DEFINISI ILMU POLITIK ATAS DASAR HAKIKAT POLITIK

BAB I PENDAHULUAN Istilah ilmu politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunanai „polis‟ yang berarti kota atau negara kota. Dari kata polis itu diturunkan kata “polities” (warga negara) dan “politikos” (kewarganegaraan), kemudian kata “politike techne” atau kemahiran politik dan “politike episteme” untuk ilmu politik. Ilmu politik dipandang sebagai salah satu cabang dari ilmu sosial yang memiliki dasar, rangka, fokus dan ruang lingkup yang sudah jelas baru berkembang akhir abad ke-19. Namun apabila ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasionil dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya, bahkan dikatakan sebagai ilmu sosial yang paling tua umurnya. Di Yunani Kuno, pemikiran mengenai negara sudah dimulai pada tahun 450 S. M. ini dapat dilihat dari karya-karya yang dihasilkan oleh Herodotus, atau filusuf-filusuf seperti Plato dan Aristoteles. Di Indonesia kita mengenal beberapa tulisan yang menuangkan ide mengenai kehidupan berbudaya dan bernegara antara lain Negara Kertagama karya Mpu Prapanca dan Babad Tanah Jawi. Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk kedalam masalah filsafat. Terutama Moral Philosophy, dan bahasannya tidak bisa dilepaskan dari sejarah. Setelah perang dunia II perkembangan ilmu politik semakin pesat. Di Negeri Belanda pertama kali didirikan Faculteit der Sociale en Politike Wetenschappen tahun 1947. Selanjutnya terus berkembang, UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) menyelenggarakan suatu penelitian secara mendalam yang mencakup kira-kira 10 negara. Hasilnya di bukukan dalam The University Teaching of Social Sciences : Political Science. Di STIA-LAN di buka dua jurusan yakni Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis. Di dua jurusan itu diajarkan Pengantar Ilmu Politik serta Sistem Politik Indonesia untuk menambah pengetahuan mahasiswa mengenai sistem perpolitikan dan pengetahuan dunia politik di indonesia khususnya serta pengetahuan politik dunia secara umum. Mengingat begitu besarnya arti politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya bagi aparatur pemerintah yang kesehariannya menjadi pelaku pelaksanaan program pemerintah, maka perlu dibekali pengetahuan mengenai politik. BAB II LATAR BELAKANG DAN MASALAH Pemilihan judul makalah Pengantar Ilmu Politik dengan “Definisi Ilmu Politik atas dasar Hakikat Politik” sejatinya adalah karena Pendefinisian atas dasar Hakikat Politik lebih sej alan dengan konsep ilmu politik sebenarnya. Konsep dasar Ilmu politik adalah unsur penelitian yang terpenting dan merupakan sesuatu yang digunakan oleh para peneliti untuk lebih mengerti dunia sekelilingnya. Dunia ini penuh dengan benda-benda, kejadian-kejadian dan ide-ide yang masing-masing mempunyai ciri yang berbeda satu sama lain. Namun diantaranya ada yang menunjukan satu karakteristik yang sama. Dalam perumusan yang paling sederhana, ciri yang sama atau yang sama-sama dimiliki itu disebut “konsep”. Dengan demikian suatu konsep dapat dikenali dengan melihat ciri inti yang ada dalam berbagai benda, kejadian atau ide. Ilmu politik mengenal adanya konsep-konsep yang disebut konsep politik, yaitu menyangkut gejala-gejala politik. Para filusuf politik mencari seperti kebenaran, hukum dan keadilan. Sedangkan Sarjana-sarjana modern lebih cenderung untuk meneropong konsep-konsep seperti masyarakat, negara atau sistem politik, pemerintah, kekuasaan, legitimasi dan sebagainya. Konsep-konsep Politik antara lain : Ø Masyarakat

Konsep-konsep yang dikembangkan dalam ilmu politik secara langsung dan tidak langsung . Definisi memegang peranan yang penting untuk melangkah lebih jauh. bersumber pada ajaran atau filsafat yang berkembang. Ø Kekuasaan Adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau sekelompok orang. sekitar tahun lima puluhan. Hakikat yang dimaksud dalam makalah ini adalah hakikat politik. Ø Pembagian (Distribution) Pembagian dalam ilmu politik adalah pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat. Ø Negara Adalah Asosiasi yang menyelenggarakan penertiban didalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah. Sekalipun tidak ada pihak yang menang dalam perdebatan itu akan tetapi hasil dari dialog ini sangat mendorong perkembangan ilmu politik itu sendiri. Hal itu terjadi karena objek ilmu politik adalah manusia. BAB III PEMBAHASAN Definisi merupakan hal pokok jika kita ingin mengetahui lebih lanjut dari apa yang ingin kita ketahui. Ø Pengambilan Keputusan Pengambilan kepustusan dalam ilmu politik adalah Pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya. sehingga orang atau kelompok itu bertingkah laku sesuai dengan keinginan atau tujuan pihak yang memiliki kemampuan. baik dibidang pembinaan teori. sehingga dalam politik ada istilah “politik adalah masalah siapa mendapat apa. akan tetapi dia tidak lagi merupakan pendekatan tunggal yang dominan. sosiologis–psikologis dan kwantitatif.Merupakan salah satu bentuk asosiasi yang mencakup semua hubungan dan kelompok didalam suatu wilayah. Secara harfiah hakikat diartikan sebagai makna sebenarnya suatu zat. salah-salah membuka pintu kita bisa terjebak ke ruangan yang tak memiliki nilai apa-apa. pendekatan tradisional juga tetap memainkan peranan pokok. Sebagai salah satu bagian dari Ilmu Sosial. berdasarkan pada sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan untuk memaksa. Hakikat adalah makna pokok atau utama dari suatu hal. Kaum tradisional menekankan pada nilai-nilai dan norma-norma. Hakikat perlu di pahami bila kita ingin mengetahui arti sebenarnya sesuatu. dalam lensa kekuasaan. kapan dan bagaimana. ilmu politik tidak terlepas dari pengaruh ilmu-ilmu sosial lainnya yang turut berkembang. terjadi suatu pertentangan hebat di Amerika antara apa yang disebut “Traditional Approach” dan “Behavioral Approach”. karena bila kita ingin memasuki sebuah rumah maka satu hal yang perlu kita ketahui adalah ada di sebelah mana pintu yang benar-benar menunjukan ruangan yang kita tuju. politik merupakan ilmu terapan. Dalam kajian ilmu politik salah satu bentuk masyarakat yang paling utama adalah negara. Sedangkan kaum behavioral lebih menekankan pada fakta-fakta berdasar penelitian empiris. Keduanya mengusung pemahaman yang berbeda tentang politik. menyatakan politik sebagai ilmu murni. maupun dibidang penelitian komparatif. Begitu pula pengambilan definisi-definisi yang akan dipaparkan berhubungan pula dengan disiplin ilmu sosial lainnya. periode setelah perang duni II. yang senantiasa dinamis dan terus berkemabng dari waktu kewaktu.” Berbicara mengenai konsep politik mau tidak mau harus mengetahui pemikiran-pemikiran yang ada di belakangnya. bersandar atas historis–yuridis serta tidak kwantitatif. Pada akhirnya disimpulkan bahwa pendekatan kaum behavioral (tingkah laku) mempunyai pengaruh yang sangat besar atas ilmu politik dan menduduki tempat terhormat didalamnya.

cukup memiliki pengaruh dalam diambilnya suatu definisi mengenai arti ilmu politik. endefinisian Institusional Pendefinisian ini melihat obyek ilmu politik dalam institusi atau lembaga-lembaga politik seperti negara. Keanekaragaman peristilahan atau sebutan dimiliki oleh ilmu politik. Golongan pendefinisian institusional ini mempelajari lembaga-lembaga politik dengan negara sebagai pusat pembahasannya. Beberapa sarjana yang termasuk kedalam kelompok ini antara lain : .Catliri A study of the act of control. Hakikat politik adalah kekuasaan (power) dan dengan begitu politik adalah serangkaian peristiwa yang hubungannya satu sama lain didasarkan atas kekuasaan. masyarakat. pemerintah dan lainnya sebagai obyek. Kekuasaan yang diselidiki itu diperlihatkan sifatnya. Politik adalah “Perjuangan untuk memperoleh kekuasaan” atau “teknik menjalankan kekuasaan-kekuasaan” atau “masalah-masalah pelaksanaan dan pengawasan kekuasaan”. hakikat negara. atau “pembentukan dan penggunaan kekuasaan”.Gilchrist Ilmu politik adalah ilmu mengenai negara dan pemerintah.Joseph Roucek Politics is the quest for power and political relationship. serta pendistribusian kekuasaan sangat terkait dengan definis yang akan di gunakan dalam menyelami ilmu politik Berkaitan dengan itu. Pendefinisian Fungsional Pendefinisian ini merupakan reaksi atas pendefinisian institusional yang terlalu menitikberatkan pada struktur formal lembaga-lembaga politik. salah satunya ilmu politik mengalami kesulitan dalam hal pendefinisian. Kategori pendefinisian harus melihat dari parameter yang digunakan. yaitu : 1. actual or potentia”. kekuasaan. pemerintah dan lain-lain. asas. Beberapa definisi yang dikemukakan oleh sarjana sebagai berikut : .Wilbur White Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari asal mula. Konsep negara. . . dengan peninjauan yang terlalu dogmatis dan aspek hukum. Pembahasan dimulai dengan asal mula negara. rangka dan akibatnya. Pendefinisian Institusional bersandar kepada negara. we mean the science of power. . Pendefinisian atas dasar Hakikat Politik Pendefinisian ini melihat kekuasaan sebagai hakikat politik. 3. bentuk-bentuk dan proses-proses negara dan pemerintah. pengambilan keputusan. serta bentuk-bentuk negara sampai dengan penyusunan deduksideduksi tentang pertumbuhan dan perkembangan negara.Adolf Grabowsky Ilmu politik menyelidiki negara dalam keadaan bergerak. sejarah dan tujuan. Pendefinisian ilmu politik dapat digolongkan menjadi tiga kategori. dan lembaga politik ditinjau sebagai sesuatu yang dinamis yang tidak luput dari faktor non yuridis. Pendefinisian ilmu politik berdasarkan hakikat politik sebagai kekuasaan disebut juga interpretasi dari politik berdasarkan kekuasaan (power interpretation of politics). Hal ini sama seperti ilmu hukum yang sampai sekarang belum ditemukan satu definisi yang memuaskan. pendefinisian . . ilmu politik berkembang sejalan dengan ilmu sosial lainnya serta perkembangan konsep yang ada di masyarakat.Laswell When we speak of the science of politics. Pendefinisian Fungsional lebih mengutamakan fungsi dan aktivitas dari struktur formal lembaga-lembaga politik. 2. or as the act of human and social control. dan perkembangannya. masing-masing pengkategorian definisi ilmu politik bersandar pada hal yang berbeda.

Ada beberapa pandangan yang mengatakan bahwa banyaknya orang yang mempelajari ilmu politik. sejarah dan tujuan serta bentuk-bentuk negara dan perkembangannya saja secara kelembagaan. Lain halnya jika kita menyandarkan pada hakekat politik sebagai kekuasaan. Begitu pula penggunaan definisi atas dasar hakikat bilamana kita ingin melihat ilmu politik dari konteks kekuasaan. ini berarti definisi politik dilihat dalam skup yang lebih besar. sampai pada proses bagaimana kekuasaan itu dicapai. jika kita memandang ilmu plitik dari segi negara sebgai struktur maka tentu tepatlah penggunaan definisi ilmu politik secara Institusional. mulai dari lembaga atau strukturnya. Bicara mengenai negara atau lembaga lainnya lebih condong kepada pengetahuan mengenai asal mula. kekuasaan yang menjadi tujuan politik yang ditempuh melalui berbagai macam cara. sedang pendefinisian atas dasar hakikat politik bersandar pada hakikat politik sebagai kekuasaan. dipertahankan serta realita pelaksanaan kekuasaan tersebut. walau lebih luas dari berbicara struktur. tergantung dari sisi mana kita memandang politik. Pendefinisian atas dasar hakikat politik jauh lebih luas lingkupnya dalam memandang gejala politik yang berkembang saat ini. hukum dan sebagainya hanya merupakan alat untuk menggapai kekuasaan.fungsional lebih menitikberatkan pada fungsi-fungsi dan aktivitas lembaga-lembaga politik. pendefinisian fungsional. namun bila kita lebih condong kepada pelaksanaan fungsi dan aktivitas dari struktur formal lembaga. namun itu terbatas pada pelaksaan fungsi dan aktivitas dari struktur saja. yakni kekuasaan. lebih luas dari kategori yang lain seperti negara dan fungsifungsinya. maka definisi funsional sah-sah saja digunakan. Berbicara politik tidak lepas membicarakan bagaimana memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Definisi politik berdasar hakikat politik telah menerangkan arti politik yang sebenarnya saat ini. Kedua hal tersebut menjadi hal yang lumrah dalam politik dimanapun kita berada. Demikian halnya jika kita bicara mengenai fungsi. Bahkan kecenderungan yang ada saat ini lebih menekankan kepada fenomena-fenomena yang terjadi pada politik praktis. Oleh karena itu tepatlah penggunaan definisi atas dasar hakikat dipakai dalam mendefinisikan arti politik ketimbang dua definisi lainnya yang mendefinisikan politik dari konteks yang cenderung sempit. yaitu pendefinisian institusional. Ø Ketiga pendefinisian atas dasar hakikat politik lebih luas dibanding pendefinisian institusional dan fungsional dilihat dari konteks politik saat ini. Ø Kedua pengkategorian definisi tersebut bersandar pada hal yang berbeda. maupun cara-cara yang digunakan untuk mempertahankan kekuasaan yang dipegang. BAB IV KESIMPULAN Dari pembahasan makalah yang berjudul “DEFINISI ILMU POLITIK ATAS DASAR HAKIKAT POLITIK” dapat kita simpulkan : Ø Pertama Pendefinisian ilmu politik menurut para ahli ada tiga kategori. karena tidak mungkin ada kekuasaan tanpa adanya struktur atau wilayah pelaksanaanya. pendefinisian institusional bersandar pada struktur lembaga-lembaga. Pendefinisian mengenai ilmu politik diatas adalah saling melengkapi. bukan pada persoalan bagaimana ilmu politik itu ada dan dipakai. pendefinisian fungsional lebih pada fungsi dan aktivitas lembaga-lembaga bersangkutan. PENUTUP . Atas dasar kategori tersebut terlihat bahwa sandaran pendefinisian atas dasar hakikat politik. Ø Keempat pendefinisian diatas saling melengkapi tergantung dari konteks mana kita melihat ilmu politik. hakikat negara. dan pendefinisian atas dasar hakikat politik. dan pendefinisian atas dasar hakikat politik lebih menitikberatkan kepada kekuasaan sebagai hakikat politik.

Harapan penulis semoga kehadiran tulisan ini dapat menambah sedikit pengetahuan dalam memahami mata kuliah Pengantar Ilmu Politik khususnya dan politik secara umum.Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya. karena hanya melalui pemahaman awal yang baik. kita dapat melangkah untuk megetahui sesuatu lebih dalam lagi.. Posted by Musda at 8:35 PM Labels: Politic 1 comments: Anonymous said.. 2011 1:12 AM Post a Comment . mana daftar pustakanyaaa August 20. Ingat tidak ada kawan abadi dan musuh abadi dalam politik yang ada hanyalah kepentingan abadi.