3.

PATOFISOLOGI DISPEPSIA
Dasar patofisiologi dispepsia fungsional adalah sangat kompleks dan belum dapat
dipastikan. Beberapa hal yang dianggap menyebabkan antara lain : dismotilitas lambung,
asam lambung, helikobakter pylori, psikis, dan penggunaan obat -obatan. Gangguan psikis,
dan faktor lingkungan dapat menimbulkan dispepsia fungsional. Stress dapat mengubah
sekresi asam lambung, motilitas dan vaskularisasi saluran pencernaan.
Pada dispepsia organik (ulkus) peranan stress dan tipe personal masih kontroversial,
meskipun beberapa penelitian dapat menghubungkan pepsinogen serum yang tinggi dan
ulkus peptikum. Pada pandangan klasik dari pathogenesis ulkus, dimana terdapat faktor-
faktor yang meningkatkan pengeluaran asam, hal-hal yang menurunkan pertahanan mukosa,
stress psikologi dan helikobakter pylori yang memperlemah pertahanan mukosa.
Dan pada beberapa peneliti menunjukkan bahwa pasien-pasien dyspepsia fungsional
lebih cemas atau depresi. Demikian juga Haug T.T. dan kawan-kawan meneliti hubungan
stress, peritiwa-peristiwa kehidupan pada pasien dyspepsia fungsional dan ulkus,
mendapatkan bahwa pasien-pasien dispepsia fungsional mempunyai tingkat kecemasan,
depresi dan psikopatologi yang lebih tinggi dari pada ulkus.

4. MANAGEMENT DAN EDUKASI PASIEN DISPEPSIA

Berikut ini adalah modifikasi gaya hidup yang dianjurkan untuk mengelola dan
mencegah timbulnya gangguan akibat dispepsia :
1. Atur pola makan seteratur mungkin.
2. Hindari makanan berlemak tinggi yang menghambat pengosongan isi lambung (coklat,
keju, dan lain-lain).
3. Hindari makanan yang menimbulkan gas di lambung (kol, kubis, kentang, melon,
semangka, dan lain-lain).
4. Hindari makanan yang terlalu pedas.
5. Hindari minuman dengan kadar caffeine dan alkohol.
6. Hindari obat yang mengiritasi dinding lambung, seperti obat anti-inflammatory, misalnya
yang mengandung ibuprofen, aspirin, naproxen, dan ketoprofen. Acetaminophen adalah
pilihan yang tepat untuk mengobati nyeri karena tidak mengakibatkan iritasi pada dinding
lambung.
7. Kelola stress psikologi Ase-efisien mungkin.
8. Jika anda perokok, berhentilah merokok.
9. Jika anda memiliki gangguan acid reflux, hindari makan sebelum waktu tidur.
10. Hindari faktor-faktor yang membuat pencernaan terganggu, seperti makan terlalu banyak,
terutama makanan berat dan berminyak, makan terlalu cepat, atau makan sesaat sebelum
olahraga.
11. Pertahankan berat badan sehat
12. Olahraga teratur (kurang lebih 30 menit dalam beberapa hari seminggu) untuk
mengurangi stress dan mengontrol berat badan, yang akan mengurangi dispepsia.
13. Ikuti rekomendasi dokter Anda mengenai pengobatan dispepsia. Baik itu antasid, PPI,
penghambat histamin-2 reseptor, dan obat motilitas.

Related Interests