You are on page 1of 28

BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai gambaran sistem yang akan diteliti dan diuji secara umum meliputi perangkat lunak (software), simulasi sistem, proses implementasi sistem, dan metode pengujian yang digunakan. Untuk memudahkan, berikut gambar skema metodologi yang digunakan dalam tugas akhir ini.
Start

Persiapan Perangkat Lunak

Pemodelan Sistem

Simulasi Sistem

Implementasi Sistem

Pengujian dan Pengambilan Data

Analisis Kinerja Sistem

Stop

Gambar 3.1 Skema Metodologi Terdapat beberapa langkah pada bagian pengujian dan pengambilan data untuk di analisis. Sistem yang diimplementasikan akan diuji untuk dihitung nilai kesalahan bit ( bit error) dalam nilai noise tertentu. Hasil perhitungan nilai BER (bit error rate) secara teori diperoleh dari persamaan 2.18. Setelah itu, dilakukan penentuan

23

spesifikasi low pass filter yang cocok untuk laju bit 1 kbps dan 2 kbps. Skema pengujian dapat dilihat pada gambar 3.2 dimana masing-masing implementasi sistem diuji dengan langkah yang sama yaitu memvariasikan noise kemudian ambil data log file dari oscilloscope pada bagian demodulator BPSK.
Start

Kinerja Sistem Secara Teori

Pengujian Low Pass Filter

Pengujian Simulasi Sistem yang Akan Diimplementasikan

DIP Switch FG

DIP Switch PG

Multiport

2 Board DSK Bergantian

Analisis Kinerja Sistem

Kesimpulan

Stop

Gambar 3.2 Skema pengujian dan analisis sistem 3.1 Persiapan Perangkat Lunak Teknologi Software Defined Radio tak lepas dari penggunaan perangkat lunak untuk memprogram perangkat yang digunakan. Adapun perangkat lunak yang digunakan adalah Matlab versi R2007a dan Code Composer Studio (CCS) versi 3.1. Semua perangkat lunak ini berjalan pada Operating System Windows XP. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai instalasi CCS versi 3.1 saja karena perangkat lunak yang lain sudah umum digunakan. CCS versi 3.1 diperoleh dalam bentuk CD

24

Gambar 3.1.1. Kemudian instal FlashBurn v2.1 Instalasi Code Composer Studio v3.3. Oleh karena itu. Terdapat beberapa pilihan diawal proses instalasi CCS v3.1 hanya berjalan di OS Windows XP.1 seperti pada gambar 3.3 Tampilan instalasi Code Composer Studio Langkah pertama adalah menginstal C6000 Code Composer Studio v3. Setelah proses instalasi selesai.1. selanjutnya adalah mengenalkan prosesor C6713 ke PC dengan 25 .ketika pembelian DSK TMS320C6713.80 dan yang terakhir instal DSK6713 Drivers and Target Content sesuai dengan prosesor yang akan diprogram melalui PC.1 Perangkat lunak yang digunakan untuk memprogram DSK TMS320C6713 adalah Code Composer Studio yang saat ini menggunakan versi 3. Berikut proses instalasi dan integrasi Simulink Matlab dengan CCS versi 3. PC belum bisa memprogram prosesor DSK TMS320C6713 karena belum teregistrasi. 3. CCS v3.1 terlebih dahulu agar PC lebih dulu mengenal aplikasi CCS.

Pada saat PC menanyakan driver dari komponen yang terhubung ke USB.5.1. Untuk memastikan apakah prosesor sudah dikenali oleh PC. Gambar 3. PC sudah mengenali prosesor jika terdapat tampilan seperti gambar 3. Proses instalasi driver DSK TMS320C6713 dengan cara menghubungkan DSK dengan PC terlebih dahulu. kemudian pilih C6713 DSK pada bagian Available Factory Boards dan klik Add. 26 . pilih direktori drive CD agar PC mencari driver DSK secara otomatis.4 Tampilan Pilihan Prosesor yang akan Digunakan. Gambar 3.membuka aplikasi Setup CCStudio v3. kita gunakan perintah ‘ccsboardinfo’ di Matlab Command Window.5 Pengecekan Prosesor yang Terinstal.

Simulink Matlab yang digunakan harus terintegrasi terlebih dahulu dengan Code Composer Studio. Pada tugas akhir ini.2 Integrasi Simulink Matlab dengan CCS v3.4 harus menggunakan Code Composer Studio v. Gambar 3. bahasa assembly.1.6 Tampilan Configuration Parameter Simulink R2007a Simulink Matlab sendiri tidak bisa secara langsung memprogram DSK. Berbagai cara ini tetap sama-sama menggunakan perangkat lunak Code Composer Studio.1 yang langsung diperoleh pada saat pembelian DSK TMS320C6713. Integrasi dimulai dengan 27 . Perlu diketahui bahwa tidak semua versi Matlab bisa diintegrasikan dengan Code Composer Studio.3.4 atau R2007a. Untuk Matlab diatas versi 7. dan menggunakan Simulink Matlab. Code Composer Studio v3.3.1 ini hanya dapat diintegrasikan dengan Matlab maksimal versi 7. Pada tugas akhir ini menggunakan Code Composer Studio v3.3 atau yang terbaru saat ini v4. DSK diprogram dengan menggunakan Simulink Matlab.0.1 Banyak cara untuk memprogram DSK TMS320C6713 seperti menggunakan bahasa C. Hal ini karena Simulink Matlab lebih mudah untuk dipelajari dan dapat dilakukan simulasi terlebih dahulu sebelum memprogram DSK TMS320C6713.

Pada bagian ini bertujuan untuk membuat file simulink agar bisa terintegrasi dengan CCS.6.8 Pengaturan System Stack Size 3. Nominal ini disesuaikan dengan default stack size target prosesor. Gambar 3. 1. Kemudian lakukan langkah berikut.7 Pengaturan System Target File Simulink 2. hilangkan centang pada block reduction dan implement logic signal as boolean data yang keduanya terdapat pada bagian simulation and code generation.tlc.membuka Simulink Matlab dengan cara mengetikkan ‘simulink’ pada Matlab Command Window.9 Pengaturan Simulation and Code Generation 28 . Pada bagian Real Time Workshop. ubah system stack size menjadi 8192. Gambar 3. Untuk DSK TMS320C6713 menggunakan system stack sebesar 8192 bytes. Buat file simulink baru. Pada bagian Optimization. Buka bagian Link for CCS. setelah itu pilih menu Simulation dan pilih configuration parameters (Ctrl + E) seperti pada gambar 3. ubah system target file dalam target selection menjadi ccslink_grt. Gambar 3. Maksud dari block reduction adalah agar simulink tidak menerjemahkan blok-blok yang tidak terpakai untuk diubah dalam bahasa C.

12 Tombol Incremental Build. pastikan centang pilihan Verbose Build Mode.pjt) yang akan dimasukkan ke DSK TMS320C6713. 29 .10 Pengaturan Build Process 5. pada solver options pilih type : fixed step dan solver : discrete (no continuous state). Masuk ke bagian Solver.11 Pengaturan Solver Options Untuk memprogram DSK TMS320C6713 dengan menggunakan Simulink yang telah terintegrasi. Gambar 3. klik incremental build pada Simulink. Di bagian Debug. Hal ini bertujuan untuk menampilkan proses pembentukan kode-kode dari file simulink yang digunakan untuk memprogram DSK.4. Gambar 3.1 untuk mengubah file simulink tersebut menjadi file project CCS (*. Gambar 3. Proses ini ditampilkan pada Matlab command window ketika memprogram DSK. Secara otomatis Matlab akan berkomunikasi dengan Code Composer Studio v3. Hal ini membuat simulink berjalan dalam sistem diskrit.

sistem modulasi dan demodulasi BPSK dimodelkan terlebih dahulu. 10101010 data 2 + 1-11-11-11-1 - 1 Gambar 3. NRZ bipolar bertujuan untuk memudahkan perubahan fase sinyal pembawa nantinya. data Konverter NRZ Bipolar sinyal modulasi BPSK Sinyal Pembawa (carrier) Gambar 3. Hasil dari perkalian ini menghasilkan sinyal sinus yang fasenya berubah sesuai dengan bit data yang masuk sehingga muncul sinyal modulasi BPSK.14 Pemodelan Sistem Modulasi BPSK 30 .2 Pemodelan Sistem Sebelum menuju ke tahap implementasi. Data biner ‘0’ dan ‘1’ akan melewati konverter NRZ bipolar dengan fungsi 2n-1 sehingga menghasilkan nilai ‘-1’ untuk data bit ‘0’ dan ‘1’ untuk data bit ‘1’.13 Cara Kerja Konverter NRZ Bipolar Keluaran dari konverter NRZ bipolar akan dikalikan dengan sinyal pembawa. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kita dalam mensimulasikan sistem secara keseluruhan.3. Proses pertama dalam modulasi BPSK adalah konversi data biner ke NRZ bipolar.

sinyal tersebut akan melalui low pass filter dimana spesifikasi filter harus melewatkan lebih dari setengah time bit dari sinyal informasi. Hasil dari low pass filter ini masuk ke sebuah detektor yang terbuat dari komparator terhadap nilai ‘0’.3 Simulasi Sistem Dari pemodelan sistem modulasi dan demodulasi BPSK akan dibuat simulasinya dengan menggunakan Simulink Matlab. konverter NRZ bipolar. Berdasarkan pemodelan sistem modulasi BPSK yang terdiri dari 3 bagian utama.Pada bagian demodulasi BPSK. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses implementasi nantinya karena DSK TMS320C6713 dapat diprogram melalui Simulink Matlab. Hasil dari perkalian ini menghasilkan sinyal sinus yang memiliki nilai positif dan negatif sesuai dengan perubahan fase sinyal modulasi BPSK. Kemudian. maka dapat dibuat simulasi Simulink Matlab seperti pada gambar 3. yaitu sinyal informasi. Sedangkan jika sinyal masukan detektor bernilai negatif maka sinyal tersebut akan menjadi bit ‘0’. sinyal modulasi BPSK LPF Detektor data Sinyal Pembawa (carrier) Gambar 3.15 Pemodelan sistem Demodulasi BPSK 3. 31 . Selain itu juga untuk memastikan apakah pemodelan sistem yang dirancang dapat berjalan dengan baik. dan sinyal pembawa. sinyal modulasi BPSK akan dikalikan dengan sinyal referensi berupa sinyal pembawa dengan spesifikasi yang sama dengan sinyal pembawa pada modulator BPSK.16. Jika sinyal masukan detektor bernilai positif maka sinyal tersebut akan menjadi bit ‘1’.

Hal ini mengakibatkan detektor bekerja secara maksimal karena menghasilkan perubahan nilai secara kontinyu. 32 .  Pulse Type : Sample based  Time (t) : Use simulation time  Amplitude : 1  Period : 16 atau 8  Pulse width : 8 atau 4  Phase delay : 0  Sample time : 1/8000  Interpret vector parameters as 1-D Frekuensi gelombang yang dihasilkan blok pulse generator dapat dihitung dari sample time dengan period. dalam menguji performa modem VMeS (Vessel Messaging System) digunakan karakter ‘U’ karena karakter ini memiliki kode ASCII (American Standard Code for Information Interchange) 10101010.Modulasi BPSK Demodulasi BPSK Noise Generator Perhitungan BER Gambar 3. Pulse generator akan menghasilkan bit 10101010 secara kontinyu. sehingga deretan bit 10101010 paling sulit dideteksi [15]. Berdasarkan penelitian sebelumnya. Dengan period 16 akan menghasilkan sinyal informasi dengan laju bit 1000 bps (8000 dibagi 16 dikalikan 2).16 Diagram Blok Simulasi Modulasi dan Demodulasi BPSK Sinyal informasi untuk pengujian sistem dapat menggunakan blok pulse generator yang diperoleh dari simulink libraries– sources – pulse generator. Sedangkan jika period 8 akan menghasilkan sinyal informasi dengan laju bit 2000 bps (8000 dibagi 8 dikalikan 2). Berikut pengaturan parameter yang digunakan dalam blok pulse generator.

 Constant value : 1  Interpret vector parameters as 1-D  Sample time : 1/8000 Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Setelah itu masukkan spesifikasi filter yang diinginkan. Parameter yang digunakan antara lain sebagai berikut. dan detektor bit.  Amplitude : 1  Frequency (Hz) : 2000  Phase offset (rad) : 0  Sample mode : Discrete  Output complexity : Real  Computation method : Trigonometric fcn  Sample time : 1/8000  Samples per frame : 1  Resetting states when re-enabled : Restart at time zero Blok gain diperoleh dari simulink libraries – math operations – gain dengan parameter sebagai berikut. hal pertama yang dilakukan adalah merubah sumbu x menjadi domain frekuensi. Terdapat beberapa pilihan model filter yang disediakan oleh blok digital filter design.*u)  Sample time (-1 for inherited) : -1 Blok constant diperoleh dari simulink libraries – sources – constant dengan parameter sebagai berikut. Untuk membuat desain filternya. masukkan nilai Fs 8000 Hz. klik 33 . sinyal pembawa. pada bagian demodulasi BPSK mempunyai 3 bagian utama yaitu. tetapi pada tugas akhir ini dipilih low pass filter jenis equiripple dengan minimum order.Sinyal pembawa (carrier) menggunakan blok sine wave yang diambil dari simulink libraries – signal processing blockset – signal processing sources – sine wave. Low pass filter didesain dengan menggunakan blok digital filter design. low pass filter. Dengan cara pilih menu analysis kemudian pilih sampling frequency.  Gain : 2  Multiplication : Element-wise(K. Untuk menggunakan blok digital filter design. Blok ini dapat diperoleh di simulink libraries – signal processing blockset – filtering – filter design – digital filter design. Sinyal pembawa yang digunakan di bagian demodulasi memiliki spesifikasi yang sama dengan sinyal pembawa pada bagian modulasi.

Berikut parameter yang digunakan dalam blok compare to zero. 34 .17 GUI Digital Filter Design Bagian detektor dibuat dengan blok compare to zero yang dapat diperoleh di simulink libraries – logic and bit operations. maka secara otomatis Matlab akan membuat respon filter sesuai spesifikasi yang diinginkan. Matlab juga akan menyesuaikan orde filter agar filter memperoleh respon yang paling bagus.  Operator : >  Output data type mode : uint8 Hasil pengolahan sinyal dalam simulasi modulasi dan demodulasi BPSK ditampilkan menggunakan blok scope. Agar sinyal yang ditampilkan di scope tidak hilang ketika program simulasi selesai di run.tombol design filter. Gambar 3. Blok ini akan mengubah sinyal masukan yang bernilai positif menjadi bit ‘1’. sedangkan sinyal masukan yang bernilai negatif akan menjadi bit ‘0’.

Operasi logika XOR akan menghasilkan di git ‘0’ jika kedua masukan bernilai sama. Nilai parameter yang dimasukkan dalam blok integer delay diperoleh dari hasil keluaran blok find delay. Untuk memperoleh hasil yang tepat maka perlu menggunakan blok integer delay yang berfungsi untuk memberikan delay pada sinyal informasi. dan menghasilkan digit ‘1’ jika kedua masukan bernilai berbeda.maka perlu menghilangkan centang pada limit data points to last. Blok find delay akan mencari perbedaan waktu antara sinyal informasi 35 . operasi logika XOR digunakan untuk membandingkan sinyal informasi yang dikirim dengan sinyal hasil demodulasi. Penambahan visualisasi sinyal dalam blok scope dapat dilakukan dengan cara merubah nilai number of axes sesuai yang diinginkan. Pengaturan blok logical operator adalah sebagai berikut.18. Sedangkan jika ingin merubah lamanya sinyal ditampilkan dapat mengatur nilai pada time range. Gambar 3. Hal ini bertujuan agar waktu yang digunakan untuk membandingkan sinyal informasi dan sinyal hasil demodulasi BPSK menjadi sama. Pengaturan scope dapat dilihat pada gambar 3.  Operator : XOR  Number of input ports : 2  Icon shape : rectangular  Sample time (-1 for inherited) : -1 Dalam simulasi ini.18 Setting Blok Scope Pengujian simulasi modulasi dan demodulasi BPSK dilakukan dengan memanfaatkan operasi logika XOR yang terdapat dalam simulink libraries – logic and bit operations – logical operator.

Ada beberapa blok tambahan yang dapat digunakan untuk implementasi DSK. Sinyal Hasil Demodulasi Sinyal Informasi Gambar 3.(sRef) dengan sinyal hasil demodulasi (sDel). Sinyal hasil demodulasi BPSK dinyatakan sudah benar jika seluruh hasil operasi logika XOR bernilai nol. Blok-blok ini terdapat dalam simulink libraries – target support package TC6 seperti yang 36 . assembly.  Initial condition : 0.  Correlation window length (samples) : 200  Disable recurring updates  Number of constant delay outputs to disable updates : 5 Sedangkan blok integer delay dapat diperoleh di simulink libraries – discrete dengan parameter sebagai berikut.19 Diagram Blok Operasi XOR untuk Pengujian Simulasi Blok find delay dapat diperoleh di simulink libraries – communications blockset – utility blocks dan berikut parameter yang digunakan.19. Ada beberapa cara untuk memprogram DSK yaitu dengan menggunakan bahasa C. Diagram blok pengujian simulasi ini dapat dilihat dalam gambar 3.0  Sample time (-1 for inherited) : -1  Number of delays : 3 3.4 Implementasi Sistem Modulasi dan Demodulasi BPSK Implementasi sistem yang dimaksud adalah memprogram DSK TMS320C6713 sesuai yang diinginkan. Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan file Simulink dari sistem yang akan diimplementasikan. atau integrasi Simulink Matlab. Pada tugas akhir ini akan mengimplementasikan sistem menggunakan integrasi Simulink Matlab.

20 Blok Simulink untuk Implementasi DSK. dan Switch. serta 2 board bergantian. Gambar 3.1 Implementasi Sistem DIP Switch Implementasi sistem DIP Switch ini dibagi menjadi dua yaitu sistem DIP Switch dengan sinyal masukan dari function generator (DIP 37 .19. DAC. Terdapat beberapa program implementasi DSK yang dibuat dalam tugas akhir ini yaitu sistem modulasi dan demodulasi BPSK dengan menggunakan DIP Switch (DIP Switch FG dan DIP Switch PG). karena blok ini merupakan blok pendukung utama dalam memprogram DSK TMS320C6713. 3.ditunjukkan pada gambar 3.4. Reset. Masing-masing sistem yang diimplementasikan memiliki maksud dan tujuan tertentu. Blok yang terpenting adalah C6000 Target Preferences : C6713DSK. LED. sistem multiport. Berikut penjelasan dari implementasi program tersebut. Blok yang lain terdapat dalam C6713 DSK Block Support : ADC.

Selain itu juga ditambahkan blok uniform noise generator untuk menghasilkan sinyal noise. Untuk sistem DIP Switch FG bertujuan untuk mengetahui kinerja DSK dalam memodulasi dan mendemodulasi sinyal secara BPSK ketika menerima sinyal masukan dari port line in. modulasi dan demodulasi BPSK dijadikan satu kemudian diberi blok C6713 DSK DIP Switch untuk mengatur proses yang terjadi di dalam DSK.21 Switch pada DSK TMS320C6713 Pada program implementasi sistem DIP Switch. Gambar 3. Blok ini dapat diperoleh di simulink libraries – communications blockset – comm sources – noise generators dengan nilai parameter sebagai berikut. Sedangkan sistem DIP Switch PG.  Noise lower bound : -0. Program implementasinya sistem DIP Switch FG dapat dilihat pada gambar 3.1 sampai 1  Initial seed : 31  Sample time : 1/8000  Output data type : double Blok uniform noise generator ini ditambahkan dengan sinyal hasil modulasi BPSK sehingga menghasilkan sinyal BPSK yang terkena noise. 38 . bertujuan untuk mengetahui kinerja DSK TMS320C6713 dalam melakukan proses modulasi dan demodulasi BPSK. Dari sini dapat dicari nilai SNR (Signal to Noise Ratio) dengan membandingkan tegangan sinyal dengan tegangan noise.Switch FG) dan sistem DIP Switch dengan sinyal informasi dari pulse generator (DIP Switch PG).1 sampai -1  Noise upper bound : 0.20. dimana sinyal informasi dibangkitkan dari dalam DSK juga.

Kontrol Switch Modulasi BPSK Akses Line In Noise Demodulasi BPSK Gambar 3. Dengan pengaturan seperti ini. Gambar 3.22. Berikut skema pengujian sistem DIP Switch FG. Sedangkan jika ditekan kebawah.22 Program Implementasi Sistem DIP Switch FG Blok C6713 DSK DIP Switch diatur seperti pada gambar 3. maka DSK akan menjalankan proses modulasi sekaligus demodulasi BPSK dengan menambahkan noise pada sinyal hasil modulasi BPSK.23 Skema pengujian sistem DIP Switch FG 39 . jika DIP Switch ke 0 pada DSK tidak ditekan (posisi keatas) maka DSK akan menjalankan modulasi BPSK.

24.24 Program Implementasi Sistem DIP Switch PG Gambar 3.25 Skema pengujian sistem DIP Sistem PG Selanjutnya adalah memastikan configuration parameters agar Simulink dapat terintegrasi dengan Code Composer Studio. Pada sistem ini. Kontrol Switch Modulasi BPSK Pulse Generator Noise Demodulasi BPSK Gambar 3. Pada dasarnya sama dengan program implementasi sistem DIP Switch dengan FG hanya saja blok line in C6713 DSK (ADC) diganti dengan blok pulse generator. Untuk 40 .Untuk program implementasi sistem DIP Switch dengan sinyal informasi berasal dari pemodelan pulse generator (PG) dapat dilihat pada gambar 3. laju bit bisa dipilih sesuai keinginan yaitu 1 kbps dan 2 kbps.

klik incremental build pada Simulink. Code Composer Studio akan memprogram DSK TMS320C6713 yang sudah terhubung ke PC. Matlab akan berkomunikasi dengan Code Composer Studio untuk membentuk file project CCS (*.pjt) yang berisi hasil konversi file simulink ke dalam bahasa C dan assembly. Sehingga pada implementasi sistem ini.26 Jack Audio Stereo 3. Pengaturan parameter pada blok multiport selector adalah sebagai berikut. Saluran ini terdapat pada port DSK TMS320C6713 yang merupakan masukan dan keluaran sinyal. Skema pengujian sistem DIP Switch PG dapat dilihat pada gambar 3. Blok multiport selector dapat diperoleh di simulink libraries – signal processing blockset – signal management – indexing.22.5 Program implementasi yang dibuat blok multiport selector dan matrix concatenate.memulai implementasi program.2}  Invalid index : clip index 41 . Left Channel Right Channel Ground Gambar 3.5 yang pada dasarnya memiliki dua saluran.4.25. yaitu right channel dan left channel seperti pada gambar 3.2 Implementasi Sistem Multiport Port yang disediakan DSK TMS320C6713 adalah port audio stereo 3. Setelah file project CCS terbentuk.  Select : columns  Indices to output : {1. Sedangkan blok matrix concatenate dapat diperoleh di simulink libraries – simulink – math operations. Tujuan dari implementasi ini adalah memanfaatkan dua saluran tersebut sebagai keluaran dari proses modulasi dan demodulasi BPSK. 3. sinyal modulasi BPSK yang dihasilkan DSK akan dimasukkan kembali ke DSK itu sendiri untuk dilakukan proses demodulasi.

sedangkan pada bagian bawahnya adalah right channel. Pada keluaran blok multiport selector bagian atas merupakan left channel.27 Program Implementasi Sistem Multiport Begitu pula dengan program implementasi ini. Left channel digunakan sebagai modulator BPSK sedangkan right channel digunakan sebagai demodulator BPSK.27 yang menunjukkan program implementasi sistem multiport. selanjutnya adalah memastikan configuration parameters agar Simulink dapat terintegrasi dengan Code Composer Studio.  Number of inputs : 2  Mode : Multidimensional array  Concatenate dimension : 2 Kedua diagram blok ini digunakan untuk membentuk program implementasi sistem multiport. Matlab akan berkomunikasi dengan Code Composer Studio untuk membentuk file project CCS 42 .Sedangkan untuk pengaturan parameter blok matrix concatenate adalah sebagai berikut. Untuk memulai implementasi program. klik incremental build pada Simulink. Blok terminator dapat diperoleh di simulink libraries – simulink – sinks. Keluaran blok multiport selector dihubungkan dengan terminator karena pada program ini menggunakan pemodelan sinyal informasi menggunakan blok pulse generator. Multiport Modulasi BPSK Demodulasi BPSK Noise Gambar 3. Agar lebih jelasnya dapat melihat pada gambar 3.

maka pada right channel pada line out akan muncul sinyal hasil demodulasi BPSK. Implementasi ini bertujuan untuk mengetahui kinerja DSK 43 . Gambar 3. Gambar 3.3 Implementasi Sistem 2 Board Bergantian Implementasi sistem yang terakhir adalah sistem 2 board bergantian.29 Rangkaian Tambahan untuk Sistem Multiport.4.28 Skema pengujian sistem multiport Untuk membantu terhubungnya right channel dan left channel.pjt). Dengan menghubungkan left channel yang berupa sinyal modulasi BPSK ke right channel pada line in. maka pada keluaran DSK diberi rangkaian tambahan seperti pada gambar 3. Setelah file project CCS terbentuk. 3. Code Composer Studio akan memprogram DSK TMS320C6713 yang sudah terhubung ke PC.(*.29.

Sinyal BPSK + Noise DSK TMS320C6713 Modulator BPSK DSK TMS320C6713 Demodulator BPSK Gambar 3. Aplikasi ini digunakan untuk menyimpan sementara sinyal modulasi BPSK yang kemudian dikirimkan ke DSK TMS320C6713 yang berfungsi sebagai demodulator. Sedangkan untuk implementasi demodulator BPSK dapat dilihat pada gambar 3. Pada gambar 3.31 Program Implementasi Modulator BPSK 44 . Gambar 3.TMS320C6713 dalam menerima sinyal modulasi BPSK dari luar.30 dibawah ini diuraikan mengenai skema pengujian sistem yang digunakan dalam sistem ini.30 Skema pengujian sistem 2 board bergantian Program implementasi sistem ini dibagi menjadi dua yaitu program implementasi untuk modulasi BPSK dan untuk demodulasi BPSK. Pada pengujian sistem ini memerlukan bantuan sebuah PC yang dilengkapi dengan aplikasi Audacity.32. Pada dasarnya sama halnya dengan program implementasi sistem sebelumnya. Untuk program implementasi modulator BPSK dapat dilihat pada gambar 3. hanya saja disistem ini 1 board DSK berfungsi hanya sebagai modulator BPSK atau demodulator BPSK.26.

Tegangan sinyal hasil modulasi BPSK diukur terlebih dahulu dengan avometer yang memiliki ketelitian tegangan AC pada range 2 volt.000 bit. Dalam proses kalkulasinya. Kemudian variasi noise juga diukur agar dapat dicari nilai perbandingan antara tegangan sinyal dengan tegangan noise dalam SNR. Jumlah bit yang diuji adalah 10. dan untuk laju bit 2 kbps hanya memerlukan 5 detik. Terlihat ketika proses eksekusi perintah di Excel akan tertulis jumlah core processor PC yang digunakan pada bagian kanan bawah Excel.32 Program Implementasi Demodulator BPSK Selanjutnya adalah memastikan configuration parameters agar Simulink dapat terintegrasi dengan Code Composer Studio. klik incremental build pada Simulink.000 bit. Untuk memulai implementasi program. Sehingga untuk laju bit 1 kbps memerlukan 10 detik untuk mencapai 10. Jumlah bit yang diuji. Setelah file project CCS terbentuk. Hasil demodulasi implementasi sistem yang berupa log file dari oscilloscope berbasis PC (Visual Analyzer) diolah dengan Ms Excel sebagai berikut. Semua sistem diuji pada kondisi laju bit 1 kbps dan 2 kbps. Excel akan memaksimalkan kinerja dari prosesor yang dipakai PC untuk mengolah sinyal dalam log file tersebut. Matlab akan berkomunikasi dengan Code Composer Studio untuk membentuk file project CCS (*. Untuk waktu 45 . 3. Sedangkan file project ini dapat dilihat di Code Composer Studio.pjt).5 Metode Pengujian Sistem dan Pengolahan Data Dari semua sistem yang diimplementasikan akan diuji kinerjanya dengan parameter BER (Bit Error Rate) terhadap variasi noise tertentu.pjt) dapat dilihat di Matlab Command Window. Code Composer Studio akan memprogram DSK TMS320C6713 yang sudah terhubung ke PC. yaitu 10.Gambar 3. Proses pembentukan file project CCS (*. Pemilihan bit dalam Excel dilakukan dengan menghitung 50% dari time bit.000 baris. menghasilkan log file oscilloscope yang mencapai 200.000 bit.

Nilai BER dapat diperoleh dari perbandingan antara deretan bit yang diterima dengan data asli. Dengan menggunakan operator logika XOR dapat dihitung berapa bit yang berbeda atau salah. Setelah grafik terbesntuk. Kinerja DSK TMS320C6713 ditunjukkan dengan grafik BER vs SNR. Gambar 3. Dari penjelasan sebelumnya. berikut poin penting dalam pengujian sistem :  Sistem diuji dalam dua laju bit.000 bit. yaitu 1 kbps dan 2 kbps. Dengan cara ini grafik BER vs SNR dapat terbentuk.  Noise yang dimodelkan oleh blok uniform noise generator di variasikan untuk mendapat variasi nilai SNR.  Pengujian dilakukan dengan mengirimkan 10.  1 titik uji SNR dilakukan sebanyak tiga kali.  Nilai BER yang dibentuk grafiknya merupakan nilai BER hasil ratarata tiga kali pengujian. Grafik ini juga dibuat dalam Excel dengan menggunakan fitur plot scatter dengan sumbu x adalah nilai SNR (dB) dan sumbu y adalah nilai BER.33 Pengolahan Data Menggunakan Excel.pengolahan ini memerlukan waktu kurang lebih 15 menit untuk 1 uji coba dalam 1 titik SNR. pada bagian sumbu y (BER) dibuat nilai logaritmiknya dengan perintah chart tools – layout – axes – primary vertical axis – show axis with log scale. 46 .

Sebaiknya DSK dilindungi oleh kotak mika agar lebih aman dalam penyimpanan dan menyentuhnya.5 digunakan sebagai saluran dari sinyal masukan dan sinyal keluaran DSK TMS320C6713 pada port. DSK TMS320C6713 DSK TMS320C6713 yang digunakan lengkap dengan kabel power dan kabel USB untuk komunikasi dengan PC. Gambar 3. Berikut penjelasan singkat mengenai peralatan pengujian yang digunakan. yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).5 serta kabel scram.5 Kabel audio stereo 3. Perangkat Keras (hardware) a.34 DSK TMS320C6713 b. 1. kabel ini tersusun dari konektor jack audio stereo 3.35 Kabel Audio Stereo 3. peralatan yang digunakan untuk menguji performa DSK TMS320C6714 dibagi menjadi dua. Jika ingin membuat sendiri.6 Peralatan Pengujian Secara keseluruhan. Kabel Audio Stereo 3.5 dan Kabel Jepit Buaya 47 . Gambar 3.3.

37 Avometer Victor VC890D 48 . Oscilloscope Oscilloscope digunakan untuk melihat bentuk sinyal masukan dan sinyal keluaran DSK TMS320C6713. kabel jepit buaya juga dapat digunakan untuk membantu mengunci posisi dari konektor alat ukur.c.36 Oscilloscope Tektronix TDS 2014 e. Gambar 3. Avometer yang digunakan adalah Victor VC890D Digital Multimeter karena avometer ini memiliki batas ukur tegangan AC hingga 2 volt. Kabel Jepit Buaya Kabel jepit buaya digunakan untuk membantu kita dalam menghubungkan right channel dan left channel dalam implementasi sistem multiport. Oscilloscope yang digunakan adalah Tektronix tipe TDS 2014 yang memiliki 4 channel. Avometer Avometer digunakan untuk mengukur tegangan pada masukan dan keluaran DSK. d. Selain itu. Gambar 3.

Perangkat Lunak (software) a.38 Function Generator g. PC ini harus menggunakan Operating System Windows XP karena perangkat lunak Code Composer Studio v3. b.f. PC Personal Computer (PC) digunakan untuk memprogram DSK TMS320C6713. 2. kecuali jika PC ini digunakan untuk menjalankan simulasi Simulink. h. dan sinyal segitiga.1 hanya bisa berjalan di Windows XP.1 Code Composer Studio (CCS) v3.4 karena versi ini merupakan versi maksimal yang bisa diintegrasi dengan Code Composer Studio v3. Terdapat beberapa bentuk sinyal yang dapat dibentuk yaitu sinal sinus. Matlab yang digunakan adalah versi R2007a atau versi 7. Gambar 3.1 merupakan perangkat lunak yang digunakan agar PC dapat berkomunikasi dengan DSK 49 . sinyal kotak.1. Spesifikasi yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi karena PC ini digunakan untuk mendownload program ke DSK saja. Laptop Laptop digunakan untuk mengambil data dari sinyal keluaran DSK TMS320C6713 dengan bantuan perangkat lunak Visual Analyzer. Matlab versi R2007a Matlab adalah perangkat lunak matematis berbasis pengolahan matrix. Code Composer Studio v3. Function Generator Function generator merupaka perangkat penghasil sinyal. Dalam tugas akhir ini menggunakan function generator GW Model : GFG-8015G.

Visual Analyzer Visual Analyzer merupakan aplikasi oscilloscope yang memanfaatkan PC.TMS320C6713. CCS v3. Berikut tampilan Visual Analyzer yang sudah terinstal. c.1 diperoleh dari satu paket penjualan prosesor keluaran Texas Instrument. Masukan dari Visual Analyzer adalah kabel audio yang sudah terdapat di komputer. 50 .