Siapa yang

menebus dosamu?


Banyak Muslim yang keberatan dengan konsep penebusan dosa. Tapi mereka tidak
menyadari bahwa Islam pun mengakui konsep yang sama, hanya saja dalam cara yang sedikit
berbeda. Salah satu contoh yang paling jelas akan ditemukan dalam kisah Abraham yang
mengorbankan salah seorang putranya:
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami TEBUS anak itu dengan
KORBAN YANG BESAR, (37:106-107)
Saya pikir pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh umat Islam tentang salib adalah
“Mengapa tidak Tuhan mengampuni saja? Mengapa perlu korban tebusan?”
Pertanyaan yang sama berlaku untuk ayat ini “Mengapa Allah harus menebus anak Abraham?
Mengapa perlu korban?? Mengapa Allah tidak melepaskan anak Abraham begitu saja?
Mengapa korban tebusan untuk anak Abraham haruslah KORBAN YANG BESAR?”
Jika Anda berpikir Quran hanya menyebut perihal korban tebusan di ayat itu saja, Anda salah
besar. Islam tidak hanya mengajarkan tebusan memang DIBUTUHKAN tetapi bahkan
mengaplikasiannya.
AMBILLAH ZAKAT DARI SEBAGIAN HARTA MEREKA, dengan zakat itu KAMU
MEMBERSIHKAN DAN MENSUCIKAN MEREKA dan mendo’alah untuk mereka.
Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui. (9:103)
Ya, umat Islam dapat memberikan sebagian uang mereka untuk Muhammad dan Muhamamd
dapat menggunakannya untuk mensucikan mereka. Pada dasarnya, Anda membayar UANG
TEBUSAN untuk dosa-dosa Anda supaya dihapuskan. Dalam pengadilan duniawi, hal ini
dikenal dengan istilah SUAP. Anda membayar sejumlah uang kepada hakim supaya Anda
bisa lolos. Mungkinkah ini hanya trik (akal-akalan) Muhammad untuk mendapatkan lebih
banyak uang saat itu? Namun, uang bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan
pengampunan, Anda juga bisa ‘mengorbankan’ diri Anda sendiri untuk mendapatkan
pengampunan dosa.
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan BERJ IHAD DI J ALAN ALLAH
DENGAN HARTA DAN J IWAMU. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
NISCAYA ALLAH AKAN MENGAMPUNI DOSA-DOSAMU dan memasukkanmu ke
dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat
tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (61:11-12)
Karena ayat ini, tidak mengherankan bahwa banyak umat Islam yang bersedia untuk
melakukan bom bunuh diri untuk mendapatkan dosa-dosa mereka diampuni dan diijinkan
masuk ke jannah. Hal ini bahkan lebih jelas dalam kisah Musa versi Islam:
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu
telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu),
maka BERTAUBATLAH kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan BUNUHLAH
DIRIMU. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; MAKA
ALLAH AKAN MENERIMA TAUBATMU. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima
taubat lagi Maha Penyayang.” (2:54)
Bunuh diri dianggap sebagai tindakan pertobatan bagi Allah dan Allah MEMERINTAHKAN
hal ini. Bahkan, menurut tradisi, syafaat seorang martir adalah diterima untuk 70 anggota
keluarga:
Dikisahkan ‘AbudDarda: Nabi (saw) berkata: syafaat martir akan diterima untuk anggota
tujuh puluh keluarganya. (Abu Dawud 14:2516)
Sebagai kesimpulan, korban tebusan (atau lebih tepatnya penyuapan) dan pengorbanan diri
untuk penebusan dosa adalah BUKANLAH konsep asing dalam Islam.
Jadi, jika ‘Allah’ menebus anak Abraham dengan KORBAN YANG BESAR, maka secara
logis untuk menebus dosa-dosa dunia sepanjang masa akan membutuhkan KORBAN YANG
JAUH LEBIH BESAR. Itu sebabnya untuk tebusan dosa sebesar ini, hanya Tuhan yang dapat
mempersiapkan kurban MAHABESAR untuk membayar SEMUA DOSA DUNIA (tidak,
Anda tidak dapat memberikan Tuhan sejumlah uang yang cukup untuk penghapusan dosa-
dosa Anda). Tuhan yang Mahabesar sendiri menjadi tebusan bagi dosa dunia.
Dengan cara itu, karunia keselamatan siap bagi mereka yang bersedia untuk percaya pada
Kristus yang telah memberikan pengorbanan di kayu salib. Jadi kita tidak perlu bunuh diri
untuk pertobatan kita karena Kristus telah membuat pengorbanan besar. Sekarang kita dapat
hidup bagi Kristus karena Yesus adalah kehidupan. Apakah Anda akan menolak korban yang
sempurna dari Tuhan dan menawarkan korban Anda yang tidak sempurna itu di hadapan
Tuhan yang sempurna?
Akan tetapi Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk
kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8)
Allah ingin Anda mati untuk dia. Namun, Yesus telah mati untuk Anda supaya Anda beroleh
hidup. Ini bukanlah keputusan yang sulit untuk diambil. Terimalah penebusan dosa Anda
yang dari Yesus. Tuhan Yesus mengasihi Anda.