Panduan Content Management System - Joomla

Materi yang disusun untuk kebutuhan ICT Trajectory untuk partner-partner Hivos ini boleh digunakan, dimodifikasi dan disebarluaskan secara bebas, di bawah aturan Creative Common License. Semua langkah dalam panduan ini sudah diujicoba, namun ada kemungkinan terdapat perbedaan tampilan karena bahasa atau versi yang digunakan.

Bab I Tentang Joomla Content Management System (CMS), adalah sebuah aplikasi berbasis web (webbased application) yang memungkinkan setiap orang membuat dan mengembangkan sebuah situs dinamis, tanpa perlu memahami bahasa pemrograman. Atau, secara sederhana, CMS adalah aplikasi membuat web dinamis secara mudah. Sedangkan Joomla adalah sebuah CMS yang multi-purpose atau memiliki banyak fungsi. Dibandingkan dengan CMS seperti Wordpress, Joomla memiliki lebih banyak fitur dan fungsi. Konsekuensinya, Joomla lebih rumit dan sulit diaplikasikan. Joomla adalah pengembangan dari Mambo, sebuah CMS yang sudah ditinggalkan para pengembangnya karena Mambo yang awalnya berbasis komunitas hendak diubah menjadi aplikasi komersil. Kelebihan Joomla adalah: • Memiliki banyak fitur all-in-one dalam satu CMS. • Memiliki banyak plugins atau fitur tambahan yang bisa di-download secara mudah dan gratis. • Memiliki dukungan dokumentasi yang baik. Sedangkan kekurangan Joomla: • Sulit dipahami bagi pemula. • Jarang sekali penyedia layanan hosting gratis seperti wordpress.com atau blogspot.com untuk aplikasi Joomla. Peminat Joomla harus memiliki hosting dan domain tersendiri dalam ukuran yang relatif besar. • Complicated. Seperti CMS lain, Joomla terdiri dua bagian. Yakni Front End dan Back End. Front End adalah tampilan website kita yang nantinya akan dilihat oleh para user sedangkan Back End adalah tempat “dapur” kita dalam mengolah (edit, link, insert, update, dan sebagainya) untuk disajikan di Front End. Bab II Instalasi dan Pengaturan Joomla A. Alat dan Bahan Sebelum membuat sebuah situs menggunakan Joomla, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Di antaranya: 1. Komputer. Tentu saja ;) 2. Browser. Aplikasi untuk membuka web, misalnya Internet Explorer, Mozilla Firefox, Safari, Opera, Lynx dan lain sebagainya.
Hivos ICT Trajectory – Panduan Joomla 1

3. Account hosting. Anda harus memiliki sebuah account hosting dengan kapasitas minimal 10MB. Untuk memudahkan, alternatifnya menggunakan XAMPP, software untuk menjadikan komputer Anda sebagai web server. Sehingga Anda tidak perlu bekerja secara online. Dalam XAMPP, sudah termasuk Apache, PHP dan MySql. 4. Koneksi Internet. Agar proses upload dan setting Joomla berjalan lancar, pastikan koneksi internet yang Anda gunakan stabil. Tidak perlu koneksi yang cepat, yang penting tidak terputus-putus. 5. Software File Transfer Protocol (FTP), bisa menggunan FileZilla, dan lain sebagainya. Software ini digunakan untuk meng-upload file ke hosting. 6. File Joomla. Bisa di-download di www.joomla.org. 7. Software Extract Tool, misalnya 7zip (http://7zip.org), WinRar (www.winrar.com) dan lain sebagainya. Software ini digunakan untuk mengekstrak file. 8. Software teks editor. Bisa Notepad, Wordpad, TextEdit atau program sejenis lainnya. Biasanya sudah ada dalam setiap sistem operasi. 9. Camilan, rokok, minuman dan aneka kebutuhan pribadi. Mengapa perlu dipersiapkan juga? Karena dalam proses mengutak-atik situs, sekali konsentrasi kita terpecah akibat lapar atau haus, akan sulit membangun mood lagi. Jangan lupa juga pergi ke kamar kecil untuk membereskan urusan Anda sebelum mulai mengerjakan situs. B. Instalasi dan Memasang Template Joomla Tahap pertama, adalah menginstal Joomla dalam web server Anda. Dowanload dan ekstrak Joomla di folder htdocs. Kemudian buka browser dan ketikkan http://localhost/joomla. Akan muncul halaman pre-isnstallation check.

Pengguna Windows akan menemui celah keamanan karena standar Windows yang lemah, yakni akses direktori Joomla masih writeable. Klik Next untuk memulai.

Hivos ICT Trajectory – Panduan Joomla

2

Lisensi Joomla akan muncul, klik Next bila menyetujui. Muncul sebuah halaman yang memungkinkan Anda mengatur database.

Masukkan semua kolom sesuai dengan yang Anda buat sebelumnya di phpmyadmin. Untuk mysql table prefix biarkan saja jos_ untuk indentifikasi jenis table dalam database. Pilihan standar adalah install sample data, jika sudah punya situs joomla sebelumnya di database yang sama dan ingin membackup database-nya maka pilih Drop existing tables dan backup old tables. Klik Next. Akan muncul halaman konfirmasi.

Jika OK, Anda akan dihadapkan pada halaman identitas Joomla.

Beri judul situs dan klik Next. Halaman langkah ketiga akan terbuka, yakni pengaturan URL, Path (direktori instalasi Joomla), email account, dan password. Biarkan file dan direktori permission seperti bawaan Joomla. Klik Next untuk menyelesaikan instalasi Joomla.

Hivos ICT Trajectory – Panduan Joomla

3

Selesai sudah instalasi Joomla.

Selanjutnya muncul pilihan antara view site atau administration. Tetapi, sesungguhnya instalasi belum selesai. Anda harus menghapus direktori INSTALLATION untuk keamanan. Jika belum menghapus direktori INSTALLATION maka saat mengklik view website tampil seperti di bawah ini:

Jika Anda sudah menghapus direktori INSTALLATION, maka Joomla tampil dengan benar.

Hivos ICT Trajectory – Panduan Joomla

4

Langkah selanjutnya adalah mengatur Joomla supaya kian menarik. C. Mengatur Setting Front End Front End adalah penampilan situs yang diakses oleh umum. Pada gambar di atas, adalah contoh Front End Joomla secara default. Sebelum melakukan setting, pastikan Anda sudah ada di posisi Admin. Login melalui http://localhost/nama_folder/administrator/. Masukkan username dan password Anda. Kemudian klik Login.

Jika benar, akan muncul halaman Back End.

Sebaiknya buka 2 window atau tab dalam browser, untuk menampilkan Front End dan Back End, agar Anda bisa dengan mudah melihat perubahan yang muncul karena editing di Back End. Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah mengubah template. Fungsi template ada mengatur tampilan pada Joomla. Terutama Front End.
5

Hivos ICT Trajectory – Panduan Joomla

Berikut ini cara mengubah template Joomla: 1. Download file template yang Anda inginkan. Misalnya dari http://www.joomlaos.de/joomla_template_galerie.html. Simpan di komputer. 2. Login sebagai Admin. 3. Klik menu Installers – Template Site untuk mengubah template Front End.

4. Akan muncul sebuah halaman untuk meng-upload file template. Umumnya masih dalam bentuk .zip. Klik Browse untuk menentukan file yang hendak diupload, kemudian klik Upload and Install.

5. Akan muncul halaman template manager. Pilih template yang Anda inginkan dengan memberi tanda di samping nama template, dan klik Default. 6. Periksa situs Anda, tampilannya sudah berubah sesuai template yang Anda inginkan. Langkah berikutnya adalah mengubah Menu. Sebelum melangkah lebih lanjut, harus dipahami istilah-istilah dalam back End Joomla. Yakni Section, dan Category. Section merupakan bagian tertinggi, dan Section terdiri atas Category. Serta Categori terdiri atas Article. Langkah mengubah Menu: 1. Klik Menu Manager di Control Panel, terletak di halaman paling depan Back End. 2. Pilih main menu lalu klik Edit Menu Items. 3. Untuk contoh, Anda bisa mengubah tulisan tombol Home di Front End menjadi Depan. 4. Pilih Home lalu klik. Beri nama Depan, dan klik tombol Apply. 5. Anda bisa mencoba mengubah menu lainnya.

Hivos ICT Trajectory – Panduan Joomla

6

D. Mengatur Setting Back End Back End adalah halaman yang hanya bisa diakses oleh Admin atau pemilik account yang sudah disetujui. Untuk pengaturan Back End, Anda harus berada dalam posisi Administrator. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyesuaikan Back End dengan kebutuhan Anda adalah pengaturan User Manager. User manager adalah fitur Joomla untuk mengatur hak akses user pada Joomla Anda. Caranya : Login ke Joomla Anda, klik menu tab Site, pilih Global Configurations. Pada pilihan Allow User Registration, Anda bisa memilih Tidak untuk menonaktifkan pendaftaran member atau Yes untuk mengaktifkan. Untuk menambahkan user dalam Joomla Anda, klik user Site–> User Manager –> New. Masukkan parameter sampai lengkap dan klik Save. Kini, sudah ada user selain Anda yang bisa login dalam Joomla Anda. Bab III Mengembangkan Joomla A. Mengupload ke Hosting Setelah semua sudah dilakukan, kini saatnya meletakkan Joomla Anda ke hosting sebenarnya agar bisa diakses oleh pengguna internet. Karena dalam proses ini sedikit rumit, jangan mengubah yang lain kecuali Anda tahu apa yang Anda lakukan. Siapkan database Joomla yang ingin di-upload. Backup database Anda, jika menggunakan phpMyAdmin silahkan akses phpMyAdmin dari web browser Anda (buka Panduan XAMPP untuk lebih jelasnya). Pilih database Joomla yang ingin diupload dari drop down menu Database. Setelah database dipilih dan menampilkan table-tablenya, klik pada tombol Export. Lalu pilih select all dan centang kotak “Add Drop Table”. Centang “Save as file” tekan tombol “Go” di kanan bawah browser. Browser akan mengeluarkan konfirmasi penyimpanan ke local komputer. Setelah itu, loginlah ke CPanel hosting Anda. Bisanya beralamat di www.namaanda.com/cpanel. Login dan pilih menu MySQL Databases. Klik tombol Create Database. Di sini tempat membuat database MySQL web Joomla yang akan diupload. Masukkan nama database Joomla dan tekan “Create Database”. Setelah berhasil membuat database, anda perlu memastikan bahwa web Joomla dapat mengaksesnya. Untuk itu dibutuhkan user MySQL yang memiliki hak akses ke database tersebut. Klik MySQL Databases dan klik tombol Add User. Masukan username dan password untuk user MySQL. Akhiri dengan menekan tombol Create User. Setelah membuat user, sekarang tinggal memberi user hak akses untuk database Joomla. Di cPanel > MySQL Databases, cari dua drop-down untuk user dan database, pilih Joomla database dan user yang baru dibuat dan set Privileges ke ALL dan tekan Add User to Database. Kini hosting siap menerima database Joomla Anda. Setelah selesai membuat database dan user sekarang buka phpMyAdmin di cPanel > MySQL Database > phpMyAdmin. Pilih database Joomla yang ingin diupload dari drop down menu database. Setelah database dipilih dan menampilkan tabletablenya, klik pada tombol Import, browse serta arahkan ke lokasi penyimpanan database di komputer Anda. Klik Go untuk melakukan proses upload. Langkah berikutnya adalah menyetting configuration.php. Sebuah file yang berisi informasi web Joomla, database, user, dan lain-lain. Sebelum upload file ke server
Hivos ICT Trajectory – Panduan Joomla 7

hosting, Anda harus mengganti konfigurasi Joomla. BACKUP dulu file configuration.php menjadi configuration.local.php. Buka file configuration.php dan ganti beberapa nilai seperti yang ada dib awah ini lalu simpan. Contoh di bawah ini menggunakan asumsi kalau Anda ingin membuat web Joomla diakses melalui http://namaanda.com/. $mosConfig_absolute_path = ‘/home/[USERNAME]/public_html’; $mosConfig_cachepath = ‘/home/[USERNAME]/public_html/cache’; $mosConfig_password = ‘[PASSWORD_DATABASE_JOOMLA]’; $mosConfig_user = ‘[USERNAME]_[NAMA_DATABASE_JOOMLA]’; Ingat! Nama database dan username akan diberi prefiks “[USERNAME]_” di mana username ini diambil dari login cPanel. Jangan lupa password user MySQL case-senditive. Kini, arsipkan direktori Joomla di komputer Anda menjadi joomla.zip. Setelah itu jalankan aplikasi FTP dan upload ke direktori yang diinginkan. Bisa juga dengan menggunakan File Manager di cPanel > File Manager untuk melakukan upload. Kalau ingin menjadikan Joomla sebagai web utama silahkan upload file zip Joomla ke dalam direktori public_html supaya Joomla dapat diakses melalui http://nama anda.com/. Setelah selesai upload, gunakan File Manager di cPanel > File Manager dan navigasikan ke direktori tempat file zip Joomla diupload, klik paka nama file, nanti bagian kanan web browse akan menampilkan beberapa pilihan, klik “Extract File Contents”. Refresh File Manager dengan klik pada nama direktori public_html, nanti akan muncul file-file berhasil diekstrak. Misalnya: public_html/index.php public_html/components/ public_html/templates/ dan sebagainya B. Memasang Aksesoris Joomla memiliki banyak aksesoris. Anda bisa menggunakan berbagai aksesoris yang tersedia gratis di banyak situs. Anda bisa mencoba-coba aksesoris secara offline atau online. Jangan takut salah. Referensi - http://forum.joomla.org - http://help.joomla.org - http://softarchive.net/ebooks/joomla_a_users_guide_building_a_successful_jooml a_powered_website:62082.html

Hivos ICT Trajectory – Panduan Joomla

8