You are on page 1of 44

Penggabungan Usaha Pengertian Penggabungan Usaha: Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis

produk, mutu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan. Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No.22 paragraf 08 tahun 1999: ‖Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain‖ Sedangkan menurut Hadori Yunus (1981 : 224), pengertiannya adalah sebagai berikut: ‖Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis.‖ Dari definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penggabungan usaha merupakan usaha pengembangan atau perluasan perusahaan dengan cara menyatukan perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain menjadi satu kesatuan ekonomi. Jenis dan Bentuk Penggabungan Usaha: 1. Jenis-jenis penggabungan usaha berdasarkan PSAK No.22 paragraf 08 tahun 1999, terdapat dua jenis penggabungan usaha yaitu: 1. Akuisisi (acquisition) adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan, yaitu pengakuisisi (acquiree), dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham.

2. Penyatuan kepemilikan (uniting of interest/pooling of interest) adalah suatu penggabungan usaha dimana para pemegang saham perusahaan yang bergabung bersama-sama menyatukan kendali atas seluruh, atau secara efektif seluruh aktiva neto dan operasi kendali perusahaan yang bergabung tersebut dan selanjutnya memikul bersama segala resiko dan manfaat yang melekat pada entitas gabungan, sehingga tidak ada pihak yang dapat diidentifikasi sebagai perusahaan pengakuisisi (acquirer). 2. Bentuk-bentuk penggabungan usaha: Dari segi hukumnya, penggabungan usaha dibagi menjadi :  Merger, yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi anak perusahaannya atau dibubarkan. Perusahaan yang dibelinya sudah tidak mempunyai status hukum lagi dan yang mempunyai status hukum adalah perusahaan yang membelinya. Konsolidasi, merupakan bentuk lain dari merger, yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk satu perusahaan baru. Afiliasi, yaitu penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian (controlling interest). Perusahaan yang dikuasai tersebut tidak kehilangan status hukumnya dan masih beroperasi sebagaimana perusahaan lainnya.

Sifat Penggabungan Usaha  Horizontal integration Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama, misalnya perusahaan consumer product bergabung dengan perusahaan consumer product juga. Vertical integration Adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda, secara berturut-turut, tahapan produksi dan atau distribusi yang sama, misalnya Merck & Co salah satu produsen obat terbesar, mengakuisisi Medco Containment Services, Inc, distributor obat-obatan dokter. Conglomeration Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk dan atau jasa yang tidak saling berhubungan dan bermacam-macam.

Alasan-alasan Penggabungan Usaha

Ada beberapa alasan yang muncul sehingga beberapa perusahaan mengambil tindakan untuk melakukan penggabungan usaha yaitu : a. Manfaat biaya (Cost Advantange). Acapkali lebih murah bagi perusahaan untuk memperoleh fasilitas yang dibutuhkan melalui penggabungan dibandingkan melalui pengembangan, terutama pada keadaan inflasi. b. Risiko Lebih Rendah (Lower Risk). Membeli lini produk dan pasar yang telah didirikan biasanya lebih besar risikonya dibandingkan dengan mengembangkan produk baru dan pasarnya. Penggabungan usaha kurang berisiko terutama ketika tujuannya adalah diversifikasi. c. Penundaan Operasi Lebih Sedikit (Fewer Operating Delays). Fasilitasfasilitas pabrik yang diperoleh melalui penggabungan usaha dapat diharapkan untuk segera beroperasi. Sedangkan apabila membangun fasilitas perusahaan yang baru akan menimbulkan masalah yang baru juga misalnya perlunya izin pemerintah. d. Mencegah Pengambilalihan (Avoidance of Takeovers). Beberapa perusahaan bergabung untuk mencegah pengambilalihan diantara mereka. e. Akuisisi Harta Tidak Berwujud (Acquisition of Intangible Assets).Penggabungan usaha melibatkan penggabungan sumber daya tidak berwujud maupun berwujud. Akusisi atas hak paten, hak atas mineral, database pelanggan, atau keahlian manajemen mungkin menjadi faktor utama yang memotivasi suatu penggabungan usaha. f. Alasan-alasan lain. Selain untuk perluasan, perusahaan-perusahaan mungkin memilih penggabungan usaha untuk memperoleh manfaat dari segi pajak. Meskipun pada dasarnya strategi penggabungan usaha yang dilakukan oleh beberapa perusahaan memberikan banyak manfaat, tetapi ada juga risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan yang melakukan penggabungan tersebut yaitu risiko sumber daya manusia, dalam hal ini dampak dari penggabungan usaha tersebut. Metode Pencatatan dalam Penggabungan Usaha Penggabungan badan-badan usaha tersebut dapat dipengaruhi oleh metode akuntansi yang diterapkan untuk mencatat akuisisi dan merger. Berdasarkan pendapat Beams (2002:6), ada dua macam metode akuntansi yang dikembangkan di Amerika Serikat dan kemudian dipakai di Indonesia yaitu: 1. Pooling of interest method (Metode Penyatuan Kepemilikan). 2. Purchase method (Metode Pembelian). Metode Penyatuan kepentingan (pooling of interest)

Suatu penggabungan usaha yang memenuhi kriteria PSAK tahun 2007 No. 22 untuk penyatuan kepemilikan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan metode penyatuan. Dalam metode penyatuan kepemilikan, diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaanperusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan dan secara relatif tetap tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru. Karena tidak ada salah satupun dari perusahaan-perusahaan yang bergabung telah dianggap memperoleh perusahaan-perusahaan yang bergabung lainnya, tidak ada pembelian, tidak ada harga pembelian, sehingga karenanya tidak ada dasar pertanggungjawaban yang baru. Pada metode penyatuan, aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. Oleh karena itu setiap goodwill pada buku masing-masing perusahaan yang bergabung akan dimasukkan sebagai aktiva pada entitas yang masih beroperasi (disatukan). Laba ditahan dari perusahaanperusahaan yang bergabung juga dimasukkan dalam entitas yang disatukan, dan pendapatan yang bergabung untuk seluruh tahun dengan mengabaikan tanggal penggabungan usaha dilakukan. Perusahaan-perusahaan terpisah dalam suatu penggabungan usaha masing-masing dapat menggunakan metode akuntansi yang berbeda untuk mencatat aktiva dan kewajiabannya. Dalam penggabungan secara penyatuan kepemilikan, jumlah yang dicatat oleh masingmasing perusahaan dengan menggunakan metode akuntansi yang berbeda dapat disesuaikan menjadi dasar akuntansi yang sama apabila perusahaan tersebut diperlukan oleh perusahaan lainnya. Perubahan metode akuntansi untuk menyesuaikan masing-masing harus berlaku surut, dan laporan-laporan keuangan yang disajikan untuk periode-periode sebelumnya harus disajikan kembali (restated). Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Pooling Of Interest v Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada nilai buku saat diadakan penggabungan v Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah modal perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan yang digabung v Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh, maka harus diadakan penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan digabung

2000. Metode Pembelian (purchase method) Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi yang salah satu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung. Ikatan Akuntan Indonesia. Beams. Edisi7. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih yang diterima perusahaan pengakuisisi. Advanced Accountin. Jika pengakuisisi mengeluarkan saham. Sumber: Floyd A.v Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari laporan keuangan milik perusahaan yang bergabung. maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva. 2001. v Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung. New Jersey. Menurut PSAK tahun 2007 No. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan.19 setiap kelebihan biaya perolehan atas nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh dialokasikan ke goodwill dan diamortisasikan selama maksimum 20 tahun. Biaya ini dialokasikan pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasikan sesuai dengan nilai wajarnya pada tanggal penggabungan. Berdasarkan metode ini perusahaan yang memperoleh atau membeli mencatat aktiva yang diterima dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya.com/2009/10/15/penggabungan-badan-usaha-akuisisi/ . Prentice Hall Inc. maka diestimasi secara proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi (mana yang lebih dapat ditentukan).wordpress. Biaya untuk memperoleh perusahaan (biaya perolehan) ditetapkan dengan cara yang sama seperti pada transaksi lain. http://dwiermayanti. maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabunga. Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Purchase v Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan digabung sebesar nilai wajarnya v Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehan). Bila harga pasar tidak dapat digunakan sebagai indikator.

pdf http://imahido-rochimawati.id/2621/1/B200040336.wordpress.com/ http://diaryintan.blogspot.com/2011/03/26/metode-penggabungan-usaha-2/ .ums.eprints.ac.http://etd.

aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. tidak ada pembelian. Pada metode penyatuan. 2. #Metode Penyatuan kepentingan (pooling of interest) Suatu penggabungan usaha yang memenuhi kriteria PSAK tahun 2007 No. Laba ditahan dari perusahaan- . diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaanperusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan dan secara relatif tetap tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru.Metode Pencatatan dalam Penggabungan Usaha Penggabungan badan-badan usaha tersebut dapat dipengaruhi oleh metode akuntansi yang diterapkan untuk mencatat akuisisi dan merger. tidak ada harga pembelian. ada dua macam metode akuntansi yang dikembangkan di Amerika Serikat dan kemudian dipakai di Indonesia yaitu: 1. Berdasarkan pendapat Beams (2002:6). Purchase method (Metode Pembelian). Dalam metode penyatuan kepemilikan. Oleh karena itu setiap goodwill pada buku masing-masing perusahaan yang bergabung akan dimasukkan sebagai aktiva pada entitas yang masih beroperasi (disatukan). Pooling of interest method (Metode Penyatuan Kepemilikan). Karena tidak ada salah satupun dari perusahaan-perusahaan yang bergabung telah dianggap memperoleh perusahaan-perusahaan yang bergabung lainnya. sehingga karenanya tidak ada dasar pertanggungjawaban yang baru. 22 untuk penyatuan kepemilikan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan metode penyatuan.

maka harus diadakan penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan digabung Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari laporan keuangan milik perusahaan yang bergabung.perusahaan yang bergabung juga dimasukkan dalam entitas yang disatukan. Perubahan metode akuntansi untuk menyesuaikan masing-masing harus berlaku surut. Menurut PSAK . Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Pooling Of Interest Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada nilai buku saat diadakan penggabungan Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah modal perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan yang digabung Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh. #Metode Pembelian (purchase method) Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi yang salah satu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung. dan pendapatan yang bergabung untuk seluruh tahun dengan mengabaikan tanggal penggabungan usaha dilakukan. Biaya untuk memperoleh perusahaan (biaya perolehan) ditetapkan dengan cara yang sama seperti pada transaksi lain. Perusahaan-perusahaan terpisah dalam suatu penggabungan usaha masing-masing dapat menggunakan metode akuntansi yang berbeda untuk mencatat aktiva dan kewajiabannya. Berdasarkan metode ini perusahaan yang memperoleh atau membeli mencatat aktiva yang diterima dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya. jumlah yang dicatat oleh masingmasing perusahaan dengan menggunakan metode akuntansi yang berbeda dapat disesuaikan menjadi dasar akuntansi yang sama apabila perusahaan tersebut diperlukan oleh perusahaan lainnya. dan laporan-laporan keuangan yang disajikan untuk periode-periode sebelumnya harus disajikan kembali (restated). Biaya ini dialokasikan pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasikan sesuai dengan nilai wajarnya pada tanggal penggabungan. Dalam penggabungan secara penyatuan kepemilikan.

maka diestimasi secara proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi (mana yang lebih dapat ditentukan).tahun 2007 No.com/2013/05/metode-pencatatan-dalampenggabungan. serta terus tumbuh dan berkembang. Dalam makalah ini kami akan lebih memfokuskan pembahsan terhada penggabungan usaha yang berbentuk meregr. http://accounting-media. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih yang diterima perusahaan pengakuisisi. Merger. Jika pengakuisisi mengeluarkan saham. Merger merupakan salah satu pilihan terbaik untuk memperkuat fondasi bisnis. Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Purchase Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan digabung sebesar nilai wajarnya Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehan).19 setiap kelebihan biaya perolehan atas nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh dialokasikan ke goodwill dan diamortisasikan selama maksimum 20 tahun.blogspot. Bila harga pasar tidak dapat digunakan sebagai indikator. akuisisi adalah hal yang sangat umum dilakukan agar perusahaan dapat memenangkan persaingan. Sutan Remy Syahdeini dalam makalah berjudul ―Merger. konsolidasi. maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva. maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabunga. Konsolidasi dan Akuisisi Bank‖ memberikan definisi merger atau penggabungan usaha adalah penggabungan dari dua Bank atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu Bank dan melikuidasi Bank-bank lainnya. Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung. jika merger tersebut dapat memberikan sinergi.html .

. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. 22 paragraf 08 tahun 1999 : ‖Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain‖ Sedangkan menurut Hadori Yunus (1981 : 224). Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. pengertiannya adalah sebagai berikut : ‖Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis. Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. dapat diambil kesimpulan bahwa penggabungan usaha merupakan usaha pengembangan atau perluasan perusahaan dengan cara menyatukan perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain menjadi satu kesatuan ekonomi.‖ Dari definisi di atas. maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan.Penggabungan Usaha Pengertian Penggabungan Usaha Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk. mutu produk.

Jenis dan bentuk penggabungan usaha a. merupakan bentuk lain dari merger. terdapat tiga bentuk penggabungan usaha sebagai berikut : . dengan memberikan aktiva tertentu. misalnya suatu perusahaan lain yang kemudian pemasok (supplier) bahan baku perusahaan lain yang kemudian bergabung agar dapat terjaga adanya kepastian bahan baku dan kontinuitas produksi. Perusahaan yang dibelinya sudah tidak mempunyai status hukum lagi dan yang mempunyai status hukum adalah perusahaan yang membelinya. yaitu merupakan kombinasi dari penggabungan horisontal dan vertikal. terdapat dua jenis penggabungan usaha yaitu : 1) Akuisisi (acquisition) adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan. . Bentuk-bentuk penggabungan usaha Adapun bentuk-bentuk penggabungan usaha menurut Arifin S (2002 : 240-241) dapat dibedakan ke dalam beberapa golongan. atau mengeluarkan saham. sehingga tidak ada pihak yang dapat diidentifikasi sebagai perusahaan pengakuisisi (acquirer) b. yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk satu perusahaan baru . yaitu penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh .Afiliasi. Jenis-jenis penggabungan usaha Berdasarkan PSAK No.Konsolidasi. . 2) Penyatuan kepemilikan (uniting of interest/pooling of interest) adalah suatu penggabungan usaha dimana para pemegang saham perusahaan yang bergabung bersama-sama menyatukan kendali atas seluruh. .Penggabungan konglomerat. 2) Sedangkan dari segi hukumnya. yaitu pengakuisisi (acquirer) memperoleh kendali atas aktiva netto dan operasi perusahan yang diakuisisi (acquiree).Penggabungan horisontal. yaitu penggabungan perusahaan-perusahaan yang sejenis yang menjadi satu perusahaan yang lebih besar. antara lain sebagai berikut : 1) Ditinjau dari bentuk penggabungannya. penggabungan usaha dibagi menjadi : . yaitu penggabungan perusahaan yang sebelumnya. mengakui suatu kewajiban. atau secara efektif seluruh aktiva neto dan operasi kendali perusahaan yang bergabung tersebut dan selanjutnya memikul bersama segala resiko dan manfaat yang melekat pada entitas gabungan. Pada umumnya dasar dibentuknya penggabungan usaha ini adalah untuk menghindari adanya persaingan diantara perusahaan yang sejenis dan meningkatkan efisiensi diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan tersebut.Penggabungan vertikal. 22 paragraf 08 tahun 1999. keduanya mempunyai hubungan yang saling menguntungkan.Merger. yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi anak perusahaannya atau dibubarkan. Penggabungan konglomerat ini merupakan gabungan dari perusahaan-perusahaan yang memiliki usaha yang berlainan misalnya perusahaan angkutan bergabung dengan perusahaan jasa hotel dan perusahaan makanan (catering).

dkk (2002 : 259) menyatakan bahwa : ‖Akuisisi yaitu memperoleh atau membeli perusahaan lain dengan cara membeli sebagian besar saham dari perusahaan sasaran. Klasifikasi Akuisisi a) Berdasarkan bentuk dasar akuisisi. mengakui suatu kewajiban. maka akuisisi dapat disimpulkan sebagai pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lain yang dilakukan dengan cara membeli sebagian atau seluruh saham perusahaan. yaitu : . Hitt. Akuisisi adalah penguasaan sebagian saham dari perusahaan subsidiary. dimana perusahaan yang diambil alih tetap memiliki hukum sendiri dan dengan maksud untuk pertumbuhan usaha. terlebih dahulu akan dibahas pengertian dari akuisisi. atau mengeluarkan saham‖. sebuah perusahaan membeli aset atau saham perusahaan lain. Akuisisi Pengertian Akuisisi Sebelum membahas lebih lanjut tentang tujuan dan motivasi perusahaan melakukan akuisisi. dengan memberikan aktiva tertentu. dalam jumlah material (lebih dari 50%)‖.saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian (controlling interest). ‖Akuisisi dapat didefinisikan sebagai sebuah perjanjian.‖ Definisi lainnya menurut P. Sedangkan Michael A.‖ Marcell Go dalam Christina (2003 : 9). 2 paragraf 08 tahun 1999 : ‖Akuisisi (acqusition) adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan. melalui pembelian saham hak suara perusahaan subsidiary. terdapat tiga prosedur dasar yang tepat dilakukan perusahaan untuk mengambil alih perusahaan lain. Perusahaan yang dikuasai tersebut tidak kehilangan status hukumnya dan masih beroperasi sebagaimana perusahaan lainnya. dan para pemegang dari perusahaan lain menjadi sasaran akuisisi berhenti menjadi pemilik perusahaan. yaitu pengakuisisi (acquirer) memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi (acquiree).S Sudarsanan (1999) dalam Christina (2003 : 9). Berdasarkan beberapa definisi di atas. Ada beberapa pendapat dari para ahli tentang definisi akuisisi yang dapat dikemukakan sebagai berikut : Menurut PSAK No. dalam bukunya yang berjudul manajemen grup bisnis menyatakan bahwa : ―Akuisisi sering juga disebut sebagai investasi peranan modal.

yang dapat terjadi pada peristiwa akuisisi saham. perusahaan yang akan mengakuisisi dapat berhubungan langsung dengan pemegang saham target lewat tender offer. Akuisisi assets dilakukan dengan cara pemindahan hak kepemilikan aktiva-aktiva yang dibeli.Seringkali sejumlah minoritas pemegang saham dari perusahaan target tetap tidak mau menyerahkan saham mereka untuk dibeli dalam tender offer. . baik dibeli secara tunai.1) Merger atau konsolidasi Istilah merger sering digunakan untuk menunjukkan penggabungan dua perusahaan atau lebih.Dalam akuisisi saham. Perusahaan yang diakuisisi dan yang mengakuisisi bersaing untuk memasarkan produk yang mereka tawarkan Akuisisi vertikal Akuisisi ini dilakukan terhadap perusahaan yang berada pada tahap proses produksi yang berbeda. tidak diperlukan rapat umum pemegang saham (RUPS) dan pemungutan suara . Sedangkan consolidation menunjukkan penggabungan dari dua perusahaan atau lebih. . b) Berdasarkan keterkaitan operasinya. sehingga perusahaan target tetap tidak sepenuhnya terserap ke perusahaan yang mengakuisisi. ataupun menggantinya dengan sekuritas lain (saham atau obligasi). Misalnya. 1998 : 648-651) . akusisi dikelompokkan sebagai berikut : Akuisisi Horisontal Akuisisi ini dilakukan terhadap perusahaan lain yang mempunyai bisnis atau bidang usaha yang sama.Akuisisi saham seringkali dilakukan secara tidak bersahabat untuk menghindari manajemen perusahaan target yang seringkali menolak akuisisi tersebut. Akuisisi perusahaan yang menghasilkan food-product oleh perusahaan komputer. 2) Akuisisi saham Cara kedua untuk mengambil alih perusahaan lain adalah membeli saham perusahaan tersebut. dapat dikatakan sebagai akuisisi konglomerat (Suad Husnan. 3) Akuisisi Assets Suatu perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan jalan membeli aktiva perusahaan tersebut. Cara ini akan menghindarkan perusahaan dari kemungkinan memiliki pemegang saham minoritas. dan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung tersebut hilang. Akuisisi konglomerat Perusahaan yang mengakuisisi dan yang diakuisisi tidak mempunyai keterkaitan operasi.Dalam akuisisi saham. dan kemudian tinggal nama salah satu perusahaan yang bergabung. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk memilih antara akuisisi saham atau merger : . perusahaan rokok mengakuisisi perusahaan perkebunan tembakau. kemudian muncul nama baru dari perusahaan gabungan.

lebih besar dari penjumlahan masing-masing nilai perusahaan yang digabungkan. c) Penurunan biaya Penurunan biaya mungkin dapat terjadi sebagai akibat dari peningkatan unit yang dihasilkan. Sinergi yang dihasilkan akuisisi ada dua jenis yaitu operasional sinergi dan sinergi keuangan. Sedangkan peningkatan daya saing dapat terjadi apabila penggabungan usaha tersebut meningkatkan pengusaan pasar oleh perusahaan sehingga menimbulkan kekuatan monopoli. Menurut Suad Husnan (1998 : 658-660) motivasi akuisisi adalah sebagai berikut : a) Sinergi Sinergi merupakan nilai gabungan dari kedua perusahaan yang bergabung. Selain itu. Beberapa perusahaan melakukan akuisisi karena adanya beberapa motivasi. yaitu keinginan untuk memasuki industri yang lebih luas dan menguntungkan dimana industri target berada. Jadi. Apabila penggabungan perusahaan menyebabkan kombinasi perusahaan tersebut mampu meminjam lebih besar tanpa harus meningkatkan biaya kebangkrutan. maka akan memiliki jenis usaha yang lebih besar tanpa harus memulai usaha dari awal. atau menembus target pasar yang semula sulit untuk dilakukan. Sedangkan sinergi keuangan. memperbaiki sistem distribusi. akan terjadi jika telah diperoleh sinergi. sehingga dapat menekan biaya atau menaikkan penghasilan. d) Penghematan pajak Perusahaan melakukan akuisisi sebagai potensi memperoleh penghematan pajak. faktor yang paling mendasari perusahaan melakukan akuisisi adalah motif ekonomi (mendapat keuntungan). perusahaan mampu mencapai pertumbuhan lebih cepat daripada harus membangun unit usaha sendiri.Motivasi Akuisisi Alasan yang sering dikemukakan ketika perusahaan bergabung dengan perusahaan lain atau melakukan akuisisi adalah karena dengan akuisisi. maka tambahan pinjaman tersebut akan mampu memberikan manfaat dalam bentuk tax savings. karena semuanya sudah dirintis oleh . sehingga menekan biaya rata-rata (economies of scale) menghilangkan manajemen yang kurang efisien dan penggunaan sumberdaya yang komplementer. kondisi saling menguntungkan Pdari peristiwa akuisisi. juga merupakan sumbersumber untuk mengurangi biaya. strategi benefits. pendapatan dapat meningkat karena kegiatan pemasaran yang lebih baik. Strategi benefits memungkinkan perusahaan mengembangkan produk. berasal dari penghematan yang dinikmati perusahaan yang berasal dari sumber pendanaan (financing) b) Peningkatan pendapatan Dengan adanya akuisisi. Pemasaran yang lebih baik dapat terjadi karena pemilihan bentuk dan media promosi yang lebih tepat. dan menyeimbangkan komposisi produk. e) Diversifikasi Manajemen melakukan akuisisi untuk tujuan diversifikasi usaha. Salah satu sumber penghematan pajak adalah untuk meningkatkan debt capacity. dan dengan menggabungkan dua badan usaha yang berbeda ini. dan peningkatan daya saing. Operasional sinergi adalah sinergi yang dinikmati perusahaan karena kombinasi dari beberapa operasi.

meliputi : Mengevaluasi kesehatan organisasi dan budaya perusahaan Mengembangkan pendekatan integrasi .Hasil-hasil Sedangkan menurut Alfred Rappaport (1979) dalam Christina (2003: 16) proses analisis akuisisi melalui tiga tahap yaitu : 1) Planning Proses perencanaan akuisisi dimulai dengan suatu analisis terhadap corporate objectives and . sehingga perusahaan pengakuisisi hanya melanjutkan apa yang telah ada. . Manfaat Akuisisi Menurut Shapiro (1991 : 933) dalam Christina (2003 : 12).S Sudarsaman (1999 : 50) dalam Christina (2003 : 15) terdiri dari tiga tahap. keuntungan atau manfaat akuisisi adalah sebagai berikut : 1) Peningkatan tingkat pertumbuhan yang lebih cepat dalam bisnis sekarang daripada melakukan pertumbuhan secara internal. menyaring dan mengidentifikasi perusahaan target. 2) Mengurangi tingkat persaingan dengan membeli beberapa badan usaha guna menggabungkan kekuatan pasar dan pembatasan persaingan. sebelum memutuskan untuk akuisisi terhadap suatu perusahaan terlebih dahulu akan berusaha memahami secara lebih jelas mengenai prospek dan sasaran yang akan dicapai. terutama karena pembelian suatu unit bisnis tertentu pada umumnya berkaitan dengan jumlah uang yang relatif besar dan membutuhkan waktu yang relatif lama.Menyesuaikan strategi.perusahaan yang diakuisisi. alasan penciptaan nilai dan kriteria akuisisi Meneliti. 3) Memasuki pasar baru penjualan dan pemasaran sekarang yang tidak dapat ditembus 4) Menyediakan managerial skill. meliputi : Pengembangan strategi pengarahan Mengevaluasi keuangan dan perhitungan harga perusahaan target Negosiasi dan transaksi pembiayaan 3) Tahap integrasi (penggabungan). Evaluasi strategi terhadap sasaran dan menilai kelayakan akuisisi 2) Tahap negosiasi. sehingga bagi perusahaan pengambil alih. yaitu adanya bantuan manajerial mengelola aset-aset badan usaha. organisasi dan budaya antara perusahaan pengakuisisi dan perusahaan yang diakusisi.Mengembangkan strategi akuisisi. Proses Akuisisi Proses akuisisi merupakan suatu faktor penting. meliputi : . Proses akuisisi menurut P. yaitu : 1) Tahap persiapan.

Proses pencarian lebih menfokuskan pada ―bagaimana‖ dan ―dimana‖ mencari calon perusahaan yang akan diambil alih. b) Metode penyatuan kepentingan (by pooling of interest). sosial.product market strategics. maka prosedur pencatatan akuntansinya terdiri dari dua macam metode yaitu metode pembelian (by purchase) dan metode penyatuan kepentingan (by pooling of interest) Menurut Hadori Yunus (1981 : 251. Dengan demikian.656) a) Metode pembelian (by purchase) Metode ini mencatat kekayaan perusahaan yang diakuisisi pada harga pasar yang wajar (fair market value) pada buku perusahaan yang melakukan akuisisi. peraturan pemerintah dan faktor sumber daya manusia dengan menggunakan berbagai kriteria seperti kualitas manajemen. Disamping itu. Perlakuan Akuntansi Akuisisi Dilihat dari segi akuntansinya. Dengan lain perkataan. 3) Financial evaluation Proses evaluasi keuangan lebih memfokuskan pada jawaban manajemen atas beberapa pertanyaan mengenai harga tertinggi yang harus dibayar oleh perusahaan pengambil alih serta apa yang menjadi resiko utama. Atau apabila penggabungan badan usaha tersebut berakibat para pemilik perusahaan yang bergabung tidak lagi ikut berpartisipasi secara substansil di dalam perusahaan tunggal yang dibentuk. Sedangkan menurut Suad Husnan (1998 : 655. analisis ini juga meliputi parameter-paratemeter industri seperti proyeksi tingkat pertumbuhan pasar. struktur modal dan kriteria lainnya. Sebagai akibat adanya kombinasi tersebut. dimana pemegang-pemegang dari bagian penting atas pemilikan masing-masing badan usaha itu menjadi pemilik dari badan usaha yang kemudian memiliki harta kekayaan dan usaha-usaha dari perusahaan yang bergabung. maka perusahaan yang melakukan akuisisi dapat menentukan harga perolehan yang baru (new cost . 2) Search and Screen Proses pencarian dan pelacakan merupakan suatu pendekatan sistematik untuk menggabungkan berbagai prospek akuisisi yang menarik dan dianggap menguntungkan. baik secara langsung atau melalui satu atau lebih anak perusahaan. dimana bagian yang terpenting dari pemilikan perusahaan atau perusahaan-perusahaan yang diperoleh itu dieliminasikan. yaitu apabila di dalam suatu kombinasi usaha dari dua atau lebih badan usaha. sebagai akibat kombinasi usaha itu terjadi (timbul) suatu pemilikan baru. yaitu pada suatu kombinasi usaha dari dua atau lebih badan usaha. teknologi dan sebagainya. profitabilitas. apabila dua atau lebih badan usaha diselenggarakan bersama atau digabungkan dengan tujuan untuk melanjutkan usaha-usahanya yang terdahulu. 258) : a) Metode pembelian (by purchase). yang dianggap menunjukkan calon terbaik sesuai dengan sasaran dan kriteria yang dikembangkan dalam tahap proses perencanaan. Analisis ini ditujukan untuk memahami kekuatan dan kelemahan yang meliputi berbagai aspek seperti ekonomi.

Goodwill merupakan selisih antara harga yang dibayar dengan nilai pasar yang wajar dari aktiva yang diakuisisi.wordpress.com/2009/10/15/penggabungan-badan-usaha-akuisisi/ BAB 7 A. Metode ini digunakan apabila perusahaan pengakuisisi menerbitkan saham dengan hak suara (voting stock) sebagai pertukaran minimal sebanyak 90% dari saham denga hak suara yang diakuisisi. http://dwiermayanti. PENGGABUNGAN USAHA Penggabungan Usaha adalah penyatuan entitas-entitas usaha.basis) untuk aktiva-aktiva yang diakuisisi. Perusahaan yang baru. Tidak ada goodwill yang timbul. dimiliki bersama oleh para pemegang saham perusahaan-perusahaan lama. b) Metode penyatuan kepentingan (by pooling of interest) Dengan metode ini. Pada metode ini. Aktiva total dan ekuitas total tidak mengalami perubahaan. Penggabungan entitas usaha . aktiva-aktiva perusahaan baru dinilai sama dengan nilai buku dari perusahaan yang mengakuisisi dan diakuisisi. istilah akuntansi ―goodwill‖ diciptakan.

dan seringkali memberikan manfaat bagi semua entitas yang bersatu dan pemiliknya. misalnya perusahaan consumer product bergabung dengan perusahaan consumer product juga. misalnya Merck & Co salah satu produsen obat terbesar. secara berturut-turut. Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Membeli lini produk dan pasar yang telah didirikan biasanya lebih kecil risikonya dibandingkan dengan mengembangkan produk baru dan pasarnya. Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. . Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. • Vertical integration Adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda. Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk. Alasan-Alasan Penggabungan Usaha Jika perluasan adalah sasaran utama dari perusahaan. seperti kegunaan akuisisi pada perusahaan manufaktur. Penggabungan usaha kurang berisiko terutama ketika tujuannya adalah diversifikasi.yang terpisah adalah suatu alternatif perluasan secara internal melalui akuisisi atau pengembangan kekayaan perusahaan secara bertahap. • Risiko Lebih Rendah (Lower Risk). atau untuk mengimbangi perubahan penghasilan. maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan. 22 paragraf 08 tahun 1999 :‖Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain‖ Sifat Penggabungan Usaha • Horizontal integration Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama. tahapan produksi dan atau distribusi yang sama. Suatu perusahaan melakan diversifikasi untuk mengurangi risiko yang ada pada lini usaha tertentu. Hal ini benar. mengapa usaha diperluas melalui penggabungan dan bukan dengan melakukan konstruksi fasilitas-fasilitas baru? Beberapa alasan yang mungkin untuk memilih penggabungan usaha sebagai alat perluasan adalah: • Manfaat Biaya (Cost Adventage). Seringkali lebih murah bagi perusahaan untuk memperoleh fasilitas yang dibutuhkan melalui pengembangan. perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. distributor obatobatan dokter. Penggabungan usaha secara integrasi vertikal ini diharapkan dapat mengurangi biaya pengiriman obat-obatan ke pasar • Conglomeration Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk dan atau jasa yang tidak saling berhubungan dan bermacam-macam. terutama pada periode inflasi. Inc. mengakuisisi Medco Containment Services. mutu produk.

yaitu penggabungan perusahaan yang sebelumnya. Bentuk Penggabungan Usaha Adapun bentuk-bentuk penggabungan usaha menurut Arifin S (2002 : 240-241) dapat dibedakan ke dalam beberapa golongan. yaitu penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh saham perusahaan lain tntuk memperoleh hak pengendalian (controlling interest). • Mencegah Pengambilalihan (Avoidance of Takeovers). Perusahaan-perusahaan dengan rasio hutang-terhadap ekuitas yang tinggi biasanya bukan merupakan calon pengambilalih yang menarik. Penggabungan usaha melibatkan penggabungan sumber daya tidak berwujud maupun berwujud.• Penundaan Operasi Pengurangan (Fewer Operating Delays). Dalam industri perbankan. terdapat tiga bentuk penggabungan usaha sebagai berikut : • Penggabungan horisontal. contohnya. . yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk satu perusahaan baru • Afiliasi. bank-bank yang independent mengakuisisi bank-bank tetangganya untuk memperluas pangsa pasar (market share) dan berkembang menjadi bank regional. penggabungan usaha dibagi menjadi : • Merger. yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi anak perusahaannya atau dibubarkan. 2) Sedangkan dari segi hukumnya. antara lain sebagai berikut : 1) Ditinjau dari bentuk penggabungannya. merupakan bentuk lain dari merger. Bank menggunakan penggabungan sebagai suatu cara untuk mencegah pengambilalihan oleh bank asing. beberapa di antara mereka memakai strategi pembeli yang agresif sebagai pertahanan terbaik melawan usaha pengambilalihan oleh perusahaan lain. • Penggabungan konglomerat. Penggabungan konglomerat ini merupakan gabungan dari perusahaanperusahaan yang memiliki usaha yang berlainan misalnya perusahaan angkutan bergabung dengan perusahaan jasa hotel dan perusahaan makanan (catering). Fasilitas-fasilitas pabrik yang diperoleh melalui penggabungan usaha dapat diharapkan untuk segera beroperasi dan memenuhi peraturan yang berhubungan dengan lingkungan dan peraturan pemerintah yang lainnya. Beberapa perusahaan bergabung untuk mencegah pengakuisisian diantara mereka. yaitu merupakan kombinasi dari penggabungan horisontal dan vertikal. misalnya suatu perusahaan lain yang kemudian pemasok (supplier) bahan baku perusahaan lain yang kemudian bergabung agar dapat terjaga adanya kepastian bahan baku dan kontinuitas produksi. Perusahaan yang dibelinya sudah tidak mempunyai status hukum lagi dan yang mempunyai status hukum adalah perusahaan yang membelinya. yaitu penggabungan perusahaan-perusahaan yang sejenis yang menjadi satu perusahaan yang lebih besar. • Akuisisi Harta Tidak Berwujud (Acquisition of Intangible Assets). Karena perusahaan-perusahaan yang lebih kecil cenderung lebih mudah diserang untuk diambilalih. keduanya mempunyai hubungan yang saling menguntungkan. • Penggabungan vertikal. Pada umumnya dasar dibentuknya penggabungan usaha ini adalah untuk menghindari adanya persaingan diantara perusahaan yang sejenis dan meningkatkan efisiensi diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan tersebut. • Konsolidasi.

Dalam penggabungan secara penyatuan kepemilikan. Perubahan metode akuntansi untuk menyesuaikan masing-masing harus berlaku surut. Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Pooling Of Interest a) Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada nilai buku saat diadakan penggabungan b) Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah modal perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan yang digabung c) Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh. Perusahaan-perusahaan terpisah dalam suatu penggabungan usaha masing-masing dapat menggunakan metode akuntansi yang berbeda untuk mencatat aktiva dan kewajiabannya. aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. tidak ada pembelian. Pada metode penyatuan. dan laporan-laporan keuangan yang disajikan untuk periode-periode sebelumnya harus disajikan kembali (restated).Perusahaan yang dikuasai tersebut tidak kehilangan status hukumnya dan masih beroperasi sebagaimana perusahaan lainnya. Dalam metode penyatuan kepemilikan. Oleh karena itu setiap goodwill pada buku masing-masing perusahaan yang bergabung akan dimasukkan sebagai aktiva pada entitas yang masih beroperasi (disatukan). Metode Pembelian ((by purchase method)) Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi yang salah satu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung. Laba ditahan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung juga dimasukkan dalam entitas yang disatukan. 22 untuk penyatuan kepemilikan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan metode penyatuan. maka harus diadakan penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan digabung d) Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari laporan keuangan milik perusahaan yang bergabung. Metode Akuntansi untuk Penggabungan Usaha 1. tidak ada harga pembelian. jumlah yang dicatat oleh masingmasing perusahaan dengan menggunakan metode akuntansi yang berbeda dapat disesuaikan menjadi dasar akuntansi yang sama apabila perusahaan tersebut diperlukan oleh perusahaan lainnya. sehingga karenanya tidak ada dasar pertanggungjawaban yang baru. Biaya untuk memperoleh perusahaan (biaya perolehan) ditetapkan dengan cara yang sama . Metode Penyatuan Kepemilikan (by pooling of interest method) Suatu penggabungan usaha yang memenuhi kriteria PSAK tahun 2007 No. diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaanperusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan dan secara relatif tetap tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru. dan pendapatan yang bergabung untuk seluruh tahun dengan mengabaikan tanggal penggabungan usaha dilakukan. Berdasarkan metode ini perusahaan yang memperoleh atau membeli mencatat aktiva yang diterima dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya. Karena tidak ada salah satupun dari perusahaan-perusahaan yang bergabung telah dianggap memperoleh perusahaan-perusahaan yang bergabung lainnya. 2.

f) Untuk menjaga hubungan antar perusahaan. deviden.dengan tidak bergantung kepada satu produk/barang saja. kareana apabila perusahaan melakukan diversifikasi dengan dua produk/barang dan mempunyai fungsi yang hampir sama ketika perusahaan mengalami penurunan perusahaan tersebut bisa menglami kebangkrutan. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih yang diterima perusahaan pengakuisisi. Dalam uraian di depan telah disebutkan bahwa salah satu tujuan investasi adalah untuk mencari keuntungan. Menurut PSAK tahun 2007 No. Dari tulisan para ahli. diversifikasi produk sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. karena diversifikasi sangat membantu. perusahaan yang ingin mencapai tahap dewasapun melakukan diversifikasi produk. kepentingan sosial. melalui pemilikan sebagian ekuitas perusahaan tersebut. Dan seharusnya perusahaan melakukan diversifikasi dengan berbagai macam barang dan tidak mempunya jenis/kegunaan yang hampir sama. . Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Purchase • Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan digabung sebesar nilai wajarnya • Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehan). Biaya ini dialokasikan pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasikan sesuai dengan nilai wajarnya pada tanggal penggabungan. Alasan perusahaan melakukan diversifikasi produk: Alasan perusahaan melakukan diversifikasi produk: Tidak hanya perusahaan yang sudah dewasa. c) Untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain. d) Untuk menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.19 setiap kelebihan biaya perolehan atas nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh dialokasikan ke goodwill dan diamortisasikan selama maksimum 20 tahun. b) Untuk membentuk suatu dana khusus. Jika pengakuisisi mengeluarkan saham. tetapi bagi perusahaan tertentu kemungkinan ada tujuan utama yang lain selain untuk mencari untung. apabila salah satu produk/barang menurun dalam pasaran/tidak laku. misalnya dana untuk kepentingan ekspansi. Secara umum tujuan investasi memang mencari untung. • Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung. maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabunga. Bila harga pasar tidak dapat digunakan sebagai indikator. maka diestimasi secara proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi (mana yang lebih dapat ditentukan). atau uang sewa dan lain-lainnya. antara lain seperti bunga. royalti. Tujuan Investasi Jangka Panjang Suatu perusahaan melakukan investasi jangka panjang tentunya didasarkan pada tujuan tertentu yang kemungkinan berbeda dengan perusahaan lain.seperti pada transaksi lain. e) Untuk mengurangi persaingan di antara perusahaan-perusahaan yang sejenis. perusahaan tersebut akan menjual produk lainnya yang sedang in sekarangn ini. diperoleh informasi bahwa pada umumnya tujuan investasi adalah sebagai berikut: a) Untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode. maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva.

Otherwise. • Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan. maka mereka adalah badan usaha (entity) mandiri. laporan keuangan konsolidasi juga dapat menjadi ekses yang tidak baik. dapat kita tarik suatu pemahaman bahwa. Artinya. Dalam hal ini tentunya perusahaan investor (acquirer). jika tidak memiliki hak kendali (control) yang lebih. Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi • Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan. Disamping memberi manfaat. yaitu: agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa. Dari difinisi umum diatas. Pengendalian (control) diasumsikan diperoleh apabila salah satu perusahaan yang bergabung memperoleh lebih dari 50% hak suara pada perusahaan lain. kecuali apabila dapat dibuktikan sebaliknya bahwa tidak terdapat pengendalian walaupun pemilikan lebih dari 50% (IAI 1994). ditambahkan atau yang sejenisnya. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan Keuangan Konsolidasi adalah laporan keuangan gabungan antara Pemilikan perusahaan pusat atas perusahaan cabangnya. ditambahkan atau yang sejenisnya. dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihakpihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga. jika tidak memiliki hak kendali (control) yang lebih. Konsolidasi diharuskan jika satu perusahaan memiliki mayoritas saham beredar dari perusahaan lain. maka mereka adalah badan usaha (entity) mandiri. artinya mereka masing-masing akan membuat laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk digabungkan. artinya mereka masing-masing akan membuat laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk digabungkan.. antara lain: . Laporan Keuangan Konsolidasi menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk pusat perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih cabang perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan – akan entitas – entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau perusahaan satu perusahaan atau diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. laporan keuangan konsolidasi tidak diperlukan. kreditor dan peyedia dana lainnya. Laporan keuangan konsolidasi harus disusun jika salah satu perusahaan yang bergabung memiliki control (kendali) terhadap perusahaan lain. Laporan tersebut tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi Tujuan laporan keuangan konsolidasi Adapun maksud dan tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun. kepada para pemegang saham. baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi Perlu disadari.B. Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. dalam satu satuan ekonomi.

Gambaran Umum Proses Konsolidasi Sebagai informasi awal. Laporan keuangan konsolidasi harus mengkonsolidasikan seluruh anak perusahaan baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Untuk tujuan konsolidasi. Apabila tanggal pelaporan tersebut berbeda maka laporan keuangan anak perusahaan dengan tanggal pelaporan yang berbeda tersebut dapat digunakan untuk tujuan konsolidasi sepanjang: . • Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen induk perusahaan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. B. begitu pula dengan aktiva. Suatu perusahaan yang memiliki 50% atau kurang saham berhak suara pada perusahaan lain. Penyesuaian dan eliminasi tersebut terkait dengan transaksi dan kepemilkan antar perusahaan. Penyertaan induk perusahaan pada anak perusahaan yang memenuhi salah satu kriteria di atas harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Prosedur Konsolidasi Transaksi dan saldo resiprokal antara induk perusahaan dan anak perusahaan harus dieliminasi. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi. untuk menghasilkan laporan keuangan konsolidasi. tanggal pelaporan keuangan anak perusahaan pada dasarnya harus sama dengan tanggal pelaporan keuangan perusahaan induk. 4 A. yang timbul dari transaksi antara induk perusahaan dan anak perusahaan. misalnya akun piutang • Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar.• Dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus. Ruang Lingkup Laporan Keuangan Konsolidasi Suatu induk perusahaan yang memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% saham berhak suara pada perusahaan lain. secara umum prosedur dan proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi adalah sebagai berikut: • Laporan keuangan terpisah (dari dua entity atau lebih) digabungkan atau ditambahkan bersama sama. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi. harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. setelah beberapa penyesuaian dan eliminasi. • Proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi akan menjadi masalah apabila kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%. b) Anak perusahaan dibatasi oleh suatu restriksi jangka panjang sehingga tidak mampu mengalihkan dananya kepada induk perusahaan. Anak perusahaan tidak dikonsolidasikan apabila: a) Pengendalian pada anak perusahaan bersifat sementara karena anak perusahaan khusus diakuisisi dengan tujuan untuk dijual kembali atau dialihkan dalam jangka pendek. wajib menyusun laporan keuangan konsolidasi apabila dapat dibuktikan bahwa pengendalian tetap ada. harus dieliminasi. • Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk tidak mencerminkan kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan • Beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan.

Sebaliknya. Apabila investor mempunyai pengaruh yang signifikan.‖ Jadi. baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan. maka penyesuaian yang diperlukan harus dilakukan untuk pengaruh dari setiap peristiwa atau transaksi antar perusahaan yang signifikan. tetapi bukan merupakan pengendalian terhadap kebijakan tersebut) dan bukan merupakan anak perusahaan maupun joint venture dari investornya. b. Sedangkan anak perusahaan (subsidiary) didefinisikan sebagai perusahaan yang dikendalikan oleh perusahaan lain (yang disebut induk perusahaan). maka penyertaan saham perusahaan dibukukan dengan metode biaya Pengaruh Signifikan . Perbedaan tanggal pelaporan tersebut tidak lebih dari 3 (tiga) bulan. 15 tentang Akuntansi untuk Investasi pada Perusahaan Asosiasi. Peristiwa atau transaksi material yang terjadi di antara tanggal pelaporan tersebut diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. maka dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan.a. I nvestasi pada anak perusahaan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Hak minoritas dalam laba disajikan tersendiri dalam laporan laba rugi konsolidasi. baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan. kurang dari 20 % hak suara. Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi. terhitung sejak investasi tersebut tidak memenuhi persyaratan sebagai anak perusahaan dan juga bukan perusahaan asosiasi berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. peristiwa dan keadaan yang sama atau sejenis. Apabila tidak mungkin digunakan kebijakan akuntansi yang sama dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi. Apabila laporan keuangan dengan tanggal pelaporan yang berbeda (yang lebih dari tiga bulan) digunakan untuk tujuan konsolidasi. Hak minoritas (minority interest) harus disajikan tersendiri dalam neraca konsolidasi antara kewajiban dan modal. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi. yang terjadi antara tanggal pelaporan yang berbeda tersebut. maka investasi pada investee dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Kepemilikan substansial atau mayoritas oleh investor lain tidak perlu menghalangi investor memiliki pengaruh signifikan. C. INVESTASI PERUSAHAAN ASOSIASI Pengertian perusahaan asosiasi sebagai suatu perusahaan yang investornya mempunyai pengaruh yang signifikan (memiliki wewenang untuk berpartisipasi dalam keputusan yang menyangkut kebijakan keuangan serta operasi investee. Jika investor memiliki. maka harus diungkapkan penggunaan kebijakan akuntansi yang berbeda tersebut dan proporsi unsur yang terkait dengan kebijakan akuntansi tersebut terhadap unsur sejenis dalam laporan keuangan konsolidasi. jika penyertaan saham perusahaan pada perusahaan asosiasi kurang dari 20 %. Sebaliknya. maka investasi dicatat dengan menggunakan metode biaya. 20 % atau lebih dari hak suara pada perusahaan investee. apabila investor tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. jika investor memiliki. maka dipandang mempunyai pengaruh signifikan.

• Metode Biaya Menurut metode biaya. penerapan metode ekuitas . Mengingat pengaruhnya yang signifikan terhadap perusahaan asosiasi.Istilah "perusahaan asosiasi" digunakan untuk menggambarkan suatu perusahaan dimana investor mempunyai pengaruh signifikan. Kepemilikan substansial atau mayoritas oleh investor lain tidak perlu menghalangi investor memiliki pengaruh signifikan. dan dari penyesuaian selisih yang timbul dari penggabungan usaha. dianggap investor tidak memiliki pengaruh signifikan. maka investor dipandang mempunyai pengaruh signifikan. Jika investor memiliki. Sebaliknya. yaitu imbalan investasi (return on investment). kurang dari 20% hak suara. investor memiliki tolok ukur atas kinerja perusahaan asosiasi. Penerimaan dividen yang melebihi laba tersebut dipandang sebagai pemulihan investasi dan dicatat sebagai pengurangan terhadap biaya investasi sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 20% atau lebih dari hak suara pada perusahaan investee. Investor menyakui penghasilan hanya sebatas distribusi laba (kecuali dividen saham) yang diterima yang berasal dari laba bersih yang diakumulasikan oleh investee setelah tanggal perolehan. perbedaan dalam penjabaran valuta asing. baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan. Pilihan Metode Akuntansi dalam Laporan Keuangan Konsolidasi Pengakuan penghasilan berdasarkan dividen yang diterima tidak dapat digunakan sebagai ukuran yang memadai untuk merefleksikan penghasilan yang diperoleh investor dari investasi dalam suatu perusahaan asosiasi karena distribusi yang diterima tersebut hampir tidak ada hubungannya dengan kinerja perusahaan asosiasi. investor mencatat investasinya pada perusahaan investee sebesar biaya perolehan. investasi pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan dan nilai tercatat ditambahkan atau dikurangi untuk mengakui bagian investor atas laba atau rugi investee setelah tanggal perolehan. Perubahan semacam itu meliputi perubahan yang timbul sebagai akibat dari revaluasi aktiva tetap. Investor melaksanakan tanggungjawab ini dengan memperluas lingkup laporan keuangan konsolidasi sehingga mencakup bagiannya atas hasil usaha perusahaan asosiasi dan dengan demikian menyediakan analisis terhadap penghasilan serta investasi sehingga rasio yang lebih relevan dapat dihitung. Distribusi laba (kecuali dividen saham) yang diterima dari investee mengurangi nilai tercatat (carrying amount) investasi. baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan. Sebaliknya apabila investor tidak mempunyai pengaruh yang signifikan maka investasi dicatat dengan menggunakan metode biaya Metode Akuntansi • Metode Ekuitas Menurut metode ekuitas. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi. Apabila investor mempunyai pengaruh yang signifikan maka investasi pada investee dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. jika investor memiliki. Penyesuaian terhadap nilai tercatat tersebut juga diperlukan untuk mengubah hak kepemilikan proporsional investor pada investee yang timbul dari perubahan dalam ekuitas investee yang belum diperhitungkan ke dalam laporan laba rugi. Dengan demikian.

Laporan keuangan perusahaan asosiasl yang paling akhir digunakan oleh investor dalam penerapan metode ekuitas. penyesuaian dilakukan terhadap dampak dari setiap transaksi atau peristiwa signifikan yang terjadi antara investor dan perusahaan asosiasi antara tanggal laporan keuangan perusahaan asosiasi dan tanggal laporan keuangan investor. untuk digunakan oleh investor. investasinya.Penyesuaian yang diperlukan terhadap bagian investor atas laba rugi setelah akuisisi harus dilakukan untuk halhal berikut: a) Penyusutan aktiva tetap berdasarkan nilai wajarnya. Jika penyamaan tanggal tidak mungkin dilakukan. akan tetapi prinsip konsistensi mempersyaratkan bahwa jangka waktu penggunaan tanggal tersebut konsisten dari periode ke periode. 4 tentang Laporan Keuangan Konsolidasi. Jika digunakan laporan keuangan dengan tanggal pelaporan yang berbeda. laporan pada tanggal yang sama dengan laporan keuangan investor. seluruh atau sebagian. Apabila . Investor menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal dimana: a) investor tidak lagi memiliki pengaruh signifikan dala perusahaan asosiasi tetapi menahan. konsep yang mendasari prosedur konsolidasi yang digunakan dalam perolehan anak perusahaan digunakan dalam perolehan investasi dalam perusahaan asosiasi. Selisih (baik positif maupun negatif) antara biaya perolehan (acquisition cost) dengan bagian investor atas nilai wajar aktiva neto yang dapat diidentifikasi (net identificable asset) pada tanggal akuisisi harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Jika tanggal pelaporan tersebut berbeda. Selanjutnya. Investasi di perusahaan asosiasi dipertanggungjawabkan dengan menggunakan metode biaya jika perusahaan asosiasi beroperasi dengan pembatasan yang ketat dalam jangka panjang sehingga secara signifikan mempengaruhi kemampuannya untuk mengalihkan dana kepada investor. atau b) penggunaan metode ekuitas tidak lagi sesuai karena beberapa alasan Penerapan Metode Ekuitas Terdapat beberapa prosedur dalam penerapan metode ekuitas yang tidak berbeda dengan prosedur konsolidasi sebagaimana dijelaskan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Investasi di perusahaan asosiasi juga dipertanggung jawabkan dengan menggunakan metode biaya jika investasi diperoleh dan dimiliki secara khusus dengan tujuan untuk dijual dalam jangka pendek. Laporan keuangan investor lazimnya disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi untuk transaksi dan peristiwa yang sama dalam keadaan yang serupa. b) Amortisasi atas selisih antara biaya perolehan dan bagian investor atas nilai wajar aktiva neto yang dapat diidentifikasi (investor's share of the fair value of net identifiable assets) . dapat digunakan laporan keuangan yang disusun pada tanggal pelaporan yang berbeda. laporan tersebut biasanya disajikan pada tanggal yang sama dengan laporan keuangan investor. perusahaan asosiasi sering menyajikan. Investasi dalam perusahaan asosiasi dipertanggungjawabkan dengan metode ekuitas sejak tanggal pada saat investasi tersebut memenuhi definisi perusahaan asosiasi.memungkinkan pelaporan aktiva bersih dan penghasilan bersih oleh investor dengan lebih informatif. 22 tentang Akuntansi Penggabungan Usaha.

Jika perusahaan asosiasi selanjutnya laba. off-balance-sheet entity ini diciptakan oleh suatu pihak (transferor atau sponsor) yang mentransfer asset ke pihak lain (SPV) untuk melaksanakan aktivitas bisnis maupun transaksi bisnis tertentu. atau hipotek ke dalam bentuk liquid • Mengurangi besarnya pajak Karakteristik SPE : • Memiliki modal yang terbatas • Biasanya tidak memiliki manajemen yang independen • Fungsi administratifnya sering dijalankan oleh suatu trustee yang menerima dan mendistribusikan kas sesuai dengan persyaratan kontrak. Kerugian selanjutnya diakru oleh investor apabila telah timbul kewajiban atau investor melakukan pembayaran kewajiban perusahaan asosiasi yang dijaminnya. Tujuan SPE : • Mendanai aset tertentu atau layanan tertentu dan tetap membuat hutang perusahaan induk (sponsor) off-balance-sheet • Mengubah aset finansial tertentu. D. pinjaman. sekaligus bertindak sebagai perantara SPV dengan pihak yang membentuk SPV.Jika. maka salah satu pihak akan memberikan jasa tertentu sesuai perjanjian. dan temporary). Alasan pembentukan SPE : . SPECIAL PUPURPOSE ENTITY (SPE) Special Purpose Entity (SPE) adalah suatu entitas yang dibentuk oleh perusahaan sponsor/perusahaan induk untuk suatu tujuan tertentu (khusus. berdasarkan metode ekuitas. misalnya untuk membagi atau menghilangkan resiko finansial.perusahaan asosiasi menggunakan kebijakan akuntansi yang lain daripada yang digunakan investor untuk transaksi dan peristiwa yang sama. Pada dasarnya. maka penyesuaian tertentu dilakukan terhadap laporan keuangan perusahaan asosiasi apabila laporan tersebut digunakan oleh investor dalam penerapan metode ekuitas. fakta adanya perbedaan tersebut harus diungkapkan. investor akan mengakui penghasilan apabila setelah bagiannya atas laba menyamai bagiannya atas kerugian bersih yang belum diakui. sempit. SPV ini merupakan salah satu bentuk off-balance-sheet-financing. maka nilai tercatat ditentukan untuk setiap perusahaan asosiasi secara individual. bagian investor atas kerugian perusahaan asosiasi sama atau melebihi nilai tercatat dari investasi. maka investasi dilaporkan nihil. Jika perusahaan asosiasi memiliki saham preferen kumulatif yang dimiliki oleh pihak luar. Jika penyesuaian semacam itu tidak dapat dilakukan. investor menghitung bagiannya atas laba atau rugi setelah penyesuaian untuk dividen saham prioritas dengan mengabaikan apakah dividen tersebut telah atau belum dideklarasikan. • Jika SPV memegang aset. Karena investasi pada perusahaan asosiasi secara individual penting bagi investor. Jika terjadi penurunan permanen atas nilai investasi dalam perusahaan asosiasi. seperti hutang dagang. nilai tercatat dikurangkan untuk mengakui penurunan tersebut.

Yulia Silvianti.com/2012/01/penggabungan-usaha.html PENGGUNAAN PURCHASE METHOD METHOD DALAM PENGGABUNGAN TERHADAP PAJAK PENGHASILAN May 5.blogspot.Y.T.• • • • • Risk Keuntungan Financial Regulatory Sekuritisasi sharing kompetitif enginering reasons Standar akuntansi : • Accounting Research Bulletin (ARB) 51. Andrie K. Arief Prasetyo. Tahun 2005 Abstraksi . 2011 by Yulia Silvianti Oleh : DAN POOLING OF INTEREST USAHA DAN PENGARUHNYA Joko Galungan.. Rainando G. Christwan. Dewi Utari. Consolidated Financial Statement • SFAS 125 Accounting for Transfer and Servicing of Financial Assets and Extinguishment of Liabilities • FASB Interpretation 46 (R) SIC-12 PSAK No 4 Tahun 2002 http://asdarmunandar.

pajak penghasilan. meningkatkan daya saing. perusahaan dapat melakukan merger dan akuisisi.puchase method. keinginan menjadi kelompok yang terbesar didunia. Pengembangan perusahaan dapat dilakukan dengan cara perluasan usaha yang disebut juga sebagai usaha secara internal (internal growth) maupun pertumbuhan eksternal (external growth). Dalam metode ini. 22 mengenal adanya 2 (dua) metode yang bisa digunakan dalam penggabungan usaha yaitu Purchase method danPooling of Interest method. tujuan non-ekonomis misalnya karena perusahaan sudah lemah secara modal dan keterampilan manajemen. Kondisi demikian menuntut perusahaan untuk selalu mengembangkan strategi perusahaan agar dapat bertahan atau bahkan dapat lebih berkembang. pooling of interest method. memperkuat bisnis inti. memperluas pasar. Dengan pertumbuhan internal. Pooling of Interest Method mengasumsikan kepemilikan perusahaan-perusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan secara relatif tetap tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru. antara lain mengoptimalkan sinergi. business combination. Sutojo (1992) membagi tujuan perusahaan melakukan merger dan akuisisi dalam dua kategori yaitu tujuan ekonomis dan non-ekonomis. karena harta perusahaan dinilai berdasarkan nilai buku (book value). tax saving. Di sisi lain. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (selanjutnya disebut dengan PSAK) No. meskipun ada kemungkinan . akuisisi. Maksud tujuan ekonomis adalah perusahaan target yang menjadi sasaran penggabungan memiliki keunggulan kompetitif. Sedangkan. Purchase Method memiliki asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi dimana suatu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung. aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai pasarnya. penetrasi dan proteksi pasar. Apabila terjadi selisih antara nilai wajar (market value) dan nilai buku (book value) aktiva. manajemen pajak. merebut saluran distribusi. Untuk pertumbuhan eksternal. dan apabila dimanfaatkan mampu menghasilkan sinergi. akuisisi terhadap produk pesaing. Penggabungan usaha menggunakan metode ini tidak akan menimbulkan objek pajak penghasilan. Untuk itu perusahaan perlu mengembangkan suatu strategi yang tepat agar perusahaan dapat mempertahankan eksistensinya dan memperbaiki kinerjanya. I. merger. maka selisih tersebut adalah penghasilan yang merupakan objek pajak. persaingan usaha diantara perusahaan yang ada semakin ketat.Penggabungan usaha merupakan penyatuan dua atau lebih entitas usaha yang terpisah menjadi satu entitas usaha. dan efisiensi perpajakan. perusahaan berusaha untuk meningkatkan nilai pemegang saham (shareholders’ value) melalui ekspansi yang dilakukan di dalam perusahaan sendiri. Perusahaan yang memilih melakukan penggabungan dengan menggunakan metode ini diharuskan memenuhi beberapa persyaratan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kata kunci : penggabungan usaha. PENDAHULUAN Memasuki era pasar bebas. Beberapa alasan yang mendasari pelaksanaan penggabungan usaha.

merger dan akuisisi.3 menjelaskan bahwa penggabungan usaha adalah pengabungan entitas-entitas dan bisnis-bisnis terpisah ke dalam suatu entitas pelapor dan hampir semua penggabungan usaha bertujuan agar suatu entitas (pengakuisisi) dapat mengendalikan entitas lain (perusahaan yang diakuisisi). 27 tahun 1998. B. peleburan. 22 sehingga dapat disimpulkan bahwa peleburan usaha digolongkan ke dalam penggabungan usaha. Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua perseroan atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara membentuk suatu perseroan baru dan masing-masing perseroan yang meleburkan diri menjadi bubar. Istilah Peleburan Usaha tidak dikenal dalam PSAK No. dan pengambilalihan. Menurut Praktisi Hukum Istilah penggabungan usaha dalam kaca mata hukum bisa dilihat dalam Peraturan Pemerintah RI No.penggabungan usaha yang dilakukan tersebut tidak menguntungkan karena diambil alih oleh pihak bank. . sehingga keuntungan yang akan diperoleh juga lebih besar dibandingkan jika mereka melakukan usaha sendiri-sendiri. Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih baik seluruh atau sebagian besar saham perseroan yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perseoroan tersebut. Menurut Praktisi Akuntansi Paragraph 8 PSAK No. I.22 mendefinisikan penggabungan usaha sebagai penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan lain. Dengan bergabung. Ada tiga macam bentuk penggabungan usaha yaitu : konsolidasi. PENGERTIAN PENGGABUNGAN USAHA A. dua perusahaan atau lebih menjadi lebih mungkin untuk saling menunjang kegiatan usaha. yaitu pengakuisisi memperoleh kendali atas aktiva netto dan operasi perusahaan yang diakuisisi dengan memberikan aktiva tertentu. IFRS No. Sementara istilah Pengambil alihan dikenal dengan istilah akuisisi yang didefinisikan sebagai suatu penggabungan usha dimana salah satu perusahaan. Inilah yang dimaksud dengan sinergi. mengakui suatu kewajiban atau mengeluarkan saham. yaitu penggabungan. Penggabungan Usaha adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lain yang telah ada dan selanjutnya perseroan yang menggabungkan diri menjadi bubar.

PSAK No. Selanjutnya IAS No. Sedangkan pemekaran usahaadalah pemisahan satu badan usaha menjadi dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha baru tersebut yang dilakukan tanpa likuidasi badan usaha yang lama. 3 tentang ―Business Combination‖ yang berlaku efektif sejak 31 Maret 2004.C. dan praktisi perpajakan lebih menekankan merger dan akuisisi sebagai dua entitas yang berbeda saat sebelum dan sesudah penggabungan III. Menurut Praktisi Perpajakan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 422/KMK. 22 tentang ―Business Combination‖. Dalam perkembangannya APB Opinion No. Istilah Peleburan Usaha didefinisikan sebagai penggabungan dari dua atau lebih badan usaha dengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badanbadan usaha yang bergabung tersebut. peleburan usaha. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut di atas. maka dapat disimpulkan bahwa praktisi hukum lebih menekankan kepada pengertian merger dan akuisisi entitas legal. Sejarah perkembangan akuntansi penggabungan usaha di Indonesia dipengaruhi oleh akuntansi penggabungan usaha yang berlaku di Amerika Serikat. dan pemekaran usaha. Penggabungan usaha adalah penggabungan dari dua badan usaha atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan melikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung.04/1998 Pasal 1 tanggal 9 September 1998 menggunakan istilah penggabungan usaha.16 diadopsi oleh International Standard Accounting Board (IASB) yang mengeluarkan International Accounting Standard (IAS) No. Sejarah Standar Akuntansi Tentang Penggabungan Usaha di Indonesia Akuntansi penggabungan usaha telah menyedot perhatian kalangan praktisi dan akademisi akuntan secara luas. 22 tentang ―Business Combination‖. KETENTUAN AKUNTANSI KOMERSIAL A. 22 tersebut berlaku efektif sejak 1 Januari 1995 sampai sekarang. Sejak tahun 1970 sampai dengan awal decade 2000-an di Amerika telah diberlakukan Accounting Principles Board (APB) Opinion No. 22 tentang Akuntansi Penggabungan Usaha merupakan adopsi penuh IAS No. 22 digantikan oleh International Financial Reporting Standard (IFRS) No. Standar akuntansi yang berlaku di Indonesia yaitu PSAK. standar akuntansi keuangan menetapkan definisi merger dan akuisisi secara luas dalam pengertian perusahaan sebagai entitas ekonomi. . No. 16 tentang Accounting Standard untuk ―Business Combination‖.

Dari 2 (dua) cara ini lahirlah metode pencatatan yang dikenal. 22 dalam menggunakan Pooling of Interest Method danPurchase Method. maka tidak terdapat objek pajak penghasilan. Penjelasan kedua metode ini sebagai berikut : 1. 22 .B. 22 dan PSAK NO. Dengan kata lain aktiva dan kewajiban perusahaan yang melakukan penggabungan usaha ditambahkan dalam perusahaan yang menjadi survival company. Oleh karena tidak ada selisih antara nilai pengalihan dan nilai buku. namun harus tetap memperhatikan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh PSAK No. Selisih antara nilai pengalihan dan nilai buku merupakan keuntungan yang menjadi objek pajak penghasilan 2. penerbitan saham baru dan pembelian aktiva perusahaan yang diakuisisi. Purchase Method Metode ini menggunakan nilai pasar dalam pengalihan aktiva dan kewajiban yang dialihkan. Larangan ini ditetapkan karena walaupun terdapat kriteria yang ditetapkan oleh IAS No. IAS No. Kedua metode ini merupakan pilihan yang dapat digunakan .3 tidak lagi mengijinkan penggunaan Pooling of Interest Method dan menyebutkan bahwa semua penggabungan usaha harus dicatat dengan menggunakan Purchase Method.3 ini sehingga dalam prakteknya di Indonesia manajemen seringkali melakukan pemilihan metode pencatatan berdasarkan metode yang menguntungkan bagi kepentingan dan tujuan mereka . yaitupooling of interest method dan purchase method. Metode Pencatatan Penggabungan Usaha Dalam praktik bisnis. penggabungan usaha dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu. manajemen seringkali mencari celah agar dapat menggunakan salah satu dari dua metode pencatatan tersebut yang menguntungkan bagi mereka. Pooling of Interest Method Metode yang menggunakan nilai buku dalam pengalihan aktiva dan kewajiban yang dialihkan. Indonesia belum mengadopsi IFRS No. 22 memberikan ijin atas penggunaan Pooling of Interest Method dan Purchase Method. Sedangkan IFRS No.

pemecahan atau pengambilalihan usaha adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar.03/2003 Jo. pemekaran. peleburan. kecuali ditetapkan lain oleh Menteri Keuangan. tidak boleh mengalihkan kerugian/sisa kerugian badan usaha lama. kecuali : Wajib Pajak tersebut melakukan revaluasi aktiva tetapnya terlebih dahulu. dan masih aktif menjalankan usahanya. peleburan atau pemekaran usaha dengan menggunakan nilai buku. yaitu pasal 10 ayat (3) tentang nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan. PMK-75/PMK. Pasal 10 ayat (3) Undang-undang PPh.03/2005 yang memuat ketentuan sebagai berikut :  Wajib Pajak (WP) dapat menggunakan nilai buku dalam rangka penggabungan atau peleburan usaha Untuk dapat melakukan penggabungan. untuk menyesuaikan dengan ketentuan akuntansi yang berlaku.IV. diberikan juga alternatif pemakaian nilai buku sebagai nilai perolehan aktiva yang dialihkan. menyatakan bahwa : ―Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dilakukan dalam rangka likuidasi.‖ Pernyataan dalam UU PPh tersebut menunjukkan kesamaan dengan Purchase Method dalam ketentuan akuntansi yang berlaku di Indonesia yang menggunakan nilai wajar dari aktiva dan kewajiban yang dialihkan.04/1998 Jo KMK469/KMK. WP wajib mengajukan permohonan kepada Direktorat Jenderal Pajak dan melunasi seluruh utang pajak dari tiap badan usaha terkait WP yang melakukan penggabungan atau peleburan usaha dengan menggunakan nilai buku. Hanya satu pasal dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994 dan terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 selanjutnya disebut Undang-undang PPh yang menyentuh secara langsung.04/1998 Jo. KMK-211/KMK. penggabungan. danWajib Pajak yang menerima penggabungan usaha atau Wajib   . KETENTUAN PERPAJAKAN Ketentuan perpajakan yang mengatur khusus masalah penggabungan usaha sangat terbatas. Namun. Ketetapan dan syaratnya diatur oleh Menteri Keuangan dalam KMK-422/KMK.

Pajak hasil peleburan usaha harus aktif menjalankan usaha sekurang-kurangnya sampai dengan 2 (dua) tahun setelah selesainya proses penggabungan atau peleburan usaha. 3. Proteksi pasar.  Wajib Pajak yang menerima pengalihan harta dengan nilai buku mencatat nilai perolehan harta tersebut sesuai dengan nilai sisa buku sebagaimana tercantum dalam pembukuan pihak atau pihak-pihak yang mengalihkan Penyusutan atas harta yang diterima berdasarkan nilai buku dilakukan berdasarkan masa manfaat yang tersisa sebagaimana tercantum dalam pembukuan pihak atau pihak-pihak yang mengalihkan Apabila penggabungan. atau pemekaran usaha yang menggunakan nilai buku dilakukan dalam tahun berjalan. peleburan atau pemekaran usaha dapat dipindahbukukan menjadi pembayaran. Penggunaan nilai buku sebagai nilai perolehan aktiva yang dialihkan ini menunjukkan kesamaan perlakuan dengan Pooling of Interest Method dalam akuntansi komersial di Indonesia. peleburan. Memperluas pasar. 4. V. MANFAAT & KELEMAHAN PENGGABUNGAN USAHA Secara umum. Pembayaran. dan pemotongan Pajak Penghasilan yang telah dilakukan oleh pihak atau pihak-pihak yang mengalihkan sebelum dilakukannya penggabungan. antara lain : 1. 2. maka jumlah angsuran Pajak Penghasilan Pasal 25 dari pihak atau pihak-pihak yang menerima penghasilan tidak boleh pihak kecil dari jumlah angsuran yang wajib dibayar oleh pihak atau pihak-pihak yang mengalihkan. pemungutan. ada beberapa manfaat yang mungkin diperoleh oleh pihak-pihak yang melakukan penggabungan usaha. atau pemotongan Pajak Penghasilan dari Wajib Pajak yang menerima pengalihan. pemungutan.    . Mengoptimalkan sinergi. Akuisisi terhadap produk pesaing.

Menghemat waktu untuk memasuki bisnis baru. Di samping itu. 8. Merebut saluran distribusi. Memperoleh kemudahan dana atau pembiayaan karena kreditor lebih percaya dengan perusahaan yang telah berdiri dan mapan. Mengurangi resiko kegagalan bisnis karena tidak harus mencari konsumen baru. 3. menurut Suta (1992:13) keunggulan dan manfaat penggabungan usaha. Memperoleh sistem operasional dan administratif yang mapan. 6. antara lain : 1.5. 2. yaitu : 1. Memperoleh infrastruktur untuk mencapai pertumbuhan yang cepat. Memperoleh pelanggan yang telah mapan tanpa harus merintis dari awal. Melakukan efisiensi perpajakan Secara spesifik. 7. 4. . 7. Memperkuat bisnis inti. Penetrasi pasar. 5. Rusli (1992) mengemukakan lima alasan utama suatu perusahaan melakukan penggabungan usaha melalui merger. 8. Mendapatkan cashflow dengan cepat karena produk dan pasar sudah jelas. Meningkatkan daya saing. 6. 9. Keinginan untuk mengurangi kompetisi antar perusahaan atau ingin memonopoli salah satu bidang usaha. Memperoleh karyawan yang telah berpengalaman.

3.2. Suta (1992:12) mengemukakan bahwa penggabungan usaha juga memiliki kelemahan sebagai berikut : . Komplementaris Penggabungan dua perusahaan sejenis atau lebih secara horizontal dapat menimbulkan sinergi dalam berbagai bentuk. transfer teknologi. misalnya perluasan produk. sumber daya manusia yang tangguh dan sebagainya. 5. 4. keputusan merger dan akuisisi dengan perusahaan yang kuat akan menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. 3. Di samping memperoleh berbagai manfaat. Payamta (1997:5) juga menyebutkan beberapa manfaat lainnya sebagai berikut : 1. 4. Untuk mencapai skala ekonomi tertentu sehingga dapat menjadi lowest cost procedure. Selain manfaat penggabungan usaha yang dikemukakan sebelumnya. Untuk mendapatkan akses pasar atau dana yang relatif murah kapasitas hutang yang semakin besar serta kemampuan baik dalam hal teknologi maupun manajerial. 2. misalnya fungsi research and development akan lebih efektif jika bergabung dengan perusahaan lain yang telah memiliki fungsi tersebut. Untuk memanfaatkan kekuatan pasar yang belum sepenuhnya terbentuk. Untuk memperoleh sumber bahan baku yang murah (dari hulu ke hilir). Mengurangi Persaingan Penggabungan usaha diantara perusahaan sejenis akan mengakibatkan adanya pemusatan pengendalian sehingga dapat mengurangi pesaing. Menyelamatkan Perusahaan dari kebangkrutan Bagi perusahaan yang kesulitan likuiditas dan terdesak oleh kreditur. Pooling Kekuatan Perusahaan-perusahaan yang terlampau kecil untuk mempunyai fungsi-fungsi penting untuk perusahaannya.

dan kenaikan) dapat dihindari oleh para WP. tetapi yang ada bahwa pembayaran pajak dapat diefisienkan. Biaya koordinasi yang mahal. Cara yang mungkin dilakukan oleh para WP yaitu dengan jalan menahan diri untuk tidak . sedangkan efisien mengandung pemahaman bahwa pemborosan yang timbul dalam pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan akibat dari ketidaktahuan. 7.1. bunga. I. Kesulitan menentukan nilai perusahaan target secara akurat. Tidak menjamin peningkatan nilai perusahaan. Menurut Hutagaol. 1. Proses integrasi yang tidak mudah. Tidak menjamin peningkatan kemakmuran pemegang saham. Untuk memperjelas pembahasan. Zain (2005:51) menambahakan bahwa yang dimaksud dengan penghematan pajak adalah usaha memperkecil jumlah utang pajak yang tidak termasuk dalam ruang lingkup pemajakan. Dalam penulisan ini kelompok kami hanya akan membahas mengenai pengaruh pemilihan metode pencatatan penggabungan usaha terhadap jumlah penghematan pajak penghasilan yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Biaya konsultan yang mahal. 5. kami menggunakan ilustrasi kasus Sinar Surya Group. 6. pengertian efektif dalam ini adalah bahwa hak dan kewajiban perpajakannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Seringkali menurunkan moral organisasi. Meningkatnya kompleksitas birokrasi. 2. Dengan demikian pembayaran pajak tidak dapat dihemat (tax saving). HUBUNGAN ANTARA PEMILIHAN METODE PENCATATAN PENGGABUNGAN USAHA DENGAN TAX SAVINGDALAM PAJAK PENGHASILAN Masalah efisiensi perpajakan tercakup dalam kerangka manajemen perpajakan. dan kurang peduli atau lengah (misalnya pengenaan denda. yaitu bahwa yang dimaksud manajemen perpajakan yang baik apabila perusahaan dapat melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya secara efektif dan efisien. 4. 8.

yaitu bahwa yang dimaksud manajemen perpajakan yang baik apabila perusahaan dapat melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya secara efektif dan efisien. HUBUNGAN PENGGABUNGAN PENGHASILAN ANTARA PEMILIHAN USAHA DENGAN TAX METODE PENCATATAN SAVING DALAM PAJAK Masalah efisiensi perpajakan tercakup dalam kerangka manajemen perpajakan. Dengan demikian tidak mungkin penggabungan usaha seperti ini memiliki tujuan efisiensi perpajakan. Menurut Hutagaol. Dengan demikian pembayaran pajak tidak dapat dihemat (tax saving). Pada prakteknya. tetapi yang ada bahwa pembayaran pajak dapat diefisienkan. bahkan jumlah pajak yang dibayar menjadi lebih besar. atau adanya penghematan pajak (tax saving). bunga. . dan kenaikan) dapat dihindari oleh para WP. Efisiensi perpajakan tidak terjadi. penulis akan berusaha membahas adanya hubungan antara pemilihan metode pencatatan penggabungan usaha dengan tax savingdalam pajak penghasilan. Sehubungan dengan itu. atau dengan sengaja mengurangi jam kerja yang dapat dilakukan oleh WP sehingga penghasilannya menjadi kecil. manajemen perpajakan oleh para WP dipahami sebagai upaya efisiensi perpajakan yang tujuan akhirnya adalah mengecilkan jumlah pajak yang masih harus dibayar. sedangkan efisien mengandung pemahaman bahwa pemborosan yang timbul dalam pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan akibat dari ketidaktahuan. pengertian efektif dalam ini adalah bahwa hak dan kewajiban perpajakannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebaliknya jika suatu perusahaan laba melakukan penggabungan usaha dengan perusahaan rugi dan seluruh syarat penggabungan dengan nilai buku dapat dipenuhi. yaitu dengan memfokuskan kepada penggabungan usaha antara perusahaan yang mengalami laba dengan perusahaan yang mengalami rugi melalui ilustrasi kasus Sinar Surya Group di bawah ini. VI. Fokus pembahasan tersebut didasari oleh kondisi bahwa jika ada 2 (dua) perusahaan laba melakukan penggabungan usaha. maka laba dari masing-masing pihak digabungkan sehingga akan terkena tarif pajak yang lebih besar . sehingga dapat terhindar dari pengenaan pajak penghasilan yang besar. Namun.membeli produk-produk yang ada pajak pertambahan nilainya. dan kurang peduli atau lengah (misalnya pengenaan denda. atau pajak penjualannya. maka perusahaan laba tersebut akan memperoleh tax saving dari adanya kompensasi kerugian perusahaan yang mengalihkan aktiva dan kewajibannya tersebut. pemahaman manajemen perpajakan tersebut pada umumnya berbeda dengan apa yang dipahami oleh para WP.

Ilustrasi kasus : Sinar Surya Group afiliasi PT. Efisiensi perpajakan tidak terjadi. yaitu dengan memfokuskan kepada penggabungan usaha antara perusahaan yang mengalami laba dengan perusahaan yang mengalami rugi melalui ilustrasi kasus Sinar Surya Group di bawah ini. maka perusahaan laba tersebut akan memperoleh tax saving dari adanya kompensasi kerugian perusahaan yang mengalihkan aktiva dan kewajibannya tersebut. Fokus pembahasan tersebut didasari oleh kondisi bahwa jika ada 2 (dua) perusahaan laba melakukan penggabungan usaha. atau adanya penghematan pajak (tax saving). Dengan demikian tidak mungkin penggabungan usaha seperti ini memiliki tujuan efisiensi perpajakan. penulis akan berusaha membahas adanya hubungan antara pemilihan metode pencatatan penggabungan usaha dengan tax savingdalam pajak penghasilan. maka laba dari masing-masing pihak digabungkan sehingga akan terkena tarif pajak yang lebih besar . Pada prakteknya. bahkan jumlah pajak yang dibayar menjadi lebih besar. manajemen perpajakan oleh para WP dipahami sebagai upaya efisiensi perpajakan yang tujuan akhirnya adalah mengecilkan jumlah pajak yang masih harus dibayar. sehingga dapat terhindar dari pengenaan pajak penghasilan yang besar. Sehubungan dengan itu. atau dengan sengaja mengurangi jam kerja yang dapat dilakukan oleh WP sehingga penghasilannya menjadi kecil. atau pajak penjualannya. Cara yang mungkin dilakukan oleh para WP yaitu dengan jalan menahan diri untuk tidak membeli produk-produk yang ada pajak pertambahan nilainya. Sebaliknya jika suatu perusahaan laba melakukan penggabungan usaha dengan perusahaan rugi dan seluruh syarat penggabungan dengan nilai buku dapat dipenuhi. ABC PT. Namun.Zain (2005:51) menambahakan bahwa yang dimaksud dengan penghematan pajak adalah usaha memperkecil jumlah utang pajak yang tidak termasuk dalam ruang lingkup pemajakan. pemahaman manajemen perpajakan tersebut pada umumnya berbeda dengan apa yang dipahami oleh para WP. XYZ .

000. ABC Laba bersih PT.000.000. ABC adalah perusahaan yang memiliki akumulasi kerugian sebesar Rp 24. Namun.000.000 21.000. maka gambaran cash flowSinar Surya Group adalah sebagai berikut : PT. Apabila dilakukan penggabungan usaha antara PT.000 9. ABC dan PT.000.000 9.000.000 30. secara komersial PT.000.000. ABC Laba bersih PPh Laba setelah pajak PT.000.000 .500. XYZ adalah dua buah entitas yang berbeda.500.000.000 30.000. XYZ 0 Sinar Surya Group 30. ABC danPT. XYZ adalah perusahaan yang sedang dan akan tumbuh omset maupun laba bersihnya.000.Laba (rugi) ditahan tahun 2005 : Rp (24. ABC dan PT.000  Manajemen Sinar Surya Group berkeinginan untuk melakukan penggabungan usaha antara PT ABC dan PT XYZ dengan menggunakan metode pencatatanpooling of interest yang tujuan untuk melakukan efisiensi perpajakan sehinggacash flow perusahaan di tahun 2006 bisa ditingkatkan.000. XYZ Sinar Surya Group 0 0 0 30.XYZ.000..  PT. XYZ adalah dua buah entitas yang sama yang tergabung dalam Sinar Surya Group. Secara ketentuan perpajakan PT.000.. sehingga performa Sinar Surya Group adalah gabungan dari performa PT.000.000) Rp 45. ABC dan PT. PT.000 Sinar Surya Group memiliki 2 anak perusahaan dengan kondisi yang berbeda. XYZ.000. Gambaran Cash Flow Sinar Surya Group pada tahun 2006 adalah sebagai berikut : PT.000.000.000.000 21.

500.000 1. ABC yang bisa dikompensasikan ke laba PT.000.000 8.000.500.500.650.000.000.000 —————– 34.000 Di sini terlihat bahwa terdapat peningkatan cash flow sebesar Rp 7.000.000) 5.000.500.500.000.000.Kompensasi kerugian Penghasilan kena Pajak PPh Laba setelah pajak 0 0 0 (24.000.000.000.000 – Rp 21.000. maka hal yang perlu menjadi perhatian selanjutnya adalah masalah pemilihan metode pencatatan penggabungan usaha yang dipilih oleh Sinar Surya Group.350.000. ABC pada tahun 2005 : Nilai Buku Aktiva Lancar Aktiva Tetap —————— Total Aktiva Kewajiban 1.500.000) yang diperoleh dari adanya efisiensi perpajakan dengan adanya kerugian PT.000.000 11.. Hal itu dikarenakan besaran tax saving yang diperoleh dari kedua alternatif metode pencatatan ini berbeda.350.000 —————— 23.000 11.000 28.000 8.000.000.650. Aktiva Bersih PT.000 20. Kondisi inilah yang kemudian banyak dilakukan manajemen dan pemegang saham yang memiliki banyak perusahaan afiliasi untuk meningkatkan cash flowmereka secara group perusahaan. XYZ .000.500.000.000.000. Setelah mengetahui adanya manfaat tax saving dari penggabungan usaha.000.350.000.000.000.000.000.000.500.000 28.000.000.350.000.(Rp 28.000 .000.000) 5.000 9. Purchase Method Nilai Pasar 12.000 0 2.000 1.000 (24.000 Selisih 14.

XYZ.000.000. dapat dilihat di atas bahwa terdapat selisih karena revaluasi aktiva tetap hanya sebesar Rp 9. XYZ. Oleh karena pengalihan ini menggunakan nilai buku. Dengan demikian.000.000. ABC merugi. ABC ke PT.000. Aktiva Tetap.000.000.-.yang merupakan keuntungan dan merupakan objek pajak penghasilan. penggunaan nilai buku dalam pengalihan aktiva untuk keperluan penggabungan usaha akan menggugurkan pengalihan kerugian badan usaha yang lama ke badan usaha yang baru.Apabila penggabungan usaha PT ABC dan PT XYZ menggunakan Purchase Method. XYZ. 2.. Pooling Of Interest Method Metode ini menggunakan nilai buku dalam pengalihan aktiva PT. kecuali badan usaha tersebut melakukan revaluasi aktiva tetapnya terlebih dahulu. Kewajiban). Perlu diperhatikan bahwa ketentuan ini hanya mewajibkan revaluasi aktiva tetapnya saja dan bukan seluruh aktiva seperti pada Purchase Method. Perbandingan Tax Saving antara Purchase Method dan Pooling of Interest Method : Keterangan Purchase Method Pooling of Method Interest Selisih Jumlah Kerugian PT (24. maka terdapat selisih nilai pasar sebesar Rp 11. karena kondisi PT. karena PT.000) 0 . maka aktiva bersih tersebut dialihkan dengan menggunakan nilai pasar. maka tidak terdapat selisih dari nilai pengalihan dan nilai buku sehingga tidak ada keuntungan yang merupakan objek pajak penghasilan. Selisih tersebut merupakan keuntungan yang merupakan objek pajak penghasilan. Namun.500. Dalam ketentuan perpajakan. Perlu ditegaskan di sini bahwa yang dinilai dengan harga pasar adalah seluruh Aktiva Bersih (Aktiva Lancar. Namun. maka keuntungan ini hanya akan mengurangi jumlah kerugian yang bisa dikompensasikan ke PT. ABC dalam kondisi merugi maka keuntungan tersebut akan mengurangi jumlah kompensasi kerugian yang dialihkan ke PT.000.500. Dari gambaran aktiva bersih di atas.000) ABC (24.

bahkan sampai menyentuh masalah perpajakan dengan melakukan penghematan perpajakan.000) dikompensasikan (25.000 2. maka penulis menyimpulkan bahwa penggunaan Pooling of Interest Method dapat menghasilkan penghematan pajak (tax saving) yang maksimal dalam rangka kegiatan penggabungan usaha. Mulai dari penghematan penggunaan sumber daya. atau adanya penghematan pajak (tax saving). di sisi para wajib pajak pemahaman efisiensi pajak berarti upaya untuk memperkecil jumlah pajak yang harus mereka dibayar.000 Kerugian yang bisa (23.000. pengurangan pegawai. Namun.000.000.000. Berdasarkan ilustrasi kasus di atas. Penggabungan usaha memberikan penghematan pajak (tax saving) yang cukup siginifikan dan sangat membantu perusahaan untuk menjaga cash flow-nya.000. dimana di sisi aparatur pajak menekankan bahwa efisiensi pajak berarti menghindari pemborosan akibat denda. atau kenaikan yang timbul akibat keterlambatan melaporkan atau menyetorkan pajak. Pada prakteknya terjadi pemahaman yang berbeda mengenai manajemen perpajakan antara para aparatur pajak dan wajib pajak.000. dimana Pooling of Interest Method akan memberikan tax saving yang lebih besar dibandingkan Purchase Method.000 300.000) 2.000. PENUTUP Kondisi ekonomi di Indonesia yang masih terimbas oleh krisis moneter tahun 1997-1998 memaksa perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk melakukan efisiensi di segala bidang. Hal yang penting untuk diperhatikan adalah pemahaman mengenai efisiensi perpajakan.000. Hal tersebut dikarenakan ketersediaan cash flow menjadi raja di negeri yang sedang dilanda krisis ini. bunga.500.000.500.000 Berdasarkan perbandingan ini dapat dilihat bahwa adanya alternatif yang diijinkan oleh ketentuan akuntansi komersial dan ketentuan perpajakan di Indonesia dalam pemilihan metode pencatatan atas penggabungan usaha akan memberikan peluang bagi perusahaan untuk melakukan penghematan atas pajak penghasilan.000.000 7. ketentuan Akuntansi komersial dan Ketentuan Perpajakan yang berlaku di Indonesia masih memberikan kita alternatif pilihan metode pencatatan dalam penggabungan usaha. I.000. 1. DAFTAR PUSTAKA .000.000 Tax Saving 7.Keuntungan pengalihan karena 11.650. sanksi. Tidak seperti di negara lain.350.000.000 9.

Akuisisi dan Divestasi. Mohammad.Anonymous. Abdul.G. Moin. Jakarta: Grasindo. Zain. 1997. Simposium Nasional Akuntansi IV. Undang – undang No 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan diubah Undang – undang No 10 Tahun 1994 diubah terakhir Undang – undang No 17 Tahun 2000 Keputusan Menteri Keuangan No 422/KMK. Merger. 2002.03/2003 jo PMK-75/PMK. 2002. Munir. Ikatan Akuntan Indonesia. XXVI. Jakarta: Salemba Empat. Standar Akuntansi Keuangan. Flyod A. Fuady. Empat Alasan Ekonomis dalam Merger – Akuisisi. Payamta. Jakarta: Salemba empat. Usahawan. Bandung: PT. http://yuliasilvianti.04/1998 jo KMK211/KMK. Beams.com/2011/05/05/penggunaan-purchase-method-dan-poolingof-interest-method-dalam-penggabungan-usaha-dan-pengaruhnya-terhadap-pajakpenghasilan/ . Manajemen Perpajakan. Peleburan atau Pemekaran Usaha. 2001. Pengantar Akuntansi II. 2003.03/2005 tentang Penggunaan Nilai Buku atas Pengalihan Harta dalam Rangka Penggabungan. 2003.P. Analisis Pengaruh Keputusan Merger dan Akuisisi Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Publik di Indonesia. Jakarta. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994 dan terakhir dengan UndangUndang Nomor 17 Tahun 2000.wordpress. Hukum Tentang Merger. 1998. 2005. Wibowo dan Abubakar Arif. berikut Keputusan Menteri Keuangan yang terkait. Februari. Agustus:238-261.No. I. Jakarta: Salemba Empat.Citra Aditya Bakti. 1999. Ary Suta. Akuntansi Keuangan Lanjutan di Indonesia. Yogyakarta: Ekonisia.04/1998 jo KMK-469/KMK.02.