PENYUSUNAN HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) DENGAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING(ABC) Oleh : Fatimah Widyaiswara Balai

Diklat Keuangan Malang

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah komponen yang sangat penting pada proses pengadaan barang jasa. HPS yang tidak disusun dengan baik akan berakibat pada kelanjutan proses pengadaan barang jasa. Penyusunan HPS menjadi tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Penyusunan HPS yang terlalu rendah akan menyebabkan para penyedia tidak berani melakukan penawaran sehingga pelelangan terancam ulang bahkan gagal. Sebaliknya, HPS disusun dengan nilai cukup, tetapi PPK lupa memasukkan komponen pekerjaan yang penting, maka akibatnya ketika barang sudah diperoleh, barang tidak bisa dioperasikan karena HPS yang disusun tidak mencakup kegiatan yang mendukung beroperasinya barang tersebut. Penulis memberikan contoh sebuah instansi yang melaksanakan pengadaan barang berupa pembelian computer. Setelah melalui proses pelelangan, instansi tersebut mendapatkan komputer

dengan harga yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada saat komputer diterima oleh PPK, komputer tersebut ternyata belum ada operating system (OS)-nya sehingga computer belum bisa digunakan untuk bekerja. Setelah diteliti, ternyata pada HPS yang disusun PPK, harga dan spesifikasi pekerjaan yang dicantumkan memang hanya untuk pembelian komputernya saja tanpa instalasi software untuk mengoperasikannya. Harga software OS (windows) sendiri cukup signifikan, sehingga penyedia tidak bersedia memberi software gratis tanpa tambahan biaya. Alternatif pertama untuk mengoperasikan komputer ini adalah dengan meng-install aplikasi open source. Untuk menginstall aplikasi open source, misalnya linux, kemungkinan akan mengeluarkan biaya tambahan, proses instalasinya mungkin gratis, tetapi kegiatan pelatihan untuk pegawai yang selama ini lebih terbiasa menggunakan windows akan membutuhkan biaya yang besar. Alternatif kedua adalah menggunakan software bajakan yang jelas-jelas melanggar hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Kita bisa melihat bahwa kesalahan yang mungkin orang menganggap kecil ternyata berdampak sangat besar. Dari contoh permasalahan di atas, penulis ingin mengupas lebih lanjut pentingnya menyusun HPS yang baik. Baik di sini berarti komponen yang dimasukkan dalam menyusun HPS telah memasukkan segala kemungkinan biaya yang timbul untuk mendukung penggunaan alat atau terlaksananya kegiatan. Salah satu sistem penghitungan biaya yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan activity based costing (ABC). Apa yang dimaksud dengan sistem ABC, apa manfaatnya dan bagaimana proses penyusunannya, pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin penulis bahas pada tulisan kali ini. Sebelum menjawab

biaya tenaga kerja tidak langsung. hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan.pertanyaan-pertanyaan tersebut. Penyusunan HPS untuk pemilihan Penyedia secara internasional menggunakan informasi harga yang berlaku di luar negeri. biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan perubahan biaya. Dalam sebuah perusahaan yang memproduksi barang. baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Harga pasar setempat yaitu harga barang/jasa dilokasi barang/jasa diproduksi/diserahkan/ HPS dikalkulasikan secara keahlian dilaksanakan. inflasi tahun sebelumnya. biaya lain-lain dan Pajak Penghasilan (PPh) penyedia. e. daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh pabrikan/distributor tunggal. i. dan/atau informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. biaya overhead bisa diartikan sebagai dengan mempertimbangkan faktor . dan (2) keuntungan dan biaya overhead yang dianggap wajar bagi penyedia maksimal 15% (lima belas perseratus) dari total biaya tidak termasuk PPN. dan semua biaya produksi lainnya yang tidak dapat dengan mudah diidentifikasikan atau dibebankan secara langsung pada pesanan dan produk tertentu. mari kita lihat kembali sumber dan komponen biaya yang diperhitungkan dalam penyusunan HPS. Dalam menyusun HPS telah memperhitungkan: (1) Pajak Pertambahan Nilai (PPN). d. menjelang dilaksanakannya Pengadaan Barang/Jasa. biaya overhead didefinisikan sebagai biaya penolong. b. suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank Indonesia. PENYUSUNAN HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden nomor 70 Tahun 2012. j. HPS tidak boleh memperhitungkan biaya tak terduga. perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer’s estimate). Yang dimaksud dengan biaya overhead adalah biaya yang dikategorikan sebagai biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. norma indeks. c. Di dalam pengadaan barang jasa. g. penyusunan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan meliputi: a. f. h.

2009.biaya yang diperlukan oleh penyedia selain harga barang itu sendiri. Jakarta . dapat beroperasi dengan baik. dan sesuai kebutuhan. Memperoleh barang/jasa di sini artinya mendapatkan barang/jasa yang sesuai. Dapat beroperasi dengan baik berarti ketika barang diterima pengguna yakin bahwa barang berfungsi dan siap digunakan. PPK sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa dan bertugas menyusun dan menetapkan HPS harus teliti dalam memasukkan semua komponen biaya untuk menjamin tercapainya proses tersebut. Dari dua teori mengenai sistem ABC inilah maka kita bisa mengaplikasikannya untuk keperluan penyusunan HPS. dapat beroperasi dengan baik. Barang/jasa yang sesuai berarti barang yang diperoleh mempunyai spesifikasi dan kemampuan sesuai dengan keinginan pengguna. tetapi PPK harus memastikan bahwa semua komponen biaya pendukung ini sudah diperhitungkan sehingga tidak menimbulkan kesalahan di kemudian hari. komponen biaya utama dari sebuah proses pengadaan adalah semua biaya yang mungkin dikeluarkan untuk memperoleh barang/jasa. dan sesuai kebutuhan harus diperhitungkan. Salah satunya menurut Hongren dalam Dunia (2009). ACTIVITY BASED COSTING (ABC) Selain biaya pendukung. Jadi. Sesuai kebutuhan berarti terdapat kesesuaian antara rencana dan realisasi. semua aktivitas untuk mendapatkan barang/jasa yang sesuai. Sedangkan cost atau biaya adalah uang yang dikeluarkan untuk melakukan sesuatu. Ada beberapa teori mengenai sistem activity based costing (ABC). misal membeli AC maka harusnya semuanya bisa dipasang sesuai di ruang yang direncanakan. tetapi karena selang kurang panjang akhirnya realisasinya dipasang di ruang B. Sebelumnya sudah penulis sampaikan bahwa salah satu sistem yang bisa digunakan oleh PPK dalam menyusun HPS adalah dengan penyusunan pembiayaan berdasarkan aktivitas atau biasa disebut activity based costing(ABC). Kalau kita terjemahkan ke dalam bahasa kita activity based costing adalah pembiayaan berdasarkan aktivitasnya. Wikipedia mendefinisikan activity-based costing (ABC) is a costing methodology that identifies activities in an organization and assigns the cost of each activity with resources to all products and services according to the actual consumption by each. Akuntansi Biaya. Activity atau aktifitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kegiatan atau kerja yang dilaksanakan dalam tiap bagian dalam perusahaan. yang dimaksud dengan activity based costing adalah suatu sistem pendekatan perhitungan biaya yang dilakukan berdasarkan aktivitas-aktivitas yang ada di perusahaan1. Salemba Empat. Biaya overhead yang dimasukkan di dalam komponen penyusunan HPS bisa jadi berbeda untuk setiap jenis pengadaan. bukan rencana di ruang A. misalnya untuk mengirimkan barang ke lokasi pengguna. Penerapan sistem ini kita lakukan dengan cara memasukkan segala aktivitas yang 1 Firdaus Ahmad Dunia.

1996 : 502 . 10 buah akan dipasang permanen dan menggunakan remote. Dari sisi penyedia sistem ini memberikan arahan dan standar lebih jelas serta terukur karena sudah memperhitungkan kemungkinan terjadinya biaya sampai barang jasa siap digunakan. tujuan penerapan sistem ABC didalam sebuah perusahaan adalah untuk meningkatkan akurasi nilai yang dialokasikan kedalam sebuah produk. 2. Manfaat bisa kita tinjau dari sisi PPK sebagai wakil pengguna serta dari sisi penyedia sebagai berikut: 1. Berikut contoh bagan perkiraan komponen penyusun biaya yang bisa digunakan oleh PPK. 10 buah lainnya tidak permanen dan menggunakan tripod. Dari sisi PPK sistem ini dapat digunakan sebagai alat untuk merencanakan. Semua komponen biaya yang diperkirakan muncul ini selanjutnya akan dituangkan dalam spesifikasi teknis pekerjaan sebagai bagian dari proses penyusun HPS. Menurut Horngren 2 biaya aktivitas dan produk atau jasa (sistem ABC) yang digunakan pada proses produksi disampaikan pada manajemen agar selanjutnya dapat digunakan untuk perencanaan. Dari dua definisi tersebut. Spesifikasi teknis untuk screen projector dibedakan menjadi dua. dan pengambilan keputusan. mengendalikan biaya dan mengambil keputusan mengenai berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan biaya sehingga menghasilkan HPS yang lebih jelas dan adil. PPK kemudian membuat sebuah bagan perkiraan komponen penyusun biaya termasuk kegiatan pendukung yang berpotensi menimbulkan biaya. Dengan demikian penyedia lebih jelas batas tanggung jawab pekerjaan yang harus dikerjakan. pengendalian biaya. Dengan sistem ini pembebanan / pengalokasian biaya kedalam produk akan menjadi lebih jelas dan lebih adil (fair). Kita ambil contoh saja sebuah kantor akan melaksanakan pengadaan barang. penulis akan memberi contoh sebuah proses penyusunan HPS pengadaan barang. tetapi sejumlah 10 projector rencananya akan dipasang permanen di kelas. 2 Charles T. penulis menyimpulkan bahwa ada dua manfaat yang diperoleh dengan menggunakan sistem ini.berpotensi menimbulkan biaya dalam pengadaan barang/jasa. MANFAAT PENERAPAN SISTEM ABC DALAM PENYUSUNAN HPS Menurut Djoni T. Sundem. Hongren. Pengadaan barang berupa projector dan screen projector masing-masing sebanyak 20 buah. & Stratton. Untuk memenuhi keinginan pengguna tersebut. CONTOH PENYUSUNAN HPS DENGAN ACTIVITY BASED COSTING Untuk mendukung pembahasan. Spesifikasi teknis untuk 20 projector yang diinginkan sama.

000. Screen Screen Projector Projector and Tripod JUMLAH RP270.00 Rp5.000. Setelah dilengkapi maka PPK sudah bisa menetapkannya menjadi HPS.00 Rp2.00 Rp5. 500 Lumens ANSI.00 Rp600. Remote Control (IR).000.000.050.000.00 TOTAL HPS RP297. height 43-65 cm 100” Screen.000.000.000.000.000.00 Rp2.000.00 Dua ratus sembilan puluh tujuh juta lima ratus lima puluh ribu rupiah . DLP Technology Projector Bracket Max load 20 kg.000.000.000.00 Rp50. Material Matt White Volume 20 bh 10 bh 10 bh 10 bh 200 m 200 m 10 bh Harga satuan Jumlah Rp9.GAMBAR 1.000.500.00 Rp6. TABEL PENYUSUNAN HPS DENGAN ACTIVITY BASED COSTING Barang Projector Projector Bracket Screen Projector Spesifikasi teknis WXGA (1280 x 800).500.000.2 kg.00 Rp10. 1.000.000.00 Rp25.00 Rp250.00 PPN Rp27.550. Tabel berikut ini adalah contoh penyusunan HPS dengan sitem ABC yang ditetapkan PPK.000. BAGAN PERKIRAAN KOMPONEN PENYUSUN BIAYA PROJECTOR BRACKET (10) KABEL VGA (10) KABEL POWER (10) BIAYA PEMASANGAN (10) PROJECTOR (20) PENGADAAN BARANG SCREEN PROJECTOR (20) PERMANEN (10) MOBILE (10) PERMANEN REMOTE (10) MOBILE TRIPOD (10) Selanjutnya.000.00 Rp25.000.00 Rp180.000.000.500.000. GAMBAR 2. PPK melengkapi dengan spesifikasi teknis barang yang diinginkan serta perkiraan pembiayaan yang diperoleh dari data sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.00 Rp2.00 Biaya Pemasangan Bracket Kabel VGA Kabel power 84" x 84" (213 x 213 cm).000. Format 4:3 & 16:9.

. maka diharapkan perkiraan biaya tersebut lebih masuk akal dan proses penyelesaian pekerjaan diharapkan sesuai keinginan pengguna. Demikian pembahasan mengenai penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) dengan sistem activity based costing kali ini.Dari tabel di atas kita bisa melihat bahwa PPK merinci kegiatan dan membaginya ke dalam dua kelompok besar yaitu pengadaan projector permanen dan mobile. Semua komponen biaya yang timbul dari aktivitas tersebut sudah masuk dalam penyusunan HPS oleh PPK. Dengan memasukkan semua komponen penyusun biaya dan aktivitas pendukung. kabel VGA dan kabel power untuk 10 buah projector. Dengan penyusunan HPS yang baik diharapkan proses selanjutnya juga baik dan lancar. biaya pemasangan. Selamat bekerja. Untuk mendukung aktivitas pengadaan projector permanen maka PPK menambahkan pembelian projector bracket. Semua yang diawali dengan niat yang baik hasilnya akan baik. Penulis berharap dapat memberikan sedikit gambaran dan bisa memberikan manfaat khususnya bagi para PPK yang bertanggung jawab terhadap penyusunan HPS.

web. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa pemerintah (LKPP).DAFTAR PUSTAKA 1.org/wiki/Activity-based_costing 3. (2012). http://en. Alokasi Biaya berbasis Aktivitas .web. A. Djoni T. Jakarta: LKPP. http://www. Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012.lkpp. F. 4. Ak. Dunia.id/index. Jakarta: LKPP. (2009).go. Akuntansi Manajemen. MSc. Drs.id/aktivitas 7.id/biaya 8.konsultasi. Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010.wikipedia. Jakarta: Salemba Empat. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Akuntansi Biaya. http://kbbi. T. 2. http://kbbi. (2010). 5.php?page=konsultasi&do=details&id=269 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful