Kerinduan Dimana aku harus mencari Belaian hangat diwaktu pagi Suara sepi yang kini menemani Kebahagiaan

dahulu tak akan pernah kembali Padamu kasih yang selalu ku nanti Namun tak sampai diri ini terdiam Hatipun kembali membuka memori pagi Kini di senja umur ini Ku masih menyimpan rindu Kini hidup menyayat hati Membuka memori pagi Di senja umur ini Aku akan tetap menanti

Hidupku dimasa senja kini berada dalam kesepian, aku tak bisa lagi merasakan belaian hangat yang kurasakan dimasa mudaku bersama kekasihku. Diri ini tak mampu menahan rindu, sebentar saja ingin melupakanmu namun kembali teringat akan masa-masa muda kita bersama. Hati ini terus merasakan rindu, di usia yang telah tua terus menanti engkau kembali.

Bentuk parafrase puisi : HAMPA :kepada Sri (keadaan amat) Sepi di luar (sana). Tak satu kuasa (pun dapat) melepas-(dan me)renggut(nya dariku) Segala(nya hanya) menanti. Menanti.) (peraan) sepi (ini) terus (saja) ada.HAMPA :kepada Sri Sepi di luar. Dan (aku masih tetap) menanti.) menanti jadi mencekik (malah) Memberat(kan dan)-mencekung (kan) punda (kku) Sampai binasa segala(-galanya). Tak bergerak Sampai ke puncak. Menanti. puisi ini kita tambah beberapa kata agar lebih mudah dipahami. Lurus kaku pohon(-pohon)an (disana). Dan menanti. . Dengan teknik parafrase. Sepi menekan-mendesak. Sepi (itu) memagut(ku). Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala. (menanti dalam) Sepi. Sepi memagut. Menanti. (pohonan itu) Tak bergerak Sampai ke puncak (nya). Setan bertempik Ini sepi terus ada. Setan (pun) bertempik (sorak) Ini (. (dan) Menanti (lagi). Sepi. Lurus kaku pohonan. Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti. (itu pun) Belum apa-apa (bahkan) Udara (pun telah) bertuba. Belum apa-apa Udara bertuba. (Keadaan) Sepi (itu) menekan-(dan) mendesak. (di) Tambah (lagi dengan keadaan saat) ini (.