Oleh : Muhammad Abdurrahman

NIM : 123.11.004
Mineral Kuarsa
 Kuarsa (silicon dioxide atau SiO2) adalah mineral
tunggal utama di bumi.
 Mineral kuarsa terdapat di semua jenis batuan Batuan
Beku asam sampai intermediet, Batuan Sedimen dan
pada batuan metamorf sering dijumpai dalam bentuk
urat kuarsa.
 Mineral kuarsa banyak dijumpai pada kebanyakan
daerah geologi, tetapi pada umumnya terbentuk pada
batuan sedimen seperti batu pasir dan pada batuan
beku tertentu seperti granite.
Sifat Fisik – Kimia Kuarsa
 Warna : Umumnya putih, ungu, coklat, tak berwarna tergantung dengan senyawa
pengotornya misalnya warna kuning mengandung Fe oksida, warna merah mengandung Cu
oksida. Bahkan multiwarna ( seperti putih keunguan ), hal ini dikarenakan magma yang
menyusun mineral tersebut bersifat asam.
 Bersifat : Diamagnetik
 Sifat dalam ( tenacity ) : Rapuh ( brittle )
 Kekerasan : 7 ( skala mohs )
 Berat jenis : 2,65
 Goresan : Putih
 Kilap : Vitrious/kaca
 Belahan : Tidak ada
 Pecahan : Conchoidal (melengkung di permukaan)
 Titik lebur : Kurang lebih 1715
0
C
 Bentuk kristal : hexagonal
 Panas spesifik : 0,185
 Konduktifitas panas : 12-100
0
C

Sifat Fisik – Kimia (lanjutan)
 Kuarsa memiliki rumus kimia SiO
2
, berat molekul
60,08 gm, dengan komposisi :
 (Si) Silikon 46,74 %
 (O
2
) Oksigen 53,26 %
 Analisa kimia pasir kuarsa menghasilkan :


UNSUR PORSEN (%)
SiO
2
65,00 – 96,68
Fe
2
O
3
0,07 - 4,00
A1
2
O
3
0,71 – 7,18
K
2
O 0,09 – 0,36
Na
2
O 0,02 - 0,36
MgO 0,01 – 0,08
Sebaran Kuarsa di Indonesia
 Sumatra Barat (82,5%)
 Banda Aceh (provinsi Nanggroe Aceh Darussalam),
 Sungai Asahan dan Kisaran (Provinsi Sumatera Utara),
 Provinsi Sumatera Selatan,
 Provinsi Bengkulu,
 Provinsi Lampung,
 Provinsi Banten,
 Provinsi Jawa Barat,
 mBeji--Surakarta (Provinsi Jawa Tengah),
 Tuban dan sepanjang pantai utara Jawa Timur,
 Bangkalan (Provinsi Jawa Timur),
 Martapura (Provinsi Kalimantan Selatan),
 Provinsi Kalimantan Timur.

Statistik & Data-data
Tons 2003 2002 2001 2000 1999 1998 1997
Production 6,447,128.00 6,000,000.00 5,650,000.00 3,650,000.00 2,400,000.00 1,420,000.00 6,850,000.00
Consumption 6,376,235.00 6,000,000.01 5,649,518.07 3,649,381.53 2,389,547.88 1,424,660.06 6,828,182.06
Export 3,872.57 19,299.98 13,730.93 27,546.01 3,378.82 5,195.78 24,277.45
Import 74,765.71 41,427.13 67,779.16 37,191.33 6,789.54 12,733.86 16,792.66
Sumber : Data Pertambangan Mineral dan Batubara,
http://www.tekmira.esdm.go.id
Statistik & Data(lanjutan)
Sumber : Data Pertambangan Mineral dan Batubara,
http://www.tekmira.esdm.go.id
Trend Harga Kuarsa
Nama Barang Ukuran Mesh
(inchi)
Ukuran (mm) Kemasan/Bag
(Kg)
Harga/Kg (Rp)
Pasir Silika 8 - 30 3,2 – 0,8 50kg Rp900
8 – 16 3,2 – 1,6 50kg Rp1.100
2 – 20 12,7 - 1,3 50kg Rp1.000
30 – 80 0,8 – 0,3 50kg Rp750
Gravel 4 – 8 6,4 - 3,2 50kg Rp900
Pasir Silika
Standar
Tanpa mesh Tanpa ukuran 25kg Rp70.000 (per
sak=25kg)
Pasir Silika
Standar
Tanpa mesh Tanpa ukuran 50kg Rp100.000 (per
sak=50kg)
Pasir Silika
Sampel
Semua mesh Semua ukuran <100gr Free
Pengolahan
 Pengolahan Bijih Kuarsa secara umum melalui 3 tahap :
 Crushing stone(stone crusher , belt conveyor and
vibrating screen)
 Grinding stone(Ball mill, Rod mill)
 Iron beneficiation (Magnetic separator)
 Alat yang digunakan secara umum :
1. Vibrating feeder
2. Jaw crusher
3. Cone crusher or fine jaw crusher or impact fine
crusher
4. Belt conveyor
5. Pendulum feeder
6. Ball mill
7. Magnetic separator
Diagram Alir Proses Pengolahan
Mineral Kuarsa

Mining Kominusi Iron Beneficiation
Flotation
Washing
Concentrat
(SiO2)
Menggunakan
larutan asam agar
pengotornya larut
Reverse Flotation
Tailing
Magnetic
Separator,
Diamagnetic
Pemanfaatan
 Industri keramik, sebagai bahan baku pembuatan tegel, mosaik dan enamel.
 Industri cat sebagai bahan pengisi (filler).
 Industri karet sebagai bahan pengeras
 Industri gerinda sebagai bahan amplas.
 Industri logam sebagai bahan penghilang karat.
 Pembuatan ferro silicon dan silicon karbid dengan persyaratan : SiO2
(minimum) 98%, besi oksida (maksimum) 0,3 % dan bebas dari pyrit (FeS2).
 Industri semen Portland, sebagai bahan baku penolong untuk pembuatan
semen Portland yaitu sebagai pengontrol kandungan silica. Untuk 1 ton semen
diperlukan 66,5 kg pasir kuarsa.
 Industri gelas/kaca, yaitu sebagai bahan baku utama. Untuk memperoleh
produk gelas/kaca yang diinginkan, dalam proses pembuatannya kedang-
kadang ditambahkan oksida-oksida.
 Industri bata tahan api, yaitu sebagai bahan baku utama (minimal 95 %).
 Industri pengecoran, yaitu digunakan sebagai pasir cetak (minimal 90 %).

Daftar Pustaka
 http://doddysetiagraha.blogspot.com/2012/09/pasir-
kuarsa.html
 http://firstmining.en.made-in-china.com/custom-
detail/EJQEnxxPQmKxxmnxQmJjeEyQ/Quartz-
processing-plant.html
 http://obdum.blogspot.com/2010/10/pasir-kuarsa.html
 http://uvrimining.blogspot.com/2011/12/pasir-kuarsa.html
 http://mineraltesting.blogspot.com/2012/11/pasir-silika-
pengolahan-dan-pemurnian.html
 http://www.purewatercare.com/pasir_silika.php