You are on page 1of 9

KONSTRUKSI MESIN

MODUL KE-13

DOSEN PENGASUH Ir. PIRNADI. T. M.Sc

UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI JURUSAN TEKNIK MESIN

PROGRAM KULIAH KELAS KARYAWAN 2008

yaitu menghasilkan komponen konstruksi mesin yang sesuai dengan toleransi yang diminta dan kecepatan pembentukan geram setinggi mungkin dengan memperhatikan berbagai faktor kendala (constraints) dalam sistem pemotongan yang dimaksud (pahat. seperti: kecepatan produksi demi untuk memenuhi target/pesanan ataupun untuk mencapai keuntungan secepat dan sebanyak mungkin. r ) akan menentukan kemudahan proses pembentukan geram.Sc. Apabila jenis proses serta mesin perkakas telah dtetapkan. dan berbagai fasilitas penunjang atau pemeliharaan yang tersedia). ongkos peralatan (pahat).  Tindakan tersebut di atas. Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya. untuk perencanaan dan evaluasi biaya dan kondisi proses ini perlu ditunjang dengan data mengenai ongkos operasi. industri kecil/besar. dan mesin perkakas). KONSTRUKSI MESIN 2 . T. k r .  s . a) akan ditentukan untuk memenuhi tujuan. perlu dipilih dengan seksama. melainkan berkaitan juga dengan faktor ongkos (biaya) dan mungkin juga dengan faktor lain.  Bentuk. maka dapat direncanakan langkah atau proses pengerjaan dengan urutan dan evaluasi biaya yang cukup baik (logis).13. kehalusan permukaan serta ketelitian hasil produk. dengan memperhatikan biaya operasionalnya seminimum mungkin. mungkin dapat terpenuhi oleh seorang operator mesin perkakas yang cerdik dan berpengalaman dimana ia sendiri harus menentukan segalanya (dengan mengingat kondisi: suatu bengkel. dan dapat memperkecil biaya operasionalnya. dan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. EVALUASI BIAYA OPERASIONAL DALAM DESAIN KONSTRUKSI MESIN PENDAHULUAN  Pengantar.  Dengan demikian. tindakan selanjutnya adalah menentukan jenis pahat yang akan digunakan sesuai dengan urutan/langkah/proses pengerjaan.  o . dimensi.  Kondisi pemotongan: (v. besar gaya pemotongan. Pirnadi. laboratorium. benda kerja. dan jenis material pahat. Akan tetapi untuk suatu proses pembuatan dan desain tidak hanya berkaitan dengan faktor teknologi saja. bahwa geometri pahat (  o . berdasarkan gambar teknik suatu produk komponen konstruksi mesin beserta bentuk dan ukuran bahan yang ada. f. M. terutama bentuk geometrinya.

maka dalam waktu yang relatif singkat hampir semua jenis mesin perkakas akan merupakan jenis otomatik dengan kontrok numerik (CNC. T.  Barangkali ada.  Tujuan atau obyektif tersebut dapat merupakan salah satu dari ketiga macam obyektif. Kecepatan produksi. yang berpendapat bahwa hal di atas tersebut hanya cocok bagi suatu industri pemesinan yang besar. yang berarti pemakaiannya perlu direncanakan dengan lebih baik. KONSTRUKSI MESIN 3 . yang memberikan kondisi untuk menghasilkan produk secepat mungkin atau waktu produsi serendah mungkin. yang biasanya dipilih apabila banyak waktu terluang. si pembuat program (programmer) harus menetukan kondisi pemesinan optimal termasuk penyiapan berbagai jenis pahat pada system penyimpanan dan penggantian dalam mesin NC (ATC. Ongkos produksi.data permesinan dengan lengkap. tidak banyak diketahui oleh seorang operator mesin perkakas. berikut ini: 1. yang paling tinggi/produktif. yang memberikan kondisi untuk menghasilkan produk semurah mungkin. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.  Dalam hal ini. yang akan bekerja sesuai dengan program atau urutan perintah logis. kecuali memang sudah cukup berpengalaman dan ahli di bidangnya. Hal ini biasanya. Computerized Numerical Control). M. maka diperlukan perencanaan dan kontrol yang lebih baik dalam segala hal termasuk perencanaan setiap proses pemesinannya. yang telah di desain. kondisi pemesinan diperlukan suatu algoritma (yaitu urutan langkah logis yang menggunakan suatu model matematik untuk menghitung harga paling baik atau optimum dari variabel proses pemesinan sehingga tujuan proses pemesinan dapat dipenuhi. Akan tetapi bila kita perhatikan kemajuan teknologi. Mesin perkakas NC memang lebih fleksibel dan lebih produktif dibandingkan dengan mesin perkakas biasa. yang paling rendah/ekonomis.Sc. 2. Pirnadi. Automatic Tools Changer) dan mungkin juga berbagai jenis pemegang dari bermacam-macam benda kerja sesuai dengan peralatan tambahan yang berupa sistem pengganti benda kerja (APC. Automatic Pallets Changer). kompleksitas dan kerumitan pengelolaannya. Hal ini sebenarnya memang tugas seorang ahli teknik atau prosesing yang menguasai teori. asalkan digunakan dengan benar. dan data serta pengalaman yang memungkinkan penentuan kondisi proses pemesinan sesuai dengan obyektif dan sebaik mungkin (optimal).  Dalam optimasasi. dimana sesuai dengan banyaknya pekerjaan.

Untuk jumlah produk cukup besar. f. komponen ongkos produksi serta rumus korelasi untuk ketiga macam obyektif pemesinan. yang paling tinggi/menguntungkan. adalah merupakan variabel yang penting dalam rangka penentuan kondisi pemesinan optimum. KONSTRUKSI MESIN 4 . T. Kecepatan menghasilkan keuntungan. jumlah langkah pemesinan. aliran proses. a. Apabila harga variabel proses yang dimaksud telah dihitung (harga teoritik) maka perlu penyesuaian berhubung dengan adanya faktor-faktor kendala seperti: gaya dan daya pemotongan. M. kemudahan pembuangan geram.Sc.  Akhirnya. seperti: v. Dengan perlu dijabarkan terlebih dahulukorelasinya (hubungan fungsional. akan dibahas pengevaluasian kondisi pemesinan dikarenakan adanya kemungkinan perubahan data pemesinan (data umur pahat dan gaya potong spesifik referensi) serta tinjauan desain umum atas strategi pengetrapan kondisi pemesinan optimum dalam kaitannya dengan penjadwalan produksi. dsb. rumus matematik) dengan salah satu dari variabel obyektif di atas sehingga metoda klasik optimasi dimungkinkan. Pertama-tama. sedangkan target harus dipenuhi. perlu dijelaskan dengan memperhatikan berbagai faktor kendala. kehalusan dan ketelitian produk. yang biasanya dipilih bila ada kemungkinan untuk memilih dari berbagai pekerjaan yang ditawarkan ( dimana telah diketahui keuntungannya dari selisih antara ongkos pembuatan dan upah yang ditawarkan). waktu untuk menghasilkan produk atau waktu yang diperlukan didesain untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan (memotong bagian tertentu dari suatu produk) dengan cara yang tertentu (digunakan suatu jenis pahat).  Berbagai variabel proses pemesinan. maka secara kasar dapat ditentukan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. yang akan dibahas penjabaran dan desain komponen konstruksi mesin waktu untuk produksi.  Dalam hal ini. dan sebagainya. prosedur evaluasi seperti yang telah diutarakan di atas akan dibahas dengan pembatasan hanya pada proses membubut saja. penyimpanan material dan masalah pengelolaan atau managemen pabrik. Sedangkan algoritma kondisi pemesinan (membubut). Pirnadi. yang memberikan kondisi untuk menghasilkan produk dengan keuntungan/laba persatuan waktu sebesar mungkin.yang biasanya dipilih apabila waktu sangat sempit. atau f). sehingga variabel pemesinan yang optimum tersebut yang biasa dapat dipakai dalam praktek. keterbatasan variabel mesin yang bisa diatur (n. vf. dapat digunakan untuk mengevaluasi biaya operasional dalam desain konstruksi mesin. jenis cairan pendingin.  Komponen waktu produksi. 3. geometri & material baut.

Sesuai dengan tujuan optimasi dan evaluasi biaya operasional dalam desain. berikut: a. M. ta adalah komponen waktu bebas (non produktif). tc adalah waktu pemotongan sesungguhnya (real cutting time). yaitu komponen yang dipengaruhi oleh variabel proses dan komponen waktu yang bebas. td adalah waktu penggantian pahat yang dibagi rata untuk sejumlah produk yang dihasilkan sejak pahat yang baru dipasang sampai pahat tersebut harus diganti sebab telah aus (min / produk). Waktu. maka diinginkan pembagian waktu menurut komponennya sehingga dapat diketahui komponen waktu yang mana yang mungkin dapat diperkecil. T c. yang berkaitan dengan setiap langkah pengerjaan yang harus dilakukan. Waktu. KONSTRUKSI MESIN 5 . tidak mungkin dilaksanakan karena tidak memberikan informasi yang jelas mengenai komponen konstruksi mesin membutuhkan waktu (bagian dari waktu total). berlaku perumusan berikut : td  Dimana : td T tc dalam (min / produk ) T : waktu penggantian atau pemasangan pahat (min) : umur pahat (min) tc : bagian dari umur pahat digunakan untuk menyelesaikan 1 produk. T.Sc. Pirnadi. f lt : panjang pemesinan (mm) vf : kecepatan makan (mm / min) b. Untuk menghasilkan satu produk. Berlaku perumusan. berikut: tc  Dimana : lt l  t dalam min / produk vf n. yang dipengaruhi oleh variabel proses.  Secara garis besar. yaitu dengan cara membagi seluruh waktu yang digunakan dengan jumlah produk yang telah dihasilkan untuk setiap unit waktu tertentu. maka diperlukan komponen-komponen waktu.  Akan tetapi cara ini. Waktu bebas. dengan rumusan. meliputi beberapa contoh.waktu pemesinan rata-rata untuk mengevaluasi pengerjakan satu produk. dapat didesain dan dikelompokkan 2 macam komponen waktu. berikut: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.

yang dapat dilihat pada Gambar 13. Memperkecil waktu nonproduktif.Sc. KONSTRUKSI MESIN 6 . adalah: tm  ta  tc  td tc dalam (min / produk ) T Keseluruhan komponen waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan satu produk. Mempercepat cara penggantian pahat. maka perlu dievaluasi dan diusahakan pengecilan waktu pemesinan. merupakan penjelasan atas hubungan komponen waktu tersebut dengan jumlah produk yang dihasilkan. Dengan mengetahui harga jual produk atau harga PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. M. ta 2. td  Komponen ongkos produksi. auxiliary time tLW : waktu pemasangan benda kerja (min / produk). [Penjelasan akan diberikan pada saat tatap muka] Gambar 13.1 Komponen waktu untuk mengerjakan produk  Dari Gambar 13. yaitu: 1. bagi suatu industri pemesinan adalah mutlak untuk mengetahui dan mendesain beberapa ongkos sebenarnya dalam pembuatan suatu produk / kompoenen mesin. tRT : waktu pengakhiran (min / produk). tc 3. waktu pemesinan perproduk rata-rata yang dibutuhkan. dengan beberapa jalan. tAT : waktu penyiapan (min / produk.1. Pirnadi. Dengan demikian untuk menaikkan produktivitas. T.t a  t LW  t AT  t RT  tUW  Dimana : ta ts dalam (min / produk ) nl : waktu nonproduktif (min / produk). ts : bagian dari waktu penyiapan mesin nl  Dengan demikian.1. tUW : waktu pengambilan produk (min / produk). Menurunkan waktu pemotongan.

tergantung dari ukuran perusahaan. Ongkos total perproduk (unit cost). guna mempermudah penghitungan ongkos. berikut : Cu  C M  Dimana : Cu : ongkos total (Rp / produk) CM : ongkos material (Rp / produk) C P Cp : ongkos salah satu proses produksi (Rp / produk) 2. maka dapat dibayangkan keuntungan yang akan diperoleh. KONSTRUKSI MESIN 7 . untuk komponen konstruksi mesin termasuk biaya operasionalnya dapat dijelaskan secara sederhana. Hal ini dapat dimaklumi. dapatlah dikatakan bahwa semakin teliti penentuan ongkos pembuatan maka keuntungan yang bakal diperoleh akan semakin pasti atau perusahaan semakin berani untuk mengajukan penawaran yang serendah mungkin. karena perusahaan dapat mengetahui dan berusaha untuk menekan bilamana mungkin pada salah satu atau beberapa komponen ongkos pembuatannya. operator dan seluruh bagian/kegiatan pabrik mendukungnya). masing-masing dengan cara pendekatan yang berbeda dengan anggapan dan penyederhanaan yang berlainan disesuaikan dengan kondisi atau ukuran perusahaan. Berbagai bentuk dari struktur komponen-komponen ongkos yang telah diajukan orang. Ongkos pembuatan dapat ditentukan dari beberapa komponen ongkos yang membentuknya. ongkos suatu produk ditentukan oleh ongkos material (bahan dasar) dan ongkos produksi yang mungkin teridir dari gabungan beberapa langkah proses pembuatan/pemesinan sebagaimana rumus. Ongkos operasi (operating cost). penghitungan dan desain ongkos pembuatan tersebut tidak selalu mudah.penawaran kontrak pembauatn sejumlah produk (sub contract parts). sebagai berikut: 1.  Terlepas dari perbedaan yang ada tersebut.  Dasar-dasar penghitungan biaya / ongkos. dapat dihitung berdasarkan ongkos yang PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. M. ongkos operasi persatuan waktu (menit) bagi suatu kesatuan produksi (mesin yang bersangkutan. Pirnadi.  Dalam kenyataan. ragam dan kompleksitas produk yang ditanganinya dan struktur penghitungan ongkos (akuntansi /cost accounting) yang dianut oleh perusahaan yang bersangkutan. yang berkaitan dengan permodalan.Sc. T.

yang dapat ditulis. Pirnadi. Ongkos ruang dan pengangkutan material. Hal ini dapat diketahui dari karyawan bagian pemeliharaan dalam pertahun. dan asuransi) ini merupakan suatu bentuk ongkos tetap. T. Kesemuanya ini harus dibebankan pada setiap mesin yang beradaa pada bagian produksi yang bersangkutan dan dihitung dari luas lantai yang diperlukan. Pabrik memerlukan daya listrik untuk penerangan. c. mungkin bertugas untuk mengangkut aterial (benda kerja/produk) untuk dipindahkan dari satu ke lain mesin sesuai dengan urutan pengerjaan. sebagai berikut: Ci  Dimana : Ai ( C F  w C I ) dalam Rp / tahun Aj Ci = ongkos variabel tak langsung bagi mesin yang bersangkutan/tahun CF = ongkos total (pemeliharaan.membentuknya dalam satu periode (tahun) dibagi dengan jumlah menit kerja efektif pertahun. maka ongkos-ongkos tersebut di atas akan membesar.  Ongkos operasi pertahun. merupakan gabungan dari ongkos tetap (fixed cost) dan ongkos variabel (variable cost) dan ongkos tidak langsung (indirect cost) dapat diperhitungan pertahun. Sekelompok karyawan. Beberpa keterangan mengenai komponen ongkos variabel tak langsung. M.Sc. dan juga memerlukan tenaga pembersih dan pemeliharaan peralatannya. ruang. Apabila kegiatan pabrik meningkat (bekerja untuk 2 atau 3 shift). ruang dan pengangkutan material). dan pengangkutan) pertahun PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. berikut: a. KONSTRUKSI MESIN 8 . dari bagian produksi akan mendapat beban (ongkos) total tak langsung dari perusahaan ditambah dengan bebannya sendiri (pemeliharaan. yang didirikan di atas seluas tanah adalah merupakan barang modal sehingga perlu dihitung ongkosnya (penyusutan. pemeliharaan untuk mencegah kerusakan sangat diperlukan bagi mesin perkakas untuk mengurangi akibat kemungkinan pembetulan dan penyetelan komponen mesin keausan/kerusakan yang berlebihanyang dapat diketahui melalui rekalibrasi. Ongkos pemeliharaan (maintenance cost). ventilasi/AC dan compressor udara. pajak. bangunan pabrik beserta pelengkapannya termasuk Derek. b. sehingga dapat dianggap sebagaai ongkos variabel. Penetuan ongkos variabel tiak langsung pertahun.

Sc.CI = ongkos total tak langsung bagi perusahaan ybs pertahun w = rasio antara bagian ongkos total yang dibebankan bagi bagian yang bersangkutan dengan ongkos total Ai Aj = luas lantai yang diperlukan mesin termasuk daerah di sekitarnya untuk benda kerja / produk. m2 = Jumlah total luas lantai dari bagian yang bersangkutan yang digunakan mesin. bagi perusahaan kecil. m2 d. M. operasi pertahun. Burden rate. yaitu: Co M = Biaya / ongkos pemeliharaan termasuk daya dan bahan habis yang dianggap merupakan prosentase (M) dari harga mesin Co. Ci = Biaya / ongkos tak langsung yang dianggap sebagai beban tak langsung dari operator. UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI JURUSAN TEKNIK MESIN PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. berikut: C J  C f  C d  Ci Dimana : 1 y 1 C f  Co (  I pti ) sebagai ongkos tetap y 2y Cd  12 L  Co M sebagai ongkos oprator dan daya serta perawatan Ci  B. Sehingga. Pirnadi. Harga prosentase beban B ini dihitung berdasarkan seluruh biaya/ pengeluaran perusahaan pertahun (tidak termasuk biaya tetap dan biaya operator mesin serta material / bahan) yang kemudian dibagi dengan seluruh biaya operator pertahun yang melayani unit produksi dan unit kerja termasuk biaya desain produk komponen konstruksi mesin.12 L sebagai ongkos tak langsung. C j  Co (  Catatan: 1 y y 1 I pti )  Co M 12 L (1  B) 2y Karena perusahaan hanya mempunyai beberapa buah mesin saja. Cara sederhana menetukan biaya / ongkos. T. B = lab. maka penentuan ongkos operasi disederhanakan dengan rumus. KONSTRUKSI MESIN 9 . maka dapat ditentukan biaya-2 (ongkos-2) dengan mudah.