 Defenisi

:
adalah tingkah laku sexual yang
tujuan,
cara, dan menyimpang dari
sexual
objek sexualnya normal



 Beda Sexual dysfunction (
Disfungsi Sexual ) : dimana
impuls seksualnya
berkurang,tetapi instinctual
direction dan objek seksual
masih normal.
 Mis, Impotensia pada pria dan
frigiditas pada wanita.


I. Deviasi sexual dgn manifestasi perubahan
tujuan sexual ( sexual aim ).

Yang dimaksud dengan sexual aim :
untuk melepaskan ketegangan seksual
dengan cara copulasi antara dua jenis
kelamin.

1. Exhibitionism, impuls seksual (mendapatkan
kepuasan ) dengan mempertontonkan
dirinya.
2. Voyeurism( = scopophilia ): kesenangan
seksual diperoleh dengan mengintip lawan
jenis , baik alat kelamin maupun aksi
copulasi.
3. Sadomasochism (= algolagnia ): kesenangan
seksual diperoleh dengan menyakiti atau
disakiti lawan jenisnya .
4. Saliromania, Coprophagia, Coprolalia, yaitu:
kesenangan seksual bersama- sama dengan
ekskreta ( kotoran atau cakap kotor ).
5. Fetishism, yaitu : kesenangan seksual
diperoleh dengan melihat atau kontak
dengan objek atau material atau bagian
tubuh lawan seksnya.
6. Pyromania, yaitu : dorongan seks
ditimbulkan dengan berhubungan dengan api
( membakar).
II. Deviasi seksual dengan manifestasi oleh
perubahan dari objek seks :
1. Zoophilia ( = crimen bestialis atau sodomi ),
yaitu : suka berhubungan seks dengan
binatang- binatang .
2. Necrophilia, yaitu : suka berhubungan seks
dengan mayat.
3. Homoseksualitas,yaitu ; berhubungan seks
dengan jenis kelamin yang sama.
4. Pedophilia,yaitu : suka berhubungan seks
dengan anak- anak( bisa hetero atau
homoseks )


III. Deviasi seksual dengan manifestasi
perubahan peran seksual atau identitas
seksual:

1. Transvestism (=eonism), yaitu pria dengan
keinginan memakai pakaian lawan jenis.
2. Trans- sexuality (=gender dysphoria), yaitu
:keinginan untuk berubah seks.
TRANSVESTISM :
 Deviasi yang dijumpai hanya pada pria.
 Berasal dari bhs latin :
trans = pihak lain.
vestitus = pakaian.
 berasal dari anak- anak, srg diperlakukan
spt wanita mis, spt pakaian.



Transexuality :
 pd wanita dan pria.
 suatu keinginan yang kuat untuk berubah
kelamin.
 srg disbt : gender dysphoria syndrome, yaitu
suatu sindroma yang terjadi sebagai akibat
konflik seksual identity.

PRINSIP PENGOBATAN DEVIASI SEKSUAL :

Pada dasarnya pengobatan sama saja.
Yang penting adalah :
1. Pencegahan.
2. Pengobatan.
3. Mencegah bertambah parahnya
gangguan yang telah terjadi.
1. PENCEGAHAN.
 perhat. Perkembangan kepribadian anak
pada masa awal kehidupan terut. 5 – 6 tahun
pertama.
 Disamping masalah sosial / sosio-kultural.
 pencegahan ------- pendidikan
kes.jiwa ttg seksual.
2. PENGOBATAN :
sebagai berikut :
a. Menghilangkan keinginan untuk berbuat
deviasi seksual dengan terapi analitik atau
cara terapi untuk memberikan insight(
kesadaran terhadap penyakitnya ),
b. Melemahkan sexual drive (impulse).
Caranya :
 Irreversibel: dg stereotactic brain procedure,yaitu
merusak hypothalamic nuclei.
 Reversibel : disini pemberian hormon wanita
(oestrogen) dan anti hormon bbrp mgg dpt
mengurangi libido dan potensi sampai hilang
libido.

MODIFIKASI TINGKAH LAKU :
a. melalui hukuman atau sanksi.
b. Behaviour therapy : dalam hal ini dapat
dilakukan sisitem reward dan punishment
atau cara conditioned aversion.
mis: diperlihatkan gambar pria kemudian
pasien mendapat hukuman listrik atau obat
untuk muntah dan kemudian diganti dengan
gambar wanita dan seterusnya.