You are on page 1of 1

Abstrak

Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) diberikan untuk mencari dan mengembangkan cadangan hidrokarbon di area tertentu sebelum berproduksi secara komersial. PSC berlaku untuk beberapa tahun tergantung pada syarat kontrak, tergantung penemuan minyak dan gas dalam jumlah komersial dalam suatu periode tertentu, meskipun pada umumnya periode ini dapat diperpanjang melalui perjanjian antara kontraktor dan Kementrian ESDM cc. Ditjen Migas. Kontraktor pada umumnya diwajibkan untuk menyerahkan kembali persentase tertentu dari area kontrak pada tanggal tertentu, kecuali jika area tersebut terkait dengan permukaan lapangan dimana telah ditemukan minyak dan gas. Hal yang penting dalam proses kegiatn ini yaitu terdiri dari : Penanggung Jawab, Pembagian Hasil dan Cost Recovery. Pasal 1 Poin (19) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, menyatakan Kontrak Kerja Sama adalah Kontrak Bagi Hasil atau bentuk kontrak kerja sama lain dalam kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi yang lebih menguntungkan Negara dan hasilnya dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kontrak Production Sharing (KPS) dibagi empat kelompok berdasarkan kurun waktunya yaitu : generasi I (1964-1977), generasi II (1978-1987), generasi III (1988-2002) dan generasi IV (2002-Sekarang). Hak-Hak dan Kewajiban Para Pihak dalam Kontrak Production Sharing, Jangka Waktu Kontak Production Sharing dan Pola Penyelesaian Sengketa merupakan point-point yang sangat penting dalam kegiatan ini.

II