MODUR BELAJAR BAHASA JEPANG

GELAR DAN NAMA PANGGILAN BAHASA JEPANG
CARA PANGGIL ORANG BAHASA JEPANG ( YOBIKAKE )
Minna-san, mungkin sudah banyak yang mengerti, tetapi tidak ada salahnya kalau kita
bahas di sini karena saya yakin masih banyak juga yang masih sama sekali tidak tahu
Bahasa Jepang.....^__^
"cara panggil orang" atau dalam bahasa Jepangnya yobikake, ini karena berhubungan
erat dengan kebudayaan Jepang atau sopan santun di Jepang.
Cara panggil orang akan menentukan kesopanan kita dalam berbahasa Jepang. Jangan
sampai karena kita salah memanggil, kita dicap sebagai orang yang tidak punya sopan
santun atau kurang ajar.....weleeeehhh...
1. SAN
"SAN" itu diletakkan di belakang nama orang untuk memanggil nama orang tersebut. Ini
adalah cara panggil untuk seseorang pada umumnya.
"SAN" ini bisa berarti PAK, BU, MAS, MBAK dan lain-lain. Laki-laki atau perempuan,
tua atau muda untuk memanggil nama orang dengan sopan, kita mesti ditambah dengan
san ini. Terutama jika kita belum akrab dengan orangnya. Yang harus diingat adalah,
nama sendiri tidak boleh dikasih san. Ini hanya digunakan untuk menyebut nama orang
lain saja.
Contoh panggilan menggunakan san : Topan-san, Ani-san, Toni-san dan lain-lain.
2. KUN
“kun” umumnya dipakai untuk memanggil anak remaja laki-laki atau bawahan atau
yunior kita.
Meskipun kadang-kadang ada juga atasan/guru yang memanggil bawahan/murid
perempuannya dengan menambahkan kata kun di belakangnya.
Yang perlu diingat, ini hanya untuk memanggil orang yang sebaya atau lebih muda dari
kita dan sudah akrab.
Kita tidak boleh pakai kun untuk memanggil senior atau atasan kita.
Contoh panggilan menggunakan kun adalah : Rizky-kun, Aya-kun dan lain-lain.


3. CHAN
“chan”Ini untuk panggilan sayang. Seringnya dipakai untuk memanggil anak kecil, tapi
bisa juga untuk memanggil cewek atau cowok yang sudah akrab dengan kita..... Contoh
panggilan menggunakan chan adalah......Aya Chan, Milla chan dan lain-lain.
4. SENSEI
Untuk memanggil guru kita, kita harus menambahkan sensei di belakang nama beliau.
Atau tanpa sebut namanya, kita panggil sensei saja, itu sudah berarti PAK GURU atau BU
GURU.
DI INGAT....sensei sebenarnya gak cuma untuk panggilan guru saja, orang-orang yang
mempunyai keahlian khusus juga dipanggil sensei.
Misalnya untuk memanggil DOKTER, kita panggil beliau dengan sensei.
5. SEMPAI
Ini untuk memanggil SENIOR kita. Kita boleh menyebut nama terus menambahkan kata
sempai atau cukup dengan sempai saja.
6. RIIDA ( dari kata kamus bahasa Inggris LEADER / pemimpin group )
Ini untuk memanggil seseoarang sesuai jabatannya, biasa dipergunakan didalam
perusahaan/pabrik.
Misalnya : Yugi Riida
7. KAKARICHOU ( kira-kira sama dengan Assisten Manager / Manager )
Ini untuk memanggil seseoarang sesuai jabatannya, biasa dipergunakan didalam
perusahaan/pabrik.
Misalnya : Jajan Kakarichou
8. KACHOU ( Factory manager / Senior manager )
Ini untuk memanggil seseoarang sesuai jabatannya, biasa dipergunakan didalam
perusahaan/pabrik.
Misalnya : Angga Kachou


9. BUCHOU ( General manager / Factory Manager / Direktur )
Ini untuk memanggil seseoarang sesuai jabatabnya, biasa dipergunakan didalam
perusahaan/pabrik.
Misalnya : Dyan Buchou
10. SHACHOU ( Presiden Direktur/Pimpinan Perusahaan )
Ini untuk memanggil seseoarang sesuai jabatabnya, biasa dipergunakan didalam
perusahaan/pabrik.
Misalnya : Nuke Sachou

KATA PENGHUBUNG (SHIKASHI,KEREDOMO,DEMO)
KATA PENGHUBUNG
SHIKASHI...KEREDOMO...DEMO
Dalam Bahasa Indonesia banyak kita kenal kata penghubung yg menyatakan perbedaan
atau pertentangan : TAPI, TETAPI, NAMUN, NAMUN DEMIKIAN, MELAINKAN,
WALAUPUN BEGITU...dll
Nah dalam Bahasa Jepang juga ada dan banyak....kita ambil 3 saja yang penting, yaitu:
SHIKASI....KEREDOMO dan DEMO
SHIKASI dan KEREDOMO memiliki arti yang sama yaitu menyatakan 2 hal yg
BERBEDA, misalnya :
- Imam san wa kai-in ni erabareta. Shikashi, kai no zen-in ga kare o shiji shite iru wake
dewanai.
(Imam san dipilih jadi ketua. Tetapi, itu bukan berarti seluruh anggota pada mendukung
dia.)
- Indonesia keizai wa tashika ni hatten shita. KEREDOMMO, kokumin no seikatsu wa
amari yutaka denai.
(Memang benar bahwa perekonomian Indonesia sudah maju. NAMUN DEMIKIAN,
kehidupan rakyat masih belum begitu makmur.)
Nah terlihat 2 kata ini sering muncul dalam bahasa tulis / lisan yg formal.....
DALAM BAHASA GAUL...KEREDOMO BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN..:
1. KEDOMO --> Oishiindakedomo, chotto takainda! ( Enak namun sedikit mahal )
2. KEREDO --> atama wa itai keredo, netsu wa nai. ( Kepala sakit namun tidak demam /
panas )
3. KEDO -->kono kuruma, kakkou ii ne, Kedo, chotto kaenai ne! ( Mobil ini bagus sekali
namun tidak bisa saya beli )
atau: Fuyu-yasumi ni sukii ni ikitai kedo, kane ga nainda! ( Saat libur musim salju mau
pergi main ski namun tidak ada uang )
JADI KATA "KEDO" boleh muncul di awal / tengah kalimat.
LALU BAGAIMANA DENGAN "DAKEDO".....'Dakedo' sedikit berbeda dengan 'kedo'.
DAKEDO itu punya arti: kita mau menerima sesuatu tapp tidak 100%, artinya ada sekian
% yg kita tdk setuju tentang hal itu....
Misalnya....: - Chichi wa hayaku kekkon-shiro to iu DAKEDO, watashi wa mada sono
tsumori wa nai. (Ayah bilang: Cepat nikah tapi aku masih belum ada rencana ke situ, sih)
Jadi, kata ini selalu muncul di awal kalimat yang dalam Bahasa Indonesia secara bebas
bisa kita terjemahkan menjadi : IYA SIH...MEMANG BENAR SIH...TAPI...dll..
Kesimpulannya : Jadi ada sebagian yg bisa diterima, sambil menyisakan sedikit yg tdk
bisa diterima...
Oh ya bentuk formal untuk 'DAKEDO adalah DAKEREDOMO
Ada kata 'dakedo' yg muncul di tengah kalimat, misalnya:
- Bakso ga suki dakedo, mainichi taberu to, karada ni yokunai ( Memang benar saya suka
bakso setiap hari makan dan tidak baik ke kesehatan badan )
DISINI MUNCUL "DA"....kenapa....KARENA SUKI adalah kata sifat "NA"...
TAPI kalau kata sifat bentu "I".... langsung aja tanpa 'da'.
Jadi, 'dakedo' pada kalimat di atas adalah gabungan dari 'DA' + 'KEDO', bukan yang asli.
SLANJUTNYA TENTANG "DEMO"
Ini sedikit berbeda dengan yg saya jelaskan di atas.
"DEMO" lebih menunjukkan PERTENTANGAN / PERLAWANAN.
Misalnya....;- Sakana wa suki desu. Demo, sashimi wa kirai desu. ( Saya suka ikan. TAPI
Sashimi saya tidak suka )
Dua kalimat ini bisa digabung menjadi: - Sakana wa suki desuga, sashimi wa kirai desu. (
Saya suka makan ikan tapi sashimi saya tidak suka )
DAN BAHASA GAUL dari kalimat diatas :- Sakana wa suki dakedo, sashimi wa kirai.
KATA SAMBUNG (SETSUZOKUSHI)
KATA SAMBUNG / KONJUGASI ( SETSUZOKUSHI )
Melengkapi catatan pelajaran kita dan biar nggak bingung apalagi sampai manyun...^__^
apa sich kata sambung dan bagaimana pengelompokkanya dalam bahasa
Jepang.....hupppssss...ada 7 kelompok dan kalau saya uraikan...hmmmm panjang sekali
karena kata-kata yang termasuk setsuzokushi jumlahnya cukup banyak kawan....
Pembentukan setsuzokushi dari beberapa kata dipakai secara berurutan dan akhirnya
menjadi sebuah setsuzokushi...... Misalnya kata sorekara berasal dari SORE (itu)
ditambah partikel KARA ( dari, mulai )....nah lalu kedua kata itu menjadi sebuah
setsuzokushi....SOREKARA ( lalu, dan, selanjutnya, sesudah itu )
Sahabat...hmmmm...rasa2nya kalau saya ulas materi ini, sepertinya sahabat2 ini mau
masuk ke SASTRA JEPANG saja...belajarnya detail banget....^__^... Ok dech....untuk
lebih sederhananya, dalam pembentukan setsuzokushi dapat terjadi dengan pola-pola
seperti berikut ( Silahkan ini DICATAT....^___^ ) :
1. Meishi + joshi
Tokoroga [tokoro +ga]
Sorenara [sore +nara]
Yueni [yue +ni]
Tokorode [tokoro + de]
Soredewa [sore +dewa]
Sokode [soko +de]
Soreni [sore +ni]
Sorede [sore +de]
Tokini [toki +ni]
2. Doushi + joshi
Shitagatte [shitagau + te]
Narabini [narabu + ni]
Suruto [suru +to]
3. Fukushi + joshi
Matawa [mata + wa]
4. Jodousi + Joshi
Desukeredomo [desu +keredomo]
Desukeredo [desu +keredo]
Desukedo [desu +kedo]
Dakeredomo [da + keredomo]
Dakeredo [da + keredo]
Dakedo [da +kedo]
Desukara [desu + kara]
Dakara [da +kara]
Desuga [desu + ga]
Daga [da +ga]
5. Joshi + joshi
Demo [de + mo]
Dewa [de + wa]
Shikamo [shika + mo]
6. Fukushi + doushi
Soushite [sou +shite]
Soshite [so +shite]
7. Fukushi + doushi + joshi
Sousuruto [sou +suru + to]
MEMPERKENALKAN DIRI (JIKOSHOUKAI)
MEMPERKENALKAN DIRI ( JIKOSHOUKAI )
Kalau kebetulan kalian berkenalan dengan orang Jepang
Contoh perkenalan diri :
HAJIMEMASHITE
Watashi wa agus desu.
17 (juu nana) -sai desu.
Indoneshia-jin desu.
Shinjukucenter no sha'in desu.
DOUZO YOROSHIKU ONEGAISHIMASU
PENJELASAN : Untuk memperkenalkan diri dalam Bahasa Jepang, biasanya kita mulai
dengan mengucapkan HAJIMEMASHITE yang biasanya kita terjemahkan dengan
PERKENALKAN ("how do yo do?").
Setelah mengucapkan HAJIMEMASHITE, baru kita menyebut nama kita, misalnya :
+ watashi wa [nama kita] desu. = Saya (adalah) ...
atau ;
+ watashi no namae wa [nama kita] desu. = Nama saya (adalah) ...
atau kita tidak perlu menggunakan watashi wa/watashi no namae wa ... tapi langsung saja
[nama kita] desu.
Contoh :
+ watashi wa Yugi desu. = Saya Yugi.
+ watashi no namae wa Yugi desu. = Nama saya Yugi.
+ Yugi desu. = (saya) Yugi.
Setelah menyebutkan nama, untuk lebih lengkapnya kita boleh juga menyebutkan umur
kita, [UMUR] -sai desu.
misalnya :
+ (watashi wa) 17-sai desu. = Umur saya 17 tahun.
+ (watashi wa) hatachi desu. = Umur saya 20 tahun.
CATATAN : Subyek kalimat (watashi wa) sengaja saya beri tanda kurung karena
biasanya orang Jepang jarang menyebutkan subyek kalimat khususnya watashi wa
berulang-ulang dalam suatu pembicaraan. Mereka lebih suka tidak menggunakannya.
Oleh karena itu, jika kita menemukan kalimat dalam Bahasa Jepang tidak menggunakan
subyek tapi langsung muncul PREDIKAT, OBYEK atau KATA KETERANGAN,
biasanya SUBYEK-nya adalah watashi......^___^
Selanjutnya, kita bisa menyebutkan negara/daerah asal kita
Misalnya : + Indoneshia-jin desu. = Orang Indonesia.
+ Jawa-jin desu = Orang Jawa.
Selanjutnya, kita bisa juga kasih tahu bahwa kita karyawan/siswa dari suatu
perusahaan/lembaga tertentu. Untuk membuat kalimat ini, susunannya adalah sebagai
berikut : [Nama Lembaga/Perusahaan] no [Posisi/Status Kita di Lembaga/Perusahaan
Tersebut] desu.
Contoh :
+ Hitachi no sha'in desu. = Karyawan PT. Hitachi
+ Indoneshia Daigaku no gakusei desu. = Mahasiswa Universitas Indonesia.
+ Sony no sha'in desu = Karyawan PT Sony.
+ Gajah Mada Daigaku no gakusei desu = Mahasiswa Universitas Gajah Mada

+ Gunadarma Daigaku no gakusei desu=Mahasiswa Universitas Gunadarma
Setelah memperkenalkan diri seperti contoh di atas, terakhir kita tutup dengan ucapan
DOUZO YOROSHIKU ONEGAISHIMASU yang biasa diterjemahkan dengan "Senang
berkenalan dengan Anda" (I am pleased to meet You ).
Meskipun arti yang sebenarnya adalah "Mohon terima perkenalan saya ini dengan
baik/mohon terima saya dengan baik".
Kadang-kadang ucapan DOUZO YOROSHIKU ONEGAISHIMASU bisa disingkat
menjadi DOUZO YOROSHIKU atau YOROSHIKU saja.
Nah sahabat2ku.....
Setelah membaca penjelasan sederhana di atas...yuppppsss silahkan berlatih
memperkenalkan diri dengan Bahasa Jepang menggunakan pola kalimat di bawah ini atau
boleh ditambahkan jika sahabat mau.....
HAJIMEMASHITE
+ Watashi wa [NAMA ANDA] desu.
+ [UMUR] ~sai desu.
+ [DAERAH] ~jin desu.
+ [PERUSAHAAN/LEMBAGA] no [STATUS/POSISI] desu.
+ [KAZOKU] ~nin desu
+ [NAGUSAMI) ~ desu ( Hoby / kesenangan )
DOUZO YOROSHIKU ONEGAISHIMASU
KATA BILANGAN (JOSOUSHI )
BUNPOO & BUNREI ( 文保 文例 )... KATA BILANGAN ( Josuushi / じょすし )
CARA MENGHITUNG BENDA/BARANG/BINATANG/MANUSIA
Kata Bantu bilangan dalam bahasa Jepang, apabila jumlahnya disebutkan, maka
bilangannya diletakan setelah partikel.
Dalam penggunaannya di Bahasa Jepang, agak mirip di bahasa Indonesia, angka-angka ini
tidak bisa digunakan seperti itu saja untuk menyatakan sebuah jumlah dari sebuah
barang, waktu dan sebagainya.
Pertama-tama jenis barangnya harus dipertimbangkan, lalu ukurannya, dan akhirnya
jumlahnya.
Cara berhitung untuk waktu dan tanggal pun berbeda-beda, maka satu hal yang harus
dilakukan adalah menghafalkan cara angka-angka ini bergabung dengan satuannya.
CARA MENGHITUNG :
1. BARANG SECARA UMUM
Untuk mengucapkan 1 buah yaitu HITOTSU Dan seterusnya hanya menambahkan huruf
"TSU"
Contoh :
Reizooko ni ringo ga ikutsu arimasuka. (di kulkas ada berapa buah apel?)
Nanatsu arimasu. (ada tujuh buah apel)
2. BARANG PANJANG
Untuk mengucapkan 1 buah barang panjang (meteran) misalnya : IPPON (baca IPPONG
)..... Biasa dipakai untuk menghitung jumlah pensil, botol, pohon :
1 : IPPON (いっぽん),
2 : NIHON ( にほん )
6 : ROPPON ( 「ろっぽん),
7 : NANAHON (ななほん)
8 : HAPPON ( はっぽん),
10 : JUPPON ( じゅっぽん)
Dan untuk pertanyaannya menggunakan NANBONG (なんぼん ) : Berapa banyak...?
Misalnya :
Kaban no naka ni pen ga ippon arimasu. (di dalam tas ada satu buah pena)
Tsukue no ue ni pen ga nanbon arimasuka. (di atas meja ada pena berapa?)
Sanbon arimasu. (ad tiga buah / batang)
Sumimasen,fanta wo ippon kudasai. (maaf,minta fanta 1 botol)
3. BARANG TIPIS
Bisa digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, perangko, dan benda tipis lainnya.
Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan 'MAI" ( まい ) sebagai akhiran.
Misalnya :
1 lembar ICHIMAI ( いちまい )
Watashi wa yubinkyooku de kitte wo nimai kaimasu. ( saya membeli dua buah perangko di
kantorpos )
Kami wo ichimai kudasai. (minta kertas 1 lembar )
4. BARANG BESAR
Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau barang
besar pada umumnya, seperti televisi, kulkas, rumah, mobil dan sebagainya
Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan "DAI" ( だい ) sebagai akhiran.
Misalnya :
1 buah : "ICHIDAI" ( いちだい )
Contoh :
Kyooshitsu ni senpuki ga ichidai arimasu. (di kelas ada kipas angin satu buah)
5. CARA MENGHITUNG ORANG
Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambahi satuan
"NIN ( にん )....baca NING
Misalnya:
3 orang : "SANNIN" ( さんにん )
7 orang : "SHICININ" ( しちにん )
Contoh : Kyooshitsu ni gakusei ga nijuugonin imasu. (dikelas ada25 orang siswa)
6. CARA MENGHITUNG BENDA BERPASANGAN
Untuk menyebutkan jumlah benda berpasangan seperti sepatu,kaos kaki,dll, ditambahkan
kata "SOKU" ( そく ) setelah angka
Dan khusus untuk angka 1 penyebutannya berbeda dengan yang lain yaitu ISSOKU (
いっそく ) : "Sepasang" dan begitupun dengan angka 8 menjadi "HASSOKU"( はっそく)
Misalnya :
Watashi no kutsu hassoku arimasu : Sepatu saya ada 8 pasang.
Untuk pertanyaannya menggunakan : NANZOKU ( なんぞく ) : Berapa pasang..?
7. CARA MENGHITUNG BINATANG BERUKURAN KECIL
Untuk jumlah binatang berukutan kecil seperti Anjing,Ikan,Kambing, Kucing dll.
Ditambahkan kata PIKI ( ぴき ) setelah angka
Misalnya :
1 EKOR : PIKKI ( ぴっき )
6 EKOR : ROPPIKI ( ろっぴき )
8 EKOR : HAPPIKI (はっぴき )
10 EKOR : JUUPIKKI ( じゅっぴき)
Untuk pertanyaannya menggunakan NANBIKI ( なんびき) = "Berapa ekor ?"
Contoh :
NUKE : Ie no mae ni neko ga imasuka. (apakah di depan rumah adakucing?)
WATI : Hai,imasu. (ya,ada)
NUKE : Nanbiki imasuka. (ada berapa ekor?)
WATI : Nihiki imasu. (ada dua ekor)
8. CARA MENGHITUNG BINATANG BERUKURAN BESAR
Kata bilangan untuk binatang besar ( gajah,sapi,kuda,unta,jerapah,dll ) menggunakan
TOO ( とう )
Misalnya :
1 EKOR : Ittoo
2 EKOR :nitoo
3 EKOR : santoo
dan seterusnya.
Contoh : Kenbutsu ni zoo ga rokutoo imasu. (di kebun binatang ada 6 ekor gajah)
9. CARA MENGHITUNG UNTUK MANGKOK, GELAS, SENDOK dll
Kata bilangan untuk mangkok,gelas,sendok,adalah HAI ( はい)
Misalnya :
1 BUAH : Ippai
2 BUAH : nihai
3 BUAH : sanbai
4 BUAH : yonhai
dan seterusnya.
Misalnya :
Sato wa nanbai iremashoo ka ?. (berapa banyak sendok gula saya perlukan?)
10. CARA MENGHITUNG BENDA YANG BERJILID
Bilangan untuk benda yang berjilid ( buku,majalah,kamus,komik,dll ), menggunakan
SATSU ( さつ )
Misalnya :
1 JILID/BUKU : Issatsu
2 JILID/BUKU : nissatsu
3 JILID/BUKU : sansatsu
4 JILID/BUKU : yonsatsu
dan seterusnya...
Contoh : Hon wo sansatsu. (tiga buku)
11. CARA MENGHITUNG BENDA YANG TAJAM
Bilanagan untuk benda yang tajam ( gunting,pisau,sabit,cangkul,dll ) menggunakan CHO
( ちょ )
Misalnya :
SEBUAH : Itcho
DUA BUAH : nicho
TIGA BUAH : sancho
EMPAT BUAH : yoncho
dan seterusnya.
Contoh : Hasami wo itcho. (sebuah gunting)
12. CAR MENGHITUNG LANTAI BANGUNAN DAN BERAPA KALI
Kata bilangan untuk menghitung berpapa tingkat atau lantai bangunan,dan berapa kali
menggunakan KAI ( かい )
Misalnya :
1 TINGKAT / LANTAI 1 / SATU KALI : Ikkai
2 TINGKAT / TINGKAT 2 / DUA KALI : nikai
dan seterusnya.
Contoh : Nikai ni agaru. (naik ke tingkat dua)
Ano eiga wo nikai mimashita. (saya telah melihat film itu dua kali)
13. CARA MENGHITUNG RUMAH
Kata bilangan untuk rumah menggunakan KEN
Misalnya :
SATU : Ikken
DUA : niken
TIGA : sangen
Contoh : Kyuken no ie. (sembilan rumah)
14. BILANGAN MENYATAKAN UMUR
Kata bilangan untuk menyatakan umur,menggunakan SAI ( さい )
Misalnya :
1 tahun : Issai
2 tahun : nisai
3 tahun : sansai
dan seterusnya.
Contoh : Watashi wa nijusai desu. (umur saya 20 tahun)


FUKSUHI ( KATA KETERANGAN/KATA TAMBAHAN)
Saya list-kan sebagian kata keterangan / kata tambahan bahasa Jepang.
Saya akan usahakan untuk menjelaskan penggunaannya secara bertahap, sahabat-sahabat
semua khususnya pemula, tidak akan pernah bisa berkomunikasi bahasa Jepang dengan
baik bila FUKUSHI INI TIDAK DIKUASAI....
YORI : lebih dari : yori
OUYOSO : kurang lebih
MASUMASU, YOSI ISOU : lebih dari
DOU, DONO YOU NI, DO YATTE : Bagaimana
ITSU KARA : berapa lama (sejak kapan)
TABITABI, YOKU, SHIBASHIBA : sering
KISOKUTEKI NI :berkala, secara teratur
ISTUMO : selalu
DAKE : cuma, hanya
DOU IU WAKE KA : untuk beberapa alasan
NAN TO KA SHITE : bagaimanapun juga
ITSUKA : suata saat
...NO ITSUKA : dulu
TOKIDOKI : kadang-kadang, terkadang
DOKOKA NI :berada di suatu tempat
DOKOKA E : pergi ke suatu tempat
ZENBU : semua
SUBETE : semua hal
MINNA : semua
ZENTAI : Semua, cakupan
ITSU : kapan
DOKO : dimana
DONO HEN NI : tempat berada, berada dimana
NAZE : kenapa
CHOTTO : Sebentar
IMA : Sekarang
HITORIDE : sendiri
ISSHONI : Bersama-sama
MOU : SUDAH
MADA : belum
KORE KARA : Dari sekarang
TAIHEN : Sangat
AMARI : Tidak begitu
YOKU : dengan baik, sering
DAITAI : kira-kira/hampir
SUKOSHI : Sedikit
ZENZEN : Sama sekali
MOCHIRON : Tentu saja
ZENBUDE : Semuanya
TOTEMO :baik sekali
ZUTTO : Jauh lebih
ICHIBAN : Yang paling
ITSUMO : selalu
TOKIDOKI : kadang-kadang
SUGU : segera
MOU ICHIDO : Sekali lagi
MATA : lagi
HAJIMETE : pertama kali
ATODE : nanti
HAYAKU : cepat
YUKKURI : pelan-pelan
SORO SORO : sudah waktunya
DANDAN : tambah lama
ICHIDOMO : sekaipun
ZEHI : ingin
KITTO : pasti
TABUN : barangkali
HONTOU NI : sungguh
MASSUGU : terus
KONOAIDA : tempo hari
JIBUNDE : seorang diri
MOSHI : kalau
MOSHI-MOSHI : halo..( percakapan menggunakan telepon )
IKURA : berulang kali


HURUP KANJI JEPANG
BERKENALAN DENGAN KANJI
Sebelum mempelajari salah satu dari huruf bahasa Jepang ini, mari kita baca terlebih
dahulu tentang muasal huruf logogram yang satu ini ^^
Kanji (漢字), secara harfiah berarti "aksara dari Han", adalah aksara China yang
digunakan dalam bahasa Jepang. Kanji adalah salah satu dari empat set aksara yang
digunakan dalam tulisan modern Jepang selain kana (katakana, hiragana) dan romaji.
Kanji dulunya juga disebut mana (真名) atau shinji (真字) untuk membedakannya dari
kana. Aksara kanji dipakai untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata
kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan). Sementara itu, hiragana (zaman dulu
katakana) umumnya dipakai sebagai okurigana untuk menuliskan infleksi kata kerja dan
kata-kata yang akar katanya ditulis dengan kanji, atau kata-kata asli bahasa Jepang.
Selain itu, hiragana dipakai menulis kata-kata yang sulit ditulis dan diingat bila ditulis
dalam aksara kanji. Kecuali kata serapan, aksara kanji dipakai untuk menulis hampir
semua kosakata yang berasal dari bahasa China maupun bahasa Jepang.
Secara resmi, aksara Tionghoa pertama kali dikenal di Jepang lewat barang-barang yang
diimpor dari China melalui Semenanjung Korea mulai abad ke-5 Masehi. Sejak itu pula,
aksara China banyak dipakai untuk menulis di Jepang, termasuk untuk prasasti dari batu
dan barang-barang lain.
Sebelumnya di awal abad ke-3 Masehi, dua orang bernama Achiki dan Wani datang dari
Baekje di masa pemerintahan Kaisar Ōjin. Keduanya konon menjadi pengajar aksara
China bagi putra kaisar. Wani membawa buku Analek karya Kong Hu Chu dan buku
pelajaran menulis aksara China untuk anak-anak dengan judul Seribu Karakter Klasik.
Walaupun demikian, orang Jepang mungkin sudah mengenal aksara China sejak abad ke-
1 Masehi. Di Kyushu ditemukan stempel emas asal tahun 57 Masehi yang diterima sebagai
hadiah dari China untuk raja negeri Wa (Jepang).
Sebelum aksara kanji dikenal orang Jepang, bahasa Jepang berkembang tanpa bentuk
tertulis. Pada awalnya, dokumen bahasa Jepang ditulis dalam bahasa China, dan
dilafalkan menurut cara membaca bahasa China. Sistem kanbun (漢文) merupakan cara
penulisan bahasa Jepang menurut bahasa China yang dilengkapi tanda diakritik. Sewaktu
dibaca, tanda diakritik membantu penutur bahasa Jepang mengubah susunan kata-kata,
menambah partikel, dan infleksi sesuai aturan tata bahasa Jepang.
Satu aksara kanji bisa memiliki cara membaca yang berbeda-beda. Selain itu tidak jarang,
satu bunyi bisa dilambangkan oleh aksara kanji yang berbeda-beda. Aksara kanji
memiliki dua cara pengucapan, ucapan China (onyomi) dan ucapan Jepang (kunyomi).

Onyomi
Onyomi (音読み) atau ucapan China adalah cara membaca aksara kanji mengikuti cara
membaca orang China sewaktu karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Pengucapan
karakter kanji menurut bunyi bahasa China bergantung kepada zaman ketika karakter
tersebut diperkenalkan di Jepang. Akibatnya, sebagian besar karakter kanji memiliki
lebih dari satu onyomi. Kanji juga dikenal orang Jepang secara bertahap dan tidak
langsung dilakukan pembakuan.
Onyomi dibagi menjadi 4 jenis:
• Go-on (呉音, "ucapan Wu") adalah cara pengucapan dari daerah Wu di bagian selatan
zaman Enam Dinasti Tiongkok. Walaupun tidak pernah ditemukan bukti-bukti, ucapan
Wu diperkirakan dibawa masuk ke Jepang melalui Semenanjung Korea dari abad ke-5
hingga abad ke-6. Ucapan Wu diperkirakan berasal dari cara membaca literatur agama
Buddha yang diwariskan secara turun temurun sebelum diketahui cara membaca Kan-on
(ucapan Han). Semuanya cara pengucapan sebelum Kan-on digolongkan sebagai Go-on
walaupun mungkin saja berbeda zaman dan asal-usulnya bukan dari daerah Wu.
• Kan-on (漢音, "ucapan Han") adalah cara pengucapan seperti dipelajari dari zaman
Nara hingga zaman Heian oleh utusan Jepang ke Dinasti Tang dan biksu yang belajar ke
Tiongkok. Secara khusus, cara pengucapan yang ditiru adalah cara pengucapan orang
Chang'an.
• Tō-on (唐音, "ucapan Tang") adalah cara pengucapan karakter seperti dipelajari oleh
biksu Zen antara zaman Kamakura dan zaman Muromachi yang belajar ke Dinasti Song
(baca: sung) , dan perdagangan dengan Tiongkok.
• Kan yō-on (慣用音, "ucapan populer") adalah cara pengucapan onyomi yang salah
(tidak ada dalam bahasa China), tapi telah diterima sebagai kelaziman.
Kunyomi
Kunyomi (訓読み) atau ucapan Jepang adalah cara pengucapan kata asli bahasa Jepang
untuk karakter kanji yang artinya sama atau paling mendekati. Kanji tidak diucapkan
menurut pengucapan orang China, melainkan menurut pengucapan orang Jepang. Bila
karakter kanji dipakai untuk menuliskan kata asli bahasa Jepang, okurigana sering perlu
ditulis mengikuti karakter tersebut.
Seperti halnya, onyomi sebuah karakter kadang-kadang memiliki beberapa kunyomi yang
bisa dibedakan berdasarkan konteks dan okurigana yang mengikutinya. Beberapa
karakter yang berbeda-beda sering juga memiliki kun'yomi yang sama, namun artinya
berbeda-beda. Selain itu, tidak semua karakter memiliki kun'yomi.
Kata "kun" dalam kunyomi berasal kata "kunko" (訓詁) (pinyin: xungu) yang berarti
penafsiran kata demi kata dari bahasa kuno atau dialek dengan bahasa modern. Aksara
China adalah aksara asing bagi orang Jepang, sehingga kunko berarti penerjemahan
aksara China ke dalam bahasa Jepang. Arti kanji dalam bahasa China dicarikan
padanannya dengan kosakata asli bahasa Jepang.
Sebagai aksara asing, aksara China tidak dapat diterjemahkan semuanya ke dalam bahasa
Jepang. Akibatnya, sebuah karakter kanji mulanya dipakai untuk melambangkan
beberapa kunyomi. Pada masa itu, orang Jepang mulai sering membaca tulisan bahasa
China (kanbun) dengan cara membaca bahasa Jepang. Sebagai usaha membakukan cara
membaca kanji, satu karakter ditetapkan hanya memiliki satu cara pengucapan Jepang
(kunyomi). Pembakuan ini merupakan dasar bagi tulisan campuran Jepang dan China
(wa-kan konkōbun) yang merupakan cikal bakal bahasa Jepang modern.
Kokkun (国訓) adalah karakter kanji yang mendapat arti baru yang sama sekali berbeda
dari arti semula karakter tersebut dalam bahasa China, misalnya:
走る hashiru – lari 走 zou (baca: cou) – berjalan
沖 chū, okitsu, oki - jauh di laut, lepas pantai pinyin: chōng (baca: cung) - membilas
Sebagai pengenalan kanji, kanji untuk hari ini:
一 K: hito O: ichi
二 K: futa O: ni
三 K: mi O: san
四 K: yon O: shi
五 K: itsu O: go
keterangan: K (kunyomi) dan O (onyomi)




KOTOWAZA (PERIBAHASA BAHASA JEPANG )
KOTOWAZA....( Pribahasa bahasa Jepang )....(^__^)
Untuk melengkapi PERBENDAHARAAN dan REFRESH...
1. Toki wa kane nari.
( Waktu adalah uang )
2. Ryōyaku wa kuchi ni nigashi.
( Obat mujarab pahit di mulut )
3. Nakitsura ni hachi.
( Sudah jatuh tertimpa tangga )
4. Iwanu ga hana.
( Diam adalah emas )
5. Koborezaiwai
( Dapat durian runtuh )
6. Kirei na hana ni wa toge ga aru.
(Bunga yang cantik ada durinya )
7. Kouin ya no gotoshi.
(Waktu berlalu bagaikan anak panah lepas dari busurnya )
8. Shippai wa seikou no moto.
( Kegagalan adalah pangkal keberhasilan )
9. Neko ni koban
( Seperti memberi uang kepada kucing ) (Mubazir. Memberi barang berharga kpd orang
yg tidak bisa menghargainya)
10. Uma no mimi ni nenbutsu.
( Membaca kitab suci Budha ke kuping kuda. (Masuk kuping kiri keluar kuping kanan)
11. Akuji senri o hashiru.
(Perbuatan baik tidak ada yang tahu, perbuatan jahat banyak yang tahu)
12. Mi kara deta sabi.
(Karatan dari badan sendiri ) (Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri)
13. Ku wa raku no tane. / Ku areba raku ari.
(Penderitaan adalah bibit kesenangan ) (Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian.)
14. Kanemochi wa baka mo danna.
(Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang melayang )
15. Abata mo ekubo
( Muka bopeng pun lesung pipit ) (Bagi orang yang dicintainya, jelek pun dianggap bagus)
16. Hanashi no nagai mono wa hataraki ga sukunai
( Banyak bicara sedikit bekerja )
17. Mishirazu no kuchitataki. / Nō nashi no inu no takaboe.
( Berbicara tinggi tanpa ada kemampuan) (Tong kosong nyaring bunyinya)
18. Koukai saki ni tatazu.
(Penyesalan tidak akan datang lebih dulu ) (Penyesalan selalu terlambat)
19. Zen wa isoge.
( Lakukan segera apa yang dianggap baik )
20. Warau mon ni wa fuku kitaru.
( Berkah datang dari pintu gerbang tertawa) (Selalu tersenyum akan mendatangkan
berkah)
21. Jigoku no sata mo kane shidai
( Segala sesuatu ditentukan uang )

22. Hyakubun ikken shikazu.
( Lebih baik melihatnya sekali ketimbang mendengar banyak kali )
23. Hito no uwasa mo nanajūgonichi.
( Gosip akan berlalu dengan sendirinya )
24. I no naka no kawazu / Taikai o shirazu.
( Seperti katak dalam tempurung )
25. On o ada de kaesu.
( Kebaikan dibalas dengan kejahatan )
26. Isogaba maware.
( Biar lambat asal selamat )
27. Saru mo ki kara ochiru.
( Monyet juga jatuh dari pohon ) (sepandai2nya tupai melompat akhirnya jatuh juga)
28. Fukusui bon ni kaerazu.
( Air tumpah tidak kembali ke baki ) (air sudah menjadi bubur)
29. Chiri mo tsumoreba yama to naru.
(Sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit )
30. Shippai wa seikou no moto.
(Kegagalan adalah pangkal keberhasilan )
31. Nana korobi ya oki.
( Jatuh 7 kali, bangkit 8 kali )
32. Amai mono ni ari ga tsuku.
(Ada gula ada semut )

33. Akidaru wa oto ga takai.
(Tong kosong nyaring bunyinya ) (Air beriak tanda tak dalam : orang yg banyak bicara
biasanya kurang ilmunya)
34. Okubi ni mo dasanai.
( Diam seribu bahasa ) (Okubi = cegukan, dasanai = tidak mengeluarkan)
35. Isseki nichou.
( Sekali lempar batu, mendapatkan dua ekor burung) (Sekali merengkuh dayung, dua tiga
pulau terlampaui.)
36. Kaeru no ko wa kaeru.
( Anak kodok ya kodok ) (Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga. / Buah jatuh tidak
jauh dari pohonnya)
37. Naki ni wa masaru.
( Lebih baik daripada tidak ada sama sekali ) (Tiada rotan akar pun jadi.)
38. Kuraku o tomo ni suru.
(Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul ) (kuraku = susah atau tenang. tomo =
bersama)
39. Hito wa iwasete oke, inu wa hoesasete oke.
(Biarkanlah orang berbicara, biarkanlah anjing menggonggong ) (Anjing menggonggong
kafilah berlalu)
Semoga bermanfaat...






DOUSHI ( KATA KERJA) kata MEMBERI (AGEMASU)
dan MENERIMA (MORAIMASU)
DOUSHI ( KATA KERJA )
MEMBERI ( AGEMASU ) dan MENERIMA ( MORAIMASU )
kali ini kita akan membahas secara singkat pola kalimat bahasa jepang menggunakan
agemasu, moraimasu, dan kuremasu.
AGEMASU : berarti memberi
MORAIMASU : berarti menerima
KUREMASU : berarti memberi (kepada saya -yang diberi adalah saya-)
pola dasarnya adalah sebagai berikut
A + wa + B + ni + (obyek + O) + agemasu / moraimasu/kuremasu
Contoh penggunaannya :
Watashi wa koibito ni hana o agemasu
( saya memberi bunga kepada pacar saya )
Dewi-san wa Rizky-sensei ni hon o moraimashita
( Dewi menerima buku dari Rizky sensei )
contoh kalimat di atas menggunakan bentuk lampau (masu menjadi mashita) namun
dalam penggunaannya bisa diubah2 sesuai situasi.
PARTIKEL "NI" di kalimat tersebut berarti "dari", dan partikel NI tersebut dapat
digantikan dengan partikel KARA, yang artinya sama "dari".
Dewi-san wa Rizky-sensei kara hon o moraimashita
( dewi menerima buku dari Rizky sensei )
haha wa watashi ni omocha o kuremashita
( ibu memberikan mainan kepada saya )

UMUMNYA kata kuremasu selalu mempunyai arah "kepada saya" maka kata WATASHI
NI bisa dihilangkan tanpa mengubah arti menjadi:
haha wa omocha o kuremashita
( ibu memberikan mainan kepada saya )
kata agemasu, moraimasu dan kuremasu dapat pula di gabungkan dengan kata kerja
lainnya dengan pola:
Kata Kerja bentuk TE + agemasu / moraimasu / kuremasu
agemasu moraimasu dan kuremasu disitu tidak hanya berarti memberi / menerima,
namun sekaligus menunjukkan arah "siapa - yang melakukan sesuatu hal - untuk siapa".
kadang kalimatnya mengandung rasa suka, rasa terima kasih karena orang lain telah
melakukan sesuatu untuk kita.
watashi wa Jajang san ni hon o kashite agemashita.
( saya meminjamkan buku kepada sdr. Jajang )
tomodachi wa ano oshirase o oshiete kuremashita
( teman saya memberitahukan kepada saya pengumuman itu )
Wati san wa kareshi ni ningyou wo katte moraimashita.
( Wati dibelikan boneka oleh cowoknya )
CATATAN :
kaimasu / kaimashita (lampau) berarti membeli, jika ubah ke bentuk te moraimasu (ada
unsur menerima) artinya menjadi: "membeli+menerima" = dibelikan.






WAKAMONO KOTOBA (BAHASA GAUL)
WAKAMONO KOTOBA ( BAHASA GAUL )
Adalah bahasa yang lazim digunakan digunakan oleh anak-anak muda jepang, terdiri atas
2 kata, yaitu (wakamono) “muda” dan (kotoba) “kata”.
Contoh penggunaannya :
1. Chou
Ini adalah awalan yang artinya “super”.
Contoh penggunaannya adalah chou-oishii (super lezat) dan chou-kawaii (super imut).
2. Maji
Artinya adalah “serius” dan berasal darimajime (serius). Kata ini sering digunakan
sebagai ekspresi saat kaget mendengar sesuatu: “maji???” atau “maji de????”
(“serius???”, “yang bener???”).
“Maji de watashi ni Koi Shinasai” (Cintailah aku dengan serius!!) ......ini judul anime
gan...^___^
3. Kimoi
Artinya “menjijikan”, merupakan singkatan dari (kimochi warui). Kimoi ini sering
sahabat temukan apabila suka nonton anime ORE NO IMOUTO..
4. Saboru
Artinya bolos.
5. Arienai
Kalo sahabat2 sering nonton anime pasti sering banget denger kata, ARIENAI... Artinya,
nggak mungkin atau mustahil. Kata arienai lebih sering dipakai daripada shinjirarenai
yang juga punya arti yang sama.
Contoh :
NUKA : Kinou uwasa kitta? Fachrifah to Rizky-kun tsukiatterutte.
Udah denger gosip kemarin? Katanya Facrifah dan Rizky sudah jadian.

YUGI : Uso! Arienai! Fachrifah-kun tte ikemen dashi atamo iishi!
Bohong! Nggak mungkin! Fachrifah itu „kan keren dan pintar!
NUKA : Watashi mo sou omou. Rizky nanka to niawanaiyo ne!
Aku juga berpikiran sama. Nggak cocok banget sama Rizky yang kayak gitu,ya!
YUGI : Shokku dana..watashi Fachrifah-kun no koto suki datta noni..
Aku shock nih..padahal selama ini aku suka sama Fachrifah ..
(^______)...xixixxixiixxixixixii.....ini hanya contoh sob...^___^...(By Nuka )
6. Saikou
Saikou artinya sangat, bisa sangat enak, sangat asyik, sangat hebat, pokoknya sesuatu
yang menunjukkan hal yang luar biasa atau dalam bahasa gaulnya bisa dibilang “T.O.P
banget,deh”.
7. Imechen suru
Artinya : Rubah image
“imeeji” dari kata bahasa Inggris “image”
“chenji” dari kata bahasa Inggris “change”
Contoh :
NUKA : Ne, ne, Aya mita? ( Eh, eh, udah lihat Aya belum? )
AANDY : Uun, Aya doushita no? ( Belum, memangnya kenapa? )
NUKA : Kami no ke kicchatta no. ( Dia potong rambut )
AANDY : Sore dake ja, futsuu no koto janai no? ( Kalau Cuma itu sih biasa, kan?)
NUKA : Chigau no! Chou mijikaku kicchatta no. (Beda, tau! Dipotong pendek banget.)
AANDY : Hee?! Maji de? Ano senaka made nagai kami no ke? Kono gakkou no otoko no
ko ga akogareteru kami no ke? ( Hah?! Yang bener? Rambut yang panjangnya
sepunggung itu? Rambut yang di puja2 sama cowok di sekolah kita ini? )
NUKA : Sou! Nanka ne, kongakki kara imechen shitaitte… ( Iya! Katanya sih mulai
semester ini dia mau ngerubah imej…)
8. Ikemen
Artinya : Cowok keren
DEWI : Aya-senpai saikin, houkago sugu kaecchau yo ne. ( Kak Aya, belakangan ini
pulang sekolah langsung pulang, ya.)
DAVID : Kareshi ga dekita mitai. ( Kayaknya dia baru jadian, deh.)
DEWI : Maji de? Donna hito? ( Serius? Orangya kayak apa? )
DAVID : Meccha ikemen datte. ( Katanya sih keren banget.)
DEWI : Hee? Hontou? Urayamashii waa. Watashi mo ikemen no kareshi ga hoshii!
( Hah, yang bener? Duh, sirik deh. Gue juga mau punya pacar keren.)
9. IDD
Singkatan dari Ikemen nara Dare Demo Oke
Artinya : Asal cakep siapa aja juga boleh, deh
WATI : Aa, tsumannaaai… Kareshi ga hoshii ( Aah, bosen niihh.. Pengen punya cowok..)
DERIS : Ets, Wati-sama wa doushita no? Mou akirameta? ( Lho, si Wati gimana? Udah
nyerah nih? )
WATI : Mou, matteru no ga iyadakara, ima tonikaku kareshi ga hoshii! ( Capek nunggu
ah, pokoknya sekarang gue pengen punya cowok! )
DERIS : Ja, donna no ga ii? (Emangnya lo mau yang kayak gimana? )
WATI : IDD desu…( Asal cakep siapa aja juga boleh, deh…)
DERIS : Ore wa dou desu ka? ( Gimana kalau sama gue? )






BENTUK -TATTE dan -CHAU
Materi: mengenal bentuk -tatte dan -chau
Teman-teman mungkin pernah mendengar verba bahasa Jepang yang memakai akhiran
seperti ini: shichau atau kanawanakutatte. Berikut ulasannya [berdasarkan yang saya
tahu]:
Kedua bentuk ini, -tatte dan chau adalah bentuk informal. Maknanya untuk -tatte adalah
meskipun sama dengan bentuk -temo sedangkan chau sama dengan -te shimau yakni
sesuatu yang telah beres atau bisa bermakna sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
[tentang -temo dan -te shimau bisa dilihat dari materi yang pernah di posting oleh para
senpai].
Perubahannya untuk untuk bentuk -tatte adalah verba bentuk -ta [lampau] tambahkan tte
sedangkan untuk nomina dan kata sifat na berikan datte, untuk kata sifat i dan bentuk
negatif maka hilangkan i kemudian tambahkan kutatte. Contoh untuk masing-masing
gatra kalimat:
verba
u, tsu, ru menjadi ttatte contoh: kattate dari kau, tattatte dari tatsu, wattatte dari waru.
bu, nu, mu menjadi ndatte contoh: erandatte dari erabu, shindatte dari shinu, kondatte
dari komu.
ku menjadi itatte contoh: yuitatte dari yuku.
gu menjadi idatte contoh: isoidatte dari isogu.
su menjadi shitatte contoh: dashitatte dari dasu.
eru, iru menjadi tatte contoh: nigetatte dari nigeru, itatte dari iru.
kuru menjadi kitatte dari kuru.
suru menjadi shitatte contoh: benkyou shitatte dari benkyou suru.
nomina dan kata sifat na
ame menjadi ame datte
kirei menjadi kirei datte
kata sifat i dan verba bentuk negatif
samui menjadi samukutatte
kanawanai [dari kanau] menjadi kanawanakutatte
Reibun:
Ame datte boku ga asoko e ikanakucha.
Meski hujan saya harus pergi ke sana.
Kibou ga mada kanawanakutatte mae ni susunde yuku.
Meski harapannya belum terkabul tapi terus melangkah maju ke depan.
Nah, sekarang untuk akhiran -chau. Pertama buat ke dalam bentuk masukei kemudian
hilangkan masu dan ganti dengan chau. Perhatikan perubahannya berikut ini:
u menjadi imasu, contoh: au > aimasu kemudian menjadi aichau.
tsu menjadi chimasu contoh: tatsu > tachimasu kemudian tachichau.
ru menjadi rimasu contoh: uru > urimasu kemudian urichau.
bu menjadi bimasu contoh: asobu > asobimasu kemudian asobichau.
nu menjadi nimasu contoh: shinu > shinimasu kemudian shinichau.
ku menjadi kimasu contoh: kiku > kikimasu kemudian kikichau.
gu menjadi gimasu contoh: oyogu > oyogimasu kemudian oyogichau.
su menjadi shimasu contoh: naosu > naoshimasu kemudian naoshichau.
eru menjadi emasu contoh: taberu > tabemasu kemudian tabechau.
iru menjadi imasu contoh: abiru > abimasu kemudian abichau.
kuru menjadi kimasu contoh: kuru > kimasu kemudian kichau.
suru menjadi shichau contoh: ai suru > ai shimasu kemudian ai shichau.


Reibun:
Koi shichatta. Mata dare ka ni koi dekiru you ni nani o sureba ii desu ka?
Cinta berakhir. Agar kembali mencintai seseorang apa yang sebaiknya dilakukan?
Otouto wa heya no naka de hashitte, kabin ga kowarechatta.
Karena adik berlari di dalam ruangan, vas bunga pecah [sesuatu yang tidak diinginkan].

BUNKEI... JAM TANGGAL HARI DAN BULAN
BUNKEI ( STRUKTUR KALIMAT BAHASA JEPANG )
JAM,TANGGAL, HARI DAN BULAN...
I. MENYATAKAN JAM :
maka yang kita gunakan adalah kata bilangan yaitu :
ichi,ni,san,shi,dsb. ditambah dengan kata JI yang berarti JAM.
Contoh :
A. Ima wa nan ji desu ka? = sekarang jam berapa?
B. Ima wa go ji desu = sekarang jam lima
Untuk menyatakan lebih kita pergunakan kata SUGI sesudah kelebihannya
Misalnya :
A. Ima wa go ji go fun sugi desu = sekarang jam lima lebih lima menit
Bila kurang , kita pergunakan kata MAE sesudah kekurangannya
Misalnya :
B. Ima wa go ji go fun mae desu = sekarang jam lima kurang lima menit
Kata FUN berarti "menit". kata ini berubah suara pda :
ichi fun, menjadi ippun...( baca ippung )
san pun, menjadi sanpun ( baca sanpung )
yon fun, menjadi yonpun ( baca yonpung )
roku fun, menjadi roppun ( baca roppung )
hachi fun, menjadi happun ( baca happung )
juu fun, menjadi juppun ( baca juppung )
Dalam bahasa Indonesia "jam 5.30" diucapkan jam setengan enam, Dalam bahasa Jepang
"lima setengah"
"setengah" dalam bahasa Jepang ialah HAN.
Contoh :
Ima wa go jihan desu = sekarang jam lima lewat tiga puluh menit
Perhatian :
KHUSUS UNTUK JAM 4 dan JAM 7 adalah masing-masing "you ji" dan "nana ji"
(bukan: "shi ji" dan "shichi ji")
JIKAN juga berarti JAM dalam arti: "lamanya"
Misalnya:
go ji = jam lima
go jikan = lima jam
Contoh :
Ichi nichi wa ni ju you jikan desu = satu hari ada 24 jam
UNTUK TANGGAL :
a). dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 kita mempergunakan :
tsuitachi = tanggal 1
futsuka = tanggal 2
mikka = tanggal 3
yokka = tanggal 4
itsuka = tanggal 5
muika = tanggal 6
nanoka = tanggal 7
youka = tanggal 8
kokonoka = tanggal 9
touka = tanggal 10

b). bila tanggal lebih dari tanggal 10 maka dibelakang angka kita pergunakan kata NICHI
juu ichi nichi = tanggal 11
juu ni nichi = tanggal 12
juu san nichi = tanggal 13
dan seterusnya
Pertanyaannya : Kyou wa nan nichi desu ka? = hari ini tanggal berapa?
III. UNTUK MENYATAKAN NAMA BULAN :
Januari, Pebruari, Maret Dsb. kita tambahkan kata GATSU dibelakang bilangannya.
Misalnya :
ichi gatsu = Januari
ni gatsu = Pebruari
san gatsu = Maret
dan seterusnya
Pertanyaanya : nan gatsu desu ka? = bulan apa?

Dalam bahasa Indonesia TANGGAL 12 MEI, dalam bahasa Jepang yang disebutkan
dahulu ialah nama bulannya.
Jadi:
Tanggal 12 Mei = go gatsu juu ni nichi
IV. UNTUK MENYAKATAN BULAN dalam artinya LAMANYA.
Pakai KAGETSU dibelakang angkanya dengan beberapa perubahan suara.
ikkagetsu = satu bulan
nikagetsu = dua bulan
sankagetsu = tiga bulan
yonkagetsu = empat bulan
Misalnya :
- Ichi nen wa juu ni kagetsu desu = satu tahun ada 12 bulan
Pertanyaannya : nan kagetsu desu ka? = berapa bulankah?
V. NAMA-NAMA HARI
YOUBI atau disingkat YOU.
Misalnya :
nichiyoubi = hari Minggu
getsuyoubi = hari Senin
kayoubi = hari Selasa
suiyoubi = hari Rabu
mokuyoubi = hari Kamis
kinyoubi = hari Jumat
douyoubi = hari Sabtu

SILAHKAN DIHAPAL KOSA KATA DIBAWAH INI SAMBIL MELATIH
PENGUCAPAN :
Contoh :
1. Kyou wa nan youbi desu ka? = hari ini hari apa?
2. Kyou wa nichiyoubi desu = hari ini hari minggu
KOSA KATA :
ji = jam
jikan = jam (lamanya)
tanjoubi = hari ulang tahun
dokuritsu = hari kemerdekaan
eiyuu no hi = hari pahlawan
kodomo no hi = hari anak-anak
choudo = tepat
okurete imasu = terlambat
seinen no hi = hari pemuda
yasumi no hi = hari libur
okimasu = bangun
sekarang = ima
hari ini = kyou
besok lusa = asatte
kemarin = kinou
kemarin dulu = otoutoi
minggu ini = konshuu
minggu depan = raishuu
2 minggu lagi = saraishuu
minggu kemarin = senshuu
bulan ini = kongetsu
bulan depan = raigetsu
2 bulan lagi = saraigetsu
bulan kemarin = sengetsu
tahun ini = kotoshi
tahun depan = rainen
2 tahun lagi = sarainen
tahun kemarin = kyonen/kozo
tiap hari = mainichi
tiap pagi = maiasa
tiap malam = maiban
tiap minggu = maishuu
tiap bulan = maitsuki/maigetsu
tiap tahun = mainen/maitoshi
PERHATIAN :
TANGGAL dan JUMLAH HARI dalam bahasa Jepang sama.
Misalnya :
mikka = tanggal 3
mikka = 3 hari


CONTOH :
A.
1. Ima wa nan ji desu ka? = sekarang jam berapa?
2. Ima wa go ji desu = sekarang jam lima
3. Ima wa go ji go fun sugi desu = sekarang jam lima lebih lima menit
4. Ima wa go ji go fun mae desu = sekarang jam lima kurang lima menit
5. Ima wa go jihan desu = sekarang jam lima lewat tiga puluh menit

B.
1. Ichi nichi wa ni ju you jikan desu = satu hari ada 24 jam
2. Kyou wa nan nichi desu ka? = sekarang tanggal berapakah?
3. Kyou wa tsuitachi desu = hari ini tangal satu
4. Ashita wa touka desu = besok tanggal 10
5. Asatte wa juu ichi nichi desu = besok lusa tanggal sebelas

C.
1. Kongetsu wa nan gatsu desu ka? = bulan ini bulan apa?
2. Raigetsu wa go gatsu desu = bulan depan bulan ke lima(mei)
3. Saraigetsu wa juu ni gatsu desu = dua bulan lagi bulan desember
4. Kyou wa go gatsu ju nichi desu = hari ini tanggal 12 mei
5. Watashi no tanjoubi wa hachi gatsu touka = ulang tahun saya tanggal 10 agustus
D.
1. Kyou wa nan youbi desu ka? = hari ini hari apa?
2. Kyou wa nichiyoubi desu = hari ini hari minggu
3. Asatte wa kayoubi desu = lusa hari selasa
4. Konshuu no suiyoubi wa nan nichi desu ka? = hari rabu besok minggu ini tanggal
berapa?
5. Kongetsu no mikka wa kinyoubi desu = tanggal 3 bulan ini adalah hari jum'at


FUKUSHI..PERBEDAAN dan PENGGUNAAN KATA
"SUBETE" ( すべて ) dan "ZENBU" ( 全部 )
FUKUSHI....( KATA KETERANGAN / KATA TAMBAHAN )
PERBEDAAN dan PENGGUNAAN KATA "SUBETE" ( すべて ) dan "ZENBU" ( 全部 )
Tidak ada perbedaan mendasar antara zenbu dengan subete. Kecuali, subete digunakan
untuk kalimat tulisan, sedangkan zenbu digunakan dalam kalimat lisan. Kedua-duanya
dapat digunakan untuk menyebutkan seluruh, semua benda, atau semua orang.
Zenbu dan subete dapat saling menggantikan dalam kalimat
SUBETE : Seluruhnya, tidak bersisa.
Dalam sebuah kalimat SUBETE menunjukkan makna bahwa seluruhnya sampai tidak
tersisa
Contoh penggunannya :
1. KOIBITO NI SUBETE O YURUSU
( Kuserahkan semuanya kepada pacarku )
2. OMAE WA KANOJO NI TOTE SUBETE TO IU
(Bagi dia kamu adalah segalanya )
ZENBU : Seluruhnya, semuanya.
Dalam sebuah kalimat SUBETE menunjukkan makna bahwa seluruhnya sampai batas
batas tertentu
Contoh penggunaannya :
1. KONO SHIGOTO O ZENBU ANATA NI MAKASERU
( Pekerjaan ini semuanya saya serahkan kepada anda )
2. HITO NO YOUKYUU O ZENBU UKEIRENAI
(Keinginan tiap orang tidak mungkin diterima semua )


PARTIKEL " YORI" ( より )
PENGGUNAAN PARTIKEL BAHASA JEPANG
NIHONGO NO JOSHI ( 日本語の助詞 ) / PARTIKEL BAHASA JEPANG
PARTIKEL " YORI" ( より )
Secara umum berarti 'DARIPADA'
1. Menunjukkan suatu perbandingan.."DARIPADA;KETIMBANG"
Rei ( contoh ) :
Kyouwakinou YORI zuttoatsuidesu.
( Hari ini jauh lebih panas dari pada kemarin )

Karewawatashi YORI seigatakaidesu.
( Dia lebih tinggi daripada saya )

2. Sama arti dengan 'KARA ( から' ) berarti : DARI.
Bentuk ini biasa digunakan dalam bahasa tulisan.

Rei ( contoh ) :
Kita YORI no kazegafukimasu.
( Bertiup angin dari utara )