1

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN
PUPUK ORGANIK PADAT DARI KELUARAN
DIGESTER BIO GAS














Oleh:
Sri Wahyuni
Jamil Musanif


Jakarta, 200S







2
1. Pengertian Pupuk Organik
Pupuk adalah bahan yang ditambahkan ke dalam tanah untuk
menyediakan unsur-unsur esential bagi pertumbuhan tanaman.
Penggolongan pupuk umumnya didasarkan pada sumber bahan yang
digunakan, cara aplikasi, bentuk dan kandungan unsur hara.
Berdasarkan sumber bahan yang digunakan, pupuk dapat
dibedakan menjadi pupuk organik dan pupuk an-organik. Pupuk
organik adalah pupuk yang bahan dasarnya terdiri dari bahan organik
yang diambil dari alam dengan jumlah dan jenis unsur hara yang
terkandung secara alami, sedang pupuk an-organik adalah pupuk
yang berasal dari bahan non organik yang umumnya diproduksi
melalui proses sistetis yang menghasilkan senyawa kimia yang mudah
diserap oleh tanaman.
Dari bentuk pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi 2
(dua) yakni pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Pupuk cair
adalah larutan yang mudah larut, berisi satu atau lebih pembawa
unsur yang dibutuhkan tanaman. Pupuk padat adalah pupuk organik
yang bentuknya padat, remah, tidak berbau, jika dilarutkan kedalam
air tidak mudah larut.
Pupuk organik termasuk pupuk majemuk lengkap karena
kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur dan mengandung
unsur mikro. Pupuk organik padat adalah pupuk yang sebagian besar
atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa
tanaman, kotoran hewan dan kotoran manusia yang berbentuk padat.
Dari bahan asalnya, pupuk organik padat dapat berupa pupuk
kandang, pupuk hijau, kompos dan humus. Sedangkan pupuk
organik cair dapat berupa pupuk kandang cair (POCK), pupuk
organik dari keluaran digester biogas (POCB), dan pupuk organik
dari pengolahan sampah (POCS).

3
2. Pembuatan pupuk organik cair dan pupuk organik padat dari
keluaran digester biogas.

Bahan keluaran dari sisa proses pembuatan biogas dapat dijadikan pupuk
organik. Pemanfaatan sludge sebagai pupuk padat memberikan
keuntungan yang hampir sama dengan penggunaan kompos. Di kawasan
pertanian sludge dapat langsung dialirkan ke kebun sebagai pupuk, yang
kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan kotoran sapi langsung.

Unsur hara yang ada dalam pupuk organik cair sebagian dapat langsung
diserap tanaman dan cepat terurai sehingga mudah diserap tanaman.
Menurut Suzuki dkk, dalam penelitiannya di Vietnam tahun 2001, sludge
yang berasal dari biogas sangat baik untuk dijadikan pupuk karena
mengandung berbagai mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan
seperti Fospor (p), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Kalium (K), Tembaga
(Cu), dan Seng (Zn).


Pupuk
padat
Pupuk
cair
Sludge

Gambar 1. Unit pengolahan biogas, menghasilkan pupuk organik padat
dan pupuk organik cair.
4
Bahan keluaran dari digester biogas (sludge) mempunyai sifat seperti
kompos, tetapi karena bentuknya lumpur menyulitkan dalam pengemasan
dan pengangkutan, dengan demikian sludge perlu dipisahkan menjadi
bagian padatan dan cairan. Bagian padat dapat duguanakan untuk pupuk
organik padat dan bagian cair digunakan untuk pupuk organik cair.

Pemisahan sludge dapat dilakukan dengan cara dan alat yang sederhana,
berupa saringan pasir atau saringan yang terbuat dari kawat halus dan
saringan kelapa.

a. Proses pembuatan pupuk cair dari keluaran digester biogas
Cairan (slury) dari hasil penyaringan sludge ditampung dalam drum plastik.
Selanjutnya, untuk meningkatkan kualitas perlu ditambah dengan tepung
tulang atau tepung kerabang telur dan tepung darah, lalu dibiarkan selama
1 (satu) minggu (fermentasi).


Gambar. 2. Pengambilan sludge cair dari digester biogas
5

Gambar 2. Pengambilan sludge keluaran dari digester biogas




Gambar 3. Pemisahan Sludge padat dan cair

6

Gambar 4. Pemasukan Sludge Cair ke dalam Drum Fermentasi


Gambar 5. Penambahan Bahan Peningkatan Mutu.

Setelah 1 minggu, disaring lagi menggunakan saringan kelapa. Kemudian
cairan hasil penyaringan tersebut ditampung dalam drum plastik, lalu
7
diaerasi selama 3 – 4 hari dengan aerator untuk membuang gas-gas yang
tersisa dan bau.


Gambar 6. Penyaringan Pupuk Organik Cair Setelah Fermentasi

Gambar 7. Proses Aerasi pupuk organik cair

Selanjutnya dibiarkan selama 2 (dua) hari agar partikel-partikel
mengendap dan cairan yang dihasilkan menjadi bening seperti air teh.
8

Gambar 8. Proses pengendapan Pupuk Organik cair
Bisa juga ditambah dengan rempah seperti tepung kunyit, tepung jahe,
atau bahan alami lainnya yang berfungsi sebagai pestisida nabati.
Cairan yang bening tadi dikemas dalam botol atau jerigen dan siap untuk
dipasarkan.


Gambar 9. Pupuk cair siap dikemas Gambar 10. Pupuk Cair Dalam Kemasan

b) Proses pembuatan pupuk padat dari keluaran digester biogas
(sludge)
Bagian padatan yang diperoleh penyaringan sludge keluaran digester
selanjutnya dikering anginkan selama 7 hari.

9

Gambar 11. Sludge Padat di keringkan / dianginkan

Gambar 12. Proses Pembalikan pupuk padat
10

Gambar 13. Proses Pengayakan Pupuk Padat Organik
Setelah kering, pupuk organik padat ini dikemas dalam kantong plastik atau
karung yang siap dipasarkan.
Untuk meningkatkan kadar unsur haranya, bagian sludge yang padat dapat
diolah lebih lanjut dengan menambahkan tepung tulang, tepung kerabang
telur, atau tepung darah, sehingga pupuk organik padat mempunyai mutu
lebih tinggi.

Contact : Subdit Pengelolaan Lingkungan