43

BAB V

ELLIPS, HIPERBOLA, DAN PARABOLA

Pada bab ini akan dipelajari tentang irisan kerucut yaitu ellips, hiperbola, dan
parabola. Pemahaman tentang persamaan garis dan lingkaran diperlukan dalam bab
ini. Kita pandang persamaan irisan kerucut sebagai persamaan berderajat dua.

A. Ellips

Ellips adalah tempat kedudukan titik-titik yamg jumlah jaraknya terhadap dua
tertentu adalah konstan. Perhatikan illustrasi berikut :


2
T

1
T
2c

2
F
1
F
2
A
2
F
1
F
1
A
T
3
T T

Gambar 1

Misalkan titik tertentu yang dimaksud dalam definisi ellips diatas adalah titik
1
F dan
2
F , sedangkan jarak konstan adalah jarak antara dua titik yaitu
1
A dan
2
A
tersebut yaitu 2a. Jika titik-titik
1
T ,
2
T , dan
3
T terletak pada ellips maka berlaku
2 3 1 3 2 2 1 2 2 1 1 1
F T F T F T F T F T F T + = + = + = 2a.
Selanjutnya ambil sistem koordinat kartesius pada bidang. Akan ditentukan
persamaan ellips dengan titik
1
F dan
2
F masing-masing mempunyai koordinat ( ) 0 , c
dan ( ) 0 , c ÷ , sedangkan
1
A dan
2
A mempunyai koordinat ( ) 0 , a dan ( ) 0 , a ÷ . Titik
tengah
1
F dan
2
F sama dengan titik tengah
1
A dan
2
A yaitu titik asal atau titik ( ) 0 , 0 .

44
Titik tengah tersebut selanjutnya disebut titik pusat ellips. Ambil sebarang titik
( ) y , x T pada ellips. Menurut definisi ellips maka berlaku,
a 2 TF TF
2 1
= +
· ( ) ( ) ( ) ( ) a 2 0 y c x 0 y c x
2 2 2 2
= ÷ + + + ÷ + ÷
· ( ) ( ) a 2 y c x y c x
2 2 2 2
= + + + + ÷
· ( ) ( )
2 2 2 2
y c x a 2 y c x + + ÷ = + ÷ , jika kedua ruas dikuadratkan
diperoleh :
( ) ( ) ( )
2 2 2 2 2 2 2
y c x y c x a 4 a 4 y c x + + + + + ÷ = + ÷
· ( )
2 2 2 2 2 2 2 2 2
y c cx 2 x y c x a 4 a 4 y c cx 2 x + + + + + + ÷ = + + ÷
· ( ) cx 4 a 4 y c x a 4
2 2 2
+ = + + , jika masing-masing ruas dibagi 4
diperoleh :
( ) cx a y c x a
2 2 2
+ = + + , selanjutnya persamaan ini dikuadratkan diperoleh :
( ) ( )
2 2 2 4 2 2 2
x c cx a 2 a y c x a + + = + +
( )
2 2 2 4 2 2 2 2
x c cx a 2 a y c cx 2 x a + + = + + + ·
2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2
x c cx a 2 a y a c a cx a 2 x a + + = + + + ·
( ) ( )
2 2 2 2 2 2 2 2
c a a y a x c a ÷ = + ÷ · .
Perhatikan segitiga
2 1
F TF pada gambar 1 di atas, terlihat bahwa
2 1 2 1
F F TF TF > + atau 2a > 2c. Berarti a > c, sehingga
2 2
c a > atau 0 c a
2 2
> ÷ .
Misalkan
2 2 2
b c a = ÷ , oleh karena itu persamaan
( ) ( )
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
b a y a x b c a a y a x c a = + · ÷ = + ÷ . Jika kedua ruas
persamaan tersebut dibagi
2 2
b a diperoleh persamaan ellips : 1
b
y
a
x
2
2
2
2
= + .
Perhatikan gambar ellips dibawah ini :




45
y

( ) b , 0 B
1




x

( ) 0 , a A
1
÷ ( ) 0 , a A
1




( ) b , 0 B
2
÷



Gambar 2
Keterangan :
- Titik ( ) 0 , c F
1
dan ( ) 0 , c F
2
÷ disebut titik api,
- Titik ( ) 0 , a A
1
dan ( ) 0 , a A
2
÷ disebut titik puncak (titik ujung sumbu panjang),
- Titik ( ) b , 0 B
1
dan ( ) b , 0 B
2
÷ disebut titik ujung sumbu pendek,
-
2 1
A A : Sumbu panjang (sumbu mayor),
-
2 1
B B : Sumbu pendek (sumbu minor),
- ( ) 0 , 0 O : Titik pusat ellips.
Persamaan ellips dengan titik pusatnya ( ) 0 , 0 , sumbu panjangya berimpit
dengan sumbu y, dan sumbu pendeknya berimpit dengan sumbu x adalah :
1
a
y
b
x
2
2
2
2
= + . Adapun beberapa titik yang penting adalah :
- Titik puncaknya : ( ) a , 0 A
1
dan ( ) a , 0 A
2
÷ ,
- Titik api : ( ) c , 0 F
1
dan ( ) c , 0 F
2
÷ ,
- Titik ujung sumbu pendek ( ) 0 , b B
1
dan ( ) 0 , b B
2
÷ ,
-
2 1
A A : Sumbu panjang (sumbu mayor),
-
2 1
B B : Sumbu pendek (sumbu minor),

( ) 0 , c F
2
÷ ( ) 0 , c F
1



46
Perhatikan gambar berikut :




( ) a , 0 A
1







( ) 0 , b B
2
÷ ( ) 0 , b B
1





( ) a , 0 A
2
÷



Gambar 3

Garis Arah (Direktriks) dan Eksentrisiret
Garis arah adalah garis yang tegaklurus sumbu panjang dan berjarak
c
a
2
dari
titik pusat ellips.
y

( ) b , 0 B
1

P(x,y) Q


x

( ) 0 , a A
1
÷ ( ) 0 , a A
1




( ) b , 0 B
2
÷
x = -
c
a
2
Gambar 4 x =
c
a
2


1
F







2
F

( ) 0 , c F
2
÷ ( ) 0 , c F
1



47




( ) a , 0 A
1







( ) 0 , b B
2
÷ ( ) 0 , b B
1





( ) a , 0 A
2
÷




Gambar 5

Perhatikan Gambar 4 di atas, titik P(x,y) sebarang titik pada ellips.
Perbandingan jarak titik P ke titik api dengan jarak titik P ke garis arah disebut
eksentrisitet yang nilaianya konstan. Jarak titik P ke titik api adalah
1
PF , sedangkan
jarak titik P ke garis arah adalah PQ = x
c
a
2
÷ =
c
cx a
2
÷
. Jadi, eksentrisitet
dinotasikan dengan
PQ
PF
e
1
= . Dalam hal ini nilai
1
PF akan ditentukan terlebih
dahulu, sebagai berikut :
Karena P(x,y) adalah sebarang titik pada ellips maka berlaku,
( )
2 2
2
1
y c x PF + ÷ = =
2 2 2
y c cx 2 x + + ÷ dan
( )
2 2
2
2
y c x PF + + = =
2 2 2
y c cx 2 x + + + , sehingga ÷
2
2
PF cx 4 PF
2
1
= . Tetapi ,
÷
2
2
PF ( )( )
1 2 1 2
2
1
PF PF PF PF PF ÷ + = .

1
F







2
F
c
a
y
2
=
c
a
y
2
÷ =

48
Berarti, ( ) ( ) cx 4 PF PF PF PF
1 2 1 2
= ÷ + . Ingat bahwa ( ) a 2 PF PF
1 2
= + ,
sehingga ( ) cx 4 PF PF a 2
1 2
= ÷ ·
a 2
cx 4
PF PF
1 2
= ÷ . Selanjutnya,
a 2 PF PF
1 2
= +
a 2
cx 4
PF PF
1 2
= ÷

1
PF 2 =
a
cx 2
a 2 ÷
Jadi,
1
PF =
a
cx
a ÷ atau
1
PF =
a
cx a
2
÷
.
Oleh karena itu,
PQ
PF
e
1
= =
a
c
a
cx a
cx a
c
2
2
=
|
|
.
|

\
|
÷
|
|
.
|

\
|
÷
.
Dari hasil ini, ellips dapat didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik
yang perbandingan jarak ke titik api dibanding jarak ke garis arah, yang disebut
eksentrisitet adalah konstan
|
|
.
|

\
|
= =
a
c
PQ
PF
e
1
.
Ellips dengan titik pusat tidak di ( ) 0 , 0
Misalkan ellips dengan titik pusat P(h,k), sumbu panjang sejajar dengan sumbu
x, dan sumbu pendek sejajar dengan sumbu y. Setengah sumbu panjangnya a dan
setengah sumbu pendeknya b. Perhatikan gambar berikut :

y y’
(x,y) = (x’+h,y’+k)

1
B


2
A
1
A x’


2
B
x
Gambar 6
2
F P
1
F

49
Dalam sistem koordinat kartesius x’y’, persamaan ellips tersebut adalah :
1
b
' y
a
' x
2
2
2
2
= + . Adapun beberapa titik yang penting adalah :
- Titik ( ) 0 , c F
1
dan ( ) 0 , c F
2
÷ disebut titik api,
- Titik ( ) 0 , a A
1
dan ( ) 0 , a A
2
÷ disebut titik puncak,
- Titik ( ) b , 0 B
1
dan ( ) b , 0 B
2
÷ disebut titik ujung sumbu pendek,
-
2 1
A A : Sumbu panjang (sumbu mayor),
-
2 1
B B : Sumbu pendek (sumbu minor),
- ( ) 0 , 0 ' O : Titik pusat ellips,
- Persamaan garis arahnya :
c
a
' x
2
= dan
c
a
' x
2
÷ = .
Dari Gambar 6, terlihat bahwa hubungan antara sistem koordinat kartesius xy
dengan sistem koordinat kartesius x’y’ : x’ = x – h , dan y’ = y – k . Oleh karena
itu, dalam sistem koordinat kartesius xy persamaan ellips tersebut adalah :
( ) ( )
1
b
k y
a
h x
2
2
2
2
=
÷
+
÷
. Adapun beberapa titik yang penting adalah :
- Titik ( ) k , c h F
1
+ dan ( ) k , c h F
2
÷ disebut titik api,
- Titik ( ) k , a h A
1
+ dan ( ) k , a h A
2
÷ disebut titik puncak,
- Titik ( ) b k , h B
1
+ dan ( ) b k , h B
2
÷ disebut titik ujung sumbu pendek,
-
2 1
A A : Sumbu panjang (sumbu mayor),
-
2 1
B B : Sumbu pendek (sumbu minor),
- ( ) k , h P : Titik pusat ellips,
- Persamaan garis arahnya :

c
a
h x
c
a
h x
2 2
+ = · = ÷ dan
c
a
h x
c
a
h x
2 2
÷ = · ÷ = ÷ .
Selanjutnya, misalkan ellips dengan titik pusat P(h,k), sumbu panjang sejajar
dengan sumbu y, dan sumbu pendek sejajar dengan sumbu x. Setengah sumbu
panjangnya a dan setengah sumbu pendeknya b. Perhatikan gambar berikut :


50
y y’

1
A



2
B
1
B x’




2
A x

Gambar 7

Dalam sistem koordinat kartesius x’y’, persamaan ellips tersebut adalah :
1
a
' y
b
' x
2
2
2
2
= + . Adapun beberapa titik yang penting adalah :
- Titik puncaknya : ( ) a , 0 A
1
dan ( ) a , 0 A
2
÷ ,
- Titik api : ( ) c , 0 F
1
dan ( ) c , 0 F
2
÷ ,
- Titik ujung sumbu pendek ( ) 0 , b B
1
dan ( ) 0 , b B
2
÷ ,
-
2 1
A A : Sumbu panjang (sumbu mayor),
-
2 1
B B : Sumbu pendek (sumbu minor),
- ( ) 0 , 0 ' O : Titik pusat ellips,
- Persamaan garis arahnya adalah :
c
a
' y
2
= dan
c
a
' y
2
÷ = .
Jika dibawa ke dalam sistem koordinat kartesius xy diperoleh persamaan ellips
yaitu :
( ) ( )
1
a
k y
b
h x
2
2
2
2
=
÷
+
÷
. Adapun beberapa titik yang penting adalah :
- Titik puncaknya : ( ) a k , h A
1
+ dan ( ) a k , h A
2
÷ ,
- Titik api : ( ) c k , h F
1
+ dan ( ) c k , h F
2
÷ ,

1
F

P


2
F


51
- Titik ujung sumbu pendek ( ) k , b h B
1
+ dan ( ) k , b h B
2
÷ ,
-
2 1
A A : Sumbu panjang (sumbu mayor),
-
2 1
B B : Sumbu pendek (sumbu minor),
- ) k , h ( P : Titik pusat ellips,
- Persamaan garis arahnya adalah :

c
a
k y
c
a
k y
2 2
+ = · = ÷ dan
c
a
k y
c
a
k y
2 2
÷ = · ÷ = ÷ .

Persamaan Umum Derajat Dua Dalam x dan y
Perhatikan persamaan umum derajat dua dalam x dan y berikut :
0 F Ey 2 Dx 2 Cy Bxy 2 Ax
2 2
= + + + + +
Secara umum dua persamaan ellips dengan pusat (h,k) di atas masing-masing :
( ) ( )
1
b
k y
a
h x
2
2
2
2
=
÷
+
÷
dan
( ) ( )
1
a
k y
b
h x
2
2
2
2
=
÷
+
÷
dapat diubah menjadi bentuk
persamaan umum derajat dua yaitu :
1
b
k ky 2 y
a
h hx 2 x
2
2 2
2
2 2
=
+ ÷
+
+ ÷

· ( ) ( )
2 2 2 2 2 2 2 2
b a k ky 2 y a h hx 2 x b = + ÷ + + ÷
· 0 b a k a ky a 2 y a h b hx b 2 x b
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
= ÷ + ÷ + + ÷
· ( ) 0 b a k a h b ky a 2 hx b 2 y a x b
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
= ÷ + + ÷ ÷ +
dan
1
a
k ky 2 y
b
h hx 2 x
2
2 2
2
2 2
=
+ ÷
+
+ ÷

· ( ) ( )
2 2 2 2 2 2 2 2
b a k ky 2 y b h hx 2 x a = + ÷ + + ÷
· 0 b a k b ky b 2 y b h a hx a 2 x a
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
= ÷ + ÷ + + ÷
· ( ) 0 b a k b h a ky b 2 hx a 2 y b x a
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
= ÷ + + ÷ ÷ +
Oleh karena itu, persamaan ellips merupakan bentuk persamaan umum derajat
dua dengan sifat bahwa 0 b a AC
2 2
> = dan tidak terdapat suku xy.