You are on page 1of 5

RINGKASAN

Serat alam merupakan alternatif filler komposit untuk berbagai komposit polimer karena keunggulannya dibanding serat sintetis. Serat sisal merupakan penguat yang menjanjikan untuk digunakan sebagai komposit karena harganya yang murah, densitasnya yang rendah, kekuatan spesifik dan modulusnya yang tinggi, mudah melimpah dan merupakan bahan alam terbarukan. diproses, tanpa resiko kesehatan serta tersedia

Pengambilan serat sisal dapat dilakukan dengan pembusukan maupun penyisiran menggunakan dekortikator. Secara konvensional, serat sisal sering digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan tali, tikar, karpet, kerajinan, dan lain-lain. Secara teknis, serat sisal potensial untuk digunakan sebagai komposit bagi bahan bangunan, kendaraan, rel kereta api, geotekstil, hingga kemasan. Akhir-akhir ini, keinginan masyarakat untuk mendiversifikasikan penggunaan komposit berbahan dasar serat sisal telah meningkat. Sebagai komposit, sisal telah dikombinasikan dengan polyester, epoxy, polyethylene, dan karet. Harga serat sisal yang murah dan sifatnya yang istimewa menjadikan serat sisal sebagai salah satu serat alam yang paling banyak digunakan sebagai komposit. Serat sisal dapat juga digunakan dalam pembuatan papan komposit.

Dalam proses pembuatan papan komposit,berat total bahan (sisal dan perekat) yang digunakan untuk setiap papan adalah sama. Dengan demikian perbedaan kerapatan disebabkan oleh perbedaan ketebalan papan. Papan sisal menyerap air dari berbagai arah, baik dari bagian permukaan papan maupun bagian tengah papan. Sisal pada bagian tengah papan memiliki kemampuan penyerapan air yang tinggi dan bersifat hidrofolik. Papan sisal dengan pelapis formika mengandung jumlah sisal yang lebih banyak dibandingkan dengan papan sisal pelapis vinir, sehingga dapan menyerap lebih banyak air dibandingkan dengan papan sisal pelapis vinir.

Serat sisal merupakan penguat papan komposit yang efektif. Sifat mekanis dan sifat fisis serat sisal tidak hanya dipengaruhi oleh asal, posisi, dan usia tanaman saja, namun juga tergantung pada kondisi percobaan seperti diameter serat, panjang alat ukur, kecepatan dan suhu pengujian. Treatment terhadap permukaan serat akan meningkatkan daya adhesi serat sisal terhadap matriks polimer serta menurunkan daya serap air. Sifat mekanis dan sifat fisis komposit serat sisal sangat sensitif terhadap metode proses, panjang serat, orientasi serat, dan fraksi volume.

Daftar Pustaka

Chand N., Hashmi S.A.R. 1993. Mechanical properties of sisal fibre at elevated temperatures. Journal of Materials Science. No. 28. pp.6724'6728. Chand N., Tiwary R.K., Rohatgi P.K. 1988. Bibliography resource structure properties of natural cellulosic fibres: an annotated bibliography. Journal of Materials Science. No. 23. pp.381'387. Chand N., Satyanarayana K.G., Rohatgi P.K. 1986. Mechanical characteristics of sunhemp fibres. Indian Journal of Textile Research. No. 11. pp.86'89. Gujarat V. 2004. Project proposals: Global Investors Summit-2004. Govt. Of Gujarat. India. Joseph K., Thomas S, Pavithran C., 1996, Effect of chemical treatment on the tensile properties of short sisal fibre-reinforced poly-ethylene composites, Polymer, 37, pp.51395149. Joseph K, Thomas S, Pavithran C, 1995, Effect of ageing on the physical and mechanical properties of sisal-fibre-reinforced polyethylene composites, Composites Science and Technology, 53, pp.99-110. Kim J.K., Lu S., Mai Y.W. 1994. Interfacial debonding and fibre pull-out stresses Part IV: Influence of interface layer on the stress transfer. Journal of Materials Science. 29. pp.554'561. Li Y., Mai Y.M., Ye L. 2000. Sisal fibre and its composites: a review of recent developments. Composites Science and Technology. No. 60. 2037'2055. Mukhopadhyay S., Srikanta R. 2008. Effect of ageing of sisal fibres on properties of sisal Polypropylene composites. Polymer Degradation and Stability. No. 93. pp. 20482051. ' Murherjee P.S., Satyanarayana K.G. 1984. Structure and properties of some vegetable fibres, part 1. Sisal fibre. Journal of Materials Science. No. 19. pp.3925'3934. ' OSEC. 2004. India Automotive Components Industry. Swiss Business Hub India. OSEC Business network. Switzerland. Rowell R.M., Schultz T.P., Narayan R. 1992. Emerging technologies for materials & chemicals for biomass. ACS Symposium Ser, 476, pp. 12. Saxena M., Murali S., Nandan M.J., and Ramakrishnan N. 1984. Sisal: potential for employment generation And rural development. Rural India ' Achieving Millennium

Development Goals And Grassroots Development. 3rd International Conference. India Suppakarn N., dan Jarukumjorn K. 2009. Mechanical properties and flammability of sisal/PP composites: Effect of flame retardant type and content. Composites: Part B. No. 40. pp. 613618. Towo A.N., Ansell M.P. 2008. Fatigue evaluation and dynamic mechanical thermal analysis of sisal fibrethermosetting resin composites. Composites Science and Technology. No.68. pp.925932.

Varghese S., Kuriakose B., Thomas S., 1994, Short sisal fibre reinforced natural rubber composites: high-energy radiation, thermal and ozone degradation. Polymer Degradation & Stability. No. 44. pp.55'61.

Karakteristik Serat Kekuatan Serat Kekuatan tarik serat diakui memiliki peranan penting dalam membentuk kekuatan kertas dan papan serat. Walaupun kekuatan tarik serat setiap individu sangat tinggi, hanya fraksi dari setiap serat digunakan untuk membentuk konfigurasi struktur suatu lembaran kertas atau papan serat. Papan serat dengan kerapatan rendah atau sedang (low and medium density fiberboard), umumnya terjadi kegagalan pada ikatannya. Tetapi pada papan serat berkerapatan tingg i (hard board density ), kegagalan terjadi pada seratnya sendiri. Hal ini disebabkan refleksi kontak yang lebih dalam antara serat pada kerapatan tinggi dengan modifikasi karakteristik serat pada kondisi yang lebih tinggi (Suschland dan Woodson, 1986). Morfologi Serat Morfologi serat, meliputi bentuk dan struktur yang berhubungan dengan dimensi serat, yang merupakan suatu faktor yang sangat penting dan dapat membentuk sifat sifat lembaran dari sifat mekanis serat. Serat yang panjang merupakan faktor yang me ngendalikan arah arah orientasi serat pada papan serat. Serat yang pendek akan membentuk arah serat yang vertikal dibanding serat yang panjang. Serat yang panjang juga akan membentuk arah pada papan berdasarkan pada sifat mekanik atau elektrik serat. Ketebalan dinding sel yang berhubungan langsung dengan berat jenis kayu, mempengaruhi sifat- sifat lembaran secara tidak langsung. Jika dinding sel tipis, papan serat dapat patah, pada kondisi fleksibilitas yang besar dari dinding sel serat yang tipis dapat menyebabkan kontak yang lebih dalam dan karena itu pula menyebabkan ikatan antar serat menjadi lebih baik. Morfologi serat juga memiliki peranan penting dalam membantu pembentukan lembaran basah. Serat panjang juga akan cenderung membentuk gumpalan atau cockle pada suatu proses pembuatan berlangsung, yang mungkin menyebabkan terbentuknya distorsi kecil permukaan, khususnya pada permukaan papan serat dengan kerapatan tinggi (Suschland dan Woodson, 1986). Dimensi Serat Serat sebagai pemberi tenaga mekanik pada batang, sehingga mempunyai dinding sel yang relatif tebal. Bahan baku serat yang mengandung lignoselulosa berasal dari tumbuhan kayu dan non kayu. Serat digunakan secara umum untuk menyatakan semua sel kayu yang terpisahkan dalam proses pembuatan pulp. Serat merupakan tipe sel yang spesifik karenanya serat atau trakeid serabut adalah xylem kayu keras yang panjang, meruncing dan biasanya berdinding tebal memiliki luas permukaan yang lebih kecil per satuan berat, sehingga kekuatan sobek, kekuatan jebol dan kekuatan tarik mempengaruhi besarnva ikatan antar serat (Bowyer et al., 2003). Papan Serat Papan serat (fiber board ) merupakan produk panel kayu yang baru dikembangkan pada tahun 1960- an. Bentuk papan serat mirip dengan papan partikel, te tapi cara pembuatannya berbeda dengan keduanya. Sifat - sifat papan serat adalah: 1) Tidak ada perbedaan struktur papan dalam arah panjang dan lebarnya,

2) Dapat menghasilkan lembaran yang lebar, 3) P ermukaannya licin dan cukup keras, 4) T idak mudah pecah dan retak, dan 5) Mudah dilengkungkan. Papan serat merupakan produk panel yang berupa serat sehingga pembuatannya didahului dengan pembuatan pulp sebagai bahan dasarnya. Proses pembuatan selanjutnya dilakukan dengan membentuk lembaran dan pengempaan (pengepresan). Proses pembuatannya mirip pembuatan papan partikel dengan penambahan sedikit modifikasi. Teknologi pembuatan papan serat dikembangkan selain dalam rangka diversifikasi produk hasil hutan, juga untuk menyempurnakan sifat kayu sehingga memenuhi persyaratan teknis penggunaan tertentu. Papan serat secara garis besar dibuat dari serat - serat kayu yang mengalami perlakuan kimiawi, fisis, dan mekanis (Suschland dan Woodson Perekat I sosianat Isosianat dikenal sebagai diphenylmethane di isocyanate (MDI) biasanya digunakan dalam pembuatan produk papan komposit. MDI secara utama digunakan dalam pembuatan Oriented Strands Board (OSB). Perekat ini dipilih berdasarkan pada kesesuaiannya untuk produk khusus dengan pertimbangan bahan - bahan yang direkatkan, kadar air saat perekatan, sifat mekanis, dan ketahanannya, serta biayanya (Vick, 1999). Salah satu perekat kayu yang tidak menghasilkan emisi formaldehida adalah perekat poliisosianat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Aqueous Polymer Isocyanate (API). Perekat ini dapat digunakan baik untuk proses kempa panas maupun kempa dingin. Perekat API pada dasarnya terdiri atas polimer larut air dan emulsi, yaitu poli vinil alkohol (PVOH) dan emulsi lateks seperti Styrene Butadiene Rubber (SBR) dengan senyawa isosianat sebagai crosslinking agent. Perekat poliisosianat ini mempunyai sifat daya rekat yang baik pada suhu ruang dan sangat tahan terhadap air panas atau air mendidih serta bersifat ramah lingkungan. Hanya saja, perekat ini masih sangat mahal sehingga berpengaruh terhadap harga kayu olahan di tingkat produksi (Hongjiu et al . , 2006). Perekat isosianat memiliki sifat yang ramah lingkungan, curing (memadat) pada suhu rendah serta tidak mengeluarkan gas emisi formaldehida. Perekat isosianat H7 adalah merk dagang atau kode isosianat untuk papan lamina. Aplikasi perekat isosianat H7 digunakan untuk perekat papan serat serta baik dalam pengerjaan kayu. Kara kteristik dari i sosianat H7 ini yaitu tidak ada kadar f ormaldehid e nya, cocok untuk perekat papan laminasi dan papan serat, tahan air, membutuhkan waktu yang singkat dalam merekat serta dapat digunakan pada kempa dingin dan kempa panas. V iskositas perekat isosianat H7 rata-rata sebe sar 175 cps (Polyoshika, 2000).