MUI Tolak Aborsi dalam UU Kesehatan

23 Oktober 2009 | 18:53Diterbitkan oleh:

Terkait
1. 2. 3. 4. 5. MUI Membolehkan Aborsi Akibat Diperkosa MasyaAllah! Tiap Tahun 700.000 Remaja Indonesia Lakukan Aborsi Syarat Kesehatan Capres Dikembalikan Dalam UUD 1945 Fatwa Yoga Dalam Tahap Penyelesaian Akhir PBNU Tolak Internasionalisasi Kasus Dalam Negeri

Kraksaan (Ansor Online): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo akhirnya menolak UU Kesehatan. Khususnya pasal yang memperbolehkan aborsi. Kepastian itu disampaikan komisi fatwa usai mengkaji undang -undang tersebut, kemarin siang (22/10). Sebelumnya, MUI belum mengambil sikap atas undang -undang tersebut. Ketua MUI kabupaten KH Syaiful Islam menegaskan, pihaknya masih menunggu kajian yang dilakukan komisi fatwa. Komisi fatwa sendiri baru menggelar rapat kemarin, dengan dihadiri jajaran anggotanya. Yakni, KH Syaiful Islam, KH Abdul Wahid Nur, H Ahmad Mubarok Banawir, Hj Faiqah Aimah dan Hj Zulfa Zakiyah. Rapat dilakukan di kantor MUI Kabupaten Probolinggo, Gedung Islamic Centre (GIC), Kraksaan. Kepada Radar Bromo, Syaiful Islam menjelaskan, rapat komisi fatwa MUI memutuskan menolak UU Kesehatan itu. Khususnya pasal 85 ayat (a) yang menyatakan, aborsi diperbolehk an

itu sudah bernyawa. Sementara bagi perempuan yang bersuami. Kecuali dalam hal kedaruratan medis. aborsi boleh dilakukan berdasarkan pertimbangan suaminya. Alasan lainnya karena. walaupun masih berbentuk darah ken tal. “Misalnya. hal itu adalah awal dari wujud manusia. Artinya. “Kalau belum bernyawa. aborsi seperti itu tetap tidak boleh. boleh kalau ada fator yang mengancam nyawa ibunya. .” katan ya. kalau dokter memutuskan berkibat fatal atau bisa membunuh ibunya. ada yang mengharamkan. MUI memberikan ruang sempit agar orang tidak banyak melakukan aborsi. “Boleh aborsi. Bahkan. ulama masih pro dan kontra. sudah sempurna bentuknya. supaya tidak dibuat gampang oleh orang -orang yang melakukan hubungan di luar nikah.sebelum kehamilan berumur 6 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. sudah berwujud manusia. Dan hu kumnya haram mutlak.” lanjutnya. Ada yang membolehkan. “Alasannya pertama. bentuk daging atau proses pembuahan. Kedua. Dengan kata lain menurut Nun Beng. MUI Kabupaten secara tegas mengharamkan.” tegasnya. Menurut Nun Beng -panggilannya. Alasannya kata dia.” katanya. tetap haram. saat itu janin sudah berwujud bayi. “Apabila kehamilan sudah berumur 120 hari.

html . (jp) http://gp-ansor.org/14338-23102009. halaman 135 dan kitab Bugy atul Mustarsyidin. halaman 246.” jelasnya. halaman 466.” katanya. hasil rapat komisi fatwa akan dikirim ke MUI Pusat. Sering melahirkan. hasil rapat itu akan dikirim ke MUI pusat. “Rencananya besok (hari ini). ada dalam kitab tafsir Ibnu Katsir.” katanya. Dalil mengharamkan aborsi itu tambah Nun Beng. “Selain itu juga ada dalam kitab Ianatuttholibin.karena sudah kebanyakan anak. Selanjutnya. halaman 435 dan juz 5. juz 4. Tidak mampu untuk menghidupi anaknya. Tetapi tetap melalui pertimbangan suaminya. Agar menjadi pertimbangan untuk segera mendesak pihak legislatif melakukan revisi atas UU Kesehatan tersebut.