You are on page 1of 71

Design by : Dr Budi Harapan Siregar, SpB Oncology Surgery Department Hasanuddin University/Wahidin Hospital M !

SS " # $U%& '(() Success Won*t +ome it sel, ---&t Must be .repared ."&/S&.#."&/S&. .0/ 1 % !S / / 1UMO" S0+ " UMUM

Pada penderita neoplasma ganas, maka urut-urutan tindakan adalah : I. Menegakkan diagnosis : Anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang. II. Menentukan stadium tumor : cT N M III. Penentuan status penampilan ( performance status!" : #arnofsk$ atau %&' I(. Perencanaan pengo)atan (terapi": Pem)edahan, kemoterapi, radioterapi * hormonal. (. Pelaksanaan (implementasi" terapi : kerjasama team 'nkologi (I. +,aluasi : Adju,an terapi, respon terapi Status Penampilan WHO(1979): - . /aik, dapat )ekerja normal. 0 . 1ukup, tidak dapat )ekerja )erat,ringan )isa. 2 . 3emah, tidak dapat )ekerja,tapi dapat jalan * mera4at diri sendiri 5-6 dari 4aktu sadar. 7 . 8elek, tidak dapat jalan, dapat )angun * ra4at diri sendiri, perlu tiduran 9 5-6 4aktu sadar : . 8elek sekali : tidak dapat )angun * ra4at diri sendiri, han$a tiduran saja. Status Karnofsky : 0-- 6 . mampu melaksanakan akti,itas normal, keluhan; kelainan (-" <- 6 . tidak perlu pera4atan khusus, keluhan gejala minimal. =- 6 . tidak perlu pera4atan khusus, dengan )e)erapa keluhan ; gejala. >- 6 . tidak mampu )ekerja, mampu mera4at diri. ?- 6 . kadang perlu )antuan tetapi umumn$a dapat melakukan untuk keperluan sendiri. 5- 6 . perlu )antuan dan umumn$a perlu o)at-o)atan. :- 6 . tidak mampu mera4at diri, perlu )antuan dan pera4atan khusus. 7- 6 . perlu pertim)angan ra4at di @A. 2- 6 . sakit )erat, perlu pera4atan @A. 0- 6 . mendekati kematian. - 6 . meninggal ! @est In Peace * No Pain ! 0.&D0M&O%O2& &- Morbiditas • &nsidens

0

 banya3nya 3asus ca- baru /4((-(( pendudu3minimal sedang tinggi • • • Distribusi geogra,is Distribusi umur Distribusi se8 9 : ca- hepar, paru, nasopharin3 : : ca- mamma, thyroid, genitalia ################# +horiocarsinoma : plasenta, ovarium ; testis• !ecenderungan ### <, o3 : a- perbai3an dera=at 3esehatanb- pe< tara, pengetahuanc- umur rata#rata harapan hidup  cancerous age  )6 5 6( tahund- polutan 77&&- Mortalitas &&&- 2olongan resi3o tinggi : umur 7 >6 5 )( tahun ada 3elainan genetic3onta3 dgn 3arsinogenmempunyai penya3it tertentu herediter : ˂ 4(( : '(( 5 '6( : 7 '6(

&?- 0/ 3an3er  o3 genom yg rusa3 / abnormal .rotoon3ogen ; suppresor gen  mengatur pertumbuhan ; di,,erensiasi sel.enyebab 3an3er : a- 3elainan 3ongenital / 3onstitusi gen : berupa 3erusa3an stru3tur, ,ungsi ; sistem 3er=ab- !arsinogen, seperti :  !imia@i dapat berupa 3arsinogen alami ; buatanDigolong3an dalam tiga golongan : 4- Direct acting carcinogen  sangat a3ti,'- .ro#carcinogen

2

 tida3 langsung, tetapi dimetabolisme duluDari pro8imate  ultimate 3arsinogen Amengada3an i3atan dg D/ untu3 menimbul3an 3an3er>- +o#carcinogen 3ti,itas 3arsinogen minimal, tetapi mening3at3an rea3ti,itas 4 ; ' Sinar ionisasi &onisasi air ; ele3trolit dalam =aringan  disintegrasi sel  sel mati ?irus # ?irus D/ Aber3apsul atau tida3B # ?irus "/ 5 mempunyai enCim reserve trans3riptase atau "/ #dependent#D/ #polymeraseAdapat menyusup3an in,ormasi geneti3a 3edalam genB  Hormon Aestrogen, androgen ; gestagenB Bentu3 estogen / hormon steroid :  estrone ; estradiol A3arsinogenB serta estriol Aanti 3arsinogenB &ritasi 3ronis

c- %ing3ungan hidup : 777  pe3er=aan, tempat tinggal ; gaya hidup?- !arsinogenesis !an3er ter=adi o3 3erusa3an / trans,ormasi proto#on3ogen ; gen suppresor sehingga ter=adi perubahan ceta3an protein.rosesnya secara bertahap4- &nisiasi # sel normal  pre#maligna # inisiatornya adalah mutagen # cu3up 4 3ali terpapar  permanen ; irreversibel# tida3 mengubah e3spressi gen'- .romosi # Dat non#mutagen, tetapi mening3at3an rea3si3arsinogen ; td3 menimbul3an ampli,i3asi sel# mengi3uti 3er=a inisiator # ber3ali 3ali paparan  reversibel # mengubah e3spressi gen

7

maligna o3 ter=adi a3tivasi.Anafase .2en modulator 1eori !arsinogenesis .Mutasi Somati3  ter=adi perubahan leta3 nu3leotida  perubahan 3ode geneti3  protein abnormal diprodu3si  terlepas  tumbuh tanpa batasB. Interfase : sel anak muda → de4asa : .On3ogen bnti on3ogen / gen supressor c.enyimpangan di.rogresi Sel benign  pramaligna .Sele3si sel ada 3e3eliruan dalam sele3si sel yang mengalami mutasi / trans..ologis a.ormasi  lepas men=adi sel 3an3er- S&!%US .Metafase ..Telofase : ± 0 jam : ± kurang dari 0 jam : ± kurang dari C jam : )e)erapa menit ).0pigeneti3 E .3an proto#on3ogen  on3ogenB Bisa =uga "/ Atapi dengan bantuan enCim reserve trans3riptaseB D.Si3lus pertumbuhan mor. Base Mitosis : 0 sel induk → 2 sel anak terdiri dari : . hilangnya genMe3anisme 3arsinogenesis a.0"1UMBUH / S0% Terdiri dari : 4.e3si virus masu3 3e D/ Aa3ti.erensiasi sel2angguan me3anisme regulasi gen  gangguan pertumbuhan A ada 3erusa3an pada anti#on3ogen / gen supressor B +3tivasi virus  ada in.>. mutasi .Profase .

m$oma. neuroektoderm : sel kulit. +H : sarkoma. enEim dan protein lainn$a untuk persiapan fase mitosis )erikutn$a. mukosa. merupakan pasangan rantai nukleotida se)agai unit dari gen pem)a4a sifat indi. Ael tumor terdiri dari : 0. +nEim dan protein. ( struktur genetik sama dengan sel induk". &. terlepas dari kendali pertum)uhan tu)uh normal. Base . #romosom terdiri dari untaian rantai ganda DNA $ang saling mem)elit. pem)uluh darah.osteoma. Ael tumor jinak (adenoma" 2.us. 5 .Si3lus pertumbuhan bio3imia@i a. adenoma. 3aman$a : )e)erapa jam  )ertahun-tahun. Tumor +pitelial : Asal +ktoderm atau endoderm. +H : karsinoma. Ael anak mem)entuk @NA. pem)ungkus saraf. neuro)lastoma. Base . : G 0 . Base . jaringan ikat. otot. epitelioma. Ael $ang mengalami transformasi (peru)ahan" sehingga tum)uhn$a menjadi autonom $aitu tum)uhn$a tersendiri. '.2 jam.Histogenesis 1umor : 0. 0 sel induk  dua sel anak )aru.F0 (Fro4th phase . S0% 1UMO" : G 0 .idu.carcinoma" Per)edaan sifat tumor jinak dengan sel ganas tergantung dari jauhn$a pen$impangan dari )entuk sel normal ( derajat diferensiasin$a.F2 (Fro4th phase .Mesenchimal : Asal dari deri. +nEim dan protein lain untuk sintesa DNA dalam fase .at Mesoderm : sel tulang. ). @NA.A (A$nthesa" Pem)entukan rantai DNA )aru : = jam c. autonomin$a dan kemampuann$a mengadakan infiltrasi dan metastasis ". Base . glioma. (rantai DNA $ang mem)a4a informasi genetik".M (Mitosis" . Pem)entukan @NA. kelenjar otak. 2. Ael tumor ganas (sel kanker.2 jam. Tumor Mesodermal.Terjadi sintesa DNA.2" d.0" : )e)erapa jam  )e)erapa tahun.s. ne.

Tumor Fanas : a. Tumor 1ampuran : Asal dari deri. $aitu sel otak dan s$araf. Multiple : OM 1 : fi)roma. )asal skuamous cell carcinoma. Sel 3an3er insitu : sel masih ter)atas pada tempat asaln$a pada mem)ara )asalis. ? .iks. +H: seminoma. 1a #ulit. : Ael telah mengadakan infiltrasi . neuroektoderm. lipomata. mukoepidermoid tumor.trofo)last. • • Tumor ganas +ktodermal atau +ndodermal : 1a Mamma. adenoskuamous cell karsinoma. +ndoderm : )erkem)ang menjadi epitel mukosa.epitelial. 1a Paru. Tumor 8inak : Tunggal : OM Tumor Tunggal Tumor Multiple 2. lipoma. )elum mengadakan infiltrasi ( intra duktal.7. kelenjar. kista dermoid. 'steosarkoma.at sel +ktoderm dengan endoderm atau mesoderm. Tumor Fanas Mesenchimal : Aarkoma ( @ha)dom$osarkoma ". #anker. +ktoderm : )erkem)ang )iak menjadi epitel kulit dengan adneksan$a.Manusia @a3tu embrio ada > 3elompo3 sel : 0. teratoma.asi ke luar mem)ran )asal atau kapsul dan masuk ke jaringan sekitarn$a.Si. adenoma. :. Aoft Tissue Aarkoma B&O%O2& 1UMO" &. 1a Aer. adenomata. Asal sel +ktoderm atau endoderm ). parenchim organ . : Aarkoma. 2. Adenocarcinoma rektum.at Biologis 1umor : 0.lo)uler". in. : fi)romata. +H : fi)roadenoma.isceral. &&. Tumor +m)rional : /erasal dari germ sel. Asal dari Mesoderm atau Mesenchim Sar3oma : #arsinoma .

4nuE4(#Fmm. 3apisan tengah : Bosfolipid. 1ontoh : Ael tu)uh manusia. jaringan ikat. tulang.@icketsia : I 0 mu.7. semipermia)el.at jaringan mesoderm. Ada 2 deri.Sitoplasma- > .mu. : jaringan penunjang. #erangka sel )erupa Mikrotu)ule dengan mikrofilamenn$a.Sel .mu . jaringan ikat. 4 E4(#>nE4(#Fu B/esar sel manusia diametern$a 0-7 H sel . otot. B0/1U! S0% 0U! "GO1&! 4. serat saraf.J 2. . .ro3aryoti3 Ael $ang terdiri dari : Mem)ran dan Aitoplasma.Stru3tur Sel : Sel : unit terkecil dari satu organ atau jaringan. A 4u E 4(#>mm. . Mesoderm : )erkem)ang menjadi jaringan lunak.Sel 0u3aryoti3 Terdiri dari 7 )agian : mem)ran sel.Ael Manusia : I 5 J 0. &&. da ' =enis sel : 4.olume ./akteri : I 0 mu J (irus #ecil : I 0 nu.at jaringan : 0. otot.Selaput Sel A Membran sel BMerupakan mem)ran lipoprotein tipis >5 J 0-. Parenchim 2. . sitoplasma dan sitoplasma. selaput saraf.(irus /esar : I 05. 'rgan adalah : unit fungsional terkecil dari tu)uh. )inatang.olumen$a 0-<H . sehingga . Protein Inti : DNA dan @NA )erupa )enang (filamen" $ang mengam)ang di sitoplasma. 4 n E 4mu E 4(#>u. limfe. '. eH: pem)uluh darah. Bosfat )ersifat hidrofilik dan lipid hidrofo)ik '. 3apisan luar dan dalam : Flikoprotein. pem)uluh darah dan limfe.A. Merupakan deri.irus kecil. jantung. tum)uhan.irus kecil.Ael #anker : I 0. Atroma : terdiri dari deri.nu. )erlapis tiga. 1ontoh : Ael /akteri.at ekto atau mesoderm.

lipid. #asar : sintesa protein terse)ar dalam sitoplasma. kar)ohidrat. @etikulum : Pa)rik untuk mem)entukprotein. lisosom akan keluar lalu masuk kedalam plasma $ang akan merusak dan mematikan sel itu sendiri dise)ut !kantongan )unuh diri!(suicide )ag" +. 3isosom juga dapat menghancurkan )akteri $ang masuk kedalam sel. protein.&nti Sel4.enEim. @i)osom : Pa)rik mem)entuk protein. kar)ohidrat. glikogen. Ada organel penting : B. @i)osom : Pa)rik mem)entuk protein. 3isosom juga dapat menghancurkan )akteri $ang masuk kedalam sel. 3isosom : #antung $ang )erisi )ermacam-macam enEim untuk memecah protein.hormon. /ila kantongn$a pecah . elektrolit.Sitoplasma Terdiri dari : air. menghasilkan energi menggunakan enEim ATP (adenosine tripospate" /. lemak. Mitokondria : pa)trik umtuk mensintesa ATP.Terdiri dari : air. lipid.hormon. Ae)agian )esar dalam )entuk @NA D. /ila kantongn$a pecah . lemak.enEim. Ada $ang &alus : untuk sintesa steroid dan detoksifikasi. Ada organel penting : A. menghasilkan energi menggunakan enEim ATP (adenosine tripospate" F. 1. Ae)agian )esar dalam )entuk @NA I. #asar : sintesa protein terse)ar dalam sitoplasma. Aparatus Folgi : gudang pen$impanan dan pusat distri)usi produk $ang dihasilkan oleh ri)osom >. Mitokondria : pa)trik umtuk mensintesa ATP. protein. glikogen. Aparatus Folgi : gudang pen$impanan dan pusat distri)usi produk $ang dihasilkan oleh ri)osom = . 3isosom : #antung $ang )erisi )ermacam-macam enEim untuk memecah protein. &. Ada $ang &alus : untuk sintesa steroid dan detoksifikasi. elektrolit. lisosom akan keluar lalu masuk kedalam plasma $ang akan merusak dan mematikan sel itu sendiri dise)ut !kantongan )unuh diri!(suicide )ag" 8. @etikulum : Pa)rik untuk mem)entukprotein.

t"/ A 1rans. Aelaput Inti ( Nuklear mem)rane " /. Pada interfase kromosom itu merupakan )intik )asofil $ang dise)ut kromatin $ang terdiri dari DNA. e!a "ntara # $ " !an % $ " : $o ST#&KT&# 0 2 7 : 5 ? @antai molekul /ase Nitrogen Pentose Atruktur Pentose @umus #imia 3okasi #$" Bosfat. '.r"/ A "ibosom "/ B I6 H Di)uat oleh nukleoli kemudian masuk kedalam ri)osom didalam plasma untuk men$alin kode genetik $ang di)a4a oleh m@NA ke ri)osom.m"/ A Massenger "/ B 6 H Di)uat oleh DNA dalam nukleus $ang merupakan )a$angan cermin DNA untuk men$alin (cop$" kode genetik $ang ada pada DNA. S&J 1#S&J 1 S0% ! /!0" : 0. pendek K ( Kracil " @i)ose Mengandung radikal '& 3ihat gam)ar Ae)agian )esar dalam terutama dalam ri)osom %$" Bosfat. /entukn$a )ermacam-macam (pol$morphism" < . Anak Inti ( Nukleolus " : terdiri dari @NA $ang )erfungsi untuk men$alin kode genetik dari DNA. +ukromatin (terang" 1. Inti Ael ( Nukleus " : ada kromosom $ang spesifik. merupakan kromosom plasma "!a ' (enis #$" yang mempunyai fungsi : 4.'. Ada 2 macam kromatin : &eterokromatin ( gelap pada pe4arnaan &+". >. panjang T ( Th$min " DeoH$ri)ose Mengandung radikal & 3ihat gam)ar Ae)agian )esar dalam inti sel. 1erdiri dari : A. DNA. Didalamn$a terdapat nukleolus.&nti Sel Terdiri dari protein inti.dan @NA terletak ditengah-tengah sitoplasma. di)ungkus selaput inti. kromatin serta kar$olimfe.er "/ B '(H /erfungsi untuk mencari asam amino dalam plasma dan mem)a4an$a ke ri)osom untuk mem)entuk protein $ang sesuai dengan pesanan DNA.

Inti sel relatif )esar :.. Pertum)uhan .5 tahun Base diseminasi (pen$e)aran" .7. 8arang kanker tum)uh dari )e)erapa sel di dalam organ (multisentris" atau dari )e)erapa organ (multilokuler".olume 0 cm7 → 0 gram.22 sel . %arnan$a le)ih gelap (h$perchromasi" dan )ermacam-macam (pol$chromasi" 7. %aktu induksi diperlukan 4aktu 05 . yaitu : 0. 0-< $aitu . metastase : #e kelenjar limfe regional #e organ jauh . Merusak )entuk dan fungsi organ .tahun Base in.3okal in situ . Tum)uh terus tanpa )atas >.0"1UMBUH / %O! % #anker mulai tum)uh dari satu sel kanker pada satu tempat di dalam organ (unisentris".olume sel kanker menjadi 2 7. Aetelah penggandaan 7.0"1UMBUH / ! /!0" .kali maka .0. Pertum)uhan lokal $ang terdiri dari : .3okal in. Ausunan sel-sel tidak teratur (anaplastik" ?.27 sel .ertumbuhan 3an3er dibagi atas dua bagian. /ila sel kanker tum)uh )ersamaan dalam satu tahun dise)ut Synchronous dan )ila tum)uh dalam 4aktu )er)eda dise)ut MetachronousKntuk terjadin$a transformasi (peru)ahan" dari 0 sel normal menjadi sel kanker oleh faktor karsinogen (pen$e)a) kanker" diperlukan 2 hal $aitu insiasi dan promosi. pen$e)aran ke organ lain .tahun Base insitu . Mitosis )ertam)ah 5.5 tahun Ael kanker tum)uh secara eHponensial $aitu mulai 0 sel .Dou)ling Time 0- .asi .asi. 5 . Mengadakan infiltrasi ke sel-sel normal di sekitarn$a <. Mengadakan metastasis ke)agian-)agian tu)uh lainn$a 0-. 0 .2: sel dan seterusn$a. 0 .e 2. Tidak menjalankan fungsi sel normal =.2.2 0 sel .

is ?. Transluminal : Dalam dinding saluran nafas.. aponeurosis. saluran cerna. D S "#D S " ./ila 4aktu ganda 7 kali maka perlu 7. makin )esar tenaga $ang di)utuhkan untuk mendesak jaringan sekitar. @uangan tempat tum)uh tumor : Makin )esar tumor makin )esar ruangan $ang di)utuhkan. 1a. 7. 1 / 1UMBUH S0% 1UMO"- 0.0/2 "UH& !0+0.askularisasi. A)dominis. Derajat diferensiasi : Makinjelek derejat diferensiasi sel. kulit dan se)again$a ). &ematogen : Ael-sel menginfiltrasi kapiler pem)uluh darah : ikuti aliran darah :. $aitu anti)odi $ang di)entuk oleh karena adan$a tumor. Perkontinuitatum : Pertum)uhan ke sekitarn$a 2. /arier mekanis → tulang. ?. /arier Imunologis : Imunologis seluler. makin cepat pertum)uhan sel kanker. %aktu siklus : %aktu $ang perlu untuk 0 sel menjadi 2 sel dan seterusn$a 2. /lood less J lapangan opeasi harus )ersih 00 . Populasi kanker : Populasi sel kanker terdiri dari 7 macam )entuk $aitu : a.0/G0B " / S0% ! /!0" : 0. trancoelum : Dalam 1a. fasia.. Iatrogen : 'leh tindakan kita. Ael $ang tidak dapat tum)uh c. operasi dan lain-lain J !1O"#J !1O" G /2 M0M. Auplai darah Tumor menghasilkan angitrofin $ang merangsang pertum)uhan pem)uluh darah )aru $ang dise)ut neo.0MB0D H / ! /!0" 1UMO" 0. Pertahanan alami dari tu)uh ()arier" : a. 8aringan sehat sekitar tumor harus diangkat 7.kali 7 )ulan (<. Ael $ang dapat tum)uh ). saluran urine 5. Transerosa . Thoracis. + " . misaln$a masage. 1a. :. 5. Pel.)ulan . Ael $ang hilang atau mati Pertum)uhan kanker cepat )ila populasi sel $ang dapat tum)uh le)ih )esar dan cepat. = tahun" untuk 0 sel kanker )ertum)uh menjadi 0 cm7 sel kanker. Aecara limfogen : Ael-sel menginfiltrasi saluran limfe → ke kelenjar limfe regional 7.. Pengangkatan tumor harus )ersifat tajam (gunting atau piasu" 2. $aitu oleh limfosit dan phagosit Imunologis humoral.

/ahan kimia (>. %aktu Insisi Promosi Ael #anker Ael Normal  0. Peru)ahan dari sel normal menjadi sel kanker dipengaruhi oleh )an$ak faktor (multifaktor" dan )ersifat indi. ultra. +n )lock eHcision J pengangkatan tumor * metastasisn$a satu kesatuan. /ahan Industri : Arang. #arsinogen )uatan manusia : a. Dan lain-lain L Ja3tor#. cat. 3apangan )iopsi harus cukup luas =. chronium. Alkaloid nitroamin di dalam makanan . #arsinogen alami : a.=56" ). radium as)es. Ainar ionisasi (radiasi .idual atau tidak sama pada setiap orang. minuman. 3ingkungan hidup : a. Iritasi kronis 2. 2. 'perasi kuratif se)aikn$a 0 kali. Inorganik : 1admium.:. Fenetik L 7. ?. (irus d. 'perasi ulang kecil kemungkinan untuk )ersifat kuratif. Pestisida 7.a3tor yang menyebab3an 3an3er disebut !arsinogen#arsinogen kimia terdiri dari : 0. >. 'rganik : Aflatoksin. Ainar Ionisasi : .. /ekas operasi atau )ekas BNA harus diikut sertakan dalam operasi )erikutn$a 01&O%O2& ! /!0" 1ara atau mekanisme terjadin$a kanker $ang dise)ut #arsinogenesis )elum diketahui secara pasti (le)ih dari 0> teori #arsinogenesis".iolet" c. ).Ainar radiasi 02 . ). &ormon e. plum)um dan se)again$a. 5. No Touch Technic. c. o)at #/ dan lain-lain. petrokimia dan lain-lain. ter. ')at-o)atan : Alk$lating agent.

$aitu gen $ang memacu diferensiasi dise)ut proto onkogenn dan gen $ang mengham)at diferensiasi dise)ut anti onkogen.ormasi gen .iolet (irus &ormon Iritasi kronis 1rans. Fen $ang rusak dise)ut onkogen $ang men$e)a)kan sel itu tum)uh liar tanpa dapat dikendalikan dise)ut sel kanker Di. tetapi elastisitas.roses : Inisiasi Promosi Progresi . Fen terdiri dari protein DNA $ang terdapat di dalam kromosom $ang menentukan sifat genetika. konsistensi dan 4arnan$a )er)eda.irus .sedikit meninggi.Ainar ultra . /entuk Plague. estrogen.DNA . androgen ?. Fen $ang mengatur pertum)uhan dan diferensiasi sel dise)ut proto onkogen.@NA . Iritasi kronis : Mekanisme )elum jelas. 07 . &ormon : &ormon steroid.erensiasi Sel normal Sel 3an3er On3ogen #imia Ainar Kltra. 3esi kulit atau mukosa $ang tinggi permukaann$a.. Baktor-faktor diatas menim)ulkan kerusakan pada gen $ang mengatur pertum)uhan tu)uh $aitu poliferasi dan diferenssiasi. 1O%O2& ! /!0" &.roto on3ogen .irus papilloma dan lain-lain Dikenal : . (irus : (irus hepatitis. meskipun sama tinggi. #erusakan terse)ut dapat )erupa mutasi atau transformasi.2ambaran Ma3ros3opis. Aikatris fram)usia. dalam lima bentu3 : 0. .irus 5.iolet :. iritasi tem)akau dan lain-lain. keloid luka )akar. Dalam proses diferensiasi ada dua kelompok gen $ang memegang peranan penting.

&istogenesis atau asal sel tumor a.gonad. )asalioma.tumor Nodus adalah tumor kecil. 1ampuran 7. pem)uluh limfa.kulit . Tepi ulkus meninggi d. pem)uluh darah. karsinoma $ang kecil.2ambaran Mi3ros3opis Fam)aran Mikroskopis tergantung dari : 0.- Melanoma maligna. 2. #onsistensi tumor : a. serat saraf dan se)again$a.lunak ). /entuk campuran antara plague.kelenjar . @apuh dan mudah )erdarah e. masif : . Ae)agian )esar kanker )er)entuk nodus.mukosa . /entuk erosi .otot . /entuk dan )atas-)atas tidak teratur ). &&. 8aringan epitel : . Tanpa )entuk tertentu. dan lain-lain "!enoma )arsinoma 0: .ulkus Tanda-tanda ulkus karsinomatosa : a. Aering merupakan )agian dari suatu tumor $ang le)ih )esar :.keras .saraf . noduler atau granuler dan sering ditutupi jaringan nekrotis c. /entuk nodus . Permukaan tidak rata. Nodus terdiri dari )e)erapa gerom)olan sel kanker dan stroma $ang terdiri dari jaringan ikat. han$a pada satu jenis kanker saja $aitu kanker darah atau leukemia.adneHa kulit . #isteus $ang )erupa kantong )erisi cairan atau massa lunak c. Padat . #adang-kadang ada kapsul atau pseudokapsul. tumor dan ulkus $ang terdapat pada satu tumor 5.

8aringan tropo)lastik dan em)rional d. #apsul tidak jelas atau tidak ada 7. /entuk tidak teratur 2. hemopoetik c. Fanas : #arsinoma insitu #arsinoma in. 8inak ganas ( )oderline " : /asalioma.1ampuran : fi)rolipoma ≈ ≈ ≈ ≈ 8aringan s$no. m$osarkoma .askularisasi 5. /atas tidak tegas :.8aringan ikat : Bi)roma .8aringan lemak : lipoma .asif c. Ada )agian-)agian $ang nekrosis atau menunjukkan ulserasi >. @apuh dan mudah )erdarah ?. 8aringan mesench$mal ≈ 8aringan lunak : . fi)rosarkoma . Adamantinoma 7. Ada infiltrasi atau perlengketan keorgan sekitarn$a. 8inak ). Derajat diferensiasi sel F0 . &iper. tulang ra4an 8aringan limfoid. Diferensiasi )aik F2 . Diferensiasi jelek F: . liposarkoma . Aifat tumor a.). Protoonkogen 05 .8aringan otot : m$oma . Pem*ela+an sel !i atur ole+ : 1. pem)uluh limfa Tulang . Tanpa diferensiasi (anaplastik" S&J 1#S&J 1 1UMO" 2 / S : 0.askularisasi atau neo. 1ampuran 2.ium dan mesotelium Pem)uluh darah. Diferensiasi sedang F7 .

D/ "epair 2ene : Fen $ang )ertanggung ja4a) terhadap per)aikan DNA $ang rusak. : Mutasi.ironment Bactors $. 1ontoh : Metilasi. @NA " <. Proteomic. N$eri (isceral : n$eri aki)at rangsangan reseptor Nosiseptik (organ paru. @adiasi.jaringan lunak". Supresor gen )ar. nti Oncogene / Supresor 2ene : Fen $ang )ertanggung ja4a) terhadap ham)atan peru)ahan sel normal menjadi sel kanker. 2. 2.6 Oncogene kanker. +pigenetik. #imia 7. ginjal. 8aringan $ang rusak aki)at infiltrasi tumor mengeluarkan Eat mediator (asetil kolin. : Fen $ang )ertanggung ja4a) terhadap peru)ahan sel normal menjadi sel Aporadic 1ancer  +n.jantung.-<5 6 1ancer 5 J 0.antara lain : 0. hati serta gastrointestinal " misaln$a peregangan 'rgan.inogen : Sesuatu yang mampu menim*ulkan karsinogenesis.prostaglandin. . :. 2. Fenetik 7.atobiologi !an3er : Peru)ahan )iologis $ang terjadi pada sel normal sehingga )eru)ah perilaku menjadi sel kanker $ang selanjutn$a mengalami pertum)uhan )aru $ang maligna. &elico)acter P$lori : Aporadic 1ancer : Bamilial 1ancer./#0 K"$K/# : 0. : Tidak mutasi. N$eri Aomatik : n$eri aki)at rangsangan reseptor nosiseptik ( tulang. (irus ( DNA . poptosis 2ene : Fen $ang )ertanggung ja4a) terhadap apoptosis.2. N$eri Neuropatik : Dise)a)kan oleh karena kerusakan jaringan saraf sentral maupun perifer. Pengelolaan nyeri menurut W H O : 0? .)radikinin" merangsang reseptor nosiseptik.erubahan Didasari peristi@a : 0. 0pigenetic : Peru)ahan perilaku gene $ang )ukan dise)a)kan oleh mutasi (urutan tidak )eru)ah ".otot. 7.

antara lain : 4. N$eri ringan  NAAID : aspirin /ila perlu diga)ung dengan ansiolitik * anti-depresi.&nhibitor 1opoisomerase &&  Menghentikan sintesis asam nukleat dan DNA . menghentikan sintesis asam nukleat. 1ontoh : ✏ Amonafida. Aeperti : Morfin 1@(1ontrol @elease 2 H 0. ➢ Barmoru)icin. 1ontoh : ☞ 1$clophosphamide ☞ TenoEolamide ☞ Ifosfamide ☞ &eHameth$lelamine ☞ Procar)aEine ☞ Thio-T+PA '.mg.J ?.mg.hari(titrasi". N$eri /erat  Morfin oral : ? H 5 mg. ➢ +piru)icin ➢ Idaru)icin >.0. dapat diga)ung dengan terapi 0. !% S&J&! S& $0/&S S&1OS1 1&! #lasifikasi )erdasarkan cara kerja o)at dalam fase siklus pertum)uhan sel. 7. ✏ 1omphothecin A.hari.nthracyclin  #esanggupann$a untuk mengikat diri pada sel DNA . 0> .nti al3ilasi  penggantian satu atom & dengan satu radikal alkil  terjadi alkilasi asam amino pada DNA  rusak. N$eri Aedang  Narkotika ringan : kodein ? H 0.. 2. 1ontoh : ➢ DoHoru)icin.

.Dalam pertum)uhan sel normal.2olongan 1ontoh :    (incristine (in)lastine (indestine l3aloid  merusak kumparan mitosis * kromosom.Bluorouracil Methotreksat ➝ Methotreksat ➝ ? J mercaptopurine ➝ /1NK J 11NK ➝ ImidaEole car)oHamide ➝ &$droH$urea ➝ ?. 2olongan Obat %ain "01&/O&DS : 1 All J trans J retinoic J acid 1 TaHane ➀ .aclita8el A 1a8ol B . 1ontoh : ➝ 5. )nti Metaboli3  /ekerja pada enEim tertentu  ter)entuk molekul a)normal sehingga tidak dapat digunakan lagi oleh sel. PaclitaHel menghentikan 0= .✏ Irinotecan.inca.Mencegah pertum)uhan sel-sel kanker  mempengaruhi struktur sel Amicrotubules" $ang mempun$ai peranan penting dalam fungsi sel. /erasal jamur tanah tertentu.Di isolasi dari kulit )atang tanaman : Pacifik yew ( Taxus breviola ! . /erasal dari tum)uh-tum)uhan .Thioguanine ➝ 1$tosine ara)inose 6ntibioti3 5 nti 1umor  Membentuk ikatan yang stabil dengan DNA  @NA terham)at  sel tumor rusak. 1ontoh : ➮ Actinom$cin J D ➮ /leom$cin ➮ Mitom$cin J 1 ➮ Mithram$cin F. microtu)ules ter)entuk pada saat sel mulai mem)elah dan ketika sel )erhenti mem)elah microtubules akan pecah ( hancur ". Atrukturn$a analog dengan molekul a)normal $ang tidak digunakan oleh sel.

. . Prednisolon.adeH ". Primo)olan.a : Pro. sehingga mengganggu proses replikasi dan mitosis sel-sel kanker. ⓔ 1orticosteroid : Prednison. Dengan demikian microtubules akan men$um)at sel-sel kanker $ang )eraki)at tidak dapat tum)uh dan mem)elah. DeHamethasone.engaruh obat sitostati3a terhadap sintesa D/ ? J Mercaptopurine ? J Thioguanine MethotreHate (Anti Metabolit (inca Alkaloids Mitosis &$droH$urea Aintesis Purine 3-Asparaginase @i)onucleatides AEari)ine M sintesa P$rim$dine DeoH$ri)onucleotides DNA @NA Protein 5-Bluorouracil 1$tara)ine l3ylating agent ntibioti3 : /leom$cin D Actinom$cin D Adriam$cin (1eru)idin" Mithram$cin 0< . Dura)olin. ⓒ Anti estrogen : TamoHifen ( Nol. Delalutin.era. h$drocortisone.Hormon  &ormon mempun$ai khasiat sitostatika pada tumor ganas tertentu ⓐ Androgen : Testosteron.TaHoid semisintetik $ang mempengaruhi pem)entukan microtubules dan mengham)at depolimerasasi microtubules .microtubules dari kehancuran. ⓑ +strogen : Dieth$lstil)estrol. Toremifene.DocetaHel mempun$ai response rate $ang le)ih )aik )ila digunakan se)agai free"line therapyI. ➁ Doceta8el A 1a8otere B . ⓓ Progestati. 3$noral.

. "eo Adjuvant Kemoterapi #. 1omplete @espon(1@" : &ilangn$a pen$akit 9 : minggu .in &$droH$cortisone 1halones Actinom$cin D ?-Mercaptopurine Thioguanine 5-Bluorouracil MethotreHate &$droH$urea 1$tosine Ara)inoside (1$tosar" ?-Mercaptopurine &$droH$urea MethotreHate +ndoHan 5-Bluorouracil Mitom$cin ?-Thioguanina 1$tosar 2' M 2 4 S )ara Pem*erian Kemoterapi : 1. Induksi Kemoterapi 4. No 1hange (N1" : Tumor mengecil M 5-6 .embagian ini hanya pembagian yang bersi. Paliatif Kemoterapi $. setelah minimal 7 siklus. mem)esar M 256 . :. 2. Minimal @espon (M@" : Tumor mengecil 25 J 5-6 setelah minimal 7 siklus.ul. Maintenan e Kemoterapi !. setelah ? siklus. dilihat setelah 7 siklus. Partial @espon (P@" : Tumor mengecil 9 5-6 selama : minggu . dan bu3an absolut &u)ungan Aiklus pem)elahan sel dengan sensitifitas o)at sitostatika /leoc$n Actinom$cin D +ndoHan (incristine (in)lastin 1olchichin Friseo. 2- . Intensifikasi Kemoterapi 5. Konsolidasi Kemoterapi 3. 7.at relati. Adjuvant Kemoterapi 2. Salvage Kemoterapi #espon Pengo*atan : 0.

2. 2. Meng&ilangkan perdara&an.Klkus T/. Peau !7 Orange : sum'atan distal kelenjar limfe su'dermal. @ecurensi. .  +a&ap 30travasasi. 4/&KOS0T "%" ': 20 . *au& dari organ vital.am ST"90$9 : • • • • • 1 P A @ @ . paru tidak di &illus.  +a&ap Ad&esi. 5. : Ta+ap Proses Metastase :  +a&ap Intravasasi.am2ma.  +a&ap +ransport.e Disease(PD" : Tumor mem)esar 256 . :.Klkus 1arcinomatosum . Oe!ema : penim'unan airan di interstitial. dilihat setelah 2 siklus. @adiologis. +umor Soliter . 2. +idak ada metastasis. 4.am &lkus : 0. % 'au 'usuk.5.Klkus Aeptik. Ma. . +umor Single nodule. Patologis. Meng&ilangkan 'au 'usuk."#"T6 M/T"ST"S/KTOM0 P"%" )" : 1. Progressi. 3. S. Meng&ilangkan sum'er metastasis. : mengam'il jaringan seperti /ide e0 isi  'e'as tumor 1in isi ellips2. #linis.Klkus DM 7. Autopsi.am2Ma.)er)enjol-)enjol. . Ma. Meng&ilangkan rekurensi.  +a&ap Proliferasi. Hipertrofi : (esar sel 'ertam'a&) jumla& dan susunan sel tetap. 4. . T&3&"$ TH/#"P0 P"40"T05 : 1. % muda& 'erdara&. Hiperplasia : *umla& sel 'ertam'a&) 'esar dan dan susunan sel tetap. tim)ul lesi )aru . .esekta'el-opera'el. 3. Ke8in Sa8ing Mo+7s : mengam'il 'e'erapa tempat se'agai sample.

Per!ara+an pa!a kanker: +ekan 2: menit) retraksi pem'ulu& dara& tidak 'erfungsi Se&ingga perdara&an 'er&enti ok adan>a suatu +rom'us. Alasan "eutofil jadi patokan .  Patologi al respons. Su'je tive s>mtoms of t&e effusion @'reat&lessness)pain) oug&A 2.1'= Monitor pem*erian kemoterapi :  "$) ( " SO4&T/ $/&T#O504 )O&$T ) 15:: 'isa full dose. 3ffusions refra tor> to s>stemi &emot&erap> eventualll>)&ormonal t&erap>. 0$%0)"T0O$ 5O# P4/&#O%/S0S : 1. )OMP4/T/ #/SPO$S :  =lini al respons. Ipsilateral 'ron &ial o'stru tion e0luded. )yto. Kompres 'asa& ? tampon adrenalin.. %% M9"9SI+. 3.aliati. %% 67MP89SI+.reseptor terlepas) 'iasa &ari 1 % 5) ok masi& ada di dara& 'elum di eliminasi. Antasida  Menetralisir asam ? melapisi mukosa.ain anti inflamasi : 04 . 444 se'agai 5agositosis. % usia neutrofil singkat 1 4 % 5 &ari 2 % komponen ter'esar >ang men>usun <(=. % merupakan granulosit >ang 'erperan pada proses pengeluaran makrofag 4eukosit tinggi ti!ak *ole+ !i*eri kemoterapi : Kemoterapi itu menekan sumsum tulang Infeksi tim'ulkan leukositosis  se&ingga akan di'entuk leukosit 'aru 112 &ari2 se&ingga 'isa menjadi septikemia.in ?<mg or :<21<<ml of <-9@ saline22A 5e8er (rare)= Bail> produ tion C 1::%2::ml-dDindi ation for t&e administration of an t&erapeuti agent.1<. Tumor supaya ti!ak *er!ara+ : 1. 1herapi . dari nilai diff ount <(=)  minimal 15::. (ila neotrofil kurang  . #:. : % Mengurangi sakit 22 ."eupogen. 8' dan "eutrofil renda& mungkin ole& karena depresi sumsum tulang. Mastitis karsinomatosa : > ' *ulan kemera+an se*elum tim*ulnya tumor Preme!ikasi : menekan pusat munta& di reseptor) terus dikasi& oral ok. =uriga gangguan pem'ekuan dara&. Se'aikn>a >ang suspensi. 2.%% PM" . leomy..

!euntungan BS+ : /isa melihat semua gam)aran tulang /ia$a le)ih murah di)andingkan dengan 1T-Acan. Doa J meninggal dengan iman ( @IP " !arno.e untuk osteo)lastik. 5:: % 1::: ell-mm3 Severe . ro)orantia.s3y K F( H tida3 laya3 untu3 Sitostati3a/0U1"O.er : Aingle oral temperature of 4 7=.i : 3e)ih sensiti. &ndi3asi : 4.3e)ih )aik untuk gam)aran (erte)rae di)andingkan /A1 M O H S Amicrographic surgeryB.e untuk osteolitik. and )asophils " Agranuloc$tosis : A)sence of granuloc$tes ( term often used to indicate se. .i : %ebih sensitive daripada M"& : 3e)ih sensiti.7-1 ( 0-0-B " or temperature of 7=-1 ( 0--.0/&+ J0?0" : Neutropenia : A)solute Neutrophil 1ount ( AN1 M 05-.6 M"& : # 3e)ih sensiti.:-B " for more than 0 hour in 7 measurement " K4"S050K"S0 $/&T#OP/$0" : Mild .% % Therapi suportif seperti nutrisi.i : % Melihat gan)aran pemecahan glukosa. /MP (N" maka prognostik )uruk :. 1::: % 15:: ell-mm3 Moderate .e untuk mendeteksi massa tumor $ang )an$ak sel Jsel darah.glukogenolisis oleh massa tumor dan mengumpul disekitar tulang $ang dicurigai. eosinophils.ositron 0mition 1omogra.Basalioma atau s3uamous sel 3arsinoma recurent'. /ila foto @oengent tidak terdapat kelainan  /one scintigrafi ( /A1 "  1tscan." 3eukopenia : 3o4 %/1 ( ma$ )e due to l$mpopenia as 4ell as neutopenia " Franuloc$topenia : @educed num)er of granuloc$tes ( neutrophils.+arsinoma besar dan dalam- 27 . !erugian +1 Scan tulang : % han$a melihat gam)aran tulang $ang dicurigai.  Aekarang dikerjakan /one Marro4 Puncture.01 +1# Scan : . anti)iotika. % )ila dilakukan untuk semua tulang maka hargan$a le)ih mahal. % /ila (N" maka curiga adan$a suatu metastasis.ere neutropenia ". Bone Scintigra.+ancer telah diterapi inade3uatAmorphea.ormB>. Bone Scintigra. C 5:: ells -mm3 "$) B W )s C @ ( PM$s D an!s ) 1<< . Be.

)erkem)ang pada minggu ke 7 . kalsitonin ".3ingual tiroid : )isa intra lingual. Jungsi hormon tiroid : 0. foramen caecum. Aintesa 2. . 2: . Jungsi 3elen=ar tiroid : 0.7 post. Metabolisme  absorpsi " distribusi " metabolisme " sekresi (pada semua tingkat sel 0. 1iroid berans : # tiroid $ang tidak menempati tempat semestin$a. jalan keluar.)ertendensi malignanc$ . . dipisahkan oleh isthmus. Meta)olisme. ukuran : H 2 cm dgn )erat 05 J 25 gram. Pertum)uhan. su)lingual  2. Hormon : suatu glikoprotein $ang dihasilkan oleh organ endokrin.Prelar$ngeal tiroid : perkem)angan lo)us piramid $ang panjang. 2. lalu memanjang ke kaudal dise)ut Diverti3ulum tiroid dihu)ungkan oleh duktus tiroglosus $ang )ermuara pada lidah di Joramen cecum% Mulai )erfungsi pada akhir minggu ke >  mensekresi TA& dari sel folikel dan sel parafolikuler (sel 1 . #ata)olisme : dipecahkan. 2. Ana)olisme : pem)entukan.e %evel & %evel && %evel &&& %evel &? ase : :"+1 : !ohor Study: +ross sectional methode: 08pert opinion / +onsensus- T0#O0% /m*riologi : % Merupakan kelenjar endokrin.:. #rgan $ndokrin % tidak pun$a duktus .7 ant. terdiri 2 lo)us./8i!en.Intratracheal tiroid. Aekresi  dikeluarkan tapi masih dalam sirkulasi. 7. . . #rgan $ksokrin % Pun$a duktus .: intra uterine. * 0. % Terletak pada cincin trachea ke 2 . Men$impan.Au)sternal a)erant tiroid. ada jalan keluar. % Asal dari pene)alan entoderm dasar faring. !ista Du3tus 1iroglosus : # Fagaln$a o)literasi duktus tiroglosus.

Atruma difus. menurun  steroid ana)olik.6 di)entuk di tiroid. =. M01 BO%&SM0 &OD&UM /aca di )a4ah. salisilat dan sulfonamid.Terapi : 03sisi Modi. diikat oleh : Ig F. Darah )eku lengkap  plasma sel plasma ( limfosit / $ang matang "  disentrifuse jadi serum. pen$akit hati.ologi : 0. D T'  !isimpan !i Koloi! ( Proses Pinositosis ) !ilepaskan ke Sirkulasi= !ebutuhan &odium : 46( # '(( ug / hari T: : han$a di )entuk di tiroid. 8adi untuk mengatakan struma itu toksis atau non toksik dilihat ga)ungan ga)ungan morfologi dan fungsionaln$a.o!ium : ." : Tiroid /inding Al)umin dan Tiroid /inding Preal)umin. J1) : Jree 1) E !arena ada dalam darah1) E da didalam 3elen=ar tiroid Mor. 7.i3asi . Ig M. 2. Meta*olisme .ersi T:  T7. tumor akan masuk. TNB. Interferon sistem keke)alan. Aerum se)agai standar ada dalam cairan ekstra seluler.&has % ikut )ergerak 4aktu menelan dan akan tertarik kedalam pada 4aktu penderita disuruh menjulurkan lidah $ang maksimal ( dalam keadaan mulut ter)uka" . • Tidak ikut )ergerak saat menelan.i3asi +a 1iroid : 25 .o!ium asal !ari makanan !an minuman masuk ke pere!aran !ara+  serum E Plasma  !ikatalis ole+ enzim yodida peroksidase men(a!i yo!ium ( di sel folikulare )  . Atruma nodosa. Jungsional : 0.6 di)entuk dalam darah kon. Iodium ( I 2.o!ium D molekul tirosin ( organifikasi yodium )  M0T D %0T !i Tiroglo*ulin T.. meningkat pada O hamil dan #/. &ipotiroid. &ipertiroid. L Sign : 3elihatanL Simptom : tida3 3elihatan- !lasi.  T7 : 2. • KAF tiroid 9 jelas.rosedur Sistrun3Ductus 1iroglossus : • pasien diminta keluar * masukkan lidah secara cepat. 2. Atruma kistik. • Aaat menjulurkan lidah. Aitokin.

'.1ype Medullare : 3imfogen. 7. Autosomal Dominan &erediter. +ndemis. Knclassified Tumor. #arsinoma Meduller. Metastatic Tumor.Well Di..apillare : 3imfogen.Undi..+old /odule : Nodul menangkap $odium le)ih sedikit dari jaringan tiroid normal. 5. Pseudoinklusi.  afinitasn$a kurang. Produksi 1alcitonin . ボ Apindle 1ell 1arcinoma. Ae)agian )esar suatu keganasan 0. tempat spasmen$a tidak ter)ukti. 3imphoma.0> 6.0. sel 1 ( sel parafolikuler " B.&1H0%& % : 0. Prognosis jelek. Malignant Teratoma. Fround glass appearance. +H?OS10! S&2/ :  Tanda tetani ( &ipotiroid " : kontraksi $ang cepat dari otot 4ajah ipsilateral  mengetok ner.erentiated : 4. &&. :. Fiant cell 1a. Adenokarsinoma Papiller.eloped accini. Pada tetani $ang ringan. Prognosis paling )aik.Hot /odule : Affinitasn$a le)ih  #eganasan ( ˂ 0 6.us facialis pada angulus mandi)ula. +arsinoma dilihat dari ge=ala 3linis dan patologi anatomi- Pemeriksaan untuk mengeta+ui keganasan Tiroi! Pre Operasi : 1= S)"$$0$9 E S0%0K T0#O0% 01'1 Mi. >.ro. %ell de. Adenokarsinoma Bollikuler.1ype . Insular sel >. .urie : 4./O/ 0.Warm /odule : Affinitasn$a sama  Normal.&. 'H$philic cell t$pe. Kndifferentiated #arsinoma .1ype Jolliculare : &ematogen.erentiated : 0. Psamoma )odies (kalsifikasi kecil dalam tangkai.&1H0%& % : 0. :. 5.. Aarcoma. APuamous 1ell 1arcinoma. Tall dan #olumnar sel '. 2. " 2? . T$pe Anaplastik : 3imfogen * hematogen.maka tanda Trousseau kadang dapat ditim)ulkan dengan menutup sirkulasi selama )e)erapa menit dengan manset tekanan darah. 2. 1"OUSS0 U S&2/ :  Tanda tetani ok spasme otot ekstremitas atas $ang men$e)a)kan fleksi pergelangan tangan dan i)u jari dengan ekstensi jari tangan. Anaplastik : ボ Amall 1ell 1arcinoma ボ Fiant 1ell 1arcinoma. 7.

Hipo3alsemia).1erseda3- Kelainan Tiroi! : 4. #ekurangan iodium.5.Kji tangkap Iodium N Aidik tiroid )erikan I 070 7.5 m1i2 +att : 1c MMm lebih bai3. . lebih teliti.m1i ( milli 1urie ".Kni nodosa . ? jam serta 2: jam.enanganan +arsinoma 1iroid : 4. soliter.Multinodosa.1otal 1hyroide3tomi'.Hematom'. Fanas -. Neoplasma. 7. Infeksi :.ains s . e.. Fiant-cell Th$roiditis. Pen!erita !iminta minum 0 1'1 oral !alam !osis yang ren!a+= 4.Suara parau / hilang6.1racheomalasia>. 2. 2> .itas di leher dalam ruangan khusus 2. Fra. Trauma Pembesaran &elen'ar Tiroid % 0. Kji tangkap Pertechnetate : men$untikkan Tc <<m se)an$ak 2 . sedangkan )ila han$a uji tangkap iodium : 5 . Atruma nodosa ToHic. diukur persentase penangkapan dengan mengukur radioakti. Plummer Disease . := jam.#ronis : &ashimoto s disease . struma l$mphomatosa . 7. Tiroiditis : .#elainan )a4aan. Atruma endemic : . . :.Sidi3 1iroid : dosis untu3 terapi lebih besar dari pada dosis untu3 diagnosti3- F= W+ole o!y S. ligneous th$roiditis.aning= Pada waktu desinfeksi operasi. 5. Neoplasma : 8inak -. /asedo4 Disease .Quer. :. 2.#arsinoma."adiasi &nterna / 03sterna!ompli3asi Operasi : 4. ."adi3al /ec3 Dissection>. 2.e3 3arsinogeni3 lebih 3ecil . @iedel s Atruma . karena akan mempengaruhi pada waktu radiasi.Adenoma. 5. 3$mphoc$tic th$roiditis.Akut : )akteri pathogen  Ataph$lococcus.e s Disease : Atruma diffusa toksid.0.m1i. jangan menggunakan Iodium / betadine. Pneumococcus.Au) Akut : De .

% Pituitar>. Pakai 1T Acan 9 pasti. @ὄ : 3eher lateral. % Medullar> +&>roid =ar inoma 1 M+= 2. S09$ : Pulsasi arteri karotis tera'a dari ara& tepi 'elakang m.ularisasi *agian 4uar #etrosternal 9oiter : 4e+er pen!ek.M0/ & A Wermer Syndrome B  1umor / Hyperplasia pada : % Korteks adrenal % +iroid. Konjungtiva) la'ial) mu osa 'u al) lida&) lar>ng) saluran erna. Ko. . Horner Syn!rome (suara parau ): % ptosis % miosis % enop&t&almus  ada infiltrasi-metastase a ke jaringan sekitar.d incisura jugularis. % Paratiroid.+er Test : =ara untuk mengeta&ui adan>a pendesakan trakea >ang 'isa men>e'a'kan sesak 2= .%0 0/DO!"&/ /0O.at6 : PLUN IN !I"#$.normal ti!ak tampak struma tapi kalau *atuk a!a masa tumor yang 6melon.entral  neo8as.M0/ && A Sipple Syndrome B : % P&ae romo >toma. >. % Meningioma. M0K#OK"4S050K"S0 #O=)/#G0)"4 P"%" T0#O0% : H karena a!anya nekrosis pa!a *agian .% S& AM0/B 4.a superior " /##. % Pan reati Islet =ells.M0/ && B A Mucosal /euroma Syndrome B % M+= % P&ae romo >toma % "euroma pada . MB0"1O/ S&2/ : Angkat kedua lengan tinggi disamping kepala. % Elioma % Elio'lastoma. % 8>perplasia Parat>roid. tampak kongesti pada muka * sianosis.  ada o)struksi pd thoracic outlet ( ( ca. apakah jari masih dapat masuk atau tertahan massa tumor.MU%1&. • • • #epala hiperekstensi  ra)a )agian )a4ah s.sternokleidomastoideus karena terdesak ole& tumor. '.

+&>roid stimulating anti'odies 1+SA'2.ate 2 atau se ara klinis dengan menggunakan rumus empiris .giant ell t&>roiditis 2. Para!oIa Muller : Penderita 'an>ak makan tetapi 'adan tetap kurus.< sE! M<= 0n!eks $eL )astle : Tremor +alus pa!a Hipertiroi! *er*e!a !engan Parkinson !engan tremor kasar : 2< . I. Anti'odi mikrosomal. 3. Struma multinodosa >ang 'erta&un%ta&un. +est Immunofloresen. sE! '9= . 1a. . 36ISA 1 enG>me%linked immunoassa> 2 %% dalam serum . Fra. 4. . 4. 5. +est presipitin. =A2 'an>ak pada tiroiditis de Fuervain 1+iroiditis su'akut . 2.emeri3saan ntibodi 1iroglobulin : Miksedema. Tiroiditis &ashimoto. 1. =aran>a . 2. "nti*o!i antitiroi! : 1. 2. pemeriksaan B"A pada sel tiroid 6o'us Sooker =andle) terletak diatas n. +ekan lo'us lateralis >ang mem'esar dari ara& lateral pelan%pelan sam'il diikuti) 'ila ada o'struksi maka akan terdengar stridor. P&>loides status . =ompetitive 'inding radioassa> paling sensitive.etrosternal goiter.napas) sianosis se&ingga penderita gelisa&. asal Meta*olisme #ate ( M#) % Menggunakan Spirometri 1 90>gen =omsumption .IA 1 radioimmuno%assa> 2. Anti'odi permukaan sel.#umus #ee! : @ Harga $ormal M# B <-7: J<-7. Anti'odi =A2 1=ell surfa e anti'odi2.re urrent . Penyempitan trak+ea *isa ter(a!i pa!a : 1. +es +.= 1tanned red ell 2. Kelenjar medulare tiroid . Pemeriksaan untuk mengukur fungsi tiroi! : 1. . 4. +est 6ateks. 3. Karsinoma tiroid >ang menginfiltrasi trak&ea. 2. 5.plasma dara&.es. 3. (s2!) DnK 2 7F@ M# (2) 1< @ sampai (D) 1< @= /utiroi! Meragukan Toksik : : : 211 sE! F'= F.iedel struma 1. Anti'odi tiroglo'ulin.MA 1 Immunoradio%metri assa> 2  le'i& sensitive.iedel tiroiditis2. Tiroid. 3.

4.P+H .metimaGol) kar'imaGol. /ila BT: dan TA& normal tapi curiga hipertiroid  Silent 1iroto3si3osisTSH E Tirotropin : 9lukoprotein M FM=<<<=. #osmetik. propanolol dan deHametasone. Meningkatkan meta'olisme 'asal sampai setinggi !: % 1:: . Pen!erita Hipertiroi! . Fanguan fungsi. diatas normal. steril. Profilaksis : klinis kelenjar (-" 2. :.1U  Mencegah pem)entukan hormon tiroid dari iodida dan tirosin dengan cara : % Mengham)at enEim peroksidase $ang diperlukan untuk proses iodinasi tirosin. 8ipertiroid  penurunan 'erat 'adan) karena terjadi peru'a&an ke epatan meta'olisme. Meningkatkan glikolisis  glukogenesis  sekresi insulin R  a'sorpsi di saluran erna R. Memper epat proses oksidasi asam lemak 'e'as ole& sel. Pen!erita Hipotiroi!  K&as Somnolen 'erat ole& karena /aktu tidurn>a >ang sangat lama 12 % 24 jam-&ari. Meningkatkan ke'utu&an akan vitamin.detik.. % Mengham)at proses penggandengan . Fangguan penekanan.. Terapeutik : klinis kelenjar (N" 7- . 5.# 5rekuensi epat 1: % 15 0 . coupling 2 tirosin teriodinasi untuk mem)entuk tiroksin (T:" atau triiodotironon (T7". 2.7odida inorganik. !. % (ertam'a&n>a kepekaan sinaps saraf di daera& medulla >ang mengatur tonus otot. 7. Durante operasi ter=adi tiroto3si3osis A1iroid StormB :  )erikan lugol i. . Malignanc$. 2. . 0n!ikasi Operasi Tiroi! : 0. 3. asam lemak 'e'as R. Meningkatn>a &ormon tiroid  jumla& kolesterol) fosfolipid dan trigliserida dalam dara& S.epat lela+ sulit ti!ur 3fek melela&kan dari &ormone tiroid pada otot dan susunan saraf pusat) dimana penderita epat lela& tapi ole& karena efek eksitasi pada &ormone tiroid pada sinaps se&ingga penderita jadi sulit tidur. . 4&9O40S"S0 !i*erikan ' C 1< tetesE+ari selama 1< +ari= Pa!a pasien post +ipertiroi! lalu (a!i eut+yroi!= 5ungsi lain a!ala+ mengurangi 8askularisasi= T&3&"$ %0S/KS0 K/4/$3"# 40M5/ : 0.meningkatkan T' !an T.= Hipot+alamus : T#H merangsang +ipofisis anterior untuk mengeluarkan TSH "nti Tiroi! : % +iosianat. /fek Hormon tiroi! pa!a meta*olisme : 1.

4alaupun klinis #F/ tidak tera)a. tapi secara persentase )ernakna mengandung metastasis ( 9 25 6 ". N.1a.post operasi". Tujuan : Profilaksis.Parotis dengan N.0U1&+ /0+! D&SS0+1&O/ :  /ila klinis ada metastasis * sekaligus pengangkatan tumor primer.jugulodigastrik dan upper * mid jugular. 2.  #om)inasi dengan radiasi ( pre atau post operasi " S/)O$%"#. jadi meliputi group lig.h$popharing" dengan T7 T: $ang sudah dioperasi * disinar ( 'ldhof"./% TH/#"P/&T0) $/)K %0S/)T0O$ :  dilakukan setelah pengangkatan tumor primer ditemukan metastasis pada kg).tion= • &an$a ½ group kg) di diseksi. +tc U suprah$oid dissection. Dianjurkan pada metastase klinis ter)atas pada anterior triangle.al $e.esory $er8e (preser8asi $=C0)= Tekhnik sama dengan @ND Preser.dilakukan diseksi su)mandi)ula. • Mencegah carotid )lo4 out. tiroid diff. • Tidak untuk metastase leher dengan tumor primer tipe sPuamous cell carcinoma. • Dilakukan pada 1a.(-" klinis. . N0 (oral cancer. (misaln$a 1a @ongga mulut dengan N-" 'perasi ini )ersifat staging prosedur )ukan terapeutik. )aik klinis multiple metastase leher ('ldhof". 7.k %isse. +O/S0"? 1&J /0+! D&SS0+1&O/ : ." D&+ % /0+! D&SS0+1&O/ M#$% (Mo!ifie! #a!i.meliputi kg) group su)mentale. carotid triangle.oropharing.1a. VM@NDV  )ertujuan mempertahankan fungsi * mencegah perluasan pen$akit. '= #egional $e.Tiroid dengan N. 1a.G= 3ugularis interna N M= Sternoklei!omastoi!eus= ( M#$% 5ungsional ) "!a ' ma. 70 .tion= • Mempertahankan fungsi leher * kosmetik.."OJ&% !S&S /0+! D&SS0+1&O/ Diseksi #F/ dilakukan.k %isse. tiroid diff.asi N. &/D&! S& M"/D : 0. . )aik $ang )ermetastasis ke kg).tion). +g : .am : 1= 5ungsional $e. (follo4 up"  se)aikn$a dikom)inasi dengan radiasi (pre.ter!iri !ari : Tipe 1 : #$% D preser8asi $=C0= Tipe F : #$% D preser8asi $= C0 N G= 3ugularis interna= Tipe ' : #$% D preser8asi $= C0. 0%0+1&?0 /0+! D&SS0+1&O/ E .k %isse.dilakukan diseksi paratrakheal. F= • • • Sparing ".TI. E %/4"."&M "G 1H0" .

&/D&! S& "/D : o Tumor kepala atau leher dengan kg) klinis (N". 72 . Multiple nodul di kulit. kelenjar su)mandi)ular. / 1OMG OJ 1H0 /0+! Au)mental * su)mandi)ular group. M + M 5 M + M &/S&S& /0+! D&SS0+1&O/ : 0.telah mendapat radiasi leher. #ontra indikasi medis.III remo. . 7.asi ke tulang . 'perator tidak )erpengalaman. ?.!O/1" &/D&! S& M"/D : 0.el I .el 0 • 3e.e. 3o4er jugular group. . &arapan hidup M ? minggu.se)elumn$a sudah dilakukan regional atau modified neck dissection. Kpper jugular group. dasar otak. #g) (N" klinis. Middle jugular group.erte)rae .kranial -. 2. MA1 B++ ( 3adder " IN1IAI'N.el ? • 3e.e.el 2 • 3e. : 3e. 2. Posterior triangel group. pool )a4ah glandula parotis. " D&+ % /0+! D&SS0+1&O/ :  Mengangkat seluruh kg) leher secara en)lock dengan jaringan lunak sekitarn$a. &/D&! S& "/D : Tumor primer tidak terkontrol. o Post radiasi.kla. : 3e. Aupraomoh$oid neck dissection ( A'&ND ". 2. sternokleidomastoideus.tumor primern$a melanoma. !O/1" 0.caudal -.garis tengah .lateral -. omohioid. radiasi. 7.el 7 • 3e. 5.ikula.ed.el II . #g) fiHed ( N7 " tidak )eru)ah dengan radiasi. trapeEius . 2.marga inferior mandi)ula . .. Metastasis jauh.el 5 • 3e. >.H 1&+ • 3e. 3ateral neck dissection ( 8ugular node dissection ".  /atas diseksi : . Posterolateral neck dissection ( P3ND ".m. klinis kg) (N" o #g) (N" * operasi satu-satun$a modalitas terapi. m. m. :. jugularis. tetapi : . o 3esi primer terkontrol  metastasis regional di leher.el > : : : : : : : S0%0+1&?0 /0+! D&SS0+1&O/ : 0.el : • 3e. In. Tracheooesophageal group Auperior mediastinal l$mph %GM.el II .l( remo.( remo. : 3e.anterior -. o #g) (N"  (-" post kemoterapi . &AW+A MA@TIN A ( Dou)le W " IN1IAI'N.

Bi'erikan t&>ra0 se'agai su'situsi se&ingga menjadi sedikit &>pert&>roid)se&ingga &ipot&alamus % &ipofisis anterior % mensupresi t&d +S8. Pertum)uhan ekstrakapsuler. pem)uluh darah. Merupakan feed 'a k me &anisme) dimana +3 J +4 >ang renda&. 08tension. :. . ?. "esi3o 1inggi: • Metastasis jauh. . :. &igh grade malignanc$. Pen!erita Post total Tiroi!ektomi : % % % (erikan t&>ra0 dengan dosis >ang renda& da&ulu .asi kapsul $ang luas * ukuran tumor primer 9 5cm. B 9 50thn dengan 1a. X IN1IAI'N. folikulare dengan in. /A@/A@A IN1IAI'N. Audah infiltrasi ke pem)uluh darah. 5.OS1 "/D : 0. Diameter #g) 9 7 cm.Tidak ada metastasis jauh.Tumor primer masih ter)atas di dalam tiroid untuk 1a. D %0H0" . Joli3ulare : !lasi. 7. papilare. Penderita &arus minum o'at seumur &idup karena ditakutkan terjadi miksedema. &/D&! S& $U? / " D&O1H0" . 77 . 25 mg. • M 9 :0 thn. Tidak ada metastasis jauh.YYY %ard ( W incision ".Kkuran tumor primer M 5 cm. . sudah in.& . 1a. Total Tiroi!ektomi : 5+4 renda& sedangkan +S8 meningkat. SiCe B : "esi3o rendah : • A  M M :0thn. Bi'erikan 'erta&ap ke dosis >ang le'i& tinggi sampai terjadi sedikit &ipertiroid.asi ke kapsul . papilare in.asi kapsul minimal untuk 1a. B 9 50 thn. Audah menem)us kapsul. • /  M 9 :0 thn. 1rile Incision( T incision ".i3asi M0S A ge. folikulare.7. folikulare. • M M :0 thn. Tidak )isa dengan BNA. #g) metastasis 9 0 )uah. )a 5olikulare Tiroi! : • • • Dari sediaan histopatologis ok. B M 50thn. Penderita dianjurkan untuk A'lasi Interna 1 (andung .apilare . In.*akarta 2 di dalam ruangan k&usus) karena penderita minum ta'let I131 >ang mengandung radioaktif dalam dosis >ang renda&. 2. Post Total T+yroi!ektomi : di'erikan t&>ra0 5: I 1:: mg) 'erguna se'agai su'situsi J supresi.asi kapsul $ang luas pada 1a. Metastatic.asi ekstratiroid . B M 50thn dengan in. !1 .

1) tinggi tapi 1SH rendah&ncidentalioma  ditemu3annya nodul pada tiroid secara 3ebetulan> D : Dis. 9am*aran ra!iologis le*i+ ra!io opaOue 9una Hormon Tiroksin : 0. su)lingual. Dis. % .s an tiroid. 7: . Pem'esaran kelenjar limfe.ara Hematogen sering *ermetastasis ke kepala= denocarcinoma .ὄ . 2. 4. . % Sidik tiroid .onia. !. 3. % 3valuasi .apilare sering ter=adi pembesaran 3elen=ar. % +&erapi +&>ra0 . 5. dimana menekan hormon TA& di kel. 6aki%laki 2. Metastase jau&. % Metastasektomi. T+yroi! /ktopik ( Kelainan letak kelen(ar t+yroi! ) : 0. % 5ilmn>a ke il. 2. Hipertiroid : 1> . Dispnoe-A$. <anita 4 45 ta&un.Tiroi! ikut *ergerak pa!a Laktu menelan : =artilago tiroid melekat pada tra &ea  /aktu menelan 'ergerak ke atas  epiglotis tertutup se&ingga tiroid 'ergerak pada /aktu menelan. Pituitar$.ogenTin!akan : % (one S an %%% 1le'i& 'aik dari pada (one Surve>2.agia. ST#&M" "%O4/S/$)/ : ( sE! usia F' ta+un ) Ole+ karena pertum*u+an yang mem*utu+kan meta*olisme yang *esar.adiasi Interna Iodium 131.ekonstruksi. 3arena metastase secara %im. Prelar$ngeal th$roid. Au)sternal a)erant tiroid 7. % Prognosis J follo/ up % .adiasi eksterna paliatif. % +otal +iroidektomi. Kalsifikasi : karena adan>a sentral nekrosis  neovas ularisasi  penim'unan al ium di intra sel. % .tetapi ti!ak !iikuti kemampuan tiroi! untuk mempro!uksinya  pem*esaran kelen(ar tiroi!= T0#O0% )&#09" 9"$"S : 1. untuk Su'situsi dan Supresi. Ae)agai Aupresi  feed )ack mechanism. 3ingual th$roid : Intralingual. Ae)agai Au)situsi. Eangguan o'struksi.B"%/$O)"#)0$OM" 5O40K&4"#/ : Se. kalsifikasi 1?2  tidak pasti.

reseptor somatostatin. hiperkromatik.3aki : %anita . o Pem)esaran sangat cepat.e disease dengan sisikan tiroid : Fra. Has+imotoQs %isease : .J 5. Tiroi!itis Su*2akut (!e Puer8ainsQs ) atau 9iant2)ell T+yroi!itis : • Aelf limited desease • e. sedangkan pada tiroiditis su)akut didapatkan penurunan $ang difus dari uptake I 070. // turun.ena ka. eosinofilik sehingga pe4arnaan tampak pink. padat dan keras. • Ksia 2. o Ksia 7.7 6. LL  infeksi IAPA. 4anita 9 laki. • %anita : pria . Struma #ie!elQs : o Proses peradangan tiroid.:. .Fangguan immunologis.ereHpresi gen P57. onkogen N-m$c.tahun. tidak didapatkan infiltrasi limfosit.inoma • (ariant dari 1a.#linis : struma multinodosa.1uriga keganasan )ila didapatkan &iperkalsemia ( 9 0: mg. &ashimotoZs desease .dl ". /eda dengan &ashimoto.. fe)ris (-". laki . follikulare. • N$eri -. #onsistensi keras seperti ka$u. . IFB-0. Intratracheal th$roid.Terapi medika mentosa : hormon tiroksin ( @. )atas tidak jelas. nukleus $ang pleomorfik. padat. gangguan pada trakea .menjalar sampai rahang )a4ah. esofagus. 0 : 05 ( 99 7. dijumpai peri. • 3+D meningkat.-=5 tahun • '. AEkanaE$ cells • Insidensi : J 5 6 dari 1a tiroid. @iedel Atruma . • /eda dengan gra. 2:0. tera)a massa di 75 .a superior.askulitis limfositik Hurtle )ell )ar. 'H$phillic cells. perempuan . Th$raH ". .eZs desease terjadi peningkatan uptake $ang difus dari kelenjar tiroid. o Patologi : fi)rosis men$eluruh pada kelenjar tiroid. TFB alfa. l$mphadenoid goiter . • /entuk le)ih )esar daripada sel follikuler. )eta. pada tiroiditis su)akut tidak selalu )erhu)ungan dengan antitiroid anti)odi. tanpa rasa n$eri. . sering menim)ulkan penekanan pada . Tiroi!is Kronis : 0. n$eri tekan.tahun ( rata-rata :5 tahun ". 2.?. poligonal. .+rat hu)ungann$a dengan T-cell mediated faktor. )entuk irreguler. " 1&"O&D . ! "S&/OM . l$mphoc$tic th$roiditis.Ksia 9 7. • Penurunan uptake I070 dan TA& juga menurun. 3igneous th$roiditis.tahun". • Nama lain : 'ncoc$tic cells.Insiden 26 . n$eri (-". telinga. struma l$mphomatosa . leukositosis neutrofil atau limfosit.

da ' =enis yang berguna untu3 .ical. : gam)aran resorpsi tulang su)periosteal pada phalank distal. penurunan //. hepar. 9am*aran #a!iologis : . &ormon ini seluruhn$a disintesis dari kolesterol steroid. Patologi : )entuk tra)ekula. muntah. : mengangkat tumor dan mem)lok dengan jaringan adherent. n$eri a)domen. . )lok jantung.Boto tangan . Dona 2lomerulosa : mense3resi ldosteron- 7? .ost Operati. insomnia.Boto kepala .>2 6 1a paratiroid dengan hiperkalsemia. Pasien meninggal karena komplikasi tumor pada jantung. : sur. : #ontrol hiperkalsemia dengan menggunakan .Thoraks * KAF A)domen Penatalaksanaan : 0.itas dari kalsium ekstraseluler dan menurunkan sekresi hormon paratiroid.e$ serum kalsium. Pem)erian kemoterapi c$clophospamide. . #ardio. polidipsi. Prognosis : . depresi.#orteks adrenal : mensekresi hormon kortikosteroid.decar)aEine. .Medulla adrenal : mensekresi hormon epinefrin dan norepinefrin se)agai respons terhadap rangsangan simpatis.#edua kelenjar adrenal terletak di kutu) superior kedua ginjal. ginjal. arthralgia.- cer.olume eHpansion dengan saline isotonic dan diuretic dengan furosemid. .5BK remisi sempurna dalam 5 )ulan.ungsi endo3rin manusia : Aldosteron $ang merupakan mineralkortikoid utama dan kortisol $ang merupakan glukokortikoid utama. meningkatkan sensiti. kelemahan otot proksimal. 2. Operati. neuropati saraf tepi.itas reseptor kalsium. mengatur sensiti. Muskoloskeletal : n$eri tulang. mual. paral$sis pita suara unilateral. scan isotop thalium 2-0. efek meta)olik. Fastrointestinal : konstipasi. metastasis.askuler : hipertensi. gam)aran mitosis. . pancreas. sementara" : 1A31IM+TI1 : agent mengikat kalsium diperedaran darah. Fejala &iperkalsemia secara umum : Finjal : poliuria. : gam)aran !Fround glass! atau ! Aalt and papper appearance ! : metastasis paru. Medikamentosa (paliatif . kolik )atu ginjal.@ekuren dalam 2 tahun  prognosis $ang )uruk. lo)us tiroid ipsilateral dan l$mphonodus. pita fi)rosis $ang te)al dan in.asi kapsuler dan pem)uluh darah. Neurologi : letargi. Anamnesis : /enjolan pada leher disertai rasa haus. Hormon "!renokortikal : .reoperati.terdiri dari korteks adrenal dan medulla adrenal. 'peratif : . pen$akit ginjal  meninggal. anoreksia.

'ksitoksin 4o*us 0nterme!iate E ist+mus : 4o*us ke 000 Tiroi!= Hipotiroi! !ioperasi : 2 ila su!a+ a!a penekanan Konsistensi : 1= Pa!at : Pa!at keras !an pa!at kenyal= F= 4unak= '= Kistik= Pemeriksaan Tumor ( %SP ) : 1= Konsistensi= F= Hu*ungan !engan sekitar E infiltrasi !engan (aringan sekitar= '= atas tumor= Total Tiroidektomi : Paratiroid hormon / Parathormon : Calcium. mineral ekstraseluler tu. . Hi!ertiroid  FT4 % TSH & el 'olikel merang ang untuk (er!roli'era i.Fro4th hormon ( Aomatotropik .&ormon antidiuretik ( AD& " .(la i interna : Radia i -nterna untuk menghilangkan mikro meta ta i . hF& " . A1T& " . Penting pada meta)olisme protein.&ormon perangsang folikel dan hormon lutein ( BA&.Adrenokortikotropin ( #ortikotropin . Follo) *! : + . Mineralo3orti3oid : mempengaruhi elektrolit .Dona Jasi3ulata dan Dona "eti3ularis : mense3resi !ortisol dan ndrogen"!a F (enis +ormon "!renokortikal yang utama : Mineralkortikoid dan Flukortikoid $ang disekresikan oleh #orteks adrenal. Be ar : Ca!o!edal. Aelain itu korteks adrenal juga mensekresi hormon kelamin terutama &ormon Androgen $ang efekn$a hampir sama dengan Testosteron.isis . Punctum "er#o um / Pe an erinu / Plek u cer#icali : ada $ ner#u . FT4.Tirotropin ( TA& " .3& " !elen=ar Hipo. natrium dan kalium. INDIKASI TRAKHEOSTOMI 7> . 2lu3o3orti3o3ol : meningkatkan konsentrasi glukosa darah.osterior : . TSH : Ringan : Kram – kram. lemak Kelen(ar Hipofisis "nterior : .Prolaktin.

-ndika i !ele!a an e uai dengan indika i aat mema ang. 0. $. 3. 2. 6. Perlukaan trakea. dengan kom!lika i !erdarahan atau !arali e n. karena hemo ta i 1ang kurang adekuat. .Per'ora i : o'agu . . karena mengham(at ele#a i dan rota i anterior dari lar1n<.Fi tel Trakheoe o!hageal . Pro edur o!era i ke!ala leher 1ang (erat./. /. ehingga tekanan !em(uluh darah meningkat. :m!i ema u(kutan.Pneumomedia tinum . Trauma ke!ala dengan gangguan ke adaran. dan kegagalan !ingter h1!o!har1ng dalam mem(uka em!urna. Radiotera!i !ada leher.7. Perdarahan..Perdarahan . Pa ca !em(edahan dengan (atuk tidak adekuat.Trauma kartilago cricoid .Moseley dan Grillow menyebutkan indikasi trak eostomi adala : .:'ek am!ing dari cu'' trakheo tomi da!at mengganggu mekani me menelan. 4. /.. ter8adi ke(ocoran !em(uluh darah.Trauma ner#u laringeal rekurren .. 4!era i tiroid. Indikasi !ele"asan Kannul Trak eostomi : . Higiene !ulmo dan ke!erluan #entilator udah tidak di!erlukan lagi maka egera dile!a . 7= . . Penggunaan re !irator 8angka !an8ang etelah intu(a i 9 45 8am. Keradangan he(at !ada muka leher dan 'aring.okali II$ Kom"likasi !as&a O"erati% : '$ Kom"likasi Dini : .rekurent (ilateral. Kom"likasi O"erasi # trak eostomi : I$ Kom"likasi Intra O"erati% : . Trauma thorak dengan !erna'a an 1ang tidak e'ekti'. 5. 0..Pneumothorak . Trauma muka dengan 'raktur multi!el. -n'ek i luka o!era i.Cedera Corda . Trakeo(ronkiti dengan edema dan ekret 1ang (an1ak. dengan (atuk tidak elekti'. (atuk adekuat. (ila o( truk i telah diata i maka da!at dile!a . Secara klini ada kemam!uan mem!ertahankan 8alan na'a dari ekret. !erlindungan 8alan na'a udah da!at kom!en a i. Tumor aluran na'a 1ang menekan aluran !erna!a an.

M  8alstedt %umpe3tomi 4 3ali oleh : JeroniC 1 " 1 : Tumorektomi. M  Me>er #. 4. Fuadranektomi. AHillar$ Desection. ( = + 5. Su' utan mastektomi. M .+umorektomi. AHillar$ Desection. !. @adioterapi.ada Breast 1umor : 1. 3. 2. NU "1 : Quadrantectomi. @adioterapi. . 7< . Simple Mastektomi.6umpektomi . 3ksisional (iopsi .($ - Kom"likasi )ambat : Forma i =ranuloma Fi tel Trakeoe o!hageal Fi tel Trakeokutaneou Steno i >aringotracheal #/"ST )"$)/# 1ahap Operasi .

P:'.Ki ?7. +idak gravid. Per'andingan ukuran tumor dengan volume pa>udara ukup 'aik. '. 1:.(.#)"1. +idak menderita pen>akit 63 atau kolagen. #/"ST )O$)/#G0$9 S&#9/#. Bapat kontrol rutin se ara teratur setela& pengo'atan. =. @asio )esar tumor dengan pa$udara.+kstensi mikrokalsifikasi ). ?.T7 J : N2 M0 .H/#F E neu.&ncisi =adi menguncup%ateral : Metastasis mamaria interna dan a3sillaHormonal Terapi 2 / # E P # 2 HerFEneu : #eseptor /strogen yang *erle*i+ ( O8erekspresi ) pa!a sel tumor :  Prognosis >ang le'i& 'aik daripada 3.Kkuran tumor 9 7 J : cm. !ontra &ndi3asi B+1 : 4. . stadium lanjut. Mammografi  mikrokalsifikasi-tanda keganasan >ang luas 1%2.tumor marker pemeriksaan rutin untuk =a. pektoralis minor ditinggal. M"M: Pate$ Madden S.Nuadrene3tomi A indi3asi E B+S B : . /# E P#. +umor tidak terletak di sentral.id.=A 2 1%2 #. 2.=A 1 ."#"T : m. 5. (elum perna& mendapat radiasi di dada. ( )S E )T) : 1. tida3 di. 4. Pa>udara ingin diperta&ankan 3. 2. 5aktor prognosis >ang dapat mem'antu klinisi . 3okasi tumor terhadap nipple.Multisentris ( ≥ 2 tumor dalam k4adran $ang )er)eda " >.us atau batas yang samar# samar- )S : Medial : metastasis 3e mamaria interna. Ja3tor terpenting  Batas atau tepi tumor harus =elas. pektoralis minor diangkat. Pemeriksaan 'iomolekuler  (. Sarana radioterapi ada.Fra. :- . K.arium. 1?2 'erespon terapi anti estrogen 1 +amo0ifen 2. B+1 : 0.mamma . : m.le)ih luas dari lumpektomi atau segmenektomi. 11. 6.Pernah menjalani radiasi daerah pa$udara. '. +umor C 3 m. !ontra &ndi3asi "elati.  (ila 3. 1%2.)apt+ensin %= Catt : /@1A 0 juga pada 1a.

tidak ada o. 5aktor Pre!iktif : 5aktor >ang memprediksi apaka& penderita a.5aktor Prognostik a!ala+ : Suatu faktor >ang mem'erikan informasi tentang kemungkinan &asil ak&ir dari perjalanan pen>akit penderita =a. teknik pulasan dengan dasar ikatan antigen anti'odi >ang di'eri /arna) se&ingga 8er2 >ang di ari pada sel tumor akan terli&at 'er/arna. tidak tampak 4arna pada mem)ran sel atau ter4arna ˂ 0. dan menun=u33an hasil Her' / neu AOB. 0H)  mengevaluasi se ara semikuantitatif overekspresi protein 8er2 pada mem'ran sel. > dan )50SH  mendeteksi amplifikasi gen 8er 2 pada kromosom 1#.N0" : <=. Petanda >ang digunakan adala& %onoklonal antibodi antiprotein &er'. sehingga hasil I&1 N2 dise)ut se)agai )order line. mamma se ara klinis pada saat diagnosis =a mamma ditegakkan atau pada saat operasi. • Akor N 2 : positif $aitu mem)ran sel tumor tampak ter4arna lemah sampai sedang pada 9 0. negatif (-." A#B ma3a tumor lebih agresi.6 sel tumor.Spesi. • Akor N 0 : negatif.6 sel tumor. Maka apa)ila hasil I&1 N2 dilanjutkan pemeriksaan BIA&. Keuntungan Pemeriksaan epat) nonradioaktif) sedikit jaringan) mikroskop a&a>a 'iasa. Pasien !engan o8erekspresi HerF E neu kurang *erespon ter+a!ap kemoterapi tertentu Her F E neu : Protoonkogen >ang meng&asilkan reseptor protein pada mem'ran sel dengan (M 1$5 KB. 50SH 15luores en e Insitu 8>'ridiGation2 atau 0H)= Her'  %igand non spesi.6 sel tumor. 3valuasi dengan meng&itung ratio antara sin>al orange 1gen 8er22 dengan sin>al &ijau 1 entromere kromosom 1#2. mamma dan digunakan untuk memili& penderita mana >ang tidak di'erikan adjuvan kemoterapi. Pada =a mamma overekspresi 8er2 F< 2 '< @= =ara pemeriksaan 8er2 . Meto!e Skor Pa!a 0 H ) a!ala+ : • Akor .6 mem)ran sel. tampak ter4arna secara fokal pada 9 0.i3 Her 4. Kegunaan Pemeriksaan HerF E neu : 0" / .>6. Merupakan golongan dari /95# ( /pi!ermal 9roLt+ 5a. Prinsip . Apa'ila ratio C 2 amplifikasi negatif) 'ila 4 2 amplifikasi positif. #eakuratan hasil I&1 : skor N7.: negatif. mamma mempun>ai respon ter&adap suatu modalitas terapi adjuvan atau tidak 1 Lan Slooten) 2::12.i3.erekspresi &er2.tor #eseptor ). Akor I&1 N2 7?6. :0 . • Akor N 7 : positif $aitu tampak seluruh mem)ran sel tumor ter4arna kuat pada 9 0.enderita dengan Her'/neu AOB telah terbu3ti tida3 berespon terhadap 3emoterapi yang biasa diberi3an yaitu +MJ dan lebih berespon terhadap golongan nthracyclinPemeriksaan HerF=neu !igunakan untuk *er*agai in!ikasi : 1= 8er2 .neu merupakan faktor prognostik untuk a.

seperti N# sel. &er2 (N" le)ih )erespon terhadap terapi TrastuEuma) di)anding $ang (-" dalam terapi adju. Mengikat reseptor 8er2 protein di permukaaan sel. a.neu 1?2. :2 . Her. &er2 (N" kurang )erespon terhadap terapi endokrin di)anding $ang (-" untuk rencana adju. &er2 (N" le)ih )erespon terhadap dosis eskalasi dari doHoru)icin daripada $ang (-" dalam terapi adju.an./erikatan pada protein &+@2 pada permukaan sel kanker $ang positif &+@2  menghalangi dan mencegah faktor pertumbuhan tubuh berikatan dengan reseptor  mengham)at pertum)uhan tumor. F= Mensinyal sistem imune . kemoterapi alkilating seperti 1MB atau phen$lalanine mustard dan 5 BK didalam rencana adju.an maupun metastase.Mengaktifkan sistem kekebalan untuk membunuh sel kanker yang positif ($)*! Ael khusus sistem keke)alan.=att .an maupun metastase. &er2 (N" kurang )erespon terhadap non doHoru)icin. e. f. Tugas sel keke)alan ini mem)unuh sel-sel tumor.eptin E TrastuRuma* Mouse monoclonal anti)odi terhadap &er2 . TrastuRuma* ( #E Her. c. Protein &+@2 (&uman +pidermal Fro4th Bactor @eceptor 2" adalah reseptor $ang terdapat dipermukaan )e)erapa sel dan )erfungsi demi pertum)uhan sel normal dan pem)elahan sel "nti*o!i Monoklonal  hasil reka$asa genetika anti)odi alamiah $ang ditujukan terhadap struktur spesifik sel tumor )ara Ker(a Her. &erceptin adalah imunoterapi $ang secara spesifik mem)idik protein &+@2 pada permukaan sel kanker pa$udara $ang positif &+@2. makrofag  mengenali herceptin $ang menempel pada sel kanker dan menandai sel positif kanker &+@2 se)agai a)normal. 8adi herceptin mampu memperlam)at pertum)uhan tumor dan mendukung sistem keke)alan tu)uh dalam memerangi jenis kanker ini.an terapi.erekspresi akan mempun$ai ketahanan hidup $ang )uruk. le)ih )erespon terhadap doHoru)icin daripada $ang (-" dalam terapi adju. . 8er 2 . ). Penderita stadium a4al 1a mamma $ang tidak di)erikan adju.neu merupakan faktor prediksi untuk memili& terapi >ang spesifik) dengan kemungkinan >ang tela& dilaporkan adala& . Protein 8er2 dengan &er eptin >ang melekat akan kem'ali kedalam sel  jika 8er2 protein tidak lagi 'erada pada permukaan sel) fungsi untuk pertum'u&an dan pem'ela&an sel &ilang. d. 8er2 .an. &er2 (N" dapat .an terapi dengan &er2 $ang o.eptin .an maupun metastase. neu $ang kemudian di humaniEed dengan mengganti gen $ang mengkode anti)odi dengan sekuens DNA human.eptin )*erfungsi : 1= Mem*lok pertum*u+an sel tumor . 2.neu 1%2 mempun>ai prognosis >ang le'i& 'aik dari 8er 2 . &er2 (N" dapat le)ih ataupun kurang )erespon terhadap terapi TaHane di)anding $ang (-" dalam terapi adju.

ate s$nthetic estradiol-0>) (ethnil estradiol atau deri.er .08traglandular synthesis>.ayudara : :7 . otot. mestranol ". Survival rate 1 ta&un meningkat di'anding >ang &an>a di'eri kemoterapi 1 #K.eptin S Penderita a. mamma lanjut 1metastase2 dan overekspresi 8er2 protein) pada 235 /anita &er eptin ? kemoterapi tampak pertum'u&an tumor melam'at dan menge il sampai 5:. /fek samping Her. 7.iH )a$i perempuan dan 1a mamma pada i)un$a ( 75 6 ". 1?2. Siapa yang !i*eri Her. Pada Post menopouse untuk mengurangi keluhan.Nausea (256" . Pada kehamilan untuk mencegah terjadin$a a)ortus. .1hills . Dieth$lstil)estrol : peningkatan clear cell adenokarcinoma dari . Penggunaan estrogen dari luar dalam jumlah )esar : 0.8er eptin >ang terikat dengan reseptor pada sel tumor men>e'a'kan "K sel menempel pada &er eptin mem'unu& sel tumor. pada saat kemoterapi merusak B"A pada inti sel tumor) 8er eptin akan meng&entikan per'aikan sel se&ingga selpun mati. 1. 2.08ogenous supplies'. 8er eptin dan kemoterapi 'ekerja dalam ara >ang 'er'eda tetapi bila diberi bersamaan akan bekerja sinergis. Se'elum kemoterapi &arusla& mendapat ant&ra > lin dan ta0ane >ang ukup. 2. *uga dapat terapi &ormonal pada penderita dengan 3. 2.%eakness. seperti lemak.Be. +strogen $ang klasik adalah golongan steroid 10=.espon terjadi dalam ! 'ulan % 1$ 'ulan setela& terapi &er eptin selesai.Fangguan jantung . =onto& . kulit dan li. Kntuk mencegah kehamilan  Dieth$lstil)estrol. !$ . 1erapi 0ndo3rin . Pem)erian estrogen pada pil kontrasepsi menggunakan deri.agina * cer.er serta jaringan tumor pa$udara.arium follikel dan corpus luteum )erperan penting atas sintesis estrogen  2 macam sel : sel theca dan sel granulose.ada !an3er . 8er eptin se'agai monoterapi  untuk penderita 8er2 ?3 >ang suda& mendapat regimen kemoterapi untuk metastase tumorn>a.ate 7-meth$l ether. +strogen $ang ada dalam sirkulasi 4anita postmenopouse terutama dihasilkan dari aromatisasi di ekstraglandular dari hormon androgen dalam )entuk androstenedione $ang ditemukan di )e)erapa jaringan ekstraglandular. . 8er eptin dalam kom'inasi dengan pa lita0el di'erikan untuk /anita dengan tumor 8er2-neu ?3 >ang 'elum mendapat kemoterapi untuk metastase dan 'ila terapi ant&ra > lin tidak ukup. .2landular synthesisDi o. '= eker(a *ersama kemoterapi .Anemia (0-6" > Sumber utama suplai estrogen pada +a mamma : 4.. 8al ini akan men>e'a'kan pertum'u&an >ang lam'at dari sel tumor.eptin .

&1U&1 "& Adrenalektom$ dan h$poph$sectomi durasi respon 05 )ulan : = )ulan.6 terhadap a)lasi endokrin. TamoHifen mem)erikan reduksi 7<6 insiden ca. . tp +@ (J" respon 0.  Inhi)itor selektif .Dulu di)erikan injeksi su)kutan tiap hari atau le4at hidung. mual. ArimideH " dan 3etroEole ( @. 6./ekerja dengan cara mengham)at pem)entukan estrogen dan efek karsinogenik dari meta)olit dan cathecolamin. 2. Pola resiko kekam)uhan sangat )erhu)ungan dengan status menopouse. /1& 0S1"O20/ +@ (N" respon ?.Aromasine ". . . Pada pasien premenopouse terlihat kurva double"peaked.Bemara ". tidak pada +@ . P@ (N" . 2enerasi & : Aminoglutethimide.#on. muntah. fatiPue. . dan jenis Ateroidal eHemestane ( @.Di)erikan secara oral.arektomi efektif 7--:-6 dengan durasi remisi rata-rata < )ulan. meningkat maksimum )ulan ke =. d$spepsia.Destruksi folikel penghasil estrogen. # B% S& D"0/ % D / . Pem)erian intramuskular.aginal dr$ness "!a ' 9enerasi "romatase 0n+i*itor : 0.6.+fek samping : sakit kepala.Menekan produksi estrogen 4anita premenopouse dan mempun$ai efek +Medical . /ekerja tidak selektif.G W&1H 0S1"O20/ :: . P@ (J". . menurun )ulan ke 0=. . mamma dini. +fek samping sedikit sekali terhadap kadar cortisol dan aldosterone. 7. lalu meningkat lagi )ulan ke 2= J 7-.Penurunan mortalitas 2= 6 pada ca. mamma kontralateral. premenopouse +@ (N" dan adan$a perinodal in. . Pada postmenopouse : hot flashes. edema perifer. sedangkan pasien post menopouse kurva singlePre-menopouse residif mulai terlihat )ulan ke-7. +fektif pada +@ (N". dengan efek samping $ang tidak mengenakkan. 2enerasi &&& : Nonsteroidal. Aekarang pen$untikan se)agai depo.  mengham)at sintesis adrenocorticosteroid  men$e)a)kan pengurangan suplemen dari hidrokortison.asi pada kg).@egulasi dan sintesis dari hormon gonad .  AnastroEole ( @. '- >- )- "OM 1 S0 &/H&B&1O" .'. 2enerasi && : Bormestane. Mengurangi kadar estrogen plasma pada 4anita post menopouse dan mengham)at inhi)isi aromatase pada jaringan normal pa$udara dan jaringan 1a mamma.astration + FDD&1&?0 1H0" . .4- B% S& O? "&UM .+fektif pada 1a mamma +@ .ersi androstenedione dan testosterone  estrone dan estradiol.% H " H 2O/&S / %O2S .

asi%. kemera&an 4 3 'ulan) agresif. 4. Haagensen kriteria non opera*le pa!a Mastitis Karsinomatosa : • • • • • • • • +dema luas kulit pa$udara ( 90. 3.ethin$l estradiol dan conjugated estrogens Mastitis )ar. 8angat. ">eri 1442 Type )a mama : '$ Du&tal Ty"e : D*IS + In.asi%. untuk mengetahui apakah tumor opera)le atau tidak.inomatosa ( T.5 cm.adang . "odul seluru& permukaan. Adan$a Nodul Parasternal. Adan$a 2 tanda locall$ ad. [ BiHed pada dinding thoraks. Mera&) epat 3 'ulan. 2.Non In. Mastitis #arsinomatosa. [ #F/ aksila 9 2.karena "en0aru estradiol$ 1a Mamma : I&1 1$tokeratin. 5. Adan$a Nodul Aupracla. Adan$a Metastase 8auh. ($ )obular Ty"e : )*IS + In.iate! "ntigen )  Sen>a/a glikoprotein untuk pemantauan adan>a sel kanker pa>udara. Kadar normal C 11 H-ml.- Do4n regulation dari reseptor estrogen Preparat : dieth$lstil)estrol. F= )" 1:2'  Sen>a/a Elikoprotein) pada =a mamma kadar dalam serum akan meningkat :5 . -----------------------. /anita tidak "unya anak : ti"e lobular $ Rentan terkena *a mamma.in24ike )ar.Non In.icula. • Petan!a Tumor (tumor marker) kanker payu!ara : 1= M)" ( Mu.7 luas kulit pa$udara".asi% .%) : 1. Beda Mastitis !arsinomatosaA1)B dengan proses peradangan : Mastitis =a . M KE( aksila fi0ed.asi% . Adan$a +dema 3engan. Proses .inoma "sso.anced : M Klcerasi #ulit. kemera&an C 3 'ulan) lam'at. 3dema. Adan$a Nodul Aatelit.

Absolute Neutrophyl .J 02 hari.efek sangat minimal.ase lutealWanita Menoupose A lebih 6 tahun B  Sel epitel S3uamousWanita premenopose  Sel epitel !uboid&nsidens : Jamilial +ancer 6 # 4( H.ost Maste3tomi 3enapa di 3emoterapi A DS. :? .ount! &enapa Neutrophyl % 0. Penderita kanker mempun$ai sistem imun rendah. 8adi )ila kurang dari 02 hari )elum terdeteksi. Kemungkinan suda& ada mikrometastasis. 2. #arena Neutroph$l persentase jumlahn$a paling )esar.cepat . . /atas leukosit $ang dapat di)erikan kemoterapi adalah >. B : 4. Ovare3tomi Bilateral paling bai3 di la3u3an pada @a3tu . sporadi3s M( H!elen=ar parasternal / mammaria interna : di bela3ang sternum. Tumor (elum diangkat (er ih lalu tim(ul lagi. Kadar "ormal C 3: H-l. 2.. Mengeta&ui tumor sensitif-tidak ter&adap kemoterapi. (ila suda& ada metastasis tidak akan tum'u& lagi) ole& karena tumor primer suda& meng&asilkan profilaktik. Angiotensin ditekan ole& tumor primer. Perlu vaskularisasi.erensiasiMetastasis untuk tum*u+ : 1. Tu)uh mempun$ai kemampuan untuk mengganti sel $ang rusak 0. Bo/n siGe.. AN1 0--. Tu(uan pem*erian $eoa!(u8an Kemoterapi : 1.Menghambat metastasis 3elen=ar regional pada a3silla'. .6 dari AN1. Meng&asilkan Gat angiotensin untuk mem'erikan a'ang.prognostik *aik= Kemoterapi anti meta*olik : Meng+am*at pem*entukan purin !an pirimi!in yang merupakan *a+an *aku pem*entukan %$"= Pen!erita yang !ikemoterapi ter(a!i penurunan 4eukosit : 3eukosit merupakan sistem imunologi seluler )ersifat imediate. TaIane : meng&am'at spindle mitoti se&ingga kromosom tidak dapat dipisa&kan se&ingga sel tidak 'isa mem'ela&.inous )a mamma : gam*aran pulau2pulau Larna mera+ mu!a. kanker pa>udara.pada 31. 4. *y&lo" os"amide 111111111111 merusak o.arium (2 3$ Re&urent Residi% : : Tumor udah diangkat (er ih lalu tim(ul kem(ali. AN. 3. Kmur neuroph$l itu singkat )e)erapa jam. 2.m7. dengan )atas 05--. bisa dilihat dengan US2 dan +1 ScanMu. sehingga leukosit akan menurun. rentan terhadap infeksi.: dosis kemoterapi )isa diturunkan >5 6 dari dosis standard.enting untu3 terapi menurut hasil grading / dera=at di. Se&ingga /aktu tumor primer diangkat  angiotensin meningkat se&ingga tumor 'ertam'a& epat tum'u&.

Menopause : amenorea 7 4' bulan pada semua umur. *ystoma ! yloides 4 5 6 3 bisa men7adi 0anas$ ! yloides 8 Giant %ibroadenoma$ B )ystosar. Balse negatif : = -0.ost 3emoterapi ' # > si3lus  %ihat respon yang ter=adi1riple Diagnostic : 4.!ost MRM : mo(ili a i lengan dini / hari !o t o!era i.oma p+yloi!es  *entuk kistik P+yloi!es  gam*aran +istopatologis seperti p+yllie (!aun) gam*aran k+as : Genektasi (pele*aran 8ena)= Terapi : Simple Mastektomi= T/#"P0 &T"M" )"= M"MM" ST"%0&M 4"$3&T : • 10" . . spesifisitas >= 6. : sensitifitas =< 6.: 6.eri3sa JSH dan %HSupresi ovarium : %H"H agonis A "/ 2oserelin. buserelin Bblasi ovarium : OB / "adio 3astrasi . spesifitas >5. minggu. PP( <<6. @adio #astrasi.masih menstruasi : • 'o.5 6. Aer. &maging and 1he rt o.+ytologi / J/ B : sensitifitas :7.&ot flashes . 0scort + Breast : .Menopause : amenorea 7 F bulan pada umur 7 6( tahun 5 6I tahunMenopause : . Pemakaian ela ti .(aginal discharge . M"MMO9#"50 Dikenal : P 1he Science o. • Adju. : sensitifitas <= J << 6. spesifitas : <2 J <? 6.Disfungsi seksual.an #emoterapi.erektomi )ilateral .iH (jarang" L . .+B0 A +linical Breast +ancer B '.Trom)oem)oli Bila pdrt.6.Paps smear  1a.ositioning P Pemeriksaann$a memerlukan alat dan film khusus $ang tidak )isa dipergunakan untuk pemeriksaan organ lain.& HO"MO/ %- Gang perlu diperhati3an penderita dengan terapi hormonal : # 'steoporosis. Akin rash . NP( =? J << 6. . Apesifisitas : <.6. :> . .US2 >. muka kemerahan . Aensitifitas : >56.

---. 1-0 : Tidak ditemukan kelainan.---. +are . Harus dilakukan )iopsi. Negati. 25 J 5. Most categor$ : a)normalities are )enign )ut ma$ rePuire )iops$.osition : untuk lesi $ang sangat medial.$ears or older.lan and +omments : 0. M%O. . Malignancy.YYY 1-: : Mencurigakan kelainan ganas. malignancy and care plan by B&#" DS category. c$st.osisi  Penilaian % 1-. M 26 Ksuall$. '. 6. Bollo4 up ketat diperlukan. ?-month follo4-up mammograph$ is performed.aluated 4ith )iops$U if the results are )enign.0" BO& '((6 : "is3 o.$ears or older. >.idual radiologists define categories : and 5.: Perlu e. >5-<<6.--.Auspicious a)normalit$./enign finding. fi)roadenoma". 1lassic signs of cancer are seen on the mammogram.screening tiap tahun : Tidak perlu )iopsi. /irad 5 /irad 0 /irad 0 J 7 /irad : J 5 : >5 J << 6 keganasan : 5 J 0-. Minimal : >.osition : untuk lesi $ang sangat lateral.Pro)a)l$ )enign finding. Acintimammograph$ : )isa diterapkan pada pa$udara $ang padat. Medio lateral obliQue.6 . 'perator dependent. +ranio caudal. Posisi lain dapat ditam)ahkan sesuai dengan letak lesi.American 1ollege of @adiolog$ 0<<= mem)uat standard definisi dan menentukan ? kategori mammografic B&#" DS E Breast &maging "eporting nd Data System $ang penting dalam perencanaan terapi. : Perlu )iopsi.aluasi imaging le)ih lanjut : magnifikasi.&ighl$ suggesti.1ore needle. Most categor$ 7 a)normalities are not e. depending on ho4 indi. 1ontinue annual screening mammograph$ for 4omen :. 1-5 : Aangat mencurigakan keganasan. 5 in 0-. 1-7 : Di temukan kelainan $ang mungkin jinak. .5 m&E. guide untuk prosedur BNA. +leavage . ++. 1-2 : Di temukan kelainan jinak. := . noncancerous 5 in 0-. This categor$ is for cases 4ith a characteristicall$ )enign finding (eg. repeat )iops$ is done to ensure correct sampling.+ategory Description. All categor$ 5 a)normalities are t$picall$ e. "is3 o.e.e of malignanc$. KAF.aluated 4ith )iops$. disarankan dilakukan )iopsi. 1ontinue annual screening mammograph$ for 4omen :. %atero medial+leopatra . ).

.umber% Dongola N/ 0reast ,ancer/ Mammography/ *112

.eranan Mammogra,i pada .ayudara : 0. Acreening : deteksi kanker pada stadium dini,menurunkan mortalitas pada 4anita post menopouse sampai :-6. 2. Diagnostik : mem)uktikan itu lesi ganas ; jinak dan untuk melihat ekstensi lesi serta mamma kontralateral. 7. Mem)antu ahli )edah untuk perencanaan operasi : dapatkah dilakukan /1T atau mastektomi, letak tumor dari nipple, tumor single atau multiple. 8uga se)agai guide untuk melakukan )iopsi jarum ( BNA/ ". 8ika ditemukan adan$a mikrokalsifikasi pada screening mammografi maka harus dikonfirmasi dengan KAF. Mikrokalsifikasi $ang )agian $ang mencurigakan proses ganas R+luster Microcalci,icationsP : )erupa group mikrokalsifikasi dengan )entuk, ukuran
dan densitas $ang )ermacam-macam ; pleimorfik. !eterbatasan mammogra,i : 0. &an$a untuk 4anita diatas usia :- tahun. #arena gam)aran pada mamma adalah kontras dari glandular (putih" dan lemak (hitam". Aedang pada 4anita M 75 tahun, glandular masih sangat te)al sehingga gam)aran pada mamma jadi 3Dense 0reast3 (putih semua". 2. 3esi $ang kecil atau $ang terletak agak jauh didalam glandular, sulit die,aluasi.

0? %U S& M MMO2" J& : 0. #ualitas  la$ak )aca, kontras antara lemak dan glandular harus jelas. 2. Aimetris antara kanan dan kiri  densitas m. pektoralis. 7. 3esi  )entuk tepi, letak lesi terhadap nipple maupun terhadap m. pektoralis. :. Adan$a speculated sign atau stellata merupakan reaksi dari jaringan sekitar terhadap tumor. 5. /ila mikrokalsifikasi luas, 4alau lesi kecil maka tidak )isa dilakukan /1T.
M"MMO9#"50 P0T5"44 : Wang sering menim)ulkan pro)lem adalah 1-7YYY, dimana gam)arann$a )iasan$a han$a ada as$metr$ densit$, architectural distortion atau stellate lesion $ang )isa merupakan scar post operasi. &arus dikorelasikan dengan temuan klinis dan dilanjutkan dengan imaging $ang lain.

:<

&4T#"SO$O9#"50 (&S9) 2 Brek4ensi tinggi >,5 mhE - Dapat menentukan lesi kecil jinak ; ganas M 0 cm, sehingga o,er terapi dapat diminimalkan. /G"4&"S0 &S9 P"%" 4/S0 M"409$" : 0. Kkuran tumor, letak terhadap nipple. 2. 8arak tumor dengan m. pektoralis $ang ada di)a4ahn$a. 7. Adan$a limfatic oedema disekitar tumor se)erapa luas. :. +,aluasi aHilla, l$mphnodes. 5. +,aluasi li,er : adakah metatasis L /G"4&"S0 &S9 P"%" 4/S0 /$09$ :

0. 3esi kistik atau solid, tepi rata halus atau tidak. 2. Pada multikistik, e,aluasi harus ketat, adakah lesi solid intrakistik diantaran$a L 7. Pada suspek fi)roadenoma : harus dicari dengan )enar jumlah lesi $ang ada. :. Adakah tanda-tanda infeksi pada mamma $ang kita periksa. 5. Tanda-tanda a)ses harus jelas di)edakan dengan mastitis, ini men$angkut terapi. ?. /enign )reast change : pene)alan setempat dari glandular, $ang pada palpasi tera)a tumor mirip dengan BAM. >. +,aluasi jaringan sekitar lesi, adakah lesi architectural distortion, pastikan )ah4a tanda maligna tidak ada. P/#"$"$ &S9 P"%" P".&%"# " : 0. Fuiding fine needle aspiration )iops$ ; BNA/ : cepat, murah dan n$aman untuk penderita. 2. 1ore /iops$. 7. KAF guiding preoperati,e atau durante operasi. K/T/# "T"S"$ &S9 : 0. Aangat tergantung pada operator ( 'perator dependent " ; ADM. 2. Mem)utuhkan 4aktu dan ketelitian karena pemeriksaan tidak dapat diulang. Pada mammografi, hasil foto )isa dicermati )erulang Julang . 7. #esulitan pada pemeriksaan pa$udara $ang )esar ( fatt$ )reast ".

5-

:. Tidak )isa melihat mikrokalsifikasi, tidak untuk screening. !O"0% S& /1 " M MMO2" J& D / US2 :

I Posisi saat mammografi : )erdiri atau duduk, sehingga kompresi pada pa$udara terlihat lesi akan menjauh dari dinding dada dan juga ukuran akan terlihat le)ih )esar. Aedangkan pada KAF posisi pasien terlentang, dimana kompresi pada KAF akan mendapatkan lesi pada dinding dada. I Kkuran lesi pada KAF le)ih tepat dari pada ukuran pada mammogram. Posisi pada mammogram $ang mirip dengan posisi KAF adalah 11 ; 1raniocaudal. Fa)ungan antara KAF dan Mammografi merupakan R +omplementary Breast &maging R Scintimammography : sensitifitas <- 6, specificitas <7,= 6. Memakai radioacti,e tracer, Technetium <<m MI/I ( Miraluma ". Pasien di)erikan kontras 2- J 7- m1i ( >:- - 0,00M/P " pada lengan untuk pa$udara kontra lateral ( unilateral " $ang dicurigai a)normal. Pada pa$udara )ilateral $ang a)normal di)erikan injeksi pada ,ena dorsalis pedis. . 6> A'4 !DB : tumor supresor gen. Mutasi =-6, Protein rest 2- 6. Mengham)at 1D# ( c$clin dependent kinase " /@1A 0 * 2 mutasi pada germ line. Mammogra,i : Aensitifitasn$a => 6, spesifisitasn$a == 6, Balse negatif 0- J 2- 6 J/ B : sensitifitas <? J << 6, spesifisitas 0--6, PP( : 0--6, NP( : ?-6 - <- 6. Ductography : F( HDuctoscopy : sensitifitas untuk malignanc$ =0 J 0-- 6. /ipple discharge : Spontan, single duct, unilateral- Mammograpi : 6I H - persisten ; trou)le some - )lood$ ; conten )lood - disertai dengan massa. 0"B ' : 4S6 !da 3rom3osom 4IN '4- ' !ompli3asi Teloda : Hand ,oot syndrome, pain, edemaSel /pitel a!a F (enis :

• •

+pitel #elenjar  jinak : Adenoma U ganas : Adenokarsinoma. +pitel Penutup  jinak : +pitelioma U ganas : #arsinoma.

+a- mamma Stad &&& /B tetap diberi3an neoad=uvan 3emoterapi, @alaupun operable, 3arena : • ?iangga! tadium --- udah ter8adi mikrometa ta e. • Bila ada tumor ditem!at lain akan tum(uh, ehingga ada genera i (aru 1ang re i ten thd kemotera!i. !0/ . B&S 10"$ D& U M&!"OM01 S1 S&S U : • #arena adan$a sel gen nol (F-" $ang tum)uh di sumsum tulang dalam kondisi $ang

50

56 (-" : MiHed reseptor /eta $ang masih sensitif.-Aromasine  Mengikat estrogen tapi 'isa lepas.P@ (N" 5= 6.. 3. • #enapa sel F.e +strogen @eceptor Modulator. Pro!uksi +ormon estrogen pa!a Lanita : 1. sel F. 1. 8er2-neu 1?2  tidak respon ter&adap =M5 J le'i& 'erespon ter&adap ant&ra > lin. 1%2  tumor le'i& agresif. 9varium.terjadi meta)olisme $ang minimal. Metastasis : Sel kanker lepas dari induk 'isa1 &ematogen)limfogen2 jumla&n>a sangat 'an>ak)tapi >ang survive uma :)1.tidak )isa ditem)us oleh regimen kemoterapi. 52 .anastroGole) 6etroGole  Mengikat seterusn>a 2. +@. Metastasis tergantung !ari: • 3ingkungan cocok . +erdiri dari . +strogen reseptor alpha )isa )eru)ah sehingga terjadi resistensi Adju. /ila terjadi meta)olisme minimal maka proses pompa itu tidak terjadi sehingga sel F.-P.epat *ila ka!ar estrogen tinggi= 2 0$%/P/$%/$T= /strogen a!a ' : % 3stradiol  Karsinogenik 1paling jelek2 % 3strone  Karsinogenik.tidak aktif sehingga meta)olisme tidak ada . % 3striol  Protektor kanker pa>udara. 3. + 1 Kolesterol merupakan Pre ursor pada pem'entukan estrogen. kemoterapi. Steroidal . +@. Adrenal. minimal. Normal reseptor itu ada di permukaan mengelilingi sel dan ada juga di dalam sel dimana terjadi pompa keluar masuk untuk kemoterapi ke dalam sel )ila meta)olisme normal. 2. Tapi )ila kondisi pasien )aik.tidak )isa ditem)us oleh kemoterapi : #arena pada F. 6emak perifer  Kolesterol  3stradiol 3strogen. "on Steroidal 130emestane2 .P@(-" 5 6  respon sensitif terhadap terapi sistemik ..an kemoterapi : Non Anthrac$clin : 1 M B Anthrac$clin : A +.askular sehingga akan terjadi mikrometastasis di tempat lain. . "romatase 0n+i*itor  Meng&am'at pem'entukan 3stradiol menjadi 3strogen. :R ada di eluruh tu(uh ta!i !aling (an1ak di endometrium  agoni  hi!er!la ia  ca. tidak.akan masuk ke sistem . /#EP# : 2 %/P/$%/$T  tumor *erkem*ang A. endometrium S/#Ms : Aelecti. .

esidif . ' siklus ti!ak a!a peru*a+an : 1. muntah. 2ynecomastia : 06 menjadi ca mama. 8') 6eukosit) "eutrofil. 6i&at kerja titik tangkap masingNN kemoterapi "ntimeta*olite : Meng&am'at 'a&an 'aku >ang mem'entuk purine. *adi 'elum menentukan suatu Biagnosis.er : 1. 57 . 2. Siklus ke 3 tidak ada respon. Kemoterapi Ti!ak a!a respon : 1. Maste3tomi : Makin )esar tumor. 2. 4alaupun secara teoritis )isa terjadi saat BNA ada sel tumor $ang lepas dan melekat pada jaringan sekitarn$a. penurunan la)oratorium Bollo4up. Hormonal t+erapy pa!a *reast .*erarti o*at *elum toksik= 3 Komponen dara& . ila Tumor Marker meningkat : . Kemoterapi ti!ak a!a manfaatnya : 1. Bili&at respon se ara Klinis. /eta reseptor le)ih )erperan daripada Alpha reseptor. (elum 9overektomi. &ntuk ter(a!i )a.an. +api 'isa ole& karena keganasan organ >ang lain. Eena >ang 'ersifat men ega& pem'ela&an sel. Pen!erita ti!ak alopesia. Tumor Marker Mama : =a 153) &an>a mem'antu memperkuat diagnosis dan memperkirakan Prognosis.atau tidak)jadi kita &arus memperketat 5ollo/ up. peranan estrogen Pa$udara ada reseptor estrogenU reseptor Alpha * /eta.perlu *anyak mutasi gena yang *erinteraksi= Eena protoonkogen J Supresor. Prinsip pem'em'erian . dosis kemoterapi makin )esar Keuntungan kemoterapi !a+ulu : 9k ada &u'ungan antara tumor dengan mikrometastasis)se&ingga 'ila diangkat angiostatin se'agai anti metastasis &ilang. P&>loides jarang 'entuk Eiant 5i'roadenoma. 2. Malignancy mung3in dicurigai disebab3an oleh mutasi I genaJ/ : tidak ada laporan $ang men$e)a)kan metastasis. Suda& ada metastasis 2.• Ada reseptor $ang menempel * )erkem)ang.protein B"A. Adrenalektomi. Bosis tidak adekuat. 3. 'erikan dosis semaksimal mungkin Tandan$a : sampai ada tanda Toksik : sianosis. 8>popisektomi.

+a Mamma . Men>em'u&kan D kuratif t&erapi. "!8i. Therapi semester III : Terminasi kehamilan N o. . 4. • @eseptor imun )elum )erkem)ang. Metastasis p! fetus ti!ak a!a : • Ada )arier plecenta.ada !ehamilan : Therapi semester I : agent kemoterapi mempengaruhi 'rganogenesis  Terminasi kehamilan. #a!ioterapi #esistent pa!a (aringan : . "adioterapi : memacu apoptosis dari sel kanker sehingga P57 sangat )erperan penting. 9am*aran ra!iologis Metastases )a mama N )a Tiroi! pa!a Paru : )a Mama • Multiple 1oin 3ession.radioterapi 2. Kura'el .erektomi )ilateral  #emoterapi.3.Multiple coin lession.heterogen.A$araf . #ehamilan : estrogen * Progesteron S  maturasi epitel.'tak PA3IATIB SSM : Skin Sprea!ing Mastektomi : 5lap !iisi ole+ otot= 5: . +&erapi tam'a&an-suda& ada tindakan se'elumn>a. &ncisional Biopsi E &ncisi Ba=i % B + : Mi3rometastasis 3ira#3ira 6( 5 S( H "adioterapi : terjadi nekrosis jaringan. #ehamilan memicu residif dari 1a mamma. karena tahun 0 untuk melihat adan$a residif atau tidak.Kkuran tidak sama )esar. • Kkuran Aama /esar )a Tiroi! : .e *uat pasien : Audah pun$a anak : pakai #/ spiral /elum pun$a anak : tidak )oleh hamil selama 2 tahun. Therapi semester II : Tunggu aterm 2= minggu di terminasi kehamilan atau ada $ang mengatakan )isa dilakukan pem)erian kemoterapi. Soft Tissue Tumor : )oint lession *esar2*esar= Per*e!aan $eoa!(u8an N "!(u8an t+erapi : "eoadjuvan +&erapi . (elum ada tindakan se'elumn>a 1 pem'eda&an . sehingga pasien $ang akan di)erikan kemoterapi terjadi kerusakan pem)uluh darah maka )ila akan di)erikan kemoterapi secara )ersamaan hasil tidak adekuat. 9overektomi. Pem'erian o'at anti estrogen. Adjuvan +&erapi .

&+@2 positif )iasan$a dijumpai pada derajat histologik $ang )uruk dengan sel $ang )esar dan mitosis.i. sedangkan pada &+@2 negatif.P@ $ang positif akan disertai &+@2 negatif. #aitan antara +@ dan &+@2: estrogen melalui ikatann$a dengan +@ akan menekan o. #anker pa$udara dengan &+@2 N le)ih responsif terhadap kemoterapi $ang mengandung Antrasiklin daripada 1MB. /ila &+@2 N. &+@2 positif. dan desease free sur. Penilaian 1D pada sel stroma disekitar sel tumor mempun$ai makna karena sel fi)ro)last mempun$ai kemampuan untuk menangkap 1D $ang disekresikan oleh sel tumor dan dapat mem)antu mencerna matriks ekstra seluler dalam tahap metastasis. dan dengan DBA dan 'A $ang )uruk.emeri3saan &H+ sebagai . pada umumn$a terjadi pula amplifikasi gen topoisomerase.P@ : menentukan respon terhadap terapi hormonal. Dasar pemeri3saan &H+ : Pengikatan antigen ( $ang terkandung dalam sel " dengan anti)odi spesifikn$a $ang di)eri la)el kromogen. '= 9en Supresor Tumor P:' /erkaitan dengan +@. 1= /# E P# : /# D : )iasa dijumpai pada usia post menopouse.erekspresi &+@2. +@ ada 2 macam : +@ alpha (laEim dikenal" dan +@ )eta mempun$ai akti. F= )apt+ensin % ( ) % ) : +nEim proteolitik $ang di)entuk melaui +@ path4a$ $ang utuh. 2.Tumor dengan +@. 1apthensin D : ikut menentukan respons terhadap terapi hormonal. dilihat dengan mikroskop caha$a.itas mitosis rendah.. Penelitian lain menunjukkan )ah4a ada mediator dalam ’HER2 signalling pathway’ $ang mengaktifkan +@ dan mengu)ah efek tamoHifen menjadi agonist. #oekspresi P57 dan &+@2 dilaporkan se)agai faktor prognosis $ang kuat dan )erkaitan dengan 55 .al ('A" $ang )aik. respon terapi hormonal )uruk. &+@2 : menentukan respons terapi hormonal dan kemoterapi )erkaitan dengan o. sehingga manipulasi hormonal tidak men$e)a)kan respons. &al ini dise)a)kan karena lokasi gen pen$andi &+@2 dan Topoisomerase II alfa sangat )erdekatan pada kromosom 0>.rognosis dan 1erapi pada !an3er . Aedangkan diketahui )ah4a molekul target dari DoHoru)icin adalah topoisomerase.enentu . jenis tumor dengan derajat diferensiasi )aik. +strogen meningkatkan produksi dan sekresi 1D lalu 1D akan di ZcaptureZ oleh fi)ro)last. 8ika terjadi amplifikasi gen &+@2.erall sur. kedua regimen )erefek sama. :. P57 : menentukan respons kemoterapi )ersama &+@2 )erkaitan dengan prognosis $ang )uruk. oleh se)a) itu pada keadaan dimana terjadi amplifikasi &+@2. &+@2 positif )erkaitan dengan pertum)uhan $ang agresif.erekspresi &+@2 akan men$e)a)kan fosforilasi pada domain-domain $ang mempengaruhi akti. maka tumor akan )erespon )aik terhadap doHoru)icin.itas +@. 7. akti. +@ .ayudara : 0. 1D juga )erfungsi se)agai faktor pertum)uhan.P@ negatif. 1D dapat dianggap se)agai indikator +@ fungsional. /# D : respons terapi hormonal sekitar ?-6 kasus. serta usia muda. sehingga dapat meramalkan responi.al (DBA " atau o. karena P@ adalah protein $ang di)entuk melaui !+@ Path4a$! sehingga merupakan representasi dari +@ $ang )erfungsi dan +@ path4a$ $ang utuh. namun jika disertai dengan P@ N respons terapi meningkat menjadi =-6.itas menekan fungsi +@ alpha sehingga ikut mempengaruhi respon terhadap manipulasi hormonal.itas terhadap manipulasi hormonal. Ae)alikn$a o.erekspresi. diferensiasi )uruk serta DBA dan 's $ang )uruk.i.

#4adranektomi. Aegmenektomi. Premenopouse :0. A)lasi '.ayudara : &ndi3asi : 0. Aromatase Inhi)itor 7. standard $ang dilakukan secara )erkala.ayudara Metastati3 : 0. : William Halsted A 4SS' B: Urban: . Incisi .tinggin$a rekurensi dan cepatn$a kematian. 1erapi Hormonal .alid. @ M =. Megestrol Asetat Aromatase Inhibitor ( Anastrozole.TamoHifen 2.E emestane ! ti"a# a#ti$ pa"a pen"erita %remenopuse& 2. 5? . TamoHifen 2. Dan mengurangi insidensi terjadin$a tumor kontralateral.arium 7.attey dan uchinloss procedure A4MS> B- 1erapi "adiasi .aluasi tehnik dengan cara melakukan pemeriksaan silang dengan la)oratorium rujukan . Puality "ssuran. +ksisi /iopsi 2. terdiri dari 5<5 asam amino dengan central DNA-)inding domain . 0" Beta pada kromosom ? terdiri dari 57. Domain transakti.e : +.alidasi internal $ang dilakukan untuk menjamin )ah4a tes $ang dilakukan adalah )enar dan . #ematian (annual odd of death" 2? 6 pada penderita pre dan postmenopouse dengan +@ Positif. 5.ada !an3er .ada +a Mamma  $arangSel . Puality )ontrol : Prosedur . Tumorektomi. Pelaksanaann$a adalah dengan menerapkan prosedur standard . 3umpektomi. M @ M >.asam amino TamoHifen mengurangi angka rekurensi (annual odd recurrence :> 6".Megestrol 0" !lasi3 A 0" alpha B terletak di dalam 3romosom F. Letrozole. P57 positif juga dilaporkan se)agai faktor prediktif respons $ang )uruk terhadap kemoterapi.asi AB-0 dan AB-2 pada estrogen merupakan )agian estrogen responsif. 0pitel +adherin A 2li3oprotein B : . protokol dan protokol ini ditera dengan tehnik $ang lain. ?.ada !an3er . Atadium dini dengan /1T.ara3rin : 4 sel merangsang sel yang lain#/"ST T&MO# "adical Mastectomi 08tended "adical Mastectomi M"M 0. +Htended Mastectomi.6. 7. :. +@ negatif penurunan recurensi 0. Postmenopouse : 0.

)ooster pada tumor )ed : 0.=F$. Ae)elum pem)edahan : meningkatkan resekti)ilitas sehingga meningkatkan resekti)ilitas. :. 5. 2.e source ". menurunkan sejumlah sel . Paliatif : menghilangkan keluhan pasien aki)at tumor dan memper)aiki kualitas hidup da > bentu3 pengobatan radioterapi : 0. In. setelah pem)edahan. sedangkan resiko tinggi : kemoterapi dahulu.F$ U 0. /ila ditemukan : atau le)ih #F/ $ang positif. 7.asi kekulit atau muskulus. 3inier Accelerator ( 3INA1 " dan @adioisotop ( 1o)alt ?-.ia)le dalam lapangan operasi. seluruh pa$udara : 5. /1T.= J 2 F$ . 7.e source". Aesudah mastektomi : :? J 5. 7. I 025. 2.oltage. Misaln$a : Ir 0<2. InadePuate aHillar$ sampling. !apan radiasi pada !2B "egional diberi3an : &ndi3asi radiasi pada a3sila : 0. Knkno4n aHillar$ status. Adju. Tepi sa$atan positif . konkomitan maupun se)agi radiosensitiEer. 7. #uratif. Adan$a eHtra capsular eHtension ( +1+ ". 1esium 07> ".2. Tumor telah mengin. Pasien resiko rendah metastasis : terapi pertama radiasi. 7.F$ ( 0. :. @adiasi pada kanker pa$udara lanjut lokal. Aetelah pem)edahan : :-? minggu setelah pem)edahan dengan tujuan menurunkan angka kekam)uhan. @adiasi eksterna ( Teleterapi ".= J 2 F$. 2. ( >5-=-6 dosis kuratif " 2.F$ )ila closed margin . @adiasi Interna (unsealed radioacti. /esar tumor 5 cm atau le)ih. :. Ditemukan : atau le)ih #F/ aksila positif. tidak )e)as tumor. /rakiterapi ( sealed radioacti. #om)inasi dengan kemoterapi : Dapat )erupa konkuren. mengurangi implantasi tumor. Misaln$a : 'rtho. Ar <-.-05 F$ )ila )atas sa$atan )e)as tumor dan 2.5 cm. "adiasi pada Mammaria &nterna pada sebagian pasien tida3 diperlu3an 3ecuali : apabila tumor di central. Misaln$a I070. 2.asi kapsul. closed margin. eradikasi tumor primer dan #F/ sekitarn$a. /ila pa$udara )esar atau kom)inasi dengan kemoterapi dosis perfraksin$a 0.ol.emberian "adiasi : 0.fraksi ".an radiasi se)elum pem)edahan .e of the apeH aHilla. di)erikan pada keadaan radikalitas pem)edahan tidak dapat dicapai. 7. 2. @adiasi pada kekam)uhan dan metastase. fraksi. 5. Adan$a ekstra nodal atau in. 5> . &ndi3asi "adiasi setelah Maste3tomi : 0. 1u=uan "adiasi : 0. Wa3tu . 3uadran medial dan u3uran lebih dari > cmBerapa Dosis yang Harus Diberi3an : 0. Apa)ila #F/ 9 2. ?.

F$. 1UMO" / !02 / S / "O/22 MU%U1 8aringan kelenjar liur )erasal dari +ktoderm maupun +ndoderm. X$gomatikus dan /ucal.erior A +ervico .arotis : 5= .:. /agian Inferior : Mandi)ula dan 1er. lalu )erjalan melengkung ke anteromedial. single dose : = F$ atau 0.digastrikus dan lateral dari prosesus stiloideus. @adiasi preoperatif :5F$ ( 2F$. Aekitar =. 5.F$ lokal. ner. Metastasis tulang 0-H7F$.us Basialis #eluar dari Joramen Stilomastoideus )erjalan mengarah ke)a4ah. Pada umumn$a terdiri dari !elen=ar liur mayor : #elenjar Parotis. Aedangkan metastasis otak dapat di)erikan 4hole )rain atau lokal dengan dosis 05H2 F$. 5H:F$.ical. 2. #elenjar su) lingual.acial B dan &n. /agian Auperior : Temporal.arotis tida3 boleh di J/ : oleh 3arena ta3ut ter3ena / ?&& A neuropra8ia B/ervus Jasialis terbagi atas bagian Superior A 1emporo .F$.acial B : 0. palatum sampai Ainus Paranasal. Aetelah keluar dari kranium di depan m. %andmar3 pang3al . . mem)erikan ca)ang kecil post aurikuler dan digastrik. orofaring. !elen=ar liur minor : terse)ar diseluruh mukosa )ukal. #elenjar Au)mandi)ula.6 tumor kelenjar liur ma$or terdapat pada kelenjar parotis. Ner. @adiasi pada kekam)uhan 5. lidah.su)maksila.fraksi " dan )ila tidak dilakukan operasi maka dosis sampai dengan ?.us fasialis ter)enam didalam jaringan parotis.

• /atas reseksi 0cm dari )atas sehat sampai dengan tulang $ang keras.#arsinoma mukoepidermoid.#artilago meatus akustikus eksternus. • /erisi cairan 8ell$. interposisi su)kutan dengan otot.#arsinoma adenoid kistik ( silindroma ". 7. Tindakan operasi : eksisi kulit. . :. &&.uni. tumor mendesak tulang sehingga menjadi tipis (5" • #erusakan.cukup ro polos cranium Ap.J ?. .i3 A Mi8ed tumor B$enis $ina3 A Benign B : 0. • Tdk perlu di 1t Acan. destruksi lokal mandi)ula • Tidak n$eri kecuali ada ulkus.#arsinoma mukoepidermoid . • Maksila MMM mandi)ula. /enign MiHed Tumor ( adenoma pleimorfik ". /enign 3$mpho +pitelial 3esion : pen$akit MickulicE.. 'nkositoma. /erikan topikal antiperspirasi (2-6 amonium klorid dalam alkohol. 5. lemak atau fasia atau pemotongan n.multilo)ulated kistik Asimetri pada 4ajah ( 0 " Tum)uh lam)at ( 2 " De4asa muda ( 7 " Peru)ahan struktur gigi sampai deformitas gigi ( : " Pingpong phenomen ( )ila sudah lanjut " ok. 5< .pl timpanikus di dalam telinga tengah.#arsinoma sel asinik. . @adioterapi dapat juga di)erikan pada penanganan sindroma Bre$. $enis 2anas A Malignant B : &.leimor.High 2rade Malignancy A 3eganasan dera=ad tinggi B : .glossofaringeus intrakranial atau n.penekanan.skopolamin. n.Adeno karsinoma.aling banya3 denoma . 2. Aindrom Ajorgen. Fejalan$a )erupa kemerahan dan rasa panas pada kulit disertai keluarn$a keringat didepan telinga dan sekitarn$a ( 0.Prosesus stiloideus dan mastoideus #omplikasi : Sindroma Jrey U aki)at iner.%o@ 2rade malignancy A 3eganasan dera=ad rendah B : . g)r &one$ com) appearance.6 " .asi silang $ang terjadi antara ca)ang saraf simpatis kulit dan parasimpatis kelenjar liur. .Malignant MiHed tumor. Ael )asal Adenoma.aurikolotemporalis. .lat. .#arsinoma sel sk4anosa. dan glikopironium. P/# /%""$ • • • • • • • /%" "%"M"$T0$OM" GS K0ST" : D M /1&/OM / M0%OB% S1OM : Asal dr sel Amelo)last @o. 1$st Adenoma Papilliferum 3$mphomatosa ( Tumor %athin ".air" atau anti kolinergik seperti atropin .

m ( kelen(ar Gir. Pera'aan keras J (er'enjolO. 5ungsi jantung . 3.er pa!a Hea! N $e. 3ksoftalmus. T Tumor Maksila . 2 +a&ap dengan protesa Ar us =osta%%4 le'i& 'aik dari 1 ta&ap)karena pen ega&an infeksi le'i& minimum. . P": *isa meli+at sifat D !era(at !ifferensiasiEgra!ing= % 'isa dari kelenjar.• • • • 999 )agian @amus Preoperasi penting : &igiene mulut * 'klusi gigi Post operasi : NFT selama 5-> hari.AL 5as ialis. % 'isa dari luar .@eseksi Aegmental. 6>mp&oma maligna. 2. Kista : 'erkapsul) 'erisi airan jerni&. 3. := Hipersali8asi ( patognomonis )= Pem*erian )isplastin ( $efrotoksik ) pa!a K#M periksa la*oratorium : 1.1ari di Thoraks---9 paru \ . Adan>a ulkus =ar inomatosa. % ko&esi Sel kurang rapat. 2. Infiltrasi ke jaringan sekitar. 4. ?- . Pertum'u&an epat.+oL): lam*ungEparu U 4i+at tan!a 2 tan!a sel 9anas : % Sel Polimorp&ik % Mitosis % 8iperkromasi.k : : 2 1< @= . Stra'ismus.a naso p+aryng= T 1E' anterior otot s. 65+. Hreum J reatinin. Operasi pa!a "!amantinoma a!a F Ta+ap : 1. $enis Operasi : . pera'aan KIS+IK1 'ukan ken>al 2. mama) t&>roid) paru. 3pistaksis.m : . ==+PPP %%4 paling penting. Tan!a2Tan!a keganasan Kanker #ongga Mulut : 1.3KE.<@ keganasan= &nknoLn )an. 3. 2.1ari di A)dominal ---9lam)ung \ T 1E' posterior otot s. 2. )" $"SO5"#0$9 : 1.&emi mandi)ulektomi. 1 +a&ap Las ular (one Eraff . .Au) total mandi)ulektomi. 4.

!.&ig& grade malignan >. 5. % . Adan>a Hlkus =ar inomatosa.0no. ST"9/ : T1 D mu osa TF D 'one erosion-destru tion)&ard palate)middle nasal meatus. Karsinoma Parotis lo'us profundus. 1 2(ilateral) ontralateral C ! m. ?= H0P/#S"40G"S0 HHHH ila a!a metastasis !ari kelen(ar Supra)la8i. 4. % .T&. 5. +u.ula : V-!ita harus cari U ?&"+HOWWS /OD0S U. . $' D 4 ! m.esidif. Setiap +3 J +4. +umor 'er'enjolO. $F D 1a2Ipsilateral single 43 to ! m.Lll)LIII)IQ)Q2. $1 D Ipsilateral single C 3 m.inolalia.T. Pertum'u&an epat.regional pd +3)+4.LI)III)IL)L ( Sin!rom Petrosfenoi!al ). 5. Bimulai 4%! mg post opr. ">eri.4. Karsinoma .a D anterior or'it) &eek skin pter>angoid plates)infra temporal fossa) ri'iform plate)sp&enoid-frontal sinus. R. 3. #.T&& # 2angguan /-Simpatis Servi3al- Sindoma Horner : 4. 8ig& grade malignan >. Muda& 'erdara&.esidu1?2 makros-mikroskopis.ot&.* D 9r'ital ape0)dura)'rain) middle ranial fossa) ranial nerves ot&er t&an L2)nasop&ar>n0) livus.ot&.+ysterna +ylie##7Ductus 1horacicus##7 Supra +laviculaSindroma .MPTOM K"$K/# #O$99" M&4&T : 1. 2.talmos>. +uli.lokal 5: E> dlm 5 minggu. T. 1'2Ipsilateral multiple C ! m.aringeal : # 2angguan /-&T. ..menempel pd s>araf1n.Miosis'. 2. 3. +initus. 0$%0K"S0 #"%0OTH/#"P0 P"S)" /%"H T&=9"$"S K/4 40&# : 1. !. T' D posterior 'on> /all sinus ma0illar>) su' utaneous tissues)floor-medial /all of or'it)pter>angoid fossa) et&moid sinus. Parese ".ara. ?0 . S. T. 4.tosis- S0$&S M"C044"#.

2. #eringat malam. 6imfositik) differensiasi 'uruk. $on Ho!gkin menurut #appaport : 1. Pruritus. 4. 6>mp&o >te predominant 1 6P2. 6imfositik) differensiasi 'aik. "odular S lerosis 1 "S 2. 6imfositik 8istiositik.al Ho!gkin7s !esease su*type : 1. 3. 4.er ( 2 minggu naik turun tidak pernah normal ". 3. Mi0ed ellularit> 1 M= 2. N )lini. Sterm =ell 1 termasuk 6imfoma (urkit 2. Penurunan // 90-6 dalam ? )ulan terakhir tanpa se)a) $ang jelas. P ")OP A responsif !ari pa!a )OP pa!a 4imfoma Malignum=H Patologi. Patologi.Stage < Stage 0 Stage 00 Stage 000 +is ": M: +1 ": M: +2 ": M: +1)+2 "1 M: +3 ":)"1 M: Stage 0G" +1)+2)+3 "2 M: +4a ":)"1)"2 M: Stage 0G +4' An> " M: An> + "3 M: Stage 0G) An> + An> " M1 40MPHOM" M"409$&M D H/"% N $/)K "namnesa )uriga Malignan. 6>mp&o >te depletion 1 6P 2. ?2 . 2.y Kelen(ar 4imfe : • • • • Demam t$pe Pel +)stein fe.

oma Malignum- • • • • • • • en(olan pa!a 4e+er : 0.6imfosit Sel. #elenjar air liur.*inuklei .eed Steren'erg sel . #elainan : .ell 2.tiroglosus.#ista duct. Paratiroid. akut .#ongenital : Y Tiroid : . #ulit : kista epidermoid. 5. 7. Stadium I . .Eranulosit Sel. Mengeta&ui +u.'elum. Struma &as&imoto. Prognostik PPP. procarbaCine. 2. 3.5. +' ) jamur.Atruma lingualis ( dekat foramen caecum ". Tiroid. Mi0ed =ell.Plasma Sel. oncopin.!an pertum*u+an lam*at : type Kripping= F= &remia= .= %ermatitis= := % M 9"T"4 P"%" K&40T 222ASin!roma H & 0 % % : 1= Ho!gkin %esease= '= 0kterus= Dulu !emoterapi +HO.. >.ell. Suda& menem'us kapsul . dianjurkan radiokemoterapi Histopatologis Ho!gkin menurut #appaport : 1.isi iopsi pa!a 40M5OM" M"409$&M : 1. 4. Infeksi .sistim.organ.8istiosit Sel. 0. adriamicin. 5. k&ronis . Ductus Tiroglossus. 8aringan ikat : fi)roma.. 2. : +yclopospamid. ?7 . #elenjar limfe.+rauma. 3. prednisonenti +D '( Untu3 %im. !. .Eiant sel • )a $asop+aryng yang menyerupai 4M. :. 9una /I. 9iant . ?. 2.

2. Kongenital .untuk meli&at tumor suda& menem'us kapsulS-S'elum. Ksia ter)an$ak 9 7. &igroma olli. limadenitis . Ductus Stenson : pada M 4 atas!elen=ar Submandibula : Ductus WhartoniS)) B Plano.otot. Aindroma 3i Braumeni. Aindroma %erner. ar inoma. 4. Ban untuk prognostik faktor ++1 : harus diu3ur urin tampung ') =am. Pre8alensi : A83 orang de4asa 0 6 dari seluruh keganasan. <ide 3ksisi. unkno/n%primar> an er. ampli.8ormon . A83 mem)entuk masa tumor $ang padat dan tum)uh secara sentrifugal dengan komposisi daerah perifer terdiri dari sel $ang tidak matang.tahun.ellullare : 7< V M< @= "sal !ari Keratin sel= SO5T T0SS&/ T&MO# Soft Tissue Sar.in isi 'aji.lemak" dan termasuk jaringan saraf perifer $ang asaln$a dari ektoderm. +rauma .i3asi gen MDM ' dan &nhibisi p6> pada 4/> 3asus S$% lainnya serta peranan gen retinoblastoma+H : Neurofi)romatosis (on @ecklinghausen. adenoma.oma : Aarkoma jaringan lunak ( A83 " adalah keganasan $ang )erasal dari jaringan em)rional mesoderm $ang ada di seluruh tu)uh (jaringan penunjang. 8ormon. • /ksisional iopsi pa!a kelen(ar +arus utu+ : ok. !0%0/$ " %&MJ0 : 1. 5."eoplasma . &ipo .us Ael /asal. jinak . Marginal eksisional.4. hidrasi dulu ' literMacam#macam inicisi pada so. 3. "eoplasma . Aindroma Fardner. /tiologi : 2eneti3 : # 03spresi myc gene rhabdomyosar3oma. 2. a'ses)+( 3. ganas . In isional 'iops> . pada )agian tepi akan ter)entuk pseudocapsule $ang ?: . Aindroma Ne. perubahan ge p6> pada 4/> S$%. 05 6 dari seluruh keganasan anak paling )an$ak @ha)dom$osarkoma.&ipert>roid. % l>mangioma % 6M"8-8 % 15.t tissue tumor : 1. Infeksi . post diseksi le&er. 5.

Pertum)uhan tumor kadang-kadang dapat mero)ek kapsul palsu dan ter)entuk . 7. Perkontinuitatum : Intrafascia.ociety 6or Musculoskeletal . Xona fi)ro.atelittes 5esions di daerah Eona reaktif.t tissue tumor : coin lession soliter besar se3aliSo. #emoterapi. Aesuai Atandar operasi : The . +pitheloid Aarcoma. Pem)edahan : prinsip ! @adical %ide +Hcison ! +.oto metastasis So. Setelah dila3u3an amputasi : Atump atau punctumn$a harus diradiasi oleh karena sifat seln$a dapat men$e)ar ke intrafascia dan ada $ang le4at saraf.perineural. Ael tumor $ang terdorong aki)at pertum)uhan tumor. 7. Ada sel tumor mengikuti celah saraf dan otot.er. +ksisi #uratif. &solated %imb . +ksisi Marginal. S34 Hig+ 9ra!e : tumor dapat menem)us kapsul palsu pada satu kompartemen dan mem)entuk metastasis lokal di luar Eona reaktif $ang dise)ut .askuler dari jaringan $ang reaktif. )ila tumor sudah resekta)el . #apsul palsu atau dise)ut 4ona )eaktif ( )eactive 4one terdiri dari : 0.usion !emoterapi / %imb Sparring : memasukkan regiment kemoterapi melalui perfusi pem)uluh darah di sekitar massa tumor. Dekat persendian.0" S& JO"1 NU "10" 0.Intra lesion. &ematogen. Soft Tissue tumor (arang sekali metastasis ke kelen(ar ( > : @ )= ?5 . Terapi : 0.merupakan kapsul palsu $ang ter)entuk aki)at penekanan sel normal oleh tumor. 2. @adio terapi. #omponen jaringan inflamasi $ang )erinteraksi dengan jaringan normal. 7.ial Aarcoma. S34 4oL 9ra!e : massa tumor akan jelas )atasn$a dengan kapsul palsu. 2. 7. Tumor residif 2ambaran paru thora3s . Intrafascia karena faktor kompresi.urgical .mengecil )aru dilakukan 4ide eksisi. Tumor sangat )esar. A83 metastasis secara &ematogen ke paru untuk tumor primer di ekstremitas dan )adan.kip 5esions! 3esi ini merupakan suatu metas$sis loko regional $ang tidak melalui pem)uluh darah. A83 retroperitoneum dan intra a)domen ke hati. Penye*aran regional ke K9 sangat (arang :@ 2 1< @ !an +anya tipe +istologik tertentu : A$no. Mengenai pem)uluh darah )esar. +ksisi 3uas. :. &/D&! S& O. perineural. @ha)dom$osarcoma em)rional dan Malignant Bi)rous &istioc$toma.arcoma 2.tekanan se4aktu )erjalan.aluasi : . 2.t tissue tumor cara metastasisnya : 0. 3imfogen : jarang sekali.

Aering ditemui pada de4asa.ruris 1E' !istal : • • 1uriga rha)domiosarkoma (otot lurik". +idak 'isa menentukan grading.6 dari seluruh keganasan jaringan lunak. / Dona !apsul : # $aringan ne3roti3# 1umor# Sel lim.Soft Tissue tumor Ti!ak layak !i 5$" : 1. sangat jarang pada anak-anak.i3asi MJH : 0.1hic3 barrier : =aringan membraneus 3uat > cm 1hin barrier : =aringan membraneus lemah ' cm • • M %&2/ /1 J&B"OUS H&S1&O+G1OM Malignant fi)rous histioc$toma ( MB& " adalah )agian dari sarcoma jaringan lunak. Atoriform Pleimorphic. 03sisi marginal. Tan!a 2 tan!a 9anas : 1. ?? .osit# Sel radang# $aringan Si3atri3# Degenerasi ototS3ip Metastase : Metastase tapi masih dalam 4 3ompartemen 0nne3y System : 24 / 2' : 03sisi &ntra lesi. "ooser. 8u'ungan Sekitar . Tumor !i .t 1issue 1umor : • 1oin lession Aoliter. 3eiomiomiosarkoma (jarang": otot polos di pem)uluh darah. 6okasi. Konsistensi . !a@aguchi/$O . • Nodul )esar sekali. Adan>a Spindle ell >ang 'entukn>a memanjang) jadi tidak 'isa tersedot semuan>a. merupakan suatu massa $ang tanpa rasa n$eri. .alensin$a 2.7. 4alaupun dapat tum)uh dimana saja dalam tu)uh. 03sisi "adi3al "ydholm . Pre.. Asaln$a dari sel &istiosit dan muncul dalam jaringan lunak pada )agian tu)uh mana saja. • So. infiltrasi.rosedur %SS03sisi Margin : e3sisi mele@ati paren3him tumorMarginal margin : e3sisi tumor mele@ati Cona rea3ti. keras. 3. Kalau kelenjar 'entukn>a 'ulat se&ingga 'isa tersedot semuan>a. !lasi. So. 03sisi luas. Mo. 2. 2.t tissue tumor ada Dona "ea3ti. paling sering terdapat pada ekstremitas.

Diagnosis 4. m$Hoid dan t$pe inflamatori. malaise.2. n$eri )ila menekan saraf atau otot. Baktor predisposisin$a : ] Fenetik autosomal dominan = . 0tiologi Pen$e)a) pastin$a tidak jelas etiologin$a. protesa sendi. ] /entuk lain : angiomatoid.Anamnesis : ] 3etak pada persendian men$e)a)kan gangguan pergerakan. retriksi gerakan sendi pada sendi $ang terdekat. a4aln$a tumor tidak terlihat $ang kemudian menjadi )esar dan menekan jaringan sekitarn$a dengan konsisitensi $ang umumn$a keras. lokasi dan pen$e)aran tumor. insektisida ] Agent kemoterapi tertentu ] Protesa )enda asing : plat . ] Pertum)uhann$a lam)at dan kadang disertai masa akselerasi. 2ambaran Histopatologi X Adan$a Fiant sel. X +fek sistemik $ang terjadi : penurunan )erat )adan. M$Hoid. ] N$eri dan gangguan aliran darah pada )agian distal dari lesi.< 6. )entuk sel $ang storiform atau pleomorfik. ] MB& )iasan$a tum)uh didaerah $ang susah dijangkau atau kurang kapsulasin$a. 7. Malignant giant cell tumor of the soft parts :. ?> . X Fejala dapat )erupa : pem)engkakan. ] Pada pe4arnaan perak ditemukan serat retikulin $ang ter)ungkus oleh fi)ro)last. X /ila massa tumor tidak diketahui pen$e)a)n$a dilakukan /iopsi incisi atau eksisi. ] @adiasi intensif ] /ahan kimia : paparan her)isida. tidak n$eri. sulit )ila )erjalan. demam. 2ambaran !linis X MB& )iasan$a men$erang jaringan $ang elastis dan mudah )ergerak. dimana terjadi percepatan pertum)uhan $ang jauh le)ih pesat di)anding perjalanan se)elumn$a. Inflamator$ malignant fi)rous histioc$toma. X Fejala tergantung pada ukuran.

Ditemukan pem)esaran kelenjar limfe regional. Diferensiasi )aik F2 . T2 . radioterapi lama.Acan ] M@I Diagnosis pasti dengan 0iopsi (istopatologis % terlihat bentuk sel yang storiform atau pleimorfik! Menentu3an Stadium : mema3ai ' sistem 3lasi. 3o4 grade F2 .Aistem M T A ( musculosceletal tumor societ$ surgical staging " F0 . M.i3asi 1 / M : 4. &igh grade 2. )ekas luka lama.pem)uluh darah atau saraf utama. Tidak ada pem)esaran kelenjar limfe regional N0 . IA I/ IIA II/ IIIA III/ III1 I(A I(/ : F0 : F0 : F2 : F2 : F7 : F7 : FH : FH : FH T0 T2 T0 TT0 T2 T0.itas dan kalsifikasi. Diferensiasi jelek Staging : T0 E Tumor M 5 cm. Tidak ditemukan metastasis jauh M0 . Infiltrasi tumor ke tulang. Pemeriksaan Penunjang : ] T-ra$ : penurunan radiosensiti. No . ]KAF ] 1T .2 T7 TH NNNNNNN0 NH NH MMMMMMMMM0 ?= . Tumor 9 5 cm.] @i4a$at paparan pekerjaan. T7 . Diferensiasi sedang F7 . Aistem A81 ( American comitee claification " F0 .. Ditemukan metastasis jauh. 2.

6.6 Frade 7 : :5 6. 4ide eksisi. Ca. A99 kulit. Kmur dan karnofsk$ penderita ?.sal. Ada tidakn$a metastasis :. @espon tumor terhadap metastasis 5. Ba alioma. 3im) .dne<a kulit Melanoma ?ari el melano it.age 2. :ritro!lakia. stadium tumor. . 2. Amputasi 7. Frade 2 : >. rekonstruksi tulang. SK0$ )"$)/# : Kanker Kulit : + @elanoma malignum + "on @elanoma malignum : SCC. Prekur orn1a : "e#u 8adi gana . Kkuran dan lokasi tumor 7. diguna3an sistem !arno. ta!i ada 8uga di muko aB @elanoma di mata : "on kin melanoma *kur melanoma : mikrometer Stadium Clark dan Bre lo) (erda arkan Hi toatologi .Untu3 menilai status penampilan pasien. 0. Sel >anghan : >e i Premaligna : >euko!lakia. #emoterapi . Bo)en de ea e Thera!i Skin Cancer : Dide and ?ee! :k i i. Frading ./iopsi. skin atau )one graft.s3y1erapi . Toleransi penderita terhadap pengo)atan Jive years survival rate : Frade 0 : <.rognosis Tergantung pada : 0. @adioterapi :. ?< . Planocellulare C :!idermoid C SCC.

e3si Unilo3uler : • • Asal dari gigi $ang karies. • Tidak )er)au asam.se)um. Premolar dan Molar. • /iasa pada midline (^tidak selalu".us . /8iserasi : Mengangkat mata !engan meninggalkan ototnya= /ksentrasi : Mengangkat mata !engan mengangkat ototnya= /nukleasi : Mengangkat (aringan E Tumor yang Pa!at Konsistensinya= /kstirpasi : Mengangkat (aringan E Tumor yang Kistik ( Kista )= =atatan : 3valuasi penderita untuk deteksi rekurens .premolar. • Plain Boto  setiap ? J = minggu >- . • Tidak )er)au asam. • Melekat pada /asal.Ba alioma C *lcu Roden C *lku Eaco( C Ba al Cell Carcinoma K0ST" !&S1 : 1umor !isti3 berisi cairan dilapisi 0pitel- Kista /pi!ermoi! B kista traumatikB kista planoselullare : • Tidak melekat pada kulit. : +kskokleasi N ekstraksi gigi. !ista "adi3uler E 3ista in. • /er)au asam. !ista Dermoid : • Tidak melekat pada kulit. • Tidak ada puncta. Pseudo 3o)us !ista Joli3uler E !ista Dentogen: • Asal dari Bolikel Figi. • Tidak melekat pada )asal.se)um. • Tidak melekat pada )asal. %ipoma : • • • 3unak. /atas jelas. karena iritasi kronik. !ista theroma : • Melekat pada kulit. • Insisi.se)um. • Th. • Ada Puncta.

mien P A Do3ter hanya bisa mengobatiY1uhan Gang Menyembuh3an B >0 . @espon klinik dan radiologi )iasan$a dinilai pada ? minggu setelahn$a.• • 1T Acan  setiap : )ulan /one Acan  setiap ? )ulan dalam 2 tahun pertama.U1 OJJ 1H&/2S 1&%% 1OMO""OW. WH 1 GOU + / DO 1OD G P A bhs4 V &ndosat-net-id B P Medicus +uratY2OD /atura SanatY. P DO/*1 .