You are on page 1of 4

Pada suatu ketika adalah seorang raja yang bernama Raja Firman.

Raja Firman sangat santun, ramah dan bertenggang-rasa. Tata krama di meja makan juga sangat baik dan sebelum makan dia selalu mengucapkan terima kasih kepada juru masak karena sudah menyiapkan makanan yang sangat lezat. Akan tetapi ada beberapa orang di istananya yang tata kramanya di meja makan sangat buruk. Mereka tidak mencuci tangan sebelum makan dan selalu menyambar potongan yang paling besar untuk dirinya sendiri. Mereka juga tidak mengucapkan permisi, tetapi menjangkau melalui orang-orang lain untuk mengambil sesuatu. Mereka tidak mengucapkan terima kasih kepada juru masak atau siapa pun lainnya atas makanan yang disantap, dan hampir semua orang bersungut-sungut mengenai makanan yang disajikan.

Raja Firman

Ayam lagi! Kenapa tidak ada stik? ada yang berkata. Kue mangkok untuk hidangan penutup? Kenapa tidak ada kue taart! ada yang menggerutu. Ini membuat Raja Firman sedih. Apa yang bisa kulakukan untuk memperlihatkan pentingnya bersyukur, bertenggang-rasa dan bertata-krama yang baik? pikir Raja Firman. Tiba-tiba sebuah gagasan muncul di benaknya. Dia mempersiapkan sebuah pesta meriah. Dalam undangannya, dimintanya agar tamu-tamu datang dengan pakaian yang rapi dan baik, mencuci tangan dan wajah, serta bersisir rambut sebelum datang ke pesta karena dia ingin pesta ini menjadi pesta yang sangat spesial. Pada hari yang ditentukan ruang pesta sudah dipenuhi dengan orangorang yang lapar. Tetapi Raja Firman tidak terlihat. Di mana Raja Firman? seseorang menggerutu. Kami mau mulai makan! kata orang lain.

Tiba-tiba, seseorang yang kotor dengan berpakaian compang-camping masuk ke ruang pesta dan duduk di kursi raja kemudian mulai menyambar makanan dengan tangannya yang kotor. Dia mengunyah dengan mulut terbuka lebar dan menjatuhkan barang-barang yang ada di meja. Dia menyeruput sup dengan suara keras dan menjilat-jilat jari-jari tangannya. Pengawal kerajaan datang dan mulai mengusir orang yang kotor itu, tetapi dia mengeluarkan undangan yang sudah ternoda dan kotor. Semua orang terkejut. Pada saat itu, terompet kerajaan berbunyi menandakan kedatangan sang raja. Orang yang kotor itu menyambar makanan kemudian bergegas pergi. Ketika setiap orang sudah duduk, Raja Firman berkata, Maafkan saya sudah membiarkan kalian menunggu. Apakah kalian melihat orang yang bertata krama buruk duduk di kursi saya? Oh ya! orang-orang itu berseru. Sangat menjijikkan! Orang itu sama sekali tidak punya tata krama. Dan dia sangat tidak sopan, yang lain menambahkan. Dia tidak mengucapkan tolong atau terima kasih. Saya sudah pernah melihat orang dengan tata krama yang buruk, tetapi tata krama orang ini sangat buruk, Raja Firman menyetujui, dan itulah sebabnya saya mengundang dia.

Untuk memperlihatkan kepada kalian semua betapa menjijikkannya tata krama yang buruk dan mengapa tata krama yang baik sangat penting. Kita semua pernah berbuat kesalahan seperti yang dilakukan oleh orang ini. Tetapi saya harapkan tidak ada lagi yang akan berkelakuan seperti itu. Marilah kita mencoba mempunyai tata krama yang baik! kata Raja Firman dengan

Mengapa? ada yang bertanya.

tersenyum. Setuju! semua menjawab dengan riang gembira. Kami akan berusaha bertata krama yang baik. Kali ini ketika juru masak menyajikan makanan, para tamu mengucapkan terima kasih dengan sopan santun. Mereka berhati-hati dan bertata krama yang baik serta sopan santun selama pesta dengan mengucapkan tolong dan terima kasih. Pesta itu berlangsung sukses. Dan sejak saat itu, waktu bersantap di seluruh kerajaan Raja Firman adalah saat-saat yang menyenangkan untuk semua orang. Selesai
Authored by Robert Fernandez. Illustrations by Kie Poole. Design by Christia Copeland. Featured on My Wonder Studio. 2009 Aurora Production AG. Used by permission.