Infeksi HIV

1. Definisi
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah retrovirus yang dapat menyebabkan penyakit
AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Virus ini menyerang manusia dan menyerang
sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.
Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan)
sistem imun, sehingga kuman-kuman yang jinak yang biasanya berada dalam tubuh atau masuk
dari luar yang tidak akan menyebabkan penyakit bagi orang normal, akan mudah menimbulkan
penyakit pada orang dengan HIV positif. Penyakit yang sering dijumpai adalah TBC Paru, Radang
Paru (Pneumonia), infeksi jamur pada mulut atau tenggorokan, infeksi saluran pencernaan yang
menyebabkan diare, infeksi otak, kulit, mata dan infeksi-infeksi lainnya.
Walaupun demikian, setelah tertular HIV (HIV positif) bukan berarti kita langsung jatuh sakit.
Seseorang bisa hidup bertahun-tahun lamanya (bahkan lebih dari 10 tahun) tanpa merasakan
sakit atau mengalami gangguan kesehetan yang serius. Lamanya masa sehat ini sangat
dipengaruhi oleh keinginan yang kuat dari diri penderita. Tahap yang paling akhir dari infeksi HIV
adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yang berkembang selama 2-15 tahun
mulai dari infeksi pertama tergantung terhadap masing masing individu.

2. Penyebab
Karena HIV hanya dapat hidup dalam cairan tubuh, maka HIV dapat ditularkan melalui
pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti darah, air susu ibu, air mani
dan cairan vagina. Namun HIV tidak dapat ditularkan melalui kontak biasa sehari hari, seperti
berjabat tangan, atau berbagi barang pribadi, seperti makanan dan air.


Secara umum penyebab penyakit AIDS hanya dibagi dalam 4 kategori umum, yaitu :
- Penggunaan Jarum Suntik yang tidak Steril
Penggunaan jarum suntik yang tidak steril sangat mampu mendorong seseorang terkena
penyakit AIDS, para pengguna Narkoba yang terkadang saling bertukar jarum suntik sangat
rentan tertular penyakit ini, karena penularan HIV AIDS sangat besar presentasenya terjadi
karena cairan pada tubuh penderita yang terkena HIV AIDS berpindah ke tubuh normal
(sehat).

- Seks Bebas serta seks yang kurang sehat dan aman
Berhubungan intim yang tidak sehat dan tidak menggunakan pengaman adalah peringkat
pertama terbesar penyebab menularnya virus HIV AIDS, transmisi atau penularan HIV
(Human Immunodeficiency Virus) dalam hubungan seksual peluang terjadinya sangat besar,
karena pada saat terjadi kontak antara sekresi pada cairan vagina pada alat kelamin.
Hubungan seksual kurang aman dan tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) akan lebih sangat
berisiko dibandingkan hubungan seksual yang tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) dan
risiko hubungan seks anal lebih besar dibanding hubungan seks biasa dan oral seks,
meskipun tidak berarti bahwa kedua jenis seks tersebut tidak beresiko.

- Penyakit Menurun
Seorang ibu yang terkena AIDS akan dapat menurunkan penyakitnya pada janin yang
dikandungnya, transmisi atau penularan HIV melalui rahim pada masa parinatal terjadi pada
saat minggu terakhir pada kehamilan dan pada saat kehamilan, tingkat penularan virus ini
pada saat kehamilan dan persalinan yaitu sebesar 25%. Penyakit ini tergolong penyakit yang
dapat diturunkan oleh sang ibu terhadap anaknya, menyusui juga dapat meningkatkan
resiko penularan HIV AIDS sebesar 4%.

- Tranfusi darah yang tidak steril
Cairan didalam tubuh penderita AIDS sangat rentan menular sehingga dibutuhkan
pemeriksaan yang teliti dalam hal transfusi darah. Pemilihan dan penyeleksian donor
merupakan tahap awal untuk mencegah penularan penyakit AIDS, Resiko penularan HIV /
AIDS sangat kecil presentasenya di negara-negara maju, hal ini disebabkan karena di negara
maju keamanan dalam tranfusi darah lebih terjamin karena proses seleksi yang lebih ketat.

3. Gejala Klinik
AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan oleh
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sebagai berikut:
- Tahap I penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai
AIDS.
- Tahap II (meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernafasan
bagian atas yang tak sembuh- sembuh)
- Tahap III (meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari
satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru)
- Tahap IV (meliputi Toksoplasmosis pada otak, Kandidiasis pada saluran tenggorokan
(esophagus), saluran pernafasan (trakea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-
paru dan Sarkoma Kaposi). Penyakit HIV digunakan sebagai indikator AIDS.
Jika sudah sampai pada tahap IV (AIDS), maka gejala ini dibagi menjadi 2 :
- Ciri Mayor (umum terjadi)
 Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
 Demensia / HIV ensefalopati
 Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
 Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
 Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis

- Ciri Minor (tidak umum terjadi)
 Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
 Batuk kering yang lebih dari 1 bulan
 Kulit gatal di seluruh tubuh
 Adanya herpes zoster (mirip cacar air, atau disebabkan virus yang juga mengakibatkan
cacar air, virus herpes) berulang yang tak kunjung sembuh
 Kandidias orofaringeal (putih, mengangkat ruam pada mulut, lidah, atau tenggorokan)
 Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau selangkangan) dengan atau tanpa infeksi
yang aktif

Berikut gejala yang sering timbul :
- Demam tinggi berkepanjangan
- Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam
- Hilangnya nafsu makan, mual dan muntah
- Mengalami diare yang kronis
- Penderita akan kehilangan berat badan tubuh hingga 10% di bawah normal.
- Batuk berkepanjangan
- Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
- Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan
lipatan paha)
- Kurang ingatan
- Sakit kepala
- Sulit berkonsentrasi
- Respon anggota gerak melambat
- Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
- Mengalami tensi darah rendah
- Refleks tendon yang kurang
- Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
- Infeksi jaringan kulit rambut
- Kulit kering dengan bercak-bercak





4. Cara Pencegahan
Kita dapat mencegah resiko infeksi HIV dengan membatasi kontak dengan penderita.
Kuncinya untuk mencegah HIV, yaitu :
- Hindarkan hubungan seksual diluar nikah. Usahakan hanya berhubungan dengan satu orang
pasangan seksual, tidak berhubungan dengan orang lain.
- Ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata mengandung virus, hendaknya jangan hamil.
Karena akan memindahkan virus AIDS pada janinnya.
- Gunakan kondom pada saat melakukan hubungan seksual yang beresiko.
- Penggunaan jarum suntik dan alat lainnya ( akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin
sterilisasinya.
- Apabila membutuhkan transfusi darah, jangan menerima darah yang sumbernya tidak jelas
(tanpa adanya pemeriksaan terhadap darah tersebut atau belum lulus uji untuk
didonorkan).
- Hindari memakai pakaian orang yang terkena HIV AIDS.
- Hindari memakai narkoba.


Info mengenai HIV oleh WHO :
- HIV terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama global, telah mengklaim
lebih dari 36 juta jiwa sejauh ini.
- Ada sekitar 35,3 [32,2-38,8] juta orang yang hidup dengan HIV pada tahun 2012.
- Sub-Sahara Afrika merupakan wilayah yang paling terpengaruh, dengan hampir 1 dari
setiap 20 orang dewasa yang hidup dengan HIV. Enam puluh sembilan persen dari semua
orang yang hidup dengan HIV hidup di wilayah ini.
- Infeksi HIV biasanya didiagnosis melalui tes darah mendeteksi ada atau tidaknya antibodi
HIV.
- Tidak ada obat untuk infeksi HIV. Namun, pengobatan yang efektif dengan obat
antiretroviral dapat mengendalikan virus sehingga orang dengan HIV dapat menikmati
hidup sehat dan produktif.
- Pada tahun 2012, lebih dari 9,7 juta orang yang hidup dengan HIV yang menerima terapi
antiretroviral (ART) di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/HIV
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs360/en/
http://www.deherba.com/hiv-aids-penyakit-yang-belum-teratasi-namun-bisa-dicegah.html
http://larasindonesia.com/?page_id=67
http://www.temanteman.org/contentpage.php?id=44
http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/10/gejala-hiv-aids.html
http://penyebabhivaids.com/
http://artikelterkait.com/penyebab-penyakit-aids.html
http://blogbintang.com/penyakit-hiv-dan-aids