You are on page 1of 14

Konsep Auditing

Dalam teori auditing ada lima konsep dasar yang dikemukakan oleh Mautz dan Sharaf, yaitu: BUKTI (evidence), • Tujuannya adalah untuk memperoleh pengertian, sebagai dasar untuk memberikan kesimpulan, yang dituangkan dalam pendapat auditor. • Bukti harus diperoleh dengan cara-cara tertentu agar dapat mencapai hasil yang maksimal sesuai yang diinginkan. • Bukti dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut: 1. Authoritarianisme, yaitu bukti yang diperoleh berdasarkan informasi dari pihak lain 2. Mistikisme, yaitu bukti dihasilkan dari intuisi. 3. Rasionalisasi, yaitu pemikiran asumsi yang diterima, 4. Empidikisme, yaitu pengalaman yang sering terjadi, 5. Pragmatisme, yaitu merupakan hasil praktik, KEHATI-HATIAN DALAM PEMERIKSAAN • Konsep ini berdasarkan adanya issue pokok tingkat kehati-hatian yang diharapkan pada auditor yang bertanggungjawab (prudent auditor) • Dalam hal ini yang dimaksud dengan tanggung jawab yaitu tanggungjawab seorang profesional dalam melaksanakan tugasnya. dengan konsep konservatif. • Auditor juga seorang manusia,oleh karenanya meskipun seseorang sudah disebut sebagai auditor yang berpengalaman dan memiliki profesionalisme yang tinggi pasti juga tak luput dari kesalahan, namun sebagai seorang yang profesional ia dituntut utk dpt melaksanakan pekerjaannya dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. PENYAJIAN ATAU PENGUNGKAPAN YANG WAJAR • Konsep ini menuntut adanya informasi laporan keuangan yang bebas (tidak memihak), tidak bias, dan mencerminkan posisi keuangan, hasil operasi, dan aliran kas perusahaan yang wajar. • Konsep ini dijabarkan lagi dalam tiga sub konsep, yaitu: o Accounting propriety yang berhubungan dengan penerapan prinsip akuntansi tertentu, dalam kondisi tertentu. o Adequate Disclosure yang berkaitan dengan jumlah dan luasnya pengungkapan. o Audit obligation yang berkaitan dengan kewajiban auditor untuk bersikap independen dalam memberikan pendapat. INDEPENDENSI • yaitu suatu sikap yang dimiliki auditor untuk tidak memihak dalam melakukan audit.

• Bukti dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut: 1. dan harus independen dalam mengemukakan fakta hasil pemeriksaannya yang tercermin dalam pemerian pendapat dan rekomendasi yg diberikan (reporting. • Harus independen dalam memilih aktivitas. yang dituangkan dalam pendapat auditor. • Mencari dan mendeteksi salah saji yang material. berhubungan secara profesional. Authoritarianisme. dan kebijakan mabajemen yg akan diperiksannya (investigation –independence). • Tujuannya adalah untuk memperoleh pengertian. dan objektivitas. yaitu: BUKTI (evidence). • Mencegah penerbitan laporan keuangan yang menyesatkan. ETIKA PERILAKU • Etika dalam auditing. independensi. Dalam teori auditing ada lima konsep dasar yang dikemukakan oleh Mautz dan Sharaf. berkaitan dengan konsep perilaku yang ideal dari seorang auditor profesional yang independen dalam melaksanakan audit. Profession Independence • Merupakan persepsi yang timbul dari anggota masyarakat keuangan / bisnis dan masyarakat umum tentang profesi akuntan sebagai kelompok. Practioner. dan percaya diri yang mempengaruhi pendekat an auditor dalam pemeriksaan.• Masyarakat pengguna jasa audit memandang bahwa auditor akan independen terhadap laporan keuangan yang diperiksannya. • Bukti harus diperoleh dengan cara-cara tertentu agar dapat mencapai hasil yang maksimal sesuai yang diinginkan. sebagai dasar untuk memberikan kesimpulan.Independence • Merupakan pikiran. dari pembuat dan pemakai laporan-laporan keuangan. sikap tidak memihak. integritas. dan independen pada seluruh auditor secara bersamasama dalam profesi (profession-independence) a. yaitu bukti yang diperoleh berdasarkan informasi dari pihak lain . Pengguna laporan keuangan yg diaudit mengharapkan auditor untuk: • Melaksanakan audit dengan kompetensi teknis.independence) b. • Konsep independensi berkaitan dengan independensi pada diri pribadi auditor secara individual (practitioner-independence). baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

sikap tidak memihak. yaitu pengalaman yang sering terjadi. 4. integritas. berkaitan dengan konsep perilaku yang ideal dari seorang auditor profesional yang independen dalam melaksanakan audit. • Auditor juga seorang manusia. Profession Independence • Merupakan persepsi yang timbul dari anggota masyarakat keuangan / bisnis dan masyarakat umum tentang profesi akuntan sebagai kelompok. dari pembuat dan pemakai laporan-laporan keuangan. o Audit obligation yang berkaitan dengan kewajiban auditor untuk bersikap independen dalam memberikan pendapat. dan harus independen dalam mengemukakan fakta hasil pemeriksaannya yang tercermin dalam pemerian pendapat dan rekomendasi yg diberikan (reportingindependence) b. namun sebagai seorang yang profesional ia dituntut utk dpt melaksanakan pekerjaannya dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. independensi. yaitu: o Accounting propriety yang berhubungan dengan penerapan prinsip akuntansi tertentu. 3. dan mencerminkan posisi keuangan. dan independen pada seluruh auditor secara bersama-sama dalam profesi (profession-independence) PractionerIndependence • Merupakan pikiran. yaitu merupakan hasil praktik. KEHATI-HATIAN DALAM PEMERIKSAAN • Konsep ini berdasarkan adanya issue pokok tingkat kehati-hatian yang diharapkan pada auditor yang bertanggungjawab (prudent auditor) • Dalam hal ini yang dimaksud dengan tanggung jawab yaitu tanggungjawab seorang profesional dalam melaksanakan tugasnya. dalam kondisi tertentu. berhubungan secara profesional. dengan konsep konservatif. INDEPENDENSI • yaitu suatu sikap yang dimiliki auditor untuk tidak memihak dalam melakukan audit.oleh karenanya meskipun seseorang sudah disebut sebagai auditor yang berpengalaman dan memiliki profesionalisme yang tinggi pasti juga tak luput dari kesalahan. • Konsep ini dijabarkan lagi dalam tiga sub konsep. • Konsep independensi berkaitan dengan independensi pada diri pribadi auditor secara individual (practitioner-independence). Mistikisme. • Harus independen dalam memilih aktivitas. dan aliran kas perusahaan yang wajar. Empidikisme. tidak bias. dan objektivitas. dan kebijakan mabajemen yg akan diperiksannya (investigation –independence).2. dan percaya diri yang mempengaruhi pendekatan auditor dalam pemeriksaan. ETIKA PERILAKU • Etika dalam auditing. • Masyarakat pengguna jasa audit memandang bahwa auditor akan independen terhadap laporan keuangan yang diperiksannya. 5. . Pragmatisme. PENYAJIAN ATAU PENGUNGKAPAN YANG WAJAR • Konsep ini menuntut adanya informasi laporan keuangan yang bebas (tidak memihak). hasil operasi. o Adequate Disclosure yang berkaitan dengan jumlah dan luasnya pengungkapan. Keyakinan yang disediakan oleh audit Pengguna laporan keuangan yg diaudit mengharapkan auditor untuk: • Melaksanakan audit dengan kompetensi teknis. yaitu bukti dihasilkan dari intuisi. yaitu pemikiran asumsi yang diterima. Rasionalisasi.

Apabila auditor mempunyai kepentingan dalam perusahaan klien. 9. Apabila ada hubungan keluarga antara auditor dg pihak yg diaudit atau para karyaan atau para pemiliknya. Apabila klien menjamin auditor terhdap kerugian. 6. Teori normatif merupakan teori yang seharusnya di laksanakan. namun. dan etika. 2.. Teori deskriptif merupakan teori yang sesungguhnya di laksanakan. mis. 5. 4. dlm diri auditor./K4__Konsep_Dasar_dan_Standar_Aditing. Apabila pengungkapan tidak memadai dan tidak wajar. Independensi Auditor • Independensi adalah cara pandang yang tidak memihak dlm pelaksanaan pengujian evaluasi hail pemeriksaan dan penyuunan lap keuangan. Apabila pendapat auditor bergantung kepada klien. kesimpulan: dalam konsep Auditing ada lima hal yang dipenuhi yaitu: bukti. Auditor menjadi direktur atau pemegang hak suara di perusahaan yg diauditnya atau salah satu afiliannya. Sumber: repository. yang paling sulit untuk dilakukan adalah independensi dan etika. • Independensi dalam penampilan (independence in appearance).. penyajian atau penguangkapan yang wajar.docx Teori dan Konsep Dasar Auditing Teori dapat di klasifikasikan berdasarkan sifat menjadi dua. 8. . BEBERAPA BENTURAN ATAU HAL-HAL YANG MENGURANGI INDEPENDENSI AUDITOR: 1._2009.• Mencari dan mendeteksi salah saji yang material. • Ada tiga aspek Independensi auditor: • Independensi dalam kenyataan (independence in fact). • Independensi sari sudut keahliannya (kompetensi). 3.id/. pengacara klien. Apabila persentase terbesar dari pendapatan auditor diperoleh dari satu klien.unand. Apabila audittor bertindak sbg promotor bagi klien. 7. dan teori deskriptif. • Mencegah penerbitan laporan keuangan yang menyesatkan.ac. yg berupa kejujuran dlm mempertimbangkan fakta yg ditemui dalam auditnya. pengetahuan luas dan keahlian yg matang. ditinjau dari sudut pandang pihak lain yg mengetahui ingformasi yg bersangkutan dengan diri auditor. pemilik. baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. kehatian dalam perilaku. yaitu teori normatif.independensi. milik saudara dll. Apabila akuntan mempunyai ikatan yg kuat dengan akuntan lainnya yg mempunyai kepentingan dlm persahaan kien..

yaitu kualitas yang di tetapkan dalam hubungannya dengan praktik.sebagai dasar membangun struktur teori dan bisa juga dimodifikasi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan. Profesor C.rekonsiliasi. 2. Mautz dan H. orang menganggap auditing hanya suatu rangkaian prosedur. yaitu komponen disiplin tertentu dan hubungan antar komponen tersebut. A. 4. . Struktur.tidak perlu di periksa kebenaranya lagi. K. W. Standar. Sharaf dengan bukunya “ The Philosophy of Auditing “. Dalam auditing tersebut sebagai prudent auditor. metode dan teknik. sebagai dasar pengambil kesimpulan. mengemukakan elemen-elemen dasar teori adalah sebagai berikut : 1.uraian. Teori. Sebagai syarat penting dalam pengembangan disiplin. Kehati-hatian dalam pemeriksaan (due care) Artinya melakukan pekerjaan dengan sangat hati-hati dan selalu mengindahkan norma-norma profesi dan norma moral yang berlaku. 5. dan argumentasi. Pada umumnya.merupakan tokoh pertama yang melakukan usaha tersebut. Konsep kehati-hatian yang di harapkan auditor yang bertanggung jawab. yaitu dalil yang di terangkan oleh postulat. Auditing tidak lebih dari pada sekedar suatu cara untuk melakukan sesuatu dengan sedikit penjelasan. 3. 2. Prinsip. Schandl pada tahun 1978 yang mengembangkan pemikiran dari Mautz dan Sharaf. Postulat yaitu konsep dasar yang harus di terima tanpa perlu pembuktian.Tanggung jawab yang di maksud adalah tanggung jawab profesional dalam melaksanakan tugasnya. Konsep ini lebih di kenal dengan konsep konservatif.Tidak seperti pada akuntansi. Professor R. yaitu kaidah-kaidah yang di terapkan dalam praktik. Meskipun demikian telah di coba untuk meyakinkan perlunya suatu teori normatif pada auditing.yaitu: 1. Menurut Mautz dan Sharaf teori auditing tersusun atas lima konsep dasar. Bukti Tujuan memperoleh dan mengevaluasi bukti adalah untuk memperoleh pengertian sebagai dasar untuk memberikan kesimpulan atas pemeriksaan yang di tuangkan dalam pendapat auditor. pada auditing tidak banyak orang yang berbicara tentang teori auditing sebagai lawan kata praktik auditing.

2. Standar tersebut dengan segala bahasa di tuangkan ke dalam sebuah buku yaitu buku Standar profesional Akuntan Publik (SPAP). dan aliran kas perusahaan. b. c. Standar Umum. b. Merancang pengujian substantif. Setiap standar dalam standar auditing ini saling berkaitn saling tergantung antara yang satu dengan yang lainnya.hasil operasi. Pendidikan formal dalam pendidikan akuntansi di suatu perguruan tinggi termasuk ujian profesi auditor.dalam hal ini pemahaman mengenai struktur pengendalian intern klienakan di gunakan untuk: a. tidak bias. 4. Penyajian atau pengungkapan yang wajar Konsep ini menuntut adanya informasi laporan keuangan yang bebas (tidak memihak).Masyarakat pengguna jasa audit memandang bahwa auditor akan independen terhadap laporan keuangan yang di periksa dan pembuat dan pemakai laporan keuangan. Etika perilaku Dalam auditing berkaitan dengan perilaku yang ideal seorang auditor profesional yang independen dalam melaksanakan audit. Independensi Merupakan suatu sikap mental yang di miliki auditor untuk tidak memihak dalam melakukan audit. 5. Standar Pekerjaan Lapangan. Mengidentifikasi salah satu yang potensial. Pelatihan bersifat praktis dan pengalaman dalam bidang auditing. Standar Auditing. Secara lengkap standar auditing adalah sebagai berikut: 1.standar pertama menuntut kompetensi teknis seorang auditor di tentukan oleh tiga faktor yaitu: a. Mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi risiko salah satu yang material. dan mencerminkan posisi keuangan. c. merupakan salah satu ukuran kualitas pelaksanaan auditing. Pendidikan profesional berkelanjutan selama menekuni karir auditor profesional.3.audit harus di laksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. . Jika posisi auditor terhadap kedua hal tersebut tidak independen maka hasil kerja auditor menjadi tidak berarti sama sekali.

jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat di berikan. Standar Pelaporan. maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang di laksanakan. Yang berprinsip akuntasi berterima umum lebih luas daripada sekedar prinsip akuntasi indonesia ( PAI )1984 maupun standar akutansi keuangan sebagai penganti PAI. laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah di susun sesuai dengan prinsip akutansi berterima umum di indonesia. Perkembangan dunia bisnis yang pesat menuntut dunia akutansi untuk selalu menyesuaikan diri dan mengembangkan diri. yaitu : . Perhitungan Harga Pokok Produksi Untuk Menentukan Harga Jual Pengertian Biaya Pengertian biaya menurut beberapa ahli diantaranya. Laporan audit harus memuat sesuatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat di berikan . Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan. maka alasannya harus di nyatakan.3. jika ada.dan tingkat tanggung jawab yang di pikuloleh auditor.

2. contohnya adalah biaya bahan baku. ( Mulyadi. Biaya Semifixed . Penggolongan biaya menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. Penggolongan Biaya Dalam Akuntansi biaya. Biaya Semi Variabel Adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. 3.24 ). biaya digolongkan dengan berbagai cara. Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi Pengorbanan tersebut untuk tujuan tersebut. Biaya Variabel Adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. 2. 1993. Umumnya penggolongan biaya ini ditentukan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dengan penggolongan tersebut.16 ). Ø Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan (revenue) yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan. Ø Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi. 1992. biaya tenaga kerja langsung.Ø Biaya adalah jumlah yang dinyatakan dari sumber-sumber (ekonomi) yang dikorbankan (terjadi dan akan terjadi) untuk mendapatkan sesuatu atau mencapai tujuan tertentu. 1999. ( Harnanto. karena dalam Akuntansi Biaya dikenal dengan konsep “Different of cost for purpose”. 3. ( Supriyono. Diukur dalam satuan uang. biaya dapat digolongakan menjadi : 1. Ada 4 unsur pokok dalam defenisi biaya tersebut diatas : 1. Biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel.8 ).

14 ). biaya bahan baku. Contohnya adalah gaji direktur produksi. yaitu : a. 1995. biaya bahan penolong. Full Costing Metode penentuan harga pokok produksi yang membebankan seluruh biaya produksi sebagai harga pokok produksi yaitu : . ( Mas’ud Machfoedz. dan overhead pabrik. Pengertian Harga Pokok Pengertian Harga Pokok menurut beberapa ahli diantaranya adalah : Ø Harga pokok adalah pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. baik yang langsung maupun yamg tidak langsung berhubungan dengan proses produksi. biaya gaji karyawan yang bekerja dalam bagian-bagian.Adalah biaya tetap untuk tongkat kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah konstan pada volume produksi tertentu. ( Mulyadi. Pengertian Biaya Produksi Biaya produksi adalah merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap jual. ( Mulyadi. upah langsung.6) Metode Penentuan Harga Pokok Produksi Informasi biaya sangat bermanfaat untuk menentukan harga pokok produksi yang dihasilkan oleh perusahaan.4 ). Ø Harga pokok adalah sebagai bagian dari harga perolehan suatu aktiva yang ditunda pembebannya dimasa yang akan datang. 4. Pengertian Harga Pokok Produksi Harga Pokok Produksi adalah merupkan penjumlahan dari tiga unsur biaya produksi yaitu : bahan baku. 1993. 1995.10 ). Contoh : biaya depresiasi mesin dan ekuipmen. ( Abdul Halim. Biaya Tetap Adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu. Ada dua metode pendekatan didalam menentukan harga pokok produksi. 1991.

Variabel Costing XXX XXX XXX XXX XXX+ XXX XXX XXX + Metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya-biaya produksi yang bersipat variabel kedalam harga pokok produksi atau secara keseluruhan dapat didefenisikan sebagai berikut : Variabel costing adalah penentuan harga pokok yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel kedalam harga pokok produksi. ( Mulyadi. Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Pendekatan Metode Variabel Costing Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung XXX XXX .18 ). Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Pendekatan metode Full Costing Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Variabel Biaya Overhead Pabrik Tetap Harga Pokok Produksi Biaya Administrasi dan Umum Biaya Pemasaran Harga Pokok Produk b. yang terdiri dari : biaya bahan baku. dan biaya overhead pabrik ysng bersifat variabel maupun tetap. yang terdiri dari biaya bahan baku. biaya tenaga kerja langsung. biaya tenaga kerja langsung. 1991.Full Costing adalah metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi. dan biaya overhead pabrik variabel.

harga pokok pesanan harus ditentukan segera pada saat suatu pesanan telah diselesaikan dari produksinya. seperti misalnya perusahaan percetakan. Pengolahan produk dapat dilakukan atas dasar pesanan dari langganan atau proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan lain. Pada metode harga pokok pesananini. seperti pabrik makanan atau pabrik mainan. Metode Harga Pokok Pesanan Pada metode harga pokok pesanan.Biaya Overhead Pabrik Variabel Harga pokok Produksi Biaya Variabel Biaya Administrasi dan Umum Biaya Pemasaran Variabel Biaya Tetap Biaya Administrasi dan Umum Tetap Biaya Pemasaran Tetap Harga Pokok produk Metode Pengumpulan Biaya Produksi XXX + XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX + XXX Pengumpulan biaya produksi ditentukan oleh sifat dari pengolahan produk. System ini dianggap tepat untuk perusahaan-perusahaan yang menghasilkan produk yang sama dan proses produksinya berjalan secara kontinyu. b. Metode ini dianggap tepat untuk perusahaan yan menghasilkan berbagai macam produk yang masing-masing bersfat khas. yaitu : a. Metode Penentuan Harga Jual Metode penentuan harga jual ada empat. Metode Harga Pokok Proses Pada metode harga pokok proses biaya produksi dikumpulkan berdasarkan atas departemen atau pusat-pusat yang dibentuk yang dibentuk sesuai dengan tahap-tahap pengolahan produksinya. biaya produksi dikumpulkan menurut pesanan. yaitu : . Oleh karena itu pengelompokan biaya produksi dapat dikelompokkan menjadi dua metode.

Full Costing : % Mark Up : Biaya Produksi Harga jual Per-unit : Jumlah produk yang diproduksi Menghitung harga jual / unit produk dengan pendekatan Full Costing sebagai berikut: HPP Penuh Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik variabel Biaya Oveerhead Pabrik Tetap Total biaya Biaya non Produksi Total biaya penuh Mark Up Y% x Total Aktiva Total Harga Jual Volume Produk Harga Jual Per-Unit Variabel Costing : xxx xxx XXX XXX : XXX xxx XXX + XXX XXX XXX XXX XXX + Total harga jual Laba yang diharapkan + Biaya non produksi . Penentuan Harga Normal ( Normal Pricing ) Dalam keadaan normal.a. harga jual ditentukan atas biaya penuh masa yang akan datang dan ditambahkan atas laba yang diharapkan. taksiran biaya penuh dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu Full costing dan Variabel Costing. Penentuan harga jual normal biasa disebut dengan Cost-Plus Pricing.

Penentuan Harga Jual Pesanan Khusus ( Spesial Order Pricing ) Pesanan diterima oleh perusahaan diluar pesanan reguler perusahaan. d. dan perusahaan lain yang menjual jasa reparasi dan bahan. c. Pesanan regular adalah pesanan yang dibebani tugas untuk menutup seluruh biaya tetap yang akan terjadi dalam tahun anggaran. Metode harga jual seperti ini digunakan oleh perusahaan bengkel mobil. dok kapal. namun merupakan biaya tetap. Cost Type Contract ( Cost type Contract ) Kontrak pembuatan produk / jasa yang pihak pembeli setuju untuk membeli produk / jasa pada total biaya yang sesungguhnya dikeluarkan oleh produsen ditambah dengan laba yang dihitung sebesar persentase tertentu dari total biaya sesungguhnya tersebut.% Mark Up : Biaya variabel Biaya Tetap + Laba Yang Diharapkan x 100% Menghitung harga jual per-unit produk dengan pendekatan Variabel Costing sebagai berikut : HPP Penuh : Biaya Bahan baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Variabel Total Biaya Variabel xxx XXX + XXX : XXX XXX XXX XXX + XXX Mark-Up : Y% x Biaya Variabel Total Harga Jual Volume Produksi Harga Jual Per-unit b. Harga jual ditentukan sebesar harga jual perbuah dan ditambah laba yang diharapkan. Pesanan khusus adalah diperkirakan tidak hanya mengeluarkan biaya variabel saja. Penentuan Harga Jual Waktu dan Bahan Penentuan harga jual dan bahan ini pada dasarnya merupakan Cost-Plus Pricing. dan suku cadang sebagai pelengkap penjualan jasa . karena harus beroperasi diatas kapasitas yang telah tersedia.

Sumber : http://abangbusra.com .blogspot.