BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Di Indonesia, belum ada data yang jelas mengenai jumlah penduduk yang

mengidap penyakit diabetes mellitus, namun telah diteliti bahwa frekuensi penderita penyakit diabetes mellitus berkisar antara 1,2 – 2,3% dari jumlah penduduk yang berusia di atas 15 tahun. Angka ini cenderung bertambah seiring dengan pertumbuhan ekonomi (Sulastri, 1999). Diabetes mellitus merupakan sekumpulan gejala yang timbul pada seseorang, ditandai dengan kadar glukosa yang melebihi nilai normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. Penyakit ini bersifat menahun alias kronis, dan penderitanya dari semua lapisan umur serta tidak membedakan orang kaya atau miskin. Secara klinis diabetes mellitus dibedakan menjadi Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau diabetes mellitus tergantung insulin (DMTI) dan Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau diabetes mellitus tidak tergantung insulin (DMTTI) (Suryohudoyo, 1996). Pada penanggulangan diabetes, obat merupakan pelengkap dari diet. Obat diberikan bila pengaturan diet secara maksimal tidak berkhasiat mengendalikan kadar gula darah. Obat antidiabetes oral akan berguna untuk penderita yang alergi terhadap insulin atau yang tidak menggunakan suntikan insulin. Penggunaannya harus dipahami, agar ada kesesuaian dosis dengan indikasinnya, supaya

2

menimbulkan

hipoglikemia.

Karena

obat

antidiabetes

oral

kebanyakan

memberikan efek samping yang tidak diinginkan, seperti timbulnya hipoglikemia, mual, rasa tidak enak di perut, dan anoreksia, maka para ahli mengembangkan sistem pengobatan tradisional untuk diabetes mellitus yang relatif aman (Agoes, 1991). Penyakit diabetes mellitus memerlukan pengobatan jangka panjang dan biaya yang mahal, sehingga perlu mencari obat anti diabetes yang relatif murah dan terjangkau masyarakat. Sebagai salah satu alternatif adalah penggunaan obat tradisional yang mempunyai efek hipoglikemia. Pada tahun 1980 WHO merekomendasikan agar dilakukan penelitian terhadap tanaman yang memiliki efek menurunkan kadar gula darah karena pemakaian obat modern kurang aman (Kumar. et al, 2005). Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman dari pada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit dari pada obat modern. Contoh tanaman yang digunakan sebagai tanaman obat yaitu tanaman jenis kaktus. Salah satu jenis kaktus yang saat ini sudah dikenal di Indonesia adalah buah naga (Dragon fruits). Sejak diperkenalkan pertama kali dalam expo “Agriteec” di Tokyo tahun 1999, buah naga kian popular dan banyak diburu orang karena memiliki rasa enak dan banyak khasiat. Adapun jenis buah naga yang telah dibudidayakan ada empat yaitu buah naga berdaging putih (Hylocereus undatus), buah naga berdaging merah (H. polyrhizus), buah naga berdaging super merah (H. costaricensis), dan

3

buah naga berkulit kuning dengan daging putih (Selenicereus megalanthus) (Winarsih, 2007). Buah naga umumnya di konsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga karena kandungan air yang tinggi dan rasa yang manis. Winarsih (2007), melaporkan buah naga dapat menurunkan kadar kholesterol, menyeimbangkan kadar gula darah, mencegah kanker usus, menguatkan daya kerja otot, meningkatkan ketajaman mata, menghaluskan kulit. Secara keseluruhan, buah ini baik untuk kesehatan dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi sehari-hari. Penelitian yang telah dilakukan terhadap buah ini antara lain adalah pengaruh pemberian buah naga merah (H. polyrhizus) terhadap kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi aloksan. Dilaporkan bahwa pemberian buah naga daging merah mempunyai efek hipoglikemik (Feranose, 2010). Penelitian lain melaporkan penggunaan ekstrak etanol salah satunya penggunaan ekstrak etanol 70% pada biji mahoni dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (Linguat,2008). Ekstrak etanol 70% adalah campuran dua bahan pelarut yaitu etanol dan air dengan kadar etanol 70%. Etanol 70 % sangat efektif dalam menghasilkan jumlah bahan aktif yang optimal (Siswono, 2008). Pada uji farmakologi/bioaktivitas pada hewan percobaan, keadaan diabetes mellitus dapat diinduksi dengan pemberian zat kimia. Zat kimia sebagai induktor (diabetagon) digunakan aloksan, streptozotozin, diaksosida, adrenalin, glucagon, dan EDTA yang diberikan secara parenteral. Diabetagon yang lazim digunakan adalah aloksan karena obat ini cepat menimbulkan hiperglikemi yang permanen

4

dalam waktu dua sampai tiga hari, Aloksan secara selektif merusak sel pulau langerhans dalam pankreas yang mensekresi hormon insulin (Suharmiati, 2003). Berdasarkan hal tersebut, pada penelitian ini akan diteliti identifikasi golongan senyawa kimia dan pengaruh ekstrak etanol buah naga daging putih (H.undatus) terhadap penurunan kadar glukosa darah serta berat badan tikus putih jantan (R.novergicus) yang diinduksi aloksan.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat

dirumuskan sebagai berikut : a. Golongan senyawa kimia apakah yang terkandung dalam ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus). b. Apakah ekstrak etanol buah naga daging putih ( H. undatus) mempunyai pengaruh menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (R. novergicus) yang diinduksi aloksan. c. Apakah ekstrak etanol buah naga daging putih ( H. undatus) mempunyai pengaruh meningkatkan berat badan tikus putih jantan (R. novergicus) yang diinduksi aloksan. d. Apakah ada perbedaan pengaruh pemberian ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) terhadap penurunan kadar glukosa darah dibandingkan dengan pemberian glibenklamid.

5

1.3

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : a. Untuk mengetahui kandungan golongan senyawa kimia ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus). b. Untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) terhadap penurunan kadar glukosa darah serta berat badan tikus putih jantan (R. novergicus) yang diinduksi aloksan. c. Untuk mengetahui perbedaan antara efek ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) dengan glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (R. novergicus) yang diinduksi aloksan.

1.4

Manfaat Penelitian a. Menjadi bahan pengetahuan kepada masyarakat tentang pengaruh ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) untuk menurunkan kadar glukosa darah. b. Mendapatkan golongan senyawa kimia pada ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) yang memberikan efek menurunkan kadar glukosa darah optimal. c. Menambah inventaris tumbuhan obat yang berkhasiat sebagai penurun kadar glukosa darah.

genus Hylocereus.Hylocereus costaricensis (buah naga daging super merah) . Dua diantaranya memiliki buah yang komersial.1.Hylocereus costaricensis ( buah naga daging merah) .Hylocereus undatus ( buah naga daging putih) . Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Subdivisi : Angiospermae (berbiji tertutup) Kelas Ordo Famili : Dicotyledonae (berkeping dua) : Cactales : Cactaceae Subfamili : Hylocereanea Genus Spesies : Hylocereus : . undatus (berdaging putih) dan H. yaitu H.6 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.Selenicereus megalanthus (buah naga kulit kuning daging putih) Contoh buah naga dapat dilihat pada Gambar 2. costaricensis (daging merah).1 Buah Naga Buah naga termasuk kelompok tanaman kaktus atau famili Cacteceae dan subfamili Hylocereanea. Klasifikasi buah naga tersebut sebagai berikut. Genus ini pun terdiri atas sekitar 16 spesies. .

. buah naga berdaging merah (H. di Hawaii disebut melano . 2007). pitaya.1 Buah Naga (Benyaliwibowo. juga disebut clever dragon. di Vietnam selain disebut thang loy. Di Meksiko. dalam bahasa Mandarin disebut lung kuo . Secara internasional. Tempat asalnya adalah Meksiko. 2008) Tanaman kaktus pemanjat penghasil buah naga ditemukan pertama kali di tempat tumbuhnya yang asli di lingkungan hutan belantara. yaitu buah naga berdaging putih (Hylocereus undatus). di Australia disebut rhino fruit. buah naga dikenal dengan nama dragon fruit (Winarsih. Buah naga di Cina disebut feuy long kwa. di Taiwan dinamakan shien mie kuo . buah kaktus. Nama lainnya adalah pir strawberri. dan Amerika Selatan bagian utara. Di tiap-tiap negara.1. Sedangkan di Amerika Selatan disebut pitaya roja (pitaya merah). di Thailand dinamakan kaew mangkorn.7 Gambar 2. atau kaktus orkid. di Israel disebut pitahaya.1 Jenis Buah Naga Jenis buah naga yang telah dibudidayakan ada empat.polyrhizus). buah naga disebut pita haya. 2. Amerika Tengah. buah ini memiliki nama yang berbeda-beda.

Sekilas rasa buah naga seperti buah kiwi . 2007). isi pai. Tanaman diperbanyak dengan cara stek atau menyemai biji. dan tinggi serat (Winarsih. costaricensis) . buah naga kaya akan manfaat seperti menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Kultivar asli tanaman ini berasal dari hutan teduh. diolah menjadi puding. berwarna putih. banyak orang percaya buah naga mengandung vitamin C. . Batangnya berwarna hijau dengan bentuk segi tiga. Tanaman akan mulai berbuah pada umur 11-17 bulan. asam. beta karoten. Namun.1. Setelah bunga layu akan terbentuk bakal buah yang menggelantung di setiap batangnya. dan mekar di malam hari. karbohidrat. harum. cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-400 C.2 Kandungan Zat Gizi Buah Naga Secara keseluruhan. 2007). kalsium. dan segar. Bunganya besar. Belum ada penelitian pasti tentang manfaat buah ini. Buah naga mempunyai sulur batang yang tumbuh menjalar. kombinasi antara manis. 2. pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan. didapatkan hasil seperti Tabel 2. dan buah naga berkulit kuning dengan daging putih (Selenicereus megalanthus) (Winarsih. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek).8 buah naga berdaging super merah (H. Dibalik rasanya yang manis menyegarkan. berpasir. kaya unsur hara. Hasil analisis laboratorium Taiwan Food Industry Develop and Research Authoritis. buah ini baik untuk kesehatan dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi sehari-hari.1. Buah naga bias disantap sebagai buah meja. campuran salad atau es buah.

229 g 0.8 g 30. (6) Zat besi untuk menambah darah.297 – 1. Vitamin B2 untuk meningkatkan nafsu makan.21 – 0. (2) Serat berfungsi mencegah kanker usus.65 g 0.1 g 0.68 Sumber : Taiwan Food Industry Develop & Research Authoritis Zat-zat di atas mempunyai fungsi sebagai berikut : (1) Protein dari buah naga merah mampu melancarkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung.2 – 36.1 Kandungan Nilai Gizi per 100 gr Buah Naga Merah Zat Air Protein Lemak Serat kasar Karoten Kalsium Fosfor Iron Vitamin B1 Vitamin B2 Vitamin B3 Vitamin C Thiamine Riboflavin Niacin Abu Lain-lain Kandungan Gizi 82.3 – 8.5 – 83 g 0. (5) Fosfor untuk pertumbuhan jaringan tubuh.9 Tabel 2.28 – 0.43 g 8–9g 0.044 g 1.297 – 0.61 g 0.54 – 0.030 g 0. (3) Karoten berfungsi menjaga kesehatan mata.043 g 0.55 – 0.300 g 0.045 g 0.28 – 0.7 – 0.28 g 0.159 – 0. menguatkan otak dan mencegah penyakit.043 – 0.012 g 6.9 g 0.043 – 0. penyakit kencing manis dan baik untuk diet. . (7) Vitamin B1 untuk kestabilan suhu tubuh.005 – 0. (4) Kalsium untuk menguatkan tulang.

dahan buah naga dihancurkan untuk dijadikan makanan ternak kambing atau sapi. Bagian-bagian lain (selain buah yang matang) dari tanaman buah naga juga dimanfaatkan untuk konsumsi manusia dan hewan. 1986). digoreng. Buah naga yang belum masak dapat dibuat sup. Hal ini disebabkan oleh pankreas sebagai produsen insulin tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh. dan dijadikan sup. 2007). sehingga pembakaran dan penggunaan karbohidrat tidak sempurna (Tjokroprawiro. 2.2.2 Diabetes Mellitus Diabetes mellitus atau yang lebih dikenal dengan penyakit gula atau kencing manis diakibatkan oleh kekurangan hormon insulin.1 Klasifikasi Diabetes Mellitus Secara umum diabetes mellitus dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu : 1. Dahan atau cabang buah naga juga dapat dimakan dijadikan salad. IDDM) . Di Amerika Selatan. Vitamin C untuk menjaga kesehatan dan kehalusan kulit. digoreng. Diabetes Tipe I ( Diabetes mellitus tergantung insulin. Pakan ternak dari dahan tersebut terbukti dapat meningkatkan kadar susu dan kualitas daging ternak (Winarsih. 2. atau dapat dikeringkan untuk dijadikan minuman semacam teh. Masakan dari dahan tumbuhan buah naga dipercaya dapat membuang racun dalam tubuh dan membersihkan pencernaan.10 Vitamin B3 untuk menurunkan kadar kolesterol. Bunga buah naga dapat juga dikonsumsi sebagai sayur urap. urap.

Diabetes tipe II sering dihubungkan dengan resistensi organ target yang membatasi respon insulin endogen dan eksogen. atau antibodi autoimun. Pada beberapa kasus . Gangguan katabolisme yang disebabkan hampir tidak terdapatnya insulin dalam sirkulasi. sehingga merupakan faktor resiko pada diabetes tipe ini. kerja toksin kimia. et al. pankreas gagal berespon terhadap masukan glukosa (Mycek. Diabetes TIPE I ini merupakan bentuk diabetes parah yang berhubungan dengan terjadinya ketosis apabila tidak diobati. lazimnya terjadi pada anak remaja tetapi kadang-kadang juga terjadi pada orang dewasa. Akibat dari dekstruksi sel beta.11 Penyakit ini ditandai dengan defisiensi insulin absolute yang disebabkan oleh lesi atau nekrosis sel beta langerhands. 2002). hilangnya fungsi sel beta dapat disebabkan oleh invasi virus. 2. 2002). glukagon plasma meningkat dan sel-sel beta pankreas gagal merespon semua stimulus insulinogenik (Katzung. Pada NIDDM pankreas masih mempunyai beberapa sel beta yang berfungsi untuk menghasilkan insulin untuk memelihara homeostasis glukosa. NIDDM) Diabetes tipe II merupakan suatu kelompok heterogen yang terdiri dari bentuk diabetes yang lebih ringan yang terutama terjadi pada orang dewasa tetapi kadangkadang juga terjadi pada remaja. Sirkulasi insulin endogen cukup untuk mencegah terjadinya ketoasidosis tetapi insulin tersebut dalam kadar kurang normal atau secara relatif tidak mencukupi karena kurang pekanya jaringan. sebagian besar pasien dengan diabetes tipe II bertubuh gemuk (Katzung. Diabetes Tipe II (Diabetes mellitus tak tergantung insulin. 2001). Obesitas umumnya menyebabkan gangguan kerja insulin.

Mikroangiopati merupakan lesi spesifik diabetes yang menyerang kapiler dan arterola retina (retinopati diabetik). ketosis dan asidosis (Ganong. 2. et al. seperti ketoasidosis diabetik dan hiperglkemia. 2) komplikasi vascular jangka panjang. polidipsia (banyak minum). Data statistik menunjukan bahwa pengontrolan gula darah saat kehamilan bagi penderita diabetes gestasional akan menghindari ibu dan bayi yang dilahirkan dari kematian atau cacat (Gutrhrie and Guthrie.2 Gejala Diabetes Mellitus Penyakit diabetes mellitus ditandai poliuria (banyak berkemih). hiperglikemia. Komplikasi-komplikasi pada diabetes mellitus dapat dibagi menjadi : 1) kompliksai metabolit akut. otot-otot dan kulit. dan pembuluhpembuluh sedang dan besar (makroangiopati). 2006). 1998). DM tipe I atau DM tipe II terjadi pada wanita yang tidak menjalani penanganan pada saat diabetes gestasional ini terjadi. ada kemungkinan akan normal kembali namun toleransi glukosa yang terganggu juga biasa terjadi setelah kehamilan tersebut. hiperosmolaritas (Silnernagl dan Lang. Perlu dilakukan pemeriksaan sebelum 24 minggu kehamilan. Makroangiopati diabetik mempunyai gambaran histopatologi berupa aterosklerosis (Price and . dan polifagia (banyak makan). walaupun banyak makan tetapi berat tubuh menurun. melibatkan pembuluh-pembuluh kecil (mikroangiopati). 3. 2003). glomerulus ginjal (nefropati diabetik).12 disebabkan oleh penurunan jumlah atau mutasi reseptor insulin (Mycec. glikosuria.2. Diabetes Gestasional Diabetes gestasioanal adalah diabetes terjadi pada saat kehamilan. 2001).

juga sebagai sumber energi utama bagi kerja otak (Irawan. Pengaturan fisiologis kadar glukosa darah sebagaian besar tergantung dari ekstraksi glukosa. Glukosa selain akan berperan sebagai bahan bakar bagi proses metabolisme. 2002).13 Wilson. disakarida maupun polisakarida akan dikonversi menjadi glukosa dalam hati. Gejala lainnya adalah berupa impotensi.3 Metabolisme Glukosa Glukosa merupakan zat terpenting dalam kaitannya dengan penyediaan energi dalam tubuh. Glukosa diabsorbsi dalam tubuh. Di dalam tubuh. Selain itu jaringan perifer otot dan adipose juga mempergunakan glukosa sebagai sumber energi. meskipun secara kuantitatif tidak sebesar hati (Price dan Wilson. Glikogen dalam hati dan otot dimetabolisme menjadi glukosa kembali melalui proses glikolisis dan trigliserida dimetabolisme menjadi asam lemak dan gliserol . Jaringanjaringan ini ikut berperan dalam mempertahankan kadar glukosa darah. Semua karbohidrat yang dikonsumsi baik itu monosakarida. 1998). 2006). Infark jantung dapat juga terjadi akibat dinding arteri timbul benjolan-benjolan yang mengganggu sirkulasi darah (Tjay dan Rahardja. sintesis glikogen. dan akhirnya akan kembali ke kadar semula. kadar glukosa dalam darah akan meningkat untuk sementara waktu. 1995). glukosa tidak hanya dapat tersimpan dalam bentuk glikogen di dalam otot dan hati namun juga dapat tersimpan pada plasma darah dalam bentuk glukosa darah. infeksi stafilokok pada kulit dan keluhan claudicatio ditungkai yang berciri kejang-kejang sangat nyeri di betis setelah berjalan beberapa meter. 2. dan glikogenolisis dalam hati.

Penyerapan glukosa dalam sel diperantarai oleh insulin yang merupakan hormon yang dilepaskan oleh sel-sel β pankreas. 2007). Hal ini terjadi ketika tingkat glukosa darah menurun. atau ketika jumlah glukosa yang masuk ke dalam sel tidak mencukupi dan cadangan glikogen terpakai habis (Ciappesoni. Hormon insulin merupakan hormon yang berfungsi dalam menurunkan kadar glukosa darah. Jumlah glukosa yang diambil dan dilepaskan oleh hati dan yang dipergunakan oleh jaringan perifer tergantung dari keseimbangan fisiologis hormon. 2002). . Hormonhormon ini dapat diklasifikasikan sebagai hormon yang menurunkan kadar glukosa darah dan hormon yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah. 1980). Peningkatan kadar glukosa darah setelah makan atau minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar glukosa darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar glukosa darah menurun secara perlahan (Coles. Insulin juga menghambat pelepasan glukosa dari glikogen hepar (Glikogenolisis) dan memperlambat pemecahan lemak menjadi trigliserida. Selain itu insulin juga menghambat pemecahan protein dan lemak untuk memproduksi glukosa (Glukoneogenesis) di hepar dan ginjal (Andra. Insulin menurunkan kadar glukosa darah dengan cara memfasilitasi masuknya glukosa ke dalam sel terutama otot serta mengkonversi glukosa menjadi glikogen (Glikogenesis) sebagai cadangan energi. dan keton. asam lemak bebas.14 (lipolisis) untuk diubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis.

Glukagon adalah hormon polipeptida yang dihasilkan oleh sel α pankreas. Peningkatan kadar glukosa darah dapat terjadi pada keadaan hiperglikemia. 1984). Hormon adreanalin yang dihasilkan pada bagian medula mempengaruhi pemecahan glikogen (glikogenolisis) dalam hati sehingga kadar glukosa darah meningkat. 1996).. Keempat hormon ini membentuk suatu mekanisme counter-regulator yang mencegah timbulnya hipoglikemia akibat pengaruh insulin. Sekresi kelenjar anak ginjal tersebut dipengaruhi oleh hormon adenokortikotropik (ACTH) yang dihasilkan oleh kelenjar hifofise anterior (Zarkasay. Shahib. dan growth hormone. Ephineprin disekresikan oleh medula adrenal dan jaringan kromatin (Muraay et al. epinefrin. Glukagon disekresikan jika tubuh hewan dalam keadaan hipoglikemia dan strees. Hormon glukokortikoid yang dihasilkan pada bagian kortek berperan dalam perubahan protein menjadi glikogen di hati. lipemia. Glukagon penting karena ikut melibatkan diri dalam mobilisasi glukosa dari hati dan asam lemak dari jaringan adipose. Penurunan kadar glukosa darah terjadi pada keadaan hipoglikemia disebabkan oleh out put glukosa (glukoneogenesis dan glikogenolisis) dari hati normal sedangkan pemasukan glukosa di perifer normal atau kombinasi keduanya. glikokortikoid. Hormon yang juga mempengaruhi kadar glukosa darah dalam tubuh adalah hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar anak ginjal yaitu glukokortikoid dan adrenalin. selanjutnya merubah glikogen menjadi glukosa. Hiperglikemia dapat terjadi apabila kadar . 1980).15 Hormon yang diklasifikasikan sebagai hormon yang mampu meningkatkan glukosa darah adalah glukagon. 2003. dan ketonemia (Coles.

tubuh segera mulai membuat glukosa dari glikogen yang tersimpan di hati. 2001). Komplikasi lebih lanjut yaitu terjadi kerusakan saraf pada retina. kehilangan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri dan melawan infeksi. 2005). Gejala ini disebut glikosuria. apabila tidak diatasi dengan segera bisa menyebabkan koma dan kadang cedera otak menetap (Peretta. sehingga kelebihan glukosa tersebut dikeluarkan melalui urin. 2007). Sedangkan jika terjadi peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). 2008). timbul rasa haus. Berkurangnya kadar glukosa darah ke otak bisa menyebabkan sakit kepala. karena fungsi hormon glukagon pankreas meningkat dan fungsi hormon insulin pankreas menurun (Saun. yang cenderung menyebabkan rasa lapar. dan gemetaran. . Untuk melindungi otak.16 glikogen tinggi. Tubuh mulai membakar lemak untuk memenuhi kebutuhan energinya. Jika kadar glukosa darah rendah (hipoglikemia). juga menyebabkan kerusakan pada saraf dan infeksi pada gusi (Wati. filtrat glomerulus mengandung glukosa di atas batas ambang untuk direabsobsi. Akibatnya penderita akan banyak kencing. organ pertama yang terkena pengaruhnya adalah otak. dan kehilangan berat badan (Kurniawan. 2006). glukosa. meningkatnya kesiagaan. kecemasan. polidipsia. Sel lemak yang dipecah akan menghasilkan keton yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis) (Sedyawan. Proses ini melibatkan pelepasan epinefrin (adrenalin).

Glibenklamid diekskresikan bersama feses dan sebagai metabolit bersama urin (Anonim. dan sebagian terikat dengan protein plasma. hal ini umum terjadi pada golongan Sulfonylurea. Pada penggunaan per oral. sebagian glibenklamid di absorbs ke cairan ektrasel. rasa tidak enak di perut. 2002).. diantaranya Metformin Hidroklorida yang bekerja tidak melalui perangsangan insulin tetapi . Glibenklamid menstimuli sel-sel beta dari pulau langerhans pankreas sehingga sekresi insulin ditingkatkan. mual. Glibenklamid secara relatif mempunyai efek samping yang rendah.et all. Pemberian glibenklamid dosis tunggal akan menurunkan darah dalam 3 jam dan kadar ini dapat bertahan selama 15 jam. Efek samping bersifat ringan dan hilang sendiri setelah obat dihentikan. Ada indikasi bahwa obat ini juga memperbaiki kepekaan organ tujuan bagi insulin dan menurunkan absorbsi insulin oleh hati (Tjay dan Rahardja. Glibenklamid merupakan kontraindikasi pada pasien. kerusakan hati dan insufisiensi ginjal (Hardjasaputra. Efek samping pemberian glibenklamid adalah hipoglikemia.17 2. Glibenklamid bekerja dengan merangsang sekresi insulin dari pankreas. Oleh karena itu glibenklamid hanya bermanfaat pada penderita diabetes dewasa yang pankreasnya masih mampu memproduksi insulin. Obat antidiabetika selain glibenklamid yang dijual di pasaran. 2002). 2009). dan anoreksia. Disamping itu kepekaan sel-sel beta bagi kadar glukosa darah juga diperbesar melalui pengaruhnya atas protein transport glukosa.4 Glibenklamid Glibenklamid adalah hipoglikemik oral derivat sulfonil urea yang bekerja aktif menurunkan kadar gula darah.

2002)..et all. 1995). Akarbosa yang bekerja menghambat α glukosidase sehingga memperlambat dan menghambat penyerapan karbohidrat (Santoso dan Zaini.18 langsung terhadap organ sasaran (Ganiswarna. .

19 BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3. Kadar glukosa akan meningkat dan setelah 2 jam kembali ke kadar semula. menguatkan daya kerja otot. hal ini berbahaya bagi tubuh karena glukosa tidak dapat berubah menjadi glikogen.) Winarsih (2007) melaporkan buah naga dapat menurunkan kadar kholesterol. Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman dari pada penggunaan obat modern.1 Kerangka Konsep Glukosa merupakan salah satu sumber energi dari tubuh. Secara . Peningkatan konsentrasi glukosa dalam plasma darah. Hal ini disebabkan obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit dari pada obat modern. Jika kenaikan kadar glukosa darah persisten. sehingga diperlukan pengobatan yang lebih murah dan tidak merugikan penderita. Hal ini dijumpai pada penderita diabetes mellitus. meningkatkan ketajaman mata. Pengobatannya sampai saat ini masih tergolong mahal seperti penggunaan obat modern salah satunya glibenklamid. mencegah kanker usus. ke dalam darah. menghaluskan kulit. menyeimbangkan kadar gula darah. akan merangsang sekresi hormon insulin. Glukosa masuk ke peredaran darah melalui penyerapan pada saluran cerna (Riyadi. Waktu paruh insulin dalam darah kurang dari 3-5 menit (Kurniawan. Contoh tanaman yang digunakan sebagai tanaman obat yaitu tanaman jenis kaktus. 2007). 2008). Salah satu jenis kaktus yang saat ini sudah dikenal di Indonesia adalah buah naga (dragon fruit.

aloksan)  Kelompok perlakuan III (aloksan+ekstrak etanol buah naga daging putih (H. Alur penelitian yang akan dilaksanakan dapat dilihat pada Gambar 3. undatus.undatus) 2% (dosis 50 mg/kg bb) )  Kelompok perlakuan IV (aloksan+ekstrak etanol buah naga daging putih (H.) Skrining Fitokimia Kelompok perlakuan terhadap Tikus :  Kelompok perlakuan I (kontrol negatif)  Kelompok perlakuan II (kontrol positif .20 keseluruhan. undatus) Preparasi buah naga daging putih (H. buah ini baik untuk kesehatan dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi sehari-hari.undatus) 2% (dosis 100 mg/kg bb))  Kelompok perlakuan V (aloksan+glibenklamid 0. Buah naga daging putih (H.02% ) Pengambilan sampel darah Pengukuran glukosa darah dan rata-rata berat badan Uji efektifita pada masing-masing perlakuan Analisis Statistik Gambar 3.1 di bawah ini.1 Alur Penelitian .

novergicus) yang diinduksi aloksan.2 Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka konsep diatas. novergicus) yang diinduksi aloksan. dapat dirumuskan hipotesis bahwa : 1. Ekstrak etanol buah naga daging putih (H.21 3. Ekstrak etanol buah naga daging putih (H.undatus) memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (R. undatus) aktivitasnya sebanding dengan glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (R. novergicus) yang diinduksi aloksan. 3. Ekstrak etanol buah naga daging putih (H. 2. .undatus) memiliki efek meningkatkan rata-rata berat badan tikus putih jantan (R.

2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan. berumur 3 bulan dengan berat badan rata-rata 150-300 . Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Oktober 2010. skrining fitokimia. perkembangan berat badan. pembuatan ekstrak.0 for Window.22 BAB IV METODE PENELITIAN 4. Universitas Udayana.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) di lakukan pengujian langsung efek ekstrak etanol buah naga daging putih (H. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan meliputi : pengambilan dan pengolahan sampel.3 Hewan Coba Hewan yang digunakan pada penelitian ini adalah 25 ekor tikus putih jantan (Rattus novergicus). Denpasar. dan pengujian efek penurunan kadar glukosa darah. 4. undatus) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan (R. novergicus) yang diinduksi aloksan di laboratorium dengan metode perusakan pankreas. analisis data secara statistik dengan ANOVA menggunakan piranti dan Statistical Program Social Science (SPSS) 15. 4.

maserasi dilakukan sampai diperoleh maserat yang jernih. neraca analitik. oral sonde. freeze dryer. gelas ukur.6 Pembuatan Ekstrak Buah Naga Ekstrak buah naga dibuat dengan cara maserasi.4 Alat Penelitian Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kandang pemeliharaan tikus. 4. Ampas dimaserasi dengan etanol 70% menggunakan prosedur yang sama. pereaksi Meyer. etanol 70%. 4. spuit 0. pemanas air. kain kasa. asam sulfat. kapas. penguap vacuum putar. 4.5 Bahan Penelitian Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah naga daging putih (H. gelas beker. aloksan. pereaksi Dragendorf. terlebih dahulu tikus dipelihara selama 2 minggu dalam kandang yang baik untuk menyesuaikan dengan kandangnya. Semua maserat etanol digabungkan dan diuapkan dengan menggunakan alat penguap vakum putar pada . kemudian ditambahkan pelarut etanol 70% dimasukan ke dalam wadah. mortal. sebanyak 50 gram buah naga segar dihancurkan dengan menggunakan mortal. ditutup dan dibiarkan selama dua hari terlindung dari cahaya sambil diaduk. blender. asam klorida. Sebelum percobaan dimulai. disaring sehingga di dapat maserat. pereaksi besi. aluminium foil. dan satu set Glukometer (EZ Smart). serbuk magnesium. pereaksi Bouchardat. glibenklamid. alat pemanas air. aquadest.23 gram.5 cc. undatus).

Aloksan diinjeksi sekali sebanyak 120 mg/kgBB secara intra peritoneal. Kemudian dimasukan ke dalam labu takar 100 ml. Volumenya dicukupkan dengan aquades hingga 100 ml.1 Pembuatan Suspensi Glibenklamid 0. bahan uji yang terdiri dari 2 dosis dan bahan pembanding). 4.8 Pengujian Efek Anti Diabetes Untuk pengujian ini tikus dibagi atas perlakuan (kontrol. Adapun perlakuan yang diberikan sebagai berikut: .24 temperature + 400 C sampai diperoleh ekstrak etanol kental kemudian dikeringkan menggunakan freeze dryer (Maksum.2 Pembuatan Suspensi Ekstrak Etanol Buah Naga 2% b/v Ekstrak etanol buah naga (2 gr) ditambahkan tetes demi tetes aquades.7. Kemudian dimasukan ke dalam labu takar 100 ml. Kemudian berat badan ditimbang dan diukur kadar glukosa darah puasa pada hari0.7.7 Pembuatan Larutan dan Suspensi 4. Pemberian ekstrak etanol buah naga dengan konsentrasi 2% yaitu untuk mempermudah pemberian pada tikus putih. Setelah tiga hari (hari ke-3). untuk memastikan kadar aloksan masih berfungsi sebagai diabetik eksperimental. Volumenya ditambahkan dengan aquades hingga 100 ml. kadar glukosa darah dan berat badan tikus kembali diukur. 4. Masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus. Tikus dipuasakan (tidak makan tapi tetap minum) selama16-18 jam. 2008).02% Sebanyak 20 mg glibenklamid digerus dan ditambahkan tetes demi tetes aquades. 4.

IV. 4. Perlakuan I sebagai kontrol negatif (tikus sehat) tanpa diberikan perlakuan 2. 2007). Perlakuan V aloksan + suspensi glibenklamid 0. 5. 4. Perlakuan IV aloksan + suspensi ektrak etanol buah naga daging putih 2% (dosis 100 mg/kg bb) per oral. dan V dilakukan setiap hari mulai hari ke-3 sampai hari terakhir (hari ke-21). per oral.25 1. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan dengan menggunakan glucotest EZ smart (Salim. 21. Dengan menyentuhkan setetes darah ke strip. Pemberian perlakuan pada perlakuan III. Ketika wadah terisi penuh oleh darah. Kadar glukosa darah serta berat badan tikus diukur kembali pada hari ke-7. glukotest ini secara otomatis akan berfungsi ketika strip dimasukan dan akan tidakberfungsi ketika strip dicabut. alat akan mulai mengukur kadar glukosa darah.14. Perlakuan III aloksan + suspensi ekstrak etanol buah naga daging putih 2% (dosis 50 mg/kg bb). hasil pengukuran dibaca selama 9 detik darah masuk strip.9 Pemeriksaan Glukosa Darah Pengukuran glukosa darah menggunakan Glukometer (EZ Smart). reaksi dari wadah strip akan otomatis menyerap darah ke dalam strip melalui aksi kapiler. . Perlakuan II sebagai kontrol positif aloksan 3.02% (dosis 1 ml/kg bb) per oral.

10.1 Prinsip Pengukuran Sampel darah akan masuk ke dalam test strip melalui aksi kapiler glukosa yang ada dalam strip dan akan dihasilkan kalium ferosianida. Sebagai informasi awal dalam mengetahui golongan senyawa kimia apa yang mempunyai aktivitas biologi dari suatu tanaman. saponin.10 Skrining Fitokimia Skrining fitokimia digunakan untuk mendeteksi senyawa tumbuhan berdasarkan golongannya. Oksidasi kalium ferosianida akan menghasilkan muatan listrik yang akan diubah oleh glukometer untuk di tampilkan sebagai konsentrasi glukosa pada layar. 4. tannin. . β-D-Glukosa + kalium ferisianida ferisianida Kalium ferosianida Oksidasi glukosa oksidase as.9. steroid (Teyler. Kalium ferosianida yang dihasilkan sebanding dengan konsentrasi glukosa yang ada dalam sampel darah. Metode yang telah dikembangkan dapat mendeteksi adanya golongan senyawa alkaloid. flavonoid.26 4.1998). glukonat + kalium kalium ferisianida + e(Arkay. Pereaksi Wagner Satu ml isolat ditambahkan beberapa tetes pereaksi wagner. 2001) 4.1 Pemeriksaan Alkaloid a. reaksi positif jika terbentuk endapan coklat.

reaksi positif jika terbentuk endapan putih. b.4 Pemeriksaan Polifenol Satu ml isolat ditambahkan pereaksi FeCl3 1%. Reaksi positif jika memberikan warna putih. Pereaksi Meyer Satu ml isolat ditambahkan beberapa tetes pereaksi meyer. Reaksi positif jika terjadi perubahan warna spesifik. 4.10.10.27 b. Reaksi positif jika terbentuk busa yang tahan lama. Pereaksi Wilstater Satu ml isolat ditambahkan beberapa tetes HCl pekat + sedikit serbuk Mg. .3 Pemeriksaan Saponin (Uji Busa) Satu ml isolat ditambahkan air panas dan dikocok.10. c. Pereaksi NaOH 10% Satu ml isolat ditambahkan beberapa tetes pereaksi NaOH 10%.2 Pemeriksaan Flavonoid a. Reaksi positif jika terbentuk warna kehitaman atau biru tua. Reaksi positif jika terjadi perubahan warna merah-orange. Pereaksi Smith-Metacalfe Satu ml isolat ditambahkan beberapa tetes HCl pekat kemudian dipanaskan. 4. 4.

4. coklat menunjukan triterpenoid.11 Analisis Data Data kadar glukosa darah dan berat badan yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA.28 4. Perhitungan Statistik dilakukan dengan bantuan piranti SPSS 15. 1980). .0 for Window. Uji lanjutan yang digunakan untuk melihat perbedaan yang nyata antar perlakuan adalah uji rata-rata Duncan (Steel dan Torrie.10.5 Pemeriksaan Steroid danTriterpenoid Satu ml isolat ditambahkan asetat anhidrat ditambah H2SO4 pekat dan asetat anhidrid jika terjadi perubahan warna hijau-biru menunjukan positif steroid dan jika perubahan warna merah-ungu.

40 + 92.05) dengan semua perlakuan.20 + a 7.63 269.40 + a 12.29 BAB V HASIL PENELITIAN 5.54 90.60+ a a a 15.88 415.86 17.04 120.40 + a 18.20+ 471.46 91.60+ b 56.36 245.20+ a 14.05). Kadar glukosa darah pada hari ke-3 diperoleh hasil pada perlakuan kontrol negatif berbeda nyata (P<0.80 + 136.1 Tabel 5.38 a 69.80+ a 11.20 + 102.60+ a 9.00+ a 74.34 b Perlakuan 1 2 3 4 5 0 92. dosis 100 mg/kg bb dan perlakuan .05).00 + a 18.86 369.02 98.40 + 34.60+ a 23.14 87.31 232.59 16.56 85.1 Kadar Glukosa Darah Hasil penelitian ekstrak etanol buah naga daging putih (H.94 89.20+ 93.76 123.60 + 16.00+ 480.20+ 138.33 91.89 a 19. undatus) 2% sebagai penurun kadar glukosa darah pada tikus putih dapat dilihat pada Tabel 5.04 114.72 a 21 93.97 a Keterangan : Angka yang diikuti dengan huruf superscript yang sama kearah kolom menunjukan tidak berbeda nyata (P>0. sedangkan perlakuan dosis 50 mg/kg bb.83 88.60+ a 82.20+ b 144.24 80.20+ a 4.80+ b 62.80+ b b b 77.1 Kadar Glukosa Darah Tikus putih hari-0 sampai hari ke-21 Rata-rata kadar glukosa darah (mg/dl) 3 7 14 92. Perlakuan 1 : Kontrol negatif Perlakuan 2 : Kontrol positif Perlakuan 3 : Dosis 50 mg/kg bb Perlakuan 4 : Dosis 100 mg/kg bb Perlakuan 5 : Glibenklamid 1 ml/kg bb Kadar glukosa darah pada hari-0 diperoleh hasil semua perlakuan tidak berbeda nyata (P>0.73 88.

undatus) dalam rata-rata berat badan tikus putih dapat dilihat dalam Tabel 5.14.05) dengan kontrol negatif. dosis 100 mg/kg bb dan perlakuan glibenklamid 1 ml/kg bb tidak berbeda nyata (P>0.2 Rata-rata Berat Badan Hasil penelitian ekstrak etanol buah naga daging putih (H. .2.05) dengan kontrol positif.1 Grafik Kadar Glukosa Darah Tikus putih Hari ke-0 sampai Hari ke-21 5.1. dan 21 pada perlakuan kontrol positif berbeda nyata (P<0. Hasil pengukuran kadar glukosa darah dapat dilihat pada gambar 5.30 glibenklamid 1 ml/kg bb tidak berbeda nyata (P>0. sedangkan perlakuan dosis 50 mg/kg bb. 500 Kadar Glukosa Darah (mg/dl) 400 Dosis ekstrak buah naga Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid 300 200 100 0 1 0 3 2 7 3 14 4 21 5 Hari Perlakuan Gambar 5. Kadar glukosa darah pada hari ke-7.05) dengan semua perlakuan.

71+2.36 199.47+1.54 ab b Keterangan : Angka yang diikuti dengan huruf superscript yang sama kearah kolom menunjukan tidak berbeda nyata (P>0.28+ 243.36+ 243.51+1.58 ab ab ab ab 3.70 19.30+ 26.85 15.31+2.59 179.38+ 243.30 3.94+ 17.88+2.54 41.19+1.11 6.73 19.22 195.48+3.3 Rata-Rata Persentase Selisih Berat Badan Tikus Putih Hari-3 sampai Hari Ke-21 Perlakuan 1 2 3 4 5 Rata-rata persentase selisih Berat Badan (%) 3 7 14 0.88+ 26.29 205.17 247.53 29.90+ 17.26+0.51 229.58+ 22. Perlakuan 1 : Kontrol negatif Perlakuan 2 : Kontrol positif Perlakuan 3 : Dosis 50 mg/kg bb Perlakuan 4 : Dosis 100 mg/kg bb Perlakuan 5 : Glibenklamid 1 ml/kg bb .02+3.88 17.18 5.90+ 209.23+1.02+ 43.18+ 30.07 2.94 3.05).82+ 17.72 3.99+3.43+2.42+ 11.28+ 208.09 4.96+0.80 Rata-rata Berat Badan (g) 3 7 14 242.70 18.59 21 244.15 184.71 239.22+1.31 Tabel 5.07 a b 0.06+ 217.16 189.06+2.66+ 26.62+ 20.88 9.99 4.82+ 185.26+2.30+ 42.26 210.62 3.00+ 23.66+ 188.56 2.39 41.44 18.2 Rata-Rata Berat Badan Tikus putih Hari-0 sampai Hari ke-21 Perlakuan 1 2 3 4 5 0 242.84+ 243.82+0.50+1.58+ 42.85+2.10+ 18.27 4.02+ 205.79 a b a a a b b b b 12.63 a c 1.00 28.09+3.56 4.42 a 21 0.74 244.83 220.92 Keterangan : Perlakuan 1 Perlakuan 2 Perlakuan 3 Perlakuan 4 Perlakuan 5 : Kontrol negatif : Kontrol positif : Dosis 50 mg/kg bb : Dosis 100 mg/kg bb : Glibenklamid 1 ml/kg bb Tabel 5.67 2.

Pada hari-21 diperoleh hasil pada perlakuan kontrol negatif tidak berbeda nyata (P>0. sedangkan perlakuan dosis 50 mg/kg bb.05) dengan perlakuan kontrol negatif. sedangkan perlakuan kontrol positif berbeda nyata (P<0. dosis 100 mg/kg bb dan perlakuan glibenklamid 1 ml/kg bb tidak berbeda nyata (P>0.05) dengan perlakuan dosis 50 mg/kg bb dan dosis 100 mg/kg bb.05) dengan perlakuan dosis 50 mg/kg bb. Hasil pengukuran rata-rata berat badan dapat dilihat pada gambar 5.2 . sedangkan perlakuan dosis 50 mg/kg bb.05) dengan semua perlakuan.0.05) dengan perlakuan kontrol positif.05) dengan semua perlakuan. dan glibenklamid 1 ml/kg bb. sedangkan perlakuan kontrol negatif berbeda nyata (P.32 Rata-rata persentase selisih berat badan pada hari ke-3 diperoleh hasil pada perlakuan kontrol negatif berbeda nyata (P<0.05) dengan perlakuan glibenklamid 1 ml/kg bb dan perlakuan kontrol positif. dosis 100 mg/kg bb. dosis 100 mg/kg bb dan perlakuan glibenklamid 1 ml/kg bb tidak berbeda nyata (P>0.05) dengan kontrol negatif. Pada hari-14 diperoleh hasil pada perlakuan kontrol positif berbeda nyata (P<0. Pada hari-7 diperoleh hasil pada perlakuan kontrol negatif tidak berbeda nyata (P>0.

33 240. .0 Dosis ekstrak buah naga Berat Badan (gram) Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid 220.0 1 0 3 2 7 3 4 14 5 21 Hari Perlakuan Gambar 5. undatus) 2 % dapat dilihat dalam Tabel 5.2 Grafik Rata-Rata Berat Badan Tikus Putih Hari Ke-0 sampai Hari Ke-21 5.0 200.0 180. undatus) 2% Hasil pemeriksaan skrining fitokimia ekstrak etanol buah naga daging putih (H.3 Skrining Ekstrak Etanol Buah Naga Daging Putih (H.

4. 2. 3.undatus) 2% mengandung senyawa flavonoid. Alkaloid Flavoniod Saponin Polifenol Steroid dan Triterpenoid Pemeriksaan + Hasil Dari Tabel 5. 5.4 Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Buah Naga Daging Putih (H. .4 di atas dapat dilihat bahwa ektrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2% No 1.34 Tabel 5.

mengalami peningkatan. glibenklamid (dosis 1 ml/kg bb).undatus) 2% dosis 50 mg/kg bb. dan glibenklamid dosis 1 ml/kg bb. masih dalam batas normal dan belum mengalami peningkatan kadar glukosa darah. dosis 100 mg/kg bb. Pada berat badan badan terjadi penurunan akibat dari ketidaksediaaan glukosa dalam sel karena insulin yang membatasi proses glukoneogenesis sangat sedikit atau tidak ada sama sekali.35 BAB VI PEMBAHASAN 6. dosis 100 mg/kg bb.undatus) 2% dosis 50 mg/kg bb. Glukosa yang dihasilkan kemudian akan terbuang melalui urine akibatnya. terjadi pengurangan jumlah jaringan otot dan jaringan adipose secara signifikan dan terjadi penurunan bobot berat badan (Rismahardian. ekstrak etanol buah naga daging putih (H. hal ini disebabkan karena ekstrak etanol buah naga dan glibenklamid sudah mampu menekan peningkatan kadar glukosa darah dengan cara mengaktifkan sel beta pankreas untuk produksi . hal ini disebabkan pengaruh aloksan yang menimbulkan hiperglikemi yang permanen dalam waktu dua sampai tiga hari (Suharmiati. 2008). dosis 100 mg/kg bb. Pada hari ke-3 kadar glukosa darah pada perlakuan kontrol positif. dan glibenklamid dosis 1 ml/kg bb. ekstrak etanol buah naga daging putih (H. 2003). kontrol positif.1 Pembahasan Pada hari ke-0. kadar glukosa darah pada perlakuan kontrol negatif. terjadi penurunan kadar glukosa darah pada perlakuan ekstrak etanol buah naga daging putih (H. Pada hari ke-7.undatus) 2% dosis 50 mg/kg bb.

Insulin memiliki empat efek yang dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan penyimpanan karbohidrat.36 insulin. glukosa dapat masuk ke dalam sel hanya melalui pembawa di membran plasma yang dikenal sebagai glucose transporter. hormon Insulin yang dihasilkan oleh sel beta pangkreas memainkan peranan penting dalam metabolisme glukosa. sel-sel tergantung insulin memiliki simpanan pengangkut glukosa intrasel. antara lain insulin mempermudah masuknya glukosa ke dalam sebagian besar sel. insulin meningkatkan difusi terfasilitasi (dengan perantaraan pembawa) glukosa ke dalam sel-sel tergantung glukosa tersebut melalui fenomena transporter recruitment. konsentrasi glukosa dalam darah ditentukan oleh keseimbangan yang ada antara proses-proses berikut. pembentukan glukosa oleh sel (terutama di hati). molekul glukosa tidak mudah menembus membran sel tanpa adanya insulin. apabila sekresi insulin berkurang. .21. sehingga terjadi peningkatan pengangkutan glukosa ke dalam sel. sebagian besar jaringan sangat bergantung pada insulin untuk menyerap glukosa dari darah dan mengunakannya. dengan demikian. yaitu: penyerapan glukosa dari saluran pencernaan. pengangkut-pengangkut tersebut diinsersikan ke dalam membran plasma sebagai respon terhadap peningkatan sekresi insulin. dan (secara abnormal) ekskresi glukosa oleh urin. pengangkut-pengangkut tersebut sebagian ditarik dari membran sel dan dikembalikan ke simpanan intersel (Sherwood. 2001). penurunan kadar glukosa darah ini berimplikasi dengan peningkatan ratarata berat badan pada hari ke-7 sampai hari ke. transportasi glukosa ke dalam sel. Pankreas sangat berperan dalam memelihara homeostasis glukosa darah.

insulin adalah satu-satunya hormon yang mampu menurunkan kadar glukosa darah (Sherwood. Saat sel beta dirusak oleh aloksan. terdapat beberapa teori yang menerangkan kerja aloksan terhadap sel beta pankreas. mekanisme aloksan menginduksi diabetes mellitus pada hewan percobaan. 1981). Glukosa terakumulasi dalam darah (hiperglikemia) hal itu disebut kondisi diabetes. insulin sangat berperan dalam menurunkan konsentrasi glukosa darah dengan meningkatkan penyerapan glukosa dari darah untuk digunakan dan disimpan oleh sel. memiliki efek sitotoksik selektif pada sel beta. Pemberian aloksan menyebabkan nekrosa spesifik pada pulau-pulau langerhans. Keadaan ini ditunjukan oleh meningkatnya kadar glukosa darah tikus kontrol positif. terjadi gangguan sekresi insulin mengakibatkan jumlah insulin berkurang. 2001). Aloksan dalam darah berikatan dengan GLUT-2 (pengangkut glukosa) yang memfasilitasi masuknya aloksan ke dalam sitoplasma sel beta pankreas. Menurut Santoso (2008). Pengamatan dengan mikroskop cahaya menunjukan adanya pengurangan intisel dan granula sitoplasmik pada sel beta pankreas 5 menit setelah penyuntikan aloksan dengan dosis diabetagonik (Cooperstein et al. Di dalam sel beta. aloksan menimbulkan depolarisasi berlebih pada mitokondria sebagai akibat pemasukan ion Ca2+ yang diikuti dengan penggunaan energi berlebih sehingga . Penurunan sekresi insulin mengakibatkan tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi. sementara secara simultan menghambat dua mekanisme yang digunakan oleh hati untuk mengeluarkan glukosa baru ke dalam darah (glukogenolisis dan glukoneogenesis).37 Dengan demikian.

Radikal hidroksil inilah yang menyebabkan kerusakan pada sel beta pankreas sehingga terjadi insulin dependent diabetes mellitus atau disebut juga alloxan diabetes pada hewan percobaan. Amygladin adalah salah satu senyawa yang dapat bertindak sebagai penangkap radikal hidroksil. Radikal ini akan mengalami dimutasi menjadi hydrogen peroksida dan pada tahap akhir mengalami reaksi katalisasi besi membentuk radikal hidroksil. diduga glikosida flavonoid yang terkandung dalam buah naga tersebut diduga bertindak . Diabetes tipe ini memiliki karakteristik yang serupa dengan diabetes tipe I pada manusia. Dialuric acid ini mengalami siklus redoks dan membentuk radikal superoksida. Dalam penelitian ini. Beberapa teori lain menerangkan bahwa aloksan dapat membangkitkan reactive oxygen species (ROS) melalui siklus reaksi yang hasil reduksinya berupa dialuric acid. Hasil skrining fitokimia salah satu kandungan buah naga adalah senyawa golongan flavonoid.38 terjadi kekurangan energi dalam sel. Dua mekanisme ini mengakibatkan kerusakan sel maupun massa sel pankreas. sehingga menghasilkan kondisi diabetes eksperimental (efek diabetagonik) pada hewan percobaan yang mengakibatkan hiperglikemi (Dorlan. Struktur kimia senyawa ini mempunyai sebuah cincin bezena dan gugus gula yang menyebabkan sangat reaktif terhadap radikal hidroksil dan dikatakan sebagai penangkap radikal hidroksil (Dorfman dan Adam. Golongan ini terutama yang berada dalam bentuk glikosidanya mempunyai gugus-gugus gula. Efek diabetagonik aloksan ini dapat dicegah oleh senyawa penangkap radikal hidroksil. 2002). 1973).

ini terlihat pada Gambar 5. Hipotesis 2 : Ekstrak etanol buah naga daging putih (H.undatus) 2% (dosis 100 kg/kb bb) memberikan penurunan kadar glukosa yang bermakna. sehingga dapat mencegah aksi diabetagonik dari aloksan (Herra dan Mulja. novergicus) yang diinduksi aloksan.undatus) 2% (dosis 50 mg/kg bb) dan ekstrak etanol buah naga daging putih (H. 2005). undatus) mampu menurunkan kadar glukosa darah baik pada dosis 50 mg/kg bb dan 100 mg/kg bb berbeda nyata jika dibandingkan dengan kontrol positif. 6. novergicus) yang diinduksi aloksan. . Penunjang : Ekstrak etanol buah naga daging putih (H. Kesimpulan : Hipotesis diterima.39 sebagai penangkap radikal hidroksil seperti halnya amygladin. Pada penelitian ini pemberian ekstrak etanol buah naga daging putih (H. disebabkan jumlah flavonoid yang ada dalam dosis tersebut cukup untuk menghasilkan penurunan kadar glukosa dan sebanding dengan pemberian glibenklamid 0.2 Pengujian Hipotesis Hipotesis 1 : Ekstrak etanol buah naga daging putih (H.undatus) memiliki efek meningkatkan berat badan tikus putih jantan (R.02% (dosis 1ml/kg bb).1.undatus) memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (R.

undatus) mampu meningkatkan berat badan baik pada dosis 50 mg/kg bb dan dosis 100 mg/kg bb (Gambar 5. Penunjang : Ekstrak etanol buah naga daging putih (H.undatus) 2% diduga aktivitasnya sebanding dengan glibenklamid 0. Kesimpulan : Hipotesis diterima. Kesimpulan : Hipotesis diterima.2) jika dibandingkan dengan kontrol positif. undatus) 2% dalam menurunkan kadar glukosa darah baik pada dosis 50 mg/kg bb dan dosis 100 mg/kg bb tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan glibenklamid. Hipotesis 3 : Ekstrak etanol buah naga daging putih (H. novergicus) yang diinduksi aloksan.02% dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (R.40 Penunjang : Ekstrak etanol buah naga daging putih (H. .

maupun dosis 100 mg/kg bb. . Saran Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang gambaran histologi sel beta pankreas terhadap efek pemberian ekstrak etanol buah naga daging putih yang diinduksi dengan aloksan. 2.2 1.undatus) 2% pada dosis 50 mg/kg bb. Ekstrak etanol buah naga daging putih (H.1 Simpulan Dari penelitian ini dapat ditarik simpulan : 1.41 BAB VII SIMPULAN DAN SARAN 7. undatus) 2% memiliki efek sebanding dengan glibenklamid sebagai penurun glukosa darah. dapat digunakan sebagai obat alternatif penurun glukosa darah. Perlakuan pemberian ekstrak etanol buah naga daging putih (H. 2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang isolasi dan identifikasi flavonoid pada ekstrak etanol buah naga daging putih. undatus) memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid sebagai antioksidan. 7. 4. undatus) 2% dosis 50 mg/kg bb dan 100 mg/kg bb dapat meningkatkan kembali berat badan tikus putih jantan dengan kondisi diabetes mellitus. Ekstrak etanol buah naga daging putih (H. Ekstrak etanol buah naga daging putih (H. 3.

S. hal. Setiabudi. Academic Press. 8. Thn 17.. Page 13-14. Medika No. Alih Bahasa : Hartanto H. Edisi XVII.tgl.es. 1-59.//www. The Diabetes Source Book.G. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Penerbit EGC.id. 522.Capra. Digestion and Absobsion www. and Guthrie. 103. Sounders Company. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Polyrhizus) terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih yang diinduksi Aloksan. (1987). (1973).H. Jakarta. akses 27 Februari 2008. 632 Andra. Action of Toxic Drugh on Islet Cell : In SJ Cooperstein. Materia Medika Indonesia. L. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.web. Bandung: Penerbit ITB. Dorfman. W. (1980). Krisis Insulin di Pulau http. Physiology. Nafrialdi. (2002). hal. (1981). (1998). London. Halaman 335. Langerhanns.iespana. Japan: Arkay. C. Edisi 21. Purwantyastuti. NBS. Feranose. 152.E.(2002).. A. Harbone.W. Guthrie. Vol 4. Hal. Arkay. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. (2007). Glucocardtm Test Strip II. Jilid V. Cooperstein SJ and Watkins D. New York. J. Ganiswarna. 3 rd edition. W.sehatgroup. P. Veterinary Clinical Phatology. and Pathology . Penerjemah Kosasih. Jakarta : EGC. (1991). (2001). Edisi 4. R. National Standard Reference Data System. (1989). (1995). dan Suyatna. Depkes RI. 518-519. Dorlan WAN. New York: Mc Graw Hill Company. Hal. Dudley Watkins (ed) The Islet of Langerhands Biochemistry. Inc Ciappesoni. Coles. Akses 13 Februari 2006 in Ruminants. dan Iwang Soediro. F.M. Ganong. (2003).E. and Adam. Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah (H. Farmakologi dan Terapi. Pengobatan Tradisional di Indonesia. G. P. R.. (2010). A. . D.B. Kamus Kedokteran Dorlan.42 DAFTAR PUSTAKA Agoes. 516. B.

E. no 2.K. B.com/2008/01/ kaitan-antarametabolisme-karbohidrat. G. Cimanggis. Perreta. Buah Naga.A.//www. (2002). Lippincott’s Illustrated Reviews: Farmacology. (2006). DOI.A. Fakultas Farmasi.. Gay) Terhadap Tikus yang Diinduksi Streptozotocin. Akses 25 Juni 2008. Farmakologi: Ulasan Bergambar.K.K. Glukosa dan Metabolisme http. Html. U. Jakarta.pdf. Uji Efek Ekstrak Etanol Biji Mahoni (Swietinia mahagoni Jacq) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Tikus Putih. . (2008). http. Kumar. Makanan Untuk Otak. Penerbit Erlangga. Universitas Airlangga. C.com/journal/06. Muray. Champe. Herra Studiawan dan Mulja Hadi Santosa. Surabaya. Skripsi Fakultas Farmasi USU.. Akses 25 Juni 2008. Penerbit Grafidian Press.U. Graner. Media Kedokteran Hewan Vol. Farmakologi Dasar dan Klinik.43 Harjasaputra. L. Penerjemah Azwar Agoes. Jakarta. P. S. Depok. Maksum. A. (2003). (Daftar Obat Indonesia). Universitas Sumatera Utara. D. Harvey.. In normal and in alloxan Induced Diabetic Rats. Hal. R. Uji Efek Anti Diabetes Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Thitonia difersifolia (hemsley) A. Edisi 25. Ramesh. (2008).L. Biokimia Harper.pssplab.J. Kurniawan. Kamil. S.K. Katzung. Hypoglicemic and Antihyperglicemic Effect of Gmelina asiatica Linn. R. D. Kasiviswanath. Andhra Pradesh: Departement of Pharmaceutical Sciences. (2002). Irawan. R. (2008). EGC.I. (2005). Halaman 671. Kaitan Antara Metabolisme Karbohidrat dan Diabetes Melitus. (2005). Uji Aktivitas Kadar Glukosa Darah Ekstrak Daun Eugenia polyanta pada Mencit yang Diinduksi Aloksan. Kristanto.//chemical zone... Edisi 10. Jakarta. (2008). (2005). M. Pembudidayaan di Pot dan di Kebun.. Edisi II. Sembiring dan H.C. 259. Linghuat Lumbat Raja. Rodwel and Victoe W. 677-678. Widya Medika. 21. Jakarta: Salemba Medika. M. energi. Edisi Kedua. Jakarta. G. Budipranoto. Mycek. (2001). Medan.blogspot. R. Swadaya.A.

V. dan Lang. www. Rizmahardian Ashari Kurniawan (2008). M.com. (2009). Santoso J. (2008) Penggunaan Rebusan Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dan Pengaruhnya terhadap Penurunan Glukosa Darah Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Aloksan. Kaitan antara Metabolisme Karbohidrat dan Diabetes Mellitus. Surakarta. R. Editor Edisi Bahasa Indonesia: Titiek Resmisari. Skripsi Fakultas Farmasi USU.edu. EGC. EGC. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan. Alih Bahasa: Iwan Setiawan . Siswono Handoko Jati (2008).. Sherwood L. PT Indofarma. Iqbal Mochtar. J. E. www. (2002).. Patofisiologi. Hepatic. Acute Coronary Syndrome In Diabetes Patients. Buku ke-2.uc. Glukosa : Suplai Asupan artikel@wikimi.A and Wilson. (2006).majalah-farmacia. Lipidosis. Departemen Kesehatan RI. S. (2007). Suharmiati. Pengujian Bioaktivitas Anti Diabetes Mellitus Tumbuhan Obat. Silbernagl. Penerbit Buku Kedokteran. Medan. Salim. S. www.C. http.S.doc. Universitas Pontianak. Saryono.acid/edisi2saryono.aus. Prospek Tantangan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat Untuk Terapi Diabetes.//www. Fakultas MIPA.44 Price. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Surabaya. (2001) Glucose Deficiency Disease : Ketosis. (2003). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2001). Konsep klinik Proses-Proses Penyakit.H.info. Saun. (1994). F. Glibenclamide. Agar Otak Maksimal. Jakarta: EGC. Riyadi. . Akses 18 Februari 2008. Sedyawan. Akses 23 Juni 2008. Pontianak.com. Anugrah. (2006).com. Efek Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Daun Salam (Syzygium polyantum) pada Hati Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCl4).DechaCare. Zaini. Edisi 4. Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi. H. dan N. Alih Bahasa P. Jakarta. Akses 28 Januari 2008. Santoso. Uji Efek Ekstrak Daun Murbei (morus australis poir) terhadap Penurunan Kadar Gula darah Tikus Putih. Edisi 2.stikesmuhgombong. (2007).J.

spunse.http. Jakarta. (2007). Jilid 2B. dan K. Wikipidia. Zarkasay. Wahyu.wikipidia. Naskah Lengkap Surabaya Diabetes. (2007). Obat-Obat Penting.wahyusite.blogspot. Pharmachognosy. (1996).php? category id=208p2start=8p2-article id=9638 com-action-display coment. Diabetes Mellitus Aspek Klinik dan Epidemiologi. Prevalensi Diabetes Mellitus Dewasa di Kodya Surabaya. (1986). Prinsip Prosedur Statistika Suatu Pendekakatan Biometrik. . Teyler. Bandung. (1988).H. Airlangga University Press. (1980). Intan Pariwara. Edisi Kedua .org/wiki/Buah Naga. 187-188. V. Rahardja.H. Torrie. Buah Naga wahyusite.G. Akses 25 Juni 2008.org/-triaseka/index. S.com Wati. (1996). Pemanfaatan Tanaman Obat Sebagai Alternatif untuk Pengobatan Diabetes Mellitus.D dan J. T. Penerbit PT. Surabaya. Semarang. Tjokroprawiro. http. Winarsih. CV Aneka Ilmu. Penggunaan dan Efek-efek Sampingnya. (2002). Surabaya. (Dragon Fruit). Sulastri. Tjokroprawiro. R. (Laporan Tugas). (2009). Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. P.R. Mengenal dan Membudidayakan Buah Naga. Gramedia.//www.//www.//id. Jakarta.45 Steel. (1999). PT. PT. A. Philadelphia : Lea & Febiger Tjay. 9th edition. Edisi-5. (1987). Lembaga Penelitian Universitas Airlangga. R. Suryohudoyo.E.http.A. Berkhasiat.. Jakarta. Buah Naga. Dasar Molekuler Diabetes Mellitus. Sains Biologi SMU. Setiap Penyakit itu ada obatnya kecuali mati Diabetes. (2008). A. Jurusan Farmasi FMIPA Unpad.

Uji Statistik Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Menggunakan SPSS 15.74 51.458 153.48 70.868 7.357 27.470 33.09 108.541 480.60 16.266 102.62 302.553 241.98 245.48 100.46 N Glukosa Darah awal Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Glukosa Darah 3 hari Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Glukosa Darah 7 hari Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Glukosa Darah 14 hari Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Glukosa Darah 21 hari Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 Mean Std.58 79.76 106.60 82.936 91.72 20.727 3.65 95.046 43.80 11.88 75.57 116.942 8.05 85.66 114.20 4.46 Lampiran 1.847 138.334 7.304 85.737 31.313 60.28 165.35 114.60 9.246 15.64 26. Oneway [DataSet1] E:\OKA DARMAYUDA\Data BB dan GD.961 232.919 89.14 78.20 77.147 1.187 88.346 64.80 62.094 93.021 93.72 160.60 16.26 592.314 415.45 162.80 19.20 7.79 76.92 75.0 for Windows ONEWAY glukosadarah_0 glukosadarah_3 glukosadarah_7 glukosadarah_14 glukosadarah_21 BY perlakuan /STATISTICS DESCRIPTIVES HOMOGENEITY /MISSING ANALYSIS /POSTHOC = DUNCAN ALPHA(.528 177.56 71.446 269.855 87.35 58.870 471.60 23.53 116.40 18.32 105.sav Descriptives 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound 68.20 69.00 98.762 4.58 65.598 7.05).20 144.67 226.34 78.043 6.899 37.60 56.46 107.05 108.97 424.80 114.34 113.741 88.564 92.206 245.91 213.315 80.455 89.970 33.471 Minimum 69 69 59 72 77 59 75 280 177 186 142 75 70 350 76 76 70 70 70 350 90 72 83 70 75 348 67 77 65 65 Maximum 110 110 99 104 96 110 110 470 500 298 500 500 113 600 232 103 270 600 110 600 138 109 254 600 104 518 151 87 119 518 .46 65.84 99.46 623.39 72.366 123.63 248.384 10.61 224.20 14.72 127.76 137.103 32.36 48.81 72.468 27.56 464.05 349.295 90.819 25.883 5.61 97.846 92.096 369.569 8.88 133.52 14. Error 92.79 83.20 17.24 493.00 18.40 34.54 338.635 51.70 112.04 127.03 67.43 188.20 136.97 115.10 273.63 97.06 210.40 15.96 294.40 12. Deviation Std.280 120.024 34.547 8.00 74.228 2.363 25.305 91.074 182.55 338.95 438.861 7.837 5.

222 4. N 5 5 5 5 5 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.963 Glukosa Darah awal Glukosa Darah 3 hari Glukosa Darah 7 hari Glukosa Darah 14 hari Glukosa Darah 21 hari Between Groups Within Groups Total Between Groups Within Groups Total Between Groups Within Groups Total Between Groups Within Groups Total Between Groups Within Groups Total 5.560 9755.000 .103 .05 1 85.146 Sig.47 Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic 1.600 657129.40 92.020 49247.205 df1 4 4 4 4 4 df2 20 20 20 20 20 Sig.617 2.8 23120.460 236.561 Duncan a Dosis ekstrak buah naga Dosis 50 mg/kg BB Glibenclamid Kontrol positif Dosis 100 mg/kg BB Kontrol negatif Sig.640 132043. .700 144641. .000 92.000 Post Hoc Tests Uji Lanjutan Duncan Test Homogeneous Subsets Glukosa Darah awal Subset for alpha = .000 36.760 4350.800 452806.00 .0 578565. .000 615189.240 196990.400 4858.010 . Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.821 .4 78563.0 528175.006 30.440 1156. a.20 90.180 107421.0 87014.0 429685.840 4720.048 .6 df 4 20 24 4 20 24 4 20 24 4 20 24 4 20 24 Mean Square 34.8 392103.000.040 F .922 .2 195112.458 8.350 .209 .105 Glukosa Darah awal Glukosa Darah 3 hari Glukosa Darah 7 hari Glukosa Darah 14 hari Glukosa Darah 21 hari ANOVA Sum of Squares 137.40 91.396 2.360 3928.60 88.

60 245.000.057 Duncana Dosis ekstrak buah naga Kontrol negatif Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Dosis 50 mg/kg BB Kontrol positif Sig.486 1. N 5 5 5 5 5 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a.20 1.60 102. a.000.05 1 2 89. a.05 1 2 92.60 138.80 .00 . Glukosa Darah 14 hari Subset for alpha = .20 93.000 . . N 5 5 5 5 5 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000 Duncana Dosis ekstrak buah naga Dosis 100 mg/kg BB Kontrol negatif Dosis 50 mg/kg BB Glibenclamid Kontrol positif Sig.20 123. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.20 269. Glukosa Darah 7 hari Subset for alpha = . Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.40 232.20 369.48 Glukosa Darah 3 hari Subset for alpha = .000.05 1 2 88.80 120.60 92.20 471.000 Duncana Dosis ekstrak buah naga Dosis 100 mg/kg BB Kontrol negatif Glibenclamid Dosis 50 mg/kg BB Kontrol positif Sig. N 5 5 5 5 5 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.00 480.289 1.

570 1.40 93.80 . N 5 5 5 5 5 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.20 87.49 Glukosa Darah 21 hari Subset for alpha = .05 1 2 80.000.000 Duncana Dosis ekstrak buah naga Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Dosis 50 mg/kg BB Kontrol negatif Kontrol positif Sig.60 91.80 415. a. 500 Dosis ekstrak buah naga 400 Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Kadar Glukosa Darah 300 200 100 0 0 1 3 2 7 3 14 4 21 5 Hari Perlakuan . Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.

460 189.6 181.9091 18.8 168.5 233.7 284.5 158.1 283.870 194.308 154.309 232.2 276.6 220.3 167.8001 12.859 215.2279 29.020 199.5950 19.1689 11.3 195.703 265.002 210.5333 19.926 172.2351 6.058 .5946 15.120 221. Deviation 42.0203 41.252 207.816 244.9377 10.200 242.6 283.300 229.079 205.580 209.690 294.7493 23.515 295.0 285.625 233.8 166.5 210.620 221.096 243.8 153.4184 11.118 .3615 17.7309 35.7033 17.5 210.820 215.2 283.4006 41.3644 7.580 221.106 2.3968 18.8153 8.5 285.620 218.9 155.660 210.8586 33.6 284.280 185.6788 11.892 206.5812 8.2651 30.205 232.2 247.178 .1512 22.360 205.883 191.4416 28.280 217.781 251.260 215.272 172.6292 9.6 248.8 258.5988 32.180 297.709 N Berat badan awal Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 Berat Badan 3 hari Berat Badan 7 hari Berat Badan 14 hari Berat Badan 21 hari Mean 242.9248 35.3 155.9604 8.709 161.0041 18.8 241.9997 11.074 272.6801 18.017 169.900 208.7 226.0 for Windows Oneway [DataSet1] E:\OKA DARMAYUDA\Data BB dan GD.0086 Minimum 192.880 191.8 195.424 243.020 179.851 240.227 203.7 223.267 266.5489 18.3 193.8314 19.380 220.8 168.680 241.268 212.7605 8.8 153.6952 10. .755 2.837 243.613 204.829 237.940 247.300 184.1 244.50 Lampiran 2.777 2.771 156.968 229.737 295.2962 26.7075 8.4 240.0118 7.100 243.1 284.3918 7.3631 7.318 205.427 190.3330 7.060 239.720 247.779 232.8020 34.133 245.8879 26.9 212.2 264.023 196.055 .561 200.0036 20.7004 17.732 227.533 172. Error 19.2 195.988 205.520 184.283 217.1517 13.627 169.3 158.640 174.7 Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic 1.9749 43.3 221.028 Berat badan awal Berat Badan 3 hari Berat Badan 7 hari Berat Badan 14 hari Berat Badan 21 hari .051 162.9760 6.4 168.5454 42.8810 6.880 188.244 Std.180 189.2712 7.1704 26.5 171.085 207.423 df1 4 4 4 4 4 df2 20 20 20 20 20 Sig. Uji Statistik Rata-Rata Berat Badan Tikus Putih Menggunakan SPSS15.7 210.8 193.3 155.940 235.7461 13.3 217.1 252.1974 6.sav Descriptives 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound 189.2 205.6 265.420 218.8 222.5116 17.6 194.048 280.640 295.1 210.5 Maximum 284.000 205.629 262.2 241.725 3.9 283.8 265.8 180.820 244.900 243.860 178.4919 5.9 223.3 166.840 195.7117 18.660 219.6 168.0428 Std.575 221.

1017 5.05 8.42067 .9940 3.88 9.05 4. Deviation Std.2520 2.2042 7.106 .15772 2.04 .3428 6.04 3.96320 3.9680 7.62 6.56776 1.1240 3.10 .42 7.74855 2.2804 5.11096 1.0763 4.1023 3.6172 8.77064 .21 1.3756 3.7936 6.12 1.70 .26 .0599 9.1301 7.0268 2.195 1.1980 1.82 1.2260 1.37356 -.4775 3.95 .04118 .99911 1.18972 .56228 1.39544 -.67381 .9434 3.29 7.5377 4.58 7.81600 .0437 1.07 .59310 4.4800 3.53 .13 3.54939 1.30873 1.08 14.02 .5040 1. Error Lower Bound Upper Bound .72320 .1497 .27092 1.5483 2.94107 .07138 1.6271 5.2478 3.13 6.18283 .63534 .78 .2132 .03 1.55 Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic 1.9620 .91 1.39126 . .07652 .34 7.62834 .12 .51 Lampiran 3.75 7.53206 .6748 13.79305 1.2360 1.8383 2.2740 2.0 for Windows Oneway [DataSet1] E:\OKA DARMAYUDA\data selisih.55 7.3917 6.32856 .09209 .63168 .0980 3.48 1.8880 2.18 8.32 2.5100 1.7454 1.7878 5.14834 .6565 7.139 .4700 1.1465 6.04 Maximum .6123 12.40 18.03 4.91 18.8516 9.51 6.5212 2.88 .sav Descriptives 95% Confidence Interval for Mean Mean Std.5779 4.9040 4.07 5.1359 2.401 df1 4 4 4 4 df2 20 20 20 20 Sig.34124 .60 1.28250 .46571 2.47971 8. Uji Statistik Rata-Rata Persentase Selisih Berat Badan Tikus Putih Menggunakan SPSS15.8280 .3783 4.8444 2.9812 5.14012 .8336 3.36 7.6997 7.86807 .58875 1.0660 2.7460 4.92865 1.43657 1.6082 3.0200 3.72529 2.6444 4.6817 6.04 .042 .270 Berat badan 3 hari Berat badan 7 hari Berat badan 14 hari Berat badan 21 .8540 2.8857 17.963 3.24909 .6209 .6323 N Berat badan 3 hari Kontrol Negatif Kontrol Positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Berat badan 7 hari Kontrol Negatif Kontrol Positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Berat badan 14 hari Kontrol Negatif Kontrol Positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total Berat badan 21 Kontrol Negatif Kontrol Positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Total 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 Minimum .3120 2.32 5.2908 4.70 .016 2.62644 .4360 2.2600 2.54 14.7180 2.39 10.01559 -.88423 .30 .2640 .0964 4.72821 3.

859 8.766 4.753 48. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.063 95.625 409.291 2.000 .844 .52 ANOVA Sum of Squares 57.05 1 2 .190 114.071 6. N 5 5 5 5 5 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.132 192.949 . a.795 .006 Berat badan 3 hari Berat badan 7 hari Berat badan 14 hari Berat badan 21 Between Groups Within Groups Total Between Groups Within Groups Total Between Groups Within Groups Total Between Groups Within Groups Total 1. .884 556.164 57.5100 2.107 Duncana Dosis Ekstrak Buah Naga Kontrol Negatif Glibenclamid Dosis 50 mg/kg BB Kontrol Positif Dosis 100 mg/kg BB Sig.167 102.7180 4.070 130. .2600 4.160 7.000 Post Hoc Tests Uji Lanjutan Duncan Test Homogeneous Subsets Berat badan 3 hari Subset for alpha = .998 Sig.001 13.651 df 4 20 24 4 20 24 4 20 24 4 20 24 Mean Square 14.767 146.000.4700 1.442 7.343 315.283 123.2640 2.344 F 4.354 35.

000 Duncana Dosis Ekstrak Buah Naga Kontrol Negatif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Kontrol Positif Sig.056 .3120 3. a.4360 9. Berat badan 14 hari Subset for alpha = .1980 3.8540 4. Berat badan 21 Subset for alpha = .243 .0200 3.0660 12.157 Duncana Dosis Ekstrak Buah Naga Kontrol Negatif Dosis 100 mg/kg BB Dosis 50 mg/kg BB Glibenclamid Kontrol Positif Sig.05 1 2 3 .3120 5. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.2260 . a.000 Duncana Dosis Ekstrak Buah Naga Kontrol Negatif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Kontrol Positif Sig. N 5 5 5 5 5 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.000. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.05 1 2 1. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.8540 3.2360 3.236 1.8880 4. N 5 5 5 5 5 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.054 1.0200 3.4800 4.8280 3.000.9620 2. a.0980 .9940 . .1980 3.4800 6. N 5 5 5 5 5 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.05 1 2 .53 Berat badan 7 hari Subset for alpha = .000.5040 3.

0 Dosis ekstrak buah naga Kontrol negatif Kontrol positif Dosis 50 mg/kg BB Dosis 100 mg/kg BB Glibenclamid Berat Badan (gram) 220.54 Profile Plots 240.0 200.0 180.0 0 1 3 2 7 3 14 4 21 5 Hari Perlakuan .