You are on page 1of 11

1. DM.

Pregestasionalis
Sudah terdiagnose DM sebelum kehamilan : a) DM tipe I b) DM tipe II c) DM tipe spesifik.

DM sering menyebabkan infertilitas.


DM pada kehamilan menjadi lebih berat dan lebih sulit dikendalikan dan diobati.

Freg : 0,7%dari kehamilan.

Ditemukan hanya pada waktu ibu hamil dan umumnya kembali

normal sesudah persalinan. Tapi dapat terjadi DM tipe II kemudian hari.

Diagnose :
DM Gestasionalis dapat di duga pada wanita dengan riwayat : keturunan DM macrosomia KJDK & Abortus Umur > 30 tahun Obesitas Glucosaria

a)

Skrening dapat dilakukan pada kehamilan 24 28 mgg. 50gr. Glukosa (tanpa puasa). Satu jam kemudian diperiksa glukosa darah. Glukosa > 140 mg/l DM.G
Ada beberapa metode lain. Dapat diberikan 100gr glukosa (puasa) periksa gula darah puasa, kemudian tiap jam selama 3(tiga) jam. Bila ada 2(dua) kelainan lebih dari angka normal DM.G

b)

Bergantung pada berat ringannya penyakit dapat menyebabkan : 1. Abortus dan partus prematurs.
2. 3. 4. 5. Dismaturitas Cacat bawaan dan hidramnion Makrosomia dan kelainan letak Kematian janin dalam kandungan biasanya pada kehamilan > 36 mgg. PE dan insufisiensi placenta Kematian Neonatal dan Neurologik dan psikologik di kemudian hari.

6. 7.

Inersia uteri dan Atonia uteri


Distosia bahu karena anak besar Kelahiran mati Persalinan sering di akhiri dengan tindakan,

termasuk SC Mudah terjadi infeksi Angka Kematian maternal lebih tinggi

1. Infeksi nifas dan sepsis

2. Penyembuhan luka terlambat - jalan lahir (reptura perineum / episiotomi) - SC

Ibu hamil yang menderita DM Pregestasionalis maupun DM Gestasionalis harus mendapat pengobatan yang baik dengan kerjasama bagian penyakit dalam. A. Diet

Kebutuhan kalori wanita Indonesia rata-rata : tidak hamil 2000 kal. hamil 2300 kal laktasi 2800 kal Dengan protein 65 80 gr/hr

B. Pengobatan Insulin Dosis bervariasi antara trimester I, II & III dan persalinan. C. Penanggulangan Obstetri

Umumnya kehamilan diterminasi pada kehamilan +


37 mgg (36 38 mgg) dengan : - induksi partus - SC.

Ibu baik Bayi dirawat di unit perawatan intensif.

Hati-hati Hipoglikemia
Janin lebih buruk dan dipengaruhi : a. Berat dan lamanya penyakit, apalagi disertai dengan acetonuria. b. Insufisiensi plasenta. c. Prematuritas d. Respiratory distress e. Cacat bawaan f. Trauma persalinan (distosia bahu)