You are on page 1of 30

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Air Air adalah materi esensial di dalam kehidupan.

Tidak satu pun mahluk hidup di dunia ini yang tidak memerlukan dan tidak mengandung air. Hal ini disebabkan oleh semua reaksi biologis yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup berlangsung dalam medium air. Masalah pelik yang harus dihadapi dalam kualitas air adalah semakin tingginya tingkat pencemaran air, sehingga air dapat menjadi sumber atau perantara berbagai penyakit. Agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit bagi manusia, maka air harus mempunyai persyaratan khusus. Parameter yang digunakan sebagai penentu kualitas air adalah parameter fisik, kimia, dan biologis. Dilihat dari syarat fisik, menurut peraturan menteri kesehatan R !omor "#$%M&!'&(%P&R% )%#**+, menyatakan bah,a air yang layak dikonsumsi dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah air yang mempunyai kualitas baik sebagai sumber air minum maupun air baku .air bersih/ antara lain tidak berbau, tidak berasa, tidak keruh, serta tidak ber,arna. Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat akti0itas manusia. 1alaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dan lain-lain juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. (ampah organic seperti air comberan .se,age/ menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. ndustri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air
5

2.2 Air Limbah 2.2.1 Pengertian air limbah Air yang tidak bersih % mengandung berbagai 2at yang bersifat membahayakan kehidupan manusia atau he,an. 3a2imnya muncul akibat hasil perbuatan manusia .termasuk industrilisasi/. (isa air yang dibuang berasal dari rumah tangga, industri, maupun tempat umum lainnya. Dan pada umumnya mengandung bahan-bahan % 2at2at yang dapat membahayakan bagi manusia serta menganggu lingkungan hidup. 'ombinasi dari aliran sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran atau industry bersama-sama dengan air tanah, air perumahan dan air hujan yang mungkin ada .Haryoto 'usno Putranto. #*45/. 6adi air buangan adalah air yang tersisa dari kegiatan manusia baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan air seperti industri, perhotelan dan sebagainya 2.2.2 Sumber Air Limbah #. Air limbah rumah tangga .domestic ,astes ,ater/ adalah air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Petunjuk pada umumnya air limbah ini terjadi dari eksreta .tinja dan air seni/. Air bekas cucian dapur dan kamar mandi .terdiri dari bahan-bahan organic/ yang berasal dari sumber lain seperti air hujan yang bercampur dengan air comberan dan sebagainya. 7. Air buangan industry .industrial ,astes ,ater/ berasal dari berbagai jenis industry akibat proses produksi. 8at-2at yang terkandung di dalamnya sangat ber0ariasi sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industry. Misalnya nitrogen, sulfida, garam-garam, 2at pe,arna, mineral, logam berat, 2at pelarut dan lain-lain 9. Dari perusahaan .comercial ,aste/ air buangan yang berasal dari daerah perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat umum, tempat ibadah dan lain-lain. 8at-2at yang terkandung di dalam jenis air limbah ini umumnya sama dengan air limbah rumah tangga.

6

2.2.3 Karakteristik Air Limbah #. 'arakteristik fisik. (ebagian besar terdiri dari sebagian kecil bahan-bahan padat terutama air limbah rumah tangga seperti sabun, sedikit berbau, kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, ber,arna, bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja dan lain-lain 7. 'arakteristik kimia,i. :iasanya air buangan ini mengandung campuran 2at-2at kimia anorganik yang berasal dari air bersih, bermacam-macam 2at organic berasal dari penguraian tinja, urine dan sampah-sampah lainnya. 9. 'arakteristik bakteriologis. 'andungan bakteri pathogen serta organism golongan coli terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana sumbernya namun keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air buangan. 2.2.4 am!ak" #$ek Air Limbah #. ;angguan 3ingkungan Menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit terutama kolera, typus abdominaks, disentri baciler, menjadi media berkembang biaknya mikroorganisme pathogen, menjadi tempat-tempat berkembang biaknya nyamuk atau tempat hidup lar0a nyamuk. Menurunkan kualitas badan air dan sebagainya. (ebagai contoh menurunkan kadar oksigen terlarut, air menjadi berbau dan rasa tidak enak menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap. Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah dan lingkungan hidup lainnya mengurangi produktifitas manusia karena orang bekerja dengan tidak nyaman dan lain-lain. 7. Pencemaran 3imbah Padat Pencemaran lingkungan yang ditimbulkan limbah padat kemungkinan adalah timbulnya gas beracun, di antaranya asam sulfida, amoniak methan, <=7, <=. 3imbah dari berbagai macam bentuk dan jenis bertumpuk pada satu tempat mengakibatkan terjadinya pembusukan dengan bantuan mikroorganisme. Adanya

7

oksida. menjadi racun. (erat asbestos. padatan mengendap dan 2at organik lain. !ilai ambang batas <= #++ ppm ?##+ mg per meterkubik udara. Penurunan 'ualitas >dara Pengaruh terhadap kualitas udara akibat timbulnya gas hasil reaksi kimia dalam timbunan limbah. methane akan terkonsentrasi di udara dengan nilai tartentu. (=7 yang berasal dari bahan padat merupakan racun bagi manusia. . Dalam konsentrasi 5+ ppm H7( membuat mabuk dan pusing. 'arbon monoksida . .amoniak dan asam sulfida. tumbuhan.arna dan rasa air berubah. 9. Adanya 2at merkuri. baik yang terlarut maupun dalam areal permukaan tanah. Air menjadi beracun akibat limbah padat tersebut. 'onsentrasi H7( yang dii2inkan 9+ mg per meter kubik udara.as seperti H7(. Demikian juga bentuk padatan lain yang tidak ekonomis dibuang langsung keperairan. natrium sulfida. Amoniak yang berupa gas pada suhu dan tekanan normal mempunyai nilai ambang batas 95 mg per meter kubik udara. seng. 3imbah lain seperti oksida logam. Padatan tersebut dalam air dipecah dan berurai menjadi bahan pencemar lain seperti padatan larut. oksida logam dari pembakaran. hidrokarbon. !H9. buburan dengan tidak disadari dibuang bersama air limbah.musim hujan dan kemarau ganti-berganti. proses pemecahan bahan organik oleh bakteri penghancur dalam suasana aerob maupun anerob menimbulkan gas. hidrogen. chrom dan arsen menimbulkan gangguan terhadap bio tanah. 'ekeruhan air. ". 'erusakan Permukaan Tanah Timbunan sampah menghasilkan gas nitrogen. fenol.<=/ berasal dari sisa pembakaran yang tidak sempurna. Penurunan 'ualitas Air :uangan jenis padat berupa lumpur.merusak struktur permukaan dan tekstur tanah. 5. 8 .

2.Mn/ Arsen .As/ (ianida .!H9-!/ !itrat .5 +.% Baku &utu Air Limbah Peraturan .2.# :aku Mutu Air limbah != # 7 9 " 5 $ @ 4 * #+ ## #7 #9 #" #5 #$ #@ #4 #* >!(>R A >!(>R )ISIKA (uhu 8at padat terlarut .+# #+ 2. di alam dapat menjadi sumber daya logam. on B/ 'lorin .1 Sul$i(a Mineral sulfida berupa ikatan unsur belerang dengan logam.!=9-!/ !itrit .Be/ Mangan .5 +.a aktif biru metilen Phenol Minyak dan lemak (AT>A! °< mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 mg%3 'ADAR MA'( M>M 95 #5++ 5+ $-* # +.3 Parameter Pen'emaran Air 2.5 +.TD(/ 8at padat tersuspensi . on <! (ulfida .# +.4 Th 7++@ tentang baku mutu air limbah Tabel 7.+5 +.+$ 9+ 5+ +.3.5 +. Mineral sulfida dapat terbentuk sebagai hasil aktifitas hidrotermal maupun sebagai hasil proses sedimentasi. mineral sulfida dijumpai sebagai bagian dari penyusun endapan batubara.!=7-!/ :=D <=D (enya.T((/ KI&IA pH :esi .<l7/ Ammonia .H7(/ Bluorida .+# #. (elain menyusun tubuh bijih logam.+7 #+ +. yang dalam jumlah besar dapat berpotensi ekonomi untuk diusahakan. Mineral 9 .ubernur :ali !o.

tergantung pada tipe mineralisasi dan alterasinya. yaitu hampir seluruhnya terdiri dari mineral sulfida. Aktifitas hidrotermal menghasilkan batuan teralterasi dan termineralisasi mengandung mineral sulfida dalam beberapa jenis dengan asosiasi tertentu. yaitu pada batuan beku. !amun kandungan potensial biasanya terdapat pada cebakan yang terbentuk dari hasil aktifitas hidrotermal. Dari karakteristiknya mineral sulfida dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri metalurgi maupun kimia. Pada daerah terdapatnya cebakan bijih sulfida dan batubara. namun di alam potensial juga sebagai penghasil air asam yang dapat menurunkan kualitas lingkungan. Mineral sulfida dapat dijumpai pada tiga jenis utama batuan. Hal ini sangat tergantung pada kondisi geologi dan tipe mineralisasinya. sedimen maupun malihan. 'andungan mineral sulfida pada tubuh endapan hasil aktifitas hidrotermal dapat beberapa persen saja atau berupa endapan sulfida masif. Mineral sulfida pada endapan sedimen terbentuk terutama pada lingkungan pembentukan batubara. 'egiatan penambangan. kalkopirit. terdapat juga sulfur dari sulfat dan sulfur organik. 'ondisi geologi dan tipe mineralisasi%alterasi tertentu dapat secara alami menetralkan asam yang terbentuk. harus dinetralkan agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan sekitarnya.sulfida sering dijumpai berupa pirit. berpotensi memperbesar dan mempercepat proses pembentukan air asam. Pada endapan batubara selain sulfur yang berasal dari mineral sulfida. yaitu apabila pada lingkungan geologinya atau alterasi dan mineralisasinya menghasilkan mineral-mineral penetral. akan tetapi potensial sebagai pembentuk air asam tambang. Air asam tambang yang tidak dapat terhindarkan terbentuk di . spalerit dan galena. tidak selalu potensial terhadap pembentukan air asam. Pembentukan air asam akibat kegiatan penambangan atau sering disebut dengan air asam tambang perlu dicegah. Air asam dapat terbentuk secara alami. (ulfida yang terbentuk tidak mempunyai potensi ekonomi. sebagai akibat teroksidasi dan terlarutkannya sulfida ke dalam sistem aliran air permukaan dan air tanah menyebabkan turunnya pH air. dengan membongkar endapan sulfida. Mineralisasi tipe skarn dan Carlin terbentuk 10 .ilayah tambang.

'andungan karbonat berpotensi menetralisir asam yang terbentuk.<u(/. galena . (edangkan apabila mengenai tumbuhan akan menyebabkan mati atau tumbuh kerdil. sehingga menjadi lingkungan yang tidak layak untuk dihuni oleh ikan dan sejenisnya. Aliran air asam apabila memasuki badan air akan menyebabkan turunnya pH. kalkopirit . pikolit .=H/9 E 9HE Be(7 E #%"Be9E E H7= F #5Be7E E 7(="7. Demikian juga pada beberapa tipe mineralisasi meskipun kemampuan menetralkan dari masing-masing jenis mineral tersebut tidak sama. Dari semua mineral tersebut. ko0elit . terlarutkan oleh air permukaan atau air tanah membentuk air asam.Be(7/. Proses pembentukan asam dapat dijelaskan dengan persamaan kimia sebagai berikut D #/ 7/ 9/ "/ Be(7 E @%7=7 E H7= F Be7E E 7(="7.pada litologi mengandung karbonat.<uBe(7/.!i(/. kalkosit . sulfat dan besi ferrous . dimana besi ferri bertindak sebagai katalis sehingga terbentuk besi ferrous.ati sehingga menghasilkan bahan beracun berbahaya yang berpotensi mencemari lingkungan. besi ferrous akan teroksidasi membentuk besi ferri .BeC(C/. sulfat dan asam. pirit teroksidasi membentuk asam . mulenit .7H E/. Permasalahan mineral sulfida terjadi apabila terpapar pada udara bebas akan teroksidasi.Be9E/ dihidroksida membentuk hidroksida besi dan asam. Pada reaksi "/.Be 9E/ dan air pada suasana asam. Mineral sulfida pembentuk asam yaitu antara lain pirit .Pb(/ dan sfalerit . Air asam akan melarutkan logam yang terle.Be7E/. 11 .8n(/.E 7HE Be7E E #%"=7 E HE F Be9E E #%7H7= Be9E E 9H7= F Be.<u(/.Be(7/. molibdenit .Be9E/ sehingga mempercepat pembentukan asam selanjutnya. terutama air permukaan dan air tanah. Reaksi 7/. Reaksi 9/ besi ferri . pirit merupakan sulfida paling dominan dalam pembentukan asam. Pembentukan asam tersebut dapat dipercepat dengan kehadiran bakteri Thiobacillus Feroxidans yang dapat berperan pada tahapan reaksi ke 7/ memicu pembentukan . markasit .E #$HE Pada reaksi #/.Mo(/. hasil reaksi 7/ akan bereaksi dengan pirit yang ada.

(ehingga nilai kekeruhan tidak dapat dikon0ersi ke nilai T((.+++ mg % 3 ground pepper. (ebuah sampel yang mengandung #. Perbedaan antara padatan tersuspensi total . Residu yang tertahan pada saringan dikeringkan sampai mencapai berat konstan pada suhu #+9I< sampai dengan #+5I<. Prinsip analisa T(( sebagai berikut D <ontoh uji yang telah homogen disaring dengan kertas saring yang telah ditimbang. 2. ganggang.Pembentukan air asam dapat terjadi secara alami maupun sebagai akibat kegiatan penambangan. Pola dan intensitas sebaran akan berbeda akibat perubahan dengan ukuran dan bentuk partikel serta materi. mengandung nilai T(( yang sama.turbidity/ dengan membatasi penetrasi cahaya untuk fotosintesis dan 0isibilitas di perairan. 'ekeruhan adalah kecenderungan ukuran sampel untuk menyebarkan cahaya.3.TD(/ adalah berdasarkan prosedur penyaringan. sulfida. Hang termasuk T(( adalah lumpur. Total suspended solid atau padatan tersuspensi total . T(( memberikan kontribusi untuk kekeruhan . logam oksida. 'edua sampel juga akan memiliki pembacaan yang berbeda kekeruhan dari sampel mengandung #.2 T*tal Sus!en(e( S*li( +TSS. T(( umumnya dihilangkan dengan flokulasi dan penyaringan.T((/ dan padatan terlarut total .+++ mg%3 coarsely ground talc . Padatan selalu diukur sebagai berat kering dan prosedur pengeringan harus diperhatikan untuk menghindari kesalahan yang disebabkan oleh kelembaban yang tertahan atau kehilangan bahan akibat penguapan atau oksidasi. tanah liat. (ementara hamburan diproduksi oleh adanya partikel tersuspensi dalam sampel. 'enaikan berat saringan me. 'ekeruhan adalah murni sebuah sifat optik.+++ mg%3 dari fine talcum powder akan memberikan pembacaan yang berbeda kekeruhan dari sampel yang mengandung #.akili 12 Meskipun tiga sampel tersebut .T((/ adalah residu dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 7Gm atau lebih besar dari ukuran partikel koloid. bakteri dan jamur.

:eberapa 2at organik maupun anorganik dapat bersifat racun misalnya sianida. (emakin tinggi nilai :=D di dalam air limbah. apabila suatu badan air dicemari oleh 2at organik.m3/ 2.mg/ : ? berat kertas saring . =leh karena itu uji :=D tidak dapat digunakan untuk 13 . semakin tinggi pula tingkat pencemaran yang ditimbulkan.T((/.a alamiah. :=D menunjukan jumlah oksigen dalam satuan ppm yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk memecahkan bahan A bahan organik yang terdapat di dalam air.3. :erkurangnya oksigen selama biooksidasi ini sebenarnya selain digunakan untuk oksidasi bahan organik. bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses oksidasi tersebut yang bisa mengakibatkan kematian ikan A ikan dalam air dan dapat menimbulkan bau busuk pada air tersebut.Biochemical Oxygen Demand/ merupakan parameter yang umum dipakai untuk menentukan tingkat pencemaran bahan organik pada air limbah. diameter pori-pori saringan perlu diperbesar atau mengurangi 0olume contoh uji. TSS +mg"L. :=D .+A. :=D adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan bakteri aerobik untuk menguraikan bahan organik di dalam air melalui proses oksidasi biologis. sehingga harus dikurangi sampai batas yang diinginkan. >ntuk memperoleh estimasi T((.padatan tersuspensi total . dan sebagainya. Penguraian 2at organik adalah peristi. Pemeriksaan :=D diperlukan untuk menentukan beban pencemaran akibat air buangan penduduk atau industri. dihitung perbedaan antara padatan terlarut total dan padatan total.B. 6ika padatan tersuspensi menghambat saringan dan memperlama penyaringan.mg/ J ? 0olume contoh . / 1000 " 1 Dengan pengertian A ? berat kertas saring E residu kering . juga digunakan dalam proses sintesa sel serta oksidasi sel dari mikroorganisme.3 B2 +Biochemical Oxygen Demand. . tembaga.

disebut bau ammonia/. 1alaupun ammonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi.:oyd. akan teroksidasi. #**#/. Administrasi 'eselamatan dan 'esehatan Pekerjaan Amerika (erikat memberikan batas #5 menit bagi kontak dengan ammonia dalam gas berkonsentrasi 95 ppm 0olum.:oyd. Hal ini karena bahan organik yang ada sengaja diurai secara kimia dengan menggunakan oksidator kuat kalium bikromat pada kondisi asam dan panas dengan katalisator perak sulfat .mengukur jumlah bahan A bahan organik yang sebenarnya terdapat di dalam air.3. (emakin banyak oksigen yang dikonsumsi. #**+/.selisih nilai antara <=D dan :=D memberikan gambaran besarnya bahan organik yang sulit diurai yang ada diperairan.a kimia dengan rumus !H9.4 32 +Chemical Oxygen Demand. <=D atau <hemical =Cygen Demand adalah jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan organik yang terkandung dalam air . =ksigen yang dikonsumsi dalam uji :=D dapat diketahui dengan menginkubasi contoh air pada suhu 7+°< selama lima hari. maka semakin banyak pula kandungan bahan A bahan organik di dalamnya.3. 2. tetapi hanya mengukur secara relatif jumlah konsumsi oksigen yang digunakan untuk mengoksidasi bahan organik tersebut.a kaustik dan dapat merusak kesehatan.a ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas . baik yang mudah mengurai maupun yang kompleks dan sulit diurai. :isa saja nilai :=D sama dengan <=D. 'ontak dengan gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian. (ekalipun ammonia di A( 14 .% Amm*nia Ammonia adalah senya. Dengan demikian. ammonia sendiri adalah senya. atau 4 jam untuk 75 ppm 0olum. 2.#**+K Metcalf L &ddy. :iasanya senya. 6adi <=D menggambarkan jumlah total bahan organik yang ada. sehingga segala macam bahan organik . tetapi :=D tidak bisa lebih besar dari <=D.

cairan ammonia harus disimpan dalam tekanan tinggi atau temperatur amat rendah. 3arutan ammonia boleh digunakan untuk pembersih. 3arutan pembersih yang 15 . Titik lelehnya ialah -@5 M< dan titik didihnya ialah -99. Pada suhu dan tekanan normal. Ammonia terdapat di atmosfer dalam kuantiti yang kecil akibat pereputan bahan organik.5 M</. Ammonia juga dijumpai di dalam tanah.#9. Produk larutan komersial ammonia berkonsentrasi tinggi biasanya memiliki konsentrasi 7$ derajat baumO .arna dan dapat mengalirkan elektrik dengan baik. di mana ammonia terbakar dengan nyala hijau kekuningan muda.75/ Ammonia adalah bahan kimia dengan formula kimia !H9. 3arutan ammonia dengan air mempunyai sedikit ammonium hidroksida . ammonia masih digolongkan sebagai bahan beracun jika terhirup.7"4 3/ harus disertai surat i2in. Molekul ammonia mempunyai bentuk segi tiga. Ammonia dapat larut dalam air. Ammonia dapat melarutkan logam alkali dengan mudah untuk membentuk larutan yang ber. Tidak bisa terbakar kecuali dicampur dengan oksigen. 'onsentrasi larutan tersebut diukur dalam satuan baumO. dan pengangkutan ammonia berjumlah lebih besar dari 9. 'arena ammonia mendidih di suhu -99 M<.p'b?". stilah ini menunjukkan tidak adanya air pada bahan tersebut. Ammonia umumnya bersifat basa . kalor penguapannya amat tinggi sehingga dapat ditangani dengan tabung reaksi biasa di dalam sungkup asap.!H"=H/.sekitar 9+ persen berat amonia pada #5. NAmmonia rumahN atau amonium hidroksida adalah larutan !H9 dalam air.5++ galon .lutsinar/ dan lebih ringan dari pada udara. Ammonia yang digunakan secara komersial dinamakan ammonia anhidrat. pemutih dan menghilangkan bau busuk.diatur sebagai gas tak mudah terbakar.p'a?*. #+P larutan ammonia dalam air mempunyai pH #7. namun dapat juga bertindak sebagai asam yang amat lemah .arna . dan di tempat berdekatan dengan gunung berapi. 1alaupun begitu.@ M<.@5/. ammonia adalah gas yang tidak mempunyai . Ammonia cair terkenal dengan sifat keterlarutannya. Ammonia yang berada di rumah biasanya memiliki konsentrasi 5 hingga #+ persen berat ammonia.

dimana nitrat mengikat tiga atom oksigen sedangkan nitrit mengikat dua atom oksigen. !itrat dibentuk dari asam !itrit yang berasal dari ammonia melalui proses oksidasi katalitik. Di Alam. :akteri "itrosomonas mengubah amoniak dan senya. nitrit. nitrat dengan cepat ditransformasikan menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen oleh proses yang disebut denitrifikasi. !itrit juga merupakan hasil metabolism dari siklus nitrogen.dijual kepada konsumen menggunakan larutan ammonia hidroksida cair sebagai agen pembersih utama. Di Alam. !itrat sudah di ubah menjadi bentuk nitrit atau bentuk lainnya.a ammoniun menjadi nitrat oleh !itrobakter. Pada kondisi yang normal.a anorganik seperti ammonia. (elanjutnya jika tumbuhan atau He. 2.3. Tahap kedua.!=9-/ adalah ion A ion anorganik alami.!H"E/. Biksasi nitrogen secara biologis dapat dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan polong-polongan.bakteri zobakter dan Clostridium! (elain itu ganggang hijau biru dalam air juga memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen.4 Nitrat !itrat . mahkluk pengurai merobaknya menjadi gas amoniak . yang merupakan bagian dari siklus nitrogen. adanya ion klorida. protein.tumbuhan/ diubah menjadi molekul protein.a organik seperti urea.!H9/ dan garam amonium yang larut dalam air .an mati. penambahan nitrogen ke dalam tanah terjadi melalui proses fiksasi nitrogen. dan asam nukleat atau sebagai senya. Tahap pertama daur nitrogen adalah transfer nitrogen dari atmosfer ke dalam tanah. Proses ini disebut dengan Amonifikasi. dan nitrat. baik nitrit maupun nitrat adalah komponen yang stabil. !itrogen terdapat dalam bentuk senya. !itrat dan !itrit adalah komponen yang mengandung nitrogen berikatan dengan atom oksigen. !itrat yang dihasilkan oleh fiksasi biologis digunakan oleh produsen . (elain air hujan yang memba. tetapi dalam suhu yang tinggi akan tidak stabil dan dapat meledak pada suhu yang sangat tinggi dan tekanan yang sangat besar. Apabila oksigen dalam tanah terbatas. :iasanya.a sejumlah nitrogen. bahan metal tertentu dan bahan organik akan mengakibatkan nitrat dan nitrit menjadi 16 .

Air limbah dan bahan buangan industri akan mengubah pH air yang akhirnya akan mengganggu kehidupan biota akuatik.ah pH normal. 'elimpahan total. :ersifat higroskopis. Air akan bersifat asam atau basa tergantung besar kecilnya pH. misalnya proses nitrifikasi akan berakhir pada pH yang rendah. Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan bentos semakin tampak 17 . 6ika terjadi kebakaran. 2.+ mengalami perubahan #.3.5.tidak stabil.+ A $.ah ini D Tabel 7.5. Pengaruh nilai pH pada komunitas biologi perairan dapat dilihat pada tabel di ba.i perairan . sedangkan air yang mempunyai pH di atas pH normal bersifat basa. dan produkti0itas tidak 5. 'eanekaragaman plankton dan bentos sedikit menurun 7.5 !6 Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH sekitar $.5 Pengaruh Umum #.7 Pengaruh pH Terhadap 'omunitas :iologi Perairan Nilai !6 $.arna dan tidak berbau serta tidak berasa. :entuk garam dari nitrat dan nitrit tidak ber. biomassa.maka tempat penyimpanan nitrit maupun nitrat sangat berbahaya untuk didekati karena dapat terbentuk gas beracun dan bila terbakar dapat menimbulkan ledakan. (ebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahab pH dan menyukai pH antara @ A 4. !ilai pH sangat mempengaruhi proses biokimia.5 A $.5 A @. :ila pH di ba. maka air tersebut bersifat asam.

18 . Algae hijau berfilamen semakin banyak ". biomassa.$. Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton. titrasi melibatkan pengukuran yang seksama.4.5 A 5. Proses nitrifikasi terhambat #.tak diketahui.4. dan produkti0itas masih belum mengalami perubahan yang berarti 5. Algae hijau berfilamen mulai tampak pada 2ona litoral #. 0olume-0olume suatu asam dan suatu basa yang tepat saling menetralkan .'eenan. Penurunan kelimpahan total dan biomassa 2ooplankton dan bentos 9. 'elimpahan total. 7++9 Pada pH Q ". Dalam analisis larutan asam dan basa. Prosedur anali(is yang melibatkan titrasi dengan larutan-larutan yang konsentrasinya diketahui disebut analisis 0olumetri.n/.+ ". perifilton dan bentos semakin besar 7..7.1 Titrasi Titrasi adalah proses penentuan banyaknya suatu larutan dengan konsentrasi yang diketahui dan diperlukan untuk bereaksi secara lengkap dengan sejumlah contoh tertentu yang akan di analisis. <ontoh yang akan dianalisis dirujuk sebagai . unkno.+ A 5. Terjadi penurunan kelimpahan total dan biomassa 2ooplankton dan bentos 9. Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton. perifilton dan bentos semakin besar 7. !amun ada sejenis algae yaitu Chlamydomonas acidophila mampu bertahan pada pH ?# dan algae #uglena pada pH #. Algae hijau berfilamen semakin banyak ". #**4/. &et*(e Analisis Pen'emaran Air 2. Proses nitrifikasi terhambat (umber D modifikasi :aker et al.5 9. sebagian besar tumbuhan air mati karena tidak dapat bertoleransi terhadap pH rendah. 2. #**+ dalam &fendi.

dipakai indikator yang .arna menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi . tetapi dalam prakteknya jarang sekali ada orang yang mampu membuat kedua titik tersebut tepat sama.:rady. Didalam beberapa titrasi.(nyder.pipa panjang berskala/ dan jumlah yang terpakai dapat diketahui dari tinggi sebelum dan sesudah titrasi. terjadi yang untuk mengindikasikan pendekatan yang paling baik ke titik eki0alen. 'emudian larutan lainnya . >ntuk mengamati titik eki0alen. (uatu proses didalam laboratorium untuk mengukur jumlah suatu reaktan yang bereaksi sempurna dengan sejumlah reaktan lainnya. Reaktan yang ditambahkan tadi disebut sebagai titrant dan reaktan yang ditambahkan titrant kedalamnya disebut titree. meskipun ada beberapa hal dimana perbedaan antara kedua hal tersebut dapat diabaikan . misal asam.arnanya disekitar titik eki0alen. Perubahan . (alah satu masalah teknis dalam titrasi adalah titik dimana suatu perubahan dapat diamati. titik akhir dan titik eki0alen seharusnya identik. titik eki0alen dari reaksi netralisasi adalah titik pada reaksi dimana asam dan basa keduanya setara. Dalam titrasi yang diamati adalah titik akhir bukan titik eki0alen . 3arutan basa yang akan diteteskan . dalam stoikiometri titrasi. #**$/. Titik eki0alen terjadi pada saat terjadinya perubahan .(yukri. Pertama-tama ditambahkan cukup banyak. 3arutan asam yang dititrasi dimasukkan kedalam gelas kimia . Dalam titrasi.erlenmeyer/ dengan mengukur 0olumenya terlebih dahulu dengan memakai pipet gondok.misal basa/ yang terdapat didalam buret.arna indikator. ditempatkan di dalam flask bersamaan dengan beberapa tetes indikator asam basa. (ecara ideal. #***/. kemudian dengan tetesan hingga titik eki0alen.arna. (eperti yang telah diketahui sebelumnya. suatu larutan yang akan dinetralkan. #***/.titran/ dimasukkan ke dalam buret . ditambahkan ke asam.Pada proses titrasi ini digunakan suatu indikator yaitu suatu 2at yang ditambahkan sampai seluruh reaksi selesai yang dinyatakan dengan perubahan . dimana reaktan pertama ditambahkan secara kontinu ke dalam reaktan kedua disebut titrasi. 19 . yaitu dimana keduanya tidak ada yang berlebihan. titik eki0alen adalah titik selama proses titrasi dimana tepatnya titrant telah cukup ditambahkan untuk bereaksi dengan titree.

Ri0ai. 2at pemeriksaan yang telah dibubuhi indikator dicampur dengan larutan standar garam perak nitrat . .#**7/ Titik akhir potensiometri didasarkan pada potensial elektrode perak yang dicelupkan kedalam larutan analit. yang berarti perak. kadar garam dalam larutan pemeriksaan dapat ditentukan. Pada titrasi argentometri.Ag!= 9/.Petrucci. Al.arna%muncul tidaknya kekeruhan dalam larutan yang dititrasi. 7. Titrasi biasanya merupakan larutan elektrolit kuat seperti !a=H dan H<l yang diperlukan untuk bereaksi sempurna oleh 2at yang dianalisis yang disebut sebagai titik eki0alen. 6adi. 'esalahan titk akhir adalah kesalahan acak yang berbeda ntuk setiap sistem. (edangkan titik akhir yang dihasilkan indikator kimia. (yarat indikator untuk titrasi pengendapan analog dengan indikator titrasi netralisasi.#*$5/ 20 .arna harus terjadi terbatas dalam range pada p-function dari reagen %analit.ood.Titik pada titrasi dimana indikator . Dengan menggunakan metode potensiometri dan konduktometri. 'esalahan ini bersifat aditif dan determinan dan nilainya dapat dihitung. #**@/. .(kogg.arna harus terjadi dalam bagian dari kur0a titrasi untuk analit. Dengan mengukur 0olume larutan standar yang digunakan sehingga seluruh ion Ag E dapat tepat diendapkan.>nder. Argentometri merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar 2at dalam suatu larutan yang dilakukan dengan titrasi berdasar pembentukan endapan dengan ion AgE. biasanya terdiri dari perubahan . yaitu D #. kesalahan titik akhir ditekan sampai nol . #**5/. Perubahan . Perbedaan titik akhir dan titik eki0alen disebut sebagai kesalahan titik akhir. Titik akhir amperometri melibatkan penentuan arus yang diteruskan antara sepasang mikroelektrode perak dalam larutan analit. Argentometri stilah Argentometri diturunkan dari bahasa latin Argentum.arnanya berubah disebut titik akhir . Perubahan . A.

Metode Mohr . Dalam suasana asam.5 A *. Model Jalhard . 3arutan alkalis diasamkan dulu dengan asam asetat atau asam borat sebelum dinetralkan dengan kalsium karbonat. Titrasi dengan cara ini harus dilakukan dalam suasana netral atau dengan sedikit alkalis. maka hasilnya tidak memuaskan.++5M yang dengan ion perak akan membentuk endapan coklat merah dalam suasana netral atau agak alkalis.R <r=@ 7. Meskipun menurut hasil kali kelarutan iodida dan tiosianat mungkin untuk ditetapkan kadarnya dengan cara ini. 3arutan klorida atau bromida dalam suasana netral atau agak katalis dititrasi dengan larutan titer perak nitrat menggunakan indikator kromat.E 7H.arna yang mudah larut/. maka ion kromat akan bereaksi membentuk endapan perak kromat yang ber. Apabila ion klorida atau bromida telah habis diendapkan oleh ion perak. perak kromat larut karena terbentuk dikromat dan dalam suasana basa akan terbentuk endapan perak hidroksida. argentometri dapat dibedakan atas D #. 21 .:erdasarkan pada indikator yang digunakan.R 7 Ag=H R Ag7= E H7= (esama larutan dapat diukur dengan natrium bikorbonat atau kalsium karbonat. 'elebihan indikator yang ber.+.E H7= :asa D 7 AgE E 7 =H.arna/ Metode Mohr dapat digunakan untuk menetapkan kadar klorida dan bromida dalam suasana netral dengan larutan standar Ag!=9 dan penambahan '7<H=" sebagai indikator.++9M atau +.arna. Reaksi yang terjadi adalah D Asam D 7<r="7.pembentukan endapan ber. pH $. Perak juga tidak dapat ditetapkan dengan titrasi menggunakan !a<l sebagai titran karena endapan perak kromat yang mula-mula terbentuk sukar bereaksi pada titik akhir. ini dapat diatasi dengan melarutkan blanko indikator suatu titrasi tanpa 2at uji dengan penambaan kalsium karbonat sebagai pengganti endapan Ag<l. !amun oleh karena perak lodida maupun tiosanat sangatkuat menyerang kromat.Penentu 2at . (ebagai indikator digunakan larutan kromat ' 7<r=" +.arna kuning akan menganggu . 7.arna coklat%merah bata sebagai titik akhir titrasi.

Metode ini digunakan dalam penentuan ion <lE. ion <l.berada dalam lapisan primer dan setelah tercapai ekui0alen maka kelebihan sedikit Ag!=9 menyebabkan ion <l. dari klorida dengan ion perak dalam mana digunakan ion kromat sebagai indikator. ndikator yang dipakai adalah Be9E dengan titran !H"<!(. Titrasi Mohr terbatas untuk larutan 22 .akan berada pada lapisan sekunder. Dalam hal ini terjadi pula pada titrasi Mohr.T&/. ndikator Absorbsi/ Titrasi argenometri dengan cara fajans adalah sama seperti pada cara Mohr.arna merah darah dari Be(<!. pH tergantung pada macam anion dan indikator yang dipakai. hanya terdapat perbedaan pada jenis indikator yang digunakan. (ebelum titik ekui0alen tercapai. 'elebihan Ag!=9 dititrasi dengan larutan standar '<!(. Pembentukan suatu endapan lain dapat digunakan untuk menyatakan lengkapnya suatu titrasi pengendapan. 9.#**+/ 7. :r -. sedangkan indikator yang digunakan adalah ion Be9E dimana kelebihan larutan '<!( akan diikat oleh ion Be9E membentuk . Titrannya adalah Ag!=9 hingga suspensi 0iolet menjadi merah. (M. ndikator absorbsi adalah 2at yang dapat diserap oleh permukaan endapan dan menyebabkan timbulnya . Pembentukan &ndapan :er. dan - dengan penambahan larutan standar Ag!=9. basa dapat digunakan sebagai suatu indicator untuk titrasi asam-basa. ndikator yang digunakan dalam cara ini adalah indikator absorbsi seperti cosine atau fluonescein menurut macam anion yang diendapkan oleh Ag E.akan digantikan oleh AgE sehingga ion <l. untuk menentralkan kadar garam perak dengan titrasi kembali setelah ditambah larutan standar berlebih.arna. Metode Bajans .arna (eperti sistem asam.'hopkhar. Pemunculan yang permanen dan dini dari endapan perak kromat yang kemerahan itu diambil sebagai titik akhir .. Pengendapan ini dapat diatur agar terjadi pada titik ekui0alen antara lain dengan memilih macam indikator yang dipakai dan pH.

E 7H7= Mengecilnya konsentrasi ion kromat akan menyebabkan perlunya menambah ion perak dengan sangat berlebih untuk mengendapkan ion kromat dan karenanya menimbulkan galat yang besar. Pada umumnya garam dikromat cukup dapat larut. 'arena kedua jenis garam ini dapat membentuk endapan atau senya. cara ini tidak dapat dilakukan dalam suasana amoniatial karena garam kompleks dalam larutan akan larut menjadi ion komplek diamilum. Hal ini dilakukan untuk menentukan 23 . Dalam titrasi argentometri terhadap ion <!.+.dengan perak dengan pH antara $. :.a kompleks dengan ion Ag E sesuai dengan persamaan reaksi sebagai berikut D !a<3 E AgE F Ag<l S E !aE '<! E AgE F Ag<l S E 'E '<! E Ag<! S F ' TAg. Permanganometri Penetapan kadar 2at dalam praktek ini berdasarkan reaksi redoks dengan 'Mn=" atau dengan cara permanganometri. Proses argentometri menggunakan Ag!=9 sebagai larutan standar. Proses ini biasanya digunakan untuk menentukan garam-garam dari halogen dan sianida. 3agi pula dengan hidrogen kromat berada dalam kesetimbangan dengan dikromat terjadi reaksi D 7HE E 7<r=".R 7H<r=" R <r7=@7.tercapai untuk garam kompleks ' TAg. Dalam larutan asam konsentrasi ion kromat akan sangat dikurangi karena H<r=" hanya terionisasi sedikit sekali. Proses argentometri termasuk dalam titrasi yang menghasilkan endapan dan pembentukan ion kompleks.+ A #+.<!/ 7 U karena proper tersebut dikemukakan pertama kali oleh 3ieberg.<!/7 U 'arena Ag!=9 mempunyai kemurnian yang tinggi maka garam tersebut dapat digunakan sebagai larutan standar primer.

&ndapan tersebut dibakukan dengan menggunakan 2at baku utama. Reaksi dalam suasana netral yaitu D Mn=" E "HE E 9e F Mn=".E 9e F Mn="7- 24 . 3arutan 'Mn=" yang diperoleh dibakukan dengan cara mentitrasinya dengan natrium oksalat yang dibuat dengan pengenceran kristalnya pada suasana asam. (etetes permanganat memberikan suatu . dan umumnya titrasi dilakukan dalam suasan asam karena karena akan lebih mudah mengamati titik akhir titrasinya.# !.E7H7= 'enaikan konsentrasi ion hidrogen akan menggeser reaksi kekanan. 3agi pula. sulfida dan tiosulfat.anonim. sulfit.kadar reduktor dalam suasana asam dengan penambahan asam sulfat encer. yaitu natrium oksalat. air suling yang biasa mungkin mengandung 2at-2at pereduksi yang akan bereaksi dengan kalium permanganat dengan membentuk mangan dioksida. dan mendidihkannya selama beberapa jam dan kemudian endapan Mn=7 disaring.a yang lebih mudah dioksidasi dalam suasana netral atau alkalis contohnya hidrasin. Pada pembakuan larutan 'Mn=" +.arna merah muda yang jelas kepada 0olume larutan dalam suatu titrasi. !amun ada beberapa senya. Pada permanganometri titran yang digunakan adalah kalium permanganat. sulfida. natrium oksalat dilarutkan kemudian ditambahkan dengan asam sulfat pekat. Pembakuan 'Mn=" dibuat dengan melarutkan 'Mn=" dalam sejumlah air. karena asam sulfat tidak bereaksi terhadap permanganat dalam larutan encer. 7++*/. Reaksi dalam suasana alkalis D Mn=". maka dapat dicari normalitas 'Mn= " . 'alium permanganat mudah diperoleh dan tidak memerlukan indikator kecuali digunakan larutan yang sangat encer serta telah digunakan secara luas sebagai pereaksi oksidasi selama seratus tahun lebih. (etelah didapat 0olume titrasi.arna merah jambu pucat. 'alium permanganat sulit diperoleh secara sempurna murni dan bebas sama sekali dari mangan oksida. kemudian dititrasi dengan 'Mn= " sampai larutan ber. 'alium permanganat dapat bertindak sebagai indikator.

Mangan dioksidasi mengkatalisis dekomposisi larutan permanganate.ol kaca yang telah dimurnikan atau melalui krus saring dari kaca maser. Tindakan ini biasanya berupa larutan kristal-kristalnya. pemanasan untuk menghancurkan substansi yang dapat direduksi dan penyaringan melalui asbestos atau gelas yang disinter untuk menghilangkan Mn= 7. Permanganat bereaksi secara cepat dengan banyak agen pereduksi berdasarkan pereaksi ini. lebih la2im adalah untuk memanaskan suatu larutan yang baru saja dibuat sampai mendidih dan mendiamkannya diatas penangas uap selama satu %dua jam lalu menyaring larutan itu dalam suatu penyaring yang tak mereduksi seperti . akan lebih banyak kesulitan lagi yang akan ditemukan dalam penggunaan reagen ini sebagai contoh.E 7H7= F 5Mn=7 E "HE 'elebihan sedikit dari permanganat yang hadir pada titik akhir dari titrasi cukup untuk mengakibatkan terjadinya pengendapan sejumlah Mn=7 .a banyak reaksi permanganat berjalan lambat. Tindakan pencegahan khusus harus dilakukan dalam pembuatan larutan permanganat. 3arutan tersebut kemudian distandarisasi dan jika disimpan dalam gelap dan tidak diasamkan konsentrasinya 25 . 'alau bukan karena fakta bah. mengarah pada dekomposisi. 6ejak-jejak dari Mn=7 yang semula ada dalam permanganat. 'arena alasan ini larutan kalium permanganat jarang dibuat dengan melarutkan jumah-jumlah yang ditimbang dari 2at padatnya yang sangat dimurnikan misalnya proanalisis dalam air. permanganat adalah agen unsur pengoksida. namun beberapa pereaksi membutuhkan pemanasan atau penggunaan sebuah katalis untuk mempercepat reaksi. tetapi sangat cepat dalam larutan netral.E 7H7= E 9e F Mn=7 E"=HReaksi ini lambat dalam larutan asam. yang cukup kuat untuk mengoksida Mn. Atau terbentuk akibat reaksi antara permanganat dengan jejak-jejak dari agen-agen produksi didalam air. / menjadi Mn= 7 sesuai dengan persamaan D 9Mn7E E 7Mn=".E 7H7= E 7e F Mn=7 E "=HMn=".Mn="7.

(ebagian Be7E dioksidasi oleh khromat tersebut dan sisanya dapat ditentukan banyaknya dengan menitrasinya dengan 'Mn= ". sedangakan potensial elektroda sangat tergantung pada pH.Anonim. Asam terbaik untuk melarutkan biji besi adalah asam klorida dan timah . (r. Titrasi harus dilakukan dalam larutan yang bersifat asam kuat karena reaksi tersebut tidak terjadi bolak balik.7++*/ <. netral atau basa lemah. / klorida sering ditambahkan untuk membantu proses kelarutan. dan Hg . Penentuan besi dalam biji-biji besi adalah salah satu aplikasi terpenting dalam titrasi-titrasi permanganat.Anonim. Pb. 8n.7/ ion-ion :a dan Pb dapat pula diendapkan sebagai garam khromat. (etelah disaring.#/ ion-ion <a. Reduksi ini dapat dilakukan dengan reduktor jones atau dengan timah . . /. dicuci. / klorida akan lebih memudahkan. (ebelum dititrasi dengan permanganat setiap besi . . dilarutkan dalam H7(=" berlebih sehingga terbentuk asam oksalat secara kuantitatif. :a. Asam oksalat inilah yang akhirnya dititrasi dan hasil titrasi dapat dihitung banyaknya ion logam yang bersangkutan.arna hijau.7++*/. Reduktor jones lebih disarankan jika asam yang tersedia adalah sulfat mengingat tidak ada ion klorida yang masuk . / harus di reduksi menjadi besi . dan dilarutkan dengan asam.tidak akan banyak berubah selama beberapa bulan. Dalam larutan yang bersifat basa kuat. ion permanganat dapat tereduksi menjadi ion manganat yang ber.arna kuning dari ion besi . ditambahkan pula larutan baku Be(=" berlebih. 'ompleksometri 26 . 'alium permanganat merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam lemah. (etelah endapan disaring dan dicuci. :eberapa ion logam yang tidak dioksidasi dapat dititrasi secara tidak langsung dengan permanganometri seperti D . / yang dapat diendapkan sebagai oksalat. / klorida. 6ika larutannya mengandung asam klorida seperti yang sering terjadi reduksi dengan timah . 'lorida ditambahkan kedalam larutan panas dari sampelnya dan perkembangan reduksi diikuti dengan memperhatikan hilangnya .

n adalah bilangan koordinasi dari ion logam. dapat terbentuk. yang masing-masing mempunyai pasangan satu pasangan elektron menyendiri.a sepsisspesisi yang kompleks itu tidak mengandung lebih dari stu ion logam. (ebelum ini. suatu kompleks binuklir. dengan suatu anion atau molekul netral. tetapi pada kondisi-kondisi yang sesuai. sampai tebrntuk kompleks M3n. keenam donor . yaitu ligan itu terikat pada ion logam hanya pada satu titik oleh penyumbangan satu pasanganpasangan electron menyendiri kepada logam. :asset. .mempunyai enam buah atom donor pasagan electron/. 3igan multidentat mengandung lebih dari dua atom koordinasi per molekul. yaitu kompleks yang mengandung dua ion logam. maka molekul itu mempunyai dua atom penyumbang. dan gugus yang terikat pada atom pusat disebut ligan. :anyaknya ikatan yang dibentuk oleh atom pusat disebut bilangan koordinasi logam itu. Dalam pembentukan kelat.tetapi kadang-kadang hanya lima/ bersama-sama mengikat satu atom satu ion inti dengan membentuk lima lingkaran kelat. yaitu melalui kedua atom ! dan keempat atom = . jadi membentuk hasil berupa kompleks. #**"/ &DTA ialah suatu ligan yang heksadentat .'ompleksometri adalah jenis titrasi dimana titrant dan titrat saling mengkompleks. :egitulah. atau bahkan satu komplek polinuklir yang mengandung lebih dari dua ion logam. dengan penggantian molekul-molekul air berturut-turut. Harjadi.1. Molekul &DTA dilipat mengelilingi ion logam itu sedemikian rupa sehingga keenam atom donor terletak pada puncak-puncak sebuah oktaeder . telah kita anggap bah. on logam dalam kompleks itu disebut atom pusat. ligan seperti ini disebut ligan bidentat. 3igan dapat berupa sebuah molekul netral atau sbuah ion bermuatan. dan memungkinkan untuk membentuk dua ikatan koordinasi dengan ion logam yang sama. 3igan dapat dengan baik diklasifikasikan asat dasar banyaknya titik lekat kepada ion logam. dan menyatakan jumlah maksimum ligan monodentat yang dapat terikat padanya.6. . ligan-ligan sederhana seperti ionion halide atau molekul-molekul H7= atau !H9 adalah monodentat. :ila molekul atau ion ligan itu mempunyai dua atom.bidang delapan/ 27 .dari =H/. #*4$/ 'ompleks-kompleks yang akan dibahas dibentuk oleh reaksi suatu ion logam suatu kation.

'arena berbagai alasan. 'ation M nE yang akan 28 . dan kelebihan reagnesia dititrasi balik dnegan suatu larutan ion logam standar.atau garam basa/ perlu ditambahkan sedikit 2at pengkompleks pembantu. adalahD #. besarnya konsentrasi ion logam yang sedang ditetapkan itu turun dengan tiba-tiba. banyak logam tak dapat dititrasi langsung. atau dalam beberapa keadaan dengan metode potensiometri. Dalam hal-hal demikian. atau indikator logam yang sesuai tidak tersedia. dibufferkan sampai ke pH yang dikehendaki . #*4$/. dan titrasi langsung dengan larutan &DTA standar. 9. seperti tartrat atau sitrat atau trietanolamina.misalnya. Titrasi-balik. spektrofotometri.1. kondutometri. Harjadi. Titik akhir dideteksi dengan bantuan indikator logam yang berespons terhadap ion logam yang ditambahakn pada titrasi balik. 7. Titrasi langsung. atau mereka mungkin membentuk kompleks-kompleks yang inert.atau berekasi denagn tak memuaskan/ dengan indikator logam. Titrasi-titrasi substitusi dapat digunakan untuk ion logam yang tidak bereaksi . 3arutan yang mengandung ion logam yang akan ditetapkan. . Pada titik eki0alen. mereka mungkin mengendap dari dalam larutan dalam jangka pH yang perlu untuk titrasi. ditambahkan larutan &DTA standar berlebih. ni umumnya ditetapkan dari perubahan-perubahan pMD titik akhir ini dapat juga ditetapkan dengan metode-metode amperometri. >ntuk mencegah pengendapan hidroksida logam itu . Titrasi penggantian atau titrasi substitusi. sampai pH ? #+ dengan !H "E larutan air !H9/.dan inti terdapat di pusat oktaeder. larutan 2ink klorida atau sulfat atau magnesium klorida sering digunakan untuk tujuan ini. larutan yang dihasilkan dibufferkan samapi ke pH yang dikehendaki. :erikut ini prosedur-prosedur yang paling penting untuk titrasi ion-ion logam dengan &DTA. atau untuk ion logam yang membentuk komplkes &DTA yang lebih stabil daripada komplkes &DTA dari logam-logam lainnya seperti magnesium dan kalsium.

dan merupakan segi lemah dari titrasi alkalimetri. 3arutan logam yang akan ditetapkan harus dinetralkan dengan tepat sebelum titrasiK ini sering merupakan hal yang sukar. 29 .Hitam &rikrom T/ memberi titik akhir yang burukK jika magnesium ada serta.F . Hitam (olokrom . atau titik akhir secara potensiometriK pilihan lain.MH/. dan menghasilkan titik kahir yang lebih baik. terbentuklah komplekskompleks dengan disertai pembebasan dua eki0alen ion hidrogen D MnE E MgH7. ".garam kaliumnya mudah dibuat/ dan unsur yang kan ditetapkan..F . suatu campuran iodida-iodida ditambahkan disamping larutan &DTA. yang disebabakan oleh hidrolisis banyak garam. yang sendirinya tak dapt dititrasi secara kompleksometri. ditambahkan kepada suatu larutan yang mengandung ion-ion logam. :ila suatu larutan dinatrium etilenadiaminatetraasetat.<!/"U7. Reaksi pertukaran anatra ion tetrasianonikelat. Titrasi alkalimetri. pada mana reaksi berikut terjadi D MnE E MgH7. Pada titrasi langsung ion-ion kalsium.n-"/E E 7HE on hidrogen yang dibebaskan demikian dapat dititrasi dengan larutan natrium hidroksida standar dengan menggunakan indikator asam-basa. dan iod yang dibebaskan dititrasi dengan larutan tiosulfat standar. logam ini akan digantiakn dari komplkes &DTA-nya oleh kalsium. mempunyai penerapan yang terbatas.n-"/E E Mg7E 6umlah ion magnesium yang dibebaskan adalah eki0alen dengan kation-kation yang berada di situ. 9. (atu penerapan yang menarik adalah titrasi kalsium. dapat ditetapkan denagn car ini.ditetapkan dapat diolah dengan kompleks magnesium &DTA. !aH 7H. dapat dititrasi dengan suatu larutan &DTA standar serta indikator logam yang sesuai. :egitulah perak dan emas. pada mana ion-ion nikel dibebaskan.MH/. / T!i. Macam-macam Metode.

is .ar2en-bach.yakni P. endapan dilarutkan dalam larutan &DTA standar berlebih. 'estabilan suatu kompleks jelas akan berhubungan dengan kemampuan mengkompleks dari ion logam yang terlibat. 3ogam kelas A dicirikan oleh larutan afinitas . oksigen. (.V:r-V -. yaitu D 30 . dan ion tiosianat (<!-.<!/"U7.<!/"U7-.Hitam &rikrom T/ sebagai indikator. dan fluor/. dan menambahkan larutan &DTA standar berlebih.!H"/P=".Mureksida.penerima pasangan electron/ kelas A dan kelas :.atau yang lebih berat/ dari masing-masing grup itu . Merah :romopirogalol/. 'esadahan ada dua jenis. dan pentingnya untuk memeriksa faktorfaktor mengenai ciri khas dari ligand.dalam larutan air/ terhadap halogen B-V<l. nitrogen. yang dalam garis besarnya didasarkan atas pembagian logam menjadi asam 3e. lalu ditetapkan dengantitrasi cepat dengan &DTA dengan menggunakn indikator yang sesuai . <l/.E !i7E Reaksi ini berlangsung dengan garam perak yang hanya sedikit sekali dapat larut. 'emampuan mengkompleks relatif dari logamlogam digambarkan dengan baik menurut klasifikasi (<H. dan nikel yang dengan demikian dibebaskan dalam jumlah ynag eki0alen. Anion-anion ini mula-mula diendapkan sebagai garam perak. dan kelebihan &DTA dititrasi balik dengan larutan Magnesium atau 8ink standar dengan menggunkan Hitam (olokrom . -. dan membentuk kompleks terstabilnya dengan anggota pertama dari grup Tabel :erkala dari atom penyumbang . Bosfat dapat ditetapakan dengan mengendapkannya sebagai Mg.$H7=.yakni. 3ogam kelas : jauh lebih mudah berkoordinasi dengan - dari pada B. dan garam perak ini dilarutakn dalam larutan T!i. :r-.T!i. dan membentuk kompleks terstabilnya dengan atom penyumabang kedua . serta membufferkan pada pH ? #+. jadi memberi satu metode untuk penetapan ion halida <l -. melarutkan endapan dalam asam klorida encer.dalam larutan air.E 7AgE F7TAg. (ulfat dapat ditetapkan dengan mengendapkannya sebagai :arium sulfat atau Timbel sulfat. dan menitrasi-balik dengan larutan ion Magnesium standar dengan adanya Hitam (olokrom.<!/7U.

Derajat 6erman dilambangkan dengan +D 7.g/ E H7= . Reaksinya D <a.H<=9/7.terdiri dari larutan natrium karbonat dan magnesium hidroksida/ sehingga terbentuk endapan kalium . seperti <a.larut/ Mg(=" E<a. 'esadahan sementara 'esadahan sementara adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya garamgaram bikarbonat.padatan atau kalium/ dalam air. 'esadahan sementara ini dapat dihilangkan dengan pemanasan atau pendidihan.padatan atau endapan/ dan magnesium hidroksida . Mg(=". 'esadahan tetap dapat dikurangi dengan penambahan larutan soda kapur . yaitu D #. <a<l7. sulfat.H<=9/7D <=7 . dan karbonat.g/ E H7= .#.padatan atau endapan/ E <a<l7. sehingga terbentuk endapan <a<=9 atau Mg<=9.larut/ (atuan ukuran kesadahan ada 9. Reaksinya <a<l7 E !a7<=9 <a<=9 .larut/ <a(=" E !a7<=9 <a<=9 .padatan atau endapan/ E !a(=".larut/ Mg<l7 E <a. misalnya <a(= ". Derajat nggris dilambangkan dengan +& 9.=H/7 .=H/7 Mg.putih/ Mg.=H/7 Mg.H<=9/7 dan Mg.padatan atau endapan/ E <a(=" .padatan atau endapan/ E 7 !a<l. Mg<l7.l/ E Mg<=9 .H<=9/7D <=7 .=H/7 . Derajat Perancis dilambangkan dengan +B 31 . 'esadahan tetap 'esadahan tetap adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya garam-garam klorida.putih/ 7.l/ E <a<=9 .

32 .radiasi elektromagnetik/ ultra0iolet dekat .4.2.= Maksimum yang dianjurkan @5 Maksimum yang diperbolehkan %3 @5 7++ 7++ mg %3 9+ #5+ 5+ #5+ 2. (tandard air yang diperbolehkan untuk dikonsumsi Tabel 7. S!ektr*$*t*metri U1.94+-@4+ nm/ dengan memakai instrumen spektrofotometer.Adapun contoh kesadahan yaitu jika di suatu tempat anda mencuci apapun menggunakan sabun dan ternyata busa yang terbentuk jumlahnya diba.9 (tandard air yang diperbolehkan untuk dikonsumsi ndonesia Maksimum Parameter (atuan yang dianjurkan 'alsium .H.Mg7E/ 7E mg Maksimum yang diperbolehkan 1.ah perkiraan anda atau tidak seperti biasanya sehingga untuk memperbanyak busa anda harus menambah sehingga mengakibatkan boros sabun.#*+-94+ nm/ dan sinar tampak . Hal itu terjadi karena sebagian sabun yang ditambahkan kedalam air bereaksi dengan garam karbonat dari <a7E dan Mg7E 6ika menemukan endapan putih seperti bedak atau kadang berbentuk kerak didasar panci untuk memasak air. maka besar kemungkinan air yang digunakan untuk mencuci tersebut memiliki kesadahan tinggi. Hal itu terjadi karena gas <=7 lepas saat pemanasan sehingga yang tertinggal hanya endapan karbonat terutama kalsium karbonat .1IS (pektrofotometri >J-Jis adalah anggota teknik analisis spektroskopik yangmemakai sumber R&M .<a / Magnesium . maka besar kemungkinan air yang dimasak tersebut memiliki kesadahan tinggi.

translasi. lebar pada daerah panjang gelombang yang lebar. (emua molekul dapat menyerap radiasi dalam daerah >J-tampak karena mereka mengandung electron. baik sekutu maupun menyendiri. =leh karena itu. Pelarut akan sangat berpengaruh mengurangi kebebasan transisi elektronik pada molekul yang dikenakan radiasi elektromagnetik. rotasi. Di samping pita-pita spectrum 0isible disebabkan terjadinya tumpang tindih energiel-ektronik dengan energi lainnya . Absorbsi cahaya >J-Jis mengakibatkan transisi elektronik.(pektrofotometri >J-Jis melibatkan energi elektronik yang cukup besar pada molekul yang dianalisis. yang dapat dieksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi. Absorbsi untuk transisi electron seharusnya tampak pada panjang gelombang diskrit sebagai suatu spectrum garis atau peak tajam namun ternyata berbeda.W maks$. 'arena pelbagi transisi ini berbeda energi sedikit sekali. ni disebabkan terbaginya keadaan dasar dan keadaan eksitasi sebuah molekul dalam subtingkat-subtingkat rotasi dan 0ibrasi. maka panjang gelombang absorpsinya juga berbeda sedikit dan menimbulkan pita lebar yang tampak dalam spectrum itu. yaitu promosi electron-electron dari orbital keadaan dasar yang berenergi rendah ke orbital keadaantereksitasi berenergi lebih tinggi. Panjang gelombang dimana terjadi eksitasi elektronik yang memberikan absorban maksimum disebut sebagai panjang gelombang maksimum. Transisi elektronik dapat terjadi dari subtingkat apa saja dari keadaan dasar ke subtingkat apa saja dari keadaan eksitasi. &nergi yang terserap kemudian terbuang sebagai cahayaatau tersalurkan dalam reaksi kimia. artinya energi yang disumbangkan oleh foton-foton memungkinkan electron-electron itu mengatasi kekangan inti dan pindah keluar ke orbital baru yag lebih tinggi energinya. (pektrum >J maupun tampak terdiri dari pita absorbsi. 0ibrasi/ juga disebabkan ada faktor lainsebagai faktor lingkungan kimia yang diberikan oleh pelarut yang dipakai. spektrum 2at dalam keadaan uap akan memberikan pita spektrum yang sempit. sehinggas pektrofotometri >J-Jis lebih banyak dipakai untuk analisis kuantitatif dibandingkan kualitatif. Absorbsi cahaya tampak dan radiasi ultra0iolet meningkatkan energi elektronik sebuah molekul. 33 .

Molekul-molekul yang memerlukan lebih banyak energi untuk promosi elektron akan menyerap cahaya pada panjang gelombang yang lebih pendek. Molekul yang menyerap energi lebih sedikit akan menyerap cahaya pada panjang gelombang yang lebih panjang.a yang menyerap cahaya dalam daerah tampak memiliki electron yang lebih mudah dipromosikan daripada senya. Dengan demikian spektrum 0isibel dapat dipakai untuk tujuan analisis kualitatif .data sekunder/ dan kuatitatif. 34 .Penentuan panjang gelombang maksimum yang pasti .a yang menyerap cahaya pada panjang gelombang >J yang lebih pendek. (enya.tetap/ dapat dipakai untuk identifikasi molekul yang bersifat karakteristik-karakteristik sebagai data sekunder.