Asbabun Nuzul

Sebab Turunnya
Ayat Al Quran Sura
At Tahrim 66:1
March 8, 2014

Jika Asbabun Nuzul sebab turunnya ayat Al Quran Sura Tahrim 66;1 itu menegaskan
bahwa ayat suci Al Quran itu adalah mengenai perselingkuhan Muhammad dengan
budak Mariyah, bagaimana Muslim dapat mengklaim bahwa seluruh Quran, kata demi
kata, di wahyukan oleh ALLAH setelah sebelumnya ditulis disisiNYA dan disimpan di
Lauhul Mahfuz?

Dalam Quran sura at Tahrim 66:1, ALLAH menurunkan wahyu kepada nabiNYA:
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu;
kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian
membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
ٌ ميِح َ ر ٌ رو
ُ
فَ غ
ُ
َ
اَ و َ ك
ِ
جا َ و
ْ
ز
َ
أ َةا َ ض ْ رَ م يِ غ
َ
ت ْ ب
َ
ت َ ك
َ
ل
ُ
َ
ا َ ل َ ح
َ
أ ا َ م ُ م ِ ر َ ح
ُ
ت
َ
مِل ُ ي
ِ
ب
َ
نلا اَهُ ي
َ
أ اَ ي
Tabaqat Ibn Sa’d, Vol 8, hal. 195
Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa Rasul SAW melakukan persetubuhan
dengan Mariyah di rumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk di gerbang (di
belakang pintu yang terkunci). Dia berkata pada nabi,
“O Rasul, apa anda melakukan ini di rumahku dan ketika giliranku? Nabi berkata,
kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah membuatnya (Mariyah) haram
bagiku. Hafsa berkata, “Aku tidak terima kecuali kamu bersumpah bagiku.” Hazrat (yang
mulia) itu berkata, “Demi Allah aku ti dak akan menyentuhnya lagi.”
Tidak lama berselang, turun ayat dari Allah SWT untuk membatalkan sumpah Muhamad
saw.
Qs At Tahrim 66:1-2
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu;
kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian
membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Status Mariyah tetap budak (bukan istri) dan Mariyah melahirkan anak laki-laki.
————————————–
Sumber-sumber Islam tertua lainnya membenarkan riwayat di atas:
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 585: Sebab-sebab turunnya surat At-
Tahrim
Diriwayatkan oleh Anas: Suatu hari Rasulullah menggauli seorang budak wanita
miliknya. Aisyah dan Hafshah lantas terus-menerus memperbincangkan kejadian
tersebut sampai akhirnya Rasulullah menjadikan budaknya itu haram bagi diri beliau
(tidak akan digauli lagi). Allah lalu menurunkan At-Tahrim ayat 1: “Hai Nabi, mengapa
kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari
kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
————————————-
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 586: Sebab-sebab turunnya surat At-
Tahrim
Suatu ketika, Rasulullah menggauli Maria, seorang budak wanitanya, di rumah Hafsah.
Tiba-tiba Hafsah muncul dan mendapati Maria tengah bersama Rasulullah. Hafsah lalu
berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa harus di rumah saya, tidak di rumah istri-istri
engkau yang lain?” Rasulullah lalu berkata, “Wahai Hafsah, mulai saat ini haram bagi
saya untuk menyentuhnya kembali. Rahasiakanlah ucapan saya ini dari siapapun.”
Akan tetapi ketika Hafsah keluar dan bertemu dengan Aisyah, ia lantas
membocorkannya. Allah lalu menurunkan ayat 1, “Wahai Nabi! Mengapa engkau
mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu demi menyenangkan hati istri-
istrimu….”
——————————————-
Tafsir Maududi Q33:50 033-2.htm
Dari empat budak ini (yaitu Raihanah, Juwairiyah, Safiyyah, dan Mariyah), Muhammad
membebaskan 3 orang dan menikahinya, sedangkan dengan Mariyah dia memiliki
“hubungan suami istri” atas dasar dia adalah budaknya. Dalam kasus Mariyah ini, tidak
ada bukti bahwa Muhammad membebaskan dan menikahinya.
Dalam Alquran yang diterbitkan Entesharat-e Elmiyyeh Eslami Tehran 1377 H, Tafseer
dan terjemahan ke dalam bahasa Farsi oleh Mohammad Kazem Mo’refi, dijelaskan
secara gamblang latar belakang dikarangnya ayat -ayat at-Tahrim tersebut:
Juga dilaporkan bahwa nabi telah membagi hari-harinya diantara istri-istrinya. Dan
ketika tiba giliran Hafsa, disuruhnya Hafsa pergi ke rumah ayahnya Omar Khattab,
dengan alasan ayahnya memanggilnya. Ketika Hafsa pergi, nabi memanggil budak
wanita Mariyah, orang Koptik yang (belakangan) melahirkan anaknya Ibrahim dan
Mariyah adalah hadiah dari Najashi, lalu melakukan hubungan seks dengannya. Ketika
Hafsa kembali, dia dapatkan pintu terkunci dari dalam. Dia duduk di depan pintu
tersebut sampai sang nabi selesai dengan ‘bisnis’nya dan keluar rumah dengan keringat
bercucuran di wajahnya. Ketika Hafsa melihat dia dalam kondisi demikian dia
menegurnya dan berkata,
“Engkau tidak menghargai kehormatanku, kau kirim aku keluar rumah dengan alasan
agar kau bisa meniduri budak wanita itu. Dan pada hari giliranku ini kau berhubungan
seks dengan orang lain.”
Lalu nabi berkata,
“Diamlah, meski dia itu budakku dan oleh karenanya halal bagiku, untuk
menyenangkanmu, Aku, saat ini, membuatnya jadi haram bagiku.”
Tapi Hafsa tidak menerima ini dan meminta nabi bersumpah demi Allah, nabi
melakukannya. Ketika nabi keluar rumah Hafsah ketuk dinding yang memisahkan
kamarnya dengan Aisha dan menceritakan semuanya.

KAMI BERTANYA:
Muslim meyakini bahwa Quran itu kata demi kata diwahyukan oleh ALLAH melalui
malaikat Jibril kepada Muhammad dalam kurun waktu 23 tahun masa pelayanannya.
Muslim juga meyakini bahwa Quran itu telah berada di sisi ALLAH di surga, tersimpan
dalam sebuah lempeng yang bernama Lauhul Mahfuz.
Karena itu kami bertanya, benarkah kisah ini sudah ada di Lauhul Mahfuz di sisi ALLAH,
atau sesungguhnya Quran itu hanyalah hasil rekayasa Muhammad untuk memanipulasi
dan menipu daya para pengikutnya …. demi membenarkan perbuatannya yang amoral?

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful