You are on page 1of 91

BAB III

KONDISI UMUM DAN ISU STRATEGIS

3.1. 3.2.1.

KONDISI GEOGRAFIS DAN FISIK WILAYAH Luas Wilayah dan Batas Administrasi

Secara geografis wilayah Kabupaten Serang terletak pada koordinat 5 0 50’ - 60 21’ Lintang Selatan dan 1050 0’ - 1060 22’ Bujur Timur. Jarak terpanjang menurut garis lurus dari utara ke selatan adalah sekitar 60 Km dan jarak terpanjang dari barat ke timur sekitar 90 Km, dengan luas wilayah 1.467,35 Km2. Secara administratif, Kabupaten Serang terdiri atas 28 Kecamatan dan 314 Desa, yang berbatasan langsung dengan wilayah/daerah lain yaitu :  Sebelah Utara : Laut Jawa dan Kota Serang  Sebelah Timur : Kabupaten Tangerang  Sebelah Selatan : Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang  Sebelah Barat : Kota Cilegon dan Selat Sunda

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

III - 1

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

III - 2

Secara letak geografis, Kabupaten Serang merupakan daerah yang sangat potensial dan amat diuntungkan. Posisi geografis dalam aksesibilitas keluar-masuk wilayah Kabupaten Serang cukup strategis, karena dilalui oleh Jalan Tol Jakarta – Merak yang merupakan akses utama dari dan menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak, menjadikan Kabupaten Serang sebagai wilayah transit perhubungan darat antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Disamping itu, Kabupaten Serang juga sebagai daerah alternatif dan penyangga (hinterland) Ibukota Negara, mengingat jaraknya jika diukur melalui jalan Tol Jakarta – Merak hanya sekitar 70 Km. Secara historis sebelum masa kemerdekaan RI, Kabupaten Serang pada awalnya merupakan wilayah Kesultanan Banten. Adapun paska masa kemerdekaan RI, Kabupaten Serang berada dalam lingkup wilayah Provinsi Jawa Barat. Setelah terbentuknya Provinsi Banten yang merupakan pemekaran dari Provinsi Jawa Barat pada tahun 2000, Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah otonomnya dan berstatus sebagai Ibukota Provinsi Banten. Namun sejalan dengan waktu, Kabupaten Serang selanjutnya dimekarkan menjadi dua wilayah otonom yakni Kabupaten Serang dan Kota Serang berdasarkan UU No. 32 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Serang pada tanggal 10 Agustus 2007. Dengan dimekarkannya Kabupaten Serang maka secara otomatis luas wilayah administrasinya pun berkurang menjadi sebesar 1.467,35 Km2 yang terdiri dari 28 kecamatan dan melingkupi 314 desa. Berikut ini nama kecamatan, luas wilayah dan jumlah desa di Kabupaten Serang tahun 2010. Tabel 3.1 Jumlah serta Luas Wilayah Kecamatan dan Desa di Kabupaten Serang Tahun 2010
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. KECAMATAN Anyar Bandung Baros Binuang Bojonegara Carenang Cikande Cikeusal Cinangka Ciomas Ciruas Gunungsari IBUKOTA Anyar Bandung Baros Binuang Bojonegara Panenjoan Cikande Cikeusal Cinangka Sukadana Citerep Gunungsari LUAS KM2 56,81 25,18 44,07 26,17 30,30 36,40 50,53 88,25 111,47 48,53 40,61 48,60 % 3,28 1,45 2,54 1,51 1,75 2,10 2,91 5,09 6,43 2,80 2,34 2,80 JUMLAH DESA 10 8 14 7 10 10 12 15 13 11 17 7

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

III - 3

11 km dari kecamatan dan 43 km dari LUAS (HA) 845.30 2. Selain wilayah daratan.46 3.5%) wilayah Kabupaten Serang berada pada ketinggian kurang dari 500 mdpl. 18. Pulau-pulau kecil yang telah tercatat hingga saat ini yakni sebanyak 16 pulau dengan deskripsi sebagai berikut: Tabel 3.94 2.95 2.25 33. 17.03 4. Ketinggian 0 mdpl membentang dari Kecamatan Tirtayasa sampai Kecamatan Cinangka di pantai barat Selat Sunda dan ketinggian 1. Pada umumnya (> 97.59 2.52 2.85 3. 20.29 2.2.28 51. 15.00 JUMLAH DESA 9 9 14 15 10 13 7 14 9 13 15 9 9 14 9 11 314 3. 22. 28.96 1. 21.35 100. 24. 25.80 44.5 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .778 mdpl terdapat di kaki Gunung Karang yang terletak di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang.71 64.27 79. Kebun kelapa dan berbatuan semak 450 ha. 2010 LUAS KM2 % 38. 19.84 64.56 1.14 4. Kabupaten Serang juga memiliki beberapa wilayah pulau-pulau kecil yang berada di wilayah perairan Kabupaten Serang.1.NO 13. KECAMATAN IBUKOTA Jawilan Jawilan Kibin Ciagel Kragilan Kragilan Kramatwatu Kramatwatu Kopo Kopo Mancak Labuan Pabuaran Pabuaran Padarincang Padarincang Pamarayan Pamarayan Petir Mekar Baru Pontang Pontang Pulo Ampel Sumuranja Tanara Cerucuk Tirtayasa Tirtayasa Tanjung Teja Tanjung Teja Waringinkurung Waringinkurung KABUPATEN SERANG Sumber: Pemerintah Kabupaten Serang. 14. volkanik. 16.92 2. pantai mangrove 200 ha.778 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan pada umumnya tergolong pada kelas topografi lahan dataran dan bergelombang.58 74.88 49. perumahan dan 0-100 m dpl.2 Deskripsi Pulau-Pulau Kecil di Wilayah Kabupaten Serang NO NAMA PULAU 1 Pulau Sangiang (Sanghyang) LETAK GEOGRAFIS 106050’00”105051’51” BT dan 60-5059’00”LS Desa Cikoneng Kecamatan Anyar KONDISI LAHAN Bergunung.71 41.4 .2.74 32.72 39.12 5.97 48.467. 27. fasum 40 ha.93 51.56 2.5 jam.69 2. 26. Kondisi Topografi Kondisi topografi Kabupaten Serang berada dalam ketinggian 0 .51 1. berpasir.57 99.42 46. dan TOPOGRAFI AKSESIBILITAS Kapal dari pelabuhan Anyar ± 1. 23.

16 km 400 ha.5 jam. rawa-rawa dan tambak 135 ha Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Kali pelabuhan ikan Utara 3 Karangantu ± 2 ha.5057’50” LS Desa Bojonegara Kecamatan Bojonegara Datar 0-5 m dpl.5056’41” LS Desa Pulau Panjang Kecamatan Pulo Ampel Ibukota Kabupaten Kapal dari 1.5 jam dan dari Pelabuhan ikan Karangantu ± 1.5 km dari kecamatan. 5056’48”.5 jam.5053’58” LS Desa Pulo Ampel Kecamatan Bojonegara 4 Pulau Tarahan 106006’47” Datar 0-5 m dpl.875 pelabuhan ikan Karangantu ± 2 jam.5057’05” berbatuan LS Desa Marga Giri volkanik Kecamatan Bojonegara TOPOGRAFI NAMA PULAU LETAK GEOGRAFIS AKSESIBILITAS LUAS (HA) 5 Pulau Kemanisan 106006’16”106006’29” BT dan 5058’01”. dan 4. berbatuan volkanik 6 Pulau Cikantung 106006’22”106006’30” BT dan 5057’47”.5 km dari Ibukota Kabupaten Berawa Kapal dari 1. utara 106005’51” BT dan m dpl dan selatan) 5053’51”. Kali Selatan 3. 12 km dari Kecamatan dan 34 km dari Ibukota Kabupaten Kapal dari P. 26 km dari Ibukota Kabupaten Berawa Kapal dari 7. dan 24. Berawa 106007’00” BT dan berbukit rendah. berbukit rendah.5 pelabuhan Ikan Grenyang/ Teratai ± 0. berbatuan volkanik 7 Pulau Panjang 106008’18”Relatif datar 0-4 106010’10” BT dan m dpl 5055’08” .5053’17” LS Desa Mangunrejo Kecamatan Bojonegara 3 Pulau Kali (dua 106005’21”Relatif datar 0-3 Berawa pulau.25 km dari Kecamatan.875 pelabuhan ikan Grenyang/ Teratai ± 0.25 pelabuhan ikan Grenyang/ Teratai 20 menit dan dari pelabuhan ikan Karangantu ±1. jam P. dari pelabuhan ikan Karangantu ± 1.15 jam. km dari Ibukota perumahan dan Kabupaten fasum 100 ha.5 jam dan 1.5058’12” LS Desa Bojonegara Kecamatan Bojonegara Datar 0-5 m dpl. hutan dari kecamatan 22 mangrove 100 ha.5 . berbukit rendah.5 km dari Ibukota Kabupaten Kebun kelapa & Dari Bojonegara 502 semak belukar 30 menit.NO KONDISI LAHAN sisanya hamparan pasir 2 Pulau Salira 106003’41” Relatif datar 0-2 Berawa 106003’37” BT dan m dpl 5053’14”.5 ha Kapal dari 11. 23.

SK Karangantu. 17.6001’03” LS Desa Sawah luhur Kecamatan Pulo Ampel 13 Pulau Pamojan 106013’10”Besar 106012’42” BT dan 5056’40”. kelapa dan Karangantu. 0.5057’56” LS Desa Damas Kapal dari pelabuhan ikan Karangantu ±1.5055’22” LS Desa Pulau Panjang Kecamatan Pulo Ampel 10608’50”10608’59” BT dan 5058’55”. 20 % 1 jam dari Berbukit perkebunan Pelabuhan rendah.6000’00” LS Desa Banten Kecamatan Pulo Ampel AKSESIBILITAS 9 Pulau Kubur 10 Pulau Lima 11 Pulau Gedang 106008’45”106008’56” BT dan 5059’45”. Pontang 14 Pulau Pamojan 106010’15”Kecil 106010’17” BT dan 5057’47”.5 km dari Kecamatan.5 15 0.5056’28” LS Desa Susukan Kec. 20.5 m Daerah Rawa106010’17” BT dan dpl rawa mangrove 5056’18”.5059’01” LS Desa Banten Kecamatan Pulo Ampel 106009’12”106009’21” BT dan 6010’00”. semak belukar Karangantu ± 0. dari Ibukota Kabupaten Relatif datar 0-4 Rawa-rawa ± 900 Kapal dari m dpl m2. km dari 253/Kpts 11/1984 Kecamatan.5059’55” LS Desa Banten Kecamatan Kasemen Pulo Ampel 12 Pulau Satu 106012’05”106012’10” BT dan 6000’25”.5 dpl tergolong km dari Ibukota lahan agak Kabupaten bergelombang Datar 0-4 m dpl Berawa 1 jam 15 menit dari Pelabuhan Karangantu. 37. 0-0. 0-15 Kecamatan. dan Kecamatan 9 km. perkebunan pelabuhan ikan kelapa 1000 m2 Karangantu ± 0.5 berbatuan jam dan jarak dari volkanik.5 2.5 semak belukar ± jam dan jarak dari 8000 m2.5 km dari Ibukota Kabupaten Relatif datar 0-2 Daerah rawaKapal dari m dpl rawa mangrove pelabuhan ikan Karangantu ± 50 menit dan jarak dari kecamatan 8. 18 km menetapkan dari Ibukota sebagi cagar Kabupaten budaya dengan areal tambang 30 ha Agak berbukit. sisanya lahan dari Ibukota mangrove Kabupaten 15 km Agak Daratan Kapal dari bergelombang.NO NAMA PULAU 8 Pulau Semut LETAK KONDISI TOPOGRAFI GEOGRAFIS LAHAN 106010’13”Datar. pelabuhan ikan berbukit rendah.5 2. bergelombang.10 Kecamatan 10 km. 12 Menhut No. 18 km dari LUAS (HA) 1.875 1. Berawa.8 km.563 3.6 .63 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .5 jam dan 14. Dua. m dpl. warna dari Ibukota tanah Kabupaten 16 km kecoklatan Relatif datar 0-3 Kawasan cagar 35 menit dari m dpl budaya bersama Pelabuhan P.5 berbatuan semak belukar km dari volkanik.

DAS Cidanau mengalir ke barat Selat Sunda. 2010 LETAK GEOGRAFIS Kec. Pontang TOPOGRAFI KONDISI LAHAN AKSESIBILITAS LUAS (HA) 257. sebagian besar (sekitar 35 %) bagian utara Kabupaten Serang merupakan hilir tata air permukaan yang mengarah ke Laut Jawa bagian barat daya. Dari 35 % tersebut. Ciujung. pemukiman 42. Sekitar 50 % merupakan perbukitan daerah hulu terutama di bagian selatan dan sedikit di utara-barat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .7 . dan Cidanau. Aliran air permukaan yang besar terutama berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian dan DAS Ciujung. baik SWS maupun DAS yang berada di Kabupaten Serang relatif tidak luas. DAS tersebut terdiri dari sub-sub DAS. Cibanten. Sebagian besar sungai mengalir ke arah utara menuju Laut Jawa.5059’00” semak belukar Karangantu. dan sebagian ke barat menuju Selat Sunda. Selain itu. Pengelolaan sungai mengatur adanya Satuan Wilayah Sungai (SWS) dan Daerah Aliran Sungai (DAS). LS Desa (170 ha). SWS yang terdapat di Kabupaten Serang yaitu Ciujung-Ciliman. 22.5 km dari Wargasara mangrove (30 Kecamatan. Sungai yang besar adalah Cidurian dan Ciujung. Sebelah selatan terdapat DAS Ciliman dimana terdapat dua arah pengaliran. 38 km dari Ibukota Kabupaten 15 Pulau Tunda 106050’00”Relatif datar 0-5 Perkebunan 3 jam dari 105051’51” BT dan m dpl kelapa dan Pelabuhan 5056’15”.2. terdiri atas DAS Cidurian. terdapat DPS (Daerah Pengelolaan Sungai) yakni pengelolaan satu atau beberapa DAS secara bersama yang dilakukan dalam pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan karena faktor efisiensi dana dan pelaksanaan. sekitar 25% merupakan daerah perbukitan sangat rendah atau mengalami pendataran sangat aktif (peneplainisasi) dan 10 % berupa dataran pesisir.5 3. Sungai Cidurian berhulu di Kabupaten Tangerang. khususnya ke Teluk Banten. Sungai-sungai yang terdapat di Kabupaten Serang memiliki lebar yang relatif kecil (lebar kurang dari 50 m) dan pendek (panjang kurang dari 100 Km). Ditinjau dari fisiografi dan morfologi permukaan tanahnya. Kecamatan ha). Kondisi Hidrologi dan Klimatologi Kondisi hidrologi di Kabupaten Serang ditandai dengan terdapatnya Daerah Aliran Sungai (DAS).5 km dari Tirtayasa dan fasum (27ha) Ibukota Kabupaten Sumber: Pemerintah Kabupaten Serang.NO NAMA PULAU Kecamatan.3. yang pada umumnya mengalir ke utara menuju Laut Jawa atau Teluk Banten. Secara umum.

00 21. situ atau waduk di Kabupaten Serang.00 11. 1. rawa.laut.501.310. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .960.3 Daftar DAS/Sub DAS di Kabupaten Serang NO. Cibanten Cibanten K Grogol Bojonegara K.391.221.00 1.8 .620.235.00 5. NAMA DAS Cidurian NAMA SUB DAS Cidurian Hulu Cibeureum Cidurian Hilir Cimanceuri Hulu Cirarab Cimanceuri Hilir 2.00 40.20 23.00 4.270.220.658.00 279.560.00 21. Berikut ini diuraikan kondisi danau.00 7.00 1. Anyer Cikoneng Cipasauran 4. Lombang Cibeber K.00 22.00 6.040.00 58.00 136. yaitu Kecamatan Bojonegara dan Kecamatan Pulo Ampel.00 35. Tahun 2009 LUAS (HA) 184.00 80.320. kondisi hidrologi wilayah Kabupaten Serang ditandai dengan terdapatnya danau.580.047.00 2.910.00 5.00 15.00 4. situ atau waduk. Sisanya sekitar 14% merupakan wilayah perbukitan yang mengarahkan aliran air permukaannya ke arah barat di Selat Sunda terutama dari DAS Ciliman dengan dataran pesisir hilirnya di sebelah barat yang sangat sempit (1%). Cidanau Cikakalumpay Cisaat Cisawarna Cibojong Cihoreang Cicangkadan Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.839.194.750. Tabel 3.579.900.831.444. rawa.00 28. Ciujung Ciujung Hulu (a) Ciujung Hulu (b) Ciujung Tengah Ciujung Hilir Ciujung Kulon (Cikeuruh) 3.00 9.560.00 6.542.795.00 7.00 37.80 40.00 33.247.00 Selain itu.170.879.

Cibulegar Wd. Pada bagian yang beriklim Cfa mempunyai karakteristik hujan yang serupa dengan daerah bagian selatan Serang. Bojong Pring Rw. Citaman Wd.0 416. Teratai Wd.0 26.3 26.9 286.0 6. Telaga dan Waduk di Kabupaten Serang NO. Lontar LOKASI (DESA/KECAMATAN) Cijeruk/Cikande Banjar/Cikande St. Bagian selatan Serang umumnya tidak mempunyai bulan yang dapat dipastikan sebagai bulan kering. Belungun St. Dengan demikian belahan utara Serang mempunyai bulan kering selama satu bulan atau lebih dalam setahun. tapi di daerah tersebut suhu pada bulan terdingin dapat mencapai ≤ 18˚C dan pada bulan terhangat dapat melebihi 32˚C.0 2.0 VOLUME AIR (000 M3) 75. Ranca Gede Jakung Rw.0 4. Rampones St. Bojong Herang Rw.0 254.0 46. Situ.0 3. Ciranjen Wd.3 3.6 2. Cipaseh Wd.300. Danau Telaga Wangsa St.6 480. Pasar Raut Rw. Cibulakan St.0 30. iklim Kabupaten Serang terdiri dari beberapa klasifikasi.0 4.1 110. Gede Kawao Rw.0 16. Belungun Wd. Cikande St.Tabel 3. Ciligawir Wd. Rawa. Sindang Mandi St. Ditinjau dari segi klimatologi.4 Daftar Danau. Citawing Wd.0 7. Teratai/Cikande Cikande/Cikande Tanjungsari/Pabuaran Sindang Mandi/ Pabuaran Sindang Mandi/ Pabuaran Margasana/Kramatwatu Cinangka/Padarincang Cipayung/Padarincang Cipayung/Padarincang Babakan/Pamarayan Binuang/Carenang Pamanuk/Carenang Gabus/Carenang Bojong Menteng/Petir Kemuning/Tunjung Teja Sukabana/Ciomas Tamansari/Baros Sukacai/Baros Sentul/Kragilan Junti/Junti Cibulegar/Cibulegar Anyer/Anyer Cinangka/Cinangka Kadu Embe/Citasuk Pepetan/Pontang Lontar/Tirtayasa LUAS (HA) 2.0 Keterangan: Rw = Rawa.0 0.5 156. Enang St.0 1.5 5.0 412. belahan selatan Serang umumnya beriklim Hutan Hujan Tropis (Afa) dan sebagian beriklim Subtropis (Cfa).2 3. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .9 . menurut klasifikasi Köppen. Cirahap St.0 4. 1 2 3 4 6 7 8 9 10 11 12 13 15 16 17 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 NAMA PERAIRAN St. Tasik Kardi Rw. St = Situ.0 220. Ciujung Lama Wd.0 390.0 11. Cibiral St.2 60. Ciherang Banjar St. Cilesung Wd. belahan utara Serang beriklim Monsun Tropis (Ama). Wd = Waduk.

Mancak Baros. Ciruas.17) pada tahun yang sama.27. Berdasarkan data capaian IPM Kabupaten Serang tahun 2009 sebesar 68. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Anyer Waringin Kurung. Ciomas Pabuaran.27.86% per tahun. Pada tahun 2009 IPM Kabupaten Serang menempati urutan ke 6 (enam) diantara 8 (delapan) kabupaten/kota lainnya di Provinsi Banten. Tirtayasa 3.5 Klasifikasi Iklim Kabupaten Serang Menurut Pembagian Kecamatan Dengan Menggunakan Cara Mohr (1933) TIPE IKLIM B1 C2 C3 D1 D2 D3 E2 E3 DAERAH PENYEBARAN (KECAMATAN) Padarincang Cinangka. Tabel 3. menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2009. yaitu bulan Mei hingga Oktober. Kopo Cikeusal. KONDISI SOSIAL BUDAYA Pembangunan manusia di Kabupaten Serang bila merujuk pada perkembangan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai ukuran yang banyak digunakan untuk mengetahui derajat kesejahteraan masyarakat. Petir.06) dan IPM Nasional (71.2. dimana angka tersebut masih dibawah capaian IPM Provinsi Banten (70. Oleh karena itu dengan pengelolaan air-tanah-hutan yang baik dan benar serta sistem irigasi dan drainase yang baik dan tepat. Pada saat bulan basah. Pamarayan Kragilan.Menurut klasifikasi Mohr daerah Serang memiliki 6 (enam) bulan basah (November-April) dan 6 (enam) bulan yang tidak termasuk bulan basah maupun bulan kering. Secara umum daerah Kabupaten Serang sebenarnya cukup memperoleh air dari hujan secara alami. curah hujan melebihi laju penguapan. Laju pertumbuhan rata-rata IPM Kabupaten Serang dalam periode tahun 2005-2009 sebesar 0. Pada bulan yang diguyur curah hujan antara 60 mm sampai 100 mm terjadi keseimbangan antara curah hujan dan besar penguapan. IPM di Kabupaten Serang telah mencapai angka 68. maka daerah penduduk Kabupaten Serang secara umum sebenarnya dapat memenuhi kebutuhan airnya sendiri.10 .

yaitu baru mencapai 62.33 59.16% per tahun.42 62.80 61.42 hingga tahun 2009.75 Penyebab lambannya pergerakan angka IPM Kabupaten Serang terutama dipengaruhi oleh lambannya pertumbuhan masing-masing indeks kompositnya.00 80.00 0.00 70.93 hingga tahun 2009. meskipun sebenarnya terjadi sedikit penurunan karena pada tahun 2007 sempat mencapai angka 79.67 59.96 78.73 66.00 10.13% per tahun dan 1.05 78.00 60.60 79. capaian Indeks Daya Beli masih cukup tertinggal terhadap standar hidup layak yang diharapkan.27 62.45 62.00 2005 Indeks Kesehatan 2006 Indeks Pendidikan 2007 2008 Indeks Daya Beli 2009 IPM 77.00 60. terutama Indeks Pendidikan yang secara rata-rata hanya bertumbuh 0. dimana capaian angka indeksnya sudah berada pada posisi 78.15 60.22 66. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .11 . Sedangkan Indeks Pendidikan merupakan capaian terbaik dari indeks-indeks komposit IPM lainnya. Sedangkan Indeks Kesehatan dan Indeks Daya Beli dalam kurun waktu yang sama menunjukkan rata-rata pertumbuhan masing-masing 1.00 20.00 50.93 63.25 67. Indeks Daya Beli memiliki capaian terendah dibandingkan indeks-indeks komposit IPM lainnya.80 62.83 79. Berdasarkan capaian indeks-indeks komposit IPM hingga tahun 2009.25.Gambar 3. Berbagai gejolak sosial ekonomi yang terjadi sejak peristiwa krisis ekonomi hingga berdampak pada terjadinya krisis multidimensi yang tak kunjung pulih sepenuhnya hingga saat ini merupakan faktor yang menyebabkan sulitnya mendongkrak tingkat daya beli masyarakat di Kabupaten Serang.41% per tahun selama periode 2005-2009.61 67.00 30.46 68.2 Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Serang Tahun 2005-2009 90.00 40.

378 29.534 49.707 44.298 65.987 66.205 19.912 38.609 47.252 45.761 36.950 jiwa.482 40.683 61.117 49.307 59.694 46.996 50.040 39.124 45. Kependudukan dan Catatan Sipil Tiga hal pokok yang merupakan komponen utama dan saling berhubungan satu dengan lainnya dalam terbentuknya suatu wilayah adalah: penduduk.703 65.728 68.937 60.766 40. Dalam kurun waktu tahun 2005-2009.213 30.1.058 62.447 47.2. sedangkan pada tahun 2009 jumlah penduduknya berjumlah 1.617 29.364.3.181 19.274 53.459 48.321 36. dan pemerintahan. Laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2006 sebesar -4.451 36.371 Jumlah Penduduk (Jiwa) 2006 2007 2008 56.690 61.870 37. Tabel 3.560 39.351 45.410 50.779 54.651 51.083 85.432 79.423 29. karena penduduk sebagai suatu objek pokok suatu wilayah merupakan komponen yang selalu mengalami perkembangan yang dinamis dari waktu ke waktu.857 66.411 63.025 50.729 44.944 42.399 32.261 61.939 64.6 Perkembangan Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Di Kabupaten Serang Tahun 2005-2009 No.968 39.475 81.98% dan pada tahun 2009 sebesar 0.863 47.621 35.856 33.941 63.16%.408 19.12 .956 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . tempat/lokasi.420 19.852 64.035 39.321 35.95%.676 40. pada tahun 2008 sebesar 0.426 37.470 48.105 48.91%.061 48.599 69.066 35.516 38.781 41.774 46.018 39.437 44.958 19.823 33.418 62.868 81. Kependudukan adalah Karakteristik yang paling mewakili dalam menentukan gambaran suatu wilayah masalah.045 53. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kecamatan Cinangka Padarincang Ciomas Pabuaran Gunungsari Baros Petir Tunjung Teja Cikeusal Pamarayan Bandung Jawilan Kopo Cikande Kibin Kragilan Waringinkurung Mancak Anyar Bojonegara Pulo Ampel Kramatwatu Ciruas 2005 58.233 83.665 43.990 45. populasi penduduk Kabupaten Serang telah berkembang relatif lamban.516 88.289 41.797 36.145 37.752 42.963 60.406 51.874 36.178 84. Pada tahun 2005 jumlah penduduk Kabupaten Serang sebesar 1.390 39.345.130 85.542 36.807 38.343 53.803 48.441 50.275 35.125 69.687 53.485 80.106 34.623 65.557 jiwa.431 30.215 68.471 51.555 39.188 63.635 35.880 2009 54.177 39.938 35. pada tahun 2007 sebesar 0.273 44.725 86.

083 36.18 1.29 1.53 79.14 612.60 44.08 987.332. Tabel 3.231.58 1.22 618.495 41.94 39.773 27.63 447.19 491.69 1.96 443.31 jiwa/km2 pada tahun 2009.29 403.101.33 716.846 40.02 618.811 42.422 26.47 99.090.19 624.88 743.347 1. 24 25 26 27 28 Kecamatan Pontang Carenang Binuang Tirtayasa Tanara Kab.012 42.02 743.83 997.320.109 40.25 41. Perkembangan kepadatan penduduk Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 20072009 (setelah mengalami pemekaran) mengalami peningkatan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk.59 jiwa/km2 pada tahun 2007 menjadi sekitar 908.345.220.09 447.111.005 35.743 50.No.45 487.03 729.208.524 42.01 723.28 1.639 36.47%.382 36.938 37. Kecamatan Kramatwatu merupkan kecamatan yang tertinggi kepadatan penduduknya yang mencapai sekitar 1.608 41.99 751.14 736.41 451.146 41.92 Tingkat Kepadatan Penduduk Rata-Rata (Jiwa/Km2) Kepadatan 2007-2009 2007 2008 2009 482.18 1.06 1.101.308.85 722.52 88.557 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.219.259 26.586 26.769 jiwa/km2 sedangkan Kecamatan Gunungsari merupakan kecamatan yang terendah kepadatan penduduknya yang mencapai sekitar 403.006.7 Perkembangan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Di Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kecamatan Cinangka Padarincang Ciomas Pabuaran Gunungsari Baros Petir Tunjung Teja Cikeusal Pamarayan Luas Wilayah (Km2) 111.889 27.45 1. Tahun 2005-2009 Perkembangan persebaran penduduk Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 20072009 (setelah mengalami pemekaran) ditandai oleh Kecamatan Kramatwatu merupakan wilayah yang paling tinggi jumlah penduduknya yang mencapai sekitar 6.96 1.950 Jumlah Penduduk (Jiwa) 2006 2007 2008 53.38 399.364.97 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .914 2009 51.13 .34 1.076.104 1. Dalam kurun waktu tersebut.07 46.14 48.435 1.023 41.42 1.12 48.086.56 1. Serang 2005 55.72 1.45 jiwa/km2.45% sedangkan Kecamatan Gunungsari merupakan wilayah yang paling rendah jumlah penduduknya yang mencapai sekitar 1. Kondisi ini tercermin dari semakin meningkatnya kepadatan penduduk Kabupaten Serang yaitu dari sekitar 899.59 403.076.79 487.73 997.48 407.995 51.008 1.495 42.735 1.065.

543 Tahun 2008 1.14 636.752.147.8 Keadaan Kependudukan di Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 No 1 2 3 4 Uraian Jumlah Penduduk (Jiwa) Laju Pertumbuhan Penduduk /LPP (%) Kepadatan Penduduk (Jiwa/km2) Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)  Jumlah Penduduk Laki-Laki (Jiwa) 2007 1.914 0.345.591.313.026.90 1.165.38 916.816 2009 1.01 1.31 - Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .85 1.85 36.623.45 1.59 103.51 1.59 908.008 0.05 1.696.30 1.80 1.300.94 916.73 563.30 1.25 670.15 1.20 1.35 Tingkat Kepadatan Penduduk Rata-Rata (Jiwa/Km2) Kepadatan 2007-2009 2007 2008 2009 1.61 64.75 708.71 1.09 1.97 636.00 1.59 40.15 835.158.785.18 1.31 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.64 1.47 684.769.02 1.009.37 1.44 1.30 32.45 1.35 794.608. apabila semakin rendah proporsi penduduk tidak produktif.56 51.60 1.70 1. Angka kelahiran yang tinggi akan mengakibatkan komposisi penduduk cenderung pada kelompok usia muda.332. Serang Luas Wilayah (Km2) 25.607.06 801.66 1.51 51.03 56.006.018.495 0.44 1.40 26.147.69 50.96 103.166.712.028.278.018.301.52 563.97 1.82 715.38 103.016.769.13 1.015.08 731.05 746.622.178.99 899.85 1.02 738.99 1.35 1. Tabel 3.154. Keberhasilan pembangunan bidang kependudukan secara umum terlihat pada perubahan komposisi penduduk menurut umur.75 629.37 851.24 1.607.696.467.56 793.025.14 1.136.18 38.09 1.07 721.13 642.94 908. Tahun 2007-2009 Pertumbuhan penduduk suatu daerah dipengaruhi oleh tingkat kelahiran dan besamya penduduk yang datang.243 RataRata 0.17 1. yaitu penduduk muda usia (014 tahun) dan penduduk usia lanjut (65 tahun keatas) maka angka beban ketergantungan atau beban tanggungan (dependency ratio) semakin rendah.95 44.608.12 1.320.33 843.50 1.15 715.14 1.83 1.56 48.96 908.178.89 1.19 1.35 1.76 1.290.91 739.288.98 908.62 1.98 1.679.72 1.176.025.01 557.016.46 49.93 1.91 899.14 . dan apabila diimbangi dengan kualitas yang baik akan menjadi sumber daya penting bagi pembangunan.29 74.86 1.278.189.165.592.53 33.20 568.17 64.47 677.81 30.266.60 1.01 786.No 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kecamatan Bandung Jawilan Kopo Cikande Kibin Kragilan Waringinkurung Mancak Anyar Bojonegara Pulo Ampel Kramatwatu Ciruas Pontang Carenang Binuang Tirtayasa Tanara Kab.36 1.035.19 843. Komposisi penduduk Serang untuk kelompok penduduk usia produktif cukup tinggi.

345.464 49.314 jiwa atau sekitar 49. Sedangkan sisanya adalah penduduk usia belum/tidak produktif sebesar 35%.454 39.816 50.314 65. Pembangunan bidang pendidikan akan meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada pada suatu wilayah.249 874.098 64.90 - Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.983 853. Peningkatan kualitas pendidikan juga akan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .098 49. sementara penduduk laki-laki sebesar 684.345. Dengan demikian.557 jiwa penduduk Kabupaten Serang.00 atau dapat dinyatakan bahwa setiap 100 orang penduduk produktif menanggung 65 orang penduduk tidak/belum produktif. penduduk Kabupaten Serang jumlahnya hampir berimbang antara jenis kelamin laki-laki dengan perempuan. Tahun 2007-2009 (Data diolah) Berdasarkan komposisi umur. Berdasarkan jenis kelamin pada tahun 2009. penduduk perempuan sejumlah 661.9 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Di Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 No 1 2 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 2007 (Jiwa) % 670.781 2009 661.544 50.166 Tahun 2008 655.15 1.15 1.20 1.320. angka beban ketergantungan hingga tahun 2009 adalah sebesar 65.332.68 451.2.03 436.80 649. Tahun 2007-2009 (Data diolah) 3.No 5 Uraian  Jumlah Penduduk Perempuan (Jiwa) Angka Beban Ketergantungan (Dependency Ratio)  Jumlah Penduduk Usia 0-14 Tahun (Anak)  Jumlah Penduduk Usia 15-64 Tahun (Produktif)  Jumlah Penduduk Usia 65+ (Lansia) 2007 649.243 jiwa atau sekitar 50. Tabel 3.674 RataRata 63. 65% dari jumlah penduduk tahun 2009 merupakan penduduk usia 15-65 tahun atau penduduk usia produktif.314 49.15 .008 100 2008 (Jiwa) % 677.422 827.914 100 2009 (Jiwa) % 684.85 655.572 37.465 62. Pendidikan Pendidikan merupakan hal yang penting dalam proses pembangunan nasional dan regional.15%.85 661.243 50.420 41.2.85% dari total penduduk Kabupaten Serang.557 100 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.00 433. Dari 1.

16 . Kemampuan membaca dan menulis dibedakan terhadap huruf latin. Kemampuan membaca dan menulis huruf latin akan menjadikan seseorang mampu untuk menambah pengetahuan baik dari media cetak maupun media elektronik. yaitu untuk penduduk lakilaki sebesar 97. sisanya sebanyak 5. Kemampuan baca tulis tercermin dari data Angka Melek Huruf. betaqwa.07 persen.77 persen pada tahun 2009. Penduduk Serang yang sudah mampu membaca dan menulis huruf latin tahun 2009 mencapai 94. huruf lainnya. berakhlak mulia. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pendidikan pula. dalam hal ini merupakan persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin. berakhlak. A. memudahkan pemerintah dalam mentransfer tujuan pembangunan kepada masyarakat karena tingkat pemahaman masyarakat akan lebih baik kalau pendidikan juga lebih baik. mandiri. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . demokratis. Penduduk yang tidak dapat membaca dan menulis sebagian besar terkonsentrasi pada penduduk usia tua yaitu penduduk yang berumur 45 tahun keatas. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. berdaya saing. dan tidak dapat membaca dan menulis.87 persen. maka penduduk laki-laki Iebih banyak yang sudah mampu membaca dan menulis.55 persen tahun 2007 menjadi 94. Dalam hal ini yang dimaksud buta huruf adalah penduduk yang tidak dapat membaca dan menulis huruf latin.23 persen adalah penduduk yang belum dapat membaca dan menulis (buta huruf). kemampuan baca tulis masyarakat Serang tahun 2009 mengalami peningkatan yaitu dari 94.77 persen. memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin". Bila dibandingkan antara penduduk laki-laki dan perempuan. beriman. sedangkan untuk perempuan sebesar 93. Upaya melaksanakan pembangunan di bidang pendidikan yang terarah dan tepat sasaran telah ditentukan visi pendidikan nasional yaitu "terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai. maju dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di dukung oleh manusia Indonesia yang sehat.meningkatkan daya saing dalam memasuki dunia kerja. berkeahlian. cinta tanah air berdasarkan hukum dan lingkungan. Tingkat Pendidikan Tolak ukur yang sangat mendasar di bidang pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis penduduk dewasa.

Yang sangat mengkhawatirkan adalah masih banyak penduduk yang tidak/belum tamat SD/sederajat yang mencapai 35. Gambar 3. maka tertihat penduduk laki-laki lebih baik dibandingkan penduduk perempuan. Pendidikan yang ditamatkan penduduk Serang tahun 2008 paling banyak adalah masih tingkat SD sederajat yaitu sebesar 33.12 tahun. 1.94 Universitas.17 . ini berarti rata-rata pendidikan penduduk Serang baru sampai jenjang SLTP kelas satu. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Selain indikator Angka Melek Huruf dan Rata-rata Lama Sekolah. 33.50 persen.95 Tidak/Belum Tamat SD/Sederajat.94 persen. 16.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan Tahun 2008 SLTA/Sederajat.50 SD/Sederajat.Indikator lain untuk melihat tingkat pendidikan adalah Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Rata-rata lama sekolah menunjukkan berapa lama penduduk Serang mampu menyekolahkan anaknya Rata-rata lama sekolah penduduk Serang tahun 2009 mencapai 7.35 persen. gambaran kualitas SDM Serang dapat dilihat juga dari pendidikan yang ditamatkan oleh penduduk itu sendiri. dimana pada kelompok ini masih terindikasi adanya penduduk diluar usia wajar dikdas (usia dewasa/tua). Sedangkan SLTP hanya 16. Jadi secara umum tingkat pendidikan yang ditamatkan penduduk Serang baru lulus SD dan sedikit yang melanjutkan ke SLTP. 35. Hal ini dimungkinkan adanya faktor budaya pada sebagian masyarakat yang lebih mementingkan pendidikan untuk anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.35 Bila melihat komposisi pendidikan yang ditamatkan berdasarkan gender.26 SLTP/Sederajat. 12. Hal ini tertihat dari penduduk perempuan yang belum atau tidak lulus SD serta yang belum pemah sekolah lebih banyak dibandingkan penduduk laki-laki.

978 12.Tabel 3.191 2.4 32.27 61 708 135 62 220 6.01 98.71 15.93 43.22 42.846 188.156 47.58 23.214 2.910 2.134 191.01 79.496 2.76 12.95 97.400 26.22 105.60 7.993 3.55 6.50 33.235 1.47 43.55 96.94 12.737 19.00 62.35 35.10 Keadaan Pendidikan di Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 No Uraian Satuan % Tahun 2007 94.92 94.31 33.55 14.09 71 717 155 94 259 7.68 12.99 24.097 9.00 2009 94.095 50.26 1.27 13.323 10.77 78.740 24.799 1.89 78.55 70 716 142 84 327 8.35 16.80 27.17 15.816 187.64 45.729 42.116 3.74 103.28 86.79 56.45 77.35 33.12 1 Angka Melek Huruf (AMH) 2 Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) 3 Persentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan : Tidak/Belum Tamat SD/Sederajat SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat Universitas 4 Angka Partisipasi Sekolah (APS) APS SD/Sederajat APS SMP/Sederajat APS SMA/Sederajat 5 Angka Partisipasi Kasar (APK) APK SD/Sederajat APK SMP/Sederajat APK SMA/Sederajat 6 Angka Partisipasi Murni (APM) APM SD/Sederajat APM SMP/Sederajat APM SMA/Sederajat 7 Jumlah Sekolah TK/RA SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat 8 Jumlah Guru TK/RA SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat 9 Jumlah Murid TK/RA SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat 10 Rasio Murid/Guru TK/RA SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat % % % % % % % % % % % % % % Unit Unit Unit Unit Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang 97.26 Sumber: BPS Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 (Data diolah) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .611 3.77 7.18 .95 Tahun 2008 94.

Bila dibandingkan berdasarkan gender. Angka ini menunjukkan partisipasi anak pada usia sekolah yang bersekolah. Begitu juga untuk anak usia SMA.22 persen dan APS SMA sebesar 42. Ini menunjukkan bahwa dari 100 anak usia SMP (usia 1315). Secara umum APS Kabupaten Serang untuk anak usia SD sebesar 98. biasanya untuk melihat partisipasi anak/masyarakat terhadap sekolah digunakan juga Angka Partisipasi Mumi (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK). yang bersekolah hanya 79 anak.B. Bahkan untuk anak usia SMA. partisipasi sekolah anak usia SMP dan SMA kondisinya lebih rendah. Bila dibandingkan dengan partisipasi sekolah anak usia SD. SMP/Sederajat maupun SMA/Sederajat. Selain APS. jumlahnya jauh lebih banyak yang tidak bersekolah dibandingkan anak yang bersekolah. partisipasi sekolah anak laki-laki lebih besar dibandingkan anak perempuan. Partisipasi sekolah anak usia SD laki-laki relatrf lebih baik dibandingkan dengan partisipasi anak usia SD perempuan. Hal ini mengingat kurangnya kemampuan masyarakat Serang untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.19 . Sedangkan Angka Partisipasi Kasar merupakan persentase penduduk yang sekolah pada suatu jenjang pendidikan terhadap jumlah penduduk usia pendidikan tertentu. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .26 persen. Angka ini juga menunjukkan berapa besar keikutsertaan masyarakat dalam memanfaatkan program pendidikan yang ada. Ini menunjukkan bahwa dari sekian banyak anak usia SD yaitu 7 sampai 12 tahun hanya 98 persen yang bersekolah. SMP (13-15 tahun) maupun SMA (16-18 tahun). Sisanya sebesar 2 persen dari anak usia SD tersebut tidak bersekolah baik yang putus sekolah maupun yang belum pernah sekolah. partisipasi sekolah anak usia SMP laki-laki lebih baik dibandingkan anak perempuan.01 persen. Tingkat Partisipasi Sekolah Partisipasi sekolah anak di Serang dapat teriihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia SD/Sederajat. Sedangkan anak usia SMA (usia 16-18) hanya sebanyak 42 atau 43 anak yang sedang bersekolah. Angka Partisipasi Murni merupakan persentase penduduk usia sekolah tertentu yang bersekoiah pada jenjang sekolah tersebut terhadap jumlah penduduk usia sekolah yang dimaksud. Hal ini juga berarti dari 100 anak usia SMP ada sekitar 21 anak yang tidak bersekolah dengan berbagai alasan yang ada di masyarakat. APS SMP tahun 2009 sebesar 79. baik pada usia SD (7-12 tahun).

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Untuk jumlah murid TK/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2009 mengalami peningkatan. Untuk anak usia SD. Untuk jumlah murid SD/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2009 kondisinya juga mengalami peningkatan. Sementara itu. Adapun jumlah murid SMP/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2009 jumahnya mengalami peningkatan yang cukup pesat. Kondisi ini dicerminkan oleh bertambahnya jumlah murid dari 187. APM maupun APK pada jenjang pendidikan SD.Bila dibandingkan ketiga indikator partisipasi sekolah baik APS. APK lebih besar dibandingkan APS. Fasilitas Pendidikan Fasilitas pendidikan khususnya sarana berupa gedung merupakan hal yang penting karena merupakan tempat di mana terjadinya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sedangkan anak usia SMP dan SMA terlihat APS Iebih besar dari APK. Selain itu ketersediaan tenaga pengajar yang memenuhi kualifikasi dan berkualitas merupakan hal yang penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di suatu wilayah.20 . SMP maupun SMA dapat terlihat perbandingan antara anak yang bersekolah tepat pada usia sekolah atau anak yang sekolah tidak tepat pada usia sekolahnya.846 siswa pada tahun 2009. C. terkait dengan partisipasi sekolah perlu diperhatikan juga perkembangan jumlah murid sekolah.737 siswa pada tahun 2007 menjadi 50.095 siswa pada tahun 2009. ini menunjukkan bahwa anak yang usianya bukan usia SD tapi bersekolah di SD Iebih banyak dibandingkan anak usia SD yang bersekolah bukan di SD.816 siswa pada tahun 2007 menjadi 2. Demikian halnya jumlah murid SMA/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2009 juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Kondisi ini dicerminkan oleh bertambahnya jumlah murid dari 19.978 siswa pada tahun 2007 menjadi 26.729 siswa pada tahun 2007 menjadi 188. Kondisi ini dicerminkan oleh bertambahnya jumlah murid dari 2.400 siswa pada tahun 2009. ini menunjukkan bahwa anak usia SMP dan SMA yang bersekolah bukan di SMP dan SMA Iebih banyak dibandingkan anak bukan usia SMP dan SMA yang bersekolah di SMP dan SMA.323 siswa pada tahun 2009. Kondisi ini dicerminkan oleh bertambahnya jumlah murid dari 42.

08. Kondisi ini dicerminkan oleh bertambahnya jumlah guru dari 220 orang pada tahun 2007 menjadi 259 orang pada tahun 2009. Rasio rata-rata jumlah murid terhadap jumlah sekolah TK/Sederajat di Kabupaten Serang pada tahun 2009 mencapai 40. Dengan kondisi demikian.16. artinya setiap satu SMP rata-rata menampung ± 325 siswa.34. Kondisi ini dicerminkan oleh meningkatnya jumlah sekolah dari 708 sekolah pada tahun 2007 menjadi 717 sekolah pada tahun 2009. maka rasio rata-rata jumlah murid terhadap jumlah sekolah SMP/Sederajat di Kabupaten Serang pada tahun 2009 mencapai 325.99. Dengan kondisi demikian. Adapun rasio rata-rata jumlah murid terhadap jumlah guru SD/Sederajat pada tahun yang sama adalah sebesar 24. Adapun jumlah SMP/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 20072009 juga mengalami peningkatan. Kondisi ini dicerminkan oleh meningkatnya jumlah guru dari 6. Kondisi ini dicerminkan oleh meningkatnya jumlah sekolah dari 61 sekolah pada tahun 2007 menjadi 71 sekolah pada tahun 2009. artinya setiap satu SD rata-rata menampung ± 262 siswa. Adapun rasio rata-rata jumlah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Demikian pula jumlah guru SMP/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2009 mengalami peningkatan. Jumlah sekolah SD/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 20072009 juga mengalami peningkatan. Kondisi ini dicerminkan oleh bertambahnya jumlah sekolah dari 135 sekolah pada tahun 2007 menjadi 155 sekolah pada tahun 2009. Demikian pula jumlah guru TK/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu yang sama jumlahnya mengalami peningkatan.611 orang pada tahun 2009. artinya setiap satu guru SD rata-rata mengajar ± 25 siswa.799 orang pada tahun 2007 menjadi 3.Jumlah sekolah TK/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 20072009 mengalami peningkatan. artinya setiap satu guru TK rata-rata mengajar ± 10-11 siswa. Adapun rasio rata-rata jumlah murid terhadap jumlah guru TK/Sederajat pada tahun yang sama adalah sebesar 10. artinya setiap satu TK rata-rata menampung ± 40 siswa. maka rasio rata-rata jumlah murid terhadap jumlah sekolah SD/Sederajat di Kabupaten Serang pada tahun 2009 mencapai 262. Kondisi ini dicerminkan oleh meningkatnya jumlah guru dari 2.71.21 .910 orang pada tahun 2007 menjadi 7. Demikian pula jumlah guru SD/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu yang sama juga mengalami peningkatan.214 orang pada tahun 2009.

496 orang pada tahun 2007 menjadi 2. Kesehatan Kesehatan adalah keadaan sehat.22 . 3. khususnya pendidikan agama. Demikian juga jumlah kiyai/pengajar pada tahun 2007 berjumlah 780. Jumlah santri pada tahun 2007 laki-laki berjumlah 18.03. spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UndangUndang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan).058 santri dan perempuan berjumlah 12. Kondisi ini dicerminkan dengan bertambahnya jumlah sekolah dari 62 sekolah pada tahun 2007 menjadi 94 sekolah pada tahun 2009. Demikian pula jumlah guru SMA/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu yang sama juga mengalami peningkatan.692 santri. baik secara fisik. artinya setiap satu guru SMA rata-rata mengajar ± 12 siswa.2. santri laki-laki berjumlah 18. Kondisi tersebut tentunya perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Pembangunan kesehatan bertujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .856 santri. artinya setiap satu SMA rata-rata menampung ± 280 siswa. sedangkan pada tahun 2009 berjumlah 684.191 orang pada tahun 2009. artinya setiap satu guru SMP rata-rata mengajar ± 15 siswa.416 santri dan santri perempuan berjumlah 12.murid terhadap jumlah guru SMP/Sederajat pada tahun yang sama adalah sebesar 15. sedangkan pada tahun 2009 berkurang menjadi sejumlah 657. maka rasio rata-rata jumlah murid terhadap jumlah sekolah SMA/Sederajat di Kabupaten Serang pada tahun 2009 mencapai 280. mengingat strategisnya peran pondok pesantren dalam membangun sumberdaya manusia di Kabupaten Serang. Adapun rasio rata-rata jumlah murid terhadap jumlah guru SMA/Sederajat pada tahun yang sama adalah sebesar 12. Jumlah pondok pesantren di Kabupaten Serang pada tahun 2007 berjumlah 717. Dengan kondisi tersebut. mental.68. Adapun kondisi perkembangan pondok pesantren yang juga merupakan salah satu sarana pendidikan masyarakat. Sedangkan pada tahun 2009 meningkat menjadi. Namun tidak demikian dengan perkembangan jumlah santri yang belajar di pondok pesantren.01.3. dimana perkembangannya justru cenderung meningkat. Demikian halnya dengan kondisi SMA/Sederajat di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2009 jumlahnya terus mengalami peningkatan. setiap tahunnya cenderung menurun. Kondisi ini dicerminkan dari meningkatnya jumlah guru dari 1.

Infeksi 8 kasus. deteksi dini tumbuh kembang (DDTK). Selain itu aspek penting lainnya yang turut mempengaruhi kualitas fisik penduduk adalah status kesehatan antara lain diukur melaiui angka kesakitan atau tingkat keluhan kesehatan.untuk meningkatkan kesadaran. asfiksia 55 kasus. Jumlah Kematian Bayi Jumlah kematian neonatal (0-28 hari) pada tahun 2009 sebanyak 144 kasus dari 30. ISPA 3 kasus. dan dapat memberi gambaran perkembangan derajat kesehatan dan dapat digunakan dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan. pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih. asupan gizi yang adekuat. dan lain-lain 31 kasus. yaitu: kesadaran ibu dalam memeriksakan diri ke tenaga kesehatan secara teratur selama kehamilan dan pelayanan kesehatan bayi muda. Tingkat kematian neonatal dan bayi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. A. serta beberapa faktor lainnya. dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk melihat derajat kesehatan penduduk adalah Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Harapan Hidup. layanan posyandu serta sarana dan prasarana yang tersedia. faktor kualitas layanan kesehatan. Berikut ini kondisi jumlah angka kematian yang tercatat dan terlaporkan di Kabupaten Serang pada tahun 2009: 1.094 kelahiran hidup. Kematian juga berhubungan erat dengan permasalahan kesehatan akibat berbagai hal seperti gangguan penyakit. dapat memberi gambaran dari waktu ke waktu. sebagai investasii bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. kecelakaan. kemauan.23 . dan penyebab lain 15 kasus. Jumlah kejadian kematian pada periode waktu dan pada kelompok usia tertentu. tetanus neonatrum 5 kasus. Angka Kematian Kematian merupakan proses akumulasi akhir dari berbagai penyebab kematian baik langsung maupun tidak langsung. atau akibat proses interaksi berbagai faktor. Penyebab utama kematian neonatal di Kabupaten Serang diantaranya adalah BBLR 48 kasus. infeksi 4 kasus. Sementara itu jumlah kematian bayi (1-12 bulan) pada tahun 2009 adalah sebesar 27 kasus. Penyebab utama kematian bayi adalah Diare sebanyak 1 kasus. cakupan imunisasi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .

1%).24 . Jumlah kematian ibu akibat hamil. Jumlah tersebut belum dapat dikatakan jumlah seluruh kematian ibu yang terjadi di Kabupaten Serang karena besar kemungkinan masih banyak kasus kematian ibu yang tidak tercatat dan terlaporkan. Jumlah Kematian Ibu Jumlah kematian ibu adalah banyaknya kematian wanita pada masa kehamilan. kondisi kesehatan lingkungan. status gizi dan kesehatan.006%.64%). Penyebab kecilnya cakupan tersebut antara lain karena persepsi tentang resiko tinggi dan faktor resiko yang masih belum sama. Jumlah kematian balita di Kabupaten Serang yang terjadi pada tahun 2009 sebanyak 9 orang dari 141. Jumlah kematian ibu juga dipengaruhi oleh beberapa faktor.282 balita yang ada atau 0. sedangkan dirujuk ke sarana kesehatan yang lebih tinggi hanya berjumlah 2.933 ibu. Pada tahun 2009 ini di temukan 6. Kematian ibu maternal dapat dicegah bila cepat dan tepat dalam pengambilan keputusan penanganannya.Jumlah kematian balita adalah jumlah kematian anak umur 1-4 tahun. Terdiri dari 16 orang meninggal saat hamil. Sebagai penyebab langsung kematian ibu masih di dominasi oleh penyebab utama adalah eklamsi (33.9%).699 kasus (43. kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat. bersalin dan nifas di Kabupaten Serang untuk tahun 2009 sebanyak 62 kasus dari 30. keengganan bidan untuk merujuk dan kesulitan pasien/keluarga pasien untuk bersedia di rujuk. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Kematian balita menggambarkan masalah kesehatan anak serta faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan anak balita seperti gizi. 2. sekitar persalinan dan 40 hari setelah masa persalinan (nifas). dimana peran serta dan kepedulian suami dan masyarakat di sekitarnya dalam memperhatikan kesehatan dan keselamatan kaum ibu yang memiliki peran besar dalam keluarga sangat dibutuhkan dukungannya. 17 orang meninggal saat bersalin dan 29 orang meninggal saat nifas. Bila dibandingkan dengan target SPM kasus yang harus ditangani 100% maka cakupan ini masih sangat kecil.184 kasus ibu hamil resiko tinggi. perdarahan (22. dan infeksi (8. sanitasi.6%). penyakit infeksi dan kecelakaan. Jumlah ini mengalami peningkatan kasus dari tahun 2008 yaitu 47 Orang. serta tingkat pelayanan kesehatan. diantaranya: tingkat pendidikan dan sosial ekonomi. Isu gender juga berpengaruh terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan bagi kaum ibu.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .590 TB Paru BTA (+) baru yang ditemukan dan di obati pada tahun 2008. dan KLB Campak dari jumlah 163 penderita Campak dengan hasil laboratorium Positif Campak (+) terjadi di 3 desa dengan jumlah kematian 4 orang . KLB di Kabupaten Serang pada tahun 2009 terdiri atas 3 jenis penyakit. TB Paru TB Paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberkulosis. yang terbesar menyebabkan kematian adalah KLB Diare. baik pencatatan dan pelaporan rutin maupun insidentil.6% dan Crude Fatality Rate (CFR) tertinggi adalah KLB Campak sebesar 2. Hal ini kemungkinan disebabkan bidan yang menolong persalinan tidak berkualifikasi/terlatih APN. Kematian Akibat KLB Kejadian Luar Biasa (KLB) dijelaskan sebagai timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Sementara itu. 19 ibu meninggal ditolong oleh bidan.25 . Kasus TB Paru BTA (+) baru pada tahun 2009 ditemukan sejumlah 1. sebanyak 1. Dari ketiga penyakit tersebut. hari. Attack rate tertinggi adalah keracunan makanan sebesar 2.416 kasus. ini juga sangat mempengaruhi kematian ibu dimana tahun 2009 kematian ibu sebanyak 62 orang. Campak dan Keracunan Makanan.5%. Angka Kesakitan Selama tahun 2009.2%) bidan yang terlatih Asuhan Persalinan Normal (APN). bulan. Kriteria tentang KLB diantaranya adalah berupa peningkatan jumlah kesakitan/kematian sebanyak dua kali lipat atau lebih (X + 2 SD) dibandingkan periode sebelumnya (jam. baru 86 orang (21. Persoalan bidan di bidang pemberian layanan kesehatan ibu dan anak adalah dari 406 bidan. terhimpun informasi jumlah kesakitan yang diperoleh dari pelayanan kesehatan melalui sistem pencatatan dan pelaporan. 3. Informasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. yaitu: Diare. dari jumlah 259 penderita Diare di 5 desa terjadi 6 kasus kematian. dari 1. B.Kasus kematian ibu juga sangat dipengaruhi adanya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan kehamilannya sesuai dengan standar kualitas pelayanan kebidanan yaitu melalui pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali (K4). tahun).8%) dinyatakan sembuh.507 kasus (94.

Untuk kasus pneumonia di Kabupaten Serang selama tahun 2009 terjadi sebesar 2. Adapun angka kesakitan diperkirakan mencapai 250 hingga 299 per 1000 anak balita setiap tahunnya. Kasus diare juga merupakan kasus yang banyak diderita balita. Namun demikian kewaspadaan tetap dilakukan terutama masuknya virus dari luar negara yang disinyalir dari para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di negara yang masih terjangkit virus tersebut. Disamping itu kepemilikan jamban keluarga juga baru mencapai 38. pada tahun 2009 diketahui jumlah penderita HIV di Kabupaten Serang sebanyak 45 orang. Diare Penyakit diare erat kaitannya dengan kesehatan lingkungan.26 . Hal ini jelas sangat kurang mengingat air bersih merupakan komponen terpenting dalam menunjang kehidupan yang sehat. langkah-langkah yang dilakukan dalam menunjang program ini seperti pemberian imunisasi polio secara rutin. 4. 3. HIV/AIDS Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Serang (klinik VCT) jumlah temuan HIV/AIDS pada tahun 2009 sebanyak 22 kasus. Adapun menurut laporan UTDC PMI Serang.2. Pneumonia Angka kematian pneumonia pada balita di Indonesia diperkirakan mencapai 21%. dan 7 kasus diantaranya sudah AIDS serta 2 orang telah meninggal dunia. 5. Di Kabupaten Serang penyediaan air bersih baru mencakup 59. Jika ketiga komponen tersebut memenuhi syarat kesehatan maka penyebaran penyakit ini dapat ditekan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . penyediaan air bersih dan perilaku kesehatan. dengan 2. Acute Flaccid Paralysis (AFP) Dalam upaya membebaskan Indonesia dari penyakit polio.198 penderitanya adalah balita. Di Kabupaten Serang pada tahun 2009 terdapat 37.127 kasus diare.476 kasus.0%. pemberian imunisasi massal pada balita melalui PIN (Pekan Imunisasi Nasional) dan surveilans AFP (Acute Flaccid Paralysis) secara aktif baik di Rumah Sakit maupun di Puskesmas Pada tahun 2009 di Kabupaten Serang ditemukan 7 kasus AFP dengan hasil laboratorium semuanya negatif. karena kondisi fisik yang masih rentan terhadap penyakit ini.294 kasus terjadi pada balita dan 100% berhasil ditangani. Jamban keluarga mutlak diperlukan agar penyebaran penyakit akibat tinja manusia dapat dihindari. 19.70%.

angka tersebut masih dibawah rata-rata UHH nasional yang berkisar antara 65-66 tahun. dan pada tahun 2009 menurun lagi menjadi 4 kasus. tahun 2006 meningkat menjadi 15 kasus. Angka Harapan Hidup Umur Harapan Hidup (UHH) adalah salah satu indikator yang mencerminkan berapa lama seorang bayi lahir diharapkan hidup. Upaya untuk meningkatkan UHH menjadi 85 tahun (standar maksimal yang ditetapkan UNDP) merupakan hal penting yang perlu dicermati melalui upaya-upaya peningkatan kegiatan program yang berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat seperti penurunan resiko kesakitan pada keluarga rentan penyakit degeneratif dan tidak menular serta peningkatan kesehatan pra usila yang dapat hidup produktif dan mandiri.08 tahun. Pada tahun 2005 di Kabupaten Serang ditemukan 6 kasus.6. Semakin tinggi jumlah kematian bayi maka makin rendah umur harapan hidup. karena disamping merupakan faktor predisposisi yang dapat memperparah penyakit infeksi secara langsung juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual. Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan umum. Apabila suatu daerah dapat menekan angka kesakitan dan kematian akan tercermin dari tingginya umur harapan hidup di daerah tersebut. tahun 2008 kembali menurun menjadi 5 kasus. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . karena lingkungan daerah tersebut sangat mendukung vektor penular penyakit malaria. Tinggi rendahnya umur harapan hidup menunjukkan taraf hidup dan keberhasilan pembangunan kesehatan di suatu daerah. C. Malaria Setidaknya dalam lima tahun terakhir (2005 . Salah satu faktor mendasar dalam permasalahan gizi adalah faktor ekonomi. tahun 2007 menurun menjadi 13 kasus.2009) kasus malaria di Kabupaten Serang perkembangannya mengalami fluktuasi dengan kecenderungan yang semakin berkurang. Umur Harapan Hidup (UHH) pada dasarnya dipengaruhi oleh masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB). Faktor inilah yang kemudian mempengaruhi penghasilan masyarakat secara umum. D. Di Kabupaten Serang terdapat beberapa daerah yang potensial terkena penyakit malaria seperti Cinangka dan Anyer. UHH Kabupaten Serang pada tahun 2009 telah mencapai 63.27 .

417 balita (1. sehingga dalam kurun waktu yang lama permasalahan gizi akan sangat berdampak pada kualitas sumber daya manusia.7% dari total balita). Angka tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.18% (2007) dan 84. Tenaga Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan ketersediaan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan melaksanakan upaya kesehatan dengan paradigma sehat. Jumlah bayi yang diimunisasi di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2008 mengalami penurunan. Kondisi ini dicerminkan oleh menurunnya jumlah bayi yang diimunisasi dari 193. Sementara jumlah dokter gigi menurun dari 21 dokter pada 2007 menjadi 19 dokter pada 2009. fasilitas atau sarana kesehatan juga merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Namun mengingat jumlah balita dengan berat badan di bawah garis merah / BGM yang mencapai 2.945 balita (90. Persentase bayi yang diimunisasi di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tersebut mencapai 83. 1.33%).000 penduduk.852 bayi pada tahun 2008. yang mengutamakan upaya peningkatan.4 per 100. Disamping ketersediaan tenaga kesehatan.000 penduduk. Dari jumlah tersebut diketahui bahwa balita dengan status gizi buruk/kurus sekali sebanyak 499 anak (0. Kondisi dan ketersediaan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Serang adalah sebagai berikut.5 per 100. E. Kondisi ini dicerminkan oleh menurunnya jumlah dokter umum dari 43 dokter pada tahun 2007 menjadi 34 dokter pada tahun 2009. jumlah balita yang ditimbang di Kabupaten Serang adalah sebanyak 138. walaupun angkanya masih berada dibawah target yang ditetapkan untuk gizi buruk sebesar <1%.652 bayi pada tahun 2007 menjadi 184. Pada tahun 2009.28 . sedangkan rasio dokter gigi hanya sebesar 1. Dari jumlah tersebut diketahui bahwa rasio dokter umum pada tahun 2009 yakni sebesar 2.6%). Dokter Jumlah dokter di puskesmas se Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 20072009 kecenderungannya mengalami penurunan.Rendahnya pendapatan perkapita penduduk sangat berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan pokok (makanan).39% (2008). maka hal ini harus segera diantisipasi agar nantinya tidak berkembang menjadi lebih buruk.

2. Adapun jumlah dukun bayi di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2009 kondisinya mengalami peningkatan. Tenaga Kesehatan selain Dokter (Paramedis) Jumlah tenaga kesehatan selain dokter (paramedis) di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2009 juga mengalami penurunan.183 orang pada tahun 2007 menjadi 1.29 .Kondisi tersebut menunjukan bahwa ketersediaan dokter umum dan dokter gigi masih minim sekali.1 per 100.000 penduduk. Bidan Jumlah bidan di Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2009 jumlahnya terus mengalami peningkatan.6 per 100. yakni diperkirakan hanya sekitar 31-32 bidan yang melayani setiap 100.000 penduduk di Kabupaten Serang.226 orang pada tahun 2009.000 penduduk.000 penduduk. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Angka tersebut berada jauh dibawah target pencapaian Indonesia Sehat 2010 yakni dokter umum 40 per 100. Kondisi tersebut menunjukan bahwa ketersediaan dukun bayi cukup tersedia. Kondisi ini dicerminkan oleh menurunnya jumlah paramedis dari 614 orang pada tahun 2007 menjadi 243 orang pada tahun 2009.000 penduduk. 3. yakni diperkirakan hanya sekitar 18 paramedis yang melayani setiap 100. Kondisi ini dicerminkan oleh bertambahnya jumlah dukun bayi dari 1. Dari jumlah tersebut diketahui bahwa rasio dukun bayi pada tahun 2009 yakni sebesar 91. yakni diperkirakan hanya sekitar 2-3 dokter umum dan 1-2 dokter gigi yang melayani setiap 100. yakni diperkirakan sekitar 91 dukun bayi yang melayani setiap 100. Dari jumlah tersebut diketahui bahwa rasio paramedis pada tahun 2009 yakni sebesar 18.000 penduduk di Kabupaten Serang. Kondisi ini dicerminkan oleh meningkatnya jumlah bidan dari 371 orang pada tahun 2007 menjadi 425 orang pada tahun 2009.000 penduduk.000 penduduk di Kabupaten Serang. Kondisi tersebut menunjukan bahwa ketersediaan bidan masih minim sekali.000 penduduk di Kabupaten Serang.000 penduduk dan dokter gigi 11 per 100. Angka tersebut masih berada dibawah target pencapaian Indonesia Sehat 2010 yakni 100 bidan per 100.1 per 100. Kondisi tersebut menunjukan bahwa ketersediaan paramedis masih minim sekali. Dari jumlah tersebut diketahui bahwa rasio bidan pada tahun 2009 yakni sebesar 31.

Pada tahun 2009 secara keseluruhan jumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Serang mencapai 30 puskesmas. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100. maka rata-rata rasio puskesmas pembantu terhadap jumlah desa adalah sebesar 6. apotik. Puskesmas Keliling Keberadaan puskesmas keliling di Kabupaten Serang hingga tahun 2009 jumlahnya telah mencapai 85 unit. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . 1 2 3 4 5 Uraian Dokter Umum Dokter Gigi Bidan Kesehatan non Dokter (Paramedis) Dukun Bayi 2007 43 21 371 614 1. Dengan jumlah desa di Kabupaten Serang pada tahun yang sama mencapai 314 desa. bahkan pada beberapa kecamatan sampai tersedia lebih dari 1 (satu) puskesmas. Puskesmas Di Kabupaten Serang distribusi Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat sedianya telah tersedia merata di seluruh kecamatan.7. Dengan demikian rata-rata rasio puskesmas terhadap 100. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap satu puskesmas keliling di Kabupaten Serang rata-rata melayani 3-4 desa.000 penduduk di Kabupaten Serang rata-rata dilayani oleh 2 puskesmas.226 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka. maka rata-rata rasio puskesmas keliling terhadap jumlah desa adalah sebesar 3.5.000 penduduk adalah sebesar 2.Tabel 3. keberadaan puskesmas pembantu di Kabupaten Serang jumlahnya telah mencapai 48 unit.193 2009 34 19 425 243 1.2.183 Tahun 2008 50 22 412 245 1. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap satu puskesmas pembantu di Kabupaten Serang rata-rata melayani 6-7 desa. Puskesmas Pembantu Hingga tahun 2009.30 . Tahun 2007-2009 (data diolah) Adapun perkembangan kondisi fasilitas kesehatan yang meliputi puskesmas. toko obat dan lainnya. yang ada di Kabupaten Serang adalah sebagai berikut.11 Perkembangan Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 No. 1. 2. 3. Dengan jumlah desa di Kabupaten Serang pada tahun yang sama mencapai 314 desa.

4.2. Apotik Keberadaan apotik di Kabupaten Serang dalam kurun waktu 2007-2009 jumlahnya mengalami peningkatan. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap satu puskesmas di Kabupaten Serang rata-rata membawahi 1 polindes.000 penduduk adalah sebesar 1. maka rata-rata rasio puskesmas terhadap jumlah polindes adalah sebesar 1. Dengan jumlah puskesmas di Kabupaten Serang pada tahun yang sama mencapai 30 puskesmas.435 unit pada tahun 2007 menjadi 1. Kondisi ini dicerminkan oleh meningkatnya jumlah balai pengobatan dari 15 unit pada tahun 2007 menjadi 26 unit pada tahun 2009. maka rata-rata rasio puskesmas terhadap jumlah posyandu adalah sebesar 50. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap satu puskesmas di Kabupaten Serang rata-rata membawahi 50 posyandu. Dengan jumlah puskesmas di Kabupaten Serang pada tahun yang sama mencapai 30 puskesmas. keberadaan polindes di Kabupaten Serang jumlahnya telah mencapai 35 unit. 6. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . maka rata-rata rasio puskesmas terhadap jumlah 5. Poskesdes Hingga tahun 2009.000 penduduk di Kabupaten Serang rata-rata dilayani oleh 1-2 apotik.505 unit pada tahun 2009.000 penduduk di Kabupaten Serang rata-rata dilayani oleh 1-2 balai pengobatan. Balai Pengobatan Keberadaan balai pengobatan di Kabupaten Serang dalam kurun waktu 2007-2009 jumlahnya mengalami peningkatan.9. Dengan jumlah puskesmas di Kabupaten Serang pada tahun yang sama mencapai 30 puskesmas. 7. Posyandu Keberadaan posyandu di Kabupaten Serang dalam kurun waktu 2007-2009 jumlahnya mengalami peningkatan. Dengan demikian rata-rata rasio apotik terhadap 100. Kondisi ini dicerminkan oleh meningkatnya jumlah apotik dari 10 unit pada tahun 2007 menjadi 21 unit pada tahun 2009. Polindes Hingga tahun 2009.31 . Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100. Kondisi ini dicerminkan oleh meningkatnya jumlah posyandu dari 1. Dengan demikian rata-rata rasio balai pengobatan terhadap 100.000 penduduk adalah sebesar 1.2. 8.6. keberadaan poskesdes di Kabupaten Serang jumlahnya telah mencapai 21 unit.

505 35 21 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka. Tabel 3. IUD.539 PUS terealisasi sebesar 51. Diantara cara/alat kontrasepsi yang ada.4. ternyata suntik dan pil merupakan pilihan terbanyak para akseptor KB.435 48 18 Tahun 2008 30 48 35 16 33 1.820 akseptor (34.58%. kondom. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Hal tersebut diperlukan sebagai antisipasi agar kelak tidak terjadi kelebihan penduduk (over population) yang dampaknya akan sangat merugikan bagi pembangunan dan juga keberlangsungan kehidupan.947 PUS.51%) menggunakan alat kontrasepsi suntik dan sebanyak 17.315 akseptor KB baru atau tingkat realisasinya mencapai 126. dan MOP/MOW.73%) menggunakan pil.2.32 . Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap satu puskesmas di Kabupaten Serang rata-rata membawahi 1 poskesdes.466 akseptor KB baru atau dengan kata lain tingkat realisasinya sebesar 86. Pencapaian tersebut selanjutnya meningkat baik secara nominal maupun persentase pada tahun 2009.867 akseptor (46. dimana pada tahun tersebut dari target sebesar 40.61%.476 41 20 2009 30 48 85 21 26 1.poskesdes adalah sebesar 0. Hal tersebut terlihat dari realisasi akseptor KB baru pada tahun 2007 dari target yang ditetapkan sebesar 40.7. Perkembangan jumlah akseptor KB baru di Kabupaten Serang dalam tiga tahun terakhir terlihat terus mengalami peningkatan. Tahun 2007-2009 (data diolah) 3.12 Perkembangan Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 No. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah yang dikembangkan dalam rangka mengendalikan pertumbuhan penduduk agar tidak berlangsung secara berlebihan. terealisasi sebanyak 35. Selebihnya atau sekitar 18. Pada tahun 2009 sebanyak 23.76% akseptor merupakan pengguna alat kontrasepsi berupa susuk. 1 2 3 4 5 6 7 8 Uraian Puskesmas Puskesmas Pembantu Puskesmas Keliling Apotik Balai Pengobatan Posyandu Polindes Poskesdes 2007 28 49 31 10 15 1.

Secara umum.12 tahun.12%. Kondisi ini tentunya cukup memprihatinkan karena berimplikasi pada resiko yang ditanggung oleh perempuan yang menikah pada usia belum cukup umur akan jauh lebih besar dibandingkan dengan perempuan yang menikah pada usia cukup umur. sedangkan kondisi di Kabupaten Serang pada tahun 2008 secara rata-rata usia perkawinan pertama seorang perempuan baru mencapai 18. secara mental umumnya rentan terhadap perceraian karena emosi yang belum stabil. Semakin muda usia perkawinan pertama seorang perempuan.33 . Pemerintah Kabupaten Serang harus lebih serius dalam memberikan penyuluhan tentang usia perkawinan pertama. karena dalam program pemerintah dianjurkan bahwa usia perkawinan pertama seorang perempuan minimal 20 tahun. relatif lebih baik (dewasa) dibandingkan tahun 2006 yaitu rata-rata pada usia 17. secara fisik sangat beresiko mengalami gangguan kelangsungan hidup baik bagi dirinya maupun anaknya. pada tahun 2008 rata-rata usia perkawinan pertama perempuan di Kabupaten Serang adalah pada usia 18.Disamping program Keluarga Berencana. maka peluang untuk memiliki anak lebih banyak semakin besar karena panjangnya masa reproduksi seorang perempuan yang kawin muda. Dampak lain yang dapat ditimbulkan dari usia perkawinan muda.93 tahun.12 tahun. hal lain yang juga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tinggi rendahnya tingkat fertilitas adalah faktor usia perkawinan pertama. Pada tahun 2008 dari sejumlah perempuan yang pemah kawin. Namun angka ini dianggap masih cukup tinggi dan sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan pembangunan di bidang kependudukan. akan menambah panjang masa fertilitas dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Pendewasaan usia kawin merupakan salah satu komponen vital yang turut menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kebahagiaan keluarga termasuk juga kesehatan ibu. Namun demikian.81%. persentase perempuan yang melangsungkan perkawinan pertamanya pada umur ≤ 16 tahun tercatat sebanyak 32. seiring dengan masih besarnya kecenderungan masyarakat Kabupaten Serang yang melangsungkan perkawinan pada usia muda. Ini dikarenakan panjangnya masa reproduksi seorang perempuan berkaitan dengan umur pertama kali perempuan melakukan perkawinan. apabila diperbandingkan maka kondisi usia perkawinan pertama perempuan di Kabupaten Serang pada tahun 2008 tersebut belum mencapai program (anjuran) pemerintah. Angka tersebut pada dasarnya mengalami penurunan dibandingkan tahun 2006 yang besarnya 34. Disamping itu wanita yang melangsungkan perkawinan pada usia muda. Perempuan yang menikah di usia muda.

100 kalori sehari. Jumlah penduduk miskin merupakan indikator yang cukup baik untuk mengukur tingkat kesejahteraan rakyat di suatu wilayah/daerah tertentu. Sosial Setiap pembangunan yang dilaksanakan pada dasarnya selalu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. kesehatan. pakaian. Standar kebutuhan hidup layak tersebut diterjemahkan sebagai suatu jumlah rupiah yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi makanan setara 2.5. pendidikan dan lainnya. dengan bertambah panjangnya masa fertilitas seorang ibu maka berimplikasi pada tingginya Iaju pertumbuhan penduduk di suatu daerah karena dengan panjangnya masa fertilitas seorang ibu maka peluang untuk mempunyai anak lebih banyak dibanding dengan perempuan yang masa fertilitasnya lebih pendek. Tingginya jumlah penduduk miskin mengindikasikan rendahnya tingkat pendapatan penduduk. hal yang paling lazim diperhatikan adalah tingkat pendapatan masyarakat. Dari data pengeluaran dapat juga diungkapkan tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .2. Penduduk miskin didefinisikan sebagai penduduk yang pendapatannya (didekati dengan pengeluaran) lebih rendah dan yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup secara layak.34 . Masyarakat atau penduduk dengan tingkat pendapatan yang rendah umumnya dikategorikan sebagai penduduk miskin karena dengan rendahnya pendapatan mereka belum/tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jumlah uang tersebut kemudian dikatakan sebagai batas garis kemiskinan. hal lain yang juga mengindikasikan tingkat kesejahteraan rakyat adalah bagaimana distribusi atau pemerataan pendapatan tersebut di berbagai lapisan masyarakat. Indikator distribusi pendapatan yang dihitung dengan menggunakan pendekatan pengeluaran. 3. Disamping meningkatnya tingkat pendapatan.seorang ibu. Biasanya sasaran pemerintah dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat adalah dengan mengupayakan pendapatan masyarakat yang masih rendah agar pendapatannya meningkat. Tinggi rendahnya angka jumlah penduduk miskin di suatu wilayah mencerminkan tingkat pendapatan penduduk pada wiiayah tersebut. dapat memberikan petunjuk mengenai aspek pemerataan yang telah tercapai. sedang dan ada juga yang rendah. ditambah sejumlah pengeluaran untuk bukan makanan seperti perumahan. Tingkat pendapatan masyarakat tentunya ada yang tinggi. Terkait masalah kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian masih terdapat juga penyandang masalah sosial yang jumlahnya masih tinggi dan cenderung bertambah setiap tahunnya. Kelompokkelompok ini dikatakan sebagai bermasalah karena keberadaannya menyebabkan dampak negatif terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan. ketunasosialan. keterlantaran. Deskripsi mengenai perkembangan jumlah penyandang kesejahteraan sosial di kabupaten Serang dalam beberapa tahun terakhir menunjukan adanya penurunan jumlah pada beberapa kriteria PMKS. Jumlah Penduduk Miskin dan PMKS Permasalahan kesejahteraan sosial merupakan masalah yang sangat kompleks dan akan terus berkembang bersama dengan perkembangan masyarakat. Berkembangnya kelompok ini merupakan masalah sosial dan lebih lanjut merupakan penghambat pembangunan. Satu sisi menunjukan kemajuan dan meningkatkan mutu kehidupan. sedangkan di sisi lain menunjukan makin tertinggalnya kelompok-kelompok tertentu oleh kemajuan-kemajuan tersebut.35 . kesulitan atau gangguan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . kesulitan dan gangguan tersebut dapat berupa kemiskinan. yaitu terjadinya kesenjangan sosial pada beberapa aspek kehidupan.pola konsumsi rumah tangga secara umum dengan menggunakan indikator proporsi pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan. A. Hal tersebut muncul disebabkan oleh perubahan-perubahan masyarakat yang selalu menunjukan perkembangan di segala bidang baik ekonomi. tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya dan karenanyan tidak dapat menjalin hubungan yang serasi dan kreatif dengan lingkungannya sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani. dan kondisi atau perubahan lingkungan (secara mendadak) yang kurang mendukung atau menguntungkan. rohani. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang. sosial. budaya dan khususnya teknologi. kecacatan. Hambatan. Seiring dengan kemajuan yang dicapai maka dampaknya semakin dirasakan. dan sosial) secara memadai dan wajar. keterbelakangan atau keterasingan. keluarga atau kelompok masyarakat yang karena suatu hambatan.

119 210 8.Tabel 3.993 105 96. anak nakal.430 24 608 6.061 orang. Demikian halnya dengan anak nakal. Sedangkan jumlah fakir miskin/keluarga miskin pada tahun 2007 berjumlah 54. Jumlah korban narkotika pada tahun 2007 berjumlah 24 orang. dan penyandang cacat.012 keluarga.012 Tahun 2008 6. lansia/jompo terlantar. Angka tersebut tergolong masih cukup tinggi.738 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka. gelandangan/pengemis.736 42 54. Sementara itu. menurun pada tahun 2009 menjadi sejumlah 4. wanita PSK. meningkat pada tahun 2009 menjadi 96. dan fakir miskin jumlahnya justru terus bertambah dalam tiga tahun terakhir. berdasarkan data BKBPP Kabupaten Serang jumlah keluarga miskin di Kabupaten Serang pada tahun 2009 mencapai 91. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .061 241 9.119 orang. meningkat pada tahun 2009 menjadi 89 orang. Jumlah wanita pekerja seks komersil pada tahun 2007 berjumlah 42 orang. Jumlah korban narkotika.513 218 9. Oleh karena itu ke depan diperlukan upaya-upaya untuk menekan jumlah keluarga miskin tersebut.13 Keadaan Kesejahteraan Sosial Penduduk di Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Uraian Anak Terlantar Anak Nakal Lansia/jompo Korban Narkotika Gelandangan dan Pengemis Penyandang Cacat Wanita Pekerja Seks Komersil Fakir Miskin 2007 7. meningkat menjadi 105 orang pada tahun 2009.36 .226 10 914 4.415 KK atau sekitar 26. lansia/jompo terlantar. jumlah anak terlantar. Hal tersebut terlihat dimana pada tahun 2007 jumlah anak terlantar sebesar 7.815 26 92.418 2009 4. Namun hal berbeda terjadi pada kriteria PMKS lainnya di Kabupaten Serang.89% dari total jumlah KK. dan penyandang cacat di Kabupaten Serang jumlahnya semakin berkurang dalam tiga tahun terakhir.809 89 444 4. gelandangan/ pengemis.738 keluarga. Tahun 2007-2009 (data diolah) Berdasarkan data.

03 31.17 40.24 25.01 25.817 1.96 28. hal ini sebagai dampak dari masih rendahnya tingkat pendapatan masyarakat sehingga dapat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .298 3.80 27.76 17.856 1.50 14.57 59.884 4.155 13.238 17.290 9.68 21.580 4.37 .20 19.29 22.355 11.27 26.293 2.89 Sumber : BKBPP Kabupaten Serang.082 12.51 24.288 3.894 339.92 35. Tahun 2010 (data diolah) B.838 11.093 19. Apabila rata-rata pengeluaran konsumsi makanan penduduk lebih besar dari pendapatannya.311 2.06 9.194 2.33 30. Pola Konsumsi dan Jumlah Keluarga menurut Tingkat Kesejahteraan Disamping tingkat pendapatan.920 13.466 10.46 26.383 16.126 3.64 22. Serang Jumlah KK KK Miskin 14.409 2.658 20.025 3.276 10.090 7. tingkat kesejahteraan penduduk secara umum dapat juga dapat dilihat dan pola konsumsi yang dilakukan oleh penduduk.950 15.156 3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kecamatan Cinangka Padarincang Ciomas Pabuaran Gunungsari Baros Petir Tunjung Teja Cikeusal Pamarayan Bandung Jawilan Kopo Cikande Kibin Kragilan Waringinkurung Mancak Anyar Bojonegara Pulo Ampel Kramatwatu Ciruas Pontang Carenang Binuang Tirtayasa Tanara Kab.12 27.323 2.781 5.25 23.81 21.431 9.648 9.713 12.82 26.667 4.68 31.931 91.567 7.Tabel 3.274 3.837 3.294 5.846 11.598 3.227 4.755 3.221 9.275 18.033 7.609 3.212 3.387 5.084 2.56 22.755 1.415 % 40.14 Jumlah Keluarga Miskin Per Kecamatan di Kabupaten Serang Tahun 2009 No.108 13.68 28.68 24.869 3.37 42.736 12.306 9. Pola konsumsi secara umum dibagi menjadi konsumsi makanan dan non makanan.906 959 10.

Adapun perkembangan komposisi tingkat kesejahteraan keluarga di Kabupaten Serang menunjukan jumlah keluarga Pra Sejahtera pada tahun 2007 berjumlah 109. Sementara itu. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . 210. Rata-rata pengeluaran perkapita perbulan penduduk Serang tahun 2008 sebesar Rp.dikatakan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat masih rendah Sebaiiknya apabila persentase rata-rata konsumsi bukan makanan lebih besar atau meningkat.untuk konsumsi bukan makanan. mungkin masalah keuangan untuk menyekolahkan anak sedikit bisa teratasi. menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat Serang untuk makanan masih lebih besar dibandingkan konsumsi bukan makanan.yang terdiri dari Rp. Pola konsumsi di atas menunjukkan bahwa pengeluaran yang dilakukan penduduk Kabupaten Serang masih berfokus pada kebutuhan primer seperti bahan makanan pokok. 155. kondisi penduduk Kabupaten Serang ditinjau dari tingkat kesejahteraannya menunjukan bahwa pada dasarnya hampir sebagian besar penduduk telah berada pada kriteria Keluarga Sejahtera I hingga Sejahtera III Plus (sebagaimana disajikan dalam gambar di bawah ini).. Namun ada hal yang menarik. di sisi lain untuk konsumsi tembakau atau rokok cukup besar. Dari hasil Susenas tahun 2008.208 keluarga. Bila pendapatan yang diterima cukup besar maka masyarakat tidak hanya berfikir untuk membeli kebutuhan pokok saja (makanan) namun juga berfikir untuk membeli kebutuhan sekunder dan tersier seperti perumahan.089. pendidikan dan kesehatan yang pada umumnya termasuk dalam kelompok bukan makanan.42 persen untuk bukan makanan. Dari konsumsi makanan pengeluaran terbesar adalah untuk konsumsi padi-padian (makanan pokok) dan tembakau atau sirih (rokok)..522. Sedangkan konsumsi bukan makanan pengeluaran terbesar adalah untuk konsumsi perumahan serta barang dan jasa. 365.58 persen untuk makanan dan 42.620.38 . Dengan demikian kalau konsumsi rokok dikurangi. Hal ini terjadi karena pendapatan yang diterima oleh masyarakat masih pada level untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehingga konsumsi terhadap makanan besar.untuk konsumsi makanan dan Rp. temyata pengeluaran untuk rokok jauh Iebih besar dari pengeluaran untuk pendidikan maupun kesehatan. yaitu 57. hal ini menunjukan indikasi bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat sudah baik/meningkat. Seringkali ketidakmampuan orang tua untuk menyekolahkan anak dikaitkan dengan ketidakmampuan dalam hal keuangan.

062 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.679 11.246 77.062 keluarga.377 97. Sedangkan jumlah keluarga yang terkena bencana alam pada tahun 2009 meningkat menjadi 3. C.765 2009 90.676 16.440 56. Jumlah keluarga yang terkena bencana alam di Kabupaten Serang pada tahun 2007 sebanyak 57 keluarga yang terdiri dari korban banjir 8 keluarga.000 100.39 . angin topan 18 keluarga.578 12.287 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .000 60.849 81.731 77.670 132.849 keluarga.679 keluarga yang terdiri dari korban banjir 1. yang berarti bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang masih belum cukup baik. kebakaran 14 keluarga. dan pada tahun 2009 berkurang menjadi 12.566 2008 91.000 120. Tahun 2007-2009 (data diolah) Kondisi tersebut di atas menunjukan bahwa secara umum tingkat kesejahteraan keluarga di Kabupaten Serang hingga tahun 2009 berada pada tingkat menengah bawah. Sementara itu. kebakaran 35 keluarga.4 Jumlah Keluarga Berdasarkan Tingkat Kesejahteraan di Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 140. tanah longsor 2 keluarga dan 9 keluarga terkena bencana lainnya.000 20. Jumlah Keluarga yang Terkena Bencana Kondisi pembangunan sosial masyarakat terkait pula dengan masalah penanggulangan korban bencana.000 40.338 keluarga.000 80.566 keluarga. Gambar 3.606 92.208 103.000 Keluarga Pra Sejahtera Keluarga Sejahtera I Keluarga Sejahtera II Keluarga Sejahtera III Keluarga Sejahtera III Plus 2007 109.065 58. jumlah keluarga Sejahtera III Plus pada tahun 2007 berjumlah 16. baik berupa bencana alam maupun bencana sosial. angin topan 2.berkurang pada tahun 2009 menjadi sebesar 90.

tanah longsor 17 keluarga dan 2 keluarga terkena bencana lainnya.509 unit. kondisi tersebut menunjukkan prinsip kekeluargaan antar warga yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat. Di Kabupaten Serang sendiri.2. Peran strategis perempuan sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam mencetak generasi-generasi yang mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Hingga tahun 2009. peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan. telah dilakukan beberapa program terkait dengan upaya pemberdayaan perempuan seperti program keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan perempuan. sehingga pemberdayaan dalam sisi ekonomi seperti kewirausahaan dapat menjadi salah satu sarana peningkatan kapasitas perempuan.508 jiwa menderita.7.495 jiwa maka sex rationya sebesar 1. Jumlah perempuan yang hampir berimbang dengan penduduk lakilaki tersebut haruslah menjadi perhatian khusus. penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak. sehingga aspek pendidikan perempuan menjadi hal penting yang tidak bisa diabaikan. 3.40 . dan peningkatan peran serta serta kesetaran gender dalam pembangunan. Upaya-upaya terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap tindak KDRT perlu menjadi perhatian yang lebih saat ini. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Isu mengenai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan salah satu isu strategis nasional saat ini.6.03. Kalau dilihat jumlah penduduk di tahun 2009 sebesar 1.345. perempuan memiliki peran untuk dapat membantu menopang kebutuhan ekonomi keluarga. Jumlah kerugian yang diakibatkan bencana alam pada tahun 2009 menimbulkan 10 korban jiwa meninggal dan 4.634 jiwa.2. mengingat wanita dan juga anak-anak seringkali menjadi korban tindak kekerasan dalam rumah tangga. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Wilayah Kabupaten Serang hingga tahun 2009 terdiri dari 314 desa yang tersebar pada 28 kecamatan. Pada sisi ekonomi. Disamping itu kerugian materi berupa kerusakan rumah mencapai 4. jumlah penduduk perempuan di Kabupaten Serang sebesar 661. Kondisi desa di Kabupaten Serang masih mempunyai tradisi gotong royong. 3.keluarga. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .

33 55.91 57. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Tahun 2010 (data diolah) Dari gambaran tersebut di atas menunjukan bahwa jumlah desa miskin di Kabupaten Serang angkanya masih cukup tinggi yakni lebih dari 50% yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Serang.06 80.56 59. Tabel 3. Serang Desa 13 14 11 7 7 14 13 9 15 9 8 9 10 12 9 14 11 13 10 10 9 15 17 15 10 7 14 9 314 Jumlah Desa Miskin 12 8 10 4 6 11 8 4 9 7 7 5 8 7 5 2 9 11 5 2 1 4 8 12 5 7 5 5 187 % 92.44 60.00 100.Namun demikian berdasarkan data dari BPS Kabupaten Serang.31 57.29 81.00 77.54 44.62 50.14 90.55 Sumber : BPS Kabupaten Serang.15 Jumlah Desa Miskin di Kabupaten Serang Tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kecamatan Cinangka Padarincang Ciomas Pabuaran Gunungsari Baros Petir Tunjung Teja Cikeusal Pamarayan Bandung Jawilan Kopo Cikande Kibin Kragilan Waringinkurung Mancak Anyar Bojonegara Pulo Ampel Kramatwatu Ciruas Pontang Carenang Binuang Tirtayasa Tanara Kab. pada tahun 2009 dari sejumlah 314 desa di Kabupaten Serang terdapat 187 desa (60.11 26.71 55.78 87.71 78.00 58.50 55.00 35.56 14.56 80.00 50.71%) yang masih tergolong dalam kategori desa dengan persentase kemiskinan penduduk di atas rata-rata.67 47.57 61.00 20.14 85.00 11.41 .82 84.

Aktivitas pemberdayaan yang dilakukan pada diri pemuda tidak hanya akan memberikan dampak pada pemuda itu sendiri. kapasitas dan pemberdayaan pemuda sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan Kabupaten Serang. Permasalahan lainnya yang dihadapi pada urusan kepemudaan dan olah raga adalah kondisi sarana dan prasarana kepemudaan dan keolahragaan di kalangan siswa pada khususnya dan di masyarakat pada umumnya masih belum memadai. Minat dan partisipasi pemuda makin membaik seiring dengan semakin meluasnya budaya olahraga di kalangan masyarakat. pengembangan jiwa kewirausahaan (kecakapan hidup) dan kepemimpinan pemuda masih perlu lebih ditingkatkan untuk lebih menguatkan dan mensinergikan peran serta pemuda dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu.8. Pemerintah Kabupaten Serang telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas. Salah satu dampak globalisasi adalah dengan semakin meningkatnya arus informasi dan budaya yang mendorong lahir dan berkembangnya kreativitas dan prestasi di bidang kepemudaan dan olahraga. Kepemudaan dan Olahraga Peran dan eksistensi pemuda tidak dapat dipisahkan dari upaya pencapaian pembangunan daerah. tetapi dapat memberikan dampak bagi perkembangan masyarakat disekitarnya.Untuk itu maka ke depan diperlukan adanya suatu upaya yang lebih keras dari pemerintah dan juga masyarakat untuk dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah pedesaan melalui program-program pemberdayaan masyarakat seperti PNPM MPdes. Pemuda dengan energi besar yang dimilikinya memiliki kemampuan dan kapabilitas yang dapat memberikan kontribusi besar dalam upaya pembangunan.2. Terkait dengan hal-hal tersebut di atas. Meskipun demikian. pengembangan pemuda secara berkualitas perlu menjadi perhatian penting. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Oleh karena itu kedepan diperlukan adanya upaya peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana kepemudaan dan keolahragaan agar lebih baik lagi. dll.42 . 3.

577 orang (0. Sedangkan substansi agama sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat sendiri.05%). kekeluargaan. Pemerintah peranannya tidak masuk ke dalam substansi agama.26%). Terkait dengan bidang keagamaan. nilai solidaritas sosial. dan pemeluk agama Budha sebesar 162 orang (0. cepatnya penyerapan budaya global yang negatif. Kebudayaan Pembangunan di bidang kebudayaan di Kabupaten Serang telah mengalami kemajuan yang ditandai dengan meningkatnya pemahaman terhadap keberagaman budaya dan pentingnya toleransi. pemeluk agama Protestan sebesar 3. disebabkan antara lain.3. sehat jasmani-rohani dan tercukupi kebutuhan material-spiritualnya. berkualitas. merupakan salah satu pusat pengembangan Islam di Pulau Jawa pada masa lalu. Namun demikian toleransi antar umat beragama di Kabupaten Serang hingga kini tetap terjaga. dan kemudahan setiap umat beragama dalam menjalankan ajaran agamanya.382.933 jiwa (99. serta mulai berkembangnya interaksi antarbudaya.2.01%). penghargaan pada nilai budaya dan bahasa. Hal tersebut. hingga tahun 2009 sebesar 1.43 . masih kurangnya keteladanan para pemimpin. Melalui pembangunan keagamaan yang terpadu dengan pembangunan di bidang-bidang lainnya.66%) penduduk Kabupaten Serang merupakan pemeluk agama Islam. Meskipun demikian. mediator dan stimulator. hal tersebut digambarkan dengan berkembangnya jumlah pemeluk agama lain.9. serta memberikan rasa nyaman. Hal tersebut tidak mengherankan mengingat wilayah Serang khususnya dan Banten umumnya. lemahnya budaya patuh pada hukum.02%). diharapkan dapat terwujudnya manusia dan masyarakat Kabupaten Serang yang mandiri. Bentuk pembangunan agama di Kabupaten Serang adalah dengan memberikan alternatif fasilitas dan aktifitas masyarakat sehari-hari dengan nuansa nilai-nilai keagamaan. pemeluk agama Hindu sebesar 270 orang (0. dan kurang mampunya menyerap budaya global yang lebih sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial yang masih dianut sebagian besar masyarakat Serang. Hingga tahun 2009 jumlah pemeluk agama Katholik sebesar 703 orang (0. aman. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . melainkan sebagai fasilitator. dan rasa cinta tanah air dirasakan makin memudar.

apresiasi masyarakat terhadap produk-produk seni dan budaya tradisional cenderung menurun.Gambar 3.5 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama di Kabupaten Serang Tahun 2009 Islam 99. Oleh karena itu.44 .26% 0.66% Budha 0. melalui penguatan kembali nilai-nilai budaya lokal (subsidiarity) merupakan hal yang harus terus diupayakan.01% Katolik 0. mengembangkan dan melindungi kesenian dan kebudayaan lokal.02% Adapun pelestarian dan pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah yang dilakukan diarahkan untuk membina. pembinaan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesenian dan kebudayaan daerah agar tetap lestari. Tabel 3. terutama budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai budaya lokal.16 Banyaknya Perkumpulan Kesenian Menurut Jenis Kesenian Di Kabupaten Serang Tahun 2008-2009 No 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Kesenian Seni Tari Seni Wayang Seni Suara/Karawitan Orkes Seni Rupa Pertunjukan Rakyat Drama Jumlah Tahun 2008 15 2 116 18 20 455 3 629 2009 20 3 186 25 37 674 15 960 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.05% Protestan Hindu 0. Tahun 2009 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Degradasi nilai-nilai moral dan budaya semakin jelas seiring dengan derasnya pengaruh budaya asing akibat globalisasi melalui berbagai macam media. Saat ini.

Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan merupakan salah satu aspek penting dalam upaya memenuhi perekonomian rumah tangga dan kesejahteraan seluruh masyarakat. TPAK Iaki-laki sebesar 74. TPAK adalah proporsi penduduk usia kerja yang termasuk ke dalam angkatan kerja mencakup mereka yang bekerja dan mencari pekerjaan terhadap jumlah penduduk usia kerja.5 persen dari keseluruhan pencari kerja yang mendaftar. A. Bila dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Partisipasi penduduk usia kerja dalam bekerja dan mencari pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan rumahtangganya dapat dilihat melalui angka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).628 orang. Adapun tahun 2009 tercatat pencari kerja yang resmi terdaftar sebanyak 17. terlihat bahwa partisipasi penduduk usia kerja Kabupaten Serang dalam bekerja dan mencari pekerjaan sebesar 60. Sedangkan pencari kerja yang terdaftar pada tahun 2008 berjumlah 6. diharapkan kesejahteraan masyarakat akan menjadi lebih baik.3. kesejahteraan masyarakat suatu wilayah akan terkait dengan masalah ketenagakerjaan.467 orang. pada tahun 2007 berjumlah 30. pekerjaan adalah sumber pendapatan bagi seseorang maupun rumahtangga untuk kebutuhan hidupnya.747 orang dan yang sudah ditempatkan berjumlah 7. Dalam hal penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data jumlah pencari kerja yang terdaftar. angka tersebut mengalami peningkatan dari 60. sementara yang berhasil ditempatkan sebanyak 9. Semakin banyak penduduk yang terlibat dalam kegiatan bekerja dan berpendapatan.240 orang. atau mencakup 35.273 orang.08 persen. Hal ini Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (tahun 2008).32 persen dibandingkan TPAK perempuan sebesar 41. Dari hasil Susenas tahun 2009.51 persen walaupun angka ini meningkat bila dibandingkan dengan TKK tahun 2008 yang sebesar 82. ada perbedaan angka yang cukup jauh antara TPAK Iaki-laki dengan perempuan. Bagi masyarakat.78 persen.87 persen. Oleh sebab itu.975 orang dan yang sudah ditempatkan baru 2. pada tahun 2009 masih belum optimal karena angka Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) hanya sebesar 83.2. Perbedaan ini menunjukkan bahwa partisipasi Iaki-laki jauh lebih besar dibandingkan perempuan dalam upaya mendapatkan penghasilan/pendapatan baik untuk dirinya maupun untuk rumahtangganya.45 .10.14 persen.

49 persen pada tahun 2008 menjadi 14. Masalah pengangguran merupakan masalah yang cukup penting untuk segera ditangani. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian dominan dalam ekonomi namun nilai tambah yang dihasilkan dari tenaga kerja relatif rendah.58 persen dan 26. Ini menunjukkan bahwa tenaga kerja laki-laki yang berhasil masuk dalam dunia kerja sebesar 84. Sedangkan sektor perdagangan.51 persen dari tenaga kerja yang ada di Kabupaten Serang. Tenaga kerja laki-laki yang terserap dalam sektor pertanian menempati posisi 30.84 persen.16 persen dibandingkan pengangguran penduduk laki-laki sebesar 15.88 lebih besar dibandingkan tenaga kerja perempuan yang berhasil masuk dalam dunia kerja. Bila melihat berdasarkan jenis kelamin. kegiatan ekonomi yang paling besar dalam menyerap tenaga kerja Kabupaten Serang adalah sektor pertanian diikuti sektor perdagangan. begitu juga tenaga kerja perempuan yang terserap dalam sektor pertanian menempati posisi pertama yaitu 31. Masing-masing menyerap tenaga kerja sebesar 29.12 persen.88 persen berbanding 80. dengan tenaga kerja yang lebih sedikit dapat memberikan nilai tambah yang besar. Lapangan Usaha dan Status Pekerjaan Berdasarkan hasil Susenas tahun 2009.45 persen tahun 2009. B. Pengangguran pada penduduk perempuan temyata lebih besar yaitu 19. Sedangkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun dari 16.46 .63. TKK laki-laki lebih besar dari TKK perempuan yaitu 84.menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi yang ada di Kabupaten Serang baru mampu menyerap 83. karena pengangguran tidak hanya terkait dengan masalah ekonomi tapi juga dengan masalah sosial lainnya. Hal yang perlu diperhatikan bahwa dengan tenaga kerja yang lebih besar pada sektor pertanian tapi menghasilkan nilai tambah yang relatif lebih kecil.42 persen.51 persen. Tingginyanya angka pengangguran ini harus menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah untuk segera dicarikan solusinya. Penyerapan terhadap tenaga kerja baik laki-laki maupun perempuan menunjukkan pola yang tidak terlalu berbeda. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .59 persen. Penyerapan tenaga kerja sektor perdagangan pun sama menempati posisi kedua pada tenaga kerja perempuan yaitu sebesar 32.

Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2008 yang besarnya hanya mencapai 13. yaitu sebanyak 346.94 persen.47 . Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .99 persen bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu atau yang dikategorikan sebagai setengah pengangguran. Kalimantan.92 persen berbanding 59. Sulawesi. telah mengirimkan sebanyak 230 KK atau sejumlah 941 jiwa transmigran asal Kabupaten Serang menuju berbagai kawasan transmigrasi di Pulau Sumatera.64 persen.53 persen.09 persen. dan Maluku.2. Proporsi mereka yang bekerja sebagai buruh/karyawan yang merupakan kategori status pekerjaan yang dapat digolongkan ke dalam sektor formal terhitung sebesar 28. Persentase penduduk yang bekerja menurut jenis kelamin memberikan indikasi bahwa penduduk lakilaki yang bekerja pada jam kerja normal persentasenya lebih tinggi dibanding perempuan yang bekerja yaitu 75. Hal ini mungkin yang menyebabkan persentase penduduk dengan status pengusaha cukup tinggi di Kabupaten Serang. 3. Kondisi ini menunjukan cukup terbukanya peluang usaha yang bisa dijalankan di Kabupaten Serang.24 persen dani mengalami peningkatan pada tahun 2009 yaitu menjadi 50. setidaknya terlihat dari persentase penduduk dengan status pengusaha pada tahun 2009.Distribusi penduduk yang bekerja menurut status pekerjaan memperlihatkan bahwa sektor informal cukup penting peranannya bagi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Serang. Penduduk yang masuk dalam kelompok pengusaha pada tahun 2008 relatif cukup besar yaitu sekitar 49. Ketransmigrasian Pelaksanaan penyelenggaraan ketransmigrasian di Kabupaten Serang dalam rentang waktu 2004-2008 secara total keseluruhan. Iklim usaha di Serang terlihat sudah cukup kondusif.01 persen dari total penduduk yang bekerja. C. sehingga masyarakat berani untuk mencoba usaha sendiri maupun berusaha dibantu karyawan tetap ataupun tidak tetap dari pada mencari pekerjaan pada orang lain. Jumlah Jam Kerja Sebagian besar pekerja di Kabupaten Serang bekerja dalam jumlah jam kerja normal yakni 35 jam atau lebih dalam seminggunya. Selebihnya 24.332 jiwa atau 75.11.

pemberian bantuan pemodalan dan atau prasarana/sarana produksi. pemantapan ideologi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah.Gambar 3. Memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa diwujudkan melalui pengelolaan temu budaya. pemberian hak milik atas tanah. memfasilitasi pengurusan administrasi dengan badan usaha. mental spiritual.6 Perkembangan Transmigran Asal Kabupaten Serang Tahun 2004-2008 250 213 200 200 180 235 150 113 100 45 50 25 60 50 50 0 2004 2005 2006 KK Jiwa 2007 2008 Adapun daerah penerima transmigran terbanyak dari Kabupaten Serang adalah Provinsi Kalimantan Timur. pelayanan kesehatan.48 . Peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah diwujudkan melalui pembangunan pusat pertumbuhan wilayah baru atau mendukung pusat pertumbuhan wilayah yang sudah ada atau yang sedang berkembang. sosial dan budaya. Kebijakan transmigrasi sebagaimana diamanatkan peraturan perundangan ditujukan untuk ”meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya. Peningkatan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya diwujudkan melalui penyediaan kesempatan kerja peluang usaha. tata nilai dan perilaku transmigran dan masyarakat sekitarnya untuk pemantapan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. serta memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa” . pendidikan dan pelatihan. peningkatan pendapatan. Sedangkan daerah penerima transmigran terendah adalah Provinsi Sulawesi Barat yang menampung 20 KK atau 80 jiwa transmigran yang ditempatkan di Kabupaten Majene. dengan menerima sebanyak 60 KK atau 254 jiwa transmigran yang ditempatkan di Kabupaten Berau dan Kutai Timur.

5.851.192. tidak terlepas dari adanya pertambahan nilai bruto produksi yang terjadi di Kabupaten Serang pada periode tahun yang sama.846. 4. Serang.370.3.95 %. atau meningkat sebesar Rp. kinerja perekonomian Kabupaten Serang dalam lima tahun terakhir tumbuh secara signifikan. nilai produksi bruto Kabupaten Serang pada tahun 2009 mencapai Rp. 768.71 8.97 3.44 6.973.639.729. KONDISI PEREKONOMIAN Kinerja perekonomian suatu daerah pada umumnya dinilai berdasarkan pencapaian angka laju pertumbuhan ekonomi (LPE) daerah tersebut.61 4. Berdasarkan harga berlaku. terlebih untuk wilayah yang mengandalkan sektor industri pengolahan sebagai penggerak roda perekonomiannya.72 11.422. angka LPE cenderung masih dapat didorong menjadi lebih tinggi setiap tahunnya.287.44 3.63 12.95 8.82 12. Tahun 2010 (data diolah) Kinerja pertumbuhan ekonomi Kabupaten Serang tersebut di atas. Tabel 3.27 4. lebih rendah jika dibandingkan dengan LPE tahun 2008 yang mencapai 3.000) ADHK ADHB 7. yang dampaknya mengakibatkan terjadinya perlemahan pertumbuhan ekonomi hampir diseluruh dunia. Adapun berdasarkan harga konstan (tahun 2000). Sedangkan pada daerah yang tergolong maju. serta terjadinya krisis finansial global di penghujung tahun 2007 hingga tahun 2009. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Serang (LPE) pada tahun 2009 angkanya mencapai 3.52 11. angka LPE cenderung kecil dan stagnan karena biasanya kapasitas produksi sudah digunakan secara maksimal.49 .679. PDRB Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . 2. Demikian halnya pada tahun 2009.17 Perkembangan Nilai PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi Kab.59 Pertumbuhan (%) ADHK ADHB 4.59 8. Serang Tahun 2005-2009 No.43 6.18 7.16 Ket : * Angka revisi ** Angka sementara Sumber : BPS Kab. walaupun terjadi perlemahan pertumbuhan ekonomi namun kinerja pertumbuhannya masih positif. Tahun 2005 2006 2007 2008* 2009** Nilai (Rp.729.47 6.40 12. Pada suatu daerah yang tergolong sebagai daerah berkembang.988.705.18 %. 11. Terjadinya pelemahan pertumbuhan tersebut salah satunya dikarenakan adanya pemekaran wilayah Kabupaten Serang pada tahun 2007 yang diikuti dengan adanya pembagian aset wilayah sehingga berdampak pada berkurangnya nilai produksi bruto daerah.49 Trilyun.497. 1.791.83 10.637.647.387. Secara umum.54 9. 000.3.603.06 Milyar dari tahun sebelumnya.357. 3.

Kabupaten Serang pada tahun 2009 mencapai Rp. 6,85 Trilyun, atau terjadi kenaikan sebesar Rp. 211,29 Milyar dari tahun sebelumnya. Gambar 3.7 Perkembangan PDRB dan LPE Kabupaten Serang Tahun 2007-2008
12.000.000,00 6,00

4,71
10.000.000,00 5,00

3,95
8.000.000,00

3,18

4,00

6.000.000,00

3,00

4.000.000,00

2,00

10.729.727,43

11.497.791,59

9.846.646,44

6.639.988,83

2.000.000,00

6.387.705,54

6.851.287,52

1,00

2007 PDRB ADHB 2008 PDRB ADHK 2009

0,00

LPE

Struktur perekonomian terbagi kedalam tiga kelompok sektor yang didasarkan atas asal dari input, cara pengolahan dari input menjadi output serta jenis output yang dihasilkan oleh sektor lapangan usaha. Ketiga kelompok sektor ini biasa disebut kelompok sektor primer, sekunder dan tersier. Berdasarkan ketiga kelompok sektor tersebut, struktur perekonomian Kabupaten Serang dalam kurun waktu tahun 2007-2009 masih didominasi kelompok sektor sekunder. Dalam kurun waktu tersebut, kontribusi rata-rata nilai PDRB ADHB pada kelompok sektor sekunder mencapai 68,82% diikuti kelompok sektor tersier 15,68% dan kelompok sektor primer 15,50%. Tabel 3.18 Perkembangan Nilai PDRB ADHB Menurut Sektor Lapangan Usaha Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 (Rp.Juta)
NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 LAPANGAN USAHA Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas dan Air Bersih Bangunan/ Konstruksi Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB ADHB 2007 1.502.883,53 7.573,94 6.205.131,39 506.580,83 213.925,37 645.151,27 291.110,32 222.216,39 252.074,40 9.846.647,44 2008* 1.649.778,74 8.138,75 6.619.873,36 519.622,62 245.792,74 784.995,32 336.823,88 261.644,62 303.059,40 10.729.729,43 2009** 1.788.957,66 9.629,57 6.958.942,30 538.755,28 286.446,74 882.586,07 402.356,98 293.781,32 336.335,67 11.497.791,59

Ket : * Angka revisi ** Angka sementara Sumber : BPS Kab. Serang, Tahun 2010 (data diolah)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

) Laju Pertumbuhan Ekonomi (%

Nilai PDRB (Rp. Juta)

III - 50

Tabel 3.19 Perkembangan Nilai PDRB ADHB Menurut Kelompok Sektor Lapangan Usaha Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 (Rp.Juta)
NO. 1. 2. 3. KELOMPOK SEKTOR LAPANGAN USAHA Sektor Primer Sektor Sekunder Sektor Tersier PDRB ADHB 2007 1.510.457,47 6.925.637,59 1.410.552,38 9.846.647,44 2008* 1.657.917,49 7.385.288,72 1.686.523,22 10.729.729,43 2009** 1.798.587,23 7.784.144,32 1.915.060,04 11.497.791,59

Ket : * Angka revisi ** Angka sementara Sumber : BPS Kab. Serang, Tahun 2010 (data diolah)

Tabel 3.20 Perkembangan Distribusi PDRB ADHB Menurut Sektor Lapangan Usaha Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 (Rp.Juta)
NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 LAPANGAN USAHA Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas dan Air Bersih Bangunan/ Konstruksi Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB ADHB 2007 15,26 0,08 63,02 5,14 2,17 6,55 2,96 2,26 2,56 100,00 2008* 15,38 0,08 61,70 4,84 2,29 7,32 3,14 2,44 2,82 100,00 2009** 15,61 0,08 60,53 4,60 2,38 7,80 3,30 2,72 2,98 100,00

Ket : * Angka revisi ** Angka sementara Sumber : BPS Kab. Serang, Tahun 2010 (data diolah)

Gambar 3.8 Distribusi Rata-Rata PDRB ADHB Menurut Sektor Lapangan Usaha Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 (%)
Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan; 1,94 Jasa-Jasa; 2,74 Pengangkutan dan Komunikasi; 2,75

Perdagangan, Hotel dan Restoran; 7,12 Bangunan/ Konstruksi; 2,23 Listrik, Gas dan Air Bersih; 4,24

Pertanian; 15,60 Pertambangan dan Penggalian; 0,08

Industri Pengolahan; 63,30

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

III - 51

3.3.1.

Penanaman Modal

Perkembangan kondisi investasi di Kabupaten Serang baik untuk Penanaman Modal Asing (PMA) maupun untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dalam periode 20052009 mengalami kecenderungan meningkat. Secara rata-rata pertumbuhan PMA pada periode 2005-2009 sebesar 0,51%, sedangkan rata-rata pertumbuhan PMDN pada periode yang sama sebesar 0,53%. Kondisi di atas memberikan sebuah gambaran bahwa tingkat investasi di Kabupaten Serang masih perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah. Jika dihubungkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi daerah, maka investasi dapat menjadi salah satu stimulan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Tabel 3.21 Perkembangan Persetujuan Investasi di Kabupaten Serang Tahun 2005-2009
TAHUN 2005 2006 2007 2008 2009 URAIAN JUMLAH PERUSAHAAN US$ INVESTASI (000) RUPIAH JUMLAH PERUSAHAAN US$ INVESTASI (000) RUPIAH JUMLAH PERUSAHAAN US$ INVESTASI (000) RUPIAH JUMLAH PERUSAHAAN US$ INVESTASI (000) RUPIAH JUMLAH PERUSAHAAN US$ INVESTASI (000) RUPIAH PERUSAHAAN PMDN 6 2 92.700.000 391.000.000 13 7 70.784.000 331.265.000 10 4 58.900.000 509.987.000 10 4 5.742.812.600 2.418.900.000 8 3 65.585.550.482 111.020.390.000 PMA JUMLAH 8 92.700.000 391.000.000 20 70.784.000 331.265.000 14 58.900.000 509.987.000 14 5.742.812.600 2.418.900.000 11 65.585.550.482 111.020.390.000

Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka, Tahun 2005-2009

Tabel 3.22 Perkembangan Realisasi Investasi di Kabupaten Serang Tahun 2005-2009
TAHUN 2005 2006 2007 URAIAN JUMLAH PERUSAHAAN US$ INVESTASI (000) RUPIAH JUMLAH PERUSAHAAN US$ INVESTASI (000) RUPIAH JUMLAH PERUSAHAAN PMA PERUSAHAAN PMDN 3 JUMLAH 4 7

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

III - 52

23 Perkembangan Jumlah Koperasi di Kabupaten Serang Tahun 2006-2009 No.524.2.865.900.404.52 juta US$ pada tahun 2008.900.853. Realisasi investasi di Kabupaten Serang selama tahun 2005-2009 pada umumnya mengarah pada Sektor Industri Pengolahan.069 trilyun dan 58. 1 2 Kecamatan Cinangka Padarincang 2006 1 1 Koperasi KUD 2007 2008 1 1 1 1 2009 2006 45 40 Koperasi Non KUD 2007 2008 2009 56 54 42 39 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .53 . Hotel dan Restoran.00 juta US$ yang merupakan pertambahan nilai investasi dari Rp. sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya mencapai 8 perusahaan (2008).000 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka. Tabel 3. Angka tersebut meningkat pada tahun 2009 menjadi koperasi KUD berjumlah 19. sedangkan non KUD berjumlah 847. Namun tidak demikian halnya dengan jumlah nilai yang diinvestasikan yang semakin meningkat.510 81. Persewaan dan Jasa Perusahaan. Tahun 2005-2009 Perkembangan realisasi penanaman modal asing dan dalam negeri di Kabupaten Serang menurut jumlah perusahaan cenderung menurun. Pada tahun 2008 koperasi KUD berjumlah 19. 1. dimana pada tahun 2009 tercatat hanya 5 perusahaan.TAHUN URAIAN US$ (000) RUPIAH JUMLAH PERUSAHAAN US$ INVESTASI (000) RUPIAH JUMLAH PERUSAHAAN US$ INVESTASI (000) RUPIAH INVESTASI 2008 2009 PERUSAHAAN PMA PMDN 13.072 69. 3.000 1.510 81.404. Sementara itu.000.524. investasi pada sektor-sektor lainnya selama periode tersebut tergolong rendah. bahkan pada tahun 2009 mencapai Rp.000 3 2 22. sedangkan koperasi non KUD berjumlah 620. Perkembangan kedua jenis koperasi tersebut dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Sektor Perdagangan.301.475 8 58.3. 0.000 5 22. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi serta Sektor Keuangan.301.865.000.475 7 1 58.853.072 69.000 1. dan 7 perusahaan (2007).853 trilyun dan 22. sekaligus mencerminkan kurang/belum diminati oleh para investor. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jenis dan jumlah koperasi yang berkembang di Kabupaten Serang terdiri dari koperasi KUD dan koperasi non KUD.000 JUMLAH 13.

No. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Kecamatan Ciomas Pabuaran Gunungsari Baros Petir Tunjung Teja Cikeusal Pamarayan Bandung Jawilan Kopo Cikande Kibin Kragilan Waringinkurung Mancak Anyar Bojonegara Pulo Ampel Kramatwatu Ciruas Pontang Carenang Binuang Tirtayasa Tanara Jumlah

2006 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 19

Koperasi KUD 2007 2008 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 17 19

2009

19

2006 25 37 3 36 29 3 15 10 2 10 16 49 3 21 10 10 34 24 10 26 26 36 15 4 29 6 574

Koperasi Non KUD 2007 2008 2009 29 29 41 39 37 36 34 27 3 4 15 15 13 14 1 1 12 16 17 19 53 36 4 5 22 17 15 15 12 14 40 41 22 22 16 15 33 27 27 24 42 41 15 16 6 6 35 34 11 14 653 620 847

Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka, Tahun 2006-2009

3.3.3.

Ketahanan Pangan

Sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di Kabupaten Serang, kebutuhan akan ketersediaan bahan makanan, khususnya bahan makanan pokok turut meningkat pula. Namun sebagaimana umumnya terjadi sejalan dengan perkembangan wilayah, kegiatan pertanian di Kabupaten Serang aktivitasnya relatif menurun dan skala produksinya pun makin berkurang. Permasalahan penyediaan pangan erat kaitannya dengan upaya dalam pengembangan pertanian, dimana permasalahan utamanya di Kabupaten Serang adalah keterbatasan petani terhadap modal dan sumberdaya lahan, minimnya sarana prasarana produksi, skala usaha tani yang relatif mengecil sehingga kurang kompetitif, dll. Disisi lain adanya konversi

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

III - 54

lahan produktif usaha tani ke non-pertanian menyebabkan terjadi konsentrasi kapital di non-pertanian yang semakin menekan posisi tawar sektor pertanian. Dampak lain permasalahan ini yaitu semakin menurunya jumlah produksi hasil pertanian dari tahun ke tahun. Tingkat kebutuhan konsumsi pangan di masa yang akan datang khususnya untuk beberapa komoditi utama dipastikan akan meningkat secara perlahan. Peningkatan ini berhubungan erat dengan tingkat pertumbuhan penduduk serta proyeksi tingkat konsumsi per kapita per tahun. Oleh karena itu revitalisasi pertanian dalam kerangka peningkatan ketahanan pangan daerah perlu untuk segera dikembangkan agar kelak tidak terjadi krisis pangan di Kabupaten Serang.

3.3.4.

Pertanian

Pertanian mencakup komoditas tanaman bahan makanan misalnya padi, jagung, ketela batang, kacang tanah, sayur-sayuran, buah-buahan, dan hasil-hasil ikutannya. Termasuk pula disini hasil-hasil pengolahan yang dilakukan secara sederhana misalnya beras tumbuk, gaplek dan sagu. Komoditas tanaman bahan makanan di Kabupaten Serang meliputi: padi, ketela batang, ketela rambat, kacang tanah, jagung, kacang hijau, sayursayuran (mentimun,terong, kacang panjang, cabe) dan buah-buahan (mangga, durian dan nangka). Luas panen dan produksi budidaya padi dari 77.202 ha dan 402.030 ton atau dengan tingkat produksi per hektar yang mencapai 5,2 ton/ha pada tahun 2005 telah berkembang menjadi 77.525 ha dan 418.847 ton atau dengan tingkat produksi per hektar yang mencapai 5,4 ton/ha pada tahun 2009. Bila mengacu pada pola perkembangannya, pada tahun 2009 tingkat produksi padi per hektar terlihat meningkat dengan kecenderungan yang terus membaik. Praktek budidaya pertanian tanaman padi hingga tahun 2009 telah dilaksanakan secara intensif, sebagaimana tercermin dari laju pertumbuhan produksi (6,51 %) yang lebih tinggi dari laju pertumbuhan luas panen (5,47 %) atau dengan rasio 1,19 (apabila nilai rasio > 1 maka kecenderungannya intensifikasi, dan apabila nilai rasio < 1 maka kecenderungannya ekstensifikasi). Meskipun rata-rata kinerja laju pertumbuhan produksi per luas panen untuk seluruh jenis tanaman palawija yang diusahakan meningkat, namun pola dan praktek pertanian palawija relatif belum bertumbuhkembang, dimana dengan laju pertumbuhan luas panen yang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

III - 55

cukup baik namun peningkatan laju pertumbuhan rata-rata produksi hanya sebesar 1,62 %. Diantara berbagai jenis tanaman palawija yang diusahakan di Kabupaten Serang, jagung dan ketela rambat memiliki rasio laju pertumbuhan produksi berbanding laju pertumbuhan luas panen yang cukup tinggi (diatas angka 1), yakni masing-masing sebesar 1,26 dan 1,69. Secara umum luas panen untuk jenis tanaman sayuran yang diusahakan pada tahun 2009 mencapai 5.897 ha. Dalam kurun waktu yang sama, produktivitas untuk jenis tanaman sayuran yang diusahakan rata-rata mencapai 52,16 kw/ha. Angka tersebut relatif menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut antara lain disebabkan oleh perubahan variasi minat petani terhadap jenis tanaman yang diusahakan dari tahun ke tahun. Tabel 3.24 Produksi Pertanian Kabupaten Serang Tahun 2005-2009 (Ton)
Komoditi Padi Sawah Padi Ladang Ketela Batang Jagung Ketela Rambat Kacang Tanah Kacang Hijau Mentimun Terong Kacang Panjang Cabe Mangga Pepaya Durian 2005 402.030 9.548 35.076 10.497 8.570 10.132 551 2006 402.030 9.548 35.076 10.497 8.570 10.132 551 Tahun 2007 393.538 10.184 43.361 7.837 9.291 12.371 871 130.387 22.634 53.593 27.501 78.391 39.372 46.151 2008 393.250 7.402 52.308 8.387 10.745 9.048 628 147.232 54.169 76.695 40.389 15.050 11.169 164.208 Rata-Rata 2009 418.847 401.940,2 7.841 8.905 45.530 42.270 19.565 11.357 11.549 9.745 8.505 10.038 581 636 97.795 125.138 26.318 34.374 132.350 87.546 27.442 31.777 15.050 36.164 11.169 20.570 164.208 124.856

Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka, Tahun 2005-2009

Budidaya perkebunan di Kabupaten Serang diusahakan melalui jenis pengusahaan perkebunan rakyat yang banyak berkembang di wilayah Serang Tengah dan Selatan. Berdasarkan luasan lahan yang diusahakan, terjadi penurunan luas lahan perkebunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2009 luas lahan usaha perkebunan jumlahnya hanya sebesar 7.071,90 ha. Luasan tersebut berkurang sangat signifikan jika dibandingkan dengan luas lahan tahun sebelumnya (2008) yang mencapai 22.268,39 ha. Tingginya penurunan luas area tersebut terjadi hampir merata disetiap jenis tanaman

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

III - 56

nilai tambah komoditas perkebunan masih rendah karena pada umumnya pemasaran dilakukan dalam bentuk segar (produk primer) dan olahan sederhana. hampir semua jenis tanaman perkebunan yang diusahakan di Kabupaten Serang. kuda. kelapa. Pengelolaan perkebunan rakyat dalam kurun waktu tersebut juga dapat dikatakan semakin menurun. lada.57 .25 Produksi Perkebunan di Kabupaten Serang Tahun 2005-2009 (Ton) Uraian Kopi Cengkeh 2005 419. Tahun 2005-2009 Berdasarkan jenis tanaman perkebunan yang diusahakan rakyat diantaranya meliputi kopi. Khusus untuk ternak sapi potong.83 % terhadap jumlah ternak yang dipotong.6 24. Budidaya ternak di Kabupaten Serang meliputi jenis ternak sapi potong. serta itik.999. umumnya menunjukan tingkat produktivitas yang cenderung menurun. cengkeh.0 462.124. ayam buras. dan lain-lainnya masih terbatas.8 943. dimana pada tahun 2009 produksinya mencapai 8. dan lain-lain.0 2006 8. domba. CPO. Cikuesal dan Bojonegara.6 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.99 ton pada tahun 2009.778.1 362.6 Tahun 2007 3. BCK.0 667. sehingga dalam penyediaan kebutuhan konsumsi sebagian besar masih didatangkan dari luar.perkebunan rakyat yang diusahakan. jumlah populasi ternak yang tersedia pada tahun 2009 hanya 73. Namun demikian.217. kakao.5 Rata-Rata 2.085. jenis usaha tersebut merupakan usaha yang menghasilkan produksi paling tinggi dibanding usaha lainnya. Secara keseluruhan.05 ton pada 2008 menjadi 10. Sedangkan sebaran ternak kerbau tersebar di seluruh kecamatan terutama Petir. Perkembangan industri hasil perkebunan belum optimal dikarenakan industri-industri yang memanfaatkan produk perkebunan seperti kopra. Tabel 3.478. dimana jumlah produksi yang dihasilkan menunjukan penurunan dari 11. jumlah populasi ternak yang dibudidayakan jumlahnya semakin bertambah dalam satu tahun terakhir. Tanjung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .5 315. Disamping itu.7 2008 1. sapi perah.38 ton. kambing.0 2009 1.351.360. Sebaran ternak Sapi terutama berada di Kecamatan Pabuaran. ayam ras. Untuk budidaya perkebunan kelapa. Persediaan (stock) ternak untuk kebutuhan konsumsi daging pada tahun 2008 dibandingkan dengan jumlah ternak yang dipotong menunjukan sisi penyediaan yang relatif belum memadai. kerbau.

52 ton dengan nilai Rp. Cikande. Sedangkan sebaran ternak itik tersebar terutama Kecamatan Kramatwatu. sawah). Jawilan.947 19 1. Pamarayan.562 19 23 23 16 20 931.282 20. Tabel 3.436. 96. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Penurunan produksi perikanan terutama dipengaruhi oleh penurunan produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya laut. pada tahun 2009 menunjukan ketersediaan yang cukup memadai.58 . Sebaran ternak ayam buras tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Serang terutama Pontang.293 516.158 1.323. 147. dimana pada tahun 2009 stock populasi untuk pemenuhan penyediaan kebutuhan konsumsi unggas jenis ini masih disuplai dari luar daerah. Ciruas. Pontang. Anyar dan Bojonegara.953 208.582 700.855 194.922 1. Binuang.845 6. Petir dan Cikeusal. tambak. Cikeusal.154 157. Adapun sebaran ternak kuda terutama di Kecamatan Cinangka. Kragilan dan Waringinkurung. Tanara. Cikeusal.507.077 21.45 milyar pada tahun 2008).947 132.091 1.498 20.76 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. Kelautan dan Perikanan Usaha perikanan di Kabupaten Serang meliputi jenis perikanan tangkap (laut dan perairan umum) serta perikanan budidaya (laut. dalam kurun waktu 2008-2009 mengalami peningkatan.67 milyar (merupakan penurunan dari produksi 14. Binuang.26 Jumlah Populasi Ternak yang Dipelihara di Kabupaten Serang Tahun 2005-2009 (Ekor) Jenis Ternak Sapi Potong Kerbau Kambing Kuda Ayam Itik 2005 4. Tirtayasa.962 1.162 21. Namun tidak demikian halnya dengan ternak ayam ras (petelur dan pedaging).022 186.052.Teja. 3.846 Tahun Rata-Rata 2006 2007 2008 2009 4.447 384. Untuk ketersediaan stock produksi ternak unggas tersebut. Tirtayasa. Sebaran ternak kambing tersebar di seluruh kecamatan terutama Mancak.026 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.3. Baros.847 233.5. Kopo dan Bandung. Petir dan Baros.832 159.204.094.247.472 4.610 126.727 5. Carenang.687 5.296 21.047 20. Tahun 2005-2009 Demikian halnya dengan populasi ternak unggas di Kabupaten Serang khususnya meliputi ayam buras dan itik.749 1. kolam.427. Total produksi usaha perikanan pada tahun 2009 mencapai 9.

antara lain tercermin dari kondisi pada tahun 2009 dimana produktivitas budidaya tambak baru mencapai 0. waduk.46 8.74 258.78 5.40 186. Tabel 3.99 274.90 269.04 268. serta keberadaan perairan umum (sungai.50 264.82 312.97 5.98 299 271. hal ini menunjukan kapasitas usaha penangkapan ikan masih rendah dan berorientasi pada wilayah perairan pantai (± 12 Mil).Potensi sumberdaya perikanan tangkap laut Kabupaten Serang tersebar di perairan Laut Jawa dan Selat Sunda.752. bahwa pengembangan penangkapan ikan di wilayah perairan Laut Jawa.60 281.75 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka. Sebaran rumah tangga perikanan tangkap laut terutama di Kecamatan Bojonegoro. Potensi sumber daya perikanan budidaya masih berpeluang besar untuk dikembangkan.889.00 267. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .904.70 145.72 ton/ha.50 137.70 5. dan Anyar. Tirtayasa. armada perikanan tangkap mengalami penurunan dari 916 unit (tahun 2008) menjadi 847 unit pada tahun 2009.80 196.23 222. Oleh karenanya pengembangan penangkapan ikan saat ini terkonsentrasi di kedua wilayah perairan tersebut.755.42 102.414.48 281.213.22 5.00 3.40 4. Dalam usaha penangkapan ikan hingga tahun 2009 didominasi oleh penggunaan armada Perahu Motor Tempel (745 unit) dan Kapal Motor (39 unit).87 ton/ha dan budidaya ikan di sawah mencapai 0. Berdasarkan jumlahnya.30 242.805. Padarincang. Namun satu hal yang perlu diperhatikan. situ) untuk pengembangan budidaya keramba.082.80 161.00 289.203.33 3. Tahun 2005-2009 Produktivitas usaha perikanan budidaya masih perlu ditingkatkan.938.62 7.00 233 166.00 7.712. Hal ini dilihat dari meningkatnya jumlah rumah tangga perikanan dari 816 rumah tangga pada tahun 2005 menjadi 967 rumah tangga pada tahun 2009.86 104.80 184. Jumlah rumah tangga perikanan tangkap laut dalam kurun waktu tahun 2005-2009 mengalami peningkatan. saat ini kondisinya semakin terbatas terkait dengan kecenderungan over fishing.59 .27 Jumlah Produksi Perikanan di Kabupaten Serang Tahun 2005-2009 (Ton) Usaha Perikanan Perikanan Tangkap Laut Perikanan Tangkap Sungai Perikanan Tangkap Danau/ Rawa Perikanan Budidaya Tambak Perikanan Budidaya Kolam Perikanan Budidaya Sawah Tahun RataRata 2005 2006 2007 2008 2009 5. ketersediaan lahan yang masih memadai untuk pengembangan kolam budidaya ikan.84 7. seperti budidaya laut (KJA dan rumput laut) di pantai utara dan pantai barat.388.

062 rumah tangga pada tahun 2009. dan menjadi 386 rumah tangga pada tahun 2009. Hal ini dilihat dari meningkatnya jumlah rumah tangga dari 74 rumah tangga pada tahun 2005. Tahun 2005-2009 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .28 Jumlah Rumah Tangga Perikanan di Kabupaten Serang Tahun 2005-2009 Usaha Perikanan Perikanan Tangkap Laut Perikanan Tangkap Sungai Perikanan Tangkap Danau/Rawa Perikanan Budidaya Tambak Perikanan Budidaya Kolam Perikanan Budidaya Sawah 2005 816 155 74 959 386 185 2006 952 222 109 959 386 185 Tahun 2007 829 222 109 1. Sebaran rumah tangga perikanan budidaya rawa/ danau terutama di Kecamatan Padarincang dan Cinangka. Sebaran rumah tangga perikanan budidaya kolam terutama di Kecamatan Padarincang. Pabuaran dan Baros. menjadi 397 rumah tangga pada tahun 2008. Tabel 3. Hal ini dilihat dari meningkatnya jumlah rumah tangga dari 959 rumah tangga pada tahun 2005 menjadi 1. Sebaran rumah tangga perikanan tangkap rawa/danau terutama di Kecamatan Pamarayan. Hal ini dilihat dari meningkatnya jumlah rumah tangga dari 386 rumah tangga pada tahun 2005. Sebaran rumah tangga perikanan budidaya tambak terutama di Kecamatan Pontang dan Tirtayasa. dan menurun menjadi 25 rumah tangga pada tahun 2009. Sebaran rumah tangga perikanan tangkap sungai terutama di Kecamatan Pamarayan.039 386 185 2008 1. Jumlah rumah tangga perikanan budidaya kolam dalam kurun waktu 2005-2009 mengalami peningkatan. Jumlah rumah tangga perikanan budidaya sawah dalam kurun waktu 2005-2009 cenderung stagnan. Ciomas.Jumlah rumah tangga perikanan tangkap sungai dalam kurun waktu 2005-2009 mengalami fluktuatif.60 . Jumlah rumah tangga perikanan budidaya tambak dalam kurun waktu 2005-2009 mengalami peningkatan. Baros dan Ciomas.039 386 185 2009 826 68 25 1. menjadi 222 rumah tangga pada tahun 2006. Hal ini dilihat dari meningkatnya jumlah rumah tangga dari 155 rumah tangga pada tahun 2005.046 222 109 1. Jumlah rumah tangga perikanan tangkap rawa/danau dalam kurun waktu 2005-2009 mengalami fluktuatif. Padarincang.062 386 185 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka. dan menurun menjadi 68 rumah tangga pada tahun 2009. menjadi 109 rumah tangga pada tahun 2006. Hal ini dilihat dari jumlah rumah tangga dari 185 rumah tangga pada tahun 2005 tetap 185 rumah tangga pada tahun 2009.

00 1.811.29 Luas Kawasan Hutan menurut Jenis di Kabupaten Serang Tahun 2005-2009 Jenis Hutan Hutan lindung Hutan produksi Hutan suaka alam Hutan taman wisata Lainnya 2005 5.15 6.540 Ha pada tahun 2007 menjadi 4. Hal ini mengingat kawasan lindung merupakan kawasan yang harus dijamin ketersediaannya agar dapat menjamin keseimbangan sumberdaya alam.278.230. 3. Luas hutan taman wisata dalam kurun waktu 20072009 mengalami peningkatan dari 700 Ha pada tahun 2007 menjadi 1. Luas hutan lindung di Kabupaten Serang dalam kurun waktu 20052009 mengalami penurunan dari 5.538. dan hutan taman wisata.625. seperti batu kali (andesit).61 m3.538.15 Ha pada tahun 2009.00 700.14 4.256.230 Ha pada tahun 2009. Tahun 2005-2009 Semakin berkurangnya luas kawasan hutan lindung di Kabupaten Serang perlu menjadi perhatian serius dari berbagai pihak terutama pemerintah.200. Tabel 3.6. Kehutanan Kehutanan mencakup segala jenis hutan lindung.3.540.248.154.15 2009 726.00 2. longsor.64 4.154.859. Energi dan Sumber Daya Mineral Dari sisi aktifitas pertambangan dan penggalian. dimana pada tahun 2008 produksinya mencapai 1.00 1.026.15 Ha pada tahun 2005 menjadi 726.538.00 1.650. Jika kondisi ini tidak segera ditangani maka dikhawatirkan dalam beberapa tahun kedepan dampak negatif dari kerusakan sumberdaya alam seperti banjir. Luas hutan produksi dalam kurun waktu 2007-2009 mengalami penurunan dari 3.00 3. sumberdaya mineral di Kabupaten Serang sebagian besar telah diusahakan baik oleh swasta maupun masyarakat.625 Ha pada tahun 2007 menjadi 4.15 - Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.64 Ha pada tahun 2009.00 2008 726.14 Ha pada tahun 2009.7. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . hutan produksi. tanah urug dan pasir laut.3.61 . dan kekeringan akan meningkat di Kabupaten Serang. hutan suaka alam. Produksi hasil pertambangan yang paling besar adalah jenis pertambangan batu kali/andesit.248.15 1. Hutan suaka alam dalam kurun waktu 2007-2009 mengalami peningkatan dari 2. pasir.14 4.64 4.154.3.00 Luas Hutan (Ha) 2006 2007 5.

3.76 m3 atau bernilai sekitar Rp. Kondisi tersebut ditunjukan dengan adanya pertumbuhan negatif penyerapan tenaga kerja sebesar -3. Hal tersebut dapat dimaklumi sebagai dampak dari terjadinya krisis perekonomian global. Untuk mempertahankan dan bahkan memacu pertumbuhan sektor industri tersebut maka perlu dipacu pengembangannya baik dari segi jumlah unit usaha maupun dari sisi investasinya. Terjadi peningkatan jumlah industri berdasarkan direktori industri besar/sedang dalam kurun waktu 2008-2009. sehingga banyak perusahaan yang ”merumahkan” para pekerjanya. dari 151 perusahaan (2008) menjadi 157 perusahaan (2009) dengan laju pertumbuhan sebesar 3.545 jiwa.73 milyar.dengan hasil produksi pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 868. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .8. yakni dari sejumlah 77. Namun demikian. Perindustrian Berdasarkan data PDRB Kabupaten Serang sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 sektor industri selalu memberikan kontribusi lebih dari 50% bagi PDRB. Kondisi tersebut turut dipengaruhi pula oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan serta relatif lemahnya penegakan hukum lingkungan bagi pelanggar atau pelaku PETI.961 jiwa pada tahun 2008 menjadi 75.767.240 m3. jenis pertambangan lain yang diusahakan di Kabupaten Serang yaitu tambang pasir yang pada tahun 2008 menghasilkan 11. atau terjadi pengurangan tenaga kerja sebesar 2. 17. peningkatan jumlah industri tersebut tidak diikuti dengan terjadinya peningkatan penyerapan tenaga kerja.26 % dalam periode 2008-2009.97 % atau sekitar 6 perusahaan yang bertambah. Sejumlah kendala pengembangan potensi pertambangan di Kabupaten Serang antara lain disebabkan maraknya kegiatan pertambangan tanpa ijin (PETI) yang sangat merusak lingkungan. Disamping batu kali.416 jiwa pada tahun 2009.62 .3.

640 12 165 17 317 63 535 69 179 9 1.316 unit.63 . Terjadinya penurunan jumlah industri kecil/rumah tangga tersebut secara langsung maupun tidak adalah merupakan dampak dari terjadinya krisis global yang melanda dunia pada tahun 2008.108 5 346 7 182 18 11.347 perusahaan.347 493 Jumlah 2008 134 336 386 1. Jumlah tersebut berkurang cukup drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 11. dan Kecil di Kabupaten Serang Tahun 2008-2009 Kecamatan Cinangka Padarincang Ciomas Pabuaran Gunungsari Baros Petir Tunjung Teja Cikeusal Pamarayan Bandung Jawilan Kopo Cikande Kibin Kragilan Waringinkurung Mancak Anyar Bojonegara Pulo Ampel Kramatwatu Ciruas Pontang Carenang Binuang Tirtayasa Tanara Jumlah Industri Besar 2008 2009 2 1 3 1 6 3 3 1 18 5 18 2 4 2 1 1 2 9 6 8 3 1 3 63 40 Jenis Industri Industri Sedang 2008 2009 2 1 4 3 1 1 1 12 2 3 26 2 36 5 1 2 1 2 2 5 3 9 23 3 3 2 1 88 68 Industri Kecil 2008 2009 134 13 335 16 386 8 1. pada tahun 2009 jumlah usahanya sebanyak 10. Sedang.010 28 4 285 25 98 13 82 4 88 16 583 14 381 4 16 77 9 339 39 105 28 435 24 104 12 705 1 468 18 1.260 1 1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .108 346 182 11.011 285 99 82 88 583 381 18 83 383 159 440 104 705 468 1.260 1. perusahaan industri kecil/rumah tangga baik tempat tetap atau tidak tetap. Tahun 2008-2009 Sementara itu.498 2009 17 16 8 35 4 28 14 4 17 15 4 21 10 46 35 28 14 1 20 19 32 94 73 9 1 5 9 22 601 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.Tabel 3.643 177 317 541 179 1.30 Jumlah Perusahaan Industri Besar.

Sentra-sentra industri besar maupun sedang di Kabupaten Serang yakni terdapat di Kecamatan Cikande dan Kecamatan Kibin. 3. Adapun perdagangan eceran mencakup kegiatan pedagang yang umumnya melayani konsumen perorangan atau rumah tangga tanpa merubah sifat. baik barang baru maupun barang bekas oleh pedagang dari produsen atau importir ke pedagang besar lainnya atau pedagang eceran. dan sisanya perusahaan skala besar sejumlah 40 perusahaan.3. diikuti dengan perusahaan menengah sebanyak 68 perusahaan.96 % atau 91 perusahaan tergolong dalam industri sedang (menyerap tenaga kerja 20 sampai 99 orang). Perdagangan Sektor perdagangan terdiri dari sub sektor perdagangan besar dan perdagangan eceran. perusahaan skala kecil jumlahnya paling mendominasi yakni sebanyak 493 perusahaan. menunjukan sekitar 42. sektor perdagangan memegang peranan yang strategis untuk memperlancar distribusi barang dan jasa. Pada tahun 2009 di kedua kecamatan tersebut terdapat masing-masing 21 dan 18 perusahaan industri besar serta 26 dan 32 perusahaan industri sedang. baik barang baru atau barang bekas. Perdagangan besar mencakup kegiatan membeli dan menjual barang.9. Maka sangat penting perlunya pembinaan untuk menumbuhkembangkan baik dari sisi pelaku maupun dari ketersediaan prasarananya.04 % atau 66 perusahaan yang ada tergolong dalam industri besar (menyerap tenaga kerja lebih dari 100 orang). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . menengah dan juga kecil. sisanya 57. Untuk menggerakan sektor riil perekonomian daerah. Pada tahun 2009 jumlah total perusahaan perdagangan di Kabupaten Serang sebanyak 601 unit yang terdiri dari perusahaan berskala besar.64 . Dari jumlah tersebut.Berdasarkan perbandingan antara jumlah tenaga kerja dengan jumlah perusahaan pada 23 golongan industri besar/sedang yang ada di Kabupaten Serang.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . dan 24 Pasar Desa. Tahun 2007-2009 Sedangkan ketersediaan prasarana pasar di Kabupaten Serang pada tahun 2009 yakni tersebar di 114 lokasi yang terdiri dari 3 Toko Serba Ada.31 Perkembangan Jumlah Fasilitas Perdagangan di Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 Besar 2007 2008 Cinangka 1 3 Padarincang Ciomas 1 Pabuaran 2 1 Gunungsari Baros 3 Petir Tunjung Teja Cikeusal Pamarayan Bandung Jawilan 6 2 Kopo 2 Cikande 10 10 Kibin 2 5 Kragilan 4 2 Waringinkurung Mancak Anyar 5 1 Bojonegara 3 2 Pulo Ampel 9 1 Kramatwatu 10 Ciruas 1 4 Pontang 1 1 Carenang Binuang Tirtayasa 1 Tanara 1 Jumlah 48 46 Kecamatan Skala Perdagangan Jumlah Menengah Kecil 2009 2007 2008 2009 2007 2008 2009 2007 2008 2009 2 1 2 15 7 7 16 11 11 3 11 16 16 11 19 19 2 1 13 13 13 16 14 14 3 3 8 4 14 33 33 19 42 42 2 3 6 6 5 6 6 1 4 3 35 27 27 39 31 31 4 1 1 19 21 21 23 22 22 5 4 4 5 4 4 1 1 10 18 18 10 19 19 1 4 3 5 15 15 9 18 18 2 2 3 2 2 5 4 4 3 4 2 2 10 18 18 20 22 22 1 12 10 10 12 12 12 5 4 2 32 34 34 42 48 48 2 1 5 26 28 28 28 34 34 2 3 4 1 38 47 47 45 53 53 1 3 3 4 5 5 4 8 8 2 3 2 2 5 2 2 2 5 32 10 10 37 16 16 2 2 5 5 12 11 11 17 18 18 6 2 9 4 28 19 19 39 24 24 8 5 23 8 72 80 80 77 98 98 1 2 3 3 31 36 36 34 43 43 4 1 25 12 12 30 14 14 1 10 5 5 11 5 5 6 3 3 6 3 3 1 2 2 8 16 16 9 19 19 3 2 1 6 5 5 8 6 6 40 46 66 68 488 503 493 582 615 601 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.087 pedagang yang umumnya berada pada pasar-pasar tradisional (pasar pemda dan pasar desa). 10 Pasar Pemda. 73 Toko Swalayan Kecil.Tabel 3. 4 Toko Swalayan.65 . Dari total jumlah lokasi pasar tersebut dihuni oleh sebanyak 3.

Hingga tahun 2009 volume dan nilai impor telah mencapai 133.909 1.30 % dan 2. Hingga tahun 2009 terdapat 12 jenis komoditi asal Kabupaten Serang yang diekspor menuju berbagai daerah tujuan di luar negeri.364 979 1.32 Jumlah Fasilitas Perdagangan di Kabupaten Serang Tahun 2007-2009 Jenis Perdagangan Toko Serba ada Toko Swalayan Toko Swalayan Kecil Pasar Pemda Pasar Desa Jumlah Jumlah Lokasi 2007 2008 2009 3 1 4 27 73 12 10 10 48 30 24 88 40 114 Jumlah Pedagang 2007 2008 2009 10 4 4 4 27 73 2.12 ton. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .783. Angka tersebut meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya (2008) yang volumenya mencapai 29.80.384 2.Tabel 3.171.50.69 ton dengan total nilai sebesar US$ 63.906..518.087 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka. Berdasarkan volume dan nilai ekspor atas seluruh komoditi tersebut. namun jika dilihat dari sisi nilai jumlahnya justru menurun yakni dari sebesar US$ 253. 23.214.10 % serta dengan nilai ekspor masing-masing US$ 110. menunjukan dominasi barang ekspor adalah berupa bahan kertas.60. bahan kimia. Negara tujuan ekspor barang dari Kabupaten Serang didominasi oleh negara-negara di kawasan asia seperti Malaysia. bahan plastik dan polyester film dengan persentase volume ekspor masing-masing sebesar 70.50.US$ 73.22..922.69.721.512.620 4.981.00 ton dan US$ 242. volume ekspor menuju negara-negara eropa dan amerika juga cukup besar. Sedangkan aktifitas impor barang yang masuk ke Kabupaten Serang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan ekspor.611. Jepang.892 3. Tahun 2007-2009 Sementara itu aktifitas perdagangan luar negeri (ekspor dan impor) menunjukan bahwa pada tahun 2009 volume dan nilai ekspor Kabupaten Serang mencapai 311.US$ 5.723.840. baik dari sisi volume maupun nilainya. China.82 %.200.107.858. jumlah ekspor pada tahun 2009 meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) yang mencapai 238.989 1. 2.46.18 %.519.06. Namun demikian..568. Dari sisi volume barang.06 ton dan US$ 137.380 1.561.402.590. Thailand dan Vietnam.66 .dan US$ 39.

Di Kabupaten Serang telah teridentifikasi keberadaan 57 obyek wisata yang terdiri dari obyek wisata kategori alam (20 obyek). Dengan dukungan prasarana dan sarana yang cukup memadai sektor pariwisata di Kabupaten Serang berkembang cukup pesat. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata.67 . Terkait dengan sub sektor perhotelan. motel dan sebagainya. yang salah satunya yakni berupa hotel/penginapan. Sektor perhotelan mencakup kegiatan penyediaan akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan sebagai tempat penginapan seperti hotel. potensi wisata yang terdapat di Kabupaten Serang masih perlu didukung oleh sarana dan prasarana penunjang.069 fasilitas kamar dan 11. wisata sejarah dan budaya (14 obyek). Secara kewilayahan. Pariwisata Kabupaten Serang merupakan wilayah yang memiliki potensi pariwisata yang beraneka ragam dan sangat prospektif untuk dikembangkan.3. wisata sejarah dan budaya.10. serta kehidupan masyarakat tradisional ( living culture). wisata kehidupan masyarakat tradisional (living culture) (4 obyek). Kabupaten dituntut untuk dapat menyediakan sarana prasarana penunjang pariwisata guna terus menarik wisatawan agar berkunjung ke Kabupaten Serang. wisata buatan (10 obyek).3. pola perkembangan pariwisata Kabupaten Serang terdiri dari Kawasan Wisata Pantai Barat. Jumlah hotel/penginapan di Kabupaten Serang pada tahun 2009 sebanyak 58 hotel/penginapan yang terdiri dari berbagai kelas. serta Kawasan Wisata Pantai Utara. dan wisata atraksi seni (9 obyek). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Pada umumnya hotel/penginapan tersebut berada di sekitar kawasan wisata Pantai Barat Serang yakni di sekitar Kecamatan Cinangka dan Anyer. wisata buatan (binaan). Kawasan Wisata Ziarah. Daya tarik kepariwisataan secara garis besar diklasifikan dalam wisata alam. losmen. Disisi lain.310 tempat tidur. pada tahun yang sama secara keseluruhan terdapat sekitar 84 perusahaan akomodasi wisata yang didukung dengan sejumlah 2. Salah satu sarana pariwisata tersebut adalah perhotelan.

807. Tahun 2005-2009 Selain sektor perhotelan. Pada tahun 2009 di Kabupaten Serang terdapat sejumlah 86 restoran/tempat makan dengan berbagai klasifikasi.287.091.421 9.33 Jumlah Perusahaan Akomodasi. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2008 yang totalnya mencapai 11.224 2.34 Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Obyek Wisata di Kabupaten Serang Tahun 2005-2009 Wisatawan Wisatawan Nusantara Wisatawan Mancanegara Kab.877 10.466 11.128.310 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka.672 2.530 10. terdapat pula sektor restoran yang mencakup kegiatan usaha penyediaan makanan dan minuman jadi yang pada umumnya dikonsumsi di tempat penjualan seperti bar.807.347 9.806.310 2009 84 2.846.426.665 1.069 5.806. pada tahun 2009 jumlahnya menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.Tabel 3.471 4.813 1.069 11.4214 wisnus dan 2.155 jiwa yang terdiri dari 9.006 wisatawan mancanegara. rumah makan.849.006 11.68 .274 2. Sama halnya dengan sarana hotel/penginapan.195 10. kantin.674 10.425.149 2. sarana restoran/tempat makan umumnya berada di sekitar kawasan wisata Pantai Barat Serang. Serang Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 11. Tabel 3.274 2. Tahun 2005-2009 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .140 jiwa (1. perkembangan jumlah kunjungan wisatawan baik yang berasal dari mancanegara maupun nusantara.471 5.141 1.131.149 wisatawan nusantara dan 1. Kamar dan Tempat Tidur Hotel di Kabupaten Serang Tahun 2005-2009 Uraian Perusahaan Akomodasi Jumlah Kamar Jumlah Tempat Tidur Tahun 2005 2006 2007 2008 68 68 67 84 2.128. Total kunjungan wisatawan ke objek wisata di Kabupaten Serang pada tahun 2009 yakni sejumlah 9.926 wisman).926 1.797 1. warung nasi dan lain-lain.155 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka. Terkait dengan ketersediaan potensi wisata yang ada di Kabupaten Serang.092.

Kec. Tunjungteja. Kec.4. Gunungsari. Seluruh Kabupaten Serang Kec. Kec. Kec. Waringin Kurung. Kec.35 Ha 39. sawah irigasi. tegalan. Pertanian lahan basah adalah persawahan sedangkan pertanian lahan kering seperti tegalan dan ladang. Lahan pertanian secara keseluruhan paling luas terdapat di Kecamatan Baros yang luasnya ± 9.4. Kec. Padarincang.912. atau mencapai 10% dari total luas lahan pertanian dan 5 % dari total luas lahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . yang terdiri dari sawah tadah hujan. Ciomas. dan Kec.Cikande. Kramatwatu. perkampungan. Pertanian dibedakan menjadi pertanian pada lahan basah dan lahan kering. Baros. Petir. Kec. 3.Kramatwatu. Cikande. Kec.121. Kec. Mancak. Kibin Jumlah Luas (Ha) 31.3. Kec.Ciruas. KONDISI PENATAAN RUANG DAN LINGKUNGAN HIDUP Penataan Ruang Kawasan budidaya di Kabupaten Serang secara keseluruhan berjumlah 106. Kec.10 Ha Perkampungan Perumahan 20. Kec.700 Ha. Kec. Kragilan. Pabuaran. kebun campuran.01 Ha. perumahan dan jasa. Ciruas.4 Ha 39.26 Ha 106.066.35 Persebaran Kawasan Budidaya di Kabupaten Serang Jenis Kawasan Budidaya Sawah tadah hujan Sawah irigasi Tegalan Kebun campuran Lokasi pada Umumnya Serang bagian utara Serang bagian utara Seluruh Kabupaten Serang Kec. Cinangka.97 Ha 8. Berikut ini duraikan mengenai persebaran kawasan budidaya di Kabupaten Serang.079 Ha 23. dan Kec.159.043.305. Tabel 3.043.1. Kec.69 .01 Ha Sumber: RTRW Kabupaten Serang Tahun 2009-2029 Hingga saat ini pemanfaatan lahan di Kabupaten Serang didominasi oleh sektor pertanian yang mencapai 60% dari total luas lahan di Kabupaten Serang.680 Ha Jasa 3.

449. 3. Pemanfaatan lahan berikutnya yang menempati tempat kedua adalah permukiman dengan persentase sebesar 15.00 420.97 860. maka persawahan paling banyak terdapat di Kecamatan Tirtayasa dan tegalan paling banyak terdapat di Kecamatan Baros. 4.94 10.18 7.373.918.96 88.70 .820.82 504.16 25. Keberadaannya tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Serang meskipun tidak merata.33 0.74 17.773. Untuk persawahan (lahan basah) banyak terdapat di Kecamatan Tirtayasa. Secara umum pemanfaatan lahan di Kabupaten Serang adalah sebagai berikut: 1. sedangkan untuk tegalan (lahan kering) paling banyak di Kecamatan Baros.123.24% dari total luas lahan di Kabupaten Serang. masih berada di wilayah Kota Serang.37 Sumber: BPS Kabupaten Serang Tahun 2009 Kawasan lindung di Kabupaten Serang tersebar di seluruh wilayah yang meliputi sempadan sungai dan sempadan pantai.01 0.68 14. sangat dominan. 2. Kawasan perkantoran.578. hampir ada di setiap kecamatan yang berada pada Kabupaten Serang. Tanara dan Pontang. dibedakan menjadi industri berat dan aneka industri.99 37. Kawasan perumahan dan permukiman.42 21.03 150.027.25 0.62 26.28 5.748.55 1.77 7. Kawasan industri. Industri berat yang padat modal terdapat di Serang bagian barat sedangkan aneka industri yang padat karya terdapat di Serang bagian timur.01 0.36 Kawasan Budidaya di Kabupaten Serang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Penggunaan Lahan Pertanian Lahan Basah Pertanian Lahan Kering Pertanian Tanaman Tahunan Pertambangan Peternakan Perikanan Tambak Industri Pelabuhan Pariwisata Perumahan Perdagangan/jasa Luas Total Luas (Ha) 41. Sedangkan jika dibedakan menjadi persawahan dan tegalan.57 0. sedangkan kawasan lindung selain sempadan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Kawasan pertanian.92 Persentase (%) 27. Adapun kondisi penggunaan lahan kawasan budidaya di Kabupaten Serang adalah sebagai berikut : Tabel 3.30 1.di Kabupaten Serang.

63 Persentase (%) 37.37 Kawasan Lindung di Kabupaten Serang Jenis Penggunaan Lahan Hutan Lindung Cagar Alam Daerah Resapan Air Lahan Kritis Kawasan Hutan Bakau Danau Luas Total Luas (Ha) 7.98 19. Tabel 3.17 11.62 5.36 27.93 4.63 1 2 3 4 5 6 Sumber: BPS Kabupaten Serang Tahun 2009 Disamping kawasan-kawasan budidaya dan lindung.421. Cikeusal. Banjir Jumlah Total 12 Kecamatan Kecamatan Binuang.151. cagar alam. sehingga menjadi 13. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Adapun kawasan lindung memiliki persentase sebesar 11.61 Ha.63 % dari total luas lahan di Kabupaten Serang. terdapat di wilayah serang selatan dan utara yaitu di wilayah Kecamatan Ciomas. Sedangkan di wilayah utara terdapat di Kecamatan Bojonegara dan Puloampel. Cikande. 1.55 180. Kawasan lindung ini mencakup hutan lindung. terdapat pula kawasan khusus yang perlu menjadi perhatian yaitu kawasan rawan bencana.sungai dan pantai. dan danau/situ. Bojonegara. Kawasan lindung berada pada 12 kecamatan. Gunungsari. Baros. Kramatwatu.91 4.38 Kawasan Rawan Bencana di Kabupaten Serang No.83 20. Bojonegara.84 8. Kawasan bendungan air irigasi yang berada pada Kecamatan Cikeusal yang dialirkan di kawasan pertanian. dan Kramatwatu. Perkembangan yang terjadi terhadap keberadaan hutan lindung ini mengalami penurunan. dari 17. Cikeusal.528. Carenang. Ciomas. yaitu kecamatan-kecamatan yang berada di serang bagian barat dan serang bagian selatan.906. lahan kritis hutan bakau. Rawan Bencana Longsor Angin Topan Jumlah Total 7 Jumlah Total 10 Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Baros. Kebakaran Jumlah Total 20 Kecamatan Kecamatan Bandung. Kibin.544.82 Ha. Gunungsari.00 960. Mancak. daerah resapan (Catchment Area). Carenang.90 0. Berikut ini diuraikan mengenai kondisi kawasan lindung di Kabupaten Serang.56 1. Ciomas. sehingga diperkirakan telah terjadi penyusutan luas hutan lindung 4.864. Adapun daerah-daerah yang memiliki potensi rawan bencana di Kabupaten Serang adalah sebagai berikut: Tabel 3.361.621. Padarincang.79 Ha.71 . 2.

dalam beberapa tahun terakhir kecenderungan penurunan muka air tanah di beberapa wilayah yang diakibatkan ketidakseimbangan antara pengambilan dan imbuhan ( recharge). Tirtayasa. Kragilan. Tirtayasa Rawan Bencana Longsor Angin Topan Kragilan.15 Ha pada tahun 2005 menjadi 726.72 .4.538. Sumber: BPS Kabupaten Serang Tahun 2009 3. Padarincang. Pulo Ampel. Cinangka. Tanara. Jawilan. Kebakaran Cikande. Tirtayasa. masih tingginya tingkat pencemaran air yang disebabkan oleh limbah industri dan rumah tangga. Kramatwatu. kondisi situ di Kabupaten Serang dihadapkan pada indikasi permasalahan luasannya menyempit dan fungsi situ sebagai penyimpan air dimusim hujan dan cadangan air di musim kemarau tidak berfungsi. Penurunan tersebut. Cikeusal. TunjungTeja. Kibin. Luas hutan lindung di Kabupaten Serang sebagaimana dibahas sebelumnya.2. Ciomas. Pamarayan. kondisinya mengalami penurunan dalam rentang tahun 2005 hingga tahun 2009 dari 5. Mancak. Waringin Kurung. Gunungsari. serta adanya situ seolah .64 Ha pada tahun 2009. Disisi lain. khususnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Pamarayan. dimana beberapa permasalahan yang terjadi meliputi kondisi stilling basin kurang panjang sehingga mengakibatkan pengendapan lumpur yang cukup besar di saluran induk. Pabuaran.oleh takbertuan dan dibiarkan sehingga menimbulkan banjir dimusim penghujan. Kibin. Padarincang. Tanara. maupun penanganan sungai yang masih bersifat parsial. Pabuaran.No. sedangkan permasalahan utama yang berkembang adalah pengambilan air yang berlebih yang tidak sesuai dengan kajian teknis atau pembuatan sumur-sumur bor tanpa melalui prosedur yang berlaku (liar). Lingkungan Hidup Beberapa indikasi kerusakan lingkungan di Kabupaten Serang antara lain menyangkut kerusakan tata air seperti keberadaan dan fungsi DAS Ciujung sebagai bagian dari SWS Ciujung-Ciliman yang ditetapkan sebagai salah satu DAS kritis dalam RTRWN. Tunjung Teja. Jawilan. Pontang. Petir. Banjir Ciruas. hutan dibagian hulu sungai mulai gundul seperti Gunung Akar Sari yang menjadi sumber air baku DAS Cidanau. Tanara. Sementara itu.

Sementara praktik-praktik penangkapan ikan yang merusak dan ilegal (illegal fishing) serta penambangan terumbu karang diperkirakan masih terjadi yang memperparah kondisi habitat ekosistem pesisir dan laut. terutama dari kegiatan perhubungan laut.5.73 . 3. Dengan demikian.1. jika tingkat pelayanan sarana prasarana transportasi buruk maka akan berdampak pada terjadinya ekonomi biaya tinggi. Berbagai jenis kerusakan tersebut antara lain disebabkan oleh peristiwa alam abrasi dan akresi. khususnya di wilayah pantai utara dan barat. khususnya dalam melindungi keberadaan dan fungsi hutan lindung sebagai wadah yang menaungi dan melindungi bertumbuhkembangnya ekosistem dan habitat alami serta plasma nutfah di Kabupaten Serang. Sedangkan kerusakan yang dipengaruhi oleh aktifitas manusia antara lain berupa sedimentasi daerah pesisir di wilayah pantai utara. 3. Daerah-daerah yang terisolasi selama ini akan lebih banyak dijangkau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Kondisi seperti ini akan berimplikasi terhadap efektifitas dan efisiensi perekonomian masyarakat. Selain itu mereka juga dapat memasarkan produksinya dengan tepat waktu dan tepat jumlah. serta kerusakan dan konversi hutan mangrove di pantai utara khususnya akibat pengembangan lahan tambak dan praktek produksi yang tidak ramah lingkungan. KONDISI PRASARANA DAN SARANA Pekerjaan Umum A. Sebaliknya. Transportasi Kelancaran transportasi memegang peranan penting dalam mewujudkan kondisi perekonomian yang diinginkan. Bagi masyarakat yang memproduksi barang dan jasa dapat dengan mudah memperoleh bahan baku untuk memperlancar kegiatan produksinya apabila didukung oleh kelancaran arus transportasi. Kerusakan habitat ekosistem di wilayah pesisir dan laut semakin meningkat.disebabkan karena adanya pengalihan fungsi hutan lindung menjadi ’hutan produksi terbatas’. kualitas dan waktu yang diinginkan.5. Ketersediaan sarana transportasi yang memadai berdampak positif terhadap ketersediaan barang dan jasa sesuai dengan jumlah. terdapat ancaman terhadap daya dukung hutan lindung dimasa mendatang. Panjang jalan dan kondisi jalan memegang peranan penting untuk mendukung kelancaran arus transportasi. Sumber pencemaran juga berasal dari berbagai kegiatan di laut.

Sedangkan panjang jalan desa mencapai 1.30% dalam kondisi baik. bangunan pagi 72 buah. jembatan 15 buah.95 km. irigasi ini terdiri dari 17.49 km yang terbagi atas jalan negara (27.000 Ha dikelola oleh Kabupaten.apabila ruas jalan semakin panjang. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .56 km dan yang masih tanah sepanjang 68.69% dalam keadaan sedang. bangunan talang 9 buah. 1 buah bangunan bendung dan 589 buah bangunan air. Kondisi jalan Kabupaten Serang secara keseluruhan s/d tahun 2009 beragam.76 km atau 29. Kondisi daerah irigasi secara keseluruhan s/d tahun 2009 yaitu 28. bangunan terjun 35 buah. yang berkerikil 93. anak sungai sepanjang 641. Irigasi Sumber daya air di Kabupaten Serang terdiri dari sungai utama sepanjang 356. Untuk jalan Kabupaten Serang tahun 2008 yang sudah diaspal mencapai 462. yaitu 239. 29.13% dalam keadaaan rusak.200 km. Luas areal irigasi antara 1. 2 buah bangunan bendung. Sedangkan kualitas jalan yang baik akan mempermudah arus transportasi sehingga waktu tempuh dapat dipersingkat dan kapasitas angkut dapat diperbesar.26% dalam kondisi baik. 465 buah bangunan air dan 2 buah waduk. 77. Luas areal irigasi di Kabupaten Serang diatas 3. Panjang jalan di seluruh Kabupaten Serang pada tahun 2009 mencapai 630.480 Ha luas areal.89% dalam keadaan rusak berat.4 km). B. bangunan suplesi 15 buah. bangunan oncoran 53 buah. bangunan pelimpah 39 buah.5 km) dan jalan tol (21 km).135.74 .60 km. 320 buah DI. 63.3 km atau 18. irigasi ini terdiri dari 7. waduk 2 lokasi dengan luas 15 Ha.514 Ha luas areal. 36.43 km atau 12.83 Ha luas saluran sekunder. 14.64 km luas saluran sekunder. dan bangunan pelengkap. irigasi ini terdiri dari 21.000 Ha dikelola oleh pusat.6 km. gorong-gorong 82 buah.071. 115. 108.22% dalam kondisi rusak ringan.39% dalam kondisi rusak berat.80 Ha luas areal. got miring/bangunan ukur 1 buah dan free intek/inlet 2 buah.000 Ha s/d 3. dan situ kecil 13 lokasi dengan luas 39 Ha.000 Ha dikelola oleh provinsi.38 Ha luas saluran induk. situ besar/sedang 12 lokasi dengan luas 40. jalan propinsi (142. Sedangkan untuk irigasi dengan luas areal dibawah 1.84 km atau 39. rawa 7 lokasi dengan luas 231 Ha.13% dalam kondisi rusak sedang. 241. Bangunan dan pelengkap terdiri dari bangunan/bak penampung 226 buah. bangunan sadap 591 buah. 177.82 m panjang saluran. 104. 27.53 km.2 Ha.88 Ha luas saluran induk.

0 1.0 9.5 3.2 2.5 6 4 7 7 6 15 3000 3000 2500 3000 1500 1500 _ _ _ _ 2.5 2.5 7 1.0 4.5 8 2.0 4.5 3.0 2.0 4. 1 2 3 4 Nama Sungai dan Anak Sungai Kecamatan Padarincang Cikalumpang Curug Gumawang Cibojong Cipalias Cibodas Cikarakal Cikoneng Wangun Cimanungtun Cimarsa Cidangkiang Cibulakan Cisawarna Cirahab Citundun Talaga Wangsa Citasuk Gayam Cipayung Ciwaringin Citasuk II Cipasuran Kecamatan Gunung Sari Gunung Kupak Conggeang Argo Ciranda Ciwates Cigaribig Cireungit Sumur Seng Cirajiah Cibuntu Kecamatan Pabuaran Cibanten Cileweng/Cimarsa Citeureup Ciwaru Citangohgor Cimasan Cibodas Nagreg Cimasin Desa Kadu beureum Padarincang Cibojong Kadu beureum Kadu beureum Kadu beureu Batu Kuwung Batu Kuwung Sukadana/Ciomas Sukadana/Ciomas Ciomas Sukadana Batu Kuwung Curug Goong Batu Kuwung Cipayung Citasuk Ciomas Ciomas Citasuk Cibojong Gunung Sari Gunung Sari Sukalaba Gunung Sari Gunung Sari Tamiang Gunung Sari Gunung Sari Gunung Sari Ciherang Kadu beureum Panjang (km) 14 0.5 Kondisi alam bermuara ke Cibanten SDA SDA SDA Ket Semua sungai bermuara ke Rawa Danau dan Laut Selat Sunda Muara ke Laut Selat Sunda Pasanggrahan Pabuaran Pancanegara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .3 2.7 2.0 2.5 1.5 20.5 2.5 3.5 3.5 16.0 1.0 4.39 Jumlah Sungai dan Anak Sungai di Kabupaten Serang No I. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 III.0 2.5 4.5 9 1 6.0 2.0 2.5 2.5 11 1.0 2.0 2.5 11 1 1 1.5 2.5 1.Tabel 3.5 17.0 2.5 2.0 1.0 15.0 4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 II.5 3.75 .5 4.0 _ _ _ _ 4.0 5.5 Lebar (m) 27.0 1.0 2.0 4.

Jumlah pelanggan rumah tangga dalam kurun waktu 2006-2008 mengalami peningkatan dari 16.14 % dari total keseluruhan air bersih yang disalurkan.5 _ _ Lebar (m) 4. yakni sebesar 5.Cibanten 5 Cimasin/Cipelem . Pada tahun 2008 total jumlah air bersih yang disalurkan PDAM kepada para pelanggan jumlahnya mencapai 6. Listrik Sektor ini mencakup kegiatan pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik yang diselenggarakan oleh Perusahaan Listrik Nasional (PLN) dan Non PLN.056 pelanggan pada tahun 2008 menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Serang dalam kurun waktu 2008-2009 secara umum mengalami peningkatan.275 pelanggan pada tahun 2008.76 . Dari total air bersih yang disalurkan tersebut sebagian besar adalah bagi pelanggan rumah tangga.414. Jumlah pelanggan industri dalam kurun waktu 2006-2008 mengalami peningkatan dari 26 pelanggan pada tahun 2006 menjadi 33 pelanggan pada tahun 2008.081 pelanggan pada tahun 2008. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya sebagian besar pelanggan.0 5.5 2. Ketersediaan air bersih dalam jumlah yang cukup terutama untuk keperluan minum dan masak merupakan tujuan dari program penyediaan air bersih yang terus menerus diupayakan. Misalnya pelanggan rumah tangga dari 165. D. niaga dan industri.No Nama Sungai dan Anak Sungai .079 pelanggan menjadi 24. Jumlah pelanggan sosial dalam kurun waktu 2006-2008 mengalami fluktuatif. Air Bersih Manusia dalam kehidupan sehari-harinya sangat membutuhkan akan air bersih untuk keperluan hidupnya.060 pelanggan pada tahun 2007 dan menurun menjadi 375 pelanggan pada tahun 2008. Sektor ini mencakup pelanggan PDAM berdasarkan golongan tarif yaitu sosial.0 3.0 _ _ Ket SDA SDA _ _ C.097 m 3 atau sebesar 86. Jumlah pelanggan niaga dalam kurun waktu 2006-2008 mengalami peningkatan dari 801 pelanggan pada tahun 2006 menjadi 1.261 m3.0 1.5 4. Hal ini ditunjukkan dari meningkatnya jumlah pelanggan dari 424 pelanggan pada tahun 2006 menjadi 1.285. rumah tangga.5 4.Cibanten 6 Cibarani 7 Cigewok/Cisitu 8 Cibarani II Desa Singang Heula Tanjung Sari Kadu beureum Tanjung Sari Panjang (km) 2.

669 5.976.200 Kwh atau sebesar 75.518 VA atau sebesar 76.894. 3. Tahun 2005-2009 Adapun jumlah total daya listrik PLN yang terjual pada tahun 2009 yakni sebesar 1.100 pelanggan pada tahun 2009.635.716 165.007 269.95 % dari total daya listrik terjual.827 VA.333 269.119 261 138 403 Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka. Total nilai penjualan listrik PLN pada tahun 2009 di Kabupaten Serang mencapai Rp.100 2.824 6.098.056 5.856 atau sebesar 76. Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .040 300 455 403 Jumlah Pelanggan 2006 2007 2008 7. pelanggan sosial dari 5. menunjukan bahwa pada tahun yang sama terpakai sebesar 562. baik lingkungan fisik maupun sosial.007 pada tahun 2008 menjadi 5.664.2.283. dan pelanggan usaha dari 2.893.776. 744. dengan pengguna terbanyak yakni golongan industri yang menyerap sebesar 987. Sementara itu berdasarkan pemakaian Kwh listrik PLN.5.003 325 359 281 475 476 125 693 693 414 2009 5.119 pelanggan pada tahun 2009.440 Kwh yang pemakai utamanya berasal dari golongan industri dengan total pemakaian mencapai 424.222 2. yang sebagian besarnya diperoleh dari konsumsi listrik oleh golongan industri yang nilainya mencapai Rp.003 pelanggan pada tahun 2008 menjadi 2. 571. Dan pelanggan jalan umum dari 414 pelanggan pada tahun 2008 menjadi 403 pelanggan pada tahun 2009.476 7.789 254.080 171.50 % dari total pemakaian di Kabupaten Serang. Tabel 3.77 .40 Jumlah Pelanggan Listrik PLN Menurut Golongan Tarif Tahun 2005-2009 Golongan Pelanggan Sosial Rumah tangga Usaha Industri Pemerintah Jalan Umum 2005 6.080 pada tahun 2009. Perumahan Salah satu kebutuhan dasar manusia selain pangan dan sandang adalah papan/fasilitas perumahan sebagai tempat tinggal/tempat berlindung dan mempertahankan diri dari kondisi alam lingkungannnya.616 5.887.086.171.83 % dari total perolehan. Sedangkan jumlah pelanggan yang mengalami penurunan adalah pelanggan industri yaitu dari 281 pelanggan pada tahun 2008 menjadi 261 pelanggan pada tahun 2009.

Hal lain yang menjadi permasalahan adalah tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat untuk membangun perumahan yang Iayak huni. salah satu kriteria rumah sehat adalah rumah tinggal yang memiliki luas lantai per orang minimal 10 m2. sementara tingkat pendapatan penduduk masih relatif rendah sehingga banyak rumah tangga/penduduk yang menempati rumah tidak Iayak huni baik dilihat dari sisi kualitas rumah. Pada tahun 2008 terhitung sebanyak 20. Rumah yang menggunakan atap terluas beton dan genteng sebesar 97. Oleh karena itu berbagai aspek yang terkait dengan kondisi rumah seperti aspek kesehatan. Sebagian besar rumahtangga di Kabupaten Serang telah memiliki rumah tinggal sendiri. kesehatan maupun ukuran luasnya. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . dan daun-daunan. dengan ukuran kurang dari 10 m2 per anggota rumah tangga. atau sebanyak 276. Rumah tidak hanya merupakan tempat berlindung. bahkan didaerah pedesaan hampir sebagian besar penduduk masih menggunakan atap rumah dari daundaunan.10 persen.94 persen. Di sisi lain keterbatasan lahan untuk permukiman dan penawaran perumahan yang hanya tertuju pada suatu golongan masyarakat tertentu merupakan kendala bagi sebagian besar masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan perumahan. pada tahun 2008 tercatat sebesar 85. ini menunjukan bahwa sebagian besar penduduk Kabupaten Serang banyak menggunakan dinding tembok. Sedangkan untuk jenis dinding yang menggunakan tembok pada tahun 2008 yaitu sebesar 85. maka permintaan/kebutuhan akan perumahan pun meningkat. sedangkan sisanya sebesar 2. seng. kenyamanan serta estetika lingkungan masyarakatnya sangat menentukan dalam pemilihan rumah dan mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.194 rumah tangga menempati rumah milik sendiri.89 persen rumah tangga di Kabupaten Serang menempati rumah yang relatif sempit.pertumbuhan penduduk. tetapi fungsinya sebagai tempat tinggal lebih menonjol.9 persen masih menggunakan atap asbes.92 persen.78 . Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Rumah tangga dengan kondisi demikian utamanya lebih banyak dijumpai di daerah pedesaan dan daerah-daerah perkotaan yang padat penghuni. Kondisi rumah penduduk di Kabupaten Serang pada tahun 2008 cukup menggembirakan apabila dilihat dari jenis atap dan dinding yang digunakan. lingkungan.

Pada tahun 2008 lebih dan separuh rumah tangga di Kabupaten Serang masih belum mempunyai fasilitas buang air besar baik itu kepemilikannya secara sendiri.47 persen semua ini dapat diakibatkan karena bertambahnya rumah tangga baru yang membangun rumah dan memiliki jamban. angkutan jalan raya merupakan moda yang paling banyak memberikan kontribusi terhadap pergerakan roda perekonomian di Kabupaten Serang. dirasakan dari waktu ke waktu perkembangan mobilitas penduduk Kabupaten Serang dan kunjungan masyarakat dari daerah lain ke wilayah Kabupaten Serang menunjukan adanya peningkatan yang relatif tinggi. Ini merupakan prilaku hidup yang tidak sehat khususnya bagi lingkungan karena otomatis mereka yang tidak mempunyai tempat buang air besar cenderung akan membuangnya di sembarang tempat. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . bersama maupun umum.5. pelabuhan dan pergudangan. angkutan jalan raya. menuntut dukungan pelayanan transportasi yang lebih baik.11 persen. dan pada tahun 2008 menjadi 54.26 persen dan pada tahun 2007 berambah menjadi 53.3. Sejalan dengan pembangunan yang berlangsung di Kabupaten Serang. Sedangkan jasa penunjang perhubungan mencakup kegiatan yang sifatnya menunjang kegiatan pengangkutan. Seiring dengan pertumbuhan kepadatan perjalanan tersebut. khususnya terhadap pengembangan pelayanan angkutan penumpang umum yang ada agar menjadi lebih memadai. Melihat perkembangan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. di mana pada tahun 2006 sebanyak 43. persentase rumah tangga di Kabupaten Serang yang tidak memiliki akses ke jamban cenderung bertambah. Diantara moda angkutan tersebut. Sektor perhubungan yang beroperasi di Kabupaten Serang terdiri angkutan kereta api. angkutan sungai dan penyeberangan serta jasa penunjang angkutan.Fasilitas rumah tinggal lainnya yang berkaitan erat dengan masalah kesehatan rumah tinggal adalah ketersediaan fasilitas sanitasi. Perhubungan Kegiatan perhubungan meliputi kegiatan pemindahan penumpang dan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan alat angkut atau kendaraan baik bermotor maupun tidak bermotor. yang pada akhirnya menjadi sumber timbulnya berbagai macam penyakit. 3.79 .

telah dihasilkan pula 11 Keputusan Pimpinan DPRD dan 35 Keputusan DPRD.434 buah. Demikian halnya dari sisi nilai pendapatan yang diperoleh dari adanya pergerakan penumpang dan barang tersebut. menurun 1.40 %. Sementara volume barang yang diangkut pun semakin bertambah.51 % dibandingkan keadaan tahun 2008 (berkurang sejumlah 145 unit).-.. Jumlah penumpang yang terangkut pada tahun 2009 tercatat sebesar 119. Dalam implementasinya. 3. beberapa permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi seluruh perangkat daerah periode 2005-2009 antara lain seperti belum efektifnya penetapan struktur kelembagaan perangkat daerah.Jumlah kendaraan angkutan bermotor yang terdaftar di DLLAJ Kabupaten Serang pada tahun 2009 sejumlah 9. Pemerintahan Umum.6. pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah belum terlaksana secara optimal serta menghadapi beberapa kendala yang disebabkan oleh adanya inkonsistensi peraturan perundang-undangan dari berbagai tingkat pemerintahan serta belum adanya peraturan untuk pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah secara komprehensif.000. Kepegawaian dan Persandian Sejauh ini.6.710 kg. sedangkan volume barang yang diangkut sebesar 11. Perangkat Daerah. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa upaya pengaturan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sudah cukup baik. belum optimalnya penetapan dan pemilahan tugas dan fungsi perangkat daerah berdasarkan kebutuhan penyelenggaraan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .80 . Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di daerah.86 % dari tahun sebelumnya. Administrasi Keuangan Daerah. Total nilai pendapatan dari angkutan penumpang mencapai Rp. 1.350.833. Lalu lintas penumpang dan barang yang menggunakan jasa angkutan kereta api pada tahun 2009 nampak mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2008. masih dirasakannya tumpang tindih tugas dan fungsi antar perangkat daerah.171. 510. sepanjang tahun 2008-2009 telah ditetapkan sebanyak 17 peraturan daerah (perda).1. Disamping itu. 3.sedangkan nilai pendapatan dari angkutan barang mencapai Rp. KONDISI PEMERINTAHAN Otonomi Daerah.144 jiwa atau naik sebesar 10. meningkat mencapai 65.

Untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Akibat semakin meningkatnya kebutuhan lahan maka secara otomatis nilai ekonomis lahan di Kabupaten Serang semakin meningkat. masyarakat.81 . realisasi pendapatan daerah Kabupaten Serang dalam kurun waktu 2005-2009 tersebut semakin menunjukan penguatan kapasitas keuangan daerah.326 pegawai yang terdiri dari berbagai golongan. hampir semuanya dapat ditindak lanjuti setiap tahunnya.55% per tahun. dimana meskipun Pendapatan Daerah telah dapat ditingkatkan dari Rp. 3. Jika dirasiokan dari jumlah PNS tahun 2009.80% per tahun. profesionalisme aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah belum sebagaimana yang diharapkan. serta belum optimalnya hubungan kerja antar lembaga. Di samping itu. Upaya Pemerintah Kabupaten Serang untuk mengakselerasi pembangunan masih dihadapkan pada kendala keterbatasan kapasitas keuangan daerah. dimana hal ini mencerminkan cukup baiknya dukungan personil yang telah berkecimpung lama (berpengalaman) dalam dunia pemerintahan.2. 603.13 milyar pada tahun 2009 dengan pertumbuhan rata-rata 12. dan organisasi non pemerintah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Sementara itu. Dari sejumlah hasil temuan tersebut.04% per tahun. hal ini diindikasikan dengan kecenderungan masih tingginya temuan hasil pemeriksaan yang dihasilkan oleh Bawasda/Inspektorat. menunjukkan bahwa setiap 100 jiwa penduduk dilayani oleh 1 orang aparat.6. termasuk antara pemerintah daerah.37 milyar pada tahun 2005 menjadi Rp.31%. perdagangan. Hingga tahun 2009 jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang mencapai 12. Pertanahan Perkembangan Kabupaten Serang yang sangat cepat memiliki konsekuensi terhadap meningkatnya kebutuhan akan ketersediaan lahan.pemerintahan dan pembangunan. Proporsi PNS dengan Golongan III dan IV hingga tahun 2009 mencapai 63. dan pertanian. Namun demikian secara keseluruhan. khususnya untuk keperluan aktifitas masyarakat seperti permukiman. 909. nilai kerugian negara juga dapat diminimalisir setiap tahunnya. namun pertumbuhannya terutama dipengaruhi oleh peran sumber Dana Perimbangan yang secara rata-rata bertumbuh 12. Hal tersebut berpotensi menimbulkan berbagai masalah pertanahan khususnya masalah alih fungsi lahan dan sengketa kepemilikan lahan. Adapun Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang periode 2005-2009 hanya memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 9.

dimana dalam setiap Pemilu maupun Pilkada selalu diikuti oleh partisipasi masyarakat dengan antusias.448 yang terdiri dari 1. pengimplementasian perencanaan pembangunan daerah. disampaikan langsung ataupun melalui lembaga perwakilan (legislatif).017 laki-laki dan 30 perempuan. jumlah kasus tindak kejahatan/kriminalitas di Kabupaten Serang dalam beberapa tahun terakhir semakin menunjukkan peningkatan. merupakan cerminan terjadinya peningkatan kesadaran masyarakat akan politik dan nilainilai demokrasi. 3.393 pelanggaran. Sedangkan jumlah kejahatan/pelanggaran pada tahun 2008 berjumlah 44.027 kejahatan dan 41.047 orang yang terdiri dari 1. lembaga swadaya masyarakat maupun forum-forum lainnya. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Antusias masyarakat Kabupaten Serang untuk berpolitik di era demokratisasi ini cukup baik. Jumlah tambahan narapidana berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Serang pada tahun 2007 berjumlah 1. merupakan bentuk pencapaian dalam mewujudkan proses demokratisasi.047 kejahatan dan 43. baik yang bersifat mendukung ataupun memberikan kritik membangun. Sedangkan pada tahun 2008 berjumlah 1.421 pelanggaran.4. Jumlah kasus kejahatan/pelanggaran pada tahun 2007 berjumlah 42.027 orang yang terdiri dari 1.3.itu sertifikasi terhadap kepemilikan lahan menjadi sangat penting karena dengan adanya sertifikat lahan kepastian secara hukum terhadap penguasaan lahan menjadi jelas. Disamping itu munculnya berbagai bentuk asosiasi masyarakat sipil baik dalam bentuk organisasi kemasyarakatan.011 laki-laki dan 16 perempuan.440 yang terdiri dari 1.6.6. Sementara itu terkait peningkatan keamanan dan ketertiban umum. 3. Hal tersebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Keterbukaan dan keterakomodasian hak-hak rakyat dalam berpolitik yang semakin membaik ini juga ditunjukkan dengan penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Serang yang secara umum juga berlangsung secara aman dan tertib.82 . sebagai pedoman penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah telah berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Munculnya berbagai aspirasi dan respon masyarakat terhadap kebijakan pembangunan yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Perencanaan Pembangunan Selama periode 2005-2009.

5. 3.83 . serta (5) Kurangnya publikasi dan sosialisasi hasil perencanaan pembangunan kepada masyarakat. maupun tahunan. internet. Adapun perkembangan sektor komunikasi dan informatika di Kabupaten Serang secara umum terlihat dari semakin meningkatnya aktifitas lalu lintas surat yang diterima maupun yang dikirim melalui Kantor Pos Serang serta semakin meluasnya layanan jaringan telepon yang menjangkau hingga ke wilayah-wilayah pedesaan. baik yang bersifat jangka panjang. Kendala-kendala utama yang masih ditemui dalam proses perencanaan pembangunan daerah antara lain: (1) Inkonsistensi berbagai peraturan perundangan yang ditetapkan oleh Pemerintah. dan komunikasi bergerak) oleh lembaga pemerintah yang mempunyai kemampuan untuk mentransformasikan hubungan pemerintah dengan warganya. secara umum penerapan teknologi informasi memunculkan istilah Electronic Government (e-Gov). Komunikasi dan Informatika Penerapan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Serang dapat memberikan nilai tambah dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. pemberdayaan masyarakat melalui akses informasi. pelaku dunia usaha (bisnis). Kondisi perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Serang ditandai juga dengan semakin meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam proses pelaksanaannya. sesuai yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. meskipun partisipasi masyarakat dari aspek intensitas maupun cakupan bidang pembangunan masih terbatas. Perkembangan layanan telepon Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . e-Government berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi (seperti: wide area network. jangka menengah. dan lembaga pemerintah lainnya. (4) Lemahnya mekanisme pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan. Teknologi ini dapat mempunyai tujuan yang beragam. Dalam lingkungan pemerintahan. kelengkapan dan keterbaharuan data dan informasi pembangunan disertai dengan ketidaksinkronan data antar instansi. (3) Masih lemahnya konsistensi antara produk perencanaan pembangunan dengan produk penganggaran. antara lain: pemberian layanan pemerintahan yang lebih baik kepada warganya. peningkatan interaksi dengan dunia usaha dan industri. serta manajemen pemerintahan yang lebih efisien.6. (2) Lemahnya ketersediaan.ditunjukan dengan ketersediaan berbagai dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Untuk itu. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . filling cabinet. Keseluruhan arsip yang dikelola. permasalahan yang sering dihadapi di bidang statistik yaitu lemahnya ketersediaan. Pembangunan di bidang statistik di masa mendatang hendaknya diarahkan dalam rangka meminimalisasi rendahnya ketersediaan.seluler (mobile phone) dalam beberapa tahun terakhir bahkan sampai melampaui perkembangan jaringan telepon tetap (fixed phone). Kekuranglengkapan serta ketidaksinkronan data sering kali menyebabkan perencanaan yang dihasilkan kurang sejalan dengan keadaan atau kondisi yang sebenarnya.6. serta dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi. Kendala utama pembangunan di bidang kearsipan antara lain adalah keterbatasan sumberdaya manusia dan kurang memadainya sarana dan prasarana kearsipan yang akhirnya sangat mempengaruhi proses kegiatan penyelenggaraan kearsipan. Kearsipan Penyelenggaraan kearsipan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Serang menganut sistem kearsipan pola baru sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. tidak seiring dengan semakin ketatnya jadwal pelaporan dalam siklus perencanaan pembangunan daerah berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku saat ini. kelengkapan dan keterbaharuan data dan informasi pembangunan serta ketidaksinkronan data antar instansi. sistem penataan dan penyimpanan yang kurang tepat serta waktu penemuan arsip kembali yang relatif cukup lama. Statistik Sebagaimana umumnya terjadi dalam rangka pembangunan daerah. termasuk berdampak pada besarnya kemungkinan penyimpangan kebijakan pembangunan terhadap kebutuhan yang sebenarnya. Keterlambatan ketersediaan data yang mutakhir.6. ditata pada sarana–sarana kearsipan seperti rak arsip. 3. roll o’pack yang disimpan dalam depo/ruang penyimpanan arsip di Kantor Arsip Daerah. perlu dilakukan pembenahan pengelolaan data dan informasi pembangunan secara menyeluruh. Berbagai kondisi tersebut pada akhirnya menimbulkan masalah seperti semakin banyaknya arsip yang tidak bernilai guna.84 .7.6. 3. kelengkapan dan keterbaharuan data dan informasi pembangunan disertasi dengan ketidaksinkronan data antar instansi.

Kabupaten Serang. ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN Isu strategis didapatkan dari hasil analisis kondisi internal dan eksternal Kabupaten Serang saat ini. sebagaimana digambarkan dalam uraian kondisi.85 . Permasalahan pokok yang terkait dengan kualitas kehidupan bergama masyarakat adalah sebagai berikut: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Perpustakaan Usaha Pemerintah Daerah Kabupaten Serang untuk mencerdaskan masyarakat terus dilakukan diantaranya dengan melakukan peningkatan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang salah satunya adalah dengan pembentukan Perpustakaan Daerah. Kemudian masing-masing isu tersebut dianalisis apakah sebagai penyebab isu yang lain atau menjadi akibat dari isu tersebut. permasalahan dan tantangan pembangunan Kabupaten Serang. maka dibangun Perpustakaan Keliling yang diharapkan dapat menumbuhkan kegemaran membaca di kalangan masyarakat yang berada di wilayah kecamatan se. Penentuan isu-isu strategis tersebut yakni dengan menggunakan metode simulasi dinamik sebab-akibat dengan mencari keterkaitan masingmasing isu satu sama lainnya.6. Penyediaan koleksi perpustakaan harus lebih antisipatif terhadap segala aspek dan keanekaragaman kebutuhan informasi masyarakat. Sejalan dengan waktu untuk lebih meningkatkan kinerja. KUALITAS KEHIDUPAN BERAGAMA MASYARAKAT Isu kualitas kehidupan beragama masyarakat merupakan isu yang mendasar dalam kerangka pembangunan moral dan spiritual daerah Kabupaten Serang. Metode brainstorming digunakan dalam analisis sebab-akibat tersebut. maka isu strategis dan permasalahan pokok yang menjadi agenda dan prioritas pembangunan Kabupaten Serang tahun 2011-2015 adalah sebagai berikut: 1.3. Hal tersebut terkait dengan fungsi dan peran agama sebagai landasan moral dan spritual dalam dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Berpijak pada kondisi dan permasalahan serta tantangan pembangunan sebagaimana diuraikan sebelumnya. 3.7.8. Koleksi perpustakaan merupakan modal dasar perpustakaan yang akan menentukan dan menunjang terhadap kelancaran penyelenggaraan dan pelayanan perpustakaan.

  Implementasi norma agama dan tata nilai sosial budaya lokal dalam kehidupan bermasyarakat. 2.  Kualitas dan peran pemuda dalam pembangunan dan pengembangan olahraga 3.  Pelayanan kesehatan yang terjangkau. Permasalahan pokok yang terkait dengan kualitas sumberdaya manusia.  Pengendalian kependudukan. merata dan bermutu. sehingga seluruh upaya pembangunan pada dasarnya ditujukan untuk menunjang kelangsungan aktivitas manusia.  Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. ekonomi. kemiskinan. PENGANGGURAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Isu kualitas sumberdaya manusia. berkualitas. Pembinaan kerukunan hidup inter dan antar umat bergama.  Pemberdayaan perempuan. DAYA DUKUNG (KUANTITAS) DAN KUALITAS SARANA. KEMISKINAN. kemiskinan dan kesejahteraan sosial merupakan isu yang sangat substansial dalam kerangka pembangunan daerah Kabupaten Serang. perlindungan anak dan kesejahteraan keluarga. Secara sosial. PRASARANA DAN FASILITAS PELAYANAN DASAR WILAYAH Peningkatan daya dukung dan pelayanan prasarana dan sarana Kabupaten Serang merupakan hal yang krusial dilakukan. pengangguran dan kesejahteraan sosial di Kabupaten Serang adalah sebagai berikut:  Pelayanan pendidikan yang terjangkau. maupun lingkungan. merata.  Pelestarian dan pengelolaan kekayaan dan keragaman budaya. baik dampak secara sosial. Hal tersebut terkait dengan fungsi manusia itu sendiri sebagai subjek dan juga sekaligus objek dari kegiatan pembangunan. Hal tersebut mengingat dampak yang sangat signifikan yang dapat ditimbulkan akibat kurang memadainya daya dukung infrastruktur tersebut. dan relevan dengan kebutuhan pembangunan/pasar kerja. Kesejahteraan sosial masyarakat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tujuan pembangunan Kabupaten Serang. Taraf kesejahteraan sosial masyarakat merupakan salah satu indikator tercapai atau tidaknya progam-program pembagunan yang telah dilaksanakan.86 . dampak yang ditimbulkan akibat keterbatasan infrastruktur wilayah adalah semakin meningkatnya kerawanan sosial yang mengancam ketentraman dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA.  Perlindungan dan pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

berbagai dampak yang dapat ditimbulkan diantaranya banjir.87 .  Cakupan dan kualitas pelayanan air bersih. Permasalahan pokok yang terkait dengan kualitas perekonomian daerah dan masyarakat serta ketahanan pangan adalah sebagai berikut:  Peningkatan investasi.  Kualitas pelayanan pengelolaan limbah. KUALITAS PEREKONOMIAN DAERAH DAN MASYARAKAT SERTA KETAHANAN PANGAN Struktur perekonomian daerah Kabupaten Serang yang didominasi oleh sektor industri.  Penyediaan rumah layak huni dan terjangkau. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .  Pembangunan infrastruktur perdesaan 4.  Cakupan dan kualitas pelayanan telekomunikasi.  Penataan sistem dan pelayanan sarana perhubungan dan transportasi umum. Dari sisi ekonomi. namun di sisi lain dampak negatif yang ditimbulkan yaitu kerawanan sosial serta pencemaran lingkungan. dan lain-lain.  Pembangunan jalan interchange. drainase dan jaringan irigasi. jembatan.  Cakupan dan kualitas pelayanan persampahan dan pembangunan TPA. kegiatan-kegiatan ekonomi kerakyatan yang berbasis sumberdaya lokal berupa UKM dan Koperasi harus lebih ditingkatkan kinerjanya agar dapat berperan lebih signifikan dalam pekerkomian daerah. perekonomian yang didominasi oleh industri strukturnya relatif lemah dan sangat rawan terhadap adanya gejolak perekonomian.  Penataan kawasan kumuh permukiman.  Daya dukung dan kualitas pelayanan fasilitas pelayanan pendidikan. Disamping itu. Oleh karena itu. prasarana dan fasilitas pelayanan dasar wilayah adalah sebagai berikut:  Daya dukung dan kualitas pelayanan prasarana jalan.  Daya dukung dan kualitas pelayanan fasilitas pelayanan kesehatan. kawasan kumuh. Permasalahan pokok yang terkait dengan daya dukung (kuantiítas) dan kualitas sarana.ketertiban umum. Adapun dari sisi lingkungan. pada satu sisi memberikan dampak positif terhadap tingginya laju pertumbuhan ekonomi daerah. kurangnya suplai air bersih. telematika dan informatika. dampak yang ditimbulkan adalah menurunnya aksesibilitas pergerakan barang dan angkutan sehingga kegiatan koleksi dan distribusi menjadi terganggu.

PENATAAN RUANG DAN PENGEMBANGAN KAWASAN Kabupaten Serang dihadapkan dengan ancaman semakin menurunnya luas lahan produktif akibat semakin intensifnya penggunaan lahan khususnya untuk lahan permukiman dan komersil. Dengan kecenderungan demikian. Peningkatan produksi. perkebunan dan kehutanan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi. 5. produktifitas dan mutu produk pertanian. peternakan. kompetensi dan perlindungan tenaga kerja.  Degradasi kualitas lingkungan hidup 6. dan perikanan. produk dan manajemen pariwisata. Pembangunan yang dengan intensitas yang sangat tinggi tanpa diimbangi oleh upaya pengendalian lingkungan. Permasalahan pokok yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup adalah sebagai berikut:  Pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam. Permasalahan pokok yang terkait dengan penataan ruang dan pengembangan kawasan adalah sebagai berikut:  Kualitas penataan ruang.88 . maka konsistensi terhadap implementasi perda penataan ruang harus diupayakan guna mencegah terjadinya konversi lahan yang masif sehingga akan berakibat pada menurunnya daya dukung lahan. Kualitas. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Pengelolaan sumber daya alam pada khususnya dan pembangunan ekonomi pada umumnya diupayakan secara optimal dengan tetap memperhatikan daya dukung dan kelestarian lingkungan hidup. tanaman pangan. Dalam konteks pembangunan wilayah maka pengembangan kawasan merupakan salah satu upaya guna mempercepat dan mendorong pemerataan pembangunan. Peningkatan ketahanan pangan dan diversifikasi bahan pangan lokal. Pengelolaan fasilitas dan pembinaan usaha perdagangan.       Kualitas dan daya saing industri. Pengelolaan destinasi. Kualitas perekonomian masyarakat dan pemberdayaan usaha mikro. pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan yang akan sangat merugikan bagi kelangsungan pembangunan.

 Kompetensi dan profesionalisme SDM aparat pemerintahan. kebakaran).       Pembangunan kawasan pusat pemerintahan (PUSPEMKAB). gempa bumi dan potensi tsunami. Pengembangan Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil 7. Kinerja birokrasi yang efisien dan efektif dengan sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang profesional dan akuntabel pada gilirannya dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.  Mitigasi dan penanggulangan bencana (banjir.  Ketaatan dan supremasi hukum.  Pengelolaan dan kapasitas keuangan daerah.  Kualitas perencanaan dan informasi pembangunan. Dengan meningkatnya pelayanan kepada masyarakat maka diharapkan masyarakat akan semakin produktif dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahateraannya.89 . Pengembangan Kawasan Wisata. puting beliung. pembangunan Kabupaten Serang dalam lima tahun ke depan hendaknya harus memperhatikan isu-isu tersebut di atas agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya serta mewujudkan peran dan fungsi daerah baik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III . Pengembangan infrastruktur pendukung KEK Bojonegara. Pengembangan Lingkungan Industri Kecil-Kawasan Industri Kecil (LIK-KIK).  Kondusifitas ketentraman dan ketertiban umum. tanah longsor. Pengembangan Kawasan Minapolitan.  Kualitas dan daya saing pelayanan publik. Permasalahan pokok yang terkait dengan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang baik dan bersih serta kualitas ketentraman dan ketertiban umum adalah sebagai berikut:  Kinerja penyelenggaraan pemerintahan (Good Government). TATA KELOLA PEMERINTAHAN DAN PELAYANAN PUBLIK YANG BAIK DAN BERSIH SERTA KUALITAS KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM Kinerja pemerintahan dan pelayanan publik yang baik dan bersih serta kualitas ketentraman dan ketertiban umum merupakan faktor kunci keberhasilan pembangunan di Kabupaten Serang. Dengan demikian.  Kualitas kehidupan demokrasi. Pengembangan Kawasan Agropolitan.

4.516 KK pada tahun 2015.h. Lebih jauh lagi. 8.hirarkhinya di lingkup regional dan nasional.797.83 10.31 14. Dengan skenario kinerja makro ekonomi daerah yang sedemikian rupa. 3.97 Rp. berlaku pada tahun 2015 diperkirakan sebesar Rp. konstan (2000) pada tahun 2015 diperkirakan akan dapat mencapai angka Rp.77 8.01 8.08 4.h.92 7.073. diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru yang akan menyerap tenaga kerja baru (penganggur) sehingga akan menurunkan angka pengangguran hingga mencapai 7. 15.94% per tahun maka jumlah penduduk Kabupaten Serang pada tahun 2015 akan bertambah hingga mencapai angka 1.h.598 KK pada tahun 2010 menjadi 83. Dengan asumsi LPP tersebut diprediksikan tingkat kesejahteraan masyarakat yang tercermin melalui angka pendapatan per kapita akan semakin meningkat.d.749. INDIKATOR MAKRO PEMBANGUNAN Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) PDRB a. kondisi ini diharapkan akan berdampak pada semakin menurunnya jumlah keluarga miskin di Kabupaten Serang dari sekitar 103. PROSPEK PEMBANGUNAN DAERAH Pada tahun 2015 mendatang laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kabupaten Serang diperkirakan akan mampu mencapai angka 4.373.23 9. Konstan PDRB Per Kapita (ADHB) SATUAN 2011 2012 PROSPEK 2013 2014 2015 % 3.62 pada akhir tahun 2015.90 . 8.461.49 Rp. maupun lingkup internal Kabupaten Serang sendiri. Tabel 3. Dengan demikian PDRB a.24 Rp.52 Juta pada tahun 2015.8. 10.52 9. sedangkan PDRB a.d.397.180.47 Juta jiwa. serta meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi sebesar 71.35 4. Hal ini dimungkinkan karena dengan kondisi perekonomian daerah tersebut. 2.35 14. Dengan asumsi laju pertumbuhan penduduk (LPP) sebesar 0. Juta 9.46 Trilyun. Milyar 7. 3.52 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .03 8.21 4. Berlaku PDRB a.08 15.49%.87 13.16 10.96 4. yakni dari sekitar Rp.h. Milyar 13.96 Juta pada tahun 2010 menjadi Rp.d.41 Prospek Indikator Makro Pembangunan Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 NO 1.607.699.75 Trilyun. pada akhirnya diharapkan akan dapat menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk dapat meningkatkan tingkat kesejahteraannya.96% pada tahun 2015.d.024.

424 0. Jumlah KK Miskin 10.94 0.42 11.445 83. Juta Jiwa % % KK - PROSPEK 2011 2012 2013 2014 2015 5.416.75 5.470.441 91.07 71.94 12.456. Indeks Pembangunan Manusia Sumber : Hasil Analsis Tahun 2010 SATUAN Rp. PDRB Per Kapita (ADHK) 6.26 9.162 1.NO INDIKATOR MAKRO PEMBANGUNAN 5.22 5.56 5. Jumlah Penduduk 7.94 0.35 10.516 69.62 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 III .51 71.91 .39 5.403 1. Tingkat Pengangguran Terbuka 9.94 0. Laju Pertumbuhan Penduduk 8.421 87.429.41 69.443.96 99.95 1.693 1.96 70.501 95.735 1.13 7.94 0.