You are on page 1of 23

DIURETIK Diuretik ialah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin.

Istilah diuresis mempunyai dua pengertian, pertama menunjukkan adanya penambahan volume urin yang diproduksi dan yang kedua menunjukkan jumlah pengeluaran kehilangan! "at#"at terlarut dan air. $ungsi utama diuretic adalah untuk memobilisasi cairan udem, yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstrasel kembali menjadi normal. $ungsi utama diuretic adalah untuk memobalisasi cairan udem, yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstrasel kembali menjadi normal. Diuretik dapat dibagi menjadi % golongan & 1. Diuretik Osmotik Istilah diuretik osmotik biasanya dipakai untuk "at bukan elektrolit yang mudah dan cepat diekskresi oleh ginjal. 'uatu "at dapat bertindak sebagai diuretik osmotik apabila memenuhi ( syarat& )! di*iltrasi secara bebas oleh glomerulus, +! tidak atau hanya sedikit direabsorpsi sel tubuli ginjal, ,! secara *armakologis merupakan "at yang inert, dan (! umumnya resisten terhadap perubahan#perubahan metabolik. -ontoh golongan obat ini adalah & .anitol, Urea, /liserin, Isosorbid. Diuretik osmtik terutama berman*aat pada pasien oligura akut akibat syok hivovolemik yang tealh dikoreksi, reaksi trans*use atau sebab lain yang menimbulkan nekrosis tubuli, karena dalam keadaan ini obat yang kerjanya mempengaruhi *ungsi tubuli tidak akti*. 0ang termasuk golongan ini adalah & 1. .anitol .anitol merupakan obat yang sering digunakan diantara obat lain, karena manitol tidak mengalami metabolisme dalam badan dan hanay sedikit sekali di reabsorpsi .anitol digunakan misalnya untuk mencegah gagal ginjal akut atau untuk mengatasi oliguria, dosis manitol total yang diberikan untuk de2asa %3#)33gr, untuk menurunkan tekanan intracranial yang meninggi, menurunkan tekanan intraokuler pada serangan akut glaucoma kongestiv atau sebelum operasi mata, digunakan manitol ),% 4 + g5kg 66 sebagai larutan )%# +37, yang diberikan melalui in*use selama ,3#83 menit.

.anitol dikontrainsikasikan pada penyakit ginjal dengan anuria, kongesti atau udem paru yang berat, dehidrasi hebat dan pendarahan intracranial kecuali bila akan dilaukan kraniotonomi. In*use monitol harus segera dihentikan bila terdapat tanda#tanda gangguan *ungsi ginjal yang progresi*, payah jantung atau kongesti paru. 6. Urea .erupakan suatu Kristal putih dengan rasa agak pahit dan mudah larut dalam air. 'ediaan intravena mengandug urea sampai ,37 dalam dekstrose %7 iso#osmotik! sebab urea murni dapat menimbulkan hemolisis. 9ada tindakan bedah syara*, urea diberikan intravena dengan dosis )#),%g5Kg66. 'ebagai diuretic, urea potensinya lebih lemah dibandingkan dengan monitol, karena %37 senya2a urea ini akan direabsorpsi oleh tubuli ginjal -. /liserin Diberikan peroral sebelum suatu tindakan optalmologi dengan tujuan menurunkan tekanan intraokuler. E*ek maksimal terlihat satu jam sesudah pemberian obat dan menghilang sesudah % jam. Dosis untuk orang de2asa yaitu )#),%g5Kg66 dalam larutan %3 atau :%7. /liserin ini cepat dimetabolisme, sehingga e*ek diuresisnya relative kecil. D. Isosorbid Diberikan secara oral untuk indikasi yang sama dengan gliserin. E*eknya juga sama, hanaya isosorbid menimbulkan diuresis yang lebih besar daripada *liserin, tanpa menimbulkan hiperglikemia. Dosis berkisar antara )#,g5Kg66, dan dapat diberikan +#( kali sehari 2. Diuretik golongan penghambat enzim karbonik anhidrase Karbonik anhidrase adalah en"im yang terdapat didalam sel korteks renalis,pancreas, mukosa lambung, mata, eritrosit dan ''9 tetapi tidak terdapat dalam plasma. 0ang termasuk kedalam golongan ini adalah aseta"olamid. Mekanisme Kerja : 1seta"olamid menghambat karbonik anhidrase yang terletak didalam sel dan membrane tubulus proksimal. Karbonik anhidrase mengkatalisis reaksi -;+ dan <+; menjadi < = dan <-;, bikarbonat!. 9enurunan kemampuan untuk menukar >1= untuk <= dengan adanya aseta"olamid menyebabkan diuresis ringan. 'elain itu, <-;, dipertahankan dalam lumen yang ditandai

dengan penigkatan 9< urine. <ilangnya <-;, menyebabkan asidosis metabolism hiperkloremik dan penurunan kemampuan diuresis setelah beberapa hari pengobatan. Penggunaan dalam Terapi a. 9engobatan /laukoma& penggunaan klinik aseta"olamid yang paling umum adalah untuk menurukan kenaikan tekanan dalam bola mata glukoma sudut terbuka. 1eta"olamid menurunkan produksi a?ueous humor, ungkin dengan menghambat karbonik anhidrase pada corvus siliaris mata. ;bat ini berguna untuk pengobatan kronis glaucoma tetapi tidak digunakan untuk serangan akut. b. Epilepsi & aseta"olamid kadang#kadang digunakan pada pengobatan epilepsy baik yang grand mal maupun petit mal. ;bat ini mengurangi berat dan tingkat serangan kejang. 1seta"olamid sering digunakan secara kronis bersam#sama dengan obat#obat antiepilepsi untuk meningkatkan kerja obat#obat. c. .ountain 'ickness & sedikit aseta"olamid dapata digunakan untuk pencegahan mountain sickness akut. Farmakokinetik 1seta"olamid diberikan peroral setiap hari. !ek "amping 1sedosis metabolic ringan!, penurunan kalium, pembentukan batu ginjal, mengantuk, dan parestasia mungkin akan terjadi. #. Diuretik $olongan tiazid Tia"id merupakan obat diuretik yang paling banayak digunakan. ;bat#obat ini merupakan deri*at sul*onamide dan setrukturnya berhubungan dengan penghambat karbonik anhidrase. Tia"id memiliki aktivitas diuretic lebih besar daripada asota"olamid, da obat#obat ini bekerja di ginjal dengan mekanisme yang berbeda#beda. 'emua tia"id mempengaruhi tubulus distal, dan semuanya memiliki e*ek diuretic maksimum yang sama, berbeda hanya dalam potensi, dinyatakan dalam per milligram basa. 1dapun yang termasuk kedalam golongan tia"id diantaranya & 1. Klorotia"id Klorotia"id merupakan golongan tia"id modern pertama yang akti* peroral dan mampu mempengaruhi edema berat yang disebabkan oleh sirosis hati dan gagal jantung kongesti*

dengan e*ek samping yang minimum. 'i*at#si*atnya memiliki kelompok tia"id 2alaupun deri*at yang lebih baru seperti hidroklotia"id atau klortalidon yang sekarang lebih sering digunakan. 9enggunanan dalam terapi & a. <ipertensi & 'ecara klinis, tia"id telah lama digunakan sebagai obat pertama dalam pengobatan hipertensi karena tidak mahal, mudah diberikan, dan ditoleransi dengan baik oleh tubuh. ;bat# obat ini e*ekti* menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic untuk jangka 2aktu yang lama pada kebanyakan pasien dengan hipertensi esensial ringan dan sedang. b. c. /agal @antung Kongesti* & tia"id dapat menjadi diuretic pilihan utama dalam penurunan volume cairan ekstraselular pada gagal jantung ringan ampai sedang. <iperklasiuria & Tia"id dapat berguna dalam mengobati hiperklasiuria idiopatik karena penghambatan ekskresi -a== urine. <al ini terutama berguna untuk pasien dengan batu kalsium oksalat didalam salura kemih. d. Diabetes Insipidus & Tia"id meiliki kemampuan yang unik untuk membentuk urine yang hiperosmolar. Tia"id dapat menggantikan hormone antidiuretik untuk mengobati diabetes insipidus ne*rogenik. Aolume urine pada pasien seperti ini dapat turun dari )) liter5hari menjadi sekiter ,liter5hari b ila diobati dengan obat ini. Farmakokinetik : ;bat#obatan ini e*ekti* peroral. Kebanyakan tia"id, memerlukan 2aktu )#, minggu untuk mencapai penurunan tekanan darah yang stabil, dan obat ini menunjukan 2aktu paruh biologis yang panjang (3 jam!. 'eua tia"id disekresi oleh system sekresi asam organic gijal. !ek "amping: Kehilangan kalium, <iperurisemia, 9engurangan volume, hiperkalsemia, hiperglikemia, hipersensiti*itas. 6. <idroklorotia"id <idroklorotia"id adalah direvat tia"d yang telah terbukti lebih popular dibandingkan obat induk. <al ini karena kemampuannya untuk menghambat karbonik anhidrase kurang dibandingkan klorotia"id. ;bat ini juga lebih kuat, sehinga dosis yang diperlukan kurang dibandingkan klorotia"id. 'elain itu, e*ektivitas sama dengan obat induknya. -. Klortalidon

Klortalidon adalah merupakan suatu derivat tia"id yang bersi*at seperti hidroklorotia"id. .emiliki ,asa kerja yang panjang dank arena itu sering digunakan untuk mengobati hipertensi. Diberikan sekali sehari untuk indikasi ini. D. 1nalog Tia"id )! .etola"on & lebih kuat dari tia"id dan tidak seperti tia"id, obat ini menyebabkan >a = pada gagal ginjal lanjut. +! Indapamid & larut dalam lipid, merupakan diuretic bukan gologan tia"id yang memiliki masa kerja panjang. 9ada dosis rendah, obat ini memperlihatkan e*ek anti hipertensi yang bermakna dengan e*ek diuretic yang minimal. Indapamid sering digunakan pada gagal ginjal yang lanjut untuk merangsang diuresis tambahan diatas duresis yang telah dicapai oleh diuretic kuat. Indapamid di metabolism dan diekresi oleh saluran pencernaan dan ginjal, oleh karena itu sedikit kemungkinan untuk terakumulasi dengan pasien dengan gagal ginjal dan mungkin berguna untuk pengobatan. %. Diuretik &emat Kalium ;bat#obat ini bekerja di tubulus renalis rektus utuk menghambat reabsorpsi >a =, sekresi K= dan <=. diuretic hemat kalium digunakan terutama vila aldosteron berlebihan. 9enggunaan utama obat#obatan hemat kalium ialah untuk pengobatan hipertensi, paling sering dalam kombinasi dengan tia"id. 9asien yang diobati dengan diuretic hemat kalium dipantau kadar kaliumnya. 9emberian kalium tambahan biasanya 0ang termasuk diuretic hemat kalium, dintaranya & 1. 'pironolakton 'pirinolakton merupakan antagonis aldosteron yang bersaing dengan aldosteron untuk mencapai reseptor sitoplasma intraselullar. Digunakan dalam terapi & a. Diuretik & meskipun spirinolakton memiliki e*ekti*itas yang rendah dalam memobilisasi >a = dari tubuh dibandingkan dengan obat#obat lain, namun obat ini memiliki si*at yang berguna dalam menyebabkan retensi K=. b. <iperaldosteronisme sekunder & merupakan satu#satunya diuretic hemat kalium yang digunakan tunggal secara rutin untuk menimbulkan e*ek negative bersih keseimbangan garam. ;bat ini terutama e*ekti* dalam keadaan klinik yang disertai hiperaldosteronisme sekunder.

Farmakokinetik 'pirnolakton diabsorpsi sempurna peroral dan terikat erat pada protein. !ek "amping <iperkalemia, mual, alergi, dan kebingungan mental. 6. Triamteren dan amilorid .erupakan penghambat saluran transport >a= menyebabkan penurunan pertukaran >a= # K=, obat#obatan ini memiliki e*ek diuretic hemat kalium sama dengan spironolakton. >amun, kemampuan obat ini untuk menghambat tempat pertukaran K= #>a= di tubulus renalis rektus tidak tergantung pada kehadiran aldosteron jadi obat ini memiliki akti*itas diuretic 2alaupun pada individu pada penyakit adison. !ek "amping Kejang pada kaki dan kemungkinan meningkatkan nitrogen darah serta asam urat dan retensi K=. '. Diuretik Kuat Diuretik mencakup sekelompok diuretic yang e*eknya sangat kuat dibandingkan dengan diuretic lain. Tempat kerja utamanya dibagian epitel tebal ansa henle bagian asenden, karena itu kelompok ini disebut juga sebagai loop diuretics, 0ang termasuk golongan ini adalah bumetanid, *urosemid, torsemid dan asam etakrina. Penggunaan terapi .erupakan obat pilihan utama untuk menurunkan edema paru#paru akut pada gagal jantung kongestiv karena cara kerja cepat, maka obat ini berguna untuk situasi darurat seperti edema paru#paru akut yang memerlukan diuresis yang cepat. Farmakokinetik Diberikan peroral atau parenteral, masa kerja relative singkat )#( jam. !ek samping ;totoksisitas,hiperurisemia,hipopolemia akut, kekurangan kalium. (. )antin

Bantin mempunyai e*ek diuresis. E*ek stimulasinya pada jantung, menimbulkan dugaan bah2a diuresis sebagian disebabkan oleh peningkatannya aliran darah ginjal dan laju *iltrasi glomerulus. >amun, semua derivate Cantin ini bere*ek langsung pada tubuli ginjal yaitu menyebabkan peningkatan ekskresi >a= dan -l# tanpa disertai perubahan yang nyata pada pengasaman urine. E*ek diuresis ini hanya edikit dipengaruhi oleh keseimbangan asam basa, tetapi mengalami potensiasi bila diberikan bersama penghambat karbonik anhidrase. Diantara kelompok Cantin, teo*ilin memperlihatkan e*ek diuresis yang paling kuat. Batin sangat jarang digunakan sebagai diuretic utama, namun bila digunakan untuk tujuan lain terutama sebagai bronkodilator adanya e*ek diuresis harus tetap diingat.

1>/I;TE>'I> II RE-E9T;R 6D;-KER

1ngiotensin Receptor 6locker 1R6! merupakan kelompok obat yang memodulasi sistem R1' dengan cara menginhibisi ikatan angiotensin II dengan reseptornya, yaitu pada reseptor 1T) secara spesi*ik. 'emua kelompok 1R6 memiliki a*initas yang kuat ribuan bahkan puluhan ribu kali lebih kuat dibanding angiotensin II dalam berikatan dengan reseptor 1T). 1kibat penghambatan ini, maka angiotensin II tidak dapat bekerja pada reseptor 1T), yang secara langsung memberikan e*ek vasodilatasi, penurunan vasopressin, dan penurunan aldosteron, selain itu, penghambatan tersebut juga bere*ek pada penurunan retensi air dan >a dan penurunan aktivitas seluler yang merugikan misalnya hipertro*i!. 'edangkan 1ngiotensin II yang terakumulasi akan bekerja di reseptor 1T+ dengan e*ek berupa vasodilatasi, antiproli*erasi. 'ehingga pada akhirnya rangsangan reseptor 1T+ akan bekerja sinergistik dengan e*ek hambatan pada reseptor 1T).

.acam#macam 1ngiotensin#Receptor 6locker 6erbagai obat yang termasuk ke dalam golongan 1R6 telah banyak dipublikasikan dan dipasarkan. 6eberapa obat 1R6 yang ada, antara lain& Aalsartan Aalsartan merupakan prototipe 1R6 dan keberadaannya cukup me2akili seluruh 1R6. Aalsartan bekerja pada reseptor 1T) secara selekti*, sehingga diindikasikan untuk mengatasi hipertensi. Aalsartan memiliki rumus kimia -+(<+E>%;, dengan berat molekul (,%,%)E g5mol. 6ioavailabilitas valsartan adalah sebesar +%7 dengan E%7 terikat protein. Faktu paruh valsartan

adalah 8 jam, dan kemudian diekskresikan ,37 melalui ginjal dan :37 melalui bilier. Aalsartan terdapat dalam kemasan tablet (3 mg, G3 mg, )83 mg, dan ,+3 mg, menyesuaikan rentang dosis harian yang direkomendasikan, yaitu (3 4 ,+3 mg per hari. >ama dagang valsartan, antara lain diovan dan valtan. 9ada tahun +33%, diovan telah digunakan lebih dari )+ juta orang di 1merika 'erikat saja. 'tudi yang dipublikasikan oleh @ournal o* -linical Investigation menunjukkan adanya e*ek pencegahan dan pengobatan terhadap al"heimer, meskipun hal itu masih sebatas penelitian. ;bat ini dapat menurun e*ektivitasnya hingga (37 bila diberikan bersama makanan. Telmisartan Telmisartan merupakan salah satu 1R6 yang digunakan sebagai antihipertensi. Telmisartan dipasarkan dengan nama dagang .icardis 6oehringer Ingelheim!, 9ritor or Kin"al 6ayer 'chering 9harma!, Telma /lenmark 9harma! dan Teleact D by RanbaCy!. Telmisartan memiliki rumus kimia -,,<,3>(;+ dengan berat molekul %)(,8): g5mol. 6ioavailabilitas telmisartan adalah sebesar (+7 hingga )337 dengan lebih dari EE,%7 berikatan dengan protein. Faktu paruh telmisartan adalah +( jam, dan kemudian diekskresikan hampir seluruhnya melalui *eses. 'ecara *armakologis, kinerja telmisartan tidak jauh berbeda dengan kelompok 1R6 lainnya, yaitu dengan mengikat reseptor 1T). 1*initas telmisartan terhadap reseptor 1T) cukup tinggi dan merupakan yang tertinggi di kelompoknya. Reduksi tekanan darah terjadi akibat relaksasi otot polos pembuluh darah, sehingga terjadi vasodilatasi. Dosartan Dosartan merupakan salah satu 1R6 yang diindikasikan untuk hipertensi. 'elain itu, losartan juga dapat memperlambat progresivitas ne*ropati diabetik dan kelainan ginjal lain pada pasien diabetes melitus tipe II, hipertensi, dan mikroalbuminuria H,3 mg5hari! atau proteinuria H E33 mg.hari!. Dosartan merupakan 1R6 pertama yang dipasarkan secara luas dengan nama dagang -o"aar .erc I -o!. Dosartan memiliki rumus kimia -++<+,-l>8; dengan berat molekul (++,E) g5mol. 6ioavailabilitas losartan adalah sebesar +%7 hingga ,%7. .etabolisme losartan terjadi di hepar dengan bantuan en"im sitokrom p(%3 -09+-E dan -09,1(. Faktu paruh

telmisartan adalah ),% hingga + jam, tetapi memiliki metabolit akti* asam %#karboksilat yang dapat bekerja dalam 8 hingga G jam. .etabolit akti* ini juga memiliki e*ektivitas blocking reseptor 1T) )3 hingga (3 kali lebih kuat dibanding bahan induknya, losartan. Dosartan kemudian diekskresikan ),7 # +%7 melalui ginjal dan %37 # 837 melalui bilier. .eskipun losartan jarang digunakan sebagai terapi *irst#line untuk hipertensi akibat harganya yang relati* lebih mahal dibanding diuretik atau beta bloker, losartan ternyata dapat dijadikan sebagai terapi *irst#line untuk hipertensi dengan risiko kardiovaskular event. Fiki osa+ Dosartan juga terdapat dalam kombinasi dengan diuretik tia"id dosis rendah dan dipasarkan dengan nama dagang <y"aar .erck!. Dosartan akhir#akhir ini diteliti mengenai e*ektivitasnya dalam menekan reseptor T/$#J tipe I dan II pada ginjal diabetik, yang diasumsikan bertanggung ja2ab dalam e*ek proteksi ginjal pada pasien diabetes. Irbesartan Irbesartan digunakan terutama untuk menangani hipertensi. Irbesarta dikembangkan pertama kali melalui riset 'ano*i, dan kemudian dipasarkan oleh sanovi#aventis dan 6ristol#.yers '?uibb dengan nama dagang 1provel, Karvea, dan 1vapro. Irbesartan memiliki rumus kimia -+%<+G>8; dengan berat molekul (+G,%, g5mol. 6ioavailabilitas irbesartan adalah sebesar 837 hingga G37. Faktu paruh irbesartan adalah ))#)% jam, dan kemudian diekskresikan +37 melalui ginjal dan sisanya melalui *eses. 'elain sebagai antihipertensi, irbesartan juga mampu menghambat progresivitas ne*ropati diabetik, mikroalbuminuria, atau proteinuria pada penderita diabetes melitus. Irbesartan juga terdapat dalam *ormula kombinasi dengan diuretik tia"id dosis rendah, yang ditujukan untuk meningkatkan e*ek antihipertensinya. Kombinasi ini tersedia dalam berbagai nama dagang, seperti -o1provel, Karve"ide, 1valide, dan 1vapro <-T. ;lmesartan ;lmesartan 6enicar, ;lmetec! merupakan salah satu 1R6 untuk hipertensi. ;lmesartan bekerja dengan memblokade ikatan angiotensin II dengan reseptor 1T) sehingga akan merelaksasi otot polos vaskular. Dengan blokade tersebut, olmesartan akan menghambat *eedback negati* terhadap sekresi renin. ;lmisartan memiliki rumus kimia -+E<,3>8;8 dengan berat molekul %%G,%G% g5mol. 6ioavailabilitas ;lmisartan adalah sebesar +87 dengan metabolisme terjadi di

hepar dan tidak hilang dengan hemodialisis. Faktu paruh ;lmisartan adalah ), jam, dan kemudian diekskresikan (37 melalui ginjal dan 837 melalui bilier. ;lmesartan tersedia dalam bentuk tablet % mg, +3 mg, dan (3 mg. Dosis normal yang dianjurkan untuk de2asa termasuk lanjut usia dan kerusakan hepar dan ginjal ringan! adalah +3 mg5hari dosis tunggal. 'elanjutnya dosis dapat ditingkatkan menjadi (3 mg per hari setelah + minggu, bila tekanan darah tetap tidak mencapai target. -andesartan -andesartan merupakan salah satu 1R6 yang digunakan sebagai antihipertensi. 9rodrug candesartan dipasarkan dalam bentuk candesartan cileksil, dengan nama 6lopress, 1tacand, 1mias, dan Ratacand. -andesartan memiliki rumus kimia -+(,<+3>8;, dengan berat molekul ((3,(% g5mol. 6ioavailabilitas candesartan adalah sebesar )%7 hingga (37 dengan metabolisme terjadi di dinding intestinal untuk candesartan sileksil, dan dihepar untuk candesartan yang dikatalisasi en"im sitokrom p(%3 -09+-E. Faktu paruh candesartan adalah %,) sampai )3,% jam, dan kemudian diekskresikan ,,7 melalui renal dan 8:7 melalui *eses. 'elain sebagai obat antihipertensi, candesartan juga diindikasikan untuk pasien dengan gagal jantung kongesti*. Indikasi ini merupakan hasil studi -<1R. pada a2al tahun +333. Disamping itu, candesartan dapat dikombinasikan dengan 1-E inhibitor untuk memperbaiki morbiditas dan mortalitas penderita gagal jantung. Kombinasi dengan diuretik tia"id dapat menambah e*ek antihipertensi. Eprosartan Eprosartan merupakan salah satu 1R6 yang digunakan sebagai antihipertensi. Eprosartan dipasarkan dengan nama Teveten <-T dan Teveten plus. Kerja obat ini pada sistem R1' akan menurunkan resistensi peri*er. ;bat ini juga menghambat produksi norepine*rin simpatetik sehingga juga menurunkan tekanan darah. Eprosartan memiliki rumus kimia -+,<+(>+;(' dengan berat molekul %+3,8+% g5mol. 6ioavailabilitas eprosartan adalah sebesar )%7 tanpa dimetabolisme. Faktu paruh eprosartan adalah % hingga E jam, dan kemudian diekskresikan )37 melalui ginjal dan E37 melalui bilier 9enggunaan 1ngiotensin#Receptor 6locker

/olongan sartan atau 1R6 digunakan untuk menangani pasien dengan hipertensi, terutama terhadap pasien yang intoleransi dengan terapi 1-E inhibitor. Keunggulan 1R6 dibanding 1-E inhibitor adalah 1R6 tidak menghambat penguraian bradikinin dan kinin lain, sehingga tidak menimbulkan batuk atau angioedem yang dipicu bradikinin. 1khir#akhir ini, mulai dikembangkan penggunaan 1R6 pada gagal jantung bila terapi menggunakan 1-E inhibitor menemui kegagalan, terutama dengan -andesartan. Irbesartan dan losartan juga menunjukkan keuntungan pada pasien hipertensi dengan diabetes tipe II, dan terbukti menghambat secara bermakna progresivitas ne*ropati diabetik. -andesartan juga telah diuji coba secara klinis dalam mencegah dan mengatasi migrain. 'pesi*ikasi penggunaan 1R6 berdasarkan e*ektivitasnya dalam menghambat ikatan angiotensin II dan reseptornya dapat dijadikan sebagai ukuran untuk mempertimbangkan golongan mana yang dapat dipilih. Terdapat , parameter penggunaan 1R6, yaitu menurut e*ek inhibisi dalam +( jam, tingkat a*initasnya terhadap reseptor 1T) dibanding 1T+, dan 2aktu paruh obat. a. E*ek inhibisi selama +( jam merupakan ukuran penting terkait dengan jumlah atau besar angiotensin II yang dihambat selama +( jam. 6erdasarkan $D1 U'1, beberapa 1R6 dan e*ek penghambatan terhadap angiotensin, yaitu& K Aalsartan G3 mg ,37 K Telmisartan G3 mg (37 K Dosartan )33 mg +%#(37 K Irbesartan )%3 mg (37 K Irbesartan ,33 mg 837 K ;lmesartan +3 mg 8) 7 K ;lmesartan (3 mg :(7 b. 1*initas 1R6 terhadap reseptor 1T) dibanding 1T+ merupakan pertimbangan penting, karena kedua reseptor ini memiliki kerja yang saling berla2anan. 'emakin kuat a*initas 1R6 terhadap

1T) dibanding 1T+, maka e*ek antihipertensi juga akan semakin meningkat. 6erdasarkan $D1 U', beberapa 1R6 dan a*initasnya terhadap reseptor 1T) dibanding 1T+, yaitu& K Dosartan )333 kali K Telmisartan ,333 kali K Irbesartan G%33 kali K ;lmesartan )+%33 kali K Aalsartan +3333 kali c. Faktu paruh 1R6 juga penting dipertimbangkan sebagai dasar terapi. Faktu paruh merupakan indikator seberapa lama obat memiliki e*ek yang signi*ikan di dalam tubuh. 6eberapa 1R6 dan 2aktu paruhnya, yaitu& K Aalsartan 8 jam K Dosartan 8#E jam K Irbesartan ))#)% jam K ;lmesartan ), jam K Telmisartan +( jam 'ebagai obat antihipertensi terbaru, 1ngiotensin receptor blocker 1R6! atau penyekat reseptor angiotensin perlu dianalisis. 1R6 merupakan antihipertensi yang banyak digunakan di 1sia, terutama @epang. Dosartan Intervention $or Endpoint reduction in hypertension DI$E! membuktikan bah2a 1R6 terbukti lebih superior dibandingkan atenolol dalam mengurangi morbiditas kardiovaskular atau stroke tetapi tidak untuk in*ark miokard!. .an*aat ini didapat di luar e*ek penurunan tekanan darah. <asil studi DI$E menujukkan bah2a 1R6 menjadi pilihan lebih baik dibandingkan beta bloker bagi pasien hipertensi sitolik yang terisolasi berusia H :3 tahun. 'tudi lain, yakni A1DUE, membuktikan tidak ada perbedaan signi*ikan pada morbiditas dan

mortalitas kardiovakular pada pasien risiko tinggi, baik pada penerima valsartan maupun amlodipine, meskipun ada perbedaan penurunan tekanan darah. 1mlodipine lebih besar menurunkan tekanan darah dengan perbedaan ,,+5),8 mm<g. <anya penurunan *atal dan non# *atal in*ark miokard yang berkaitan langsung dengan penurunan tekanan darah. 'tudi '-;9E, yakni studi pada pasien hipertensi usia lanjut H :3 tahun!, menunjukkan bah2a penurunan tekanan darah lebih baik dengan pemberian 1R6 candesartan dibandingkan plasebo perbedaan ,,+5),8 mm<g!. >amun perbedaan ini secara statistik dianggap tidak bermakna. Demikian pula dalam hal kematian kardiovaskular dan .I non#*atal <asil#hasil studi EDITE II losartan vs captopril!, ;9TI.11D losartan vs captopril!,

A1DI1>T valsartan vs captopril!, dan AaD#<e$T valsartan vs 1-E#inhibitor atau placebo! menunjukkan bah2a 1R6 sama e*ekti* dengan 1-E#inhibitor. >amun kombinasi keduanya lebih superior dibandingkan 1-E#inhibitor saja dalam memperbaiki hasil akhir kejadian kardiovaskular. .eski dalam penurunan mortalitas dan kejadian kardiovaskular 1R6 setara dengan 1-E#inhibitor, namun ada kecenderungan 1R6 lebih superior untuk gagal jantung dan proteksi terhadap ginjal. E*ek 1R6 dalam proteksi ginjal sudah banyak diketahui terutama pada pasien diabetes. Dalam hal mencegah progresivitas mikroalbuminuria dan meningkatkan hasil akhir terhadap ginjal, beberapa studi komparati* menunjukkan, 1R6 superior dibandingkan plasebo atau --6, dan juga 1-E#inhibitor. E*ek ini bersi*at independen dari e*ek penurunan tekanan darah. Untuk kasus gagal jantung, 1R6 adalah antihipertensi terbaru yang paling e*ekti*. <al ini dibuktikan oleh candesartan dan valsartan melalui dua studi besar, yakni Aal<e$T dan -<1R.. <asil kedua studi mennjukkan, angka pera2atan rumah sakit akibat gagal jantung berkurang, adanya kenaikan kriteria >0<1 dan perbaikan kualitas hidup. 'tudi lanjutan -<1R., yakni -<1R. 1lternative dan -<1R.#1dded menunjukkan candesartan mampu mengurangi kematian karena berbagai sebab. Untuk pasien yang intoleran dengan 1-E#inhibitor, candesartan bisa menurunkan risiko kematian akibat kardiovakular atau pera2atan rumah sakit akibat gagal jantung, menurunkan risiko gagal jantung yang membutuhkan pera2atan rumah sakit dan kenaikan kelas >0<1. 9enemuan berkaitan dengan gagal jantung ini memperkuat studi lain, yakni A1DI1>T, di mana valasartan sama e*ekti* dengan 1-E#inhibitor captopril! dalam mengurangi kematian dan morbiditas kardiovakular.

9anduan dari 1merican -ollege o* -ardiolody dan 1merican <eart 1ssociation 1--51<1! tentang diagnosis dan manajemen gagal jantung kronis pasien de2asa merekomendasikan 1R6 sebagai alternati* 1-E#inhibitor. Dalam guideline dinyatakan, 1R6 reasonable untuk digunakan sebagai alternati* 1-E#inhibitor sebagai terapi lini pertama pasien dengan gagal jantung ringan sedang dan mengurangi DAE$, khususnya pada pasien yang sudah menggunakan 1R6 untuk indikasi. Terapi kombinasi valsartan dengan hidroklorotia"id <-T! menunjukkan penurunan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik lebih baik dengan kombinasi valsartan = <-T daripada valsartan saja. 'tudi .ailion menunjukkan, kombinasi valsartan )83 mg = <-T +% mg mampu menurunkan rata#rata tekanan sistolik sebanyak +),: mm<g dan diastolik )(,+ mm<g dibandingkan dengan valsartan )83 mg saja Kombinasi lain adalah 1R6 = --6. Dasar pemikiran kombinasi --6 = 1R6 adalah untuk mendapatkan e*ek sinergis dari mekanisme kerja yang berla2anan. Kekurangan --6 seperti merangsang 'R11 dan tidak berman*aat pada kasus gagal jantung dapat ditutupi dengan kelebihan 1R6, yaitu menghambat 'R11 dan berman*aat pada gagal jantung. 1R6 kurang berman*aat pada penderita iskemia jantung, sebaliknya --6 justru mengurangi risiko iskemia jantung. --6 menyebabkan arteriodilatasi tanpa disertai venodilatasi sehingga memicu kebocoran plasma lalu edema peri*er. Dengan adanya 1R6 yang menyebabkan venodilatasi maka tekanan vena dan arteri akan sama sehingga edema peri*er tidak terjadi. 9ada penderita hipertensi ringan#sedang yang ditandai dengan tekanan diastolik E%#))3 mm<g, kombinasi valsartan )83 mg = amlodipine )3 mg menurunkan tekanan darah sistolik lebih besar daripada amlodipine )3 mg saja pL3,33)! dan valsartan )83 mg saja pL3,33)!. Kombinasi tersebut juga menunjukkan superioritas terhadap lisinopril )3#+3 mg = <-T )+,% mg. 9enderita hipertensi stage + dengan rata#rata tekanan darah sebelum intervensi ):)5)), mm<g mengalami penurunan menjadi ),%5G,,8 mm<g pada kelompok valsartan )83 mg = amlodipine %#)3 mg dibandingkan ),G,:5G%,+ mm<g pada kelompok lisinopril )3#+3 mg = <-T )+,% mg. <asil serupa juga ditemukan pada penderita hipertensi stage + dengan rata#rata tekanan darah )GG5)), mm<g dimana rata#rata tekanan darah pada akhir penelitian sebesar )(%,(5G8,( mm<g pada valsartan = amlodipine daripada )%:,(5E+,% mm<g pada lisinopril = <-T.,8 'elain menurunkan tekanan darah, kombinasi 1R6 dan --6 juga berhasil mengurangi e*ek samping. Edema peri*er pada pemberian valsartan = amlodipine lebih rendah ,G7 daripada amlodipine saja. 'elain itu,

angka insiden rekurensi atrial *ibrilasi selama observasi ) tahun hanya ditemukan ),7 pada pasien yang mengkonsumsi valsartan )83 mg = amlodipine )3 mg dibandingkan ,,7 pada pasien dengan atenolol )33 mg = amlodipine )3 mg pL3,3)!. E*ek 'amping 'ecara umum dan melalui berbagai penelitian, 1R6 relati* aman dan jarang sekali menimbulkan komplikasi *atal. 6eberapa keluhan yang pernah dilaporkan, antara lain pusing, sakit kepala, dan hiperkalemia. 1R6 juga dapat menimbulkan hipotensi ortostatik, rash, diare, dispepsia, abnormalitas *ungsi liver, kram otot, mialgia, nyeri punggung, insomnia, penurunan level hemoglobin, dan kongesti nasal.

.eskipun salah satu alasan penggunaan 1R6 adalah untuk menghindari e*ek batuk atau angioedem yang sering terjadi pada penggunaan 1-EI, namun e*ek ini juga dapat muncul pada 1R6, meskipun sangat jarang. 'elain itu, terdapat risko kecil terjadinya reaksi silang pada pasien yang memiliki ri2ayat angioedem dengan penggunaan 1-EI, namun mekanisme reaksi ini masih belum jelas.

DIET 9engaturan >utrisi Untuk 9enderita /injal

9emahaman tentang penatalaksanaan diet secara umum bagi penderita penyakit ginjal penting untuk diketahui, tak hanya bagi mereka yang telah menderita gangguan ginjal, namun baik bagi mereka yang bertekad untuk menurunkan resiko terhadap gangguan ginjal. 'aat organ ginjal terganggu, ia tak lagi menjalani *ungsinya dengan baik. 9enyakit ginjal menyebabkan terjadinya gangguan pembuangan kelebihan "at gi"iyang diperoleh dari makanan. 9enetapan terapi nutrisi diklasi*ikasikan berdasarkan jenis gangguan ginjal yang ada.'eperti gagal ginjal akut, gagal ginjal kronis, penyakit ginjal tahap akhir gagal ginjal terminal!, sindroma ne*rotik dan batu ginjal. .engingat *ungsi ginjal telah terganggu, penatalaksanaan diet di*okuskan pada pengaturan dan pengendalian asupan energi, protein, cairan dan elektrolit. 9engaturan >utrisi untuk /agal /injal 1kut dan Kronis 9ada jenis ini terjadi penurunan *iltrasi pada glomelurus tempat penyaringan darah pada ginjal! yang menyebabkan banyaknya *ungsi ne*ron yang rusak. >e*ron sendiri ber*ungsi sebagai pengatur air dan elektrolit dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian menyerap kembali cairan dan molekulyang masih diperlukan tubuh. 9eningkatan jumlah ne*ron yang rusak inilah yang mencetuskan terjadinya gagal ginjal kronis. 9ada tahap ini, penderita akan mengalami retensi cairan edema!, kalium, natrium, dan *os*or. @umlah air seniyang dikeluarkan sedikit sehingga sampah yang seharusnya dibuang, akhirnya menumpuk dalam darah, terutama urea yang berasal dari pemecahan protein tubuh!.

Kadar ureum darah 6U>! dan kreatinin meningkat, dan biasanya penderita akan mengalami kelelahan, hilang na*su makan, mual dan muntah. @ika keadaan sudah demikian,yang perlu dibatasi adalah cairan maksimal %33#)333ml5hari!, protein di*okuskan pada protein dengan nilai biologis tinggi!, natrium dan kalium. @umlah protein yang ditentukan berdasarkan nilai /$R /lomelural $iltration Rate!. Konsultasikan dengan ahli gi"i untuk menentukan jumlah protein yang sesuai. <indari pemberian protein nabati seperti kacang#kacangan dan hasil olahannya. 9enderita dengan kemampuan makan yang rendah, bila diperlukan, berikan tambahan suplemen vitamin seperti asam *olat, vitamin 68, vitamin -, Aitamin D dan vitamin K.

Untuk sumber bahan makanan yang mengandung lemak hindari lemak jenuh dan lemak tinggi garam. Tambahkan asupan lemak tidak jenuh ganda yang baik untuk kesehatan ginjal misalnya asam lemak omega ,!. 6agi pasien dengan hiperkalemia sebaiknya menghindari sayuran dan buahyang tinggi kalium seperti daun pepaya, kembang kol, bayam, kapri, peterseli, pisang, duku dan alpokat. .akanan untuk 9/K 9enyakit /injal Kronik! 9re Dialisis 'eseorang yang mengalami penyakit ginjal harus menjaga pola makannya, karena banyak makanan yang justru bisa memperparah kondisi penyakitnya. 9enderita ginjal tidak bisa mengkonsumsi makanan sesuka hatinya, tetapi bukan berarti asupan makanan jadi berkurang, melainkan makanan yang masuk ke tubuh bertujuan memenuhi kebutuhan gi"i, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh dan untuk menjaga agar penderita dapat beraktivitas seperti biasa yang pada akhirnya mempunyai kualitas hidup yang cukup baik. 9enyakit /injal Kronik 9/K! dikelompokkan menurut stadium I, II, III dan IA. 9ada stadium IA dimana terjadi penurunan *ungsi ginjal yang berat tetapi belum menjalani terapi pengganti dialisis, biasa disebut kondisi pre dialisis. Dalam hal ini ini pasien harus diet untuk mempertahankan sisa *ungsi ginjal, memperlambat penurunan *ungsi ginjal lebih lanjut dengan cara mengurangi beban kerja nephron yang secara perlahan akan masuk ke stadium A atau *ase gagal ginjal. Untuk itu bagi pasien ginjal kronik stadium IA atau pre dialisis dapat memperhatikan hal#hal sebagai berikut & M 1supan protein yang konsisten dan terkendali adalah hal yang sangat penting. M .engatur makanan dan memenuhi anjuran dapat meningkatkan kualitas pasien. M Diet rendah protein (3#%3 gram5hari. M 'umber protein sebagai lauk pauk tidak hanya bersumber dari protein he2ani, dapat digunakan hasil olahan kedelai untuk pengganti protein he2ani sebagai variasi menu atau untuk penganut vegetarian dengan memperhatikan segala kelebihan dan kekurangan.

M .engurangi konsumsi buah#buahan karena sebagian buah#buahan berkadar kalium potassium! tinggi. Kadar kalium yang sangat tinggi hiperkalemia! dapat menyebabkan irama jantung terganggu. M <indari sayur dan buah yang tinggi kalium antara lain bayam, gambas, daun singkong, leci, daun pepaya, kelapa muda, pisang, durian dan nangka, M <indari5batasi makanan tinggi natrium jika pasien hipertensi! antara lain garam, vetsin, penyedap rasa5kaldu kering, makanan yang dia2etkan, dikalengkan dan diasinkan,

9engaturan >utrisi untuk /agal /injal Tahap 1khir dengan dialisa! <aemodialisa diperlukan bagi penderita yang mengalami penurunan *ungsi ginjal tahap akhir, dimana ginjal sudah tak lagi memiliki kemampuan mengeluarkan produk sisa metabolisme dan mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit dan kadar ureum darah sebagai tanda terjadinya keracunan urea meningkat hingga lebihdari )% mg dan dapat berujung pada koma. 'aat penderita menjalani dialisa, penderita membutuhkan suplemen yang bisa menggantikan asam amino yang hilang selama dialisis. 9engaturan >utrisi untuk 9enderita 6atu /injal

6atu ginjal terbentuk jika konsentrasi mineral atau garam urin mencapai nilai yang memungkinkan terbentuknya kristal. 6eberapa makanan perlu dihindari pada penderita dengan batu ginjal,tergantung jenis batu yang diderita. 9ada penderita dengan batu kalsium hindari protein yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu tinggi kalsium, dan makanan yang dapat meningkatkan ekskresi oksalat melalui ginjal. 'ementara itu, untuk jenis batu asam urat, hindari bahan makanan yang mengandung purin dan lemak tinggi seperti jerohan, sardin, kerang, makarel, bayam, daun singkong, kangkung, melinjo, serta kacang dan berbagai hasil olahannya. Untuk mengoptimalkan metabolisme penyerapan protein, dapat memilih mengkonsumsi suplemen yang dapat membantu penyerapan protein tersebut. 1kan lebih baik jika suplemen tersebut mengandung asam lemak tidak jenuh ganda yang bersahabat bagi tubuh.

9engaturan >utrisi untuk 9enderita /injal 9emahaman tentang penatalaksanaan diet secara umum bagi penderita penyakit ginjal penting untuk diketahui, tak hanya bagi mereka yang telah menderita gangguan ginjal, namun baik bagi mereka yang bertekad untuk menurunkan resiko terhadap gangguan ginjal. 'aat organ ginjal terganggu, ia tak lagi menjalani *ungsinya dengan baik. 9enyakit ginjal menyebabkan terjadinya gangguan pembuangan kelebihan "at gi"iyang diperoleh dari makanan. 9enetapan terapi nutrisi diklasi*ikasikan berdasarkan jenis gangguan ginjal yang ada. 'eperti gagal ginjal akut, gagal ginjal kronis, penyakit ginjal tahap akhir gagal ginjal terminal!, sindroma ne*rotik dan batu ginjal. .engingat *ungsi ginjal telah terganggu, penatalaksanaan diet di*okuskan pada pengaturan dan pengendalian asupan energi, protein, cairan dan elektrolit. 9engaturan >utrisi untuk /agal /injal 1kut dan Kronis 9ada jenis ini terjadi penurunan *iltrasi pada glomelurus tempat penyaringan darah pada ginjal! yang menyebabkan banyaknya *ungsi ne*ron yang rusak. >e*ron sendiri ber*ungsi sebagai pengatur air dan elektrolit dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian menyerap kembali cairan dan molekulyang masih diperlukan tubuh. 9eningkatan jumlah ne*ron yang rusak inilah yang mencetuskan terjadinya gagal ginjal kronis. 9ada tahap ini, penderita akan mengalami retensi cairan edema!, kalium, natrium, dan *os*or. @umlah air seniyang dikeluarkan sedikit sehingga sampah yang seharusnya dibuang, akhirnya menumpuk dalam darah, terutama urea yang berasal dari pemecahan protein tubuh!. Kadar ureum darah 6U>! dan kreatinin meningkat, dan biasanya penderita akan mengalami kelelahan, hilang na*su makan, mual dan muntah. @ika keadaan sudah demikian,yang perlu dibatasi adalah cairan maksimal %33#)333ml5hari!, protein di*okuskan pada protein dengan nilai biologis tinggi!, natrium dan kalium. @umlah protein yang ditentukan berdasarkan nilai /$R /lomelural $iltration Rate!. Konsultasikan dengan ahli gi"i untuk menentukan jumlah protein yang sesuai. <indari pemberian protein nabati seperti kacang#kacangan dan hasil olahannya. 9enderita dengan

kemampuan makan yang rendah, bila diperlukan, berikan tambahan suplemen vitamin seperti asam *olat, vitamin 68, vitamin -, Aitamin D dan vitamin K. Untuk sumber bahan makanan yang mengandung lemak hindari lemak jenuh dan lemak tinggi garam. Tambahkan asupan lemak tidak jenuh ganda yang baik untuk kesehatan ginjal misalnya asam lemak omega ,!. 6agi pasien dengan hiperkalemia sebaiknya menghindari sayuran dan buahyang tinggi kalium seperti daun pepaya, kembang kol, bayam, kapri, peterseli, pisang, duku dan alpokat. 9engaturan >utrisi untuk /agal /injal Tahap 1khir dengan dialisa!

<aemodialisa diperlukan bagi penderita yang mengalami penurunan *ungsi ginjal tahap akhir, dimana ginjal sudah tak lagi memiliki kemampuan mengeluarkan produk sisa metabolisme dan mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit dan kadar ureum darah sebagai tanda terjadinya keracunan urea meningkat hingga lebihdari )% mg dan dapat berujung pada koma. 'aat penderita menjalani dialisa, penderita membutuhkan suplemen yang bisa menggantikan asam amino yang hilang selama dialisis. 9engaturan >utrisi untuk 9enderita 6atu /injal

6atu ginjal terbentuk jika konsentrasi mineral atau garam urin mencapai nilai yang memungkinkan terbentuknya kristal. 6eberapa makanan perlu dihindari pada penderita dengan batu ginjal,tergantung jenis batu yang diderita. 9ada penderita dengan batu kalsium hindari protein yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu tinggi kalsium, dan makanan yang dapat meningkatkan ekskresi oksalat melalui ginjal. 'ementara itu, untuk jenis batu asam urat, hindari bahan makanan yang mengandung purin dan lemak tinggi seperti jerohan, sardin, kerang, makarel, bayam, daun singkong, kangkung, melinjo, serta kacang dan berbagai hasil olahannya. Untuk mengoptimalkan metabolisme penyerapan protein, dapat memilih mengkonsumsi suplemen yang dapat membantu penyerapan protein tersebut. 1kan lebih baik jika suplemen tersebut mengandung asam lemak tidak jenuh ganda yang bersahabat bagi tubuh. 9engaturan -airan bagi pasien 9/K

9asien penyakit ginjal kronik 9/K! mendapatkan anjuran untuk mengatur asupan cairan, namun sayangnya masih banyak yang belum memahami man*aat pengaturan cairan tersebut. 'elain itu terdapat pengertian yang keliru yang dapat menjadi kendala dalam pemahaman pasien akan penatalaksanaan 9/K. 'alah satu contoh pengertian yang keliru adalah mengenai peningkatan volume plasma dapat meningkatkan produksi urin, pengeluaran kreatinin serta urea. 1sumsi ini sebenarnya hanya terjadi pada kasus penyakit ginjal akut yang disebabkan oleh dehidrasi, penggunaan diuretik obat yang memicu untuk berkemih!, kehilangan cairan akibat diare atau panas tinggi dan asupan cairan hidrasi yang tidak adekuat. 9enurunan *ungsi ginjal pada keadaan ini akan kembali normal, bila pasien diberikan cairan yang cukup. Terdapat pula anggapan bah2a ginjal memerlukan lingkungan yang lembab untuk dapat bekerja dengan baik dan bila seseorang mengeluarkan urin dalam jumlah banyak, berarti ginjal ber*ungsi dengan baik. 9adahal sebenarnya ginjal hanya memerlukan sedikit cairan untuk dapat bekerja dengan baik. Tidak semua cairan yang dikeluarkan melalui ginjal berasal dari air yang kita minum. Keseimbangan cairan dalam tubuh kita berasal dari& )! asupan cairan yang kita minum dan makan, +! cairan yang terbentuk dari hasil metabolisme. 'edangkan pengeluaran cairan oleh tubuh, selain melalui urin dapat melalui kulit dan saluran na*as serta *eses dalam jumlah sedikit. 'ejauh ini kita menghadapi *akta bah2a dengan meningkatkan asupan cairan tidak meningkatkan *ungsi ginjal, namun apakah terdapat bukti peningkatan asupan cairan dapat membahayakan ginjalN 9ada manusia, belum ditemukan studi prospekti* yang meneliti e*ek asupan cairan pada penyakit ginjal lebih lanjut. >amun suatu studi retrospekti* yang meneliti hubungan antara volume urin selama +( jam dan penurunan laju *iltrasi rata#rata glomerulusO menunjukkan pasien dengan asupan cairan yang tinggi +,( D5hari! memiliki kemunduran *ungsi ginjal yang lebih nyata dibanding pasien yang memiliki asupan cairan yang lebih rendah berkemih dengan urin yang banyak. Dengan demikian dapat disimpulkan bah2a peningkatan volume urin yang dapat mempercepat kerusakan ginjal adalah volume urin yang meningkat pada bagian dalam tubulus ginjal intratubular! sehingga menekan ginjal dan merangsang mekanisme pembentukan Pjaringan ).( D5hari!. Tidak didapatkan tanda#tanda pembuangan garam mineral! ataupun air pada pasien#pasien yang

parutQ *ibrogenik!. Teori lainnya mengatakan bah2a tingginya asupan cairan menyebabkan keluarnya cairan dari pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah, yang merupakan salah satu *aktor utama pada perburukan penyakit ginjal. <al ini bukan berarti pembatasan cairan akan berman*aat bagi ginjal. Falaupun demikian tidak dianjurkan untuk meningkatkan asupan cairan di atas kebutuhan sehari#hari atau saat rasa haus memberitahukan kita membutuhkan asupan cairan. <anya perlu diingat pula bah2a sensasi haus akan meningkat seiring usia, terutama pada 2anita lansia.

.engurangi

Kalium

Dalam

6ahan

.akanan

6agi pasien 9enyakit /injal Kronis 9/K! yang menjalani terapi pengganti ginjal dengan <emodialisis, tentu perlu memperhatikan makanan agar kualitas hidup dapat tetap terjaga. 'alah satunya adalah kadar kalium dalam makanan. Kalium dibatasi terutama bila urin kurang dari (33 ml -ara atau mengurangi kadar kalium kalium dalam darah bahan lebih makanan dari adalah %,% sebagai mE?5l. berikut &

). -ucilah sayuran, buah, dan bahan makanan lain yang telah dikupas dan dipotong#potong. +. Rendamlah bahan makanan dalam air hangat pada suhu %3#83 derajat -elcius air hangat! selama + jam. 6anyaknya air untuk merendam )3 kali bahan makanan.

,. 1ir dibuang dan bahan makanan dicuci dalam air mengalir selama beberapa menit. (. 'etelah itu segera dimasaklah bahan makanan. Debih baik lagi jika air yang digunakan untuk memasak % kali bahan makanan.