D memiliki peranan /ang sangat penting bagi kesehatan sel6 pen/erapan kalsium dan fungsi kekebalan 11 . /en1'n Vi.e*4'i. !%5%(% Me4'nis&e O.esi. %kti:itas fisik Kurangn/a akti:itas fisik kemungkinan merupakan salah satu pen/ebab utama dari meningkatn/a angka ke1adian obesitas di tengah mas/arakat /ang makmur. Seseorang /ang 2enderung mengkonsumsi makanan ka/a lemak dan tidak melakukan akti:itas fisik /ang seimbang6 akan mengalami obesitas.'s . g. /en1'n Mine*'l Selain peningkatan risiko asma6 riset 1uga menun1ukkan kelebihan berat badan berefek pada penurunan kepadatan mineral tulang.esi.e*4'i.Orang4orang /ang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori.'&in -ubungan berbanding terbalik antara berat badan berlebih dengan kurangn/a 1umlah :itamin D.'s . !%5%!% Me4'nis&e O.

.u." tahun. Di fase ini seseorang masih bisa berfungsi normal kendati mulai sulit mengingat kembali informasi /ang telah dipela1ari6 tidak 1arang ditemukan pada orang setengah ba/a. Fungsi kognitif Pada lan1ut usia selain mengalami kemunduran fisik 1uga sering mengalami kemunduran fungsi intelektual termasuk fungsi kognitif.2'/' L'nsi' a. !%6 Penu*un'n K+1ni. Proses ini akan ter1adi lebih singkat pada orang4orang obesitas karena adan/a permasalahan dalam pembentukan :itamin D tersebut.tubuh /ang seimbang. Kekurangan :itamin D dapat meningkatkan resiko tulang rapuh dan kanker 1enis tertentu.'&in /'n Mine*'l !%6%#% De-inisi Fun1si K+1ni.i. Mudah lupa ini bisa berlan1ut men1adi Fangguan Kognitif Ringan ?Mild Aogniti:e *mpairment4MA*@ sampai ke demensia sebagai bentuk klinis /ang paling berat. Demensia adalah suatu kemunduran intelektual berat dan progresif /ang mengganggu fungsi sosial6 peker1aan6 dan aktifitas sehari4hari seseorang ?0reksoatmod1o6 !"1!@ 13 .i. Selain itu6 penelitian tersebut menun1ukkan bah+a setelah Lsunshine :itaminL diserap oleh tubuh ?baik melalui radiasi sinar matahari atau pengonsumsian 1enis makanan seperti ikan dengan kandungan lemak tinggi dan susu ber:itamin@6 maka tubuh kemudian akan mengubahn/a ke dalam bentuk /ang dapat difungsikan tubuh6 /aitu 16!54dih/droG/:itamin D.E lan1ut usia /ang berusia 5"45.uh'n Vi. Kemunduran fungsi kognitif dapat berupa mudah lupa ?forgetfulness@ bentuk gangguan kognitif /ang paling ringan diperkirakan dikeluhkan oleh $. tahun6 meningkat men1adi lebih dari .e*h'/'2 Ke.5E pada usia lebih dari . 5. Para peneliti 1uga mengungkapkan bah+a orang /ang kelebihan berat badan memiliki kemungkinan mengalami masalah dalam memproses :itamin dalam tubuhn/a se2ara tepat.

Peningkatan tekanan darah 1(kronis dapat meningkatkan efek penuaan pada struktur otak6 meliputi penurunan substansia putih dan abu4abu di lobus prefrontal6 penurunanhipokampus6 meningkatkan hiperintensitas substansia putih di lobus frontalis ?Raz6 Rodrigue6 M %2ker dalam M/ers6 !"". Salah satu faktor pen/akit penting /ang mempengaruhi penurunan kognitif lansia adalah hipertensi. -al tersebut disebabkan oleh metabolisme :itamin D /ang kurang efisien pada orang tua.@. -al ini disebabkan adan/a peranan le:el hormon seks endogen dalam perubahan fungsi kognitif.@. Kekurangan :itamin D sekitar !5E45#E pada orang berusia '" keatas dan (#E ditemukan pada +anita pada penderita %lzheimer. -asil dari penelitian tentang :itamin D dalam fungsi otak adalah adan/a reseptor :itamin D pada hippo2ampus dan merupakan pelindung dari saraf :itro ?0ilkins et al6 dalam M/ers6 !"". Penurunan fungsi kognitif umum dan memori :erbal dikaitkan dengan rendahn/a le:el estradiol dalam tubuh. Bstradiol diperkirakan bersifat neuroprotektif /aitu dapat membatasi kerusakan akibat stress oksidatif serta sebagai pelindung sel saraf dari toksisitas amiloid pada pasien %lzheimer ?)affe6 dkk dalam M/ers6 !"". Reseptor estrogen telah ditemukan dalam area otak /ang berperan dalam fungsi bela1ar dan memori6 seperti hipokampus.b.@. Faktor risiko penurunan fungsi kognitif . %ngina pektoris6 infark miokardium6 pen/akit 1antung koroner dan pen/akit :askular lainn/a 1uga dikaitkan 16 . Faktor makanan 1uga mempengaruhi fungsi kognitif. Karena sumber utama :itamin D adalah sinar matahari6 untuk mempertahankan tingkat serum normal diet sa1a mungkin tidak 2ukup tanpa suplementasi.enis kelamin +anita lebih beresiko mengalami penurunan kognitif dari pada laki4laki.

SSP memerlukan nutrisi untuk berfungsi6 setiap gangguan pengiriman nutrisi mengakibatkan gangguan fungsi SSP..#6 hal . Faktor Presipitasi Setiap ke1adian diotak dapat berakibat gangguan kognitif.-ipoksia Keadaan ini dapat berupa anemia -ipoksia6 -itoksik mengakibatkan distribusi nutrisi ke otak -ipoksia6 -ipoksemia -ipoksia6 atau *skemik -ipoksia. !%6%!% Me4'nis&e Pe*u.(1@.Misaln/a ruang *A& dengan 2aha/a6 bun/i /ang konstan merangsang dapat men2etuskan disorientasi6 delusi dan halusinasi6 namun belum ada penelitian /ang tepat. 24 . Faktor /ang dapat men/ebabkan adalah pen/akit infeksi sistematik6 gangguan peredaran darah6 kera2unan zat ?<e2k6 Ra+lins dan 0illiams6 1.Stimulus /ang kurang atau berlebihan dapat mengganggu fungsi kognitif.'h'n K+1ni.@.i- Dipengaruhi oleh beberapa faktor 9 a.Perubahan struktur otak akibat trauma atau tumor 1uga mengubah fungsi otak. Faktor Predisposisi Fangguan kognitif umumn/a disebabkan oleh gangguan fungsi susunan saraf pusat ?SSP@. b.Semua berkurang. <an/ak faktor lain /ang menurut beberapa ahli dapat menimbulkan gangguan kognitif6 seperti kekurangan :itamin6 malnutrisi6 gangguan 1i+a fungsional.Fangguan metabolisme sering mengganggu fungsi mental6 hipotiroidisme6 hipoglikemia.dengan memburukn/a fungsi kognitif ?<riton M Marmot dalam M/ers6 !"".Ra2un6 :irus dan :irus men/erang otak mengakibatkan gangguan fungsi otak6 misaln/a sifilis.

>itamin <1! %supan :itamin <1! berpengaruh pada 1aringan saraf karena salah satu fungsi dari :itamin <1! penting dalam fungsi normal metabolisme 1aringan saraf.'&in /'n Mine*'l 2'/' L'nsi' a.Diduga gangguan saraf pada kekurangan :itamin <1! disebabkan gangguan akti:itas enzim ini ?%lmatsier6 !""1@.Reaksi ini mengubah metilmalonil4Ko% men1adi suksinil4Ko%.!%6%(% Penu*un'n K+1ni.e*h'/'2 Ke.6 !""' dalam %is/ah6 !"".uh'n Vi.-ubungan antara asupan :itamin % dari makanan dengan fungsi kognitif menun1ukkan hasil /ang signifikan ?=a Rue6 dkk. >itamin % Peranan :itamin % berkaitan dengan dua hal meliputi mengontrol deferensiasi sel dan kompleks :itamin %masuk ke dalam nukleus sehingga mempengaruhi D5% ?%lmatsier6 !""1@.>itamin <1! merupakan kofaktor dua 1enis enzim pada manusia /aitu metionin sintetase dan metilmalonil4Ko%.Reksi4reaksi ini diperlukan untuk degradasi asam propionat dan asam lemak rantai gan1il terutama dalam sistem saraf. Pada penelitian ini menun1ukkan 21 . Penelitian pada medi al !esear h "oun il#s ?MRA@ "ognitive $un tion and %geing &tudy ?AF%S@ melaporkan bah+a defisiensi :itamin <1! pada lansia berhubungan dengan fungsi kognitif dan rendahn/a nilai kemampuan bahasa dan ekspresi ?M2Ara2ken6 dkk..@.@.( dalam %is/ah !"".u.6 1.Reaksi metilmalonil4Ko% mutase ter1adi dalam mitokondria sel dan menggunakan deoksiadenosilkobalamin sebagai kofaktor.Oleh karena :itamin % berhubungan dengan penuaan6 terutama pada penuaan otak6 selian itu :itamin % dikenal 1uga sebagai antioksidan. Kekurangan :itamin <1! dapat menurunkan kemampuan kognitif.i-. b.

. e. >itamin B 22 .@.Defisisensi :itamin <' meninbulkan ge1ala4ge1ala /ang berkaitan dengan gangguan metabolosme protein seperti lemah6 mudah tersinggung dan sukar tidur. d.ika defisiensi :itamin <' terus berlan1ut dapat menimbulkan kerusakan pada sistem s/araf ?%lmatsier6 !""1@.Pembentukan sfingolopida /ang diperlukan dalam pembentukan lapisan mielin /ang men/arungi sel4sel s/araf /ang memerlukan P=P. Defisiensi :itamin <1! dalam +aktu lama dapat men/ebabakan kerusakan sisitem s/araf /ang tidak dapat diperbaiki dan akhirn/a dapat men/ebabkan kematian sel4sel s/araf.Kekurangan lebih lan1ut dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan gangguan fungsi motorik.Selain itu :itamin A berperan memperlambat berkembangn/a gangguan kognitif. >itamin A >itamin A mempun/ai ban/ak fungsi di dalam tubuh6 sebagai koenzim ataun kofaktor. Sebagai koenzim fosforilase6 P=P membantu pelepasan gloikogen dari hati dan otot sebagai glukosa414fosfat. 2. >itamin <' >itamin <' berperan dalam bentuk fosforilasi P=P dan PMP sebagai koenzim terutama dalam transmisi6 dekarbboksilasi6 dan reaksi lain /ang berkaitan dengan metabolisme protein.status :itamin <1! /ang rendah berhubungan dengan lebih 2epatn/a penurunan fungsi kognitif ?Alarke6 dkk.>itamin A atau dikenal 1uga sebagai asan askorbat adalah bahan /ang kuat kemampuan reduksin/a dan mampu bertindak sebagai antioksidan dalam reaksi4reaksi hidroksilasi ?%lmatsier6 !""1@.6 !""( dalam %is/ah6 !"".

@.Kekurangan seng kronis dapat 2# . Da/a konsentrasi6 da/a ingat dan kemampuan bela1ar terganggu ?%lmatsier6 !""1@. Seng Seng berkaitan dengan berbagai aspek metabolisme. g. at besi merupakan kofaktor penting dalam sintesis neurotransmitter dan myelination' Oleh karena itu Fe memiliki peran penting pada proses perusakan atau pelemahan fungsi kognitif dan menurunn/a kemampuan ker1a. f.Peranan penting seng sebagai bagian integral enzim D5% polimerasi dan R5% polimerase /ang diperlikan dalam sintesis D5% dan R5%.%ntioksidan merupakan fungsi utama :itamin B.Defisiensi Fe berpengaruh negatif terhadap fungsi otak6 terutama fungsi sistem neurotransmiter.Oleh karena itu :itamin B dapat men2egah seseorang dari kemunduran fungsi kognitif /aitu dengan melindungi kerusakan 1aringan saraf dari roses oksidatif ?Me/dani6 M. -al ini men/ebabkan kepekaan reseptor saraf dopamin berkurang dan reseptor tersebut akan hilang.6 !""1 dalam %is/ah !"". at <esi at besi atau Fe mempun/ai beberapa fungsi esensial di dalam tubuh. Penelitian terakhir menun1ukkan bah+a asupan :itamin B /ang tinggi pada usia lan1ut dikaitkan dengan meningkatn/a fungsi imun dan membaikn/a status kognitif pada pasien dengan pen/akit %lzheimer ?0orthington Roberts dan 0illiams6 !""" dalam %lmatsier6 !"11@. Komponenn/a penting untuk men2egah perusakan otak karena reaksi oksidatif.

'&in /'n Mine*'l !%7%#% De-inisi Os. n dalam struktur enzim antioksidan ?%lmatsier6 !%7 Os.e+2+*+sis Osteoporosis adalah kondisi /ang dikarakteristikan oleh kehilangan dari kepadatan tulang /ang normal6 berakibat pada tulang /ang mudah patah. Pada orang lan1ut usia6 asam folat berperan men2egah ter1adin/a kepikunan serta penurunan memori ingatan pada otak.uh'n Vi.u.@. Penelitian di *talia melaporkan bah+a kadar asam folat rendah berhubungan dengan akan meningkatkan risiko ter1adin/a demensia dan alzheimer ?Ra:aglia6 dkk.@.e+2+*+sis Te*h'/'2 Ke. %sam Folat %sam folat berperan dalam pembentukan D5% dan R5%.6 !""5 dalam %is/ah6 !"".. Pen/akit dari kerangka ini melemahkan tulang /ang men/ebabkan peningkatan risiko untuk patah 2% . h.( dalam %is/ah6 !"". Penelitian ini didukung laporan lain /ang men/atakan bah+a asupan asam folat berhubungan dengan meningkatn/a fungsi kognitif ?Ortega6 dkk.mengganggu sistem saraf pusat dan fungsi otak /ang dihubungkan dengan fungsi !""1@.Kekurangan asam folat dapat mengganggu metabolisme D5% sehingga dapat mengganggu ker1a sel4sel dalam tubuh ?%lmatsier6 !""1@.6 1. Osteoporosis men1urus se2ara harafiah pada tulang /ang keropos se2ara abnormal /ang lebih dapat dimampatkan seperti sepon6 daripada padat seperti batu bata. Penelitian telah membuktikan bah+a mereka /ang mengkonsumsi asam folat setidakn/a di usia 5" tahunan selama $ tahun mampu mengimbangi mereka /ang berusia #" tahun dalam masalah ingatan pada sebuah tes di <elanda.

Melaui +aktu bertahun4tahun6 patah4patah tulang belakang /ang berulangkali dapat men/ebabkan n/eri punggung bagian ba+ah /ang kronis serta kehilangan tinggi atau pembengkokan tulang belakang6 /ang memberi seseorang penampakan punggung /ang bongkok dari punggung bagian atas6 seringkali disebut Ndo+ager hump. . Semakin tua6 tulang kita kehilangan kandungan zat mineraln/a. <eberapa kita mampu mengendalikanH beberapa lain tidak.tulang4tulang ?bone fra2ture@. <eberapa patah4patah tulang osteoporosis mungkin luput dari deteksi sampai bertahun4tahun kemudian. 5amun olahraga berlebihan 1uga meningkatkan risiko osteoporosis !%7%!% Ge)'l'8Ge)'l' Os. Patah tulang /ang ter1adi selama per1alanan dari akti:itas /ang normal disebut patah tulang trauma /ang minimal atau patah tulang stres. Faktor /ang kita mampu kendali termasuk9 kekurangan kalsium atau :itamin d dalam diet6 merokok6 Konsumsi lebih dari tiga unit minuman beralkohol per hari6 konsumsi kafein berlebihan6 kurang berolahraga. Kemudian ge1ala4ge1ala berhubungan dengan lokasi dari patah tulang.e+2+*+sis Kondisi osteoporosis dapat hadir tanpa segala ge1ala4ge1ala untuk +aktu berdekade4dekade6 karena osteoporosis tidak men/ebabkan ge1ala4ge1ala ke2uali 1ika patah tulang. Faktor /ang kita tidak mampu kendali termasuk9 usia lebih dari 5" tahun6 perempuan setelah mati haid6 keturunan kaukasoid atau asia6 pun/a orang tua /ang pernah patah tulang pinggul6 badan langsing atau ringan. Oleh karenan/a6 pasien4pasien mungkin tidak sadar tentang osteoporosis mereka sampai mereka menderita patah tulang /ang men/akitkan. %da ban/ak faktor /ang meningkatkan risiko osteoporosis. Aontohn/a6 beberapa pasien4pasien dengan 2. Patah4patah tulang dari tulang belakang ?:ertebra@ dapat men/ebabkan n/eri /ang sangat /ang men/ebar kesekeliling dari punggung ke sisi tubuh.

e+2+*+sis /en1'n K+nsu&si Vi.'n Os. 3ulang4tulang /ang terpengaruh oleh osteoporosis dapat patah dengan luka /ang relatif minor /ang normaln/a tidak akan men/ebabkan patah tulang.osteoporosis mengembangkan patah4patah tulang stres dari kaki4kaki ketika ber1alan atau melangkahi pinggiran 1alan.3ulang belakang ?spine@6 pinggl4pinggul6 dan pergelangan4 pergelangan tangan adalah area4area /ang umum dari patah4patah tulang dari osteoporosis6 meskipun patah4patah tulang /ang berhubungan dengan osteoporosis dapat 1uga ter1adi pada hampir segala tulang kerangka. !%7%(% Ke. Kepadatan mineral tulang meningkat selama masa pubertas6 pun2akn/a di2apai pada usia di atas 1" hingga permulaan !" tahun6 kemudian mendatar6 setelah usia $" tahun ter1adi kehilangan massa tulang dengan ke2epatan "65E41E pertahun6 kemudian masuk masa menopause turun 1E4!E pertahun berlangsung hingga 5 sampai 1" tahun. Patah tulang dapat dalam bentuk patah ?seperti patah pinggul@6 atau kerobohan ?seperti pada patah karena tekanan dari :ertebrae tulang belakang@. Patah4patah tulang pinggul se2ara khas ter1adi sebagai akibat dari ke1atuhan.Selama masa anak4anak dan rema1a6 tulang baru di bentuk lebih 2epat daripada tulang lama 2/ . Kepatahan tulang pinggul mungkin 1uga sulit untuk sembuh setelah operasi perbaikan karena k+alitas tulang /ang buruk. Selama hidup6 tulang /ang tua disingkirkan ?resorpsi@ dan tulang /ang baru dibentuk pada rangka ?formasi@. Dengan osteoporosis6 kepatahan tulang pinggul dapat ter1adi sebagai akibat dari ke2elakaan4ke2elakaan /ang sepele. &mumn/a massa tulang pria lebih besar daripada +anita.'&in8Mine*'l 3ulang /ang normal tersusun dari protein6 kolagen6 dan kalsium semua darin/a memberikan kekuatan pada tulang.e*4'i.

?+++. ?%lmatsier6 !""# dalam Ra2hmiat/6 !"".?/angdisingkirkan@6 sehingga tulang men1adi lebih besar6 berat dan padat. Formasi tulang lebih 2epat dibandingan resorpsi tulang sampai massa tulang pun2ak ?kekuatan dan kepadatan tulang maksimum@ /ang di2apai sekitar usia $".2om@ <an/ak faktor /ang dapat meningkatkan proses pertumbuhan tulang di antaran/a adalah konsumsi kalsium6 akti:itas fisik6 dan paparan matahari /ang 2ukup. Setelah usia ini6 resorpsi tulang akan melampaui formasi tulang. A III PENUTUP 21 .mukipartono.@.

Ketika seseorang mempun/ai berat badan lebih maka pen/erapan :itamin dan mineral dalam tubuh 1uga akan melambat. 5. Dengan bertambahn/a umur seseorang maka ada penurunan fungsi tubuhn/a6 /ang sebelumn/a dapat berfungsi optimal dalam melindungi dirin/a terhadap serangan suatu pen/akit dengan bertambahn/a umur maka fungsi tubuh tersebut semakin berkurang dan melemah sehingga akan mudah untuk terserang pen/akit. Penurunan kognitif pada lan1ut usia ditandai dengan mudah lupa.(%#% Kesi&2ul'n perburukan selular seiring usia /ang pada akhirn/a berakhir pada penurunan :iabilitas dan kematian6 dipengaruhi baik oleh suatu program genetik mau pun 1uga oleh peristi+a lingkungan dan endogen kumulatif /ang berlangsung di sepan1ang rentang usia organisme. Kebutuhan nutrisi untuk usia rema1a maupun orang tua adalah sama6 han/a /ang men1adi perbedaan adalah masalah 1umlah dan proporsin/a karena disebabkan oleh penurunan massa otot dan penurunan akti:itas fisik /ang ter1adi pada indi:idu /ang berusia tua. 1. -al ini teradi karena penurunan fungsi organ tubuh manusia pada saat lan1ut usia. Sehingga kemungkinan besar lansia /ang mempun/ai berat badan lebih akan kekurangan :itamin dan mineral dalam tubuhn/a. 3erdapat hubungan antara anoreksia terhadap kebutuhan :itamin dan mineral pada lansia. Penuaan adalah merupakan suatu proses /ang men/ebabkan atresi dan !. '. 3erdapat hubungan antara penurunan kognitif terhadap kebutuhan 23 . 3erdapat hubungan antara obesitas terhadap kebutuhan :itamin dan mineral pada lansia. Pada lan1ut usia6 sering timbul suatu kondisi berkurangn/a bahkan hilangn/a selera makan atau disebut 1uga anoreksia. #. $.

Osteoporosis merupakan kondisi /ang dikarakteristikan oleh kehilangan dari kepadatan tulang /ang normal6 berakibat pada tulang /ang mudah patah. (%!% S'*'n &ntuk lansia perlu diperhatikan asupan :itamin dan mineral bagi tubuhn/a. 3erdapat hubungan antara osteoporosis terhadap kebutuhan :itamin dan mineral pada lansia. Sehingga lansia akan terhindar dari beberapa an2aman pen/akit /ang dapat mengganggu kesehatann/a. (. %pabila lansia kekurangan :itamin dan mineral /ang dapat diserap dalam tubuhn/a maka akan mengakibatkan penurunan kemampuan sistem saraf sehingga menimbulkan penurunan kognitif. 26 . Pada lan1ut usia apabila kekurangan asupan :itamin dan mineral dapat men/ebabkan tulang men1adi rapuh dan mudah patah sehingga lansia tersebut menderita osteoporosis.:itamin dan mineral.

. Teori proses menua6 dalam9 R. ... !""$. .besity/ Preventing and 0anaging the *lobal (pidemi 6 Fene:a.a2.. Direktorat gizi mas/arakat D. Pera+atan Usia .oseph.html http9DDm.pdf 5oor6 5ur 5asr/.5.2omDkesehatanD("!#4obesitas4menghambat4pen/erapan4:itamin4 d.orgD+ikiD%noreksiaOner:osa Pedoman tata laksana gizi usia lan1ut untuk tenaga kesehatan.idDba//inatulD!"1"D"(D1"Dkebutuhan4gizi4pada4orang4 lan1ut4usia4bagian41D http9DD+++.duniamedis.<KM. http9DDblog..unud.idDthesisDpdf.html Fallo6 .1. <oedhi4 Darmo1o?Pen/unting@6 Feriatri6<alai Penerbit FK&*6 ..+ikipedia."..a2. 0-O.akarta. )uku &aku *erontologi.DAFTAR PUSTAKA +++.netDblogDreadD. (pidemiologi'.akarta9 P3 R*5BK% A*P3% http9DDmedi2astore.html #4 .6 1.D542ara4menurunkan4berat4badan4/ang4 membaha/akan4kesehatan.akarta.!"". Depkes R* Aonsatantinides6 !""'.an-ut6 Penerbit <uku Kedokteran BFA6 .:emale.pps.akarta 9 BFA http9DDid..uin4malang.2omDpen/akitD#!DObesitas.Dunud4!!!41#$5$(1!$"4babE!"ii.. 5ugroho6 1..