You are on page 1of 9

Risk Management

1. A. CHECK LIST Check list adalah salah satu cara yang paling sederhana yang lazim digunakan untuk mengurangi kesalahan atau bahkan kegagalan yang dapat ditimbulkan oleh keterbatasan memori dan perhatian manusia. Cara ini membantu untuk memastikan konsistensi dan kesempurnaan dalam melaksanakan suatu tugas atau kegiatan. Contoh yang paling sederhana adalah ―to do the list‖ sedangkan contoh yang lebih kompleks dapat berupa jadwal, yang menjabarkan tugas-tugas berdasarkan waktu dan faktor berpengaruh lainnya. Checklist sering dipresentasikan dalam bentuk daftar tugas dengan checkboxes di sebelah kiri daftar tugas tersebut, kemudian tanda centang diberikan dalam checkboxes tersebut setelah tiap-tiap daftar tugas tersebut selesai dilaksanakan. Banyak hazard dapat diidentifikasi dengan menggunakan checklist. Proswdur umum untuk membau checklist adalah sebagai berikut: 1. Tentukan sasaran dari checklist. Apa tujuannya, di mana akan digunakan, dan hasil akhir apa yang diharapkan? Yang paling penting adalah hal-hal apa saja yang tidak dapat dicapai dengan hanya menggunakan metode ini, dan metode apa lagi yang diperlukan? Kenali keterbatasan tersebut sebelum memulai. 2. Identifikasi cakupan wilayah keahlian yang diperlukan dalam checklist, dan pilih orang-orang yang berkompetensi dalam masing-masing bidang. 3. Mulailah kembangkan checklist. Kemudian bagilah project tersebut ke dalam beberapa subsistem untuk memudahkan analisis 4. Ambillah penilaian independen dari manajer atau project engineer berpengalaman. Langkah ini sangat krusial untuk mengidentifikasi kemungkinan kelebihan prediksi atau bahkan kelalaian menentukan prediksi. 5. Perbaharui checklist jika diperlukan, ketika informasi-informasi tamabahan tentang project terebut diproleh. Namun checklist juga memiliki kekurangan:  Karena tidak memiliki standard khusus, item-item dalam checklist sangat tergantung pada pengetahuan dan pengalaman para penyusun checklist. Oleh karena itu, pemilihan personel penuyusun checklist sangat menentukan keberhasilan projuct,  Checklist hanya merupakan ―yes or no question‖ yang tidak dapat menggambarkan secara detil efisiensi dari suatu subsistem dalam project yang dilaksanakan,  Checklist tidak dapat mengurutkan skala prioritas (rangking) suatu hazard,  Apabila checklist disusun oleh orang yang kurang berpengalaman, kemungkinan terlewatnya suatu hazard menjadi lebih besar. 2. B. WHAT IF ANALYSIS What if Analysis adalah metode ide terstruktur menentukan hal-hal apa yang bisa salah dan menilai kemungkinan dan konsekuensi dari situasi yang terjadi. Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini membentuk dasar untuk membuat penilaian mengenai batas wajar risiko tersebut dan menentukan program tindakan yang direkomendasikan bagi yang risiko dinilai tidak dapat diterima. Sebuah tim review yang berpengalaman dapat secara efektif dan produktif memahami isu utama tentang proses atau sistem. Dipimpin oleh seorang berpengalaman yang fokus, setiap anggota tim review

HAZARD AND OPERATION METHOD (HAZOP)  Konsep HAZOP  Proses HAZOP didasarkan pada prinsip bahwa pendekatan tim untuk analisis bahaya akan mengidentifikasi masalah lebih dari ketika individu yang bekerja secara terpisah menggabungkan hasil. Salah satu cara penting untuk mengumpulkan informasi tentang proses yang ada atau bagian dari peralatan ini untuk setiap anggota tim review untuk mengunjungi dan berjalan melalui operasi 3. Tim review kemudian membuat penilaian mengenai kemungkinan dan keparahan dari ―what -if answer‖. keterampilan khusus sesuai kebutuhan (ahli kimia. dan kegagalan peralatan. Sekarang tim memiliki kesempatan untuk meninjau paket informasi. koleksi peralatan yang berhubungan atau keseluruhan fasilitas. Dengan kata lain apa risiko yang mungkin terjadi. dan memiliki informasi yang benar. selama kegiatan pemeliharaan. Batas-batas review mungkin merupakan satu peralatan. Langkah pertama adalah melakukan analisis yang efektif termasuk memilih batas-batas review. ―What-if Questions‖ dapat dirumuskan sekitar kesalahan manusia. Pada setiap langkah dalam prosedur atau proses. tugas selanjutnya adalah membuat keputusan mengenai kemungkinan dan keparahan situasi itu. Jika risiko yang ditunjukkan oleh penilaian mereka tidak dapat diterima maka rekomendasi dibuat oleh tim untuk tindakan lebih lanjut. Keahlian dibawa bersama-sama selama sesi HAZOP dan melalui upaya brainstorming kolektif yang .  Menentukan Jawaban – Setelah yakin bahwa tim review telah selesai menetukan ―What-if‖ skenario. serta selama situasi debugging. 3. 2. fasilitator kemudian memiliki tim untuk menjawab pertanyaan. radiasi ahli.  Mengembangkan ―What-if Questions‖.berpartisipasi dalam menilai apa yang bisa salah berdasarkan pengalaman masa lalu mereka dan pengetahuan tentang situasi yang sama. Apa yang akan menjadi hasil dari situasi yang terjadi?  Menilai Risiko & Rekomendasi Membuat – Tanpa mempertimbangkan jawaban atas ―What-if Questions‖. Menggunakan prosedur operasi dan / atau Piping dan Instrument Diagram (P & ID). HAZOP Tim terdiri dari individu dengan berbagai latar belakang dan keahlian. desain dan / atau insinyur operasi. Anggota tim biasanya meliputi personil operasi dan pemeliharaan. Untuk meminimalkan kemungkinan bahwa potensi masalah tidak diabaikan. langkah selanjutnya adalah melakukan analisis. rekomendasi-rekomendasi terlampir dilaksanakan sampai semua potensi bahaya teridentifikasi. Kesalahan ini dan kegagalan dapat dianggap selama operasi produksi normal. dll) dan perwakilan keamanan. dan tanggung jawab untuk dilaksanakan. melibatkan individu-individu yang tepat. insinyur struktur. gangguan proses. selama konstruksi. Analisis yang telah selesai ini kemudian dirangkum dan diprioritaskan. Tim mengkaji kebutuhan untuk membuat penilaian mengenai tingkat risiko dan batas wajar penerimaan resiko tersebut.Menggunakan dokumen yang tersedia dan pengetahuan dari tim review. Langkah-langkah What-if Analysis: 1. Langkah selanjutnya yang paling penting adalah mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. D. tim review langkah operasi atau proses yang menggunakan bentuk mirip dengan ilustrasi pada Gambar-B 1. ―What-if questions‖ disertakan dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dilampirkan.

Beberapa kelebihan dari metode analisa HAZOP adalah: Mudah dipelajari Memacu kreatifitas dan membangkitkan ide-ide Sistematis Diterima secara luas sebagai salah satu metode untuk identifikasi bahaya Tidak hanya fokus pada safety. Tim kemudian memfokuskan pada daftar s emua penyebab dipercaya dari ―ada aliran‖ awal deviasi dengan penyebabnya yang dapat mengakibatkan konsekuensi kemungkinan terburuk tim dapat memikirkan pada saat itu. sehingga mampu menghasilkan kualitas yang baik.    merangsang kreativitas dan ide-ide baru.teliti. Digunakan guide word yang ditentukan dan baku. tinjauan menyeluruh dari proses di bawah pertimbangan dibuat. Dipertimbangkan penyimpangan dari kondisi normal. Umumnya diidentifikasi dari P & ID dari proses sebelum studi dimulai. maupun ketika memodifikasi proses dan peralatan disarankan untuk melakukan HAZOP. dan sitematis. meskipun kuantitas berpengaruh. dan niat dibuat untuk node dalam pertimbangan. penggantian peralatan. guideword ―tidak‖ dikombinasikan dengan aliran parameter untuk memberikan deviasi ―ada aliran‖. menggunakan struktur atau susunan dengan mengandalkan guide word dan gagasan tim untuk melanjutkan dan memastikan safeguard yang sesuai. Proses ini diulang untuk deviasi berikutnya dan seterusnya sampai selesai node. Perkiraan awal. Tim bergerak ke node berikutnya dan mengulangi proses tersebut. Saat revalidasi HAZOP agar dapat diyakinkan studi tetapi relevan dan mutakhir serta menjamin keselamatan dan keandalan proses semua permasalahan baru sehingga bisa diidentifikasi dan dilakukan perbaikan. Hazop Hazard and Operability (HAZOP) Analysis adalah suatu cara yang sistematis dalam menganalisa resiko suatu sistem dimana masalah kegiatan pengoperasian yang potensial dalam suatu sistem yang diidentifikasi dengan menggunakan suatu rangkaian kata kunci untuk menyelidiki penyelewengan proses di dalam sistem. Sebagai contoh. Kemudian serangkaian dari guidewords dikombinasikan dengan ―aliran‖ parameter untuk membuat sebuah penyimpangan. namun disarankan pada final design. Penerapan metode HAZOP ini sesuai untu kondisi: Dilakukan di semua tahap. karena juga mengidentifikasi hazard (mencegah kecelakaan) dan operability (berjalan lancarnya suatu proses sehingga meningkatkan plant performance). perlindungan dan setiap rekomendasi dianggap tepat. Dapat digunakan untuk berbagai macam sistem atau prosedur. Setelah penyebab dicatat tim daftar konsekuensi. . Penggunaannya lebih sebagai sistem pada teknik penafsiran bahaya. Metode ini dapat berlaku pada berbagai mode operasi dari suatu proses aliran dan juga dapat diaplikasikan pada berbagai prosedur atau flowchart. Sesudah kecelakaan dan penambahan. Proses HAZOP Tim HAZOP berfokus pada bagian spesifik dari proses yang disebut ―node‖. Sebuah parameter proses diidentifikasi. mengatakan aliran. Teknik kualitatif. Sedangkan kelemahan penerapan metode HAZOP adalah: Sangat bergantung kepada kemampuan anggota tim. Menemukan permasalahan keselamatan dan operasi. Karakteristik HAZOP adalah: Sistematik. Pengkhususan bentuk oleh berbagai multidisiplin ilmu yang dimiliki oleh anggota tim. Memerlukan waktu yang panjang dan melelahkan Perlu komitmen tim dan manajemen.

LikelyHood Kemungkinan terjadinya konsekuensi dengan sistem pengamanan yang ada. besaran. Metode ini cukup efektif untuk mengetahui akar permaslahan yang akan diselesaikan. yang diawali dengan asumsi kegagalan atau kerugian dari kejadian puncak (Top Event) kemudian merinci sebab-sebab suatu Top Event sampai pada suatu kegagalan dasar (root cause). Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang bersifat top down.Terminologi yang digunakan dalam HAZOP analysis adalah: Titik studi Pemisahan satu unit proses atas beberapa bagian agar studi dapat dilakukan lebih terorganisir untuk memfokuskan studi. Kata penuntun (Guide word) Parameter Penyimpangan (deviation) Penyebab (alasan kenapa terjadi deviasi) Akibat (hasil dari deviasi) Bahaya (hazard) Pengaman (safeguard/control) Perlengkapan pencegahan yang mencegah penyebab atau perlindungan terhadap konsekuensi kerugian juga untuk mengurangi akibat. baik kondisi tunggal maupun sekumpulan dari berbagai macam kondisi. Dengan menggunakan Hazard priority rating matriks antara consequence rating dan probability rating. Konstruksi dari fault tree . 12. Fault Tree Analysis adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi resiko yang berperan terhadap terjadinya kegagalan. sistem. Metode Fault Tree Analysis Mungkin sebagian besar engineer maupun calon engineer tidak asing dengan istilah fault tree analysis. 10. Risk Ranking Resiko adalah kombinasi antara likehood dan severity/consequence. Fault Tree Analysis merupakan metoda yang efektif dalam menemukan inti permasalahan karena memastikan bahwa suatu kejadian yang tidak diinginkan atau kerugian yang ditimbulkan tidak berasal pada satu titik kegagalan. Gerbang logika menggambarkan kondisi yang memicu terjadinya kegagalan. Tujuan Fungsi. metode fault tree analysis dapat sijelaskan sebagai berikut. Fault Tree Analysis mengidentifikasi hubungan antara faktor penyebab dan ditampilkan dalam bentuk pohon kesalahan yang melibatkan gerbang logika sederhana. Apalagi bagi seseorang yang berpengalaman menyelesaikan kasus berupa troubleshooting. Severity Tingkat keparahan yang diperkirakan dapat terjadi. 4. 11. dan parameter yang telah ditetapkan/dirancang agar proses berjalan normal. Secara teori.

Istilah-istilah dalam Fault Tree Analysis disajikan pada Tabel 1 Tabel 1 Istilah dalam metode Fault Tree Analysis Istilah Event Keterangan Penyimpangan yang tidak diharapkan dari suatu keadaan normal pada suatu komponen dari sistem Kejadian yang dikehendaki pada “puncak” yang akan diteliti lebih lanjut ke arah kejadian dasar lainnya dengan menggunakan gerbang logika untuk menentukan penyebab kegagalan Hubungan secara logika antara input dinyatakan dalam AND dan OR Segitiga yang digunakan simbol transfer. Setiap kegagalan yang terjadi dapat digambarkan ke dalam suatu bentuk pohon analisa kegagalan dengan mentransfer atau memindahkan komponen kegagalan ke dalam bentuk simbol (Logic Transfer Components) dan Fault Tree Analysis. Top Event Logic Event Transferred Event Undeveloped Event Basic Event Simbol-simbol dalam Fault Tree Analysis yang digunakan dalam menguraikan suatu kejadian disajikan pada Tabel 2 . Kejadian yang tidak diharapkan yang dianggap sebagai penyebab dasar sehingga tidak perlu dilakukan analisa lebih lanjut.analysis meliputi gerbang logika yaitu gerbang AND dan gerbang OR. Kejadian dasar (Basic Event) yang tidak akan dikembangkan lebih lanjut karena tidak tersedianya informasi. Simbol ini menunjukkan bahwa uraian lanjutan kejadian berada di halaman lain.

Manfaat dari metode fault tree analysis adalah: Dapat menentukan faktor penyebab yang kemungkinan besar menimbulkan kegagalan. Menginvestigasi suatu kegagalan. 2. Contoh penggunaan fault tree analysis secara sederhana adalah sebagai berikut. . Menemukan tahapan kejadian yang kemungkinan besar sebagai penyebab kegagalan.Tabel 2 Simbol-simbol dalam Fault Tree Analysis 1. Menganalisa kemungkinan sumber-sumber resiko sebelum kegagalan timbul. 4. 3.

It is a directed. Other states on the right side that correspond to different responses of the barrier can be defined. Click to enlarge The Syntax and Definition of Barrier Diagrams A barrier diagram is a graphical depiction of the evolution of unwanted events (initiating events or conditions) through different system states depending on the functioning of the safety barriers intended to prevent this evolution. which is not a normal condition and which therefore may . On the left side of a barrier. A safety barrier is a series of elements that implement a barrier function. control or mitigate the propagation of a condition or event into an undesired condition or event.action." In the "Layer Of Protection" Analysis [Ref. these are normally called active barriers (Fig. Definition of Safety Barriers Safety barriers should be directly related to the event sequence or accident scenario. a tank pit or a firewall). Other safety barriers perform an action in response to a certain state or condition.g. 3]. then the barriers are the nodes or vertices of the graph. Some safety barriers implement the safety function by the mere presence of their elements (e. cause-consequence diagrams and Bayesian networks — to which the barrier diagrams are closely related — are also directed acyclic graphs. 1). thus:   A barrier function is a function planned to prevent. while the condition on the right side is normally the condition when the barrier has failed (condition on failure). The edges between the nodes correspond to conditions or states of the system. these are called passive safety barriers. As the notion of an abstract safety or barrier function explicitly recognizes the possibility of implementing these functions by various alternative solutions. A barrier diagram represents possible accident scenarios. Event trees. it is the preferred basis for a definition. the successful deployment of a pressure relief valve leads to a release of material. Active barriers always include a sequence of "detection ..deflect. Metode ini dapat dikembangkan secara lanjut dengan metode probabilitas dari setiap akar permasalahan dan dihitung berapa persen kemungkinan pengaruh Basic Event terhadap Top Event. It is advantageous to define safety barriers by the safety function or barrier function. acyclic graph within the framework of mathematical graph theory. with each element consisting of a technical system or human action. 6. it is called "DDD. For example. and should not be confused with risk-influencing organizational factors that affect the performance of the barrier. such a condition is the condition or event that causes or requires the barrier to function (demand state or condition).diagnosis . but usually only two possible barrier outcomes are considered — success or failure." for "detect diagnose ." Figure 1 — Example of a Safety Barrier Consisting of Different Technical Elements and Human Action. If the terminology of graph theory is applied. fault trees.Jadi secara umum metode fault tree analysis adalah sebuah metode menyelesaikan kasus apabila terjadi sesuatu kegagalan atau hal yang tidak diinginkan dengan mencari akar-akar permasalahan Basic Events yang muncul dan diuraikan dari setiap indikasi kejadian puncak ( Top Event).

a quality which makes them useful in communication with non-experts. the condition on failure occurs when the demand condition occurs and the barrier fails [Figure 3]. Note that in this presentation. one cannot show the condition on success without introducing a new input condition ("barrier works") and a new logical gate. We use the graphical notation for barriers with two states on the right side as in Figure 2..e. the barrier represents an AND gate. Click to enlarge Logically. One of the main advantages of barrier diagrams is their relative simplicity as compared to fault trees and event trees. an alternative path through the barrier diagram). i. thus giving rise to an alternative scenario (i. Figure 2 — Convention for Depicting a Barrier with Condition on Success. . which makes the graph look more complicated than the safety-barrier diagram to which it corresponds.be included in the barrier diagram.e..

Figure 3 — Fault Tree that Corresponds to the Safety Barrier in Figure 2. Click to enlarge .