Nabi Muhammad Seorang Atheis?

Athe· is /athéis/ n orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan: kelompok — tidak akan
mengambil bagian dl suatu upacara agamaDi Indonesia ini, atheisme belum begitu
berkembang. Walaupun mungkin jumlahnya bertambah tetapi biasanya mereka belum terang-
terangan, tidak seperti di negara-negara barat. Ada dua ciri khas seorang atheis yang cukup
mencolok menurut hemat saya:1) Seorang atheis pastinya hidup mengandalkan diri sendiri
atau orang lain. Karena dia tidak percaya bahwa ada Tuhan yang akan menolongnya maka ia
pun akan berusaha mati- matian dengan tenaga sendiri atau dengan pertolongan orang lain,
yang pasti mereka harus bergantung pada manusia, siapapun manusia itu.
2) Selain itu seorang ateis pun biasanya menolak hukum Tuhan. Biasanya at heis suka
membuat peraturan sendiri sesuka-sukanya, misal prilaku seks bebas dianggap tidak apa-apa
selama tidak merugikan pihak lain sementara Tuhan jelas menentang ini. Untuk seorang
atheis tulen membunuh seseorang atau memperkosa seseorang pun bukanlah masalah besar,
karena toh tidak ada Tuhan sehingga tidak ada benar atau salah, baik atau buruk, semua serba
relatif. Konsekuensi yang ada paling dari manusia lain, seperti aparat keamanan, tetapi itu
pun kalau tertangkap.
Melihat dua ciri khas seorang ateis di atas, saya teringat nabi Islam satu-satunya, Muhammad.
Prilaku Muhammad sarat dengan ciri-ciri prilaku seorang atheis. Mungkin sulit dipercaya,
bagaimana mungkin seorang pendiri agama baru ini seorang at heis? Sangat mungkin saudara,
agama sudah berkali-kali digunakan sebagai alat untuk menguasai manusia paling efektif.
Mari kita lihat ciri-ciri atheis pada Muhammad:
A. SIFAT BERGANTUNG PADA MANUSIA, BUKAN PADA TUHAN
Dari dua cerita ini saja, kita akan melihat betapa Muhammad tidak ada iman pada tuhannya
sendiri, dia lebih percaya kepada manusia lain, daripada tuhannya sendiri:
1) Sewaktu Nyawa Muhammad Terancam oleh Orang-Orang Quraish di Mekkah
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 400-401
Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbicara. Beliau membaca Al-Qur’an,
mengajak mereka kepada agama Allah dan mengharapkan keislaman mereka. Setelah itu,
beliau bersabda, ‘Aku membait kalian agar kalian melindungiku sebagaimana kalian
melindungi anak- istri kalian.’
Al-Barra’ bin Ma’rur memegang tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian
ia berkata, ‘Ya, demi Dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, kami pasti
melindungimu sebagaimana kami melindungi anak- istri kami. Baiatlah kami wahai
Rasulullah! Demi Allah, kami ahli perang dan ahli senjata. Itu kami wariskan dari satu
generasi kepada generasi lainnya.’
2) Sewaktu Nyawa Muhammad Terancam di Uhud
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 43-44
Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Rasulullah SAW dikepung orang-orang Quraisy, beliau berkata,
‘Siapa orang yang siap mengorbankan nyawa untukku?’
Kesimpulan:
Saudara seperti kita lihat, Muhammad sama sekali TIDAK mengandalkan tuhannya.
Bukannya berdoa kepada tuhannya untuk menolong, Muhammad malah meminta pertolongan
dari manusia- manusia sekitar. Ini sangat kontras dengan nabi Daud yang sangat
mengandalkan Tuhan:
Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan,
sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat
berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia
menanggalkannya. (1 Samuel 17:39)
Daud tidak takut untuk menanggalkan baju perangnya, dia sadar betul, keselamatan dia bukan
tergantung baju perang, diri sendiri, atau orang lain. Ini terlihat dari perkataannya kepada
Goliat:
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan
tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama RAJA semesta alam,
Tuhan segala barisan Israel yang kautantang itu. (1 Samuel 17:45)
Yang Daud andalkan di sini hanya nama Tuhan saja! Dan kita semua tahu akhir ceritanya,
Daud pun berkemenangan walaupun tanpa baju perang, tanpa pedang, dengan postur tubuh
yang kecil tetapi Daud disertai Tuhan sehingga ia TIDAK takut. Sangat berbeda dengan
Muhammad yang KETAKUTAN lalu bukannya mengandalkan tuhannya malah, berteriak-
teriak minta tolong pada orang lain! Saudara siapa yang kau andalkan? Muhammadkah?
Kalau kamu mengandalkan Muhammad dengan bershalawat untuknya dengan harapan
Muhammad akan bersyafaat untuk kamu, berarti kamu telah mengandalkan manusia!
B. MEMBUAT HUKUM SENDIRI YANG MENENTANG HUKUM TUHAN
Muhammad tidak hanya seenak dirinya membuat hukumnya sendiri dan hukum yang dibuat
itu bertentangan dengan hukum Tuhan, dia bahkan dengan entengnya mengklaim bahwa
hukum tersebut berasal dari Tuhan! Sungguh ini tingkah laku orang yang tidak takut akan
Tuhan. Muhammad jelas adalah seorang ateis. Dia mengira dia tidak akan dihukum untuk
kejahatannya di dunia dengan mengangkat dirinya sebagai nabi tetapi tiada kejahatan yang
lepas dari mata Tuhan.
1. Ajaran budak seks & nikah Mutah itu dari Tuhan (Qs 4:24)
Penjelasan ayat lengkapnya bisa di lihat di sini
Bertentangan dengan:
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang
yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam
hatinya. (Matius 5:28)
2. Ajaran memalak dan memerangi kafir itu dari Tuhan (Qs 9:29)
Penjelasan ayat lengkapnya bisa di lihat di sini
Bertentangan dengan:
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang
menganiaya kamu. (Matius 5:44)
3. Ajaran poligami itu dari Tuhan (Qs 3:4)
Bertentangan dengan:
Dan firman-Nya: Sebab itu laki- laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan
isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. (Matius 19:5)
4. Ajaran memukul istri itu dari Tuhan (Qs 4:34)
Penjelasan ayat lengkapnya bisa di klik di sini
Bertentangan dengan:
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri. (Matius 22:39)
5. Ajaran berhobong (Taqiyya) itu dari Tuhan (Qs 3:54)
Penjelasan ayat lengkapnya bisa di klik di sini
Bertentangan dengan:
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang
lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Matius 5:37)
6. Ajaran pedofilia itu dari Tuhan (Qs 65:4)
Penjelasan ayat lengkapnya bisa di klik di sini
Bertentangan dengan:
Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, bukan Adam dan Hawa yang masih anak-anak.
(Kejadian 1:27)
7. Ajaran pagan itu dari Tuhan
Ajaran untuk sujud kepada kuil hitam, mengelilingi kuil hitam, dan mencium berhala batu
hitam.
Penjelasan ayat lengkapnya bisa di klik di sini
Bertentangan dengan:
“Kasihilah Tuhan, Rajamu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan
segenap akal budimu. (Matius 22:37-40)
Jangan sujud kepadanya atau beribadah kepadanya (berhala), (Keluaran 20:5)
Kesimpulan:
Saudara, apakah anda berani untuk mengatakan ajaran-ajaran keji di atas adalah ajaran
Tuhan? Jika Anda berani, berarti Anda telah menentang dan menghina Tuhan, bertobatlah
sebelum terlambat. Muhammad benar-benar seorang atheis, tanpa ragu-ragu dia mengajarkan
kejahatan pada umatnya dan meyakinkan umatnya kalau kejahatan itulah yang disukai oleh
Tuhan. Hai umat Muslim, sudah begitu tidak takutkah kalian akan Tuhan sehingga kalian
dengan mudahnya melakukan kejahatan-kejahatan di atas?

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful