TUGAS KE : 1

Ruang lingkup ilmu Geomorfologi– Fisiografi – Geografi – Geologi – Proses
Geomorfologi
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Geomorfologi





Gilang Ramadhan
270110130068


FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI
UNIVERSITAS ADJADJARAN
JATINANGOR
2014
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan segala rahmat dan anugrah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “Hak dan Kewajiban Warga Negara Dalam UUD 1945”. Penyusunan makalah
ini ditujukan untuk memenuhi tugas dari mata kuliah pendidikan Kewarganegaraa dan juga
untuk penambahan wawasan ilmu bagi masarakat umum.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih bersifat sederhana. Maka dari itu, penulis
mengharapkan kepada para pembaca untuk memberi kritik, saran, dan tegur sapa yang sifatnya
membangun.
Makalah ini benar-benar karya penulis. Oleh karena itu, penulis bertanggung jawab atas
semua isi dari makalah ini.
Akhir kata penulis berharap semoga tugas makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis
dan juga para pembaca nantinya.





Jatinangor, Februari 2014


Gilang Ramadhan




ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN........................................................................................................ 1
1.1 latar belakang ........................................................................................................... 1
1.2 tujuan ....................................................................................................................... 1
1.3 rumusan masalah ...................................................................................................... 1
BAB 2 ISI ................................................................................................................................ 2
2.1 geomorfologi ............................................................................................................. 2
2.1.1 definisi geomorfologi ...................................................................................... 2
2.1.2 sejarah geomorfologi ...................................................................................... 2
2.1.3 konsep dasar geomorfologi ............................................................................. 3
2.2 fisiografi ................................................................................................................... 5
2.2.1 ruang lingkup fisiografi .................................................................................. 5
2.3 geologi ...................................................................................................................... 5
2.3.1 ruang lingpkup geologi ................................................................................... 5
2.4 geografi ..................................................................................................................... 6
2.4.1 ruang lingkup geografi .................................................................................... 6
2.5 ruang lingkup geografi dan hubungannya dengan fisiografi, geologi, dan geografi .7
2.5.1 geomorfologi dan fisiografi ............................................................................ 8
2.5.2 geomorfologi dan geologi ............................................................................... 8
2.5.3 geomorfologi dan geografi .............................................................................. 8
2.6 hubungan geomorfologi dan proses geomorfologi ................................................... 9

iii

BAB 3 PENUTUP ................................................................................................................. 10
3.1 kesimpulan .............................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 11





















1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bumi memiiki berjuta ilmu yang mampu dikaji secara luas dengan berbagai ilmu
pengetahuan yang telah ada. Semua yang ada di bumi memiliki keunikan khas untuk dipelajari
dan diamati sesuai sub bidang ilmunya masing-masing. Begitu juga salah satu halnya dari
bagian bumi yang berupa kenampakan-kenampakan alam, contohnya adalah pegunugan. Dari
pegunungan ini, kita dapat mengkajinya melalui berbagai ilmu seperti dari keadaan geografis,
keadaan lanscape dan struktur material penyusunya, dan juga proses pembentukannya. Ini
semua telah dijelaskan secara terperinci melaui ilmu-ilmu alam yang telah muncul melalui
berbagai gejala-gejalanya yang telah terjadi. Ilmu-ilmu yang mampu menjelaskan mengenai
aspek tersebut adalah ilmu geomorfologi, fisiografi, geografi, dan geologi. Dari keempat ilmu
ini memiliki hubungan yang saling berkaitan satu sama lain untuk menjelaskan tentang
fenomena-fenomena gejala alam yang terjadi.

1.2 Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini antara lain:
1. Untuk mempelajari dan memahami tentang ruang lingkup ilmu geomorfologi,
fisiografi, geologi, geografi, dan proses geomorfologi.
2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah geomorfologi.

1.3 Rumusan Masalah
Untuk memfokuskan pemaparan materi, maka disusun beberapa pertanyaan sebagai
berikut:
1. Apa definisi dari ilmu geomorfologi, fisografi, geologi, geografi ?
2. Bagaimana hubungan antara ilmu geomorfologi, fisiografi, geografi, dan geologi?
3. Bagaimana ruang lingkup dari geomorfologi dan proses geomorfologi?




2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Geomorfologi
2.1.1 Definisi Geomorfologi
Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri dari tiga akar kata, yaitu Ge(o)
= earth/bumi, morphe = shape/bentuk dan logos = knowledge/ilmu, sehingga kata
geomorfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi. Berasal
dari bahasa yang sama, kata geologi memiliki arti ilmu yang mempelajari tentang proses
terbentuknya bumi secara keseluruhan.

Definisi ; Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk
permukaan bumi serta proses - proses yang berlangsung
terhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk sampai se-
karang.
Denfisi lainnya yang menyebutkan bahawa geomorfologi itu adalah ilmu yang
mempelajari bentang alam, dimana meliputi:
1. Bentuk-bentuk umum roman muka bumi
2. Perubahan-perubahan yang terjadi sepanjang evolusinya dan hubungannya dengan
keadaan struktur di bawahnya
3. Sejarah geologi yang diperlihatkan atau tergambar pada bentuk permukaan itu
(American Geological Institute, 1973).
Dalam penggunaan bahasa indonesia, banyak sekali orang menggunakan istilah
bentang alam yang mewakili dari geomorfologi itu sendiri. Sehingga dari hal tersebut
geomorfologi dapat juga dikatakann sebagai ilmu bentang alam.

2.1.2 Sejarah Geomorfologi
Sebagaimana dengan ilmu pengetahuan lain, tercetusnya ilmu geomorfologi juga
muncul pada saat mulai munculnya ahli-ahli filsafat Yunani dan Italia. Salah satu ahli filsafat
yang bernama Herodutus (485 – 425 S.M.) yang dianggap sebagai “bapak sejarah” dikenal pula
mempunyai pikiran-pikiran tentang geologi, termasuk juga tentang perubahan muka air laut,
3

salah satu gejala geomorfologi yang ia perhatikan di Mesir. Kemudian setelah itu banyak pula
ahli filsafat lainnya yang menyinggung tentang geomorfologi ini. Beberapa diantaranya adalah
Aristoteles, Strabo, dan Saneca yang pada ahkirnya mengacu kepada anggapan bahwa semua
proses gejala-gejala alam yang terjadi adalah kutukan dari Tuhan dimana anggapan ini
dinamakan teori malapetak. Namun berabad-abad kemudian, teori ini mengalami perubahan
secara perlahan akibat adanya teori menurut para filsafat katatrofisma yang menyebutkan
bahwa semua gejala alam itu sebagai akibat pembentukan dan perusakan yang relatif terjadi
dengan tiba-tiba, sehingga terjadilah perubahan bentuk muka bumi.
James Hutton (1726-1779) yang merupakan “bapak geologi modern” yang
menerangkan bahwa gejala-gejala geologi yang terjadi dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-
hari sangat bertentangan dengan teori filsafat katatrifisma yang menyebutkan bahwa
pembentukan dan perusakan bumi berlangsung secara tiba-tiba. Akibat dari teori sebelumnya
itulah Hutton membuat teori yang sangat terkenal yang benama The present is the key to the
past yang secara arti dapat di terjemahkan kunci dari kejadian masa lampau adalah kejadian
masa sekarang. Seiring erjalannya waktu, ilmu geomorfologi bukan lagi dikenal sebagai ilmu
yang bersifat statis yang hanya mempelajari berbagai kenampakan yang terjadi di muka bumi.
Namun sekarang geomorfologi dapat dikatakan menjadi ilmu geomorfologi dinamis, dimana
geomorfologi saat ini dapat meramalkan kejadian-kejadian alam sebagai hasil interpolasi.
Selain itu pemerian bentuk roman muka bumi dapat dinyatakan dengan besaran-besaran
matematika seperti kita kenal dengan nama geomorfologi kuantitatif. Sebagai pemukanya
dapat dicatat Strahler yang membuat analisa pengaliran sungai secara matematika. Di
Indonesia, bebrapa hasil penyelidikan geomorfologi dapat dijumpai terutama yang ditulis oleh
ahli-ahli Belanda pada zaman sebelum perang. Di antara karya-karya geomorfologi itu patut
dikemukakan di sini penyelidikan geomorfologi Kulon Progo yang dilakukan oleh Pannekoek
(1939). Selain itu, sesudah perang pun ahli-ahli geologi Belanda banyak pula menulis tentang
geomorfologi Indonesia.

2.1.3 Konsep Dasar Geomorfologi
Untuk mempelajari geomorfologi diperlukan dasar pengetahuan yang baik dalam
bidang Klimatologi, geografi, geologi serta sebagian ilmu fisika dan kimia yang mana
berkaitan erat dengan proses dan pembentukan muka bumi. Secara garis besar proses
pembentukan muka bumi menganut azas berkelanjutan dalam bentuk daur geomorfik
(geomorphic cycles), yang meliputi pembentukan daratan oleh tenaga dari dalam bumi
(endogen), dan penghancuran/pelapukan karena pengaruh luar atau tenaga eksogen, proses
4

pengendapan dari hasil penghancuran muka bumi (agradasi), dan kembali terangkat karena
tenaga endogen, demikian seterusnya merupakan siklus geomorfologi yang ada di dalam skala
waktu sangat lama.
1. Proses-proses dan hukum fisik yang sama bekerja sekarang, bekerja pula pada waktu
geologi yang, walaupun intensitasnya tidak sama seperti sekarang.
2. Struktur geologi merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam evolusi
bentuklahan dan struktur geologi dicerminkan oleh bentuklahannya.
3. Perbedaan muka bumi yang berbeda antara satu dengan yang lain disebabkan karena
derajat pembentukannya berbeda pula.
4. Proses-proses geomorfologi meninggalkan bekas-bekas yang nayata pada bentuklahan
dan setiap proses geomorfologi akan membangun suatu karakteristik tertentu pada
bentuklahannya (meninggalkan jejak yang spesifik dan dapat dibedakan dengan proses
lain secara jelas).
5. Akibat perbedaan tenaga erosi yang bekerja pada permukaan bumi, maka dihasilkan
suatu urutan bentuklahan yang mempunyai karakteristik tertentu pada masingmasing
tahap perkembangannya.
6. Evolusi geomorfik yang kompleks lebih umum terjadi dibandingkan dengan evolusi
geomorfik yang sederhana (perkembangan bentuk muka bumi umumnya sangat
kompleks/rumit, jarang yang disebabkan oleh proses yang sederhana).
7. Hanya sedikit saja dari topografi permukaan bumi adalah lebih tua dari zaman Tersier,
dan kebanyakan daripadanya tidak lebih dari zaman Pleistosen.
8. Interpretasi secara tepat terhadap bentanglahan sekarang tidak mungkin dilakukan
tanpa memperhatikan perubahan-perubahan iklim dan geologi selama masa Pleistosen
(Pengenalan bentanglahan saat sekarang harus memperhatikan proses yang
berlangsung pada zaman Pleistosen)
9. Apresiasi iklim-iklim dunia amat perlu untuk mengetahui secara benar dari berbagai
kepentingan di dalam proses-proses geomorfologi yang berbeda (dalam mempelajari
bentanglahan secara global/skala dunia, pengetahuan tentang iklim global perlu
diperhatikan)
10. Walaupun geomorfologi menekankan terutama pada bentanglahan sekarang, namun
untuk mempelajarinya secara maksimal perlu mempelajari sejarah perkembangannya.

Di samping konsep dasar tersebut di atas, dalam mempelajari geomorfologi cara dan
metode pengamatan perlu pula diperhatikan. Apabila pengamatan dilakukan dari pengamatan
5

lapangan saja, maka informasi yang diperoleh hanya mencakup pengamatan yang sempit
(hanya sebatas kemampuan mata memandang), sehingga tidak akan diperoleh gambaran yang
luas terhadap bentanglahan yang diamati. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dikakukan
beberapa hal:

a. Pengamatan bentanglahan dilakukan dari tempat yang tinggi sehingga diperoleh
pandangan yang lebih luas. Namun demikian, cara ini belum banyak membantu dalam
mengamati bentanglahan, karena walaupun kita berada pada ketinggian tertentu,
kadangkala pandangan tertutup oleh hutan lebat sehingga pandangan terhalang.
Kecuali, tempat kita berdiri pada saat pengamatan bentang alam merupakan tempat
tertinggi dan tidak ada benda satupun yang menghalangi. Itupun hanya terbatas kepada
kemampuan mata memandang.
b. Pengamatan dilakukan secara tidak langsung di lapangan dengan menggunakan citra
pengideraan jauh baik citra foto maupun citra non foto, cara ini dapat melakukan
pengamatan yang luas dan cepat.

2.2 Fisiografi
2.2.1 Ruang Lingkup Fisiografi
Fisiografi adalah ilmu yang mempelajari mengenai roman muka bumi. Fisiografi juga
diartikan sebagai bentuk alam dipermukaan bumi, baik di daratan maupun dipermukaan air,
yang dibedakan berdasarkan proses pembentukannya. Dalam fisiografi yang berkembang di
Eropa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari rangkuman tentang iklim meteorologi,
oceanografi, dan geografi.

2.3 Geologi
2.3.1 Ruang Lingkup Geologi
Geologi adalah ilmu pengetahuan kebumian yang mempelajari segala sesuatu mengenai
planit bumi beserta isinya yang pernah ada dimana membahas sifat-sifat dan bahan-bahan yang
membentuk bumi, struktur, proses-proses yang bekerja baik di dalam maupun di atas
permukaan bumi, kedudukannya di alam semesta serta sejarah perkembangannya sejak umi ini
lahir di alam semesta hingga sekarang. Karena luasnya cakupan ilmu geologi yang sangat luas,
maka gelogi pada dasarnya dibagi menjadi 2, yaitu geologi fisik dan geologi dinamis.


6

- Geologi Fisik (physical geology)
Geologi fisik adalaha bidang studi yang mempelajari tentang sifat-sifat fisik dari bumi
juga sebab-sebab dan proses-proses yang berhubungan dengan perubahan bumi atau d,
seperti susunan dan komposisi dari pada bahan-bahan yang membentuk bumi, selaput
udara yang mengitari bumi, khususnya bagian yang melekat dan berinteraksi dengan
bumi, kemudian selaput air atau hidrosfir, serta proses-proses yang bekerja di atas
permukaan bumi yang dipicu oleh energi matahari dan tarikan gayaberat bumi.
- Geologi Historis (Historycal Geology)
Ilmu geologi yang mempelajari perubahan-perubahan pada lapisan-lapisan bumi
khususnya kerak bumi dari masa ke masa, dan hubungan antara perkembangan dunia
organik dengan lapisan kulit (kerak) bumi.

2.4 Geografi
2.4.1 Ruang Lingkup Geografi
Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan geosfer dengan
sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
Secara mendasar, ruang lingkup ilmu geografi meliputi segala fenomena yang terjadi
di permukaan bumi dengan berbagai variasi dan keruangannya. Oleh karena itu, geografi dapat
memperoleh data dimana pun dan kapan pun. Objek kajian geografi terbagi atas dua macam,
yaitu kajian material yang meliputi berbagai kenampakan geosfer yang berupa lapisan-lapisan
seperti litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer. Sedangkan objek formalnya
adalah mengenai cara pandang terhadap suatu gejala keruangan di muka bumi.
Objek formal adalah region di permukaan bumi terhadap yang memiliki karakteristik
tersendiri, sehingga dapat dibedakan dengan wilayah-wilayah lain, biasanya didasarkan pada
aspek alamiah dan aspek sosial. Bidang kajian geografi meliputi bumi, aspek dan proses yang
membentuknya, hubungan kausak dan spasial manusia dengan lingkungannya, serta interaksi
manusia dengan lingkungan sekitarnya.
Rhoad Murphey, dalam bukunya “The Scope of Geography”, mengemukakan 3 (tiga)
pokok ruang lingkup study geografi, yaitu sebagai berikut :
1) Geografi mempelajari persebaran dan relasi umat manusia di permukaan bumi. Selain itu,
juga mengkaji aspek keruangan tempat hidup manusia serta bagaimana manusia
memanfaatkannya.
7

2) Geografi mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan fisik
)alam) sebagai bagian studi keanekaragaman wilayah.
3) Geografi mempelajari kerangka regional dan analisis dari region yang mempunai cirri
khusus.
Dari uraian tersebut diatas, jelaslah bahwa ruang lingkup geografi tidak terlepas dari
aspek alamiah dan aspek manusia (manusiawi).
Pengertian lingkungan pada geografi tidak hanya terbatas pada pengertian lingkungan
alam, tetapi juga pada lingkungan yang dihasilkan manusia.

2.5 Ruang lingkup Geomorfologi dan Hubungannya dengan Fisiografi, Geologi, dan
Geografi

Berikut gambar dari hubungan bagian-bagian kajian ilmu dari geomorfologi, geografi,
geologi dan fisiografi:



8

2.5.1 Geomorfologi dan fisiografi
Pada awalnya ilmu fisiografi mempelajari tiga sub ilmu yang mencakup dari atmosfer,
laut, dan bentang alam dimana semua ini berkembang di kawasan Eropa. Salah satunya juga
ilmu geomorfologi termasuk ke dalam fisiografi. Namun seiring perkembangan zaman dan
mulai majunya pengetahuan tentang atmosfer(meteorologi) dan laut(oseanografi) di kawasan
Amerika ang menyebabkan objek kajian ilmu fisiografi menjadi terbatas yang hanya
menjelaskan mengenai bentang alam saja, sehingga di Amerika istilah fisiografi identik dengan
geomorfologi. Kedua ilmu ini memiliki kesamaan yaitu menerangkan tentang daratan yang
sama-sama menitik beratkan pada bentuk lahan penyusun konfigurasi permukaan bumi.

2.5.2 Geomorfologi dan Geologi
Pada dasarnya geologi memiliki cakupan yang luas dari pada gomorfologi, karena
mencakup seluruh kerak bumi, sedangkan geomorfologi hanya terbatas pada studi permukaan
dari pada kerak bumi. Oleh karena itu, geomorfologi termasuk kedalam salah satu cabang ilmu
geologi dimana mampu menunjang objek studi dari geologi fisik. Cabang ilmu lainnya dari
geologi yang membantu studi geomorfologi adalah geologi struktur dan geologi dinamis
melalui geologi dinamis memberi penjelasan mengenai evolusi perkembangan bumi,
sedangkan melaui geologi struktur menjelaskan mengenai jenis-jenis dari bentuk-bentuk
bentang alam. Banyak bentang alam yang dicerminkan dari struktur geologinya. Hubungan
antara geomoforlogi dengan geologi dapat mengacu kepada dua istilah yakni geomorphogeni
dan geomorphografi yang di dalamnya terdapat perbedaan penekanan dalam menpelajarinya.
Geomorphogeny lebih mengutamakan mempelajari bentuk-bentuk muka bumi yang telah
terjadi pada masa yang lampau, erat sekali hubungannya dengan geologi. Geomorfologi-
geologi menggunakan cakupannya yang terletak pada penerapan konsep aspek dari semua
bentuk lahan ditentukan oleh struktur, proses, dan stadium.

2.5.3 Geomorfologi dan Geografi
Geografi mempunyai cakupan objek studi yang lebih luas dari pada geomorfologi,
sebab mencakup berbagai aspek-aspek fisik dan sosial dari pada permukaan bumi. Geografi
menekankan kajiannya pada Space Oriented yang dapat menunjukkan dimana dan bagaimana
pola penyebarannya dari pada bentuk bentang alam serta mengapa penyearannya terjadi.
Mengingat kajian dalam ilmu geografi yang bersifat antroposentris yang memiliki hubungan
dengan geomorfologi, maka muncullah sub disiplin ilmu yaitu geograhy landform. Dimana di
dalamnya dijelaskan bagaimana jenis-jenis bentangalam untuk aktivitas dan kehidupan
9

manusia. Selain itu jugamengani bagaimana timbal balik antara manusia dan bentangalam yang
ada. Berbicara mengenai hubungan antara Geomorfologi dengan Geologi W.M. Davis dalam
Sudardja (1977: 4) menggunakan istilah geomorphogeny dan geomorphography, karena
adanya perbedaan penekanan dalam mempelajarinya. Dimana, geomorphogeny tekanan dalam
mempelajarinya mengutamakan bentuk-bentuk muka bumi masa lampau, yang erat
hubungannya dengan geologi, sedangkan geomorphography lebih menekankan mempelajari
bentuk-bentuk muka bumi yada ada pada masa sekarang, sehingga hubunganya dengan
geografi sangat erat.


2.6 Hubungan geomorfologi dan Proses Geomorfologi
Proses geomorfologi adalah proses perubahan permukaan bumi yang terjadi baik secara
fisik maupun kimiawi. Semua ini terjadi akibat adanya benda-benda alam yang disebut
geomorphic agent berupa air dan angin. Termasuk di dalam geomorphic agent air yaitu air
permukaan, air bawah tanah, glacier, arus, gelombang, dan air hujan. Sedangkan angin
memegan peranan penting dalam alam terbuka seperti di kawasan padang pasir dan juga di tepi
pantai. Kedua penyebab ini dibantu dengan gaya berat yang kesemuanya bersama-sama bekerja
merubah bentuk roman muka bumi.selain itu, ada beberapa tenaga yang membantu dalam
proses geomorfologi, diantaranya tenaga eksogen dan tenaga endogen. Tenaga-tenaga perusak
ini dapat kita golongkan dalam tenaga asal luar (eksogen), yaitu yang datang dari luar atau dari
permukaan bumi, sebagai lawan dari tenaga asal dalam (endogen) yang berasal dari dalam
bumi. Tenaga asal luar pada umumnya bekerja sebagai perusak, sedangkan tenaga asal dalam
sebagai pembentuk. Kedua tenaga inipun bekerja bersama-sama dalam mengubah bentuk
roman muka bumi ini.








10

BAB III
PENUTUP
1. Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi serta
proses - proses yang berlangsungterhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk
sampai sekarang
Fisiografi juga diartikan sebagai bentuk alam dipermukaan bumi, baik di daratan
maupun dipermukaan air, yang dibedakan berdasarkan proses pembentukannya.
Geologi adalah ilmu pengetahuan kebumian yang mempelajari segala sesuatu
mengenai planit bumi beserta isinya yang pernah ada dimana membahas sifat-sifat
dan bahan-bahan yang membentuk bumi, struktur, proses-proses yang bekerja baik di
dalam maupun di atas permukaan bumi, kedudukannya di alam semesta serta sejarah
perkembangannya sejak umi ini lahir di alam semesta hingga sekarang.
Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan geosfer dengan
sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
Proses geomorfologi adalah proses perubahan permukaan bumi yang terjadi baik
secara fisik maupun kimiawi. Semua ini terjadi akibat adanya benda-benda alam
yang disebut geomorphic agent berupa air dan angin.
2. Hubungan antara ilmu geomorfologi, fisografi, geologi, geografi dan proses geologi
itu saling berkaitan. Dimana ilmu-ilmu tersebut sama-sama mempelajari tentang
keseluruhan dari apa yang ada di bumi, namun bedanya hanya terletak pada fokus
pembahasan tiap sub bidangnya saja. Jadi ada beberapa hal atau kasus yang dapat
dikaji melalui ke empat ilmu ini.












11

DAFTAR PUSTAKA
 http://wegiaprianto.blogspot.com/2013/05/geomorfologi.html
 http://tambangunsri.blogspot.com/2011/03/definisi-ruang-lingkup-konsep-dasar-
dan.html
 http://diktatminers09.blogspot.com/2013/04/geomorfologi-dan-ilmu-lainnya.html
 Noor, Djauhari, 2009. Pengantar geologi. Jakarta: CV Graha

Related Interests